Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 151

Disnakertrans NTB Pantau Perusahaan yang Berpotensi Lakukan PHK

0
H. Muslim, ST.,M.Si

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tengah memantau potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan besar, menyusul kabar efisiensi dan pengurangan karyawan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan makanan siap saji seperti Starbucks dan brand lainnya di secara nasional.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disnakertrans NTB, H. Muslim, ST., M.Si, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari manajemen perusahaan di wilayah NTB terkait adanya rencana atau pelaksanaan PHK.


“Sejauh ini kami belum mendapatkan informasi atau surat resmi dari pihak perusahaan. Biasanya, perusahaan akan menyampaikan laporan ke pemerintah daerah jika ada rencana restrukturisasi atau pengurangan tenaga kerja,” ujar Muslim di Mataram, Senin, 6 Oktober 2025.


Menurutnya, pemerintah daerah memiliki mekanisme untuk memantau dan menindaklanjuti jika terjadi PHK di wilayah NTB. Langkah utama yang dilakukan adalah memastikan hak-hak pekerja dipenuhi oleh perusahaan, termasuk pesangon dan kompensasi lain yang menjadi kewajiban sesuai aturan ketenagakerjaan.


“Kalau sampai ada PHK, kami akan turun melakukan mediasi antara pekerja dan pihak perusahaan. Biasanya, kami bantu menyelesaikan jika ada karyawan yang belum menerima hak pesangon atau hak lainnya,” jelasnya.


Terkait langkah antisipasi agar perusahaan tidak melakukan PHK, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB ini menyebutkan bahwa Pemprov NTB tetap melakukan mitigasi dini dengan memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama pihak perusahaan. Langkah ini untuk mencegah terjadinya gesekan sosial akibat pemutusan hubungan kerja secara tiba-tiba tanpa pelaporan resmi.


“Kami membangun pola komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di NTB. Jika memang harus ada pengurangan tenaga kerja, kami harapkan ada laporan resmi jauh-jauh hari sebelum kebijakan itu dijalankan. Dengan begitu, pemerintah bisa melakukan langkah antisipatif,” tegasnya.


Ia menambahkan, sejauh ini belum ada rencana membuka posko pengaduan khusus PHK, karena belum ada indikasi langsung di NTB. Namun, pemerintah siap mengambil langkah cepat bila terjadi pengurangan tenaga kerja di wilayah provinsi ini.


“Prinsipnya kami menghormati proses bisnis perusahaan selama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tapi kami juga memastikan agar setiap kebijakan perusahaan tidak menimbulkan dampak sosial yang luas di daerah,” kata Muslim.


Dengan kondisi ekonomi yang masih berproses menuju pemulihan, ia berharap perusahaan-perusahaan di NTB dapat mempertahankan tenaga kerja semaksimal mungkin.


“Kita tentu berharap efisiensi yang dilakukan tidak berdampak pada pemutusan kerja massal. Karena itu akan berpengaruh pada stabilitas sosial dan ekonomi daerah,” pungkasnya.(bul)

Persoalan Ekonomi Keluarga Berpotensi Menyebabkan Bibir Sumbing pada Anak

0
drg. Harfindo Nismal, Sp.BM
drg. Harfindo Nismal, Sp.BM

Mataram (ekbisntb.com) – Kondisi ekonomi keluarga yang rendah berpotensi besar menyebabkan bibir sumbing atau celah langit-langit (cleft lip and palate) pada anak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi ibu hamil pada trimester awal kehamilan, yang berdampak pada pembentukan wajah dan rahang janin.


Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI), drg. Harfindo Nismal, Sp.BM, dalam peresmian Nusantara Cleft Center NTB di Mataram, Sabtu (5/10/2025), yang diinisiasi oleh Bank Dinar bersama Metro Insan Mulia (MIM) Foundation.


