Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 150

Bandara Lombok Mencatat 730 Pergerakan Pesawat Selama Momentum MotoGP Mandalika 2025

0
Bandara Lombok Mencatat 730 Pergerakan Pesawat Selama Momentum MotoGP Mandalika 2025

Lombok (Ekbisntb.com) – Selama 9 hari momentum MotoGP Mandalika 2025, pelayanan atau periode H-6 hingga H+2 (29 September – 7 Oktober 2025), Bandara Lombok mencatat total 730 pergerakan pesawat, 72.313 penumpang, dan 607 ton kargo.

Puncak aktivitas terjadi pada H+1 (Senin, 6 Oktober 2025) dengan 93 pergerakan pesawat dan 9.509 penumpang yang berangkat maupun tiba melalui Bandara Lombok.

Selama periode penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025, juga tercatat sebanyak 44 penerbangan tambahan (extra dan charter flight) yang dioperasikan oleh sejumlah maskapai untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan, kru, dan ofisial MotoGP usai gelaran balapan di Sirkuit Mandalika. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Caban

Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas operasional selama ajang MotoGP berjalan dengan lancar dan terkendali.

“Bandara Lombok kembali menjadi gerbang utama pergerakan penonton, kru, dan pembalap MotoGP 2025. Seluruh penerbangan reguler, charter dan ekstra serta operasional logistik dapat terlayani dengan baik berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Selama event berlangsung, area terminal penumpang Bandara Lombok tampil semarak sebagai cermin budaya bangsa di event skala internasional melalui ornamen MotoGP yang bersanding harmonis dengan dekorasi bernuansa budaya NTB, mulai dari instalasi wastra tenun hingga aktivitas penenun lokal.

Dengan dukungan infrastruktur, pelayanan, dan koordinasi lintas instansi yang solid, Bandara Lombok kembali membuktikan kapasitasnya dalam menyukseskan event olahraga bertaraf dunia serta memperkuat perannya sebagai gerbang sport tourism Indonesia.(bul)

BI Lengkapi Fasilitas Transaksi Penonton MotoGP Mandalika 2025 dengan QRIS Tap dan QRIS Crossborder

0
Suara NTB/ist Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat komitmennya dalam memperluas digitalisasi transaksi ekonomi daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan UMKM. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan QRIS Tap dan pengenalan QRIS Crossborder pada ajang Lombok Sumbawa Festival (LSF) yang menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Mandalika 3 – 5 Oktober 2025.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Indonesia NTB memfasilitasi 60 stan UMKM binaan Pemerintah Provinsi NTB agar dapat bertransaksi menggunakan QRIS. Seluruh stan juga dilengkapi dengan sound box dan device pendukung agar transaksi dapat menggunakan QRIS TAP sehingga transaksi berlangsung cepat dan efisien.

Selain QRIS TAP, Bank Indonesia juga memperkenalkan QRIS Crossborder kepada wisatawan mancanegara asal Malaysia, Singapura, dan Thailand yang hadir di MotoGP Mandalika. Melalui fitur ini, wisatawan dapat melakukan pembayaran langsung di merchant QRIS menggunakan aplikasi pembayaran negara asal mereka, sehingga menciptakan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan efisien tanpa perlu menukar uang tunai.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia, bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas. Dalam kunjungannya ke Sirkuit Mandalika, Deputi Gubernur Bank Indonesia bertransaksi langsung dengan pelaku UMKM lokal dan mencoba melakukan transaksi menggunakan QRIS TAP di salah satu stan LSF.

“Inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Crossborder menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara. Kami ingin memastikan bahwa UMKM dan sektor pariwisata daerah dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi digital ini. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan, kami juga berharap teknologi pembayaran digital ini dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital,” ujar Filianingsih.

Saat pembukaan kegiatan LSF, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam menghadirkan inovasi sistem pembayaran digital di tengah perhelatan MotoGP Mandalika. Ia juga turut bertransaksi menggunakan QRIS TAP sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan digitalisasi pembayaran di daerah.

“Kami mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang menghadirkan QRIS TAP dan QRIS Crossborder di ajang internasional ini. Inovasi ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan daya saing dan omzet para pelaku UMKM lokal,” ujar Gubernur NTB setelah mencoba langsung transaksi menggunakan QRIS TAP.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa penerapan QRIS TAP dan Crossborder menjadi momentum penting dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata.

“Implementasi QRIS di MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa NTB siap bersaing di era digital. Kami ingin menjadikan Mandalika sebagai showcase inovasi pembayaran digital Indonesia kepada dunia,” ungkap Hario.

Selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan PJP untuk menghadirkan digital payment zone di berbagai titik strategis seperti area kuliner, craft, serta stan festival. Selain itu, Lombok Sumbawa Festival juga menjadi wadah untuk promosi produk unggulan daerah, literasi keuangan digital, dan edukasi sistem pembayaran modern kepada masyarakat dan wisatawan.

Melalui pelaksanaan QRIS TAP dan QRIS Crossborder, Bank Indonesia berharap dapat:

  • meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara;
  • mendorong digitalisasi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah;
  • memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata digital berkelas dunia; dan
  • menunjukkan kesiapan Indonesia dalam implementasi sistem pembayaran lintas batas di kawasan ASEAN.

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk membangun ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. (bul)

Wakil Ketua Komisi X DPRRI Setuju Hosting Fee MotoGP Dibayar Pemerintah

0
MotoGP di SIrkuit Mandalika. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani setuju hosting fee dibayar pemerintah

Jakarta (ekbisntb.com) –

Wacana hosting fee penyelenggaraan event MotoGP Mandalika dibayar atau ditanggung oleh pemerintah pusat disambut baik Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI H. Lalu Hadrian Irfani. Ia mengaku sangat setuju akan wacana tersebut. Bahkan mendorong agar pemerintah pusat secepatnya mengambil kebijakan itu.

Saat dikonfirmasi via ponselnya, Selasa (7/10/2025), H. Lalu Hadrian Irfani menegaskan kalau hosting fee penyelenggaraan event MotoGP memang harusnya dibayarkan oleh pemerintah. Karena itu event dunia yang membawa dampak positif yang luas bagi Indonesia di banyak aspek, sehingga tidak ada alasan pemerintah pusat tidak menanggung hosting fee MotoGP Mandalika. “Memang harus dibayar oleh pemerintah pusat,” ujar anggota DPR RI Daerah Pemilihan (dapil) Lombok ini.

Keberlanjutan penyelenggaraan event MotoGP Mandalika sangat penting. Dalam hal ini negara harus hadir untuk memastikan ajang tersebut bisa terus terlaksanakan dalam jangka waktu lama. Karena event tersebut bisa membawa harum nama bangsa Indonesia.

“MotoGP adalah event dunia yang membawa nama harum harkat dan martabata bangsa. Maka negara harus hadir,” tegas Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB ini.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menegaskan kalau event MotoGP Mandalika layak untuk dipertahankan. Mengingat besarnya dampak positif penyelenggaraan event tersebut bagi Indonesia. Tidak hanya soal pergerakan ekonominya saja. Tetapi juga dari sisi promosi. Di mana event MotoGP turut mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia.

“MotoGP tetap harus dipertahankan,” ujar Wamenpora Taufik Hidayat. Walaupun memang untuk bisa menyelenggarakan event sekelas MotoGP butuh biaya besar. Selain biaya persiapan dan penyelenggaraan juga harus membayar hosting fee kepada Dorna Sport sebagai pemilik event yang nilainya cukup besar.

Selama ini pembayaran hosting fee ditangani oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Ke depan, kata Wamenpora pemerintah bisa menanggung hosting fee tersebut seperti di negara-negara lainnya. Supaya beban pembiayaan yang ditanggung oleh ITDC di setiap penyelenggaraan event MotoGP bisa berkurang. “Di negara lain itu (hosting fee) dari pemerintah,” sebutnya.

Pun demikian tegas Taufik, pihaknya tidak bisa memutuskan hosting fee MotoGP akan dibayar oleh pemerintah. Keputusan soal itu tetap ada di tangan Presiden. Tapi penting bagi semua pihak duduk bersama menyikapi persoalan hosting fee penyelenggaraan event MotoGP tersebut. Supaya event MotoGP terus berlanjut. (kir)

RSUD Tripat Targetkan Pendapatan Capai Rp 15 Miliar Per Bulan

0
RSUD Tripat Lombok Barat ini menargetkan ke depan bisa mencapai pendapatan Rp15 miliar per bulan

Lombok (ekbisntb.com) –

Manajemen Rumah Sakit Patut Patuh Patju (Tripat) menargetkan pendapatan rumah sakit mencapai Rp15 miliar per bulan. Target ini dirancang agar ke depan RSUD ini bisa surplus dari sisi pendapatan. Tahun ini target pendapatan rumah sakit sebesar Rp 150 miliar, target ini naik lagi pada APBD perubahan menjadi Rp168 miliar. Terdapat kenaikan target sekitar Rp18 miliar.

