Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 190

Tekan Angka Stunting, DPPKB Mataram Gencarkan Program Genting dan Gati

0
H. Mohammad Carnoto(ekbisntb.com/pan)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram terus berinovasi dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Dua program unggulan yang saat ini tengah digencarkan adalah Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).

Dua program ini, sebagai langkah preventif dan kolaboratif dalam percepatan penurunan stunting di Kota Mataram. Kedua program ini menitikberatkan pada peran aktif keluarga dan masyarakat. Dalam Genting, masyarakat diajak menjadi “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terindikasi rawan stunting. Program ini fokus pada pemenuhan gizi melalui pendampingan dan pemberian makanan tambahan (PMT) yang benar-benar dipastikan sampai ke mulut anak.

Kepala DPPKB Kota Mataram, H. Mohammad Carnoto, menyampaikan bahwa Genting merupakan bentuk nyata partisipasi sosial dalam menyelesaikan masalah stunting. “Ini adalah upaya kolaboratif, di mana siapa pun bisa menjadi bagian dari solusi,” ujarnya saat ditemui, Senin 25 Agustus 2025.

Melalui bantuan makanan bergizi, edukasi, dan pendampingan, program Genting diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong serta mempercepat penurunan angka stunting secara merata.

Untuk mendukung pelaksanaan program ini, DPPKB menggandeng berbagai pihak seperti organisasi perangkat daerah (OPD), Puskesmas, kader posyandu, PKK, serta pemerintah kelurahan. Anak-anak yang menjadi sasaran intervensi diidentifikasi melalui data terverifikasi, sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

Sementara itu, program Gati atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia hadir untuk memperkuat peran ayah dalam pola asuh anak. DPPKB berupaya mengubah persepsi lama bahwa pengasuhan hanya menjadi tanggung jawab ibu.

“Melalui Gati, kita ingin menggugah para ayah agar berpartisipasi aktif dalam pengasuhan anak, khususnya dalam hal gizi dan kesehatan. Ini sangat penting dalam menciptakan keluarga yang tangguh,” jelas Carnoto.

Berdasarkan data DPPKB, angka stunting di Kota Mataram menunjukkan tren penurunan signifikan. Jika pada awal tahun 2025 tercatat 7,9 persen, saat ini turun menjadi 6,7 persen atau sekitar 1.500 anak. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun lagi menjadi 5 persen hingga akhir 2025.

DPPKB menekankan pentingnya keberlanjutan program Genting dan Gati dalam memperkuat ketahanan keluarga, baik dari sisi gizi, kesehatan, maupun pengasuhan. “Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi semua pihak, kita optimistis dapat mencetak generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting di masa mendatang,” pungkasnya. (pan)

SPPG akan Dikumpulkan, Program MBG di Mataram Mulai Dikeluhkan

0
H. Lalu Alwan Basri(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Program makan gizi gratis (MBG) perlu dievaluasi. Pasalnya, siswa mulai mengeluhkan menu makanan yang disajikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram akan dikumpulkan guna menindaklanjuti keluhan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri menjelaskan, pemerintah pusat meminta pengawasan dan evaluasi program makan gizi gratis diserahkan ke pemerintah daerah. Pihaknya sudah meminta tim dari Dinas Kesehatan untuk mengecek ke lapangan, tetapi masih kecolongan karena menu makanan di bagikan ke sekolah dikeluhkan.

“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk mengumpulkan satuan pelayanan pemenuhan gizi se Kota Mataram,” terang Sekda ditemui pada, Senin 25 Agustus 2025.

Pihaknya ingin mendengarkan masalah yang dihadapi SPPG di lapangan sekaligus mendapatkan informasi detail, supaya tidak ada permasalahan yang disembunyikan.

Pelaksanaan program MBG kata Alwan, tidak menutup kemungkinan standar operasional prosedur dan managemennya yang keliru, sehingga perlu mendapatkan penjelasan utuh dari SPPG. “Kalau kita yang mengawasi setiap hari juga tidak bisa karena kekurangan tenaga,” pungkasnya.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram membenarkan, sempat ada keluhan menu makanan yang basi atau tidak enak di salah satu sekolah di Cakranegara. Kejadian itu juga dikeluhkan di beberapa sekolah di Kota Mataram.

