Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 195

Investor Nasional Berminat Kembangkan Eks Aerotel

0
Eks Aerotel Praya yang sudah lama tidak difungsikan rencananya akan disewa oleh salah satu perusahaan nasional(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bangunan eks Aerotel Praya yang sudah cukup lama tidak difungsikan akhir memiliki peminat. Salah satu perusahaan nasional PT. Pasir Putih Selancar Estate menyatakan berminat mengelola dan mengembangkan aset milik daerah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dengan pihak perusahaan disebut-sebut juga sudah menyepakati soal besaran biaya sewa asset daerah berupa tanah dan bangunan tersebut.

“Sudah ada peminatnya dan sangat serius. Besaran biaya sewa juga sudah disepakati,” terang Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Loteng Taufikurrahman PN., di Kantor Bupati Loteng, Rabu 20 Agustus 2025.

Hanya saja Arman – sapaan akrab Kepala BKAD Loteng ini, belum bersedia mengungkapkan besaran biaya sewa eks Aerotel tersebut. Alasannya, karena belum dituangkan dalam kesepakatan tertulis. Nanti kalau kesepakatan sewa sudah ditandatangani baru akan diekspose.

‘’Karenakan semua masih berproses. Nanti kita sebutkan sekian, ternyata ada perubahan khawatir jadi persoalan. Jadi tunggu kesepakatan tertulis ditandatangani dulu, baru akan kita sampaikan besaran biaya sewanya,” sebut Arman.

Ia menegaskan kalau penentuan besaran biaya sewa aset daerah, termasuk eks Aerotel tetap berpedoman pada aturan yang ada. Di mana dalam ketentuannya sewa itu minimal satu tahun dan maksimal lima tahun. Tetapi masih bisa diperpanjang sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak.

Lamanya sewa juga menentukan besaran nilai sewa yang dikenalkan. Jadi sewa selama satu tahun bisa berbeda kalau menyewa selama lima tahun. “Kalau dengan perusahaan ini rencana sewanya selama lima tahun,” imbuhnya.
Disinggung rencana pengembangan aset tersebut, Arman mengatakan sesuai peruntukannya yakni untuk hotel. Pemkab Loteng nantinya akan menyewakan aset tersebut sesuai kondisinya sekarang. Selanjutnya, jika diperlukan perbaikan atau penataan nanti itu menjadi kewenangan dari pihak penyewa.

“Jadi setelah kesepakatan sewa ditandatangani, selanjutnya untuk pengembangannya menjadi ranahnya pihak perusahaan. Jika memang mau menambah fasilitas pendukung, itu tergantung kebutuhan dari perusahaan,” pungkas mantan Kepala Dinas Pertanian Loteng ini. (kir)

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp7.000 Menjadi Rp1,890 Juta Per gram

0
Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu 20 Agustus 2025, mengalami penurunan Rp7.000 menjadi Rp1.890.000 dari semula Rp1.897.000 per gram.

‎Adapun harga jual kembali (buyback) sebesar Rp1.736.000 per gram.

‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp995.000.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.890.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.720.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.555.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.225.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.395.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp45.862.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.645.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.212.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp457.765.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp915.320.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.830.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(ant)

Menteri UMKM Wajibkan UMKM Terdaftar Dalam Sistem SAPA UMKM

0
Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah Maman Abdurrahman(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah Maman Abdurrahman mengatakan bahwa pihaknya akan membuat aturan yang mewajibkan UMKM untuk mendaftar dalam sistem SAPA UMKM.

Maman mengatakan SAPA UMKM dikembangkan untuk memetakan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelaku usaha di Indonesia. Setelah sistem ini selesai dibangun, rencananya semua UMKM akan diwajibkan untuk mendaftar.

“Syarat pertama agar UMKM bisa teridentifikasi adalah dengan melakukan onboarding ke sistem kami (SAPA UMKM),” ujar Maman saat membuka Rakornas Kadin Bidang Koperasi dan UMKM di Jakarta, Selasa 19 Agustus 2025 malam.

