Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 197

MRS Putaran Ketiga Berlangsung Seru, Diwarnai Crash Pembalap, Arai Berjaya di Rumah Sendiri

0
Pembalap asal Mataram, NTB Arai Agaska sukses jadi yang tercepat di ajang MRS putaran ketiga di kelas Nasional Sport 250cc paxa race kedua yang berlangsung di sirkuit Mandaliaka, Minggu(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Putaran ketiga Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 15-17 Agustus 2025, berlangsung seru sekaligus mendebarkan. Pada balapan final yang berlangsung pada Minggu 17 Agustus 2025 siang, diwarnai sejumlah insiden crash (kecelakaan) beberapa pembalap. Namun demikian, seluruh balapan berjalan dengan sukses.

Arai Agaska, pembalap asal Mataram sukses tampil dominan di race kedua kelas Nasional Sport (NS) 250cc. Setelah menjadi yang tercepat pada kelas balapan yang paling ketat dan kompetitif tersebut. Meski start di posisi keenam, Arai tampil tringginas pada balapan yang diwarnai insiden crash sejumlah pembalap. Dan, berhasil finis terdepan di depan 32 pembalap lainya.

Sukses tersebut seolah mengobati kegagalan di race pertama di kelas yang sama sehari sebelumnya. Di mana Arai gagal jadi yang tercepat. Walau memulai balapan dari posisi ketiga, jauh lebih baik dari posisi start di race 2.

Insiden crash pembalap juga terjadi di kelas Junior Sport 150cc dan kelas pendukung 600cc. Setidaknya ada tujuh pembalap yang terlibat kecelakaan pada balapan di Minggu pagi tersebut. Hingga membuat marshal harus bertindak mengamankan area lintasan balap. “Dalam sebuah balapan (kecelakaan) itu hal yang lumrah terjadi. Bahwa insiden itu tidak bisa dihindarkan,” terang Eddy Sahputra, Deputy Olahraga Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) pusat, menanggapi insiden crash pembalap.

Terpenting balapan bisa berjalan sukses. Para pembalap yang mengalami crash juga sudah ditangani dengan baik. Dalam hal ini pimpinan balapan pastinya akan melakukan tindakan penyelidikan. Jika ada yang dinyatakan bersalah menyebabkan crash, itu bisa dijatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Insiden kecelakaan tersebut juga bisa jadi pembelajaran bagi para pembalap. Terutama para pembalap junior. Agar tetap mematuhi aturan yang ada. Tidak memaksakan harus menyalip ditikungan yang sempit yang bisa menyebabkan kecelakaan saat balapan.

“Tadi untuk yang kelas Junior para pembalapnya sudah dikumpulkan untuk diberikan penjelasan. Supaya kedepan tidak perlu melakukan tindakan yang bisa menyebabkan kecelaakaan. Seperti melaju ngilang di trek lurus. Karena itu bisa menyebabkan kecelakaan di dalam balapan,” sebutnya.

Terkait penanganan insiden kecelakaan yang terjadi saat balapan, Vice President Motosprot MGPA Donny Mahardjono, Minggu 17 Agustus 2025 menegaskan semua sudah sesuai prosedur yang ada. Seperti Marshall yang focus menangani hal teknis. Mulai dari mengamankan motor serta area lintasan. Sementara penanganan kepada pembalap yang terlibat kecelakaan dilakukan oleh tim medis.

Ia menjelaskan, saat insiden kecelakaan terjadi marshal hanya menangani sepeda motor pembalap serta membersihkan dan mengamankan area lintasan. Supaya ada kesempatan bagi tim medis untuk masuk menangani pembalap yang mengalami kecelakaan. “Justru salah kalau marshal menangani pembalap yang kecelakaan. Itu bisa berakibat fatal kepada pembalap. Karena memang marshal tidak dibekali kemampuan medis,” terang Donny.

Lebih Seru

Terpisah Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, mengatakan gelaran MRS 2025 putaran ketiga kali ini berlangsung lebih seru. Karena bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI. Sehingga banyak kegiatan pendukung serta lomba-lomba yang digelar selain balapannya sendiri. Dan, tidak hanya melibatkan para pembalap tetapi juga kru dan para penonton yang hadir.

