Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 198

Lalu Lintas Kapal di Selat Lombok Berpotensi Dipungut Layaknya Terusan Suez

0
Lalu. Hery Prihatin(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, Lalu Hery Prihatin, menilai Selat Lombok memiliki potensi ekonomi raksasa yang selama ini belum tergarap maksimal. Sebagai bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, jalur ini dilintasi ribuan kapal internasional setiap tahun, mirip dengan jalur strategis dunia seperti Selat Malaka dan Terusan Suez.

Menurut Hery, Selat Lombok sudah dianugerahi posisi strategis sebagai jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Flores dan Laut Banda. Kapal-kapal berukuran besar, termasuk kapal generasi ke-7 dengan bobot hingga 1 juta ton, rutin melintas di perairan ini.

“Kalau kita kelola dengan baik, potensi pendapatan dari Selat Lombok ini bisa mencapai ratusan triliun rupiah, seperti yang dilakukan Mesir melalui Terusan Suez. Di sana, satu kapal bisa membayar 4–5 miliar rupiah sekali melintas,” kata Hery di Mataram, Jumat, 15 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, untuk memanfaatkan potensi tersebut, pemerintah cukup melakukan investasi infrastruktur navigasi modern seperti radar dan sistem pemantauan kapal. Dengan teknologi itu, setiap kapal yang melintas dapat teridentifikasi jenis dan ukurannya, sehingga dapat dikenakan pungutan resmi sesuai regulasi internasional.

“Singapura yang berada di ALKI I bisa memungut biaya dari sekitar 80 ribu kapal per tahun. Di Selat Lombok jumlahnya memang lebih sedikit, sekitar 4.000–5.000 kapal, tapi ukurannya jauh lebih besar, bahkan banyak yang mengangkut kontainer berkapasitas 30 ribu TEUs dari berbagai negara,” tambahnya.

Hery juga menyoroti bahwa wilayah NTB juga Lombok memiliki kekayaan sumber daya alam, termasuk sabuk mineral dari Jawa bagian selatan hingga Sumbawa. Hal ini, menurutnya, memperkuat urgensi pengelolaan jalur pelayaran tersebut secara strategis dan terintegrasi.

“Selain pendapatan dari lintasan kapal, pengelolaan Selat Lombok akan berdampak pada keamanan laut, pengawasan sumber daya, dan citra Indonesia di jalur perdagangan internasional,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk menggaungkan isu ini ke publik serta merumuskan kebijakan konkret, termasuk payung hukum yang memungkinkan pungutan resmi atas kapal asing yang melintasi ALKI II.

“Jangan sampai potensi sebesar ini dibiarkan menguap begitu saja,” tegasnya.(bul)

Target Rp 589 Miliar: Pajak Desa Jadi Andalan Penerimaan di Lombok Tengah

0
Kegiatan sosialisasi lanjutan aplikasi Coretax yang digelar di Bale Bangket Bonjeruk, Desa Pengenjek(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Praya kembali turun ke desa untuk memastikan pengelolaan Dana Desa di Lombok Tengah sesuai ketentuan perpajakan. Melalui kegiatan sosialisasi lanjutan aplikasi Coretax yang digelar di Bale Bangket Bonjeruk, Desa Pengenjek, Kamis 14 Agustus 2025, sebanyak 13 Kaur Keuangan Desa se-Kecamatan Jonggat mendapat pembekalan langsung dari tim pajak.

Kepala KPP Pratama Praya, Wawan Haryanto, mengatakan kegiatan ini merupakan program rutin yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan para bendahara desa terkait kewajiban perpajakan. Menurutnya, dengan menguasai penggunaan aplikasi Coretax, bendahara desa tidak hanya mampu membuat bukti pemotongan pajak secara benar, tetapi juga membantu memperluas basis pajak di wilayahnya.

“Bukti pemotongan pajak itu bukan sekadar administrasi, tetapi berfungsi sebagai kredit pajak bagi rekanan yang dipotong, sekaligus menjadi kontribusi nyata desa dalam pencapaian target penerimaan negara,” ujar Wawan.

