Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 189

OJK Perkuat Peran BPD Sebagai Pilar Penting Pembangunan Ekonomi

0
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional di daerah, baik sebagai lembaga intermediasi maupun penggerak ekonomi wilayah.

Dalam hal ini, OJK mendorong BPD melakukan transformasi untuk menghadapi persaingan di bidang perbankan yang semakin mengedepankan teknologi informasi.

“Transformasi BPD bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan dukungan pemegang saham, direksi dan dewan komisaris, BPD diharapkan mampu mewujudkan dirinya sebagai regional champion melalui sinergi, kolaborasi, dan berinovasi demi memperkuat perekonomian daerah sekaligus menopang daya saing nasional,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Kinerja BPD menunjukkan capaian yang solid dengan rata-rata pertumbuhan aset sebesar 7,29 persen.

Kredit BPD tumbuh 6,82 persen, mendekati capaian bank umum. Sementara dana pihak ketiga (DPK) BPD mampu mencatat pertumbuhan 7,30 persen.

BPD juga tetap mampu menjaga kualitas kredit dan level permodalan yang memadai. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan struktural, kinerja intermediasi dan daya tahan BPD masih terjaga dengan baik.

“Meski menghadapi keterbatasan struktural, BPD terbukti mampu menjaga kinerja intermediasi dan ketahanan perbankan dengan baik. Peran strategis BPD sebagai mitra pemerintah daerah menjadikannya lokomotif pembangunan dan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri,” ujar Dian.

OJK juga mendorong sinergi antar-BPD melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Pelaksanaan KUB ini diharapkan dapat memperkuat resiliensi BPD dan meningkatkan daya saing melalui sinergi yang baik antara induk dengan anggota KUB.

Dengan jaringan yang begitu dekat dengan masyarakat, BPD memiliki potensi untuk memperkuat struktur perekonomian daerah, sekaligus menopang daya saing nasional.

Penguatan peran BPD di daerah juga diharapkan dapat terlaksana dalam bentuk konsolidasi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah/Kota di bawah BPD.

Sinergi antara BPD dan BPR yang dimiliki oleh BPD diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perbankan terhadap penyaluran kredit untuk level mikro dan meningkatkan kualitas penerapan tata kelola di BPR.

Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis, BPD dituntut untuk mampu menghadapi beragam tantangan dan peluang di era global dan digital.

Hal ini menjadikan transformasi BPD semakin penting untuk meningkatkan daya saing BPD dan menjadikannya tetap eksis di tengah persaingan industri perbankan yang ketat.

Transformasi BPD diharapkan berjalan terarah dan berkelanjutan melalui empat pilar utama, sebagaimana tertuang dalam Roadmap Penguatan BPD 2024-2027.

Keempatnya antara lain penguatan struktur dan keunggulan BPD, akselerasi transformasi digital, penguatan peran terhadap perekonomian daerah dan nasional, serta penguatan perizinan, pengaturan dan pengawasan BPD.

Dian juga menekankan pentingnya perhatian khusus dari pemegang saham dan pengurus BPD untuk melakukan investasi terhadap infrastruktur dan sumber daya teknologi informasi terutama dalam aspek keamanan dan ketahanan siber.

OJK melalui Panduan Digital Resilience telah menyediakan kerangka yang dapat digunakan bank untuk meningkatkan aspek keamanan siber dan daya tahan bisnis secara menyeluruh, agar bank mampu tetap beroperasi, beradaptasi, dan bertahan menghadapi disrupsi maupun perubahan mendadak dalam dunia usaha.