“Dalam penelitian kami, dari setiap 7.000 kelahiran di dunia, satu di antaranya adalah pasien dengan celah bibir atau langit-langit. Penyebab utamanya banyak faktor, namun yang paling dominan adalah kekurangan gizi pada ibu hamil. Kondisi ini banyak terjadi pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” ungkap drg. Harfindo.


Ia menjelaskan bahwa kondisi bibir sumbing berbeda dengan kasus stunting. Jika stunting disebabkan kekurangan gizi setelah lahir, maka bibir sumbing terjadi karena kekurangan nutrisi pada masa kehamilan, khususnya tiga bulan pertama, ketika pembentukan wajah janin sedang berlangsung.


“Jadi ini bukan stunting. Kalau stunting karena kekurangan gizi setelah lahir, sedangkan bibir sumbing karena kekurangan gizi saat janin masih dalam kandungan,” tegasnya.


Selain faktor gizi, drg. Harfindo menyebutkan bahwa bibir sumbing juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan, termasuk paparan zat berbahaya selama kehamilan.


Dalam kesempatan itu, Harfindo mengapresiasi berdirinya Nusantara Cleft Center NTB yang digagas oleh Yayasan Nusantara Cleft Center bersama sejumlah dokter dan relawan kesehatan di daerah ini.
Menurutnya, pusat layanan tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang berdiri di luar kota pendidikan kedokteran, seperti Bandung, Yogyakarta, atau Surabaya.


“Selama ini yang punya pusat perawatan komprehensif seperti ini biasanya hanya ada di rumah sakit pendidikan. Tapi di NTB, meski dokter bedah mulutnya baru sembilan orang dan belum ada pendidikan spesialis, mereka bisa membentuk yayasan sendiri. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya.


Ia menegaskan pentingnya pusat layanan seperti ini karena penanganan pasien bibir sumbing tidak cukup hanya dengan operasi. Pasien perlu perawatan berkelanjutan mulai dari pengecekan gigi, rahang, dan terapi bicara, mengingat struktur wajah anak dengan bibir sumbing cenderung mengalami gangguan pertumbuhan gigi dan rahang.


“Selama ini banyak pasien yang hanya dioperasi sekali, lalu hilang tanpa kontrol. Padahal perawatan bibir sumbing harus komprehensif, tidak hanya operasi lalu selesai. Dengan adanya Cleft Center, semua itu bisa ditangani secara terpadu,” jelasnya.


Harfindo juga mengungkapkan bahwa jumlah pasien bibir sumbing di NTB cukup tinggi. Berdasarkan data operasi yang dilakukan sejak tahun 2002, sudah ada sekitar 1.200 pasien dari NTB yang mendapat tindakan bedah bibir sumbing, baik melalui kegiatan bakti sosial maupun program bersama yayasan.


“Banyak pasien dari Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya yang datang ke NTB untuk operasi, tapi jumlah pasien lokal sendiri juga masih sangat tinggi. Ini menunjukkan perlunya perhatian lebih pada aspek gizi dan ekonomi masyarakat,” katanya.


Dengan adanya Nusantara Cleft Center NTB, diharapkan pasien bibir sumbing di daerah ini tidak hanya mendapatkan akses operasi gratis, tetapi juga pendampingan medis jangka panjang hingga pulih secara fungsional dan sosial.


“Harapan kami, pusat ini bisa menjadi model nasional dalam pelayanan bibir sumbing yang berkelanjutan dan berbasis kemanusiaan,” pungkasnya.(bul)

Ketua Dekranasda NTB : UMKM Masih Buat Produk Sesuai Seleranya, Belum Ikuti Tren Pasar

0
Sinta Iqbal
Sinta Iqbal

Mataram (ekbisntb.com) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Iqbal, menilai bahwa sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah ini masih membuat produk berdasarkan selera pribadi, bukan selera pasar. Hal inilah yang membuat produk-produk lokal belum bisa bersaing secara maksimal di pasar nasional maupun global.


