Beranda blog Halaman 181

Harga Telur Anjlok, Peternak Unggas Tawarkan Lelang Kandang Demi Bayar KUR

0
Harga Telur Anjlok, Peternak Unggas Tawarkan Lelang Kandang Demi Bayar KUR
PEDAGANG TELUR - Pedagang telur di Pasar Dasan Agung, Kota Mataram sedang menunggu pembeli. (Suara NTB/bul)

Mataram (EKBIS NTB) –
Harga telur di tingkat peternak terus merosot sejak usai Idulfitri 2026, membuat banyak peternak merugi, dan melego kandangnya untuk menutup cicilan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Di daerah lain di Indonesia, peternak unggas bahkan melakukan aksi mandi telur di Solo, sebagai protes atas makin merosotnya harga telur.


Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Rakyat (Petarung) NTB, Ervin Tanaka, menyampaikan kondisi usaha peternakan ayam petelur saat ini sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan.
“Kalau bicara telur, perunggasan sekarang benar-benar hancur lebur,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.


Menurutnya, penurunan harga bukan semata-mata dipicu penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena masa libur sekolah. Faktor utama justru berasal dari melimpahnya produksi telur secara nasional akibat euforia pengembangan usaha peternakan ketika program MBG mulai berjalan.


Banyak peternak membangun kandang baru dan menambah populasi ayam pada tahun lalu dengan harapan permintaan telur meningkat karena MBG. Nyatanya, kini, ayam-ayam tersebut memasuki masa puncak produksi secara bersamaan sehingga pasokan telur membanjiri pasar.


“Memang ada pengaruh MBG, tapi bukan 100 persen. Yang paling besar karena overpopulasi. Tahun lalu banyak yang bangun kandang dan isi ayam. Sekarang semuanya panen bersamaan,” jelasnya.
Akibat kelebihan pasokan tersebut, harga telur di tingkat peternak turun hampir 30 persen dibandingkan sebelum Lebaran.

Jika sebelumnya harga berkisar Rp53.000-Rp55.000 per tray, kini di sejumlah daerah hanya berada di kisaran Rp41.000 per tray. Bahkan, di Lombok Timur ditemukan peternak yang terpaksa menjual telur hanya Rp30.000 per tray.


Ironisnya, penurunan harga di tingkat peternak tidak diikuti turunnya harga di pasar yang justru harga telurnya masih tinggi. Ervin menilai, terdapat persoalan pada rantai distribusi yang menyebabkan keuntungan lebih banyak dinikmati para pengepul, sementara peternak terus menanggung kerugian.
“Yang aneh, di peternak harga hancur, tetapi di pasar masih tinggi. Berarti ada rantai pasok yang tidak beres,” katanya.


Hal serupa juga terjadi pada ayam pedaging. Saat harga ayam hidup di kandang hanya sekitar Rp14.000 per kilogram, harga ayam yang dijual kepada konsumen masih berkisar Rp25.000 hingga Rp32.000 per kilogram.
Karena telur merupakan komoditas yang mudah rusak, peternak tidak memiliki pilihan selain tetap menjual hasil produksinya meski dengan harga di bawah harapan.


“Kami tidak bisa menyimpan terlalu lama. Mau tidak mau tetap dijual walaupun rugi,” ujarnya.
Mulai Lelang Kandang untuk Bayar KUR
Tekanan harga yang berlangsung selama berbulan-bulan ini, kata Ervin, mulai berdampak pada kemampuan peternak membayar pinjaman usaha. Ervin mengungkapkan, banyak peternak yang sebelumnya membangun kandang menggunakan fasilitas KUR kini mengalami kredit macet.


“Banyak yang mulai lelang kandang. Ada yang menjual ayam, kandang, bahkan tanahnya untuk bayar KUR. Sekarang banyak yang macet cicilannya dan ada yang sudah terancam disita bank,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar peternak yang mengalami kondisi tersebut merupakan peternak mandiri yang sebelumnya berekspansi saat prospek usaha terlihat menjanjikan.


Karena itu, Petarung NTB mendesak Pemerintah Provinsi NTB segera mengambil langkah konkret untuk melindungi peternak lokal. Salah satunya dengan memperketat pengawasan terhadap masuknya telur dan daging ayam dari luar daerah yang dinilai tidak melalui prosedur perizinan secara lengkap.


Ervin menilai NTB sebenarnya telah mampu memenuhi kebutuhan telur sendiri sehingga pemerintah seharusnya lebih melindungi pasar lokal ketika harga sedang terpuruk.
“Kita sudah swasembada telur. Jangan sampai peternak lokal hancur hanya karena barang dari luar terus masuk tanpa pengawasan,” katanya.


