Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 122

Kerja Sama Regional, Pemprov Bali, NTB, dan NTT Sepakat Bentuk KR-BNN

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, saat melakukan pertemuan membahas pembentukan KR-BNN di Gedung Kertha Sabha, Pendopo Gubernur Bali, Senin (3/11/2025).

Denpasar (ekbisntb.com) –

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., dan Gubernur Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si.,Apt. sepakat membentuk Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pembangunan lintas daerah. Kesepakatan pembentukan KR-BNN ini digelar di Gedung Kertha Sabha, Pendopo Gubernur Bali, Senin (3/11/2025).

Gubernur NTB, H. Muhamad Iqbal, yang menjadi penggagas inisiatif ini menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam mewujudkan integrasi ekonomi, energi, dan konektivitas di kawasan timur Indonesia.

“Ada dua segmen yang perlu kita pikirkan ke depan: kerja sama dan integrasi. Kami melihat peluang besar untuk membangun sistem energi hijau terintegrasi, konektivitas logistik, dan penguatan pariwisata lintas wilayah sebagai satu ekosistem,” ungkap Gubernur Iqbal.

Dalam paparannya, Gubernur NTB menyoroti potensi besar energi terbarukan di NTB dan NTT yang memiliki radiasi matahari tertinggi di Indonesia serta kapasitas bendungan yang memungkinkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikrohidro. Ia mengusulkan pembangunan super grid yang menghubungkan ketiga provinsi untuk mewujudkan suplai energi bersih bagi kawasan Bali-Nusra.

Selain energi, isu konektivitas juga menjadi fokus. NTB tengah menyiapkan proyek port-to-port bypass guna mempercepat arus logistik, mengembangkan pelabuhan dalam di Gili Mas sebagai pusat distribusi regional, dan memperluas jaringan penerbangan di Bandara Internasional Lombok sebagai mini hub Indonesia Timur. Pengembangan transportasi laut dan seaplane antar pulau kecil juga sedang dirancang untuk mendukung pariwisata dan distribusi barang.

“Kita harus berpikir sebagai satu kawasan. Bali, NTB, dan NTT memiliki potensi yang saling melengkapi dari energi, logistik, hingga pariwisata. Dengan integrasi dan sinergi, kita bisa mandiri dan efisien,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, ketiga gubernur juga menyepakati sepuluh bidang kerja sama yang akan dirumuskan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), meliputi bidang sosial, pariwisata, kebencanaan, Ketentraman dan Ketertiban, pertanian dan ketahanan pangan, bidang komunikasi dan informatika, bidang perindustrian dan perdagangan, Bidang Perhubungan, bidang kelautan dan perikanan dan bidang penanaman modal.

Hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan draf MoU yang dipimpin oleh Gubernur NTB bersama Kepala Bappeda dari tiga provinsi. Penandatanganan MoU direncanakan berlangsung di NTB pada 25 November 2025, sementara penandatanganan PKS akan digelar di NTT pada 22 Desember 2025.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyambut baik inisiatif ini dan menilai kerja sama tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang telah terjalin sejak masa Sunda Kecil berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958.

“Ini bukan nostalgia, tapi kelanjutan sejarah dan kebutuhan masa depan. Bali, NTB, dan NTT punya akar dan masa depan yang sama untuk bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya kerja sama konkret di bidang ekonomi, konektivitas, dan pariwisata antar tiga provinsi untuk mewujudkan kawasan yang kuat dan berdaya saing tinggi di Indonesia bagian timur.

Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN) yang diharapkan menjadi model integrasi pembangunan daerah berbasis potensi dan keseimbangan antarwilayah. (r)