Menurut dia, dengan adanya sistem ini, pemerintah bisa memiliki data yang lebih akurat mengenai UMKM di Indonesia. Ia menargetkan 40 juta UMKM terdaftar dalam sistem ini.

Sistem ini disebutnya juga akan mempermudah pemerintah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM, termasuk perizinan dan sertifikasi produk.

Misalnya, jika ada UMKM yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sistem ini akan secara otomatis mengarahkan mereka untuk mengurusnya melalui lembaga terkait. Hal yang sama juga berlaku untuk sertifikasi halal dan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jadi, kita bisa memetakan secara utuh. Oh, yang ini belum punya NIB, kami dorong ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Sistem nanti akan melakukan,” kata dia.

Pembangunan sistem ini ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Tujuannya adalah untuk memudahkan pemberian pelayanan dan meningkatkan daya saing UMKM di seluruh Indonesia.

Maman menegaskan kewajiban pendaftaran ini bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan berbagai insentif kepada UMKM.

“Ini menjadi simbiosis mutualisme antara pemerintah dan juga UMKM. Ini bagian dari kebutuhan penting bagi UMKM agar kami bisa memberikan pelayanan yang maksimal,” kata dia.

Sistem SAPA UMKM dikembangkan untuk memperbarui data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM secara dinamis dan realtime. Sistem ini memiliki berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, seperti akses ke sumber pembiayaan, pengurusan sertifikasi produk dan usaha, fitur pemasaran dan marketplace, hingga pendampingan dan pelatihan.

Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat mempermudah proses verifikasi data UMKM, identifikasi penerima subsidi pajak usaha 0,5 persen, dan mengintegrasikan seluruh data UMKM secara nasional. (ant)

Bank NTB Syariah Resmikan Gedung Baru Kantor Cabang Pembantu Narmada

0
PT Bank NTB Syariah meresmikan gedung baru Kantor Cabang Pembantu (KCP) Narmada, Kabupaten Lombok Barat(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Bank NTB Syariah meresmikan gedung baru Kantor Cabang Pembantu (KCP) Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Peresmian ditandai dengan doa bersama, penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini didampingin Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, bersama jajaran manajemen Bank NTB Syariah.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Zainal Abidin Wahyu Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa relokasi ini merupakan wujud komitmen Bank NTB Syariah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lombok Barat.

“Kantor baru KCP Narmada hadir dengan lokasi yang lebih strategis, fasilitas yang lebih memadai, serta suasana kerja yang representatif. Harapan kami, nasabah semakin nyaman dan mudah dalam bertransaksi,” ungkapnya.

KCP Narmada yang telah beroperasi sejak tahun 1998 kini mencatatkan aset sebesar Rp144 miliar dengan dukungan 26 karyawan (per Juni 2025). Kehadiran kantor baru ini tidak hanya menjadi relokasi fisik, namun juga simbol tekad Bank NTB Syariah untuk memperluas akses layanan keuangan, memperkuat dukungan terhadap UMKM dan sektor produktif, serta mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bank NTB Syariah juga menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis kepada NGN Mart Masjid Nurul Jihad, Narmada, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan KCP baru ini.

“Peresmian KCP Narmada merupakan langkah nyata Bank NTB Syariah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami mendorong agar Bank NTB Syariah menjadi bank daerah yang dicintai, dimiliki, dan didukung penuh oleh masyarakat Lombok Barat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat Bank NTB Syariah agar mampu bersaing, menghimpun dana, serta mengelola perputaran uang di daerah demi kesejahteraan bersama.

Dengan peresmian gedung baru KCP Narmada, Bank NTB Syariah berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat, menghadirkan layanan perbankan syariah yang modern, amanah, dan bermanfaat luas bagi pembangunan daerah.(bul)

REI NTB : Sektor Property Kembali Bangkit

0
Ketua REI NTB, Hery Athmaja saat gelaran expo perumahan di Mataram(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hery Athmaja, menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembangunan rumah subsidi secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, sektor properti di NTB mulai menunjukkan tren kebangkitan, terutama setelah dan akan digelarnya pameran perumahan atau property expo se NTB.