“Di hari ini (Minggu kemarin) kita juga mengadakan berbagai kegiatan masyarakat. Ada tarik tambang dan (lomba) balap karung hingga bagi-bagi merchandise dan hadiah. Intinya kita ingin menyenangkan masyarakat dalam rangka turut serta memperingati hari kemerdekaan dan menyemarakkan gelaran MRS 2025,” terangnya.

Dengan berbagai macam kegiatan tersebut, pihaknya berharap masyarakat bisa turut serta merasakan keseruan menonton ajang balap MRS 2025. “Ajang MRS 2025 sendiri digelar sebanyak lima putaran. Dan, kini tinggal menyisakan dua putaran lagi,” pungkas Priandhi. (kir)

Pertamina Patra Niaga Kerahkan Kapal dan Mobil Tangki Amankan BBM di Labuan Bajo

0
Pertamina Patra Niaga Kerahkan Kapal dan Mobil Tangki Amankan BBM di Labuan Bajo(ekbisntb.com/bul)

Labuan Bajo (ekbisntb.com) – Suplai BBM ke SPBU Beroperasi 24 Jam menjadi komitmen Pertamina Patra Niaga untuk mengamankan distribusi BBM di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk distribusi bbm yang terdampak oleh cuaca ekstrem hingga saat ini.

Semula distribusi BBM ke Labuan Bajo dilakukan secara reguler dari Fuel Terminal Reo. Kini, pasokan ditambah melalui dua titik alih suplai, yakni dari Fuel Terminal BBM Maumere dan Fuel Terminal BBM Ende.

Sebagai bagian dari optimalisasi distribusi, Sales Area NTT Pertamina Patra Niaga mengerahkan armada tambahan dari kedua terminal tersebut.

Dari Fuel Terminal Maumere, telah dioperasikan 3 unit mobil tangki berkapasitas 16.000 liter dengan total pasokan 48.000 liter produk Pertamina Dex.

Sementara dari Fuel Terminal Ende, 6 unit mobil tangki dengan kapasitas yang sama dikerahkan, membawa total 96.000 liter produk Biosolar.

“Fuel terminal kami beroperasi 24 jam untuk memastikan ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan sekitarnya tetap terjaga. Kami juga memprioritaskan pengiriman ke SPBU serta pengisian bagi konsumen kendaraan. Sementara itu, pengisian untuk konsumen non-kendaraan kami lakukan pengaturan mencegah potensi tindakan spekulatif,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Ahad juga menambahkan bahwa, kapal tanker dijadwalkan melakukan bongkar muat di Fuel Terminal BBM Reo dengan membawa 250.000 liter Pertamina Dex dan 800.000 liter Biosolar untuk menambah stok BBM di wilayah tersebut. sebagai informasi rata-rata konsumsi penggunaan BBM SPBU wilayah Labuan Bajo untuk produk Pertalite 6.090 liter, Pertamax 7.020 liter, Biosolar 2.220 liter, Pertamina Dex 5.940 liter.

“Dengan tambahan pasokan ini, didukung dua titik alih suplai dan optimalisasi distribusi yang kami lakukan, kami mengamankan distribusi BBM tercukupi,” pungkasnya.

Pertamina menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat, yang sepenuhnya dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada mobilisasi kapal suplai ke Fuel Terminal BBM Reo.

Masyarakat diimbau untuk membeli BBM secara bijak dan tepat.(bul)

Pengguna QRIS di NTB Sudah Mencapai 493.134 Orang

0
PQN 2025 di laksanakan di NTB dalam rangka perluasan penggunaan QRIS dalam setiap transaksi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 sebagai wujud komitmen memperluas pemanfaatan pembayaran digital di seluruh lapisan masyarakat.

Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak!”, rangkaian kegiatan ini memadukan edukasi, hiburan, olahraga, dan pemberdayaan UMKM dalam satu perayaan yang inklusif, sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengungkapkan bahwa perkembangan QRIS di NTB menunjukkan pertumbuhan signifikan.