Direktur Utama RSUD Tripat dr. H. Lalu Suryadi menyatakan pada tahun 2025 target pendapatan rumah sakit sebesar Rp 150 miliar, terealisasi sampai bulan September mencapai Rp116 miliar atau 77,33 persen. Namun target dinaikkan lagi menjadi Rp168 Miliar, sehingga berpengaruh pada realisasi dari target menjadi 66,78 persen.

Dikatakan, saat ini dalam satu bulan realisasi pendapatan rumah sakit baru mencapai Rp 12 miliar, ke depannya diharapkan target pendapatan bisa naik menjadi Rp 15 miliar karena target tahun depan pendapatan rumah sakit dinakikan menjadi Rp 175 miliar. “Untuk mencapai ini saya targetnya bisa masuk pendapatan Rp15 miliar per bulan, saat ini masih pada angka Rp11-12 miliar,”ungkapnya, Selasa (7/10/2025).

Pendapatan rumah sakit saat ini, kata dia, masih bergantung dari klaim pelayanan BPJS Kesehatan dimana dalam satu bulan klaim pelayanan BPJS Kesehatan mencapai Rp 10 miliar sampai 11 miliar per bulan, dengan jumlah klaim pelayanan sekitar 12-13 ribu pasien yang diklaim pelayanan. Sebab dari data yang ada dalam satu tahun total jumlah pelayan pasien mencapai 160 ribu pasien.

Dari jumlah ini sekitar 95 persen pendapatan rumah sakit masih bergantung dari BPJS Kesehatan. “Pendapatan kita dari BPJS kesehatan masih 95 persen, 5 persen itu dari pelayanan pasien umum,” ujarnya.

Namun kadang klaim yang diajukan ke BPJS Kesehatan tidak semua terbayar, sebab terkadang ada saja yang ditunda nilai mencapai Rp 1 miliar hingga Rp2 miliar dari total klaim. “Kadang tidak semua dibayarkan klaim kita, ada yang dipending nilainya sampai Rp 2 miliar,”  ungkapnya.

Belum lagi dengan adanya kebijakan dari BPJS Kesehatan yang menetapkan ada sekitar 144 penyakit yang tidak bisa dilayani, tentunya dengan kebijakan ini akan mempengaruhi pendapatan rumah sakit, sebab meskipun rumah sakit sudah memberikan pelayanan tetapi tidak bisa diklaim.”Kta kan tidak bisa menolak pasien, ketika ada yang pasien tetap kita layani meskipun tidak bisa diklaim ke BPJS,” paparnya.

Ke depannya untuk bisa mencapai target pendapatan Rp 15 miliar pihak rumah sakit melakukan berbagai inovasi untuk bisa  menaikan pendapatan dengan cara melakukan kerjasama dengan BUMN, rumah sakit dan pihak swasta.”Kita perbanyak kerjasama dengan pihak swasta untuk mendapatkan pasien umum,” tegasnya.

Saat ini RSUD Tripat sudah menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit pemerintah maupun swasta. RSUD Tripat terus memaksimalkan potensi – potensi yang ada di rumah sakit sambil terus melakukan langkah – langkah efisiensi di berbagai bidang guna memaksimalkan pendapatan rumah sakit. Langkah-langkah lain yang dilakukan pihaknya, mengembangkan layanan-layanan unggulan rumah sakit, menambah dan melengkapi sarana prasarana serta fasilitas alat-alat kesehatan di rumah sakit. (her)

Pemda Lombok Utara Terima Infrastruktur Irigasi Bantuan PT. SMI dan Yayasan Bantu Indonesia Bersama

0
Pemda Lombok Utara bersama SMI dan Yayasan Bantu Indonesia resmikan infrastruktur irigasi bantuan untuk petani.

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menerima Program Revitalisasi Irigasi Bantuan PT. Sarana Infrastruktur Indonesia dan Yayasan Bantu Indonesia Bersama, Selasa (7/10/2025). Bantuan irigasi tersebut ditempatkan di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga.

Untuk diketahui, PT. SMI merupakan lembaga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan RI. Dalam peresmian kemarin, Bupati diwakili oleh Penjabat Sekda Lombok Utara, Drs. Sahabudin, M.Si.

Perwakilan PT. SMI, Muhammad Sapuri, pada kesempatan tersebut mengatakan program revitalisasi irigasi di Desa Segara Katon merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

“Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Bantu Indonesia Bersama, yang pembangunannya dimulai sejak Agustus 2025. Kami berterima kasih kepada Pemda KLU, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program ini,” ujar Sapuri.