Presiden sudah mengarahkan agar rumah-rumah subsidi terus dibangun karena mampu menggerakkan perekonomian.

“Di NTB, kita melihat animo masyarakat untuk membeli rumah meningkat, khususnya setelah expo kita laksanakan kemarin di Mataram. Hampir semua unit yang dipasarkan laku terjual. Target jual 2.000 unit, terjual hampir semuanya sesuai target,” ungkap Hery, Rabu, 20 Agustus 2025.

Hery menjelaskan, property expo yang digelar di beberapa kabupaten/kota, termasuk Lombok Timur, berhasil menjaring banyak calon konsumen. Bahkan, proses pengajuan kredit rumah subsidi semakin mudah karena adanya program one day approval dari perbankan.

“Masyarakat cukup membawa KTP, slip gaji, dan dokumen sederhana lainnya. Dalam satu hari sudah bisa mendapatkan kepastian pembiayaan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian rumah subsidi yang dipesan masyarakat sudah siap huni, sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan, dan ada juga yang baru akan dibangun. Meski begitu, kepastian pesanan memberi semangat baru bagi para pengembang.

“Kuota rumah subsidi secara nasional dinaikkkan lagi oleh pemerintah, dari 220 ribu unit menjadi 310 ribu unit. Dari jumlah itu, NTB berharap bisa mengambil porsi sekitar 6 ribu unit. Harga rumah subsidi masih di level Rp185 juta. Harga belum naik. Karena itu, kami optimis target ini bisa tercapai,” jelas Hery.

Ia menambahkan, geliat sektor properti otomatis akan menggerakkan rantai ekonomi lainnya. Sedikitnya ada 176 jenis usaha yang terdampak langsung dari pembangunan perumahan, mulai dari penyedia material bangunan, jasa konstruksi, hingga tenaga kerja lokal.

“Kalau sektor perumahan hidup, otomatis usaha-usaha di bawahnya ikut bergerak. Itu sebabnya kami yakin sektor properti bisa menjadi motor penggerak ekonomi, terutama di NTB,” tegasnya.

Antusiasme pengembang, tambah Hery, semakin tinggi setelah melihat pesanan yang masuk saat expo. Bahkan, beberapa pengembang berkelakar siap menggelar expo setiap pekan bila respons masyarakat tetap setinggi sekarang.

“Alhamdulillah, ada titik terang. Teman-teman pengembang kembali bersemangat, semoga enam bulan ke depan sektor properti NTB makin menggeliat. Pemerintah juga memberikan dukungan yang cukup bagus ke sektor property. Dan hampir tidak ada masalah di lapangan. Ini yang membuat teman – teman pengembang semakin semangat dan optimis,” pungkas Hery.(bul)

NTB Target Ekspor ke Lima Benua

0
Jamaludin Malady(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan produk-produk unggulan daerah dapat menembus pasar ekspor di lima benua. Produk seperti kopi, kemiri, hingga cabai sudah pernah menembus pasar Asia dan Timur Tengah, dan kini Dinas Perdagangan NTB berupaya memperluas jangkauan ke Eropa, Amerika, serta Afrika.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaludin Malady, mengatakan langkah ini sejalan dengan program hilirisasi agar produk NTB bisa diekspor langsung tanpa harus melalui daerah lain seperti Surabaya. Selain itu, target ekspor ke lima benua di dunia ini, juga sejalan dengan visi misi Gubernur NTB, dan Wakilnya, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Damayanti Putri, yaitu Makmur Mendunia.

“Target kita ekspor ke lima benua. Saat ini Asia dan Timur Tengah sudah berjalan dengan komoditas seperti cabai, kemiri, dan kopi. Ke depan, kita optimis produk NTB bisa menembus pasar yang lebih luas jika hilirisasi berjalan baik,” ujar Jamaludin di Suara NTB, Rabu, 20 Agustus 2025.

Dorong UMKM Naik Kelas

Jamaludin menjelaskan, Dinas Perdagangan bersama Bank Indonesia aktif melaksanakan berbagai pelatihan untuk pelaku UMKM, baik yang baru merintis maupun yang sudah berpengalaman. Edukasi tersebut penting agar pelaku usaha memahami standar ekspor, termasuk kualitas produk dan regulasi perdagangan internasional.