Ia menyebut, hingga Agustus 2025, realisasi penerimaan pajak KPP Pratama Praya sudah mencapai 42,65 persen dari target Rp 589 miliar. Pihaknya optimistis capaian ini akan meningkat, salah satunya berkat keterlibatan aktif bendahara desa yang mengelola anggaran dengan taat pajak.

Dalam sesi materi, tim KPP Pratama Praya yang terdiri dari Aris Pujianto, Wisnu Andi Triyantoko, dan Wira Ardiansyah memaparkan secara detail tentang kewajiban perpajakan bendahara desa, mulai dari pembuatan bukti pemotongan dan pemungutan, pelaporan SPT Masa, hingga simulasi langsung di aplikasi Coretax.

Sementara itu, Suparman, Kaur Keuangan Desa Bonjeruk yang menjadi salah satu peserta, mengaku pelatihan ini membantu dirinya memahami proses perpajakan secara lebih praktis.

“Selama ini kami mengurus Dana Desa, tapi sering bingung saat membuat bukti potong dan melaporkannya. Sekarang jadi lebih jelas,” ujarnya.

Wawan menambahkan, KPP Pratama Praya akan terus menggencarkan sosialisasi semacam ini ke seluruh desa di wilayah kerja mereka. Harapannya, pengelolaan Dana Desa tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan kontribusi optimal bagi penerimaan negara.(bul)

Menhub Minta Seluruh Syahbandar Konsisten “Ramp Check” Kapal

0
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan ramp check dan uji kelaiklautan semua kapal penumpang secara konsisten.

“Saya telah menginstruksikan Syahbandar di seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan ‘ramp check’ secara konsisten dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Dudy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025.

Ia menekankan pentingnya KSOP melakukan uji kelaikan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan kapal di perairan Indonesia.
“Pengawasan keselamatan kapal harus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada pelayaran atau penyeberangan,” ujar dia.

Dudy mengatakan Kemenhub telah melakukan evaluasi terhadap tiga kejadian kecelakaan kapal yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah perairan Selat Bali, Manado, dan Sanur.

Langkah konkret telah diambil dengan diterbitkannya Surat Edaran dari Ditjen Perhubungan Laut Nomor SE-DJPL 25 Tahun 2025 tentang Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran serta Pencegahan Kecelakaan Kapal pada Angkutan Laut dan Angkutan Penyeberangan.

Surat edaran ini berisi sejumlah instruksi tegas mengenai beberapa hal, seperti kewajiban pengisian dan penandatanganan master sailing declaration sesuai kondisi sebenarnya sebelum kapal berlayar.

Selain itu penyelenggaraan pelatihan penanggulangan musibah secara berkala kepada nakhoda dan ABK oleh operator kapal, serta pemeriksaan cuaca melalui BMKG sebelum penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Kemudian, pengawasan ketat terhadap keamanan dan keselamatan penumpang di atas kapal serta pembatasan jumlah penumpang sesuai manifes dan kapasitas kapal.

Instruksi berikutnya, larangan kepada penumpang berada di dalam kendaraan selama pelayaran kapal Ro-Ro dan penyeberangan serta pemenuhan standar pelayanan penumpang dan keamanan fasilitas di pelabuhan.

“Selain itu, saya juga minta seluruh operator pelayaran dan penyeberangan untuk memperbaiki sistem ‘ticketing’ yang selama ini kurang baik. Ini penting agar tidak ada lagi isu terkait penumpang yang tidak terdata dalam manifes,” ujar dia.

Dudy juga meminta seluruh pemangku kepentingan pelayaran dan penyeberangan untuk senantiasa patuh pada regulasi keselamatan yang berlaku.

Adapun untuk memastikan pemenuhan aspek keselamatan, Kemenhub menggalakkan kampanye nasional bertajuk “Zero Tolerance terhadap Kecelakaan Kapal. (ant)

Emas Antam pada Jumat Merosot Rp24.000 Menjadi Rp1,909 Juta Pergram

0
Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat 15 Agustus 2025, mengalami penurunan harga jual Rp24.000 menjadi Rp1.909.000 per gram.