“Selama ini banyak pengrajin dan pelaku UMKM kita membuat produk sesuai selera mereka sendiri, bukan berdasarkan tren atau permintaan pasar. Akibatnya, produk NTB sulit diterima di pasar yang lebih luas,” ungkap Sinta di Mataram, Senin, 6 Oktober 2025.


Menurutnya, Dekranasda NTB kini tengah berupaya memperluas akses dan kesempatan bagi seluruh pelaku UMKM di daerah untuk tampil dan dikenal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mendata dan menjangkau seluruh pengrajin di 10 kabupaten/kota, agar tidak ada pelaku usaha yang tertinggal dan agar produk mereka bisa mendapatkan “panggung” yang layak.
“Banyak pengrajin kita yang belum sempat bertemu dengan panggungnya.

Karena itu, kami berusaha memberikan kesempatan yang sama untuk semuanya. Contohnya, pada ajang MotoGP Mandalika 2025, kami sudah berhasil menampilkan beberapa produk baru, termasuk dari sektor kuliner,” jelasnya.


Selain mendata dan mempromosikan produk, Dekranasda NTB juga terus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku UMKM, bekerja sama dengan Dekranas Pusat. Pembinaan tersebut menekankan pentingnya menyesuaikan desain dan produk dengan tren nasional tanpa meninggalkan kearifan lokal yang menjadi ciri khas NTB.


“Kami belajar dari Dekranas Pusat tentang bagaimana mempertahankan kekhasan lokal tapi tetap menyesuaikan dengan perkembangan selera pasar. Target kami, produk UMKM NTB bisa diterima di pasar nasional dulu, baru kemudian dibawa ke ajang-ajang pameran internasional,” ujarnya.


Sinta juga membuka pintu lebar untuk kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen memajukan UMKM daerah. “Kami bekerja sama dengan banyak pihak yang mencintai produk lokal dan mau membantu mengangkat UMKM NTB agar lebih dikenal,” katanya.


Meski diakui masih banyak UMKM yang membutuhkan bimbingan dan adaptasi, ia optimistis bahwa dengan pembinaan yang berkelanjutan, pelaku usaha NTB bisa meningkatkan daya saing produknya di pasar yang lebih luas.


“Ini proses yang butuh waktu. Tapi dengan kerja sama semua pihak, saya yakin produk-produk UMKM NTB akan bisa diterima dan dibanggakan, tidak hanya oleh masyarakat lokal tapi juga oleh pasar nasional dan internasional,” tutup istri Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal ini.(bul)

Rinjani Travel Mart ke-6, Hadirkan 100 Buyers, Tingkatkan Pariwisata NTB

0
Press rilis Rinjani Travel Mart ke-6. (Ekbis NTB/era)
Press rilis Rinjani Travel Mart ke-6. (Ekbis NTB/era)

Mataram (Ekbis NTB) – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA NTB) bersama para pelaku pariwisata akan menggelar kembali pameran dagang internasional atau Rinjani Travel Mart (RTM) ke-6 pada tanggal 10 hingga 12 Oktober 2025 mendatang. Kegiatan ini dilakukan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan, kegiatan menjadi ajang business-to-business (B2B) penting yang mempertemukan 100 buyer dari dalam dan luar negeri. Termasuk dari negara-negara di Asia dan Uni Emirat Arab, dengan seller dari NTB seperti hotel, travel agent, UMKM, hingga pengelola desa wisata.

Menurut perhitungannya, jika dari 100 buyer yang hadir, masing-masing mampu membawa 100 wisatawan dalam setahun ke NTB, potensi transaksi yang dihasilkan bisa mencapai Rp50 miliar. Nilai ini diyakini akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal, khususnya sektor pariwisata dan UMKM.

RTM tahun ini juga akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diadakan di kawasan Mandalika yang kini telah menjadi pusat perhatian dunia sejak ajang MotoGP.

“Ini momen yang tepat. Banyak buyer belum punya produk Lombok karena aksesnya sulit. Tapi dengan adanya pembukaan jalur penerbangan baru seperti Lombok–Malang dan Lombok–Yogyakarta, ini akan membuka potensi besar,” ujarnya.