Selain itu, OJK juga telah menerbitkan Panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial (AI) Perbankan Indonesia untuk memastikan pemanfaatan AI berjalan secara bertanggung jawab, aman, transparan, serta mendukung keberlanjutan industri keuangan. (ant)

Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000 ke Angka Rp1,932 Juta Pergram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa 26 Agustus 2025 mengalami kenaikan Rp3.000 menjadi Rp1.932.000 dari semula Rp1.929.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) sebesar Rp1.778.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.016.000.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.932.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.804.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.681.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.435.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.815.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp46.912.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.745.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.412.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp468.265.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp936.320.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.872.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Digitalisasi Bansos Perdana Dimulai Bulan Depan di Banyuwangi

0
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah akan memulai penerapan digitalisasi program bantuan sosial (bansos) perdana pada September 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur, yang menjadi wilayah uji coba (piloting project).

“Nanti bulan September minggu ketiga kami sudah melakukan pilot project di Banyuwangi, dan Presiden Prabowo Subianto akan datang sendiri,” kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjadi Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sistem digital itu dirancang untuk meningkatkan akurasi penyaluran dengan menurunkan inclusion dan exclusion error, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta memungkinkan masyarakat melakukan verifikasi identitas digital secara mandiri melalui aplikasi.

Proses backend nantinya akan berjalan otomatis dengan verifikasi data lintas lembaga, mulai dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BI–Himbara, ATR/BPN, hingga Samsat.

Menurut Luhut, digitalisasi bansos itu akan berkontribusi dalam penghematan anggaran hingga lebih dari Rp500 triliun, sebab sistem akan membuat penerima bansos menjadi tepat sasaran.

“Dan ingat, bansos itu bisa berdampak 0,3 persen sampai 0,4 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi, ini angka yang sangat besar,” ujar dia lagi.

Luhut mengatakan penerapan digitalisasi bansos akan diperluas ke daerah lain bila uji coba di Banyuwangi menunjukkan hasil yang baik. Komite akan melihat perkembangan hingga Desember mendatang sambil menyosialisasikan ke kabupaten/kota lainnya agar mereka bisa bersiap untuk mengimplementasikan sistem bansos digital.

“Kalau Banyuwangi sampai Oktober-Desember bagus, nanti pada Januari 2026 Presiden bisa mencanangkan secara nasional. Dan kalau ini terjadi, saya kira dalam 1-2 tahun ke depan, kita secara bertahap terus akan menjadi satu,” tuturnya.

Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2025.

Komite menggelar rapat perdana pada hari ini yang dipimpin oleh Luhut sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan.

Rapat digelar bersama kementerian dan lembaga terkait, dihadiri oleh Menteri PANRB, Menteri Sosial, Menteri Bappenas, Menteri Komunikasi dan Digital, Kepala BPS, Kepala BSSN, Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri BUMN, Wakil Menteri Sekretaris Negara, serta Bupati Banyuwangi. (ant)

Travel Umrah Tawarkan Paket Murah, Amphuri Ingatkan Potensi Risiko Bagi Jamaah

0
H. Zamroni(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Belakangan heboh adanya tawaran paket menggiurkan untuk beribadah umrah, yang ditawarkan oleh salah satu travel umrah. Hanya dengan Rp25 juta untuk ibadah selama sebulan penuh di Tanah Suci Makkah. Penawaran ini langsung menuai kontroversi karena dianggap tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag).

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Bali Nusra, H. Zamroni, menegaskan paket umrah murah perlu diantisipasi risikonya.

“Harga yang ditawarkan itu tidak sesuai dengan ketentuan minimal dari Kemenag. Standar Kemenag sudah menetapkan biaya Rp23 juta untuk ibadah selama 9 hari. Tetapi ada travel menawarkan 25 hari dengan harga Rp25 juta. Ini jelas menimbulkan pertanyaan,” ungkap Zamroni di Mataram, Selasa, 26 Agustus 2025.

Layanan Murah, Standar Ditekan

Zamroni mengungkapkan hasil klarifikasi yang dilakukan menunjukkan sejumlah komponen layanan ditekan untuk menekan harga. Pertama, jamaah tidak mendapatkan layanan makan dengan catering standar, melainkan hanya dibekali beras untuk dimasak sendiri di hotel. Kedua, hotel yang digunakan tidak memiliki akses langsung ke Masjidil Haram, sehingga jamaah harus menggunakan bus dan turun di terminal sebelum masuk ke area masjid.

