Sunday, April 26, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 121

Pemkab Lombok Timur Gelar Pelatihan Wirausaha bagi 100 Pemuda Miskin Ekstrem

0
Kegiatan pelatihan kewirausahaan di Kantor Bupati Lotim, Selasa (4/11/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemkab Lombok Timur (Lotim) menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Ekstrem yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini diikuti 100 pemuda. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.

Pelatihan yang mengusung tema “Wirausaha Muda Mandiri Indonesia Tangguh: Pengentasan Kemiskinan melalui Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Berbasis Sumber Daya Lokal” ini berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lotim. Tujuannya adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan berwirausaha para pemuda, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Kehadiran Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam acara tersebut semakin menguatkan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Wabup memberikan apresiasi tinggi atas dipilihnya Lombok Timur sebagai satu dari delapan Kabupaten/Kota terpilih di Indonesia untuk program unggulan Kemenpora ini.

Pemkab Lotim menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat berkelanjutan. Program ini sejalan dengan visi misi Lombok Timur untuk melahirkan 20.000 wirausaha baru sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Ia menekankan bahwa kolaborasi semua pihak sangat krusial untuk keberhasilan misi ini. “Sehingga lintas sektoral, lintas kementerian, lintas lembaga kolaborasinya harus lebih erat,” tegasnya.

Wabup juga berharap pelatihan ini dapat menjadi Pilot Project yang nantinya dapat direplikasi oleh Pemerintah Daerah ke dalam program-program yang sudah ada, seperti yang dijalankan di Loka Latihan Kerja Selong. Kepada para peserta, ia berpesan agar tidak perlu malu disebut miskin ekstrem, namun harus serius mengikuti pelatihan dan menginspirasi diri dari para narasumber yang hadir.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI, Yohan, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata Kemenpora dalam menuntaskan masalah kemiskinan ekstrem. Pelatihan yang ditujukan bagi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun ini dirancang untuk membekali mereka dengan ilmu dan pengetahuan, sehingga mampu melahirkan ide kreatif, berinovasi, dan akhirnya mandiri dengan membuka lapangan kerja berbasis potensi lokal.

“Para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan agen inovasi. Tidak lagi menjadi pencari kerja, tetapi pembuka lapangan pekerjaan,” pungkas Yohan.

Untuk mendukung hal tersebut, pelatihan menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan dari Bank BRI Cabang Selong untuk membahas akses permodalan, pelaku wirausaha muda lokal, serta Founder Rumah SDM Indonesia yang membagikan strategi pengembangan diri.

Sebagai informasi, saat ini di Lombok Timur tercatat lebih dari 15.000 Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Secara nasional, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga tersisa 0,5 persen pada tahun 2026 mendatang. (rus)

Puluhan Rumah Kumuh Warga Miskin Ekstrem di Lombok Barat Ditangani Baznas  

0
Warga dan Kades Taman Ayu M. Tajuddin menerima bantuan rumah kumuh dari Ketua Baznas Lobar  Lobar, TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar bersama komisioner Baznas di Desa Taman Ayu, Selasa, 4 November 2025.

Lombok (ekbisntb.com) –

Sebanyak 55 unit rumah kumuh di Lombok Barat (Lobar) ditangani Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun ini. Penerima puluhan rumah kumuh ini merupakan warga miskin ekstrem sesuai data Pemkab. Penanganan rumah kumuh ini merupakan kontribusi dari Baznas dalam membantu Pemkab menangani persoalan kemiskinan esktrem melalui intervensi rumah.

Salah satu desa yang disasar bantuan rumah kumuh adalah Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung. Penyaluran dana bantuan rumah kumuh di desa ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua Baznas Lobar, TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar bersama Kabag Kesra Setda Lobar Hj. Mutmainnah dan komisioner Baznas kepada Kades Taman Ayu M Tajuddin serta para penerima bantuan di Kantor Desa Taman Ayu, Selasa (4/11/2025).

Sahrun Warga Dusun Bongor, selaku penerima bantuan rumah kumuh dari Baznas, mengaku senang dan bersyukur rumahnya ditangani.

“Syukur Alhamdulillah rumah saya dibangun, saya sangat butuh. Karena rumah saya sudah rusak parah, hampir ambruk,” tuturnya.

Pria yang kerja serabutan itu mengaku menempati rumahnya puluhan tahun, semenjak menikah. Sering kali ia dijanjikan rumahnya mau ditangani, namun baru kali ini yang direalisasikan.

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Lobar TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar mengatakan tahun ini pihaknya membangun 55 unit rumah kumuh.