“Kami dorong pelaku UMKM agar memahami bahwa menjual produk di pasar global jauh lebih menguntungkan dibandingkan di pasar lokal. Harga di luar negeri lebih tinggi, tapi tentu kualitas harus memenuhi standar internasional,” jelasnya.

Subsidi Biaya Sampel Produk

Untuk mempercepat realisasi ekspor, pemerintah daerah juga memberikan subsidi biaya pengiriman sampel produk ke luar negeri. Hal ini membantu pelaku UMKM yang masih terkendala modal.

“Ketika eksportir mencari buyer di luar negeri, biasanya mereka diminta mengirim sampel. Dinas Perdagangan hadir untuk membantu pembiayaan pengiriman, bahkan sampai Rp5 juta per produk. Dengan begitu, buyer bisa menilai kualitas dan melakukan pemesanan dalam jumlah besar,” ungkap Jamaludin.

Sinergi dengan Lembaga Terkait

Selain pelatihan dan subsidi, Dinas Perdagangan NTB juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bea Cukai, serta perbankan. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses perizinan, pembiayaan, dan distribusi produk ekspor dari NTB ke berbagai negara.

Jamaludin optimis, meski terdapat sejumlah kendala, target ekspor ke lima benua tetap realistis dicapai.

“Dengan kolaborasi semua pihak dan semangat pelaku usaha, NTB bisa menjadi daerah penghasil produk ekspor unggulan, tidak hanya tambang, tetapi juga sektor pertanian dan UMKM,” pungkasnya.(bul)

Pemkab Bima Sebut Banyak Masyarakat Miskin Belum Terima Bansos

0
Sejumlah ibu rumah tangga yang sedang membeli sayur di Desa Belo, Kabupaten Bima, Selasa 19 Agustus 2025.(ekbisntb.com/hir)

Bima (ekbisntb.com) – Lebih dari 70 ribu warga Kabupaten Bima menerima bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah pusat, di tengah masih tingginya angka kemiskinan ekstrem. Meski jumlah penerima cukup besar, Pemkab Bima mengakui masih banyak masyarakat miskin yang belum tercakup program ini.

Angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB per Maret 2025, persentase penduduk miskin tercatat 11,78 persen atau sekitar 654.570 jiwa. Dari jumlah tersebut, kemiskinan ekstrem bertahan di angka 2,04 persen atau lebih dari 113 ribu jiwa.

Kabupaten Bima menempati posisi mengkhawatirkan. Daerah ini mengalami lonjakan angka kemiskinan ekstrem hingga 13,88 persen pada Maret 2024, jauh di atas rata-rata provinsi. Bersama Lombok Timur dan Lombok Utara, Kabupaten Bima menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di NTB.

Untuk menekan angka tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menyalurkan berbagai program bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Tajuddin, menyebut lebih dari 70 ribu warga Kabupaten Bima saat ini menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.

“Lebih dari 70 ribu warga Kabupaten Bima saat ini mendapatkan bantuan sosial berupa PKH dan sembako. Itu rutin diberikan oleh pemerintah pusat dan dicairkan per triwulan, langsung ke rekening masyarakat. Bantuan ini untuk masyarakat miskin,” jelasnya saat dihubungi Ekbis NTB, pada Selasa 19 Agustus 2025.

Program Keluarga Harapan (PKH) berupa bantuan tunai bersyarat untuk keluarga sangat miskin. Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disalurkan dalam bentuk sembako melalui kartu elektronik. Kedua program tersebut menyasar kelompok rentan di Kabupaten Bima.

Menurut Tajuddin, dari puluhan ribu penerima tersebut, sudah termasuk kategori lansia dan keluarga tidak mampu dengan anak-anak usia sekolah.