‎Adapun harga jual kembali (buyback) sebesar Rp1.755.000 per gram. ‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.‎

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.004.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.909.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.758.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.612.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.320.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.585.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp46.337.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp92.595.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp185.112.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp462.515.000‎

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp924.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.849.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(ant)

BI: Utang Luar Negeri RI pada Triwulan II 2025 Tumbuh Melambat

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Bank Indonesia (BI) mengatakan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2025 tumbuh melambat dengan posisi sebesar 433,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau secara tahunan tumbuh 6,1 persen.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan II 2025 tercatat sebesar 433,3 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 6,1 persen ‘year-on-year’ (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2025 sebesar 6,4 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif​ Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ramdan menjelaskan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh ULN swasta yang melanjutkan kontraksi pertumbuhan dari triwulan sebelumnya.

ULN pemerintah tetap terjaga. Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2025 sebesar 210,1 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2025 sebesar 7,6 persen (yoy).

Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi.

Pemerintah terus berkomitmen untuk mengelola ULN secara cermat, terukur dan akuntabel untuk mencapai pembiayaan yang efisien dan optimal.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ia mengatakan pemanfaatan ULN diarahkan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,3 persen dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,0 persen); jasa pendidikan (16,4 persen); konstruksi (11,9 persen); serta transportasi dan pergudangan (8,6 persen).

Posisi ULN pemerintah tersebut tetap terjaga karena didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah.

Sementara itu, ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan. Pada triwulan II 2025, posisi ULN swasta tercatat sebesar 194,9 miliar dolar AS atau mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,0 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut bersumber dari ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang terkontraksi 1,4 persen (yoy) di tengah ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang tumbuh 2,3 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 80,5 persen dari total ULN swasta.

ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,7 persen terhadap total ULN swasta.

Bank Indonesia menyampaikan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Hal itu tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 30,5 persen pada triwulan II 2025, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I 2025 yang mencapai 30,7 persen, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,0 persen dari total ULN.

Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (ant)

Semarakkan Hari Kemerdekaan, ITDC Hadirkan Balapan Internasional

0
Menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke 80, ITDC akan menggelar sejumlah balapan internasional, seperti MRS 2025, Porsche Carrera Cup serta FIM ARRC 2025. Tampak event balap mobil yang digelar di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Perayaan hari kemerdakaan tahun ini bakal berlangsung lebih semarak di kawasan The Mandalika. Selain telah menyiapkan parade gendang beleq pada 17 Agustus 2025 mendatang, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan The Mandalika bakal menggelar tiga ajang balap seru. Mulai dari Mandalika Racing Series (MRS) 2025, Porsche Carrera Cup serta FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025.

Ajang MRS kali ini akan menggelar putaran ketiga dan akan berlangsung mulai tanggal 15 sampai 17 Agustus 2025 mendatang. Sepekan kemudian Porsche Carrera Cup siap mentas dengan kehadiran puluhan mobil sport mewah yang siap adu cepat di lintasan Sirkuit Mandalika mulai tanggal 22-24 Agustus 2025.

Selanjutnya ada FIM ARRC 2025. Ajang tersebut menjadi ajang balap penutup perayaan di bulan kemerdekaan yang akan berlangsung pada 29 sampai 31 Agustus 2025 mendatang. Kejuaraan balap motosport tersebut akan diikuti oleh 34 pembalap dunia dari 10 negara. Di antaranya Tiongkok, Luksemburg, Hong Kong serta Mozambik ditambah pembalap dari Selandia Baru, Malaysia, Inggris Raya, Thailand, Kanada dan Italia.

Tidak hanya menghadirkan tontonan balap yang spektakuler, FIM ARRC diharapkan juga bisa menjadi penggerak perekonomian lokal. Dengan keterlibatan masyarakat lokal sekaligus bisa turun mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel serta perputaran ekonomi dengan keterlibatan UMKM.

Selain ajang balap ada juga event hiburan kolosal bertema Mandalika Suka-Suka. Diselenggarakan di hari yang sama pada final gelaran FIM ARRC 20225. “Semua rangkaian event ini menjadi wujud nyata komitmen ITDC dalam memajukan ekonomi berbasis sportainment tourism,” ujar Direktur Operasi ITDC  Troy Reza Warokka, dalam keterangannya, Kamis 14 Agustus 2025.