“Per Juni 2025, QRIS telah digunakan oleh 493.134 pengguna dengan 368.602 merchant aktif. Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Mataram, tetapi juga menjangkau daerah pelosok dan sektor informal. Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat NTB terhadap sistem pembayaran digital, serta kesiapan mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” jelas Hario.

Lebih lanjut, Hario menegaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS selama 2025 memperkuat ekosistem non-tunai di NTB. Manfaatnya terasa nyata: UMKM dapat bertransaksi lebih cepat dan efisien, konsumen menikmati kemudahan tanpa harus memiliki banyak aplikasi pembayaran, sementara Bank Indonesia semakin dekat dengan visinya untuk mewujudkan inklusi keuangan digital secara menyeluruh.

Rangkaian Pra-PQN diawali dengan Onboarding Merchant di Kantin Digital Universitas Mataram, yang mendorong adopsi QRIS di lingkungan kampus dan membiasakan generasi muda dengan transaksi digital.

Kegiatan dilanjutkan dengan QRIS Jelajah Indonesia, sebuah program yang menggabungkan eksplorasi budaya lokal dengan penggunaan QRIS dalam sctiap transaksi, schingga literasi keuangan digital dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.

Memasuki periode PQN, Bank Indonesia menyelenggarakan Talkshow Pelindungan Konsumen yang mengedukasi masyarakat terkait hak dan kewajiban dalam transaksi digital, serta Lomba Ranking 1 bagi mahasiswa dengan tema kebanksentralan, pembayaran digital, dan literasi keuangan.

Puncak perayaan digelar pada Sabtu (16/8) di Lapangan Parkir Epicentrum Mall Mataram, dengan rangkaian kegiatan Fun Run 5K dan Zumba untuk mempromosikan gaya hidup sehat, Bazar UMKM, serta panggung hiburan bersama Pelita Groove dan Isvara. Lebih lanjut, lomba fashion show dan mewarnai anak-anak bertemakan kemerdekaan turut memeriahkan kegiatan. Seluruh kegiatan dikaitkan dengan transaksi QRIS, sehingga diharapkan semakin meningkatkan awareness masyarakat untuk menggunakan QRIS sebagai transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.

“Melalui Pekan QRIS Nasional 2025, kami ingin mengajak masyarakat NTB menjadikan pembayaran digital sebagai kebiasaan sehari-hari. Ini bukan hanya soal kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang membangun fondasi ekonomi digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,” tutup Hario.(bul)

BAZNAS NTB Meriahkan Jalan Sehat Kerukunan Jelang HUT Ke-80 RI, Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga

0
Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, M.A., hadir langsung dalam kegiatan jalan sehat kerukunan yang merupakan rangkaian peringatan HUT Ke-80 RI(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut ambil bagian dalam acara Jalan Sehat Kerukunan yang digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama NTB, Sabtu, 16 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, M.A., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forkopimda NTB. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti jalan sehat yang berlangsung meriah.

Sebagai bentuk kontribusi, BAZNAS NTB membuka stan layanan kesehatan gratis sekaligus menyediakan air mineral bagi peserta. Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi cek tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan singkat.

“Partisipasi BAZNAS NTB di acara ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan mempererat kerukunan dan persatuan umat,” ujar Dr. Lalu M. Iqbal Murad.

Ia menegaskan, BAZNAS tidak hanya fokus pada pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

“Kami berharap kehadiran BAZNAS terus dirasakan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui layanan yang menyehatkan dan memberdayakan,” tambahnya.

Stan BAZNAS NTB pun menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Banyak peserta jalan sehat yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatan sekaligus beristirahat sambil menikmati air mineral yang disediakan.