Puluhan Ribu Ton Beras dan Jagung NTB Dikirim ke Provinsi Defisit

0
Mara Kamin Siregar

Mataram (ekbisntb.com)— Perum Bulog NTB tengah melakukan mobilisasi nasional (movenas) beras dan jagung yang sudah diserap dari petani di dalam daerah ke sejumlah daerah yang mengalami defisit pangan.
Diantara daerah-daerah tujuan movenas beras dan jagung ini adalah NTT, Bali , dan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan atas instruksi pusat untuk memperkuat ketersediaan pangan wilayah-wilayah tersebut.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar di ruang kerjanya, Senin, 3 November 2025 menjelaskan movenas dilakukan karena NTB memiliki cadangan beras dan jagung berlebih sehingga mampu membantu daerah lain yang kekurangan.
Bulog NTB memindahkan sebanyak 19.400 ton beras ke Kanwil NTT sepanjang 2025. Proses distribusinya terus berjalan.
“Movenas sedang berproses dan kuantitas yang dikirim cukup besar. Terkini, pengiriman beras ke Bali mencapai 4.500 ton. Jumlah ini masih berpotensi bertambah mengingat kebutuhan bantuan pangan di wilayah tersebut terus berjalan,” ungkap Regar.
Selain beras, Bulog NTB juga menyalurkan komoditas jagung sebanyak 20.200 ton ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penyaluran ini merupakan bagian dari penguatan pasokan dan pemenuhan kebutuhan pakan serta industri.
Mara menegaskan, mobilisasi komoditas pangan ini tidak mempengaruhi stok NTB. Ketersediaan beras bahkan ditegaskan masih aman untuk enam bulan ke depan.
Ia menegaskan bahwa pengiriman beras dan jagung lintas wilayah merupakan instruksi dari pusat. Movenas saat ini masih terfokus pada dua wilayah yaitu NTT dan Bali, meski sebelumnya NTB pernah mengirim hingga Maluku dan Sumatra.
Regar memastikan proses pergeseran stok diperlukan untuk menjaga kualitas beras, agar beras hasil serapan tidak terlalu lama disimpan dan dapat langsung disalurkan ke daerah yang membutuhkan.
“Kita berharap permintaan pasokan tidak menumpuk di akhir tahun karena potensi kendala armada angkutan Laut dan cuaca ekstrem yang dapat menghambat distribusi,” katanya.
Mara juga menegaskan bahwa NTB merupakan sentra pangan yang menopang wilayah sekitar, movenas ini dilakukan sebagai upaya untuk pemerataan cadangan beras di semua daerah di Indonesia.(bul)

Pemprov NTB Distribusikan 12.000 Bibit Ikan Nila ke Lapas Terbuka Lombok Tengah untuk Penguatan Ketahanan Pangan

0
Penyerahan benih ikan secara simbolis kepada Lapas Lombok Tengah

Lombok (ekbisntb.com)– Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan penguatan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Terbuka Kelas IIB Lombok Tengah menerima bantuan 12.000 bibit ikan nila dari Balai Benih Ikan (BBI) Sentral Aikmel, Jumat (31/10). Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga binaan serta memberikan kontribusi bagi kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala UPTD BBI Sentral Aikmel, Lalu Mashudi, kepada Kepala Lapas Terbuka Lombok Tengah, Muslim Surbakti, di area kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kolam SAE menjadi sarana utama dalam pelaksanaan pembinaan berbasis pelatihan budidaya ikan bagi para warga binaan.
Kalapas Terbuka Lombok Tengah, Muslim Surbakti, menyampaikan apresiasi atas dukungan BBI dalam menopang pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Bantuan bibit ikan ini menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas Terbuka,” ujarnya.
Ribuan bibit ikan nila tersebut akan dibudidayakan oleh warga binaan sebagai bagian dari program pelatihan di bidang perikanan. Melalui kegiatan ini, WBP dapat mengasah kemampuan, menumbuhkan kepercayaan diri, serta menyiapkan keterampilan produktif yang dapat diaplikasikan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Kepala BBI Sentral Aikmel, Lalu Mashudi, menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan teknis maupun pelatihan lanjutan agar program budidaya berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Lapas Terbuka Lombok Tengah dalam mengembangkan program perikanan yang produktif dan bermanfaat,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Lapas Terbuka Lombok Tengah dan BBI Sentral Aikmel menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi model pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan aplikatif di masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, H. Muslim, ST., M.Si, menyebutkan bahwa hingga September 2025, lebih dari 10 juta ekor benih ikan telah disebar di berbagai wilayah NTB. Benih tersebut disalurkan ke perairan umum, kolam masyarakat, hingga embung desa melalui kerja sama antara kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan mitra.
Muslim menjelaskan, program tebar benih bukan hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem perairan.
“Banyak praktik penangkapan merusak seperti menggunakan setrum. Tebar benih ini juga bagian dari upaya pemulihan ekosistem dan edukasi,” tegasnya.
Muslim menerangkan bahwa program penebaran benih ikan turut mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat NTB yang masih di bawah rata-rata nasional. Pada 2023, Angka Konsumsi Ikan (AKI) di NTB tercatat 54,90 kg/kapita/tahun, meningkat menjadi 58,39 kg/kapita/tahun pada 2024.
Sementara AKI nasional tahun 2023 berada pada 57,91 kg/kapita/tahun, dan meningkat menjadi 58,76 kg/kapita/tahun pada 2024. Upaya penyebaran benih di sungai, danau, hingga bendungan menjadi strategi untuk menjaga ketersediaan ikan sekaligus mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.(bul)