Kehadiran berbagai ajang seru tersebut, tegasnya, diharapkan bisa menciptakan peluang besar bagi sektor pariwisata, perhotelan dan UMKM lokal untuk berkembang. Sebagai mana komitmen awal ITDC bahwa pengembangan kawasan The Mandalika harus bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah ini.

Penyelenggaraan ajang seperti ARRC, MRS dan Porsche Carrera Cup tambah Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, juga sebagai pembuktian kalau Pertamina Mandalika International Circuit bisa menjadi tuan rumah yang mumpuni bagi penyelenggaraan event kelas dunia. pihaknya pun yakin event-event tersebut akan semakin memperkokoh posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism international. (kir)

Data Masuk Indikator Kinerja OPD, Bupati Lobar Soroti Penanganan Kemiskinan Tak Tepat Sasaran

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini, Wabup Hj. Nurul Adha, Sekda H. Ilham, Wakil Ketua Komisi  IV DPRD Lobar Syamsuriansyah, pimpinan OPD terkait serta dari pihak Spheres launching  PHDT di Aula RSUD Tripat, Kamis 14 Agustus 2025(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini menyoroti data kemiskinan yang masih tidak valid, sehingga program intervensinya pun tidak tepat sasaran. Untuk itu, Bupati pun menekankan kepada semua jajarannya untuk terbiasa dengan data sebagai basis dalam intervensi program. Sebagai bentuk komitmennya, Bupati pun memasukkan masa kemiskinan ini sebagai salah satu indikator kinerja jajarannya.

Diakuinya, saat ini pihaknya telah mengambil semua data mulai dari Desil 1 sampai Desil 5, dimana warga ini masuk kategori miskin dan miskin ekstrem. Begitu juga dengan data stunting, itu diverifikasi by name by address. Data warga ini dicek, apakah betul miskin. Sebab dari Dinas Perumahan dan Permukiman mencoba mengambil data 350 KK yang menerima bantuan rumah layak huni, itu diambil dari data nasional. Ternyata setelah dilakukan verifikasi di lapangan, dari 350 KK itu, hanya yang layak 95 KK.

“Begitu jauh error-nya. Dan saya meyakini bahwa data tentang kemiskinan ini tidak valid. Karena apa? Program begitu banyak, secara kalkulasi jumlah penduduk miskin tidak usah diintervensi dengan program, kalau punya anggaran sampai Rp300 miliar menyelesaikan kemiskinan, bagi saja langsung uang itu, jadi tidak miskin. Sebab ini dikasih program-program, kok penurunannya tidak sampai 1 persen,” ungkapnya saat Launching Public Health Data Theater (PHDT) di Aula RSUD Tripat, Kamis 14 Agustus 2025. Hadir dalam kesempatan itu Wabup Hj. Nurul Adha, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar Dr. Syamsuriansyah, dan kepala OPD terkait serta dari pihak Spheres.

Dari data terakhir penurunan kemiskinan hanya 0,9 persen tidak sampai 1 persen. Padahal banyak anggaran yang telah digelontorkan. “Di mana letaknya? Ini yang sedang coba saya selesaikan. Meskipun terlambat bergerak namun bisa lebih cepat (lari) caranya, dengan membenahi data ini,” imbuhnya.

Karena itu ia pun berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan, pihak Spheres dan OUcRu yang telah memfasilitasi PHDT ini. Ia pun meminta data ini diintegrasikan satu (OPD) dengan yang lain, sehingga sebagai acuan intervensi program OPD.

Lobar, lanjutnya, menjadi daerah pilot project penerapan program ini di Indonesia. Kalau sukses di Lobar maka akan duplikasi oleh daerah lain di Indonesia, sehingga ia pun menggariskan program ini tidak boleh gagal.

Untuk itu, dalam pelaksanaannya ini menekankan kepada OPD agar benar-benar serius. Terkait kendala-kendala seperti SDM, nantinya bisa dilatih oleh Pemkab Loba.

Ia menekankan semua OPD harus berkomitmen, sebab program ini mengintegrasikan data sesuai dengan upaya yang dilakukannya. “Dari awal saya ingin Lobar satu data,” ujarnya.

