Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 187

Pajak Digital Tembus Rp40 Triliun, Ekonomi Online Menopang APBN 2025

0
Ilustrasi Kantor Pajak(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah mencatat penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp40,02 triliun hingga 31 Juli 2025. Angka ini bersumber dari berbagai instrumen pajak, mulai dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), pajak atas aset kripto, pajak fintech, hingga pajak melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP).

Rinciannya, PPN PMSE menyumbang Rp31,06 triliun, pajak kripto Rp1,55 triliun, pajak fintech Rp3,88 triliun, dan pajak SIPP Rp3,53 triliun.

PPN PMSE Tumbuh Konsisten

Hingga Juli 2025, pemerintah telah menunjuk 223 perusahaan sebagai pemungut PPN PMSE. Tiga di antaranya baru ditunjuk pada Juli, yakni Scalable Hosting Solutions OÜ, Express Technologies Limited, dan Finelo Limited. Pada saat yang sama, pemerintah juga mencabut penunjukan tiga perusahaan, yaitu Evernote GmbH, To The New Singapore Pte. Ltd., dan Epic Games Entertainment International GmbH.

Dari total yang ditunjuk, sebanyak 201 perusahaan telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN dengan total Rp31,06 triliun. Angka itu terus meningkat dari tahun ke tahun, mulai Rp731,4 miliar pada 2020, Rp3,90 triliun (2021), Rp5,51 triliun (2022), Rp6,76 triliun (2023), Rp8,44 triliun (2024), hingga Rp5,72 triliun di 2025.

Pajak Kripto, Fintech, dan SIPP Ikut Berkontribusi

Penerimaan pajak kripto hingga Juli 2025 mencapai Rp1,55 triliun. Sumbernya berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto sebesar Rp730,41 miliar dan PPN Dalam Negeri (DN) Rp819,94 miliar.

Sementara itu, pajak fintech berkontribusi Rp3,88 triliun, terdiri dari PPh 23 atas bunga pinjaman Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) Rp1,09 triliun, PPh 26 atas bunga pinjaman Wajib Pajak Luar Negeri Rp724,25 miliar, serta PPN DN Rp2,06 triliun.

Selain itu, penerimaan dari pajak SIPP tercatat Rp3,53 triliun, yang mayoritas berasal dari PPN sebesar Rp3,29 triliun, serta PPh Rp239,21 miliar.

Dorong Keadilan Pajak Digital

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, mengatakan kontribusi pajak dari sektor ekonomi digital terus menunjukkan tren positif.

“Kontribusi pajak digital tidak hanya memperkuat ruang fiskal, tetapi juga menciptakan level playing field antara pelaku usaha konvensional dan digital. Penerapan pajak digital ini bukanlah pajak baru, melainkan penyesuaian mekanisme pemungutan agar lebih praktis dan efisien bagi pelaku usaha,” tandasnya.(bul)

Pajak Bertutur 2025, KPP Mataram Timur Ajak Siswa SMAN 2 Gerung Jadi Generasi Sadar Pajak

0
Kegiatan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP)(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mataram Timur dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Gerung kembali menggelar kegiatan Pajak Bertutur pada Rabu, 27 Agustus 2025 di SMAN 2 Gerung, Lombok Barat.

Kegiatan Pajak bertutur ini juga diselenggarakan secara serentak di seluruh unit kerja Direktorat Jenderal Pajak diseluruh Indonesia yaitu 34 Kantor Wilayah DJP, 352 Kantor Pelayanan Pajak dan 204 KP2KP. Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”.

Kegiatan Tahunan ini untuk memperkenalkan Perpajakan Indonesia kepada Pelajar sebagai generasi penerus bangsa sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembelajaran kesadaran pajak pada dunia pendidikan.

Sebanyak 70 siswa dan perwakilan guru antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan diaula sekolah setempat.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 2 Gerung, Lalu Sumariani berharap agar Siswa terus semangat untuk belajar, melaksanakan semua kegiatan dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab agar kelak mampu memberikan kontribusi kepada negara.

Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Mataram Timur Dion Drielaksana yang hadir dalam acara itu menyampaikan pentingnya kontribusi generasi muda untuk berperan serta dalam membangun bangsa dan nantinya menjadi Wajib Pajak yang taat pajak.

Dion mengatakan, ini bagian dari tugas KPP untuk terus mengumpulkan uang pajak sebesar Rp2.189 triliyun atau sebesar 73% dari total Pendapatan Negara ditahun 2025. Pajak jangan dianggap sebagai beban, tapi merupakan kontribusi bersama untuk pembangunan nasional, yang hasilnya akan dinikmati untuk masyarakat banyak.

Uang pajak digunakan salah satunya untuk mendukung pembangun infrastruktur, maupun program-program peningkatan kualitas pendidikan, karena pembangunan bidang pendidikan merupakan investasi pemerintah Indonesia untuk menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045, generasi muda saat ini yang diperkirakan akan berada diusia produktif dan mendominasi sekitar 60% dari proyeksi jumlah penduduk nanti yang diperkirakan sebesar 324 juta jiwa ditahun tersebut.

Dion mendorong anak muda untuk berprestasi sesuai bakat masing-masing secara maksimal untuk mewujudkan negara Indonesia yang maju.

Penyuluh Pajak KPP Pratama Mataram Timur Grace dan Selma memaparkan materi Pajak Bertutur berupa peran pajak dalam pembangunan negara dan menjelaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung pembangunan negara yang manfaatnya digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta menjelaskan tentang alokasi APBN untuk Pendidikan sebesar Rp724,3 triliyun atau sebesar 20% dari total belanja negara.

Acara Pajak bertutur juga diisi dengan permainan dan kuis berhadiah yang berlangsung seru, diikuti para siswa dengan penuh semangat.(bul)

KPP Pratama Praya Tanamkan Kesadaran Pajak pada Siswa Lewat Pajak Bertutur 2025

0
Kegiatan pajak bertutur KPP Praya(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Praya bekerja sama dengan SD Unggulan Hamzanwadi, Selong, Lombok Timur, menggelar kegiatan Pajak Bertutur (Patur) 2025 pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Pajak Bertutur merupakan program tahunan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menjadi sarana edukasi perpajakan bagi generasi muda mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju.”

Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala KPP Pratama Praya, Wawan Haryanto, Kepala Sekolah SD Unggulan Hamzanwadi, Risqi Arilia Algae, M.Pd., serta Kepala KP2KP Selong, Yahya Zainul Arif, dan guru pendamping, Septiana Yolanda.

Dalam sambutannya, Wawan Haryanto menekankan pentingnya edukasi pajak sejak dini.

“Ini bagian dari tugas kami untuk secara terus-menerus memberikan pemahaman kepada pelajar terkait perpajakan. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi wajib pajak sekaligus penopang pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Unggulan Hamzanwadi, Risqi Arilia Algae, menyampaikan apresiasi atas pemilihan sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan Patur 2025.

“Ini kebanggaan bagi kami karena dipercaya menjadi lokasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa. Semoga anak-anak bisa lebih sadar pentingnya pajak bagi negara,” ujarnya.

Kegiatan Patur 2025 juga dirangkai dengan program “Pajak Membaca” yang untuk pertama kalinya digelar secara daring bersama Direktur Jenderal Pajak. Selama 15 menit, siswa diajak menumbuhkan budaya membaca sekaligus memahami peran pajak dalam kehidupan sehari-hari.

Selain penyampaian materi, para pelajar juga diajak mengikuti berbagai permainan edukatif bertema perpajakan untuk menambah semangat dan antusiasme. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan interaktif.