Dikatakan, PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) memiliki tiga pilar bisnis utama, yakni pembiayaan investasi, jasa konsultasi, dan pengembangan proyek. Seluruhnya diarahkan untuk mempercepat pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Sementara, Ketua Yayasan Bantu Indonesia Bersama, Morenza Belitonito, mengapresiasi partisipasi masyarakat Desa Segara Katon yang mendukung proses pelaksanaan program revitalisasi irigasi. Diharapkan, perbaikan jaringan irigasi ini akan memperlancar usaha pertanian masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Terima kasih kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang telah menyalurkan dana untuk revitalisasi saluran irigasi ini, serta kepada warga yang menjaga situasi tetap kondusif selama pengerjaan,” katanya.

Sementara, Pj. Sekda Lombok Utara, Sahabudin meyakini kontribusi Yayasan Bantu Indonesia Bersama dan PT. SMI akan sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani Desa Segara Katon. Revitalisasi ini sangat diperlukan mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta minimnya DAK irigasi.

“Dengan sistem pengairan yang lebih baik, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat meningkat dan mendorong kesejahteraan petani,” ucapnya.

Sekda berharap, PT. SMI dan Yayasan Bantu Indonesia Bersama dapat kembali hadir membantu Pemda KLU pada sejumlah program lain. Termasuk revitalisasi irigasi sendiri, petani di banyak desa lain masih sangat membutuhkan.

Ia juga mengimbau agar masyarakat penerima manfaat dapat menjaga dan merawat fasilitas irigasi tersebut. “Petani penerima manfaat, khususnya di Desa Segara Katon, diharapkan untuk selalu menjaga dan merawat saluran irigasi ini agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama,” tandasnya. (ari)

Bupati Lombok Timur Ingatkan Perkuat SDM di Tengah Efisiensi Anggaran

0
Pertemuan High Level Meeting (HLM) yang dihadiri Bupati Lotim H. Haerul Warisin, Selasa (7/10/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Upaya percepatan dan perluasan digitalisasi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) harus diiringi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan diarahkan untuk menciptakan efisiensi anggaran. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, dalam acara High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tingkat Kabupaten Lombok Timur, Selasa (7/10/2025).

Bupati menjelaskan bahwa agenda Capacity Building yang digelar berfokus pada peningkatan kemampuan SDM di lingkungan pemerintah kabupaten, khususnya dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan transformasi digital.

Ada beberapa manfaat yang bisa diambil. Kata Bupati, Pertama, peserta akan mendapatkan semacam transaksi dan akuntabilitas yang memadai, yang kedua adalah efisiensi—karena non-tunai—pasti akan terjadi.

Ia menambahkan, sistem pembayaran non-tunai tidak hanya mencegah potensi penyalahgunaan tetapi juga menjaga inklusi keuangan tetap optimal.

Bupati secara khusus menyoroti pentingnya digitalisasi dalam konteks penerimaan anggaran daerah. Menurutnya, transformasi digital harus mengarah pada efisiensi dalam hal penerimaan, seperti retribusi pasar, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak daerah lainnya.

Menurut Bupati, ketika orang membayar menggunakan digital, ini akan lebih aman dan tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan, karena sudah clear dengan prosesnya dan tidak ada dalam bentuk tunai.

Bupati juga mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan kolektif jajaran pemerintah Lotim. Kabupaten ini berhasil masuk dalam nominasi penghargaan TP2DD dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Prestasi ini dicapai di tengah tantangan berat berupa pemotongan anggaran daerah lebih dari Rp 300 miliar.

Sementara itu, Ketua TP2DD Lotim yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik, menekankan bahwa digitalisasi memiliki peran yang sangat strategis untuk mempercepat optimalisasi pendapatan daerah dan memperluas akses keuangan digital masyarakat.

Digitalisasi transaksi keuangan daerah bukan hanya sebuah tren. Digitalisasi katanya adalah kebutuhan mendasar yang memperkuat transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Sekda mengungkapkan sejumlah capaian penting, di antaranya telah efektifnya penggunaan QRIS dan Virtual Account (VA) yang diadopsi pasar-pasar rakyat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat membayar pajak melalui kanal digital.

Meski menunjukkan kemajuan, Juaini mengakui bahwa keterbatasan literasi digital masyarakat masih menjadi tantangan utama yang memerlukan sinergi dan komitmen semua pihak.