Oleh karena itu, ia perlu penjelasan dari SPPG proses penyajian, pengemasan, pengolahan bahan dan lain sebagainya. Dari informasi SPPG bisa disimpulkan dan dicarikan solusi. “Kita perlu tahu penyajiannya seperti apa. Apakah dari peralatannya, bahan, atau lokasi memasaknya tidak steril,” jelasnya.

SPPG juga tidak perlu salah kaprah bahwa pemanggilan itu tidak ada kaitannya dengan apapun. Hal itu sebagai bentuk kepedulian Pemkot Mataram, karena dampaknya dirasakan langsung oleh anak-anak yang menjadi masa depan bangsa. “Kalau menunya tidak bagus akan mengganggu banyak orang,” pungkasnya.

Saat ini lanjut Alwan, Pemkot Mataram juga sudah mengusulkan empat lokasi dijadikan tempat memasak. Pemerintah pusat akan memilih tiga lokasi sesuai kriteria atau persyaratan yang ditentukan. (cem)

Bank NTB Syari’ah KCP Kayangan Diresmikan

0
Pemotongan Pita dan oleh Bupati Lombok Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda KLU Ir.Hermanto bersama dengan Plt.Direktur Utama H.Zaianal Abidin Wahyu Nugroho 25 Agustus 2025(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank NTB Syari’ah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kayangan Resmi Beroperasi, Peresmian ditandai dengan dengan Pemotongan Pita dan Pemotongan Tumpeng oleh Bupati Lombok Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda KLU Ir.Hermanto bersama dengan Plt.Direktur Utama H.Zaianal Abidin Wahyu Nugroho 25 Agustus 2025. Hadir juga Bupati Lombok Utara Priode 2021-2025 H. Djohan Sjamsu.,SH.,Wakil Bupati Priode 2015-2020 H.Sarifudin.,MH. Para Anggota Forkopimda,Kepala OPD,Tokoh Masyarakat,serta undangan lainnya.

Plt. Direktur Utama Bank NTB Syari’ah H. Zaianal Abidin menyampaikan kehadiran Bank NTB Syari’ah berawal dari keinginan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat KLU khususnya yang berada di wilayah bagian timur.

Dimana beberapa tahun yang lalu,Bank NTB Syari’ah melihat bahwa masyarakat di wilayah timur KLU membutuhkan layanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih nyaman.

“Inilah yang memicu Iahirnya ide ini untuk mendirikan kantor Bank NTB Syari’ah ditempat ini,”katanya.

Proses pendirian KCP tentu bukan perjalanan singkat, banyak tantangan yang hadapi, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga persiapan operasional.

“Kami sampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah daerah,masyarakat yang selalu mendukung langkah-langkah pengembangan Bank NTB Syariah khususnya di KLU,”ucapnya.

Keberadaan Kantor Cabang adalah simbol komitmen Bank NTB Syari’ah untuk melayani terlebih lokasi sangat strategis tentunya akan bermanfaat kepada masyarakat.

Masih Kata Zainal KCP Kayangan akan menjadi rumah bagi inovasi dan pelayanan prima,dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi di Lombok Utara.

“Setiap langkah yang kita ambil hari ini akan membawa dampak positif bagi banyak orang di masa depan,”katanya.

KCP Kayangan merupakan kantor yang dimiliki oleh Bank NTB Syari’ah dengan jumlah keseluruhan yakni 73 jaringan kantor, satu kantor pusat,13 Kantor Cabang dan 28 KCP.

Program Bank NTB Kedepannya melakukan digitalisasi kepada sektor pasar tradisional disuruh cabang dengan pemanfaatan sistem Qris sebanyak-banyaknya.

“Mari jadikan momen ini sebagai awal dari pelayanan yang semakin baik, kepercayaan yang semakin kuat, dan hubungan yang semakin erat,”pintanya.

Dalam kesempatan yang sama Tokoh Masyarakat yang juga menjabat Bupati Priode Sebelumnya H.Djohan Sjamsu menyampaikan di usia ke-17 tahun KLU semakin hari semakin maju, pembangunan terus mengeliat pertumbuhan ekonomi terus meningkat.

“Keberadaan Bank NTB Syari’ah di Kayangan tentunya akan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perbankan yang diinginkan,”katanya.

Dimana Pemda KLU sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Bank NTB, termasuk penyetaraan modal di Bank NTB terus meningkat, posisi sekarang berada di urutan keenam dari Kabupaten kota di NTB.