Ia mengaku masih menemukan telur maupun daging ayam dari luar daerah yang diduga masuk tanpa memenuhi seluruh persyaratan administrasi, seperti Nomor Kontrol Veteriner (NKV) maupun rekomendasi dari pemerintah kabupaten dan provinsi. (bul)

Akselerasi Ekonomi Syariah di Kawasan Timur Indonesia, BI NTB Siap Gelar FESyar KTI 2026 di Lombok

0
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Andhi Wahyu Riyadno, dalam konferensi pers FESyar KTI 2026 di Mataram, Rabu (8/7/2026)

Mataram (Ekbis NTB) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026. Ajang tahunan berskala regional ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 hingga 12 Juli 2026, dengan pusat kegiatan ditempatkan di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram.

Mengusung tema utama “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar KTI 2026 diarsiteki sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah timur Nusantara. Perhelatan ini juga diproyeksikan sebagai pilar penting bagi kemunculan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, inovatif, sekaligus berkelanjutan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Andhi Wahyu Riyadno, dalam konferensi pers di Mataram, Rabu (8/7/2026), menegaskan bahwa FESyar KTI 2026 adalah wadah kolaborasi lintas sektor yang sangat krusial. Sinergi ini secara aktif melibatkan pemerintah daerah, regulator perbankan, lembaga jasa keuangan syariah, lembaga ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), asosiasi usaha, akademisi, pesantren, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.

Filosofi Kearifan Lokal dan Struktur Rangkaian Acara

Ada hal menarik pada representasi visual FESyar KTI edisi kali ini. Andhi memaparkan bahwa Bank Indonesia secara khusus mengangkat khazanah kearifan lokal berupa Tenun Renda Bima dengan Motif Bunga Kakando. Motif ini dipilih bukan sekadar sebagai hiasan visual, melainkan membawa pesan filosofis yang mendalam tentang keharmonisan alam, tatanan kehidupan sosial, serta nilai-nilai luhur Islam. Secara spesifik, Motif Bunga Kakando melambangkan kesabaran dan keuletan dalam menghadapi tantangan, laksana tunas rebung yang mampu tumbuh kokoh di tengah rimbunnya rumpun bambu.

Penyelenggaraan festival ini dirancang secara komprehensif guna menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Untuk mengakomodasi padatnya agenda, rangkaian kegiatan tidak hanya berpusat di Lombok Epicentrum Mall, melainkan juga tersebar di beberapa titik strategis lainnya di Kota Mataram, termasuk Islamic Center NTB, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Hotel Lombok Raya, serta Gedung Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB.

Secara struktural, FESyar KTI 2026 merupakan bagian dari rangkaian regional Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, yang puncak acaranya akan diselenggarakan di Jakarta pada Oktober 2026 mendatang. Wilayah KTI sendiri didapuk menjadi klaster regional kedua setelah suksesnya pelaksanaan FESyar Sumatera pada Mei lalu, dan sebelum berlanjut ke regional Jawa pada awal September nanti.

Empat Program Unggulan Dorong Industri Halal KTI

Dalam upaya konkret mendorong penguatan ekonomi umat di Kawasan Timur Indonesia, Bank Indonesia mengimplementasikan empat program kerja unggulan di wilayah KTI, yaitu:

  1. AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan): Program yang berfokus penuh pada penguatan kapasitas kelembagaan, serta mendorong kemandirian unit ekonomi dan bisnis di lingkungan pondok pesantren secara berkelanjutan.
  2. AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal): Sebuah langkah integratif untuk mempercepat pengembangan industri halal nasional melalui perluasan cakupan sertifikasi halal dan penguatan rantai pasok ekosistem produk halal.
  3. BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor): Program pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing global komoditas-komoditas halal lokal agar mampu menembus dan bersaing di dalam rantai pasok ekspor internasional.
  4. MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf): Upaya optimalisasi dan tata kelola pemanfaatan wakaf produktif agar dapat difungsikan secara maksimal sebagai instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.

Partisipasi Massal dan Geliat Syiar Religi

Acara pembukaan atau opening ceremony dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal. Skala masif festival ini dibuktikan dengan keterlibatan delegasi dari 22 provinsi di wilayah KTI yang dikoordinasikan melalui 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia, mencakup wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.

Seluruh delegasi tersebut akan berpartisipasi aktif dalam tiga pilar utama kegiatan, yakni Sharia Fair, Sharia Forum, dan Sharia Education. Selama tiga hari berturut-turut, area festival akan diramaikan dengan berbagai program edukatif dan interaktif, mulai dari seminar ekonomi, pameran UMKM produk halal (Halal Mart), agenda business matching, sertifikasi dan pelatihan nazhir, program Wakafein, kompetisi busana muslim (modest fashion show), bazar kuliner halal, hingga kegiatan jalan sehat bertajuk ZAWA (Zakat & Wakaf) Walk.