Acara Jalan Sehat Kerukunan ini sendiri bertujuan menumbuhkan semangat toleransi, persatuan, dan harmoni antarumat beragama di NTB. Kehadiran BAZNAS NTB diharapkan menjadi contoh sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat, rukun, dan sejahtera.(bul)

Revitalisasi Rumah Budidaya Maggot Pertamina Buka Peluang Usaha dan Kurangi Sampah Organik

0
Revitalisasi Rumah Budidaya Maggot Pertamina Buka Peluang Usaha dan Kurangi Sampah Organik (ekbisntb.com/bul)

Lombok (EkbisNTB)– Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Integrated Terminal (IT) Ampenan dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tempat Kita Rapi Asri dan Bersih “TAMPIASIH” kembali menghidupkan kegiatan Rumah Budidaya Maggot di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kota Mataram. Inisiasi program ini sebelumnya telah dimulai pada tahun 2024 dan untuk tahun ini tim Pertamina IT Ampenan bersama masyarakat setempat melakukan revitalisasi dan pengembangan dikarenakan adanya peningkatan permintaan terhadap maggot di pasaran.

Vrisco Harjanto selaku Spv. I HSSE & Fleet Safety IT Ampenan menjelaskan mengenai potensi peluang usaha dari program budidaya maggot ini. “Kami melihat potensi besar dari maggot, bukan hanya sebagai peluang usaha masyarakat, tapi juga sebagai langkah konkret pengurangan sampah organik. Dengan semangat kolaborasi, kami berharap rumah budidaya ini menjadi lebih produktif dan berkelanjutan,” papar Vrisco.

Budidaya maggot dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus penyedia pakan ternak yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Pengembangan kembali rumah budidaya ini meliputi perbaikan fasilitas, penambahan peralatan produksi, serta pelatihan teknis budidaya maggot bagi kelompok pengelola di Lingkungan Bugis.

Ketua kelompok Tampiasih, Yuliana, menambahkan, “Kami sangat bersyukur Pertamina IT Ampenan kembali membantu menghidupkan rumah maggot ini. Permintaan maggot sekarang sangat tinggi, dan dengan fasilitas yang lebih baik, kami optimis bisa memenuhi pasar sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan,” ucapnya.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan akan mendukung penuh kegiatan Rumah Budidaya Maggot. “Pengembangan kembali Rumah Budidaya Maggot ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina melalui program TJSL yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan produksi yang berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu memperkuat ekonomi warga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” terang Ahad.

Harapannya dengan pengembangan kembali program ini, produksi maggot dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal, meningkatkan pendapatan warga, dan mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih bersih. Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang penanggulangan kemiskinan, pekerjaan layak, dan produksi berkelanjutan.(bul)

Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Masih Tahap Kajian dan Pembahasan

0
H. Yusron Hadi (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, ST., MUM., menegaskan bahwa rencana pembangunan kereta gantung untuk wisata Gunung Rinjani masih berada pada tahap kajian dan pembahasan mendalam.

Yusron menjelaskan, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, pada Kamis, 14 Agustus 2025, menerima kunjungan dari pihak investor yang menyatakan minat membangun kereta gantung tersebut. Pertemuan itu dihadiri pula oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Pariwisata, serta Kepala Diskominfotik.

“Dalam audiensi tersebut, pihak investor memaparkan gambaran awal proyek yang diusulkan, mulai dari teknis pembangunan, operasional, hingga proyeksi dampak ekonominya,” ujar Yusron, Jumat 15 Agustus 2025.

Ia menambahkan, usulan pembangunan kereta gantung ini sebenarnya sudah ada sebelum Gubernur dan Wakil Gubernur yang sekarang menjabat. Namun, baru kali ini Gubernur mendapatkan penjelasan langsung secara rinci terkait proyek tersebut.

“Gubernur ingin mempelajari lebih mendalam, tidak hanya dari aspek teknis dan ekonomi, tetapi yang paling utama adalah keberterimaan semua pihak dari sisi lingkungan, sosial, budaya, serta nilai-nilai filosofi yang hidup di masyarakat tentang Rinjani,” jelasnya.

Menurut Yusron, Gubernur juga menekankan bahwa Rinjani bukan sekadar gunung secara fisik. “Beliau menyampaikan pesan yang kuat bahwa Rinjani adalah identitas Pulau Lombok, dan akar Pulau Lombok adalah Rinjani. Jadi, pesan-pesan non-teknis ini sangat penting untuk dipahami investor,” ungkapnya.