“Dalam 70 ribu tersebut sudah termasuk kategori lansia. Di samping itu juga keluarga yang kurang mampu, yang anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah, SD, SMP, dan SMA,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa penerima PKH dan BPNT belum mencakup seluruh masyarakat miskin di Kabupaten Bima. Karena itu, pemerintah daerah (pemda) Bima berupaya menutupi kekurangan melalui bantuan tambahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang dapat PKH dan sembako tentu belum ter-cover secara keseluruhan. Sepanjang memenuhi syarat masuk desil 1 sampai 5, mereka juga mendapatkan bantuan dari APBD. Bantuan itu ditujukan kepada lansia dan disabilitas, dalam bentuk alat bantu seperti kursi roda, alat bantu dengar, tongkat, dan kebutuhan lain,” ungkapnya.

Namun, jumlah bantuan dari APBD sifatnya terbatas. Tajuddin menekankan bahwa keterbatasan itu menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Itu jumlahnya terbatas karena disesuaikan dengan alokasi dana yang tersedia atau kemampuan anggaran Pemkab Bima. Karena bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Bima,” ujarnya.

Pemkab Bima berharap, melalui kombinasi bantuan dari pusat dan daerah, beban masyarakat miskin dapat berkurang. Selain itu, program-program sosial ini juga diharapkan mampu memperkecil jurang kesenjangan, sekaligus mendorong masyarakat untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. (hir)

Investor Abu Dabi Jajaki Kerja Sama dengan Pemkab Sumbawa

0
H. Yudi Patria Negara(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) –  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM- PTSP) Sumbawa tengah menjajaki peluang investasi yang akan dilakukan salah satu perusahaan asal Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) di bidang perkebunan tembakau.

“Rencananya investor asal Abu Dhabi tersebut akan berkunjung ke Sumbawa tanggal 25 Agustus untuk komunikasi awal termasuk melakukan tinjauan ke sejumlah lokasi pengembangan komoditas itu,” kata Kata Sekretaris DPMPTSP, H. Yudi Patria Negara, kepada Ekbis NTB, Selasa 19 Agustus 2025.

Di kunjungan tersebut, lanjut Yudi, sejumlah leading sector terkait juga akan dihadirkan. Hal itu perlu dilakukan, agar investor memiliki pandangan terhadap rencana investasi yang akan mereka lakukan nantinya.

“Kami akan undang organisasi perangkat daerah terkait dan nantinya akan dihadiri Bupati dengan harapan investasi mereka di Sumbawa bisa terealisasi,” ucapnya.

Disinggung terkait besaran nilai investasi yang akan mereka lakukan di Sumbawa, Yudi mengaku belum ada informasi itu termasuk luas lahan yang dibutuhkan. Namun informasi awal yang diterima, mereka berinvestasi di bidang perkebunan khususnya komoditas tembakau.

“Kalau untuk kebutuhan lahan dan nilai investasinya belum ada informasi dari mereka. Mereka hanya menyebutkan akan berinvestasi di tembakau,” jelasnya.

Yudi tidak menampik, khusus untuk komoditas tembakau saat ini sudah banyak bermunculan sentra perkebunan tembakau. Bahkan berdasarkan data terakhir tercatat di Kecamatan Buer luas lahan tembakau mencapai 145 hektare di kecamatan Utan, Alas, dan Alas Barat seluas 180 hektare.

“Kami juga menemukan lahan tembakau di Kecamatan Labangka, Tarano, dan Lape, tetapi untuk luas lahannya kami akan lakukan pengecekkan lebih lanjut,” tambahnya.

Adanya penjajakan yang dilakukan investor asal Abu Dhabi itu tentu sangat diapresiasi pemerintah. Sebab target investasi yang ditetapkan pemerintah provinsi sebesar Rp2 triliun sementara yang sudah terealisasi hingga triwulan kedua baru di angka Rp472 miliar atau sekitar 23,68 persen.