Sebagai penutup, KPP Pratama Praya menyerahkan plakat penghargaan kepada SD Unggulan Hamzanwadi sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam menyukseskan Pajak Bertutur 2025.(bul)

NTB Dilirik Perusahaan Energi Korea Selatan untuk Kembangkan Teknologi Listrik

0
Kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Gridwiz(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Gridwiz. Kerja sama ini diarahkan untuk pengembangan energi terbarukan dan inovasi teknologi listrik di NTB.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., didampingi perwakilan Kelompok Kerja (Pokja), menerima kunjungan delegasi Gridwiz. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam bidang energi dan teknologi, khususnya untuk mendukung ekosistem transportasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Aryadi menekankan bahwa setiap bentuk kerja sama harus memiliki landasan hukum yang jelas.

“Proposal, tujuan kerja sama, dan program harus terlebih dahulu disampaikan kepada Gubernur NTB untuk dikaji. Setelah nota kesepahaman (MoU) disepakati, barulah kerja sama dapat dilaksanakan bersama BRIDA,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BRIDA selalu mengutamakan kepentingan daerah.

“Prinsip kami sederhana, jika ini yang terbaik bagi NTB, kami akan mendukung sepenuhnya,” tegasnya.

Ruang lingkup kerja sama yang ditawarkan Gridwiz meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, investasi, pengelolaan aset yang memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah, serta pengadaan barang dan jasa sesuai kebutuhan pembangunan.

Gridwiz sendiri merupakan perusahaan teknologi asal Korea Selatan yang bergerak di bidang manajemen energi terdistribusi (Distributed Energy Resource Management). Perusahaan ini menawarkan solusi optimalisasi energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan baterai, serta layanan jaringan virtual atau Virtual Power Plant (VPP).

Melalui kerja sama ini, BRIDA berharap kehadiran Gridwiz dapat menjadi katalis inovasi energi bersih di NTB sekaligus mendorong kemandirian energi daerah.(bul)

Bank Indonesia Ungkap Peluang NTB dari Kerjasama Penggunaan QRIS antara Indonesia-Jepang

0
Hario Kartiko Pamungkas(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam penggunaan sistem pembayaran berbasis QR code atau QRIS lintas negara resmi dijalin. Kebijakan ini memungkinkan masyarakat kedua negara bertransaksi tanpa harus menukar mata uang terlebih dahulu.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menilai langkah ini akan membuka peluang besar bagi Provinsi NTB, khususnya pada sektor pariwisata, UMKM, dan perdagangan ekspor.

“Integrasi sistem pembayaran Indonesia-Jepang melalui QRIS akan membuat transaksi menjadi lebih efisien, mudah, dan aman. NTB bisa menjadi salah satu daerah yang paling diuntungkan mengingat potensi pariwisata dan produk lokalnya yang besar,” ungkap Hario, Rabu, 27 Agustus 2025.

Dorong Kenyamanan Wisatawan Jepang

Menurut Hario, salah satu dampak langsung kerja sama ini adalah meningkatnya kenyamanan wisatawan Jepang saat berkunjung ke NTB, baik ke Mandalika, Gili Trawangan, maupun destinasi lainnya. Wisatawan cukup menggunakan aplikasi pembayaran Jepang yang sudah terkoneksi QRIS untuk melakukan transaksi non-tunai di Indonesia.

“Ini akan mendorong daya saing pariwisata NTB sekaligus mendukung penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP Mandalika atau kegiatan MICE. Dengan transaksi yang lebih praktis, belanja wisatawan juga berpotensi meningkat,” jelasnya.

Peluang Baru bagi UMKM dan Ekspor

Selain pariwisata, Hario menyebutkan kerja sama ini juga membuka jalan bagi pelaku UMKM NTB. Produk unggulan daerah seperti mutiara, kopi, tenun, rumput laut, hingga olahan pangan halal bisa dipasarkan lebih luas dengan memanfaatkan QRIS lintas negara sebagai alat pembayaran.

“Wisatawan Jepang yang membeli produk NTB saat berkunjung bisa melanjutkan transaksi daring dari negaranya menggunakan QRIS. Ini artinya, produk kita bisa masuk pasar Jepang tanpa harus menghadapi kompleksitas sistem pembayaran internasional yang biasanya cukup rumit,” terang Hario.