Karena itu, Pemprov NTB akan aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang kini tengah berlangsung di Kementerian LHK. Pemerintah juga akan intensif berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan.

“Semua aspek, baik teknis maupun non-teknis, harus dipertimbangkan secara matang. Tujuannya agar setiap langkah yang diambil tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga menjaga kelestarian dan nilai-nilai yang melekat pada Rinjani,” ujarnya. (ham)

Al-Madar Arab Saudi Ajak Museum NTB Jalin Kerja Sama Internasional di Bidang Riset

0
Rapat virtual antara pihak Museum Negeri NTB dengan Direktur Artistik Islamic Arts Biennale Jeddah, Dr. Abdulrahman Azaam, Kamis, 14 Agustus 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Setelah sukses berpartisipasi dalam ajang Islamic Arts Biennale 2025 di Jeddah, Arab Saudi, Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diajak membangun kerja sama internasional oleh Al-Madar yang berfokus pada bidang riset, pengembangan kapasitas, dan pelestarian warisan budaya.

“Terlepas dari suksesnya Biennale Al-Madar, rencana Arab Saudi sendiri ingin memastikan juga akan ada pendanaan yang sudah pasti untuk kerja sama berikutnya yang berfokus pada riset,” ungkap Direktur Artistik Islamic Arts Biennale Jeddah, Dr. Abdulrahman Azaam, pada pertemuan daring melalui virtual zoom, Kamis 14 Agustus 2025.

Dirinya menyampaikan kesepahaman ini lahir dari kesadaran akan pentingnya memperluas narasi peradaban Islam di luar perspektif tradisional yang berpusat pada Arab Saudi. Menurutnya, banyak wilayah lain seperti Mali dan Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan peradaban Islam global.

Arab Saudi mengakui perlunya wacana-wacana baru untuk menggali warisan peradaban Islam yang lebih luas. Dalam kemitraan ini, Al-Madar akan berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan mitra, seperti Museum Negeri NTB, dengan Pemerintah Arab Saudi. ‘’Fokusnya meliputi riset, pengembangan profesional, peningkatan kapasitas SDM museum, serta pelestarian koleksi dan penelitian yang nantinya dapat diseminasi melalui seminar atau lokakarya,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama kegiatan workshop dan pertemuan yang berlangsung di Jeddah, pihaknya melihat kontribusi positif dari peserta yang dikirim Museum NTB.

“Kami telah mengamati baik selama pada masa workshop, loka karya dan ataupun kehadiran-kehadiran serta kontribusi, saya pikir itu membawa energi, terlepas dari hal-hal yang perlu diperbaiki, saya sangat penasaran bahwa orang-orang yang dikirim itu mempunyai energi positif untuk belajar dan berkontribusi bersama, sehingga setelah Islamic Art Biennale ini, saya harap pada bentuk-bentuk kerjasama ini berguna bagi kedua belah pihak, tidak hanya untuk Al Madar saja,” ujarnya.

Kepala Museum Negeri NTB, Dr. Ahmad Nuralam, menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya kerja sama ini penting bagi pihaknya untuk bergerak bersama agar mempunyai nilai tambah dari kerja sama yang telah dibangun.

“Peningkatan kapasitas, riset bersama, workshop, dan kegiatan turunannya adalah hal yang penting bagi kami untuk berkembang dan memberi nilai tambah bagi kerja sama yang kita bangun,” ungkapnya.

Nuralam juga menyoroti hubungan historis yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya di Lombok. Ia menyadari bahwa sebenarnya Indonesia dan Arab Saudi telah memiliki relasi yang sangat lama, karena menurutnya kebudayaan yang bercorak Islam itu memang punya magnet yang saling mempengaruhi antara Arab Saudi dengan Indonesia. “Saya pikir itu adalah bukti bahwa sebenarnya kita ini sudah berhubungan baik dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain,” terangnya.

Menurut Nuralam, Indonesia terutama di Lombok secara kultur dan secara komunitas diaspora yang berasal dari semenanjung Arab telah ada dan hidup harmonis dengan masyarakat lokal, sehingga dari sejarah ini sudah membentuk satu entitas baru yang mana itu sangat harmoni dalam keseharian masyarakat yang ada di sini.