Penerapan Beras Satu Harga di Mataram Dinilai Tidak Relevan

0
Zohran

Mataram (ekbisntb.com)- Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) NTB, Zohran SH, mengungkapkan penerapan kebijakan beras satu harga di Kota Mataram tidak relevan. Zohran menilai kondisi ini tidak sejalan dengan regulasi , yaitu Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Kepala Bapanas) Nomor 299 Tahun 2025 dan Nomor 2 Tahun 2023.
Zohran menegaskan, Kebijakan yang diambil ini sangat tidak berpihak pada pihak penggilingan padi di NTB. Ia bahkan mengibaratkan kebijakan beras satu harga sebagai langkah mundur hingga 10 tahun ke belakang, seiring dengan perkembangan teknologi alat penggilingan padi yang kian tahun semakin berkembang hingga klasifikasi beras sesuai dgn kualitasnya.
Keputusan Kepala Bapanas (Kepbadan) Nomor 299 Tahun 2025 secara jelas mengatur klasifikasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Dalam kebijakan tersebut, telah diatur H-E-T untuk beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram.
Selain itu, Kepbadan Nomor 2 Tahun 2023 juga mengatur klasifikasi mutu beras yang meliputi kualitas premium, medium, dan beras pecah. Adanya perbedaan kapasitas dan kualitas penggilingan antara pengusaha beras di NTB membuat klasifikasi harga sangat diperlukan.
“Jika dianalogikan, khusus untuk bahan bakar minyak saja ada jenis dan ketentuan harganya, maka perlu ada perbedaan klasifikasi dan kelas sumbernya di bidang perberasan,” ujarnya. Perpadi NTB mengakui,hingga saat ini belum ada koordinasi maupun konfirmasi sama sekali dari pihak terkait mengenai standar beras satu harga. Zohran meminta Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk memberikan edukasi rinci kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai kebijakan ini.
Ia juga berharap, pengawasan yang dilakukan Dinas Perdagangan harus tetap memperhatikan klasifikasi beras (premium, medium, dan beras pecah) sehingga konsumen dapat menyesuaikan kemampuan belanjanya dengan kualitas beras yang tersedia.
Di tengah isu kenaikan harga beras, Perpadi NTB juga berharap Perum Bulog segera melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sesuai dengan kelas berasnya. Zohran pun mengajak pelaku penggilingan padi untuk berinovasi dan bekerja sama dengan pemerintah dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga beras di NTB.
Sebagaimana diketahui, beras satu harga telah berlaku di Kota Mataram. HET beras premium di seluruh retail modern sama Rp14.900 per kilogram.
Pemberlakukan satu harga beras premium menjadi kebijakan konkrit dari pemerintah pusat. Kebijakan ini bertujuan agar pelanggan tidak kebingungan mencari merk beras dengan kualitas berbeda. Beras satu harga memiliki kualitas dan harga yang sama.(bul)

Pengabdian Internasional di Pinge, Program Studi S3 Bisnis Pariwisata PNB Libatkan Peserta dari Sebelas Negara

0
Pengabdian Internasional di Pinge, Program Studi S3 Bisnis Pariwisata PNB Libatkan Peserta dari Sebelas Negara
Pengabdian Internasional di Pinge, Program Studi S3 Bisnis Pariwisata PNB Libatkan Peserta dari Sebelas Negara

Lombok (ekbisntb.com) – Gebrakan besar dilakukan oleh Program Studi Doktor Terapan Bisnis Pariwisata (Prodi S3 D’Bispar) Politeknik Negeri Bali (PNB). Program studi yang baru berusia setahun ini melaksanakan pengabdian internasional yang melibatkan narasumber dan peserta yang berasal dari sebelas negara.