“Hitungan sih bisa masuk logika kalau memang mengurangi fasilitas, tapi risikonya sangat besar. Sedikit saja ada gejolak harga, pasti berdampak kepada jamaah. Kalau ada satu komponen harga yang meleset, bisa menimbulkan masalah serius,” jelasnya.

Harga Murah, Risiko Tinggi

Secara ekonomi, paket umrah Rp25 juta untuk sebulan penuh hampir mustahil dilakukan tanpa mengorbankan kualitas layanan. Harga tiket pesawat, akomodasi, transportasi, dan makan sehari-hari sudah memiliki standar yang sulit ditekan. Jika penyedia tetap memaksa menjual murah, maka risiko pelayanan tidak layak atau bahkan gagal berangkat sangat tinggi.

Dalam konteks perlindungan konsumen, pemerintah harus berperan aktif sebagai regulator. Tanpa pengawasan ketat, masyarakat akan terus terjebak dengan iming-iming harga murah yang tidak realistis. Jika pola ini berulang, dampaknya bukan hanya kerugian finansial bagi jamaah, tetapi juga runtuhnya kepercayaan publik terhadap industri travel umrah di Indonesia.

Potensi Bermasalah

Menurut Zamroni, fenomena travel umrah murah ini bukan kali pertama terjadi. Sejumlah kasus penipuan jamaah sebelumnya juga berawal dari tawaran harga miring.

“Kita tidak bisa langsung menyebut murah itu menipu, tapi pola yang sama pernah terjadi dan berujung masalah. Itu sebabnya kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saja,” tegasnya.

Ia juga menilai pemerintah, khususnya Kemenag juga belum tegas menegakkan aturan yang ada. Padahal, Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) yang mengatur standar minimal layanan dan biaya perjalanan umrah.

“Kalau sudah ada aturan, seharusnya ditegakkan. Kalau tidak, untuk apa aturan itu dibuat? Regulator harus memastikan layanan sesuai standar supaya jamaah terlindungi,” ujar Zamroni.

Amphuri Layangkan Surat Keberatan

Sebagai bentuk tanggung jawab asosiasi, Amphuri bersama sejumlah penyelenggara travel resmi telah melayangkan surat keberatan kepada Kemenag. Mereka meminta agar travel yang menawarkan paket tidak sesuai standar segera ditindak.

“Kami tidak iri hati, kami hanya ingin jamaah terlindungi. Pemerintah tidak boleh diam saja. Kalau semua berlomba menawarkan murah tanpa standar, jamaah yang jadi korban,” kata Zamroni menegaskan.(bul)

Dende Rare, Bangkitnya Penyanyi Lawas Cilokaq Sasak

0
Dende Rare(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Nama Dende Rare kembali menggaung di dunia musik daerah Lombok. Penyanyi yang dikenal lewat lagu lawas “Pondok Dunie” itu kini bangkit bersama Ami Entertainment dan Ami Music Company, hadir dengan warna musik baru yang menyegarkan.

Dende Rare bukanlah nama asing bagi masyarakat Sasak. Ia dikenal sebagai penyanyi pertama yang mempopulerkan lagu-lagu berbahasa Sasak di era 1990-an, di antaranya “Pondok Dunie,” “Begelaq,” “Hine,” hingga “Terune Bideng.” Kehadirannya menjadikan musik Sasak punya ruang tersendiri di hati masyarakat NTB.

“Pondok Dunie” sendiri merupakan karya ciptaan Harry Enyok dengan aransemen Miq Rindang, yang kemudian melejit setelah dibawakan dengan suara khas Dende Rare. Lagu ini sempat menjadi ikon musik lokal Lombok, bahkan dianggap sebagai tonggak awal kebangkitan lagu Sasak modern.