Walau RTM tahun ini mengalami sedikit tantangan karena bertepatan dengan agenda buyer nasional dari Kementerian Pariwisata, penyelenggara optimis RTM ke-6 akan tetap sukses. Hal ini karena adanya kolaborasi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah daerah, dan media. Saat ini, tingkat konfirmasi hotel untuk para tamu sudah mencapai 95 persen.

RTM 2025 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pertimbangan dan Sekjen ASITA, serta dinantikan kehadiran Gubernur NTB sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan pariwisata daerah.

“Ini bukan hanya acara seremonial. Kami ingin RTM jadi ajang nyata menghasilkan transaksi, mempertemukan buyer dan seller, dan membawa efek domino ke sektor lain seperti transportasi, kuliner, hingga pengrajin lokal,” katanya.

Ketua Panitia RTM 2025, Sellywati mengatakan,
kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi transaksi wisata dan memperluas jejaring promosi destinasi NTB.

“Kami ingin para tamu merasakan langsung keramahan NTB, dan ketika mereka kembali ke negara masing-masing, mereka bisa menjadi duta untuk mempromosikan NTB di luar negeri,” ucapnya.

RTM pertama kali digelar tahun 2015, dan tahun ini menandai penyelenggaraan yang ke-6. Meski sempat terkendala oleh pandemi Covid-19, ASITA NTB tetap semangat untuk memajukan pariwisata NTB tetap terjaga.

Dia melanjutkan, dengan tema “NTB Menuju Dunia”, RTM ke-6 diharapkan mampu menjadi pintu masuk utama untuk memperkenalkan pesona NTB ke pasar internasional secara lebih luas dan berkelanjutan. (era)

Bank NTB Syariah Hadir di “Syafif Goes to Mataram”: Layanan Keuangan Syariah Catat Capaian Positif

0
Bank NTB Syariah Hadir di “Syafif Goes to Mataram”: Layanan Keuangan Syariah Catat Capaian Positif

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangka mendukung peningkatan literasi keuangan syariah dan memperluas jangkauan layanan perbankan di daerah, Bank NTB Syariah turut berpartisipasi dalam kegiatan “Syafif Goes to Mataram” yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall.

Kehadiran Bank NTB Syariah di Booth 6 mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Melalui layanan yang interaktif dan informatif, bank berhasil mencatat sejumlah capaian konkret selama kegiatan berlangsung, antara lain:

  • Tabungan: 99 rekening baru dengan total nominal Rp 227.250.000,-
  • Deposito: 5 rekening dengan total nominal Rp 7.550.000.000,-
  • Pembiayaan: 37 rekening dengan total nominal Rp 5.963.000.000,-

Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank NTB Syariah yang terus berkembang, baik dari sisi produk simpanan, investasi, maupun pembiayaan berbasis syariah.

Plt. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Zainal Abidin Wahyu Nugroho, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan masyarakat.

“Alhamdulillah, partisipasi kami di Syafif Goes to Mataram tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bukti nyata bahwa layanan keuangan syariah semakin diminati. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat NTB,” ujarnya.

Partisipasi Bank NTB Syariah dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi digital perbankan daerah, memperkuat ekosistem keuangan syariah, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, Bank NTB Syariah menegaskan perannya sebagai bank kebanggaan daerah yang tumbuh bersama masyarakat, serta terus berkontribusi aktif terhadap pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Barat melalui layanan yang amanah, modern, dan berorientasi pada kemaslahatan.(bul)

Hadapi Keterbatasan Dana Transfer, Pimpinan Harus Pandai Bawa Program Pusat ke Daerah

0

Dompu (ekbisntb.com) –

Mantan calon Wakil Bupati Dompu, H. Ikhtiar Yusuf, SH mengingatkan kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu untuk berkreasi dan membuat inovasi dalam menghadapi tantangan kekurangan anggaran tahun 2026 mendatang.