Lebih lanjut, digitalisasi pembayaran juga diyakini akan membantu UMKM dalam pencatatan transaksi keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.

Momentum Ekonomi Digital

Hario menegaskan, kerja sama Indonesia–Jepang dalam konektivitas pembayaran ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi digital yang terus didorong Bank Indonesia. Bagi NTB, peluang ini sejalan dengan upaya penguatan ekosistem pariwisata halal, ekspor produk unggulan, sekaligus mendorong UMKM agar naik kelas.

“QRIS lintas negara ini bukan hanya soal transaksi, tetapi juga soal integrasi ekosistem ekonomi daerah ke jaringan internasional. Ini momentum yang harus kita manfaatkan,” pungkasnya.(bul)

AMPHURI Bali Nusra Sambut Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah

0
Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh DPR RI melalui rapat paripurna(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Bali-Nusa Tenggara (Bali Nusra) menyambut gembira disahkannya pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh DPR RI melalui rapat paripurna, Selasa, 26 Agustus 2025.

Ketua AMPHURI Bali Nusra, H. Zamroni, menilai kehadiran kementerian baru ini akan membawa angin segar bagi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia. Menurutnya, setelah lebih dari tujuh dekade pengelolaan haji berada di bawah Kementerian Agama yang memiliki banyak bidang tugas, kini saatnya pelayanan terhadap jamaah haji dan umrah lebih fokus, profesional, dan terukur.

“Ini adalah momentum bersejarah. Kami di daerah, khususnya Bali dan Nusa Tenggara, sangat bersyukur atas langkah DPR dan keberanian Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Ini adalah jawaban dari kerinduan panjang kami,” ujar H. Zamroni, Rabu 27 Agustus 2025 di Mataram.

Perkuat Diplomasi dengan Arab Saudi

Zamroni menegaskan kementerian baru ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi dengan Arab Saudi. Selama ini, kebijakan umrah dan haji seringkali berubah dan berdampak langsung terhadap jamaah Indonesia, mulai dari kuota, biaya, hingga kebijakan umrah mandiri yang cenderung menguntungkan perusahaan swasta di Arab Saudi.

“Dengan adanya kementerian khusus, posisi tawar Indonesia lebih kuat. Pemerintah bisa lebih leluasa memperjuangkan kepentingan jamaah sekaligus melindungi penyelenggara resmi seperti PPIU dan PIHK di tanah air yang sudah berpengalaman puluhan tahun,” ungkapnya.

Dorong Profesionalisme Penyelenggara

Selain memberi manfaat bagi jamaah, Zamroni juga melihat Kementerian Haji dan Umrah akan mendorong peningkatan profesionalisme bagi seluruh penyelenggara perjalanan ibadah. Menurutnya, selama ini masih banyak persoalan yang harus dibenahi, seperti keteraturan administrasi, perlindungan jamaah, serta kepastian standar layanan.

“Bagi kami pelaku usaha resmi, adanya kementerian ini memberikan kepastian hukum dan payung yang jelas. Jamaah juga lebih tenang karena ada lembaga khusus yang mengawasi, memberi solusi, sekaligus memastikan pelayanan tetap sesuai standar,” tegasnya.

Dukungan AMPHURI Pusat

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Amphuri, Firman M Nur, juga menyatakan apresiasinya atas langkah bersejarah ini. Ia menilai Kementerian Haji dan Umrah akan menjadi pengayom, bukan hanya bagi jamaah agar bisa beribadah dengan aman dan nyaman, tetapi juga bagi pelaku usaha yang sah secara hukum.

Firman menambahkan, struktur kementerian baru ini akan memberi ruang fokus untuk membangun ekosistem haji dan umrah yang lebih sehat dan berdaya saing.