Dari Bengkel Timur ke Panggung Nasional

Perjalanan musik Dende Rare dimulai sejak 1998, saat ia masih duduk di bangku kelas 3 Tsanawiyah di kampung halamannya, Bengkel Timur, Lombok Barat. Suaranya yang merdu mengantarkannya tampil di berbagai panggung hiburan di Lombok dan Sumbawa.

Tak hanya di daerah, Dende Rare juga beberapa kali mewakili Nusa Tenggara Barat dalam ajang lomba menyanyi di tingkat nasional, seperti di Jakarta, Batam, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat, saya bisa tampil membawa nama NTB ke luar daerah,” tutur Abdurrahman, Owner AMI Entertainment.

Lahir Kembali Bersama Ami Entertainment

Setelah lama vakum, Dende Rare kini kembali berkiprah dengan nama baru, Dende Rare Ami. Kehadirannya bersama Ami Entertainment menandai babak baru perjalanan musiknya.

Kabar ini pertama kali ramai beredar di media sosial, ketika sejumlah komunitas musik menyambut kehadiran Dende Rare sebagai bagian dari keluarga baru Ami Music Company. Tak lama kemudian, bukti resmi muncul lewat rilisan digital.

Pada 5 Agustus 2025, single terbaru Dende Rare Ami berjudul “Dag Dig Dug Hatiku Berdebar” resmi diluncurkan di berbagai platform musik digital seperti Amazon Music. Lagu ini menandai transformasi musikal Dende Rare, dari penyanyi lagu daerah Sasak menuju warna musik populer yang lebih modern, tanpa meninggalkan ciri khas suaranya.

Menjaga Identitas Sasak

Meski kini hadir dengan aransemen baru, Dende Rare tetap berkomitmen menjaga akar budaya Sasak dalam setiap karyanya. Lagu-lagu lawas yang pernah ia populerkan tetap dikenang sebagai bagian penting sejarah musik Lombok.

Kehadiran kembali Dende Rare Ami di industri musik memberi harapan baru bagi perkembangan lagu daerah di era digital. Ia menjadi bukti bahwa karya lokal bisa tetap bertahan, beradaptasi, bahkan bersaing di tengah gempuran musik modern.

“Harapan saya, musik Sasak tetap hidup dan dikenal luas, tidak hanya di Lombok tetapi juga di luar daerah,” ungkapnya.

Profil Singkat Dende Rare Ami

• Nama : Dende Rare Ami

• Asal : Bengkel Timur, Lombok Barat, NTB

• Mulai bernyanyi : Tahun 1998 (saat kelas 3 Tsanawiyah)

• Lagu terkenal : “Pondok Dunie”

• Karya lain : “Begelaq,” “Hine,” “Terune Bideng”

• Pencapaian : Mewakili NTB di berbagai lomba menyanyi nasional (Jakarta, Batam, Kalimantan, Sulawesi)

• Rilisan terbaru : “Dag Dig Dug Hatiku Berdebar” (2025) – Ami Music Company

Dengan semangat baru, Dende Rare Ami siap kembali menorehkan cerita panjang dalam perjalanan musik Sasak. Bangkitnya penyanyi lawas ini menjadi bukti bahwa musik tradisi mampu hidup kembali, menyapa generasi lama sekaligus generasi baru penikmat musik.(bul)

3.000 Penerima Bansos di Kabupaten Bima Terhapus dari Data DTKS

0
Warga Kabupaten Bima di sebuah acara belum lama ini. Sekitar 3.000 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Bima terhapus dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)(ekbisntb.com/hir)

Bima (ekbisntb.com) – Sekitar 3.000 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Bima terhapus dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kondisi ini membuat sebagian penerima program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak lagi tercatat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Tajudiin, mengatakan, pihaknya kini melakukan langkah perbaikan data secara menyeluruh di lapangan. “Ini yang sekarang sedang kita lakukan perbaikan-perbaikan data di lapangan. Makanya saya punya anggota pendamping PKH, sekarang mereka menyebar di seluruh desa di wilayah Kabupaten Bima,” ujarnya, Selasa 20 Agustus 2025.