“Pembukaan KCP NTB Syari’ah ini merupakan tindak lanjut dari kerjama sama dan penyertaraan model Pemda KLU dengan Bank NTB Syari’ah,”katanya.

Sementara itu Bupati Lombok Utara yang diwakili oleh Asisten II Setda KLU menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan proyek pembangunan gedung Kantor Bank NTB Syari’ah Cabang pembantu Kayangan.

“Pendirian KCP kayangan menggambarkan komitmen Bank NTB Syari’ah untuk ikut menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi pembangunan daerah,”katanya.

Selain itu kehadiran kantor baru diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan layanan serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses produk dan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah serta mampu menumbuhkan budaya ekonomi yang lebih adil, transparan, dan memberi manfaat luas kepada semua pihak, sesuai dengan nilai-nilai yang kita junjung bersama.

“Kantor baru ini tidak hanya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”harapnya.

Lebih lanjut kata Hermanto dengan adanya kantor Bank NTB Syariah akan mampu menjadi mitra strategis dalam memajukan perekonomian daerah.Kantor cabang pembantu juga bukanlah sekadar penambahan fasilitas fisik tetapi sebagai bukti nyata dari komitmen dan kepercayaan Bank NTB Syariah terhadap potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat kayangan dan sekitarnya.

“Ini sebagai momentum untuk menuju kehidupan ekonomi masyarakat yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan,”katanya.

Pemda KLU tentu sangat terbuka untuk bersinergi, berkolaborasi, dan mendukung program-program Bank NTB Syariah khususnya KCP Kayangan demi kemajuan bersama.

“Mari anfaatkan momentum ini untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan, mendorong pertumbuhan perekonomian, dan membangun KLU yang lebih baik, maju, dan makmur,”pintanya.

Harapan besar agar sinergi antara pemerintah daerah dan Bank NTB Syari’ah semakin kuat, terus berkoordinasi, bersama-sama menggali peluang, mengatasi tantangan, serta mencari solusi terbaik demi kemajuan daerah.

“Kolaborasi ini akan membawa banyak manfaat, bukan hanya dalam aspek pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,”katanya.

“Semoga operasional bank di sini berjalan lancar, sukses, membawa keberkahan, dan semakin memudahkan seluruh lapisan masyarakat dalam mendapatkan layanan perbankan yang amanah dan profesional,”tutupnya.(bul)

Ekspansi Buka KCP Baru, Bank NTB Syariah Disikapi Optimis Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lokal

0
Bank NTB Syariah ekspansi dengan membuka KCP Kayangan. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank NTB Syariah resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru di kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tambahan fasilitas perbankan ini disikapi optimis oleh Pemda KLU dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setda Lombok Utara, Ir. Hermanto, mengungkapkan pendirian KCP Kayangan tidak hanya menjadi bukti komitmen manajemen Bank NTB Syariah untuk menjadi mitra strategis dalam membangun. Tetapi juga, menambah akses masyarakat KLU untuk mengoptimalkan produk perbankan berbasis syariah. Hadirnya KCP ini juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai latar belakang profesi.

“Hadirnya Bank NTB dengan prinsip syariah diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan budaya ekonomi yang lebih adil, transparan,” ujarnya.

Pemda berharap, KCP pembantu baru Bank NTB Syariah ini tidak hanya memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hermanto melanjutkan, kantor Bank NTB Syariah akan mampu menjadi mitra strategis dalam memajukan perekonomian daerah. Kantor cabang pembantu juga bukanlah sekadar penambahan fasilitas fisik tetapi sebagai bukti nyata dari komitmen dan kepercayaan Bank NTB Syariah terhadap potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat kayangan dan sekitarnya.

“Ini sebagai momentum untuk menuju kehidupan ekonomi masyarakat yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara, Plt. Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Zainal Abidin menyampaikan kehadiran Bank NTB Syariah berawal dari keinginan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat KLU khususnya yang berada di wilayah bagian timur.

Di mana beberapa tahun yang lalu,Bank NTB Syariah melihat bahwa masyarakat di wilayah timur KLU membutuhkan layanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih nyaman. “Inilah yang memicu Iahirnya ide ini untuk mendirikan kantor Bank NTB Syariah di tempat ini,”katanya.