Harapan untuk Daerah

Zamroni berharap kehadiran Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya berorientasi di pusat, tetapi juga menyentuh kebutuhan jamaah di daerah, termasuk Bali dan Nusa Tenggara. Menurutnya, daerah kepulauan memiliki tantangan logistik dan biaya tambahan, sehingga diperlukan perhatian khusus.
“Harapan kami, kementerian ini juga memperhatikan aksesibilitas dan pemerataan layanan. Jamaah di daerah harus merasakan manfaat yang sama seperti di kota besar. Jangan sampai terpinggirkan,” pungkasnya.(bul)

Kemensos Non-Aktifkan Kepesertaan BPJS Kesehatan 22.383 Warga Dompu

0
M. Syaukani(ekbisntb.com/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – Kementerian Sosial RI menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan warga Dompu sebanyak 22.383 jiwa. Penonaktifan ini terjadi selama periode Januari 2024–Juli 2025 akibat meninggal dunia, data bermasalah, hingga tidak lagi memenuhi syarat.

“Penonatifan PBI JK dilakukan oleh Kementrian Sosial atas hasil pemadanan dengan Dirjen Dukcapil dan hasil grown chek pendamping PKH,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, M. Syaukani, S.T., saat dihubungi Selasa 26 Agustus 2025 siang.

Proses update atau pembaharuan data Bansos dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), kata Syaukani, menjadi kewenangan pemerintah desa/kelurahan melalui aplikasi SIKS NG. Aplikasi ini dikelola oleh operator di masing-masing desa/kelurahan dengan melampirkan dokumen pendukung sesuai ketentuan. “Update dilakukan setiap bulan pada tanggal 1 hingga 20 untuk penerima PBI JK,” katanya.

Syaukani mengatakan, peran masyarakat dan perangkat desa/kelurahan sangat menentukan bantuan ini tepat sasaran. Terlebih operator bisa setiap saat melakukan pengecekan data penerima bantuan dan mengajukan perubahan, ketika ditemukan warganya tidak memenuhi syarat atau memenuhi syarat untuk diajukan perubahan. “Artinya pemerintah pusat tetap melakukan pembaharuan data per bulan, sehingga PBI JK tepat sasaran,” jelas Syaukani.

Jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Dompu hingga Juli 2025 sebanyak 217.138 jiwa atau 78,15 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Dompu sebanyak 277.837 jiwa berdasarkan data Dukcapil semester II tahun 2024.

PBI JK yang ditanggung pusat untuk Kabupaten Dompu periode Juli 2025 sebanyak 117.510 jiwa. Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU BP) yang didaftarkan Pemda sebanyak 50.098 jiwa. Peserta ini kategori masyarakat tidak mampu membayar premi secara mandiri. Untuk Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 41.894 jiwa. Kelompok ini adalah ASN, TNI, Polri, dan karyawan dengan anggota keluarganya.

Selanjutnnya adalah Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebanyak 2.542 jiwa, dan Bukan Pekerja (BP) sebanyak 5.096 jiwa. Namun jumlah peserta BPJS Kesehatan yang non-aktif mencapai 55.130 jiwa. (ula)

Dinsos Bima Mulai Data Calon Siswa Sekolah Rakyat

0
Sejumlah siswa salah satu SMA di wilayah Kabupaten Bima berjalan di sekitar sekolah mereka(ekbisntb.com/hir)

Bima (ekbisntb.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima mulai mendata calon siswa Sekolah Rakyat. Program ini menargetkan seribu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Tajuddin, mengatakan tim pendamping dari Dinsos sudah bergerak di seluruh kecamatan. “Kita sedang melakukan pendataan itu. Kemarin ketika di Kabupaten Bima dinyatakan ditunda pelaksanaannya (Sekolah Rakyat), kita harus menunggu pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang baru itu jadi,” ujarnya saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Selasa 26 Agustus 2025.