Diantaranya dari Belanda, Belgia, Jerman, Perancis, Rusia (Eropa), Amerika Serikat, Kolumbia (Amerika), Afrika Selatan, Namibia (Afrika), Tiongkok, dan Indonesia (Asia).


Kesebelas negara ini termasuk dalam empat benua berbeda sehingga program community service ini berkategori pengabdian internasional. Sasarannya adalah para pelaku pariwisata pedesaan di lingkungan masyarakat Pinge. Terbukti cukup banyak anggota masyarakat, khususnya anggota Sadar Wisata Pinge yang terlibat.


Pengabdian yang berlangsung sehari, Sabtu (1/11/2025) di Desa Wisata Pinge, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, ini mengambil tema “Storytelling Techniques and Event Technology Training” (Pelatihan Teknik Penceritaan dan Teknologi Event).


Pelatihan teknik storytelling disampaikan oleh sejumlah mahasiswa Prodi S3 Bisnis Pariwisata. Sementara pelatihan event technology diberikan oleh pembicara internasional, yaitu Martijn Olde Loohuis (Belanda), Simon Smaluhn (Jerman), dan Kan Yan (Tiongkok). “ChatGPT and Event Technology to Enhance the Tourist Experience”.


Menurut Ketua Pengabdian Internasional Prof. Dr. Gede Ginaya, M.Si., mengaakan, program ini dilakukan untuk mendukung profesionalisme pelaku pariwisata lokal di samping secara internal mendukung gerakan program studi menuju “program studi internasional” yang sejalan dengan harapan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi nomor 40/2025 di mana setiap perguruan tinggi dan program studi agar mengembangkan kegiatan-kegiatan internasional sehingga program studi diakui berkelas dunia.


Di bawah pengelolaan Made Herry Erika Sedana, SE, M.Tr.Par, M.Pro selaku pemimpin operasional projek ini, program pertama pengabdian ini berupa “high impact storytelling techniques and engagement with guests” yang diberikan oleh para mahasiswa program studi D’Bispar sendiri yang kebanyakan GM dan direktur industri pariwisata.


Program kedua, yaitu “Optimizing ChatGPT and Event Technology” diberikan oleh peserta pengabdian internasional dari Belanda, Jerman, dan Tiongkok.
Prof. Dr. I Putu Astawa SE, MM selaku Koordinator Program Studi S3 Bisnis Pariwisata dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung proses akreditasi internasional di samping akreditasi nasional yang akan dilakukan dengan sebuah lembaga internasional pengakreditasi yang bermutu dan terpercaya.


Menurutnya, agenda internasional yang selama ini sudah berjalan adalah Program Double Degree (Gelar Ganda) dengan Angers University, Perancis.
Pengabdian internasional yang dirancang setiap tahun ini ditutup dengan “Desa Wisata Pinge Trekking” menyusuri wilayah pertanian dan perkebunan serta suasana pedesaan yang green, asri, dan memanjakan setiap mata yang memandang.(r)

Tidak Sadarkan Diri, Pembalap MRS Jalani Perawatan Intensif di RSUD Mataram

0
Pembalap MRS menunjukkan kemampuannya saat balapan di Sirkuit Mandalika, Sabtu, 1 November 2025. Satu pembalap, yang berlaga di ajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2025 M. Murrobil Vitoni, kini tengah menjalan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram.

Lombok (ekbisntb.com) –

Satu pembalap yang berlaga diajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2025 M. Murrobil Vitoni, kini tengah menjalan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram. Pembalap kelas Nasional Sport 250cc tersebut sebelumnya terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat tabrakan mengerikan saat sesi balapan pertama yang berlangsung pada Sabtu (1/11/2025) kemarin. Dan, disebut mengalami pendaraan di bagian kepala.