Kendati dana transfer pusat ke daerah berkurang, pembangunan dapat tetap berjalan dengan didukung pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Kepala OPD harus gercep (gerak cepat ) melakukan lobi – lobi ke pemerintah pusat, bagaimana kegiatan pusat bisa masuk Dompu walaupun pekerjaannya oleh pemerintah pusat. Yang penting kita dapat fasilitas dan pasti menyerap tenaga kerja lokal,” kata H Ikhtiar Yusuf, Selasa (6/10/2025) pagi.

Mantan Kepala Dikpora Kabupaten Dompu pada kepemimpinan Drs H Bambang M Yasin ini mengingatkan, jika kepala perangkat daerah tidak memiliki inovasi dan kreatif dalam mengelola kondisi ini dan cenderung bersikap Asal Bapak Senang (ABS), maka pembangunan Dompu tidak akan pernah tercapai.

Apalagi gaji PPPK Paruh Waktu tidak dialokasikan pada pos belanja gaji pegawai. Tapi dialokasikan di pos belanja barang dan jasa. Sehingga praktis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya sekedar hadir mengisi daftar hadir.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Dompu, Kurnia Ramadhan, SE., ME., kepada media ini menyampaikan kondisi dana transfer umum pusat untuk Kabupaten Dompu tahun 2026 hanya Rp625.688.738.000,- mengalami penurunan hingga Rp163.547.482.000,- dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp789.236.220.000. .

“Dan transfer umum tersebut habis untuk belanja pegawai,” kata Kurnia Ramadhan.

Sementara berdasarkan data dari BPKAD Kabupaten Dompu menyebutkan Dana Alokasi Umum (DAU) yang akan diterima tahun 2026 sebesar Rp.613,619 M. Mengalami pengurangan sebesar Rp.76,83 M dari tahun 2025 sebesar Rp.690,45 M.

Sementara dana transfer lain yaitu Dana Bagi Hasil (DBH) yang biasanya sudah ada peruntukannya juga mengalami penurunan dari Rp.98,785 miliar tahun 2025 menjadi Rp.12,068 miliar tahun 2026. Begitu juga dengan DAK Fisik dari Rp.54,015 miliar tahun 2025 menjadi Rp.4,374 miliar tahun 2026.

Dana Desa juga mengalami penurunan dari Rp.70,492 miliar tahun 2025 menjadi Rp.61,002 miliar tahun 2026. Yang bertambah hanya DAK non fisik dari Rp.164,314 miliar menjadi Rp.187,662 miliar.

DAK non fisik ini juga sudah jelas peruntukannya seperti untuk BOS SD dan SMP, serta kegiatan operasional di bidang Pendidikan serta Kesehatan sesuai peruntukan yang digariskan pemerintah pusat. (ula)

Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat dan Konsumen WASPADA HOAX, Berikut Faktanya

0
Pertamina Patra Niaga Imbau Masyarakat dan Konsumen WASPADA HOAX, Pastikan Kebenaran Informasi

Jakarta (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga dalam beberapa waktu terakhir telah mengamati dan membaca adanya praktik manipulasi informasi atau bahkan penyesatan informasi seperti HOAX yang berpotensi membuat masyarakat dan konsumen menjadi tidak nyaman dan kuatir kondisi yang terjadi.

Penyebaran disinformasi atau HOAX ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan diarahkan kepada Pertamina dan Pemerintah.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh Pertamina karena tidak saja merupakan pencemaran nama baik Pertamina sebagai BUMN namun juga terhadap pemerintah yang saat ini sedang membantu dan menjadi pengayom dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Maka, Pertamina Patra Niaga merasa perlu untuk meluruskan sejumlah informasi hoaks yang beredar di media sosial. Berikut adalah deretan hoaks dan misinformasi dan fakta sebenarnya :

  1. Informasi Pengujian RON BBM dengan Alat Portabel

Beredarnya hasil pengujian Research Octane Number (RON) bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan alat portabel, kami perlu memberikan klarifikasi bahwa metode tersebut tidak dapat dijadikan dasar pengujian resmi untuk menentukan angka oktan suatu BBM.