Ia menegaskan Dinsos tidak boleh terlambat menyiapkan data meski pelaksanaan sekolah rakyat belum dimulai. “Dalam perintahnya, ditetapkan (siswa) Sekolah Rakyat ini untuk 1.000 orang. Cuman tahap pertama belum tahu berapanya. Untuk saat ini Dinsos sudah membagi teman-teman pendamping itu untuk melakukan pendataan awal dulu,” tambah Tajuddin.

Skema pendataan dibagi per kecamatan. Setiap kecamatan mendata 20 calon siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 20 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 20 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). “Jadi satu kecamatan ada 60 orang, dan dikali 18 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bima,” jelasnya.

Jumlah itu mencapai lebih dari 1.080 calon siswa. Dari total tersebut, tim Dinsos akan melakukan verifikasi ulang agar sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas sekolah. Namun, kata Tajuddin, data awal tetap menjadi pijakan utama.

“Yang masuk terdatar adalah memprioritaskan siswa berasal dari keluarga yang masuk desil satu sampai desil tiga. Prioritas utamanya kita artinya miskin dan miskin ekstrem,” tegasnya.

Ia mengakui tantangan terbesar muncul di calon siswa jenjang SD. “Hampir 90 persen orang tuanya tidak mengizinkan anaknya dilepas untuk diasramakannya itu,” kata dia.

Konsep Sekolah Rakyat memang berbasis asrama. Anak-anak akan tinggal di lingkungan sekolah dengan fasilitas yang memadai. Karena itu, Dinsos terus melakukan sosialisasi agar orang tua memahami manfaat program ini.

Tajuddin berharap masyarakat mendukung penuh agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jawaban bagi anak-anak miskin untuk melanjutkan pendidikan.

“Kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah sudah siapkan wadah, tinggal kita kawal sama-sama supaya berjalan baik,” tutupnya. (hir)

Tak Mudah, Pemberdayaan Petani Lewat Industri Garam

0
Siti Rosmiati(ekbisntb.com/hir)

Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendorong petani garam masuk ke industri garam beryodium agar produk mereka memiliki nilai tambah. Namun, jalan menuju industri itu tidak mudah karena syarat yang cukup berat, mulai dari sertifikasi hingga fasilitas produksi.

“Kalau kita di Disperindag, fungsinya di pembinaan pascapanen. Kalau untuk kualitas mutu garam petaninya, itu ranah Dinas Perikanan dan Kelautan. Kami di bidang perindustrian lebih ke pascapanennya,” kata Jabatan Fungsional Penyuluh Perindag, Siti Rosmiati kepada Ekbis NTB, Selasa 26 Agustus 2025.

Rosmiati menyebut, industri garam beryodium di Bima sebenarnya sudah ada, meski masih berskala industri rumahan atau home industry. Beberapa di antaranya Bima Karya Sejahtera (BKS) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) milik Pemda Bima, CV Sanolo Jaya Sentosa, dan UD Dangga Sia. Disperindag mendampingi industri ini dalam hal pembinaan hingga sertifikasi.

“Industri garam itu agak ribet persyaratannya. Karena dari Kementerian Perindustrian, mereka wajib Standar Nasional Indonesia (SNI). Kalau garam konsumsi beryodium, tidak bisa dikasih yodium terus dikemas lalu dijual, tidak bisa seperti itu,” jelasnya.

Ada banyak tahapan yang harus ditempuh pelaku industri garam. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat merek dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), hingga sertifikat SNI yang cukup berat karena biayanya besar. Lembaga sertifikasi SNI pun tidak ada di Bima, melainkan ada seperti di Surabaya atau Makassar.

“Untuk sertifikasi SNI itu, salah satu syaratnya rumah produksi harus bangunan terpisah. Harus ada ruang bahan baku, ruang produksi, ruang produk jadi, ada lab-nya, dan jelas kepengurusannya. Setelah sertifikat SNI keluar, baru ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Baru mereka bisa menjual produk kemasan garam beryodium, bukan garam baku,” paparnya.

Sayangnya, meski sudah ada beberapa industri garam beryodium, produk mereka masih kalah saing di pasaran. Sementara, petani garam lebih memilih menjual langsung ke pengepul.