Meski belum sadarkan diri, kondisi Murrobil perlahan terus menunjukkan perkembangan yang positif. “Sampai pernyataan ini dibuat, kondisinya stabil untuk dilakukan obervasi dan menunggu tindakan selanjutnya,” sebut panitia MRS 2025 dalam pernyataan resmi yang diterima, Minggu (2/11/2025).

Insiden tabrakan terjadi saat sesi balapan pertama berlangsung di lap keenam menuju lap ketujuh dari total 10 lap direncanakan. Dimana saat memasuki tikungan delapan Murrobil Vitoni mengalami crash dengan sejumlah pembalap. Total ada lima pembalap yang terlibat dalam insiden tersebut.

Meski ada insiden kecelakaan, jalannya balapan sendiri tetap dilanjutkan. Tidak dikeluarkan red flag tanda balapan di hentikan. Karena pembalap yang jatuh dan motornya berada di luar lintasan. Para pembalap juga langsung mendapat penanganan medis. Begitu juga sepeda motor para pembalap bisa segera dievakuasi.

Oleh tim medis kemudian di bawa ke Medical Center sesuai instruksi dari Chief Medical Officer untuk untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Setelah ditangani tim dokter di Medical Center Sirkuit Mandalika diputuskan Murrobil Vitoni untuk dirujuk ke RSUD Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.

“Race Direction sudah melakukan penanganan sesuai prosedur di balapan. Dan, kami berharap Murrobil Vitoni kondisinya segera membaik,” ujar penyelenggaraa dalam pernyataan tersebut. (kir)

Sumbawa Siapkan Dana Rp800 Juta di Pengadaan Bibit Sengon Laut

0
Pipin Shakti Bitongo

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) –

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa, mengaku sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp800 juta untuk pengadaan 400 ribu bibit sengon laut yang nantinya akan dibagikan ke masyarakat di program Sumbawa hijau lestari.

“Bibitnya sudah siap di sejumlah rekanan yang sudah kita komunikasi kan, tinggal kami menunggu kesiapan anggarannya saja untuk dilakukan proses lebih lanjut,” Kata Kepala DLH Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, Jumat, 31 Oktober 2025.

Ia menyebutkan, pengadaan bibit sengon laut tersebut dilakukan pemerintah tidak hanya untuk menjaga hutan melainkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Bahkan untuk satu hektare lahan yang ditanami 100 pohon sengon laut bisa menghasilkan sekitar Rp200 juta setiap kali panen.

“Ini merupakan program utama pak Bupati, sehingga kami berkomitmen untuk menjalankan program tersebut dalam lima tahun ke depan. Sehingga hutan Sumbawa dalam kondisi aman, terjaga dan hijau kembali,” tambahnya.

Selain bibit tersebut lanjut Pipin, pemerintah juga menyiapkan bibit untuk buah-buahan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan. Hal itu dilakukan, agar masyarakat bisa menjaga hutan dan bibit buah-buahan yang diberikan pemerintah bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi mereka.

“Kalau untuk waktu penanaman kita masih menunggu hujannya stabil, kalau di wilayah tertentu sudah siap bisa langsung kita lakukan droping ke wilayah tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengajak ke masyarakat untuk mensukseskan program tersebut dengan tetap menjaga bibit yang sudah ditanam nantinya. Hal itu perlu dilakukan, karena masih maraknya ternak yang dilepas liarkan yang dikhawatirkan akan merusak bibit yang sudah ditanam sebelumnya.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga bibit yang kami berikan. Lahan sebaiknya dipagar supaya tidak dirusak ternak, karena sekarang banyak ternak dilepas bebas,” ucapnya.

Pemerintah lanjut Pipin juga akan menggandeng komunitas lingkungan dan masyarakat secara umum. Hal itu dilakukan dengan harapan program penghijauan kembali dengan sengon laut bisa berjalan sukses sehingga ekologis Sumbawa bisa terjaga.