TP2DD dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk terus memperkuat digitalisasi. Aksi nyata dalam mendukung transaksi digital diharapkan dapat segera terwujud, sehingga digitalisasi menjadi pilar untuk mewujudkan visi Lotim Sejahtera, Maju, Adil, Religius dan Transparan. (rus)

DPRD Lombok Barat Ingatkan Pemkab Tidak Ada Proyek Molor

0
Komisi I DPRD Lobar turun sidak proyek Arpusda, Selasa 7 Oktober 2025.

Lombok (ekbisntb.com) –

Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) turun sidak proyek Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda), Selasa 7 Oktober 2025. Proyek ini salah satu dalam proyek strategis daerah di bawah pendampingan Kejaksaan.

Dalam sidak tersebut, DPRD mengingatkan proyek harus selesai tepat waktu sesuai kontrak. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mengantisipasi agar tidak ada proyek yang pengerjaannya molor melampaui tahun anggaran. 

Wakil Ketua Komisi I DPRD Lobar Hendra Harianto mengatakan pihaknya turun sidak bersama ketua Komisi I dan anggota lain ke proyek perpustakaan seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan OPD terkait. Hasil rapat itu, beberapa hal yang disimpulkan salah satunya turun ke Arpusda. Sebab di Arpusda itu, ada beberapa kendala dihadapi yakni di antaranya pustakawan yang sangat kurang.

“Cuma dua orang pustakawan di Lobar, dan pustakawan di Arpusda dimutasi ke Dinas Pendidikan, makanya kami turun ke sana,” imbuhnya.

Saat sidak, pihaknya sekalian melihat pembangunan proyek perpustakaan tersebut. Pihaknya turun ke sana mendadak, mengecek progres pembangunan proyek ini bersama OPD terkait dan perwakilan kontraktor bidang perpustakaan.

Dari sisi progres, proyek strategis ini diperkirakan mencapai 50-60 persen. Bangunan fisik (utama) sudah selesai, tinggal finishing plafon, atap, keramik, penataan dan lainnya. Kendati demikian, pihaknya tetap menekankan agar proyek perpustakaan yang masuk proyek strategis dan proyek lainnya diselesaikan tepat waktu. Untuk proyek perpustakaan ini sesuai kontrak harus selesai tanggal 15 Desember.

“Tadi kita tanya, mereka (kontraktor) sudah siap tanggal 15 Desember selesai pembangunannya,” imbuhnya.

Pihak kontraktor pun memastikan pekerjaan proyek ini selesai tepat waktu. Komisi I pun sudah mengimbau agar tidak ada proyek terlambat. Semua OPD yang memiliki Pembangunan strategis, khususnya di bawah komisi I diimbau melalui RDP KUA PPAS supaya pelaksanaan kegiatan tepat waktu. “Termasuk perpustakaan daerah,” ujar dia. (her)

Lelang Amal MotoGP, Helm Bertandatangan Valentino Rossi Laku Rp15 Juta

0
Kegiatan lelang amal MotoGP merchandise dan barang yang bertandatangan pembalap MotoGP di Deluxe 2EF Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (5/10/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Event MotoGP di Sirkuit Mandalika tanggal 3-5 Oktober 2025 sudah selesai digelar. Event ini berhasil memecahkan rekor dengan jumlah penonton 140.324 telah memberikan kesan tersendiri bagi para pecinta MotoGP. Penonton rela datang dari seluruh Indonesia atau mancanegara untuk melihat jagoannya berlomba di sirkuit kebanggaan Indonesia ini.

Tidak hanya itu, penonton rela merogoh kocek untuk membeli merchandise atau asesoris yang ditandatangani oleh para pembalap MotoGP pada Lelang Amal MotoGP 2025 yang digelar Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram, Minggu, 5 Oktober 2025.

Pada lelang amal ini berkolaborasi dengan Pertamina Lubricants, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di Deluxe 2EF Pertamina Mandalika International Circuit, sejumlah barang atau merchandise yang ditandatangani pembalap MotoGP laku terjual. Termasuk salah satunya helm bertandatangan mantan pembalap MotoGP Valentino Rossi.

Dalam keterangan yang diterima, Selasa (7/10/2025), Kepala KPKNL Mataram, Doni Prabudi menjelaskan, pihaknya, kembali menggelar Lelang Amal MotoGP 2025 yang menghadirkan barang-barang eksklusif bertandatangan para pembalap MotoGP.