Tidak hanya menyasar para pelaku usaha dan akademisi, FESyar KTI 2026 juga dikemas menarik bagi masyarakat umum melalui sentuhan syiar Islam, seni, dan hiburan religi. Pada malam hari pertama, Jumat, 10 Juli 2026, panggung utama di Lombok Epicentrum Mall akan dihangatkan oleh penampilan komika nasional, Mukmin (Pemenang SUCI 12). Memasuki hari kedua, Sabtu malam, 11 Juli 2026, masyarakat diajak menghadiri Tabligh Akbar bersama Ustadz Hanan Attaki yang bertempat di Islamic Center NTB. Rangkaian hiburan islami ini kemudian akan ditutup dengan acara Syiar & Syair bersama musisi religi legendaris, Haddad Alwi, pada Minggu malam, 12 Juli 2026.

Melalui publikasi yang masif dan keterlibatan aktif awak media, Bank Indonesia berharap FESyar KTI 2026 ini mampu meluaskan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat. Penguatan ini diharapkan menjadi modal besar bagi NTB—yang baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan syariah dalam lima kategori berbeda dari Anugerah Adinata Syariah—untuk terus konsisten membangun kiblat ekonomi syariah yang tangguh di Indonesia Timur. (r/fan)

Bolehkah Iuran Wajib Partai Mengurangi PPh Pasal 21 Anggota DPRD?

0

Oleh : Hardono, S.E., M.E. adalah Alumni Pasca Sarjana UIN Mataram

Iuran/Sumbangan Wajib Partai oleh Anggota dan Pimpinan DPRD, apakah dapat digunakan sebagai pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 di Bukti Potong A1 pada masa pajak Desember di akhir tahun pajak ?.

Pertanyaan :

Suatu ketika Sekretariat Pimpinan DPRD bertanya kepada saya  tentang, apakah Iuran/ sumbangan Wajib partai politik oleh anggota dan pimpinan DPRD dapat digunakan sebagai pengurang dalam penghitungan PPh Pasal 21 di Bukti Potong A1 pada masa pajak Desember di akhir tahun pajak?

Jawab :

  1. Untuk menjawab hal tersebut kami menyampaikan dasar hukum penghitungan PPh Pasal 21 sebagai berikut :
  2. Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana diubah terakhir Undang-undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Pasal 21 menjelaskan bahwa :
  3. Pasal 21 Ayat 1 : Pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri wajib dilakukan oleh pemberi kerja, bendahara pemerintah, dana pensiun, badan dan penyelenggara kegiatan;
  4. Pasal 21 Ayat 1 angka a : Pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai;
  5. Pasal 21 Ayat 1 angka b : bendahara pemerintah yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan;
  6. Pasal 21 Ayat 3 : Penghasilan pegawai tetap atau pensiunan yang dipotong pajak untuk setiap bulan adalah jumlah penghasilan bruto setelah dikurangi dengan biaya jabatan atau biaya pensiun yang besarnya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan, iuran pensiun, dan Penghasilan Tidak Kena Pajak.
  7. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaaan, Jasa atau Kegiatan Orang Pribadi menjelaskan bahwa :
  8. Pasal 1 angka 2 : Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, uang pensiun, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 Undang-Undang Pajak Penghasilan;
  9. Pasal 1 angka 4 : Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan yang selanjutnya disebut Pemotong Pajak adalah wajib pajak orang pribadi, instansi pemerintah, atau wajib pajak badan, termasuk bentuk usaha tetap, yang mempunyai kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan orang pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 26 Undang-Undang Pajak Penghasilan;
  10. Pasal 1 Angka 6 : Instansi Pemerintah adalah instansi pemerintah pusat, instansi pemerintah daerah, termasuk instansi pemerintah desa, yang melaksanakan kegiatan pemerintahan serta memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran;
  11. Pasal 1 Angka 10 : Pegawai Tetap adalah pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas, serta Pegawai yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu sepanjang Pegawai yang bersangkutan bekerja penuh dalam pekerjaan tersebut.
  12. Pasal 1 Angka 16 : Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah batasan penghasilan wajib pajak orang pribadi yang tidak dikenai pajak
  13. Pasal 2 ayat 1 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan wajib dilakukan oleh Pemotong Pajak
  14. Pasal 2 ayat 2 huruf b : Pemotong Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas : Instansi Pemerintah, termasuk lembaga pemerintah nonkementerian, kesekretariatan lembaga negara, kesekretariatan lembaga nonstruktural, dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, yang membayarkan gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan
  15. Pasal 3 ayat 1 huruf a, d, e : Penerima penghasilan yang dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan merupakan wajib pajak orang pribadi, meliputi : Pegawai Tetap, Pegawai Tidak Tetap, Bukan Pegawai
  16. Pasal 5 ayat 1 huruf a : Penghasilan yang dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan, terdiri atas : penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai Tetap, baik yang bersifat teratur maupun tidak teratur;
  17. Pasal 8 ayat 1 a dan b : Dasar pengenaan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk Pegawai Tetap dan Pensiunan, yaitu penghasilan bruto dalam 1 (satu) Masa Pajak atau penghasilan kena pajak;
  18. Pasal 8 ayat 2 huruf a: Penghasilan bruto sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebagai berikut: bagi Pegawai Tetap meliputi seluruh penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a yang diterima atau diperoleh dari pemberi kerja; 
  19. Pasal 8 ayat 3 : Penghasilan kena pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar penghasilan neto dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak
  20. Pasal 8 ayat 5 : Penghasilan neto sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan seluruh jumlah penghasilan bruto sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam 1 (satu) Tahun Pajak atau bagian Tahun Pajak dikurangi dengan pengurangan yang diperbolehkan.
  21. Pasal 10 ayat 1 : Pengurangan yang diperbolehkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (5) bagi Pegawai Tetap, yaitu :
  22. biaya jabatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Pajak Penghasilan;
  23. iuran terkait program pensiun dan hari tua, yang terkait dengan gaji, yang dibayar oleh Pegawai melalui pemberi kerja kepada : dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri atau telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan, badan penyelenggara Jaminan sosial ketenagakerjaan; dan badan penyelenggara tunjangan hari tua yang pendiriannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  24. zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang dibayarkan melalui pemberi kerja kepada badan amil zakat, lembaga amil zakat, dan lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah

Kesimpulan :

Memperhatikan penjelasan keterangan diatas, maka atas Iuran/ sumbangan Wajib partai politik oleh anggota dan pimpinan DPRD tidak boleh dikurangkan pada penghasilan bruto/netto pegawai tetap  dalam perhitungan PPh di Bukti Potong A1 dengan alasan :

  1. Pengurang Penghasilan Bruto yang diperbolehkan hanya biaya jabatan, iuran terkait program pensiun dan hari tua, yang terkait dengan gaji, yang dibayar oleh Pegawai melalui pemberi kerja dan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia.
    1. Pengurang Penghasilan neto yang diperbolehkan adalah Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Pergerakan Pesawat di Bandara Lombok Tumbuh jadi 15.243 Kali

0
Pergerakan Pesawat di Bandara Lombok Tumbuh jadi 15.243 Kali
Pergerakan Pesawat di Bandara Lombok Tumbuh jadi 15.243 Kali


Praya (EKBIS NTB)– PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) (InJourney Airports) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat kinerja positif pada trafik angkutan udara selama semester I tahun 2026.
Seluruh indikator utama, yakni jumlah penumpang, pergerakan pesawat udara, dan volume kargo, mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


Sepanjang semester I 2026, BIZAM melayani hampir 1,3 juta penumpang, meningkat 16,6% dibandingkan periode Januari–Juni 2025 yang mencapai 1.1 juta penumpang. Rata-rata jumlah penumpang yang dilayani mencapai 216.447 penumpang per bulan selama semester I 2026.


Sementara itu, pergerakan pesawat udara tercatat sebanyak 15.243 pergerakan, atau tumbuh 30,7% dibandingkan semester I 2025 yang mencapai 11.664 pergerakan. Rata-rata pergerakan pesawat udara mencapai 2.541 pergerakan per bulan.
Adapun volume kargo juga mengalami peningkatan sebesar 27,5%, dari 5.133 ton pada Januari–Juni 2025 menjadi 6.546 ton pada periode yang sama di tahun ini. Rata-rata volume kargo yang dilayani mencapai sekitar 1.091 ton per bulan.


General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan bahwa pertumbuhan trafik ini mencerminkan semakin tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya aktivitas pariwisata dan perekonomian di Nusa Tenggara Barat.


Selain tingginya mobilitas masyarakat, hal ini juga didukung dengan masa libur Idulfitri 1447 H, layanan penerbangan haji, penambahan frekuensi penerbangan tujuan Lombok-Singapura (PP) yang dilayani oleh maskapai Scoot, penambahan rute Jakarta-Lombok (PP) yang dilayani oleh maskapai TransNusa, dan masa libur anak sekolah.


BIZAM optimistis tren pertumbuhan trafik akan terus berlanjut seiring meningkatnya konektivitas penerbangan dari dan menuju Pulau Lombok. Hingga semester I 2026, terdapat 8 maskapai yang melayani penerbangan domestik, yaitu Citilink, Garuda Indonesia, Pelita Air, Lion Air, TransNusa, Batik Air, Super Air Jet, dan Wings Air. Selain itu, terdapat 4 maskapai yang melayani penerbangan internasional, yaitu Scoot, AirAsia, Lion Air, dan Batik Air Malaysia.