“Pengamanan dan pemeliharaan bibit menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami juga berencana menggandeng kelompok tani dan komunitas lingkungan, agar penanaman Sengon Laut berkelanjutan,”  tukasnya. (ils)

Putaran Final MRS 2025, Pembalap NTB Agai Araska Sabet Gelar Juara Nasional

0
Pembalap saat memacu kendaraan pada event Pertamina MRS di Sirkuit Mandalika.

Lombok (ekbisntb.com) –

Ajang balap nasional Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2025 putaran kelima digelar di Pertamina Mandalika International Circuit. Putaran final ini pun berlangsung seru. Karena menjadi penentu gelar juara nasional. Dengan pembalap asal NTB Arai Agaska sukses mengamankan gelar juara nasional di kelas bergengsi Nasional Sport 250cc.

Dalam dua kali balapan utama Arai memang gagal naik podium. Karena finis di posisi kelima dan keempat. Namun hasil tersebut sudah lebih dari cukup bagi Arai untuk menyabet gelar nasional. Pasalnya, persaing utamanya pembalap M. Murrobil Vitoni, gagal meraih poin. Setelah crash di balapan utama di hari Sabtu (1/11/2025). Sementara di balapan utama kedua di hari Minggu (2/11/2025), Murrobil tidak membalap lantaran masih menjalani perawatan medis di RSUD Mataram.

Sedang untuk tiga kelas kejuaraan nasional lainnya gelar juara nasionalnya sudah dipastikan usai balapan pertama. Dengan Danadyaksa Wida Pangestu keluar sebagai juara kelas Nasional Junior Sport 150cc U-15, Fahmi Basam di kelas Nasional Sport 150cc serta Wahyu Nugroho di kelas National Supersport 600cc.

“Seri final ini menjadi momen penentuan juara nasional untuk berbagai kategori. Sejumlah pembalap sukses mengunci gelar lebih awal. Sementara yang lainnya masih harus berjuang hingga Race kedua,” sebut Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangannya.

Keberhasilan beberapa pembalap mengunci gelar juara nasional menjadi bukti meningkatnya kualitas kejuaraan. Sesi balapan sendiri selalu berlangsung seru dan ketat. Namun tetap berjalan sportif dan aman.

Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar MRS menjadi standar pembinaan balap di Indonesia.  “Kita telah menyaksikan bagaimana pembalap-pembalap muda Indonesia menunjukkan progres luar biasa di Sirkuit Mandalika. Ini hasil kerja keras bersama, mulai dari promotor, tim, hingga pembalap yang terus berdisiplin,” tegasnya.

Priandhi menjelaskan penyelenggaraan berbagai ajang balap, termasuk MRS di Sirkuit Mandalika merupakan bagian dari langkah strategis MGPA unntuk memperkokoh perannya dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Itu sejalan dengan arahan dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan The Mandalika.

“Berbagai upaya yang dilakukan MGPA bukan semata untuk penyelenggaraan ajang balap, melainkan juga sebagai bagian dari misi besar ITDC dan InJourney Holding dalam mengembangkan kawasan pariwisata yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” tegasnya. (kir)

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmen Tindak Lanjuti Keluhan Konsumen, Lemigas Beberkan Hasil Uji Pertalite Sesuai Spesifikasi

0

Surabaya (ekbisntb.com)– Sebagai tindak lanjut dari kegiatan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga bersama Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan beberapa pihak lainnya menggelar konferensi pers di SPBU 51.601.65 Jemursari, Surabaya, Jumat (31/10).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberi perhatian terhadap isu ini serta menjelaskan langkah cepat yang telah dilakukan pihaknya bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Lemigas. Ia mengatakan bahwa perhatian ini merupakan bentuk kepedulian publik agar Pertamina terus berkomitmen memberikan pelayanan energi yang lebih baik.

“Terkait isu kontaminasi yang terjadi pada Pertalite, kami memberikan atensi serius agar tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat. Izinkan kami terus berbenah, memperbaiki layanan untuk lebih baik ke depan agar Pertamina yang kita cintai ini menjadi rumah kita bersama, dan Pertamina ini menjadi rumah energi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Mars Ega.