“Kami sangat menyambut baik rencana investasi tersebut, karena target kita tahun ini sangat tinggi. Kami berharap investasi itu bisa terealisasi sehingga mampu mendongkrak capaian investasi nanti,” tukasnya. (ils)

Bantuan Rp 20 Miliar untuk UMKM Masih Tahap Verifikasi Data

0
Muhammad Safwan(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Bantuan senilai Rp 20 miliar yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hingga kini masih dalam proses verifikasi data calon penerima.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lotim, Muhammad Safwan, menyampaikan pada Selasa 19 Agustus 2025 bahwa tim verifikator masih melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan. “Tahapan sampai saat ini masih verifikasi. Tim dari dinas turun langsung, setelah itu akan dirumuskan, kemudian diajukan dalam draf sebelum penetapan keputusan Bupati,” jelasnya.

Safwan menegaskan bahwa setelah proses administrasi selesai, pihaknya akan menyusun jadwal pencairan di setiap kecamatan agar tidak terjadi penumpukan penerima. “Kita akan lakukan pendekatan ke kecamatan, pencairannya dibuat jadwal agar lebih tertib,” ujarnya.

Ia memperkirakan pencairan bantuan bisa dilakukan pada September atau Oktober mendatang. Namun, karena jumlah penerima yang cukup besar, pencairan kemungkinan akan dilakukan secara bertahap.

Dari data sementara, lebih dari 30 ribu pengajuan masuk ke Dinas Koperasi dan UKM Lotim. Semua dokumen yang masuk, seperti KTP, KK, dan surat keterangan usaha dari desa, akan diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima. “Selama memenuhi syarat, maka akan diberikan bantuan,” kata Safwan.

Adapun besaran bantuan yang diterima setiap pelaku usaha bervariasi sesuai ketentuan, dan seluruhnya akan langsung ditransfer ke rekening penerima, bukan dibagikan secara tunai. “Berapapun nilainya, diharapkan bisa dimaksimalkan untuk usaha mereka,” demikian tambahnya.(rus)

Pemkab Lotim akan Kelola Kawasan Wisata Otak Kokok Joben

0
Objek wisata Otak Kokok Joben di Kecamatan Montong Gading yang akan dikelola oleh Pemkab Lotim(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) diberikan kuasa penuh untuk mengelola kawasan seluas 20 hektare (ha) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Joben, Kecamatan Montong Gading. Pemkab Lotim saat ini menanti keluar izin prinsip dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Setelah itu Pemkab Lotim siap akan membentuk Perusahaan Daerah khusus untuk mengelola kawasan tersebut.

Bupati Lotim H. Haerul Warisin ketika dikonfirmasi media menjelaskan perusahaan yang dibentuk ini akan mengelola wisata Otak Kokok Joben. Termasuk di dalamnya air terjun yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai air penyembuh.

Karena tata kelola sepenuhnya akan diserahkan kepada perusahaan yang dibentuk, Pemkab Lotim akan melakukan pengembangan wisata. Selain pemandian, akan dibuat juga tempat camping ground. Bupati mengatakan akan membangun juga sejumlah fasilitas penginapan.

Diketahui kawasan wisata Otak Kokok Joben ini sudah lama terkenal. Selain air terjunnya yang jernih dan dipercaya mengandung obat, lokasi wisata alam yang ditawarkan juga menarik sebagai tempat camping bersama keluarga.

Sebelumnya, pengelolaan objek wisata Otak Kokok Joben ini dikelola secara bersama Pemkab Lotim dengan TNGR. Setelah mendapat izin dari Kemenhut, Pemkab Lotim diberikan kewenangan penuh untuk mengelola.

Selama ini, dari kolam pemandian saja diklaim Bupati bisa diperoleh Rp 250 juta potensi pendapatan per bulan. Ke depan, setelah dikelola mandiri dengan membentuk perusahaan mandiri milik pemerintah daerah Kabupaten Lotim, maka diharapkan bisa lebih besar lagi karena ditambah sejumlah fasilitas penunjang lainnya. Tidak ada lagi pihak ketiga. “Yang mengelola nanti BUMD kita sendiri, tidak akan ada lagi pihak ketiga,” terangnya.

Disampaikan, Pemkab Lotim dipastikan sudah dapat restu pusat karena kawasan Joben itu karena sudah bayar sekitar Rp 800 juta. Hak pengelolaan lahan diberikan ke Pemkab Lotim untuk dikelola selama 30 tahun. (rus)