Maskapai-maskapai tersebut melayani 12 rute domestik, yakni Jakarta (CGK), Yogyakarta (YIA), Surabaya (SUB), Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Bima (BMU), Labuan Bajo (LBJ), Sumbawa Besar (SWQ), Balikpapan (BPN), Tambolaka (TMC), Waingapu (WGP), dan Banyuwangi (BWX) serta 2 rute internasional yaitu Kuala Lumpur (KUL) dan Singapura (SIN).(bul)

Astra Motor NTB Gelar ‘Honda PCX Bikers Playland’, Hadirkan Konsep Family Camping di Gunung Jae

0

Lombok (Ekbis NTB) – Astra Motor NTB selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar kegiatan komunitas yang unik. Mengusung tajuk Honda PCX Bikers Playland, acara ini dikemas dengan konsep family camping di kawasan wisata alam Gunung Jae, Lombok Tengah.

Berbeda dengan kopi darat (kopdar) pada umumnya, agenda kali ini sengaja melibatkan pasangan dan anak-anak para anggota komunitas. Honda ingin menunjukkan bahwa PCX bukan sekadar kendaraan mobilitas harian, melainkan juga bagian dari momen hangat keluarga.

Rangkaian acara dimulai dengan touring bersama dari Kota Mataram menuju Gunung Jae. Sepanjang perjalanan, seluruh peserta wajib menerapkan kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman dengan menggunakan perlengkapan standar dan mematuhi rambu lalu lintas.

Sesampainya di lokasi, para peserta disuguhkan berbagai aktivitas luar ruang (outdoor). Mulai dari family games, api unggun, hiburan malam, hingga permainan edukatif yang dirancang khusus untuk melatih kemandirian dan keberanian anak-anak di alam terbuka.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa Honda PCX Bikers Playland merupakan bentuk apresiasi sekaligus ruang bagi komunitas untuk membangun kebersamaan yang berkualitas.

“Kami percaya bahwa sepeda motor dapat menjadi bagian dari perjalanan yang menghadirkan pengalaman berharga, sekaligus memperkuat hubungan antaranggota komunitas dan keluarga mereka,” ujar Felix.

Melalui kegiatan ini, Astra Motor NTB berharap komunitas Honda tidak hanya menjadi wadah bagi pencinta otomotif, tetapi juga bertransformasi menjadi komunitas yang aktif menyebarkan nilai kekeluargaan serta kepedulian terhadap keselamatan berkendara.

Ke depan, dengan semangat Satu Hati, Astra Motor NTB berkomitmen untuk terus menghadirkan aktivitas komunitas yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.(r/fan)

Honda Vario Street Nation 2026: Hidupkan Semangat Urban dan Solidaritas Riders di Mataram

0

Mataram (Ekbis NTB) – Menggandeng generasi muda dan pencinta otomotif, Astra Motor NTB selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Nusa Tenggara Barat sukses menggelar Honda Vario Street Nation 2026. Acara yang berlokasi di Taman Hiburan Loang Baloq, Kota Mataram, baru-baru ini sukses menjadi wadah ekspresi kreativitas, hobi, sekaligus gaya hidup positif bagi para riders.

Dikemas dengan konsep street lifestyle yang kental, event ini menyuguhkan beragam agenda seru. Mulai dari city rolling, pameran modifikasi Honda Vario, community gathering, kompetisi konten media sosial, hiburan musik, interactive games, hingga edukasi keselamatan berkendara lewat kampanye #Cari_Aman.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan bentuk apresiasi nyata bagi konsumen setia Honda Vario, sekaligus jembatan untuk mempererat solidaritas antara pabrikan, komunitas, dan masyarakat luas.

“Honda Vario bukan sekadar skutik pilihan untuk mobilitas, tapi sudah menjadi representasi karakter penggunanya yang aktif, modern, dan penuh gaya,” ujar Felix. “Lewat Honda Vario Street Nation, kami ingin menyajikan pengalaman berbeda dengan meleburkan unsur otomotif, hiburan, komunitas, dan edukasi keselamatan berkendara dalam satu ruang.”

Edukasi Berbalut Aksi Jalanan

Salah satu sorotan utama acara adalah sesi city rolling. Diikuti oleh puluhan anggota komunitas dan pengguna Honda Vario, rombongan ini memadati sejumlah ruas jalan protokol di Kota Mataram dengan tertib. Sepanjang rute, para peserta tidak hanya pamer pesona motor mereka, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan dengan menerapkan budaya tertib lalu lintas sesuai semangat #Cari_Aman.

Tak hanya bagi internal komunitas, atmosfer keseruan juga menular ke masyarakat umum yang memadati Taman Hiburan Loang Baloq. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis dan klop dengan karakter Honda Vario yang lekat dengan gaya hidup urban anak muda. Pengunjung pun tampak antusias mengeksplorasi area display produk hingga ikutan berburu hadiah di berbagai kompetisi interaktif.