Mars Ega menambahkan, Pertamina Patra Niaga sudah membuka posko pengaduan di sejumlah SPBU dan melakukan pengecekan di hampir 300 SPBU di Jawa Timur. ” Dalam melakukan penyaluran BBM ini, baik di Pertamina maupun di SPBU khususnya, itu ada SOP, tata cara, prosedur yang harus dilaksanakan untuk memastikan agar BBM itu kualitasnya baik, tidak tercampur air, dan tidak menimbulkan kerugian untuk masyarakat,” tambahnya.

Terakhir, ia pun mengatakan akan bersikap tegas kepada siapapun pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan yang melanggar SOP mutu produk yang dapat merugikan citra perusahaan dan masyarakat. “Oleh karena itu, kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak, dan kami juga berkomitmen untuk memberikan solusi kepada masyarakat yang terdampak dan betul-betul dapat dibuktikan bahwa membeli BBM di Pertamina,” tuturnya.

Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo mengungkap bahwa Lemigas telah melakukan pengambilan sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Jawa Timur untuk diuji di laboratorium. Ia menegaskan bahwa Lemigas bersama Ditjen Migas akan terus melakukan analisis lanjutan, termasuk jika ditemukan laporan serupa di daerah lain.

“Kemudian bisa kami sampaikan, pemantauan langsung yang bersama-sama dan dilanjutkan dengan contoh atau sampel yang dikirimkan ke Lemigas. Sampai hari ini didapatkan hasil yang bahasa secara legalnya, adalah on spesifikasi, atau sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, yaitu untuk jenis produk Pertalite. Ini mengacu ke SK DDN Migas Nomor 486 Tahun 2017,” terang Cahyo.

Sementara itu, Ahli Teknik Kimia ITS, Prof. Renanto, menjelaskan bahwa fenomena gangguan mesin kendaraan tidak dapat langsung dikaitkan dengan bahan bakar. Menurutnya, secara teori, karakteristik kimia hidrokarbon pada bahan bakar tidak memungkinkan air untuk larut dalam jumlah besar di dalamnya.

“Hasil uji spek BBM Pertalite yang tadi sudah disampaikan sesuai dengan standar, maka tentu saja Pertalite ini akan bebas air. Jadi tidak masalah kalau Pertalite digunakan sebagai bahan bakar untuk motor, hanya spesifikasi kebutuhan BBM motornya harus disesuaikan, apakah sesuai dengan Pertalite,” terang Prof. Renanto.

Perwakilan mekanik bengkel otomotif di Surabaya, Juanda, mengatakan bahwa fenomena gangguan pada kendaraan ini, tidak semata-mata disebabkan oleh bahan bakar, melainkan bisa berasal dari berbagai faktor teknis pada komponen kendaraan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di bengkel miliknya dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar kasus dapat diatasi melalui pengecekan dan perawatan rutin.

“Masalah brebet itu bisa disebabkan banyak hal. Di bengkel kami, kami periksa dulu tekanan pompa bensin, sensor-sensor injeksi, dan kondisi busi. Dari banyak kasus yang datang, ternyata yang paling sering penyebabnya ada di busi. Setelah diganti, mesin langsung kembali normal,” kata Juanda.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menyimpulkan penyebab gangguan dari bahan bakar sebelum memastikan kondisi kendaraan sesuai spesifikasinya. “Setiap sepeda motor punya rekomendasi oktan bahan bakar sendiri. Jadi sesuaikan dulu dengan spek motor, jangan panik. Kadang cukup ganti busi saja sudah selesai,” tambahnya.

Kepala Unit Intelkam Polres Surabaya, Iptu Taufik, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan Pertamina dalam memberikan klarifikasi kepada publik. Ia mengatakan pentingnya peran media untuk membantu menyampaikan informasi secara jernih dan proporsional kepada masyarakat.