Dengan begitu untuk menindaklanjuti tawaran kerja sama tersebut, pihaknya akan mempelajari dan mengkaji koleksi lagi yang berkaitan dengan hubungan tradisional antara Arab Saudi dan Indonesia, termasuk pengaruh budaya Arab Saudi dalam membentuk kapasitas kultural masyarakat lokal.

“Jadi kami sangat siap dan akan melakukan hal-hal yang diperlukan sehingga tindak lanjut dari kegiatan kita yaitu berupa riset, peningkatan kapasitas, workshop dan lain-lain itu bisa kita laksanakan di beberapa hari ke depan,” ujarnya. (ham)

Lombok Utara Bangun Pusat Observasi Bulan Pertama di Bali Nusra

0
Ilustrasi pusat observasi bulan(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi memulai pembangunan Pusat Observasi Bulan (POB) yang berlokasi di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., bersama Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz, S.Hi., MH., serta jajaran pejabat daerah, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat.

Selain POB, Kementerian Agama (Kemenag) NTB juga membangun Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Gangga.

POB Jadi Satu-Satunya di Bali Nusra

Wabup Kusmalahadi mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya Lombok Utara sebagai lokasi pembangunan POB. Menurutnya, fasilitas ini akan menjadi satu-satunya di wilayah Bali Nusra (Bali, NTB, NTT).

“Alhamdulillah Lombok Utara dipilih untuk pembangunan POB. Nanti akan dibangun tower setinggi 30 meter sebagai pusat pemantauan hilal,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan POB akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan keagamaan tetapi juga sebagai potensi pengembangan daerah. “Kami berharap fasilitas ini bisa dijaga dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kalahkan Kandidat Lain

Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, menjelaskan bahwa Lombok Utara terpilih setelah mengalahkan kandidat lain seperti Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.

“POB ini akan menjadi pusat informasi, edukasi, bahkan destinasi wisata religi. Potensi Lombok Utara luar biasa, sehingga kami memilih KLU sebagai lokasi pembangunan,” jelasnya.

Zamroni menambahkan, POB berfungsi memantau posisi bulan, menentukan waktu salat, awal Ramadan, Idulfitri, dan hari besar Islam lainnya.
“Kehadiran POB ini akan mengangkat nama Lombok Utara dan NTB di tingkat nasional,” tegasnya.

Target Pembangunan Pelayanan KUA 2026–2027

Selain POB, Kemenag NTB juga menargetkan pembangunan seluruh gedung pelayanan, termasuk KUA, di wilayah NTB pada 2026–2027. “Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk memberikan pelayanan yang maksimal,” kata Zamroni.

Detail Pembangunan dan Anggaran

Ketua Panitia Pembangunan, H. Suparlan, S.Pd.I., M.Si., memaparkan bahwa pembangunan POB dan KUA menggunakan anggaran dari DIPA Kanwil Kemenag NTB bidang Bimas Islam tahun 2025.

* KUA Kecamatan Gangga dibangun di Dusun Lekok dengan luas lahan 1.000 m² dan luas bangunan 200,4 m², menggunakan dana SBSN sebesar Rp 1,4 miliar lebih.
* POB Desa Teniga dibangun di Dusun Onggong dengan luas lahan 1.000 m² dan luas bangunan 165 m², menggunakan dana rupiah murni sebesar Rp 1,2 miliar.

“Pembangunan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, mempermudah akses layanan keagamaan, dan menyediakan sarana modern untuk observasi hilal,” jelas Suparlan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung proyek ini sehingga dapat berjalan lancar dan tepat waktu.(bul)

Pengusaha di NTB Prihatin, Cadangan Mineral Dalam Negeri Tidak Dikelola Sepenuhnya Anak Bangsa

0
Tambang di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat (ekbisntb.com/Ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Praktisi usaha sekaligus mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB, Lalu Hery Prihatin, menyoroti kebijakan pengelolaan sumber daya alam, khususnya emas di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dinilainya masih terlalu banyak melibatkan pihak asing. Ia menegaskan, pemerintah harus berani mengubah paradigma agar potensi emas yang melimpah di Sumbawa dan Dompu dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bukan diserahkan begitu saja kepada investor luar negeri.