Pendamping PKH tersebut bertugas melakukan survei ulang terhadap data KPM yang sebelumnya terhapus. Hasil survei ini menjadi dasar verifikasi apakah keluarga yang bersangkutan memang sudah tidak masuk dalam kategori desil 1 sampai 5. “Itu syarat masuk sebagai KPM bansos dari pemerintah. Jadi perlu diverifikasi lagi, apakah mereka masih layak atau memang sudah tidak memenuhi kriteria,” jelasnya.

Menurutnya, pembaruan data ini sangat penting agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran. Tidak sedikit warga yang sebelumnya menerima bantuan kini sudah masuk kategori mampu. Sebaliknya, ada pula warga miskin baru yang justru belum tercatat dalam DTKS. “Kondisi ini yang harus kita benahi, supaya data valid dan bantuan bisa menyentuh yang benar-benar membutuhkan,” katanya menegaskan.

Dinas Sosial juga mendorong partisipasi aktif pemerintah desa untuk ikut memperkuat proses verifikasi. Pemerintah desa diminta jujur dan terbuka dalam menyampaikan kondisi warganya. Dengan begitu, data KPM yang masuk ke sistem benar-benar mencerminkan keadaan di lapangan.

Ia menambahkan, perubahan data di DTKS tidak bisa dihindari karena mengikuti dinamika sosial ekonomi masyarakat. Ada warga yang kondisinya membaik, sementara sebagian lainnya justru jatuh miskin akibat faktor tertentu. “Karena itu pembaruan data rutin harus kita lakukan. Kalau tidak, maka bansos akan salah sasaran,” paparnya.

Dinas Sosial menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pembaruan data secara berkala. Pendamping PKH di seluruh desa tetap bekerja mengawasi agar data tidak lagi timpang.

“Harapan kami, setelah proses verifikasi ini selesai, tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari bantuan. Semua akan tercatat sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (hir)

Diskoperindag KSB akan Gelar Bimtek Kopdeskel Merah Putih

0
Suryaman (ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam waktu dekat akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih se-KSB.

“Segera ya. Kan semua kelembagaan dan pengurusnya sudah terbentuk. Sekarang gilirannya kita beri pelatihan mereka (pengurus koperasi),” terang Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, Senin 25 Agustus 2025.

Pada Bimtek perdana ini, Suryaman mengatakan, akan difokuskan pada memperkuat kelembagaan dan legalitas usaha serta meningkatkan kapasitas manajerial pengurus. Ia mengakui, sebagai unit koperasi baru, Kopdeskel Merah Putih sangat perlu mendapatkan pelatihan terkait hal-hal teknis manajerial. “Kalau dalam praktinya mungkin pelatian pembukuan keuangan dan LPJ (laporan pertanggungjawaban) itu yang penting,” katanya.

Bimtek juga akan diarahkan untum mengasah kemampuan para pengurus menangkap peluang usaha yang ada di desanya untuk dijadikan unit usaha. Sesuai cita-cita pembentukannya, Surayaman menyebut, kehadiran Kopdeskel Merah Putih dihajatkan dapat mendorong operasional unit usaha berbasis potensi desa guna mencapai ekonomi kerakyatan yang lebih kuat. “Di pelatihan nanti kita akan beri mereka bagaimana mendeteksi potensi desa untuk dijadikan peluang usaha yang menjanjikan,” urainya.

Suryaman berharap, pasca-Bimtek nanti seluruh Kopdeskel Merah Putih di KSB sudah dapat beroperasi. Minimal mereka telah menyiapkan unit usaha yang akan dijalankan. “Kalau target pusat itu kan di bulan Oktober. Jadi kita juga harap semua Kopdeskel Merah Putih di KSB saat itu sudah operasi semuanya,” tukasnya.