Melalui Honda Vario Street Nation, Astra Motor NTB berharap dapat terus memelihara hubungan hangat dengan konsumen. Lebih dari itu, pabrikan berlogo sayap mengepak ini berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya komunitas otomotif yang kreatif, bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya. (r/fan)

Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Mataram, Sekda NTB Ajak Pemuda Terjun Langsung dalam Aksi Nyata

0

Mataram (Ekbis NTB) – Semangat menghadirkan perubahan melalui aksi nyata menjadi pesan utama dalam Roadshow Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 bertema “Terhubung dalam Aksi”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk ini sukses digelar di Grand Imperial Ballroom Mataram, Selasa (7/7/2026).

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, akademisi, jurnalis, komunitas, hingga pegiat sosial se-NTB. Selain berbagi inspirasi, agenda ini bertujuan untuk memperluas jejaring kolaborasi. Antusiasme yang tinggi tidak hanya terlihat di lokasi, tetapi juga dari masyarakat seluruh Indonesia yang menyaksikan siaran langsung melalui kanal SATU Indonesia dan Young On Top.

Pemprov NTB: “Indonesia Berubah karena Mereka yang Mau Turun Tangan”

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, yang hadir mewakili Gubernur NTB. Dalam arahannya, Abul Chair menekankan bahwa perubahan tidak lahir hanya dari diskusi dan gagasan, melainkan dari keberanian untuk terjun langsung menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menilai tema “Terhubung dalam Aksi” sangat relevan dengan kehidupan generasi muda di era digital, di mana kemudahan terhubung lewat teknologi baru bermakna jika diwujudkan dalam tindakan nyata bagi lingkungan sekitar.

“Indonesia tidak berubah hanya karena dipenuhi orang-orang yang pandai berbicara. Indonesia berubah oleh mereka yang mau turun tangan, melihat persoalan, lalu menjadi bagian dari solusi. Itulah semangat Terhubung dalam Aksi,” tegas Abul Khair.

Sekda meyakini NTB memiliki modal sosial besar untuk melahirkan lebih banyak agen perubahan. Mulai dari guru yang mengajar dengan sepenuh hati, penggerak UMKM, relawan lingkungan yang menjaga hutan, hingga masyarakat yang tanpa pamrih membantu sesama.

“Mungkin mereka tidak viral dan tidak memiliki jutaan pengikut. Namun merekalah yang sesungguhnya sedang membangun Indonesia,” ingatnya, merujuk pada pahlawan lokal (local heroes) yang sering bekerja dalam diam.

Pemprov NTB turut mengapresiasi konsistensi Astra yang selama 17 tahun menghadirkan SATU Indonesia Awards sebagai wadah apresiasi bagi inovasi pemuda. Hal ini dinilai sejalan dengan visi “NTB Makmur Mendunia” yang menempatkan kolaborasi lintas sektor—pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, komunitas, dan generasi muda—sebagai fondasi pembangunan.

Di penutup arahannya, Abul Chair mengajak generasi muda menjadikan semangat ini sebagai gerakan bersama.

“Jangan menunggu kaya, jangan menunggu menjadi pejabat atau terkenal untuk memberi manfaat. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Marilah kita buktikan bahwa Nusa Tenggara Barat bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga subur melahirkan orang-orang yang menginspirasi negeri,” pungkasnya seraya menutup dengan sebuah pantun.

Mencari Mutiara Bangsa di Tanah Lombok

Ketua Koordinator Grup Astra Wilayah Lombok, Ivan Pratama, menjelaskan bahwa 17th SATU Indonesia Awards merupakan bentuk apresiasi Astra kepada generasi muda, mahasiswa, penggerak desa, hingga Desa Sejahtera Astra yang berkontribusi nyata di lima bidang utama: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2010, program ini telah mengapresiasi 792 anak muda Indonesia, dengan total pendaftar yang terus bertumbuh hingga mencapai 17.708 peserta pada tahun 2025.

“Pertumbuhan jumlah peserta menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda Indonesia yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kami percaya masih banyak mutiara bangsa yang lahir dari Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak anak muda yang berani menunjukkan karya terbaiknya,” kata Ivan.

Pada kesempatan itu, Ivan juga memperkenalkan delapan lini bisnis Grup Astra yang aktif beroperasi sekaligus menjalankan program kontribusi sosial di wilayah Lombok, yaitu Astra Motor, Serasi Autoraya (TRAC), FIF Group, Astra Credit Companies (ACC), United Tractors, Toyota Astra Financial Services (TAF), Astragraphia, dan Asuransi Astra.

Salah satu wujud nyata pemberdayaan tersebut adalah Ecobiz Desa Sejahtera Astra (DSA) Sasak Ende di Lombok Tengah, yang sukses mendorong ekonomi berbasis potensi lokal serta pelestarian budaya. Secara nasional, program DSA Astra kini telah berkembang di lebih dari 1.500 desa yang tersebar di 35 provinsi.