Doni Prabudi, mengakui, jika pihaknya menyambut baik penyelenggaraan ajang internasional MotoGP di Mandalika dan mendukung sport tourism dengan berkontribusi melalui layanan lelang. Lelang Amal MotoGP ini menjadi wujud kepedulian dan sinergi berbagai pihak untuk pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dengan mengusung tagline “MotoGP Charity Auction: Driven to Give”, kegiatan ini merupakan side event MotoGP yang bertujuan mendukung program sosial pemerintah, khususnya percepatan penurunan stunting di wilayah Mandalika.

‘’Barang-barang yang dilelang meliputi kaus tim balap, rompi, dan topi bertandatangan pembalap. Tahun ini, tersedia item istimewa berupa dua helm eksklusif yang ditandatangani oleh juara dunia MotoGP sebanyak 7 kali yaitu helm AGV bertandatangan Valentino Rossi dan helm SHOEI bertandatangan Marc Marquez,’’ terangnya.

Pertamina Enduro, ujarnya, sebagai salah satu sponsor MotoGP dan VR46 Racing Team, turut berpartisipasi melalui merchandise eksklusifnya berupa helm hasil kompetisi International Helmet Design Battle to Mandalika. Helm ini diproduksi oleh AGV dengan desain warna khas Valentino Rossi dipadukan dengan desain bertemakan budaya nusantara. ‘’Helm tersebut langsung ditandatangani oleh Valentino Rossi sehingga menambah daya tarik lelang,’’ tambahnya.

Selain itu, produk unggulan UMKM seperti jaket bomber bernuansa etnik dan tenun Lombok juga turut dilelang. Barang-barang ini ditandatangani pembalap MotoGP sebagai simbol promosi pariwisata internasional dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Berikut 10 barang dengan total hasil lelang sebesar Rp63 juta. Rincian hasil lelang sebagai berikut

  1. Topi Ducati bertandatangan Marc Marquez laku terjual lelang Rp3.000.000
  2. Kaos bertandatangan Fabio Di Giannantonio laku terjual lelang Rp1.800.000
  3. Topi Ducati bertandatangan Francesco Bagnaia laku terjual lelang Rp3.000.000
  4. Topi bertandatangan Valentino Rossi laku terjual lelang Rp3.600.000
  5. Team Wear VR46 bertandatangan Valentino Rossi laku terjual lelang Rp3.000.000
  6. Team Wear VR46 Racing Team bertandatangan Valentino Rossi laku terjual lelang Rp3.100.000
  7. Helm SHOEI Special Edition bertandatangan Marc Marquez laku terjual lelang Rp15.000.000
  8. T-Shirt Ducati Lenovo bertandatangan Marc Marquez laku terjual lelang Rp8.000.000
  9. Vest Ducati bertandatangan Marc Marquez laku terjual lelang Rp7.500.000
  10. Helm AGV Special Edition bertandatangan Valentino Rossi laku terjual lelang Rp15.000.000

Menurutnya, hasil lelang amal digunakan untuk program kepedulian sosial masyarakat sekitar sirkuit. Pada tahun 2024, hasil lelang telah digunakan untuk mendukung program pencegahan dan penanganan stunting di Desa Prabu, Lombok Tengah sebagai Desa Penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan pemberian makanan tambahan bagi ibu-ibu hamil.

Salah satu peserta lelang yang memenangkan topi bertandatangan Francesco Bagnaia, kaos dan helm bertandatangan Valentino Rossi, Evan Hasibuan, mengaku rela untuk merogoh uang hingga Rp21 juta demi beramal dan mendapatkan merchandise langka tersebut. “Kan buat amal. Helmnya di visor ada tanda tangan, ya nanti ganti terus dipajang. Pasti dipakai sih helmnya,” ujar Evan.

Lela, penonton MotoGP dari Jakarta sebagai pemenang topi dan T-Shirt bertandatangan Marc Marquez menyambut baik kegiatan lelang amal, “Hasilnya digunakan untuk hal-hal yang perlu, bisa membantu orang-orang merupakan hal yang luar biasa,” ujarnya senang. (ham)

Bank Dinar–MIM Foundation Hadirkan NCC Pertama di Indonesia, Layani Operasi Bibir Sumbing dan Rahang Secara Gratis

0
peresmian NCC pertama di Indonesia

Mataram (ekbisntb.com)- Upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mendapat perhatian serius. Melalui kerja sama antara PT BPR Syariah Dinar Ashri (Bank Dinar), LAZ Metro Insan Mulia (MIM) MIM Foundation, Smile Train, dan Yayasan Kemanusiaan Anak Nusantara (YKAN), kini hadir Nusantara Cleft Center (NCC), fasilitas pusat layanan operasi bibir sumbing dan celah langit pertama di Indonesia yang berbasis di NTB.