Sementara itu, pasca peresmian secara nasional pada 21 Juli 2025 lalu, belum satu pun Kopdeskel Merah Putih d KSB yang benar-benar menjalankan kegiatan usahanya. Bahkan desa sebelumnya banyak yang mengaku berat dengan mekanisme pendanaan koperasi yang diterapkan pemerintah pusat. Terutama terkait penggunaan Dana Desa (DD) sebagai penopang utama jaminan pemenuhan angsuran pinjaman pendanaan Kopdeskel Merah Putih pada Bank Himbara (himpunan bank negara).

Menurut Kepala Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang, Sahriluddin, denhan mekanisme seperti itu keuangan desa pastinya akan terbebani. Sebab uang desa yang bersumber dari transfer pusat (DD) secara otomatis sama saja menjadi jaminan bagi Kopdeskel Merah Putih dalam mendapatkan pinjaman modal.

“Kalau koperasi itu nantinya bergantung dengan keuangan desa, kan bisa mengganggu layanan desa terhadap masyarakat pada akhirnya,” cetus Sahriluddin. (bug)

PT AMNT dan Pemda KSB Diminta Seriusi Wacana Kerja Sama MCU

0
Badaruddin Duri(ekbisntb.com/bug)

Taliwang (ekbisntb.com) – Kunjungan manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ke RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat dalam rangka penjajakan rencana kerja sama penyelenggaraan layanan Medical Check-Up (MCU) bagi karyawan PT ANNT disambut positif oleh berbagai pihak. Tak terlecuali kalangan DPRD setempat yang berharap agar perusahaan dan Pemda KSB menseriusi wacana tersebut hingga pada tahap implementasinya.

“Kepada AMNT kami minta mereka serius merealisasikan wacana menjadikan fasilias kesehatan pemerintah sebagai tempat pemeriksaan kesehatan seluruh karyawannya,” kata Wakil Ketua DPRD KSB, Badaruddin Duri, Senin 25 Agustus 2025.

Tidak saja RSUD Asy-Syifa’, fasilitas kesehatan pemerintah lainnya yang dapat dimanfaatkan PT AMNT untuk melakukan MCU adalah Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Menurut Duri, dua fasilitas kesehatan KSB itu akan mampu menampung kebutuhan pemeriksaan kesehatan seluruh karyawan proyek tambang Batu Hijau.

“Kalau keduanya beroperasi, ribuan bahkan puluhan ribu karyawan yang ada di Batu Hijau bisa dilayani. Makanya kami minta juga AMNT menginstruksikan aliansinya agar MCU di RSUD juga nantinya,” cetus politisi Partai NasDem ini.

Hal yang sama juga diminta Duri kepada pemerintah KSB. Ia mengatakan, sinyal yang diberikan PT AMNT dengan menaruh minat bakal memanfaatkan RSUD Asy-Syifa’ sebagai tempat MCU agar direspon secara serius dan cepat. Caranya, yakni dengan segera melengkapi fasilitas yang dibutuhkan untuk layanan MCU itu pada RSUD termasuk jug dengan segera mengaktifkan operasional Labkesmas Taliwang. “Kepada manajemen RSUD Asy-Syifa’ dan kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat untuk benar-benar mempersiapkan rumah sakit dan Labkesmas kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Duri memaparkan, potensi pendapatan daerah jika kerja sama tersebut terealisasi. Ia menyebut, ada puluhan ribu pekerja yang beraktifitas di proyek tambang Bath Hijau setiap tahunnya. Dan mereka diwajibkan menjalani MCU minimal satu kali setahun gu memastikan para karyawan laik kerja dari sisi kesehatan.