Proses pendirian KCP tentu bukan perjalanan singkat, banyak tantangan yang hadapi, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga persiapan operasional. Keberadaan Kantor Cabang adalah simbol komitmen Bank NTB Syariah untuk melayani terlebih lokasi sangat strategis tentunya akan bermanfaat kepada masyarakat.

“KCP Kayangan akan menjadi rumah bagi inovasi dan pelayanan prima, dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi di Lombok Utara. Setiap langkah yang kita ambil hari ini akan membawa dampak positif bagi banyak orang di masa depan,” tandasnya. (ari)

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 0,82 Persen, Ini Tanggapan Pemprov NTB

0
H. Yusron Hadi (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberikan tanggapan atas rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan II tahun 2025 yang tercatat sebesar 0,82 persen.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, ST., MUM., menekankan bahwa masyarakat harus bijak melihat angka tersebut.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi NTB tidak bisa hanya dilihat dari sisi angka kumulatif yang masih tertekan oleh fluktuasi sektor tambang. Lebih penting adalah bagaimana sektor riil yang menopang langsung kehidupan masyarakat justru menunjukkan perbaikan signifikan.

“Pertumbuhan sektor riil yang menopang daripada pertumbuhan ekonomi kita bergerak positif. Ada buah positif dari kebijakan pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan sektor di luar tambang,” ujar Yusron Hadi, Senin, 25 Agustus 2025.

Pada triwulan II, tambahnya, Pemprov NTB membukukan pertumbuhan 6,08 persen, naik dari triwulan I yang sebesar 5,57 persen. Bila kumulatif dengan tambang akan menunjukkan perbaikan, terutama bila ekspor hasil tambang kembali aktif.

Ia menambahkan, capaian 6,08 persen tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi riil di masyarakat berjalan baik. “Insyaallah secara kumulatif kita akan melejit. 6,08 itu menunjukkan ekonomi riil di masyarakat berjalan baik, terjadi peningkatan dari sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusron menegaskan Pemprov NTB akan terus menguatkan sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Sektor pangan, pariwisata, dan peningkatan aksesibilitas disebut tetap menjadi prioritas utama dalam membangkitkan ekonomi daerah.

Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada perlindungan sosial. Upaya perbaikan pelayanan kesehatan dan pendidikan akan terus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat NTB.

“Pemprov berjuang dan menyampaikan harapan ke pusat supaya ekspor produk tambang segera normal kembali. Perlu diingat pula event-event besar MotoGP dan lain sebagainya sebagaimana kalender event 2025 segera berlangsung,” ujarnya.

Pada bagian lain, Yusron mengakui, jika Pemprov NTB tidak sendirian, Pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal yang ada di daerah dan sektor swasta juga berjuang bersama-sama terus mengupayakan tumbuhnya ekonomi NTB yang lebih tinggi

“Sinergi dan kolaborasi penting dalam konteks ini. Kami mengapresiasi BPS NTB yang selalu berkoordinasi dengan Pemprov dan selalu memberikan gambaran tentang ekonomi NTB, sehingga pemerintah bisa segera mengambil kebijakan yang tepat untuk mengendalikan biduk pembangunan ini,” terangnya.

Disinggung mengenai belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lanjutnya, pelantikan kepala daerah hasil pilkada serempak itu pada bulan Februari 2025, sehingga kepala daerah yang baru perlu waktu penyesuaian belanja dan sebagainya. Termasuk dokumen rencana pembangunan yang harus segera dituntaskan.

“Dan tak berselang lama itu ada kebijakan efisiensi ini menyebabkan terjadi pelambatan eksekusi karena penataan kegiatan yang harus diefisiensikan. Rasanya tahun awal dengan gambaran di atas menyebabkan ritme melambat,” ungkapnya .

Meski demikian, kegiatan dalam sisa tahun anggaran 2025 akan lebih dipercepat dan pihaknya meyakini tahun 2026 kegiatan pemerintah akan lebih siap dari awal dan lebih firm untuk menggesa pencapaian target pembangunan. (ham)

Potensi Besar NTB, Jadi Produsen Benih Kerang Mutiara

0
Ilustrasi Mutiara Kerang(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi NTB memiliki potensi besar untuk menjadi produsen benih kerang mutiara nasional. Jika potensi besar ini serius dikembangkan, daerah ini bisa mempertahankan statusnya sebagai penghasil mutiara kelas dunia dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Muslim, ST.,M.Si melalui Kepala UPTD BPBPP Sekotong, Munadi mengungkapkan, NTB pernah berjaya sekitar 15 tahun lalu dengan produksi mutiara berkualitas tinggi yang diekspor ke berbagai negara. Kini, geliat itu mulai terlihat kembali.