“Kami berharap informasi terkait hasil uji dan klarifikasi ini bisa disampaikan dengan jernih dan benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Peran rekan-rekan media sangat penting dalam menjaga agar situasi tetap kondusif dan informasi tersampaikan secara tepat,” ujar Taufik.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk terus memperkuat pelayanan bagi masyarakat. Pertamina meyakini sebagai BUMN, Pertamina tidak saja sebagai pelayan masyarakat, namun juga sebagai Rumah Energi bagi masyarakat melalui layanan salahsatunya di SPBU yang juga menyediakan Musala, Mini Market, Cafe, Tambah Angin dan Air, serta Toilet yang bersih. Karena bahwasannya Pertamina ingin menjadikan SPBU nyaman bagi konsumen dan terasa seperti “Ini Rumah Kita”.(bul)

Panen Bawang Merah Melimpah, Pemda Lombok Utara Optimis Inflasi Terkendali

0
Panen bawang merah di Lombok Utara berhasil, dari 1,5 ton menghasilkan 24 ton

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemda Lombok Utara optimis inflasi khususnya pada komoditasnya bawang merah dapat dikendalikan. Hal ini seiring panen raya di sejumlah kelompok binaan budidaya mencatatkan produksi yang cukup baik.

“Kita optimis inflasi pada komoditas bawang merah dapat dikendalikan. Bawang merah ini salah satu yang paling berpengaruh terhadap inflasi karena harganya sangat fluktuatif. Bisa naik dan turun dengan cepat,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, S.Sos., Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, Pemda Lombok Utara telah menyalurkan bantuan bibit bawang merah sekitar 3 bulan lalu kepada sejumlah kelompok tani di beberapa kecamatan. Pekan ini, kelompok-kelompok petani bawang merah telah memulai produksi dengan tingkat hasil yang cukup menggembirakan.

Pemda Lombok Utara, kata dia, menyadari fluktuasi harga bawang merah tergolonf cukup rawan. Oleh karenanya, Pemda hadir untuk membantu percepatan produktivitas petani dengan menyalurkan bantuan bibit, pupuk, dan obat-obatan.

Seperti pada Kelompok Tani Pelita di Dusun Lempenge, Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Tresnahadi menyebut, panen perdana bersama Kelompok menunjukkan antusiasme anggota untuk melakukan budidaya sesuai kondisi cuaca. Hasil panen kali ini dapat menopang produksi pangan lokal untuk menjaga eksistensi petani sekaligus pengendalian harga pasar bawang merah di Lombok Utara.

Pemda membantu bibit untuk penanaman pada lahan seluas 6,5 hektar yang terbagi di 2 kecamatan. Masing-masing 1,5 hektar di Kelompok Tani Pelita, Gangga, dan 5 hektare di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan. Bibit yang digunakan adalah jenis Superphilip yang terbukti cocok dengan kondisi lahan kering di Lombok Utara.

Ia menambahkan, dalam satu hektar lahan kelompok tani, produksi menghasilkan 24 ton basah. Hal ini didorong kualitas dan varietas bibit yang sesuai dengan kondisi iklim di area budidaya, serta serangan hama yang dapat di minimalisir.

“Ini hasil yang luar biasa dan sangat menggembirakan bagi petani.  Kita berencana melanjutkan program serupa kepada kelompok tani lain yang sudah mengajukan proposal bantuan,” tambahnya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Pelita, M. Tohir, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lombok Utara karena telah dibantu bibit, pupuk dan obat-obatan. Langkah Pemda ini dapat menekan ongkos produksi, dimana sebelumnya petani harus membeli bibit dan prasarana budidaya dengan harga cukup tinggi.

Tohir mengatakan, dari hasil produksi bantuan Pemda ini, Kelompok akan menata manajemen bibit untuk budidaya berkelanjutan. Tiap anggota diharuskan menyimpan sebagian hasil panen untuk keperluan penanaman pada musim tanam mendatang.

“Kelompok menerima bibit 1,5 ton, mulsa, dan obat-obatan. Alhamdulillah, dalam 1 hektar kami bisa memanen sampai 24 ton,” ucapnya.

Tohir mengisyaratkan, kelompok tidak akan langsung menjual bawang merah melainkan melakukan pengeringan dengan cara dianginkan. Hal ini bertujuan agar petani mendapat selisih harga yang maksimal. Jika dijual dalam keadaan basah, harga yang diperoleh sebesar Rp15.000 per kilogram. Sedangkan bawang dengan daun kering penuh mencapai Rp25.000 per kilogram. (ari)