“Bayangkan berapa PAD yang bisa kita dapat dari layanan MCU itu hanya dengan melayani PT AMNT saja. Apalagi kalau misalnya semua (perusahaan) aliansi dan subkontnya juga bisa kita layani,” imbuhnya seraya menambahkan upaya itu menjadi salah satu solusimemaksimalkan sumber PAD di bidang jasa layanan kesehatan daerah. (bug)

Menjaga Asa di Tambak Garam Bima

0
Suasana tambak garam di Desa Sondosia, Kabupaten Dompu(ekbisntb.com/hir)

Bima (ekbisntb.com) – Setiap musim kemarau, hamparan tambak di Desa Talabiu, Sondosia, dan Sonolo Kabupaten Bima, berubah menjadi ladang kristal putih. Para petani garam bergegas menyiapkan petak-petak lahan, berbekal peralatan sederhana dan sabar menghadapi panas yang menyengat. Garam menjadi satu-satunya panen besar dalam setahun, penentu cukup tidaknya kebutuhan keluarga hingga musim berikutnya.

Namun, hidup dari garam tidak pernah mudah. Hasil panen hanya bisa diandalkan di bulan-bulan kering, sementara harga di pasaran tak menentu, kadang menguntungkan, lebih sering mengecewakan. Meski begitu, para petani tetap bertahan, menjaga tambak mereka agar tetap menghasilkan.

Salah seorang petaninya adalah Asia. Setiap musim, ia tak pernah absen menyusuri dua petak tambak miliknya yang luasnya tak sampai satu hektar. Dengan topi anyaman menutupi wajah dari sengatan matahari, Asia memastikan lahannya siap dipanen.

“Kalau musim kemarau cepat, mulai bulan Juli. Kalau tidak, biasanya Agustus sampai September,” ceritanya kepada Ekbis NTB pada Senin 25 Agustus 2025.

Dalam masa produksi, ia hanya bisa panen sekali seminggu. Sekali panen, Asia menghasilkan sekitar 30 karung. Satu karung berisi 50 kilogram garam. “Sekarang harga Rp32 ribu per karung. Paling mahal biasanya Rp40 ribu,” katanya.

Namun, ia tak bisa sepenuhnya berharap pada harga. Setiap tahun, ada masa harga anjlok hingga titik terendah. “Kalau turun sekali, bisa Rp10 ribu per karung. Itu semurah-murahnya,” keluhnya.

Padahal, untuk sekali musim, Asia mengeluarkan modal antara Rp3 juta hingga Rp5 juta. Besarnya modal berbeda, tergantung luas lahan. Uang itu habis untuk biaya tenaga kerja, bahan, dan kebutuhan lain agar tambak bisa berjalan.

Hasil panen Asia biasanya dibawa ke pengepul terdekat. Petani yang memiliki gudang bisa menumpuk 300 sampai 400 karung garam untuk menunggu harga naik. Tetapi Asia tidak selalu bisa melakukannya. “Kalau hujan, mau taruh di mana. Jadi harus dijual semua,” katanya.

Keuntungan terasa hanya saat harga stabil. Jika harga jatuh, penghasilan tidak mencukupi kebutuhan keluarga. “Kalau harga bagus, lumayan. Tapi kalau turun, ya berat,” ia tersenyum kecut.

Saat ditanya soal keberadaan pabrik garam yang kabarnya ada di Bima, Asia mengaku tidak tahu menahu. “Nggak tau saya. Kalau kami jual garam ya itu di pengepul aja. Kami tidak tahu ada pabrik garam. Kayaknya petani yang lain juga nggak tahu ada pabrik itu,” tegasnya.

Di luar musim garam, Asia mencari nafkah dengan pekerjaan serabutan. Apa saja ia kerjakan untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Baginya, tambak garam hanyalah satu-satunya kesempatan panen dalam setahun. “Kalau tidak ada kerja lain, tidak cukup,” akunya.

Meski begitu, Asia tetap menjaga semangat. Bagi dia, garam bukan hanya komoditas. Setiap kristal putih yang dihasilkan dari tambak adalah buah dari kesabaran dan kerja keras di bawah terik matahari.