Sesi Bincang Tokoh dan Inspirasi Digital Desa Wisata

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi bincang inspiratif bersama empat Dewan Juri SATU Indonesia Awards 2026, yakni Direktur Utama Tempo Arif Zulkifli, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni, pegiat seni sekaligus Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo Dian Sastrowardoyo, serta Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo. Keempat tokoh nasional tersebut berbagi pengalaman mendalam mengenai kepemimpinan, inovasi, kepedulian sosial, dan pentingnya kolaborasi strategis.

Tidak hanya dari tokoh nasional, para peserta juga mendapatkan suntikan motivasi langsung dari pemuda lokal asal NTB, Reza Permadi. Penerima SATU Indonesia Awards 2023 sekaligus Fasilitator Ecobiz DSA Sasak Ende tersebut membagikan kisah suksesnya dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan desa wisata berbasis digital.

Rangkaian acara roadshow ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Windy Riswantyo kepada Sekda NTB Abul Khair, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta perekaman video kreatif. Seluruh peserta yang hadir kompak mengepalkan tangan dan menggaungkan semangat bersama melalui seruan: “Salam SATU Indonesia!” (fan)

Hotel di Kawasan Mandalika Sudah Penuh Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

0

Lombok Tengah (ekbisntb.com)- Menjelang penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli 2026, tingkat keterisian (okupansi) hotel di kawasan Mandalika sudah penuh.

Sejumlah hotel seperti Raja Kuta Hotel Mandalika, Montana Oceanside Mandalika, dan JM Hotel bahkan telah mencapai 100% okupansi, sementara tingkat hunian Pullman Lombok Merujani Hotel dan Novotel Lombok Resort & Villas telah berada di atas 90%.

Tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif terhadap geliat sport tourism sekaligus memperkuat kesiapan kawasan dalam menyambut 9.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Sebagai pengembang dan pengelola kawasan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan seluruh aspek operasional telah memasuki tahap final checking guna menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, dan siap mendukung kelancaran salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia.

Berbagai persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi infrastruktur kawasan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penguatan aspek keamanan. Salah satu fokus utama tahun ini adalah rehabilitasi dan optimalisasi sistem penerangan, termasuk lampu tenaga surya (solar cell) di sejumlah titik kawasan agar kembali berfungsi maksimal. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan sehingga mendukung keamanan dan kenyamanan peserta, khususnya selama persiapan maupun pelaksanaan lomba.

Selain itu, ITDC juga mengintensifkan pembersihan kawasan, penataan lanskap, pemeliharaan fasilitas umum, pengecekan utilitas, serta koordinasi teknis bersama panitia penyelenggara dan seluruh stakeholder guna memastikan seluruh fasilitas siap digunakan selama event berlangsung.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyebut tingginya tingkat hunian hotel menjelang penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 memastikan seluruh kesiapan kawasan dilakukan secara optimal agar seluruh peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman, nyaman, dan berkesan.

“Pocari Sweat Run Lombok tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas pariwisata di kawasan.

Sementara itu, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati menyampaikan penyelenggaraan di tahun kedua POCARI SWEAT Run Lombok ini fokus kepada para pelari untuk memberikan pengalaman berlari yang lebih baik.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman lari yang unik saat matahari terbit dan terbenam, menggabungkan tantangan trek sirkuit bertaraf internasional dengan panorama pesisir yang menjadi daya tarik utama, kualitas lintasan, hingga dukungan infrastruktur dan pengelolaan kawasan yang terus berkembang.” ujarnya.

Perubahan strategis juga dilakukan dengan menggeser waktu pelaksanaan POCARI SWEAT Run Lombok ke bulan Juli agar para peserta dapat menikmati cuaca Lombok yang lebih bersahabat dan nyaman sepanjang race.

Dengan berbagai persiapan yang telah memasuki tahap final, ITDC memastikan seluruh elemen di The Mandalika siap mendukung kelancaran penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026.(bul)

Pembangunan 14 Kopdes Merah Putih Telah RampungBima

0
Pembangunan 14 Kopdes Merah Putih Telah RampungBima
Pembangunan 14 Kopdes Merah Putih Telah RampungBima


Bima (EKBIS NTB) –
Sejumlah 14 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bima telah rampung dibangun. Sementara itu, 70 koperasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian dengan progres pembangunan telah melampaui 50 persen.


Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Muhammad Tohir, S. E., mengatakan, pembangunan 14 gedung KDKMP telah mencapai 100 persen.

Pihaknya menargetkan pembangunan 84 KDKMP di tahun 2026.”Sisa 70 yang progresnya sebagian besar di atas 50 persen,” sebutnya.


Selain pembangunan gedung kata Tohir, PT Agrinas Pangan juga mulai menyalurkan sarana operasional bagi koperasi yang telah selesai dibangun.