Secara teknis, pengujian RON memiliki standar baku internasional yang hanya dapat dilakukan menggunakan mesin CFR (Cooperative Fuel Research Engine) sesuai metode ASTM D2699 untuk RON. Mesin CFR merupakan satu-satunya alat yang disertifikasi secara global untuk mengukur ketahanan bahan bakar terhadap detonasi yang menimbulkan knocking melalui proses pembakaran nyata dengan parameter suhu, tekanan, dan rasio kompresi yang dikontrol ketat.

Pengujian yang dilakukan dengan alat portabel Oktis-2 terhadap berbagai jenis BBM seluruh operator BBM menunjukkan hasil yang bervariasi, ada yang lebih rendah maupun lebih tinggi dari standar sebenarnya, sehingga membuktikan ahwa alat tersebut tidak memiliki akurasi dan kepresisian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Di dalam alat ini juga terdapat pilihan sistem pengukuran USA dan RUS (Eropa), dimana di Eropa menggunakan standar RON, sementara USA menggunakan AKI (Anti Knocking Index atau setengah dari penjumlahan RON dan MON). Secara konversi, RON 98 (Eropa) setara dengan AKI 91–92 (USA), sehingga di Amerika Serikat memang tidak dikenal istilah RON 98. Alat Oktis-2 hanya mengukur sifat dielektrik (penghantaran listrik) dari bahan bakar bukan mengukur RON dan tidak ada hubungan antara sifat dielektrik dengan RON.

  1. Pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan adalah tidak benar. Penyaluran BBM, khususnya BBM Subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran dan transparan. Hal ini juga sudah disampaikan oleh kementerian ESDM melalui juru bicara KESDM.
  2. Adanya kebakaran SPBU akibat kebijakan pembatasan BBM adalah Hoaks. Video yang beredar adalah rekaman lama dari peristiwa berbeda, yaitu insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024.
  3. Video Viral Lumajang : masyarakat disebut menggeruduk SPBU adalah Hoaks. Kejadian sebenarnya adalah pada Rabu, 17 September 2025, ketika ada karnaval di Desa Sentul, Lumajang. Karena hujan deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak pukul 21.00 WIB. Keributan terjadi akibat pengaruh minuman keras, bukan karena layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengimbau masyarakat agar jeli dan teliti terhadap berbagai bentuk disinformasi yang sering beredar.

“Masyarakat perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti adanya hoaks seperti pembatasan pembelian BBM akhir-akhir ini dan juga informasi seperti pengujian-pengujian yang tidak dilakukan oleh ahlinya serta informasi-informasi hoaks lainnya seperti rekrutmen fiktif yang mengatasnamakan Pertamina,” ujar Roberth.

Pertamina Patra Niaga pun mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan yakni Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.(bul)

UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian di Tengah Deru Mesin MotoGP Mandalika 2025

0
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian di Tengah Deru Mesin MotoGP Mandalika 2025

Lombok (ekbisntb.com)- Raungan mesin dari para pembalap dunia di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC) ternyata bukan satu-satunya daya pikat yang menyita perhatian di ajang balap motor tingkat dunia ini.

Di balik gemuruh balapan, kehangatan aroma kuliner tradisional dan warna-warni produk kriya lokal menjadi magnet tersendiri bagi ribuan pengunjung. Di festival kuliner dan kraft inilah sejumlah 20 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mencuri panggung, menyuguhkan kekayaan budaya Nusantara dalam cita rasa, rupa, dan cerita.

Selama tiga hari gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika, sebanyak 180 UMKM lokal terlibat aktif meramaikan arena festival. Di antaranya 20 UMKM pilihan yang merupakan mitra binaan Pertamina dan Rumah BUMN Lombok Selatan tampil menonjol. Terdiri dari 16 pelaku kuliner serta 4 pengrajin kriya dan fesyen, mereka menghadirkan produk-produk autentik yang tidak hanya menggoda lidah, tapi juga memikat hati para turis mancanegara.