Menurut Munadi, perusahaan mutiara di NTB memang tidak sebanyak dulu. Namun, tren budidaya mutiara sudah mulai bangkit kembali.

“Kami di balai berharap ada segmentasi usaha. Jadi, budidaya mutiara tidak hanya dilakukan perusahaan besar, tetapi juga bisa melibatkan masyarakat. ini yang sedang kita kembangkan,” jelasnya.

Model Kemitraan dengan Masyarakat

BPBPP Sekotong menurutnya saat ini fokus menghasilkan benih kerang mutiara (kolektor) melalui laboratorium khusus. Dengan ukuran tertentu yang bisa didistribusikan ke masyarakat untuk dibesarkan.

“Masyarakat bisa memelihara kerang hingga ukuran 5–7 sentimeter. Setelah itu bisa dijual ke perusahaan untuk dibesarkan hingga menghasilkan mutiara siap jual,” jelas Munadi di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Senin, 25 Agustus 2025.

Model kerjasama usaha ini dinilai lebih realistis bagi masyarakat karena tidak membutuhkan biaya operasional besar. Kerang mutiara tidak perlu diberi pakan tambahan, hanya membutuhkan pemeliharaan rutin seperti pembersihan setiap dua hingga tiga minggu sekali. Namun, modal awal tetap diperlukan untuk pembuatan longline budidaya. Satu unit longline dengan panjang 100 meter, kata Munadi, bisa menghabiskan biaya Rp15–20 juta.

Kapasitas Produksi Balai

Saat ini BPBPP Sekotong memiliki sekitar 400 indukan kerang mutiara. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian yang siap dipijahkan.

“Kalau induknya bagus, bisa menghasilkan jutaan larva. Kalau tingkat keberhasilan dari larva hingga usia 45 hari sekitar 10 persen. Itu sudah sangat lumayan,” katanya.

Dengan fasilitas 12 bak fiber, balai mampu menampung hingga 200 lembar kolektor per bak. Artinya, kapasitas produksi bisa mencapai sekitar 2.000 lembar per periode. Satu lembar kolektor berisi sekitar 2.000–2.500 ekor benih. Jika dikalkulasikan, potensi produksi bisa mencapai jutaan benih kerang mutiara setiap tahunnya.

Dukungan Sarana dan Pasar

Munadi menambahkan, revitalisasi sarana-prasarana sangat dibutuhkan agar kapasitas produksi bisa optimal.

“Kami butuh sekitar Rp2 miliar untuk perbaikan laboratorium, instalasi air laut, dan sarana pendukung lainnya, produksi benih kerrang mutiara ini bisa dilakukan maksimal,” ujarnya.

Pasar mutiara dinilai sangat menjanjikan. Tidak hanya untuk perusahaan di Lombok, permintaan juga datang dari berbagai daerah lainnya di Indonesia seperti Bali dan Sulawesi.

“Potensinya secara ekonomi sangat besar. perusahaan – perusahaan pembudaiaya di Indonesia lebih senang membeli kerang ukuran 5–7 sentimeter, karena masa pemeliharaan hingga menghasilkan mutiara siap jual lebih singkat. Dan mereka bisa mengatur pola produksi. Perusahaan-perusahaan inin pasti nyari benihnya di sini,” jelasnya.

Komoditas Unggulan NTB

Munadi menegaskan bahwa budidaya mutiara merupakan salah satu komoditas laut yang paling menguntungkan dibanding jenis budidaya ikan lainnya. Keunggulan mutiara adalah tidak membutuhkan pakan tambahan, hanya modal awal berupa sarana budidaya.

Dengan dukungan pemerintah, sektor ini diyakini mampu kembali mengangkat nama NTB sebagai pusat mutiara berkualitas dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.(bul)

Kontraktor Tantang Gubernur NTB, Desak Audiensi Terbuka Soal Nasib Pengusaha Lokal

0
H. Salman(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat jasa konstruksi di Provinsi NTB menantang Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal untuk turun langsung mendengar keluhan para pelaku jasa konstruksi. Mereka berharap, ada semangat yang sama dalam mewujudkan pembangunan di daerah yang Makmur dan Mendunia, sebagaimana visi misi besar gubernur bersama wakilnya, Hj. Indah Damayanti Putri.