Program ini tidak hanya memberikan layanan operasi gratis bagi anak-anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit, tetapi juga pendampingan hingga tahap terapi wicara. Pelaksanaan operasi dilakukan empat kali dalam setahun di sejumlah rumah sakit di Pulau Lombok, dengan seluruh biaya, termasuk akomodasi dan pendampingan pasien, ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu memutus rantai kemiskinan yang sering berawal dari kondisi kesehatan anak.

“Dampak sosial bagi anak-anak dengan bibir sumbing sangat besar. Banyak dari mereka yang akhirnya enggan bersekolah karena merasa minder dan sering dibully. Ini berpengaruh pada masa depan dan ekonomi mereka. Dengan operasi gratis ini, kami ingin memutus rantai itu,” jelas Mustaen.

Ia menambahkan, pihaknya tengah membangun sistem pendataan melalui jaringan kantor Bank Dinar di seluruh NTB. Melalui sistem tersebut, keluarga kurang mampu dapat mendaftarkan anaknya untuk menjalani operasi. Selain itu, data yang terkumpul akan menjadi dasar bagi yayasan untuk menyiapkan program pencegahan, terutama bagi ibu hamil dengan risiko kekurangan nutrisi agar dapat menekan angka kelahiran bayi dengan bibir sumbing.

“Kami sudah memerintahkan seluruh jaringan kantor Bank Dinar untuk melakukan pendataan. Nantinya, pasien akan dipanggil secara bergelombang ke Mataram untuk dioperasi. Semua biaya—termasuk perjalanan, akomodasi, dan perawatan lanjutan—ditanggung,” ujarnya.

Setelah operasi, pasien juga mendapatkan pendampingan wicara hingga mereka dapat berbicara dengan baik. “Pasien tidak langsung pulih 100 persen setelah operasi, karena otot bicara masih kaku. Kami siapkan terapi sampai mereka benar-benar lancar berbicara,” tambah Mustaen.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, yang hadir dalam peluncuran Nusantara Cleft Center, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat NTB dan mempercepat perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kami berbangga hati karena NTB menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki Nusantara Cleft Center. Bahkan, di provinsi lain dengan jumlah dokter bedah mulut lebih banyak, belum ada lembaga seperti ini. Ini kebanggaan sekaligus bukti kepedulian bersama,” ujarnya.

Indah menambahkan, kehadiran NCC diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor antara dunia perbankan, lembaga sosial, dan tenaga medis. Ia juga meminta agar seluruh kader posyandu di NTB aktif mendata dan mendeteksi sejak dini anak-anak yang mengalami bibir sumbing agar segera mendapatkan penanganan.

“Kita ingin menuju target zero pasien bibir sumbing di NTB. Ini cita-cita besar yang hanya bisa dicapai dengan kerja sama dan semangat gotong royong di seluruh kabupaten/kota,” tegasnya.

Program Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit terbuka untuk seluruh masyarakat NTB. Pendaftaran dapat dilakukan offline di seluruh kantor cabang Bank Dinar dengan membawa fotokopi KTP dan KK, serta melampirkan data diri anak dan orang tua. Pendaftaran online juga dibuka melalui nomor Careline 087777-185-777.

Syarat peserta antara lain usia minimal tiga bulan untuk operasi bibir sumbing, 1,5 tahun untuk celah langit-langit, berat badan minimal lima kilogram, dan dalam kondisi sehat. Setiap peserta wajib menjalani proses screening sebelum tindakan medis dilakukan.

Dengan slogan “Indah Senyumnya, Seindah Masa Depannya,” keberadaan Nusantara Cleft Center menjadi harapan baru bagi banyak keluarga di NTB untuk mewujudkan senyum dan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak mereka.