“Saya jatuh cinta pada sate lilit dan es krim tradisionalnya! Rasanya autentik sekali. Ini pengalaman kuliner yang tidak saya temui di tempat lain, apalagi di tengah atmosfer balapan MotoGP, benar-benar luar biasa,” ujar Hailey, seorang pengunjung asal Australia yang tak ragu menyebut booth UMKM sebagai “highlight” tak terduga dari kunjungannya ke Mandalika.

Bagi para pelaku UMKM sendiri, ajang internasional ini lebih dari sekadar momen menjajakan dagangan. Ini adalah panggung langka untuk tampil di depan dunia.

“Kesempatan ini sangat berarti. Tidak hanya meningkatkan omset, tapi juga membawa kuliner khas Lombok kami ke lidah wisatawan dunia. Banyak dari mereka yang penasaran, mencicipi, dan memberi respon positif. Ini sungguh membanggakan,” ujar M. Arif Yani, pemilik usaha Sate Ibu Lilik salah satu mitra binaan yang turut serta dalam event ini.

Terpantau selama 3 hari penyelenggaraan event, para pelaku usaha berhasil mencatat total penjualan mencapai lebih dari 260 juta Rupiah. Hal tersebut menjadi bukti nyata antusiasme pengunjung terhadap produk lokal berkualitas.

Tak hanya dari sisi UMKM, keseruan juga hadir lewat booth resmi Bright Store milik Pertamina yang menjual berbagai merchandise edisi khusus Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Selama tiga hari, produk-produk ini laris manis diburu para penggemar MotoGP dan kolektor. Antusiasme pengunjung terhadap merchandise Pertamina ternyata sangat tinggi. Tercatat lebih dari 2 Milyar Rupiah total penjualan merchandise di booth Bright Store Pertamina.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM bukan sekadar program, tapi bagian dari strategi Pertamina dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh. “Kehadiran UMKM binaan di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 ini adalah bentuk nyata komitmen berkelanjutan kami. Ajang ini bukan hanya soal balapan dunia, tetapi juga panggung strategis untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar internasional,” jelas Ahad.

Inisiatif ini juga selaras dengan komitmen Pertamina terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui program pembinaan UMKM, Pertamina terus mendorong ekonomi inklusif dan berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan pelaku usaha di daerah seperti Nusa Tenggara Barat.

Dari deru mesin hingga aroma sate lilit serta sentuhan tangan para pengrajin lewat keindahan kain dan kriya Lombok di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 membuktikan bahwa kemeriahan internasional bisa berpadu harmonis dengan semangat lokal. Di tengahnya UMKM binaan Pertamina berdiri gagah, menjadi bukti bahwa usaha kecil pun bisa tampil besar di panggung dunia.(bul)

Gubernur NTB Dorong Normalisasi Sungai dan Buat Awig-Awig Kebersihan

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bersama Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT 1) dan jajaran Pemkab Lombok Timur meninjau dampak banjir di Dusun Ponjenlimbu, Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Senin (6/10/2025).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat melalui media sosial terkait rusaknya areal pertanian akibat banjir.Sebagai langkah cepat, Gubernur bersama BWS NT 1 akan melakukan pengerukan sedimentasi sungai dan pemasangan tanggul sementara menggunakan Geobag.

“Saya minta Pak Kades, Pak Kadus dan masyarakat bergotong royong, mengisi tanah di Geobag untuk jadi tanggul sementara mencegah abrasi lebih luas,” ujarnya.

Ia menegaskan, alat berat untuk pengerukan sudah dikerahkan agar aliran sungai kembali normal.“Alat beratnya sudah di jalan, besok sudah mulai bekerja melakukan pengerukan sedimentasi,” terangnya.

Untuk jangka panjang, Gubernur meminta masyarakat dari hulu hingga hilir sungai menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.