H. Salman, SH, kontraktor sekaligus mantan Ketua Gapensi Lombok Barat menegaskan, kontraktor siap membiayai sendiri pertemuan terbuka, asal gubernur bersedia bertemu langsung dengan pengusaha lokal, khususnya masyarakat konstruksi.

“Kalau gubernur benar-benar ingin tahu kondisi pengusaha di daerah, kami siap dikumpulkan. Kita yang siapkan semuanya. Supaya pak gubernur jangan hanya mendengar keadaan dari lingkaran sekitarnya saja, karena informasi yang sampai ke kepala daerah bisa berbeda dengan fakta di lapangan,” tegas pengacara ini, Senin, 25 Agustus 2025.

Menurut H. Salman, ada beberapa hal utama yang harus didengar gubernur dari suara kontraktor daerah. Pertama, soal regulasi yang bisa memberi ruang khusus bagi pengusaha lokal agar tetap mendapat porsi dalam proyek pembangunan. Kedua, memastikan pemerintah provinsi mengakomodir kontraktor daerah agar bisa menjadi pemain di daerahnya sendiri.

“Misalnya, pusat memang membuat aturan terkait dunia konstruksi, tapi daerah punya kewenangan membuat regulasi untuk melindungi pengusaha lokal. Contohnya, dalam tender bisa dipersyaratkan hanya pengusaha yang berkantor di NTB yang boleh ikut dengan nilai tertentu. Itu untuk memastikan proyek tetap dikerjakan orang daerah,” jelasnya.

H. Salman menambahkan, sekarang muncul fenomena dugaan praktik bagi-bagi proyek yang melibatkan orang dekat dan keluarga pejabat. Hal ini bisa berdampak ke banyak hal, terutama soal kualitas proyek karena tidak dilaksanakan oleh orang yang bukan profesionalnya. Dampaknya yang dikhawatirkan kepada masyarakat.

“Kami minta gubernur jangan hanya percaya pada bisikan orang-orang dekat. Pembisik kadang justru memberi informasi yang keliru. Kalau keliru informasi diterima pak gubernur, yang menerima dampak dari proyek yang tidak berkualitas itu adalah masyarakat. ini yang perlu sekali kita diskusikan langsung dengan kepala daerah,” ungkapnya.

H. Salman juga menegaskan, kontraktor lokal tidak anti terhadap pembangunan besar yang dilaksanakan oleh pengusaha-pengusaha luar. Tetapi kontraktor lokal meminta keadilan dan akses yang sama. Ia mengajak gubernur agar mau bertemu langsung, melihat, dan mendengar kondisi pengusaha konstruksi daerah tanpa perantara.

“Kalau gubernur punya niat membangun NTB dengan benar, mari kita duduk bersama. Kami siap membuka data, siapa kontraktor bermasalah dan siapa yang benar-benar profesional. Jangan biarkan pengusaha lokal terus terpinggirkan. Kita sama – sama membangun NTB Makmur Mendunia ini,” tutupnya.(bul)

BPJPH Ajak Pengusaha Warteg Manfaatkan Sertifikasi Halal Gratis

0
BPJPH Ajak Pengusaha Warteg Manfaatkan Sertifikasi Halal Gratis(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengajak para pengusaha warung makan seperti warung Tegal (warteg, hingga warung Padang untuk memanfaatkan pengurusan sertifikasi halal gratis.

“Silahkan pegiat warung makan warteg, warung Sunda, warung Padang, dan sejenisnya, segera manfaatkan kesempatan mengurus sertifikat halal gratis ini mumpung masih tersedia kuota gratis dari pemerintah,” kata Haikal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Adapun para pelaku usaha dapat mengajukan sertifikasi halal melalui program sertifikasi halal gratis (SEHATI).

Langkah itu, lanjut Haikal, dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala BPJPH Nomor 146 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Layanan Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang Disadarkan atas Pernyataan Halal Pelaku Usaha Mikro dan Kecil.