“Kita ini bangsa besar. Mestinya orang asing kita jadikan pekerja, bukan pengelola utama sumber daya kita. Suruh mereka olah batu mineral menjadi emas, dan kita bayar jasanya. Bukan malah kita serahkan tambang beserta kekayaannya,” tegas Lalu Hery, Kamis 14 Agustus 2025.

Ia menilai, cadangan emas di Sumbawa sangat besar dan terus dieksploitasi, sementara Dompu juga disebut memiliki potensi miliaran ton mineral yang kini sedang digarap. Namun, kata dia, porsi keuntungan yang dinikmati bangsa sendiri sangat kecil. “Kita hanya dapat ampasnya. Pola ini harus diubah,” ujarnya.

Menurut Lalu Hery, pemerintah semestinya memberi mandat langsung kepada BUMN seperti PT Aneka Tambang (Antam) untuk masuk dan mengelola potensi tersebut. Dengan begitu, pendapatan negara akan jauh lebih besar dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Kalau BUMN yang kelola, hasilnya masuk ke kas negara, bukan keluar negeri. Ini soal keberanian membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya memiliki tekad kuat dalam menjaga kedaulatan ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan tambang tidak jatuh ke tangan kelompok atau golongan tertentu yang itu-itu saja. “Harus profesional, transparan, dan untuk kemakmuran sebesar-besarnya sesuai amanat konstitusi,” katanya.

Lalu Hery menegaskan, NTB memiliki potensi sumber daya alam yang jika dikelola dengan benar akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Ia berharap kebijakan ke depan benar-benar menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya, sehingga kekayaan alam daerah tidak hanya menjadi angka di laporan ekspor, tetapi nyata memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.(bul)

Suku Bunga Bank Diprediksi Turun dalam Dua Tahun

0
Berry A Harahap(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Berry A. Harahap, memproyeksikan tren penurunan suku bunga akan berlangsung hingga dua tahun ke depan. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyaluran kredit dan investasi di sektor riil.

Berry menjelaskan, penurunan suku bunga di Indonesia mengikuti tren global, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan perkiraan, The Federal Reserve (The Fed) masih akan memangkas suku bunga acuannya sekitar 1,5 persen dalam dua tahun mendatang.

“Amerika punya pengaruh besar dalam sistem keuangan global. Ketika mereka menurunkan suku bunga, banyak negara lain akan mengikuti, termasuk Indonesia,” ujar Berry.

Menurutnya, BI sudah dua kali menurunkan suku bunga sepanjang tahun ini. Langkah tersebut diambil untuk merespons perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan domestik.

“Secara teori, menurunkan suku bunga akan membuat bunga kredit lebih rendah. Masyarakat akan terdorong mengambil kredit, berinvestasi, dan memutar modal, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa terakselerasi,” jelasnya.

Berry menambahkan, dampak penurunan suku bunga terhadap kredit berjalan biasanya tidak terjadi secara instan. Sebagian besar kredit komersial di Indonesia menggunakan sistem bunga mengambang (floating rate) yang menyesuaikan kebijakan suku bunga acuan.

“Kalau misalnya kita turunkan 25 basis poin atau 0,25 persen, penurunan serupa di kredit biasanya baru terasa 9 bulan setelahnya,” katanya.

BI juga tengah mempersiapkan penguatan sistem pembayaran nasional yang lebih aman, cepat, dan terpantau secara real time. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses transaksi dan meningkatkan keamanan sistem keuangan di Indonesia.

“Nantinya, dengan sistem yang lebih terintegrasi, pembayaran akan semakin mudah, murah, dan aman,” ujar Berry.

Dengan kombinasi kebijakan penurunan suku bunga dan pembaruan sistem pembayaran, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk NTB, akan lebih positif dalam beberapa tahun mendatang.(bul)