Sehingga program Spheres ini akan dikembangkan atau duplikasi di OPD lain, supaya sama pola. Ia tak menginginkan kebijakan OPD itu tidak berdasarkan analisis data di semua sektor dengan menganalisis data pencapaian tahun-tahun sebelumnya sebagai acuan evaluasi untuk perbaikan. (her)

Sambut HUT RI Ke-80 Bupati LAZ Hapus Denda Pajak Daerah bagi Masyarakat Lobar

0
Bupati Lobar H.L Ahmad Zaini dan Wabup Hj Nurul Adha (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com)  – Dalam rangka menyambut HUT RI ke 80, Pemkab Lombok Barat dalam hal ini Bupati H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat memberlakukan kebijakan penghapusan denda semua jenis pajak. Mulai dari PBB-P2, pajak hotel, restoran dan lain-lain.

Pemberlakuan penghapusan denda pajak yang mulai diberlakukan tanggal 1 Agustus sampai 30 September bertujuan untuk membantu meringankan dan memantik masyarakat dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak.

‘’Dalam rangka HUT RI ke 80, Pemkab Lobar dalam hal ini Bupati melalui kami (Bapenda) memberikan penghapusan sanksi administrasi atau denda pajak daerah. Antara lain pajak PBB-P2, pajak Hotel, pajak restoran dan lain-lain. Ini mulai 1 Agustus sampai 30 September,”kata Kepala Bapenda Adnan, Kamis 14 Agustus 2025 kemarin.

Dikatakan, penghapusan denda ini mengacu peraturan bupati nomor 100.3.3.2/457/Bapenda/2025. Adnan menerangkan bahwa penghapusan denda pajak inipun sudah mulai berlaku sejak tanggal 1 Agustus lalu. Bagi wajib pajak baik itu dari masyarakat dan pihak pengusaha hanya membayar pokok pajak saja sedangkan dendanya tidak dibayarkan. Baik itu denda pajak selama beberapa tahun dibebaskan.

“Misal dendanya sekian selama beberapa tahun, pokoknya hanya Rp20 ribu misalnya, itu saja yang dibayar, tidak perlu bayar dendanya,”ujarnya. Menurutnya, penghapusan denda pajak daerah ini untuk membantu masyarakat terutama yang memiliki denda pajak. Sejauh ini sudah ada wajib pajak yang membayar pajak mengikuti program ini.

Para wajib pajak bisa membayar melalui UPT masing-masing daerah dan ke Kantor Bapenda langsung. Pihaknya juga menyiapkan layanan untuk guna memudahkan masyarakat membayar pajak melalui sistem online. “Pajak bisa dibayar  pakai online, m-banking, Alfamart, link, Gope yang penting tahu nomor objek pajaknya, tinggal bayar. Ini kemudahan yang kami siapkan,’’ ujarnya. (her)

Dewan Minta Pengembangan Pariwisata Alam Sembalun Tidak Merusak Lingkungan 

0
Ketua Komisi II DPRD NTB didampingi anggota menerima hearing dari DMO Sembalun terkait kondisi pembangunan pariwisata berkelanjutan di kawasan Sembalun yang dinilai sudah cukup mengkhawatirkan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) –  Komisi II DPRD NTB menerima hearing dari Sembalun Destination Management Organization (DMO). Hearing tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, H. Lalu Pelita Putra, bersama Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda beserta sejumlah anggota komisi II lainnya.

Lalu Pelita Putra yang dikonfirmasi terkait hal itu menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak masukan dari pihak DMO Sembalun. Diantaranya yang menjadi sorotan yakni tantangan arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di NTB, khususnya di destinasi berbasis alam seperti di kawasan Sembalun.

“Mereka menilai, industri pariwisata yang berkembang saat ini kerap menimbulkan dampak sosial dan lingkungan, bahkan mengancam sektor pendukung seperti pertanian, kehutanan, dan ketahanan sosial, ekonomi masyarakat lokal,” terangnya.

Dalam kesempatan itu DMO Sembalun mengungkapkan permasalahan pariwisata di Sembalun yakni salah satunya akibat lemahnya tata kelola akibat kesenjangan dan ketidakjelasan kelembagaan di tingkat strategis. Serta sejumlah persoalan di lapangan, antara lain masalah air, sampah, tata kelola destinasi, dan tata ruang.