Lebih lanjut, Haikal mengatakan kemudahan sertifikasi halal bagi warung makan tersebut bertujuan agar seluruh warung makan tradisional dapat bersertifikat halal dengan mudah melalui skema pendampingan proses produk halal.

Dengan bersertifikat halal, maka warung diharapkan memiliki standar sehingga berimplikasi pada peningkatan daya saing di pasaran.

Sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat, tetapi juga menambah nilai ekonomi bagi pelaku usaha, katanya, menegaskan.

“Halal itu standar yang mencerminkan kualitas produk. Halal itu sehat, higienis, bersih, dan tentu saja berkualitas,” kata Haikal.

“Dengan program ini, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh manfaat, sehingga ekosistem produk halal di Indonesia semakin kuat, inklusif serta produktif,” katanya, menambahkan.

Salah satu penerima manfaat adalah Komariyadin, pemilik warung makan Penyetan Djoeragan Ertiga di Jawa Timur.

Menurut dia, adanya sertifikasi halal bukan hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga menambah jumlah pelanggan dan mendukung kemajuan usaha.

“Untuk UMK (usaha mikro, kecil) seluruh Indonesia, ayo segera urus sertifikat halal mumpung gratis. Ayo semangat terus berkembang, cintai produk lokal buatan Indonesia,” katanya. (ant)

Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 ke Angka Rp1,929 Juta Per gram ‎

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, mengalami penurunan Rp4.000 menjadi Rp1.929.000 dari semula Rp1.933.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) sebesar Rp1.775.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

‎‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.014.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.929.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.798.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.672.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.420.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.785.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp46.837.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.595.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.112.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp467.515.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp934.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.869.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Pengembangan KEK Bisa Atasi Kesenjangan Ekonomi di Daerah

0
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah menyampaikan, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa langkah tersebut penting agar capaian positif pertumbuhan dapat dirasakan merata hingga ke daerah.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, ia menuturkan salah satu yang tengah difokuskan yakni memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Sejumlah daerah yang dimaksud yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo.

“Potensi di lima kabupaten/kota Jawa Timur tersebut telah menjadi bagian dari perencanaan pemerintah provinsi ke depan. Pengembangan ini diyakini mampu mendorong sektor konsumsi rumah tangga serta memperkuat ekonomi daerah,” tuturnya.

Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik melalui penguatan infrastruktur, pengembangan pariwisata, maupun dukungan terhadap industri lokal.

Lebih lanjut, Susiwijono atau yang akrab disapa Susi itu menekankan pembangunan kawasan terintegrasi menjadi strategi penting untuk mengatasi ketimpangan, memperluas pusat pertumbuhan, dan mendukung transformasi ekonomi nasional.

Dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap solid sebesar 5,12 persen pada triwulan II 2025 serta inflasi yang terkendali di level 2,37 persen, pemerintah dinilai perlu menghadirkan langkah nyata agar manfaat pembangunan menjangkau daerah-daerah.

Sejalan dengan program prioritas nasional, pemerintah juga mendorong pemanfaatan sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, program ketahanan pangan, energi, kesehatan, serta pengembangan KEK untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Program-program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Dalam acara Sarasehan Percepatan Ekonomi Daerah di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat 22 Agustus 2025, kontribusi remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur turut disorot sebagai faktor penting peningkat daya beli masyarakat.

Susi mengatakan, pemerintah berkomitmen memperkuat perlindungan dan pemberdayaan PMI agar memberi nilai tambah lebih besar bagi pembangunan daerah.

Selain itu, koordinasi lintas daerah dalam pengembangan destinasi wisata juga dianggap krusial. Potensi destinasi unggulan seperti Telaga Sarangan di Magetan, Pantai Klayar di Pacitan, dan Telaga Ngebel di Ponorogo, jika diintegrasikan dengan penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional diyakini mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

“Jadi, dari hasil diskusi mengenai potensi yang besar yang akan dibangun di wilayah Jawa Timur ini, kita merumuskan program dan proyek untuk kolaborasi bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya integrasi berbagai destinasi wisata yang ada di kawasan pariwisata,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Anggota I BPK RI, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Wakil Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Madiun, Bupati Madiun, Bupati Ponorogo, Bupati Magetan, Bupati Pacitan, pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga, pejabat daerah, perwakilan Kementerian/Lembaga, perwakilan asosiasi usaha, serta akademisi. (ant)