Dari 14 koperasi tersebut, sebanyak 10 unit mendapatkan bantuan kendaraan truk, sedangkan empat koperasi lainnya memperoleh kendaraan roda tiga.”Sebanyak 14 Kopdes yang sudah 100 persen, oleh PT Agrinas Pangan sudah di drop truk untuk 10 Kopdes, dan empat Kopdes tiga roda,” ungkapnya.


Namun, hingga saat ini baru dua koperasi yang telah menerima kendaraan operasional tersebut, yakni KDMP Desa Dena, Kecamatan Madapangga dan KDMP Desa Pesa, Kecamatan Wawo.Tohir menambahkan, penyerahan kunci kendaraan kepada dua koperasi tersebut, dilakukan secara simbolis pada peringatan Hari Jadi Bima (HJB) ke-386. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Bima bersama Komandan Kodim 1608/Bima.


“Kemarin saat HJB secara resmi diserahkan kunci oleh bupati dan Dandim 1608, diwakili oleh Kopdes Dena dan Pesa,” katanya.


Terkait pembiayaan, Tohir menjelaskan pembangunan gedung beserta kelengkapan KDKMP sepenuhnya didukung oleh PT Agrinas Pangan. Sementara untuk operasional koperasi nantinya akan bersumber dari modal para anggota.


Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman lunak dari bank pemerintah.”Untuk operasional pembiayaan bersumber dari modal anggota kopdes, dan juga akan ada pinjaman lunak oleh bank-bank pemerintah dengan jaminan dana desa,” pungkasnya. (hir)
(Suara NTB/hir)

RAMPUNG – Salah satu bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Teke, Kecamatan Palibelo, yang telah rampung dibangun.

Harga Melonjak Produksi Kopi Tambora Menurun

0
Harga MelonjakProduksi Kopi Tambora Menurun
Harga MelonjakProduksi Kopi Tambora Menurun

Dompu (EKBIS NTB)– Harga Kopi Tambora pada musim panen tahun 2026, menunjukkan tren yang menggembirakan bagi para petani. Sejak panen dimulai pada Juni lalu, harga biji kopi di tingkat petani terus mengalami kenaikan dan kini mencapai Rp53 ribu per kilogram.

Masa panen Kopi Tambora diperkirakan berlangsung hingga November atau Desember mendatang. Selama periode tersebut, harga diprediksi masih berpeluang meningkat seiring tingginya permintaan pasar.Kabupaten Dompu memiliki areal perkebunan kopi Tambora seluas sekitar 533,91 hektare yang tersebar di kawasan lereng Gunung Tambora, terutama di Kecamatan Pekat.

Selama ini, Kopi Tambora lebih dikenal sebagai kopi jenis robusta. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian petani mulai mengembangkan kopi arabika sebagai upaya diversifikasi komoditas dan memenuhi permintaan pasar.Pasar Kopi Tambora tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal di Kabupaten Dompu.

Biji kopi asal lereng Tambora juga dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga diekspor ke sejumlah negara di Eropa. Meski demikian, hingga kini belum terdapat pengepul atau offtaker berskala besar yang secara khusus menampung produksi kopi Tambora dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar petani masih menjual hasil panennya kepada pedagang pengumpul secara bertahap sebelum diteruskan ke pasar yang lebih luas.Petani kopi Tambora asal Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, Bambang, mengungkapkan bahwa harga kopi pada awal musim panen tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau biasanya awal musim panen harga kopi sekitar Rp40 ribu per kilogram, pada Juni 2026 lalu sudah mencapai Rp50 ribu per kilogram. Sekarang sudah naik lagi menjadi Rp53 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin (6/7) malam.Meski harga memberikan harapan bagi petani, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan hasil panen.

Produksi Kopi Tambora tahun ini, justru mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan musim panen tahun lalu.Menurut Bambang, penurunan produksi dipengaruhi oleh curah hujan yang berlangsung cukup lama pada musim sebelumnya, sehingga berdampak terhadap pembentukan dan kualitas buah kopi.”Produksi turun sekitar 20 persen.

Ini biasa terjadi akibat hujan berkepanjangan yang memengaruhi buah kopi,” jelasnya.Kendati hasil panen berkurang, tingginya harga jual dinilai mampu menjaga pendapatan petani. Para petani berharap kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya lebih bersahabat sehingga produktivitas kebun kembali meningkat.

Di sisi lain, kehadiran investor atau pengepul resmi dengan kapasitas penampungan yang besar dinilai akan memperkuat rantai pemasaran, memberikan kepastian pasar, serta meningkatkan nilai tambah bagi kopi Tambora yang kini semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional. (ula)

(EKBIS NTB/ula)PETANI KOPI – Bambang, petani Kopi Tambora asal Desa Kadindi, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu menunjukan tanaman kopi miliknya.