“Mereka menolak orientasi pasar wisata massal, serta mendorong pengembangan pariwisata alami yang memberi peluang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat dan mendapatkan manfaat langsung,” ujarnya pada Kamis 14 Agustus 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD NTB juga mengahdirkan perwakilan Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Dinas Pariwisata.

“Setelah mendengarkan masukan dari teman-teman DMO Sembalun, kami mendorong adanya kolaborasi dengan pemerintah kabupaten agar persoalan yang menjadi kewenangan kabupaten juga bisa ditangani secara optimal,” jelasnya.

Menindaklanjuti pengaduan dari DMO Sembalun itu, Komisi II DPRD NTB kemudian meminta dua anggotanya untuk turun langsung melakukan peninjauan lapangan. Pelita mengutus Anggota Komisi II dari daerah pemilihan (Dapil) III NTB Lombok Timur bagian utara, yakni Hulaemi dan Hj. Lale Yaqutunnafis.

“Beliau berdua nanti berencana akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kondisi dan fakta yang disampaikan,” pungkasnya. (ndi)

Bupati Amar Tegaskan Sektor Pariwisata Harus Bisa Sejahterakan Masyarakat

0
Bupati Amar Nurmansyah berfoto bersama tim Puspar UGM usai presentasi Ripparkab(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah menegaskan komitmennya untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat dan daerah.

“Jadi ke depan pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat, karena kita punya punya potensinya,” cetus Bupati saat membuka acara Presentasi Laporan Akhir Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) oleh Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) Yogyakarta, Rabu 13 Agustus 2025.

Bupati menegaskan, pariwisata tidak boleh hanya indah dilihat tetapi juga harus berdampak pada kesejahteraan rakyat. “Percuma kita membangun destinasi jika masyarakat tidak ikut sejahtera. Pariwisata harus menjadi klaster ekonomi baru yang menguntungkan warga,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, pariwisata tidak boleh hanya indah dilihat tetapi juga harus berdampak pada kesejahteraan rakyat. “Percuma kita membangun destinasi jika masyarakat tidak ikut sejahtera. Pariwisata harus menjadi klaster ekonomi baru yang menguntungkan warga,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Bupati pun memastikan dukungan anggaran untuk pengembangan pariwisata akan menjadi prioritas dalam Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. “Pariwisata akan menjadi salah satu klaster ekonomi yang akan kita fokuskan pengembangannya. Dan karena itu kita mulai dari penyusunan Ripparkab -nya ini,” kata Bupati.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga KSB, Nurdin Rahman dalam laporannya menyampaikan bahwa, Riparkab ini akan menjadi petunjuk bagi pemerintah KSB dalam membentuk pariwisata Sumbawa Barat. “Sesuai dengan visi kita, bahwa Pariwisata Sumbawa Barat akan kita bawa mendunia dan berbudaya,” urainya.

Sementara iti, berdasarkan pemaparan yang disampaikan oleh Muhammad Yusuf selaku Ketua Tim Peniliti Puspar UGM. Bahwa KSB memiliki potensi pariwisata yang sangat lengkap, dengan 91 destinasi tersebar di 8 kecamatan. Jenisnya pun beragam, mulai dari wisata pantai, laut, gunung, budaya, religi, hingga geo-wisata.

Mendengar pemaparan itu, Bupati pun meminta tim penyusun Ripparkab untuk membuat instrumen dan klasifikasi potensi wisata secara tegas, serta merancang pengembangan destinasi yang memiliki efek ganda. “Misalnya di Tiu Suntuk, selain menikmati panorama alam, wisatawan bisa disuguhi taman bunga, taman anggrek, atau jalur sepeda yang melewati sawah,” ujarnya.

Ia juga menargetkan pariwisata KSB dapat bersaing bahkan melampaui Bali dan Lombok sebagai destinasi wisata unggulan. “Kita harus berani berpikir besar. Sumbawa Barat punya potensi untuk itu,” kata Bupati dalam sambutan penutupnya. (bug)