“Kami menawarkan para petani untuk ikut tergabung dalam industri garam ini, dan Disperindag siap membina dan membimbing. Tapi memang kelemahannya adalah regulasi pusat. Untuk sertifikasi SNI ini setiap tahun harus ada survei lapangan. Sementara konsumsi garam per orang hanya 2 sampai 3 kilo dalam setahun. Kecuali produknya mampu menguasai pasar di luar (daerah),” ujarnya.

Selain garam konsumsi, Disperindag juga mendorong pengembangan produk turunan lain, seperti garam spa. Namun produk ini masih dalam tahap lokal, hanya dipasarkan ketika ada pameran atau event tertentu.

“Produksi garam di Bima bisa ratusan bahkan ribuan ton dalam satu musim kemarau. Tapi produk spa ini belum terserap luas, masyarakat pun banyak yang masih belum tahu manfaatnya,” jelas Rosmiati.

Disperindag berharap semakin banyak petani yang mau masuk ke industri agar produk garam Bima tidak lagi dijual murah sebagai garam baku, melainkan bisa dipasarkan sebagai garam beryodium atau produk turunan bernilai tinggi. (hir)

Penataan Objek Wisata Labuhan Haji Lotim Butuh Rp 62 Miliar

0
Pantai Labuhan Haji yang sudah disusun master plan pembangunannya oleh Pemkab Lotim(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Lotim telah menyusun master plan Daya Tarik Wisata khusus Labuhan Haji. Diakumulasi, Lotim butuh anggaran Rp 62 miliar lebih untuk menuntaskan penataan kawasan wisata yang kini dikelola oleh Sunrise Land Lombok (SLL) tersebut.

Menjawab Ekbis NTB, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Lotim, Samsul Hakim, Selasa 26 Agustus 2025 menjelaskan anggaran terbesar akan digunakan untuk membangun jeti atau pemecah gelombang. “Bentuknya seperti jangkar, diikat batu karang,” ungkapnya.

Menurut Samsul, penataan Pantai Labuhan Haji tanpa pembangunan jeti inu percuma. Pasalnya, tingkat abrasi di Pantai Labuhan Haji ini sangat tinggi. “Kalau tanpa jeti ini maka bangunan kita  akan hanyut terkena abrasi,” imbuhnya.

Kabid Destinasi ini menyebut, awalnya luas kawasan wisata Labuhan Haji ini sekitar 6,8 ha. Jumlah itu sesuai dengan luas areal lahan yang telah dibebaskan Pemda Lotim.

Namun, sepanjang tahun  2017-2024 seluas 40 are sudah hilang. “Bayangkan kalau 10 tahun ke depan khawatir hilang semua, sekarang saja sudah terlihat  srmakin ramping setelah kita hitung luasnya sekitar 6,4 ha,” ucapnya.

Dispar Lotim kini sudah mengantongi master plan yang disusun bersama dengan bantuan tim ahli dari Unram yang didanai juga oleh Kementerian Pariwisata RI.

Penataan kawasan wisata Labuhan Haji ini diakui saat ini cukup mendesak. Setelah ini, Dispar siap usulkan penataan dengan mengusulkan Detail Engginering Design (DED). Menyusun DED harus mengacu pada master plan.

 DED yang dibuat akan disesuaikan dengan  plafon anggaran. Dispar tidak akan susun yang tidak sesuai menu. Item apa saja yang akan dibuat itulah yang akan dibuatkan DED. Setelah memiliki master plan, fitegaskan ke depan tidak asal lagi tata objek wisata. DED dibuat setiap mau membangun.

Harapannya ke depan Dispar bisa dapat DAK untuk menata kawasan wisata Labuhan Haji ini. “Kendalanya sekarang ini hanya sertifikat aset, kita harapkan ke depan bagian aset ini segera buat sertifikat aset milik Pemda karena itu dasar untuk bisa dapat DAK,”  ujarnya. (rus)