“Saya minta Pemkab Lombok Timur, Camat, Kades, Kadus dan masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan sungai, dengan membuat kesepakatan bersama berupa aturan adat awig-awig,” ucapnya.

Ia juga berencana mengajukan usulan ke pemerintah pusat agar dilakukan penanganan permanen sepanjang aliran sungai, bukan hanya di titik-titik kerusakan.

“Saya minta ini secepatnya, kasian masyarakat petani kita jadi korban dari akibat banjir ini,—mari kita jaga lingkungan kita bersama, semoga hal ini tidak terjadi lagi,” harapnya. (ham)

BI Perkenalkan QRIS Tap QRIS Crossborder di Arena MotoGP Mandalika 2025

0
Bank Indonesia memfasilitasi QRIS Tap bagi UMKM saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025

Lombok (ekbisntb.com)- Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat komitmennya dalam memperluas digitalisasi transaksi ekonomi daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan UMKM. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan QRIS Tap dan pengenalan QRIS Crossborder pada ajang Lombok Sumbawa Festival (LSF) yang menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Mandalika 3 – 5 Oktober 2025.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Indonesia NTB memfasilitasi 60 stan UMKM binaan Pemerintah Provinsi NTB agar dapat bertransaksi menggunakan QRIS. Seluruh stan juga dilengkapi dengan sound box dan device pendukung agar transaksi dapat menggunakan QRIS TAP sehingga transaksi berlangsung cepat dan efisien.

Selain QRIS TAP, Bank Indonesia juga memperkenalkan QRIS Crossborder kepada wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Thailand yang hadir di MotoGP Mandalika. Melalui fitur ini, wisatawan dapat melakukan pembayaran langsung di merchant QRIS menggunakan aplikasi pembayaran negara asal mereka, sehingga menciptakan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan efisien tanpa perlu menukar uang tunai.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia, bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas. Dalam kunjungannya ke Sirkuit Mandalika, Deputi Gubernur Bank Indonesia bertransaksi langsung dengan pelaku UMKM lokal dan mencoba melakukan transaksi menggunakan QRIS TAP di salah satu stan LSF.

“Inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Crossborder menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara. Kami ingin memastikan bahwa UMKM dan sektor pariwisata daerah dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi digital ini. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan, kami juga berharap teknologi pembayaran digital ini dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital,” ujar Filianingsih.

Saat pembukaan kegiatan LSF, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam menghadirkan inovasi sistem pembayaran digital di tengah perhelatan MotoGP Mandalika. Ia juga turut bertransaksi menggunakan QRIS TAP sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan digitalisasi pembayaran di daerah.

“Kami mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang menghadirkan QRIS TAP dan QRIS Crossborder di ajang internasional ini. Inovasi ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan daya saing dan omzet para pelaku UMKM lokal,” ujar Gubernur NTB setelah mencoba langsung transaksi menggunakan QRIS TAP.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa penerapan QRIS TAP dan Crossborder menjadi momentum penting dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata.

“Implementasi QRIS di MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa NTB siap bersaing di era digital. Kami ingin menjadikan Mandalika sebagai showcase inovasi pembayaran digital Indonesia kepada dunia,” ungkap Hario.

Selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan PJP untuk menghadirkan digital payment zone di berbagai titik strategis seperti area kuliner, craft, serta stan festival. Selain itu, Lombok Sumbawa Festival juga menjadi wadah untuk promosi produk unggulan daerah, literasi keuangan digital, dan edukasi sistem pembayaran modern kepada masyarakat dan wisatawan.

Melalui pelaksanaan QRIS TAP dan QRIS Crossborder, Bank Indonesia berharap dapat:

  • meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara;
  • mendorong digitalisasi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah;
  • memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata digital berkelas dunia; dan
  • menunjukkan kesiapan Indonesia dalam implementasi sistem pembayaran lintas batas di kawasan ASEAN.

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk membangun ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.(bul)