Hadir dalam peresmian NCC, Senin, 7 Oktober 2025, Istri Gubernur NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, Ketua LAZ MIM Foundation (Romi Saefudin), Ketua Yayasan Nusantara Cleft Center (drg. Ahmed Setia Bakti Sp.BM), Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Bandung (drg. Ida Ayu Astuti). Ketua Persatuan Ahli Bedah Mulut  dan Maksilofasial Indonesia (drg. Harfindo Nismal). Sekaligus dilakukan  penandatanganan MoU YPPCBL dengan NCC. Penyerahan paket bingkisan kepada pasien dan santunan anak yatim.(bul)

Chef NTB Unjuk Gigi Saat MotoGP Mandalika 2025, Hidangkan Kuliner Lokal Berkelas Internasional

0
Ketua ICA NTB, Anton Sugiono
Ketua ICA NTB, Anton Sugiono

Praya (ekbisntb.com) – Gemuruh mesin MotoGP Mandalika tak hanya menyajikan sensasi kecepatan di lintasan balap dunia, tetapi juga menyimpan kisah kebanggaan di balik layar — dari dapur yang seluruhnya dikendalikan oleh tangan-tangan lokal.


Para chef asal Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa kuliner daerah pun bisa tampil berkelas internasional di ajang sebesar MotoGP Mandalika 2025.
Ketua Asosiasi Chef Indonesia (ICA) Provinsi NTB, Anton Sugiono, menyampaikan rasa bangganya karena tim chef lokal dipercaya menangani kebutuhan konsumsi di berbagai area penting selama ajang MotoGP berlangsung, mulai 3 hingga 5 Oktober 2025.
“Kami sangat bangga karena bisa dilibatkan dalam kegiatan internasional sebesar ini. Hampir semua tim yang meng-handle tamu-tamu luar negeri adalah chef lokal dari NTB. Ini menunjukkan bahwa kemampuan kita sudah diakui,” ujar Anton, Selasa, 6 Oktober 2025.


Anton menjelaskan, sebanyak sembilan chef lokal NTB terlibat langsung di dapur utama dan area eksklusif, termasuk di villa tempat para rider dan tamu VIP menginap. Para chef tersebut berasal dari berbagai daerah di NTB seperti Mataram, Lombok Timur, Kediri, dan Lombok Tengah.


“Memang tidak sebanyak tahun lalu, karena sebagian vendor di-handle oleh pihak luar. Tapi kami tetap kebagian area strategis, dan semua makanan yang disajikan berbasis kuliner Nusantara, khususnya menu khas Lombok,” ujarnya.
Selama ajang berlangsung, para chef lokal menyajikan beragam menu yang mengangkat cita rasa lokal dengan tampilan internasional. Anton mencontohkan, salah satu hidangan yang mendapat pujian adalah ikan bakar dengan saus Taliwang, disajikan dengan teknik plating modern.


“Kami tetap mempertahankan rasa lokal seperti sambal Taliwang atau plecing, tapi dikemas dengan gaya fine dining. Jadi tampilannya elegan, namun rasanya tetap otentik Lombok,” jelasnya.


Anton menegaskan, kepercayaan yang diberikan panitia MotoGP kepada chef lokal NTB menjadi bukti bahwa sumber daya manusia di daerah sudah mampu memenuhi standar internasional. Sebelum pelaksanaan event, para chef juga telah mengikuti proses uji kelayakan menu dan standar penyajian yang ditetapkan oleh penyelenggara.


“Setiap menu diuji terlebih dahulu oleh pihak panitia. Setelah dinyatakan layak, baru bisa disajikan. Ini menjadi pengalaman berharga dan bukti kemampuan kita untuk bersaing di tingkat dunia,” tambahnya.


Lebih lanjut, Anton mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi ruang belajar dan unjuk kreativitas bagi chef lokal. Mereka diberi kebebasan dalam berkreasi, terutama dalam memadukan bahan dan cita rasa lokal dengan sentuhan internasional.


“MotoGP Mandalika bukan hanya ajang balapan, tapi juga panggung pembelajaran bagi kami para chef lokal. Dari sini kami menguatkan diri soal disiplin, standar global, dan bagaimana memperkenalkan kuliner NTB ke lidah dunia,” katanya.


Anton juga menyebut bahwa keterlibatan para chef lokal tak hanya terbatas di area paddock dan VIP. Di sejumlah restoran sekitar kawasan Kuta Mandalika, banyak pula anggota ICA NTB yang dipercaya menangani tamu dan kru MotoGP, termasuk tim media asing.


“Di area sirkuit dan sekitarnya, hampir semua yang meng-handle makanan adalah teman-teman lokal. Ini membanggakan sekali, karena artinya pariwisata dan event internasional benar-benar memberi ruang bagi SDM NTB untuk tampil,” tutupnya.


Dengan cita rasa lokal yang mendunia, MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya sukses dalam penyelenggaraan balapan, tetapi juga dalam menghadirkan diplomasi kuliner khas Lombok menunjukkan bahwa tangan lokal NTB pun mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia.(bul)