Cerita Asia mencerminkan wajah petani garam Bima. Mereka bertahan dengan siklus tahunan, di tengah naik turunnya harga, sembari terus berharap pemerintah bisa menjamin kestabilan harga garam. “Kalau bisa harga jangan naik turun, biar kami bisa hidup tenang,” harap Asia. (hir)

Alumni SMPN 1 Narmada Gelar Reuni Akbar 30 Angkatan 

0
Reuni Akbar "Merah Putih" SMPN 1 Narmada diikuti 30 angkatan diisi berbagai kegiatan positif mulai dari jalan sehat, baksos, Pemberian bantuan kepada sekolah dan pensiunan guru(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Alumni SMPN 1 Narmada, Lombok Barat (Lobar) menggelar kegiatan reuni akbar bertajuk “Reuni Merah Putih” Minggu 24 Agustus 2025. Reuni ini diikuti para alumni 30 angkatan atau tiga dekade (1970-2000).

Kegiatan ini tidak sekadar kumpul, namun banyak kegiatan positif yang dilakukan, mulai dari jalan sehat, bakti sosial, pemberian bantuan kepada sekolah dan para pensiunan guru hingga donasi untuk santunan pada anak yatim yang ada di sekitar wilayah sekolah tersebut.

Ketua Panitia Reuni SMPN 1 Narmada, Ir. Huda Bajsair, ST., MT., menyampaikan kegiatan reuni ini diikuti angkatan 1970 sampai dengan 2000. “Jadi tiga dekade (30 tahun) atau 30 angkatan, semuanya hadir, Alhamdulillah kegiatan ini positif,” kata dia, kemarin.

Kegiatan yang dihadiri oleh hampir 1.000 peserta ini diawali jalan sehat melalui rute jalan di sekitar sekolah.  Jalan sehat diiringi marching band anak-anak SMPN 1 Narmada. Pada jalan sehat disiapkan banyak hadiah dan doorprize menarik bagi peserta yang diikuti oleh alumni dan pihak sekolah dan warga. Kegiatan lainnya, diadakan bakti sosial pemeriksaan mata gratis, pemeriksaan kesehatan dari puskesmas dan donor darah melibatkan PMI Mataram.

Selanjutnya, kegiatan bazar melibatkan beberapa pelaku UMKM. Bazar ini cukup ramai dikunjungi oleh warga. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, berasal dari para alumni SMPN 1 Narmada, baik dari Puskesmas dan PMI. Pada kegiatan ini para alumni juga memberikan bingkisan kepada para guru yang mengajar di masa mereka sekolah. Jumlah gurunya 25 orang. “Kami memberikan bantuan juga untuk kemajuan belajar mengajar di SMPN kami, seperti komputer, AC,” ujarnya.

Para alumni juga mengumpulkan bingkisan donasi untuk anak yatim yang ada di Desa Lembuak. Dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan para guru, peserta didik dan Polsek Narmada untuk pengamanan. Pihaknya juga mengundang desa-desa sekitar sekolah dan kecamatan. Kegiatan ini, untuk memperkuat silaturahmi antar alumni. Reuni ini digagas kegiatannya tidak sekadar happy fun, namun bisa memberi manfaat seperti memberikan bantuan kepada sekolah.

Sementara itu, H. M. Zainudin yang juga selaku panitia menyampaikan kegiatan reuni ini terbesar diadakan alumni SMPN 1 Narmada. “Acaranya sukses, luar biasa dihadiri oleh sekitar 1.000 orang,” sebut pria yang kini menjadi Kades Golong ini.

Beberapa kegiatan diadakan mulai dari jalan sehat, baksos dan bazaar. Untuk jalan sehat disiapkan 100 lebih doorprize bagi para peserta.

Acara ini disemarakkan dengan penampilan aktrasi seni budaya oleh anak-anak yang dikembangkan di sekolah itu, seperti gendang beleq, seni tari, marching band, pencak silat dan pembacaan puisi.  (her)