Dalam penanganan rumah kumuh ini pihaknya berkolaborasi dan kerjasama dengan sejumlah pihak, mupai dari Baznas Provinsi, organisasi kemanusiaan internasional Islamic Relief, Bank NTB Syariah. Rumah kumuh yang ditangani pun sebagian  sudah selesai dikerjakan dan akan mulai pengerjaan.

Kerja sama dengan Islamic Relief pun segera diselesaikan. Di mana dalam kerja sama ini nantinya satu rumah nilainya Rp70 juta. Masing-masing mengeluarkan Rp35 juta. Kerja sama antara Baznas dan Islamic Relief ini telah berlangsung sejak setahun lalu.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Baznas Provinsi NTB membangun 20 unit rumah kumuh di Desa Mareje Kecamatan Lembar dan Desa Taman Ayu dengan nilai Rp25 juta masing-masing rumah. Proses pemilihan rumah-rumah ini dari hasil Rakernis Baznas se NTB, di mana Baznas NTB menentukan dalam Rakernis itu desa yang mendapatkan bantuan rumah dan alokasi.

“Kami Baznas Lobar hanya pelaksananya, jadi ditentukan dalam Rakernis beberapa bulan lalu bahwa untuk wilayah Lobar mendapatkan 20 unit, 10 unit di Desa Taman Ayu, dan 10 unit di Desa Mareje,” sebutnya.

Penerima bantuan rumah ini diajukan oleh kepala desa. Warga yang diusulkan kategori tak mampu dan rumahnya tidak layak huni. Lalu kades dipanggil ikut pertemuan di kantor Baznas dengan Dinsos, Perkim dan Bappeda. Hal ini untuk memastikan warga penerima bantuan masuk Desil 1 atau fakir kategori miskin ekstrem. (her)

Layanan PJU, Najmul Akhyar Isyaratkan Skema KPBU

0
Perbaiki pelayanan PJU, Pemda KLU menempuh melalui KPBU.

Lombok (ekbisntb.com) –

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., mengisyaratkan untuk menempuh skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk mengoptimalkan pelayanan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Skema ini dipilih dengan mengadopsi beberapa daerah yang sudah lebih dulu menempuh KPBU, seperti Pemda Madiun, serta pertimbangan efektif dan efisien bagi kepentingan pelayanan publik.

“Konsep yang kita terapkan pada PJU adalah pola KPBU. Pemerintah tidak perlu menyiapkan anggaran dari APBD karena kita bekerja sama dengan pihak ketiga,” ungkap Bupati Najmul Akhyar, Selasa (4/11/2025).

Ia menjelaskan, pelayanan PJU merupakan salah satu item pelayanan yang harus diperbaiki di Lombok Utara. Pasalnya, daerah ini merupakan objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

Pemda juga berkepentingan pelayanan PJU untuk menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Pemda Lombok Utara juga perlu memastikan agar fasilitas PJU tersedia dengan baik sebagai respons pengelolaan anggaran pajak listrik yang dibayarkan oleh masyarakat.

Najmul menekankan, PJU harus dikelola dengan skema KPBU untuk memastikan pelayanan berkelanjutan. Kerja sama ini dipilih sebagai solusi efektif untuk mempercepat penyediaan sarana dan prasarana PJU sekaligus meringankan beban pada anggaran daerah.

Najmul menyambung, melalui skema KPBU akan memberi dampak positif bagi daerah. OPD teknis akan dipercaya untuk membahas skema yang sama-sama menguntungkan dengan pembayaran berbasis pada jumlah lampu yang menyala.

“Dengan KPBU, kalau yang menyala lima ratus, ya lima ratus itu yang kita bayar. Jadi lebih efektif dari sisi anggaran,” imbuhnya.

Skema KPBU ini tambahnya, diyakini mampu meningkatkan respons pelayanan. Misalnya, jika terdapat lampu yang rusak atau tidak menyala, maka penanganannya tidak harus menunggu anggaran daerah melainkan ditangani oleh pihak ketiga.

Bupati menyatakan, sudah menginstruksikan kepada OPD Dinas Perhubungan untuk melakukan proses administrasi yang dibutuhkan dalam KPBU. Tentunya, tahap awal yang harus dilalui adalah melakukan Studi Kelayakan secara objektif sesuai dengan kondisi riil di daerah. Sebab tidak hanya wilayah darat, Pemda Lombok Utara juga memiliki 3 kawasan objek wisata yang perlu mendapat perhatian serius.

“Proses awal sudah dimulai,  termasuk studi kelayakan untuk mengetahui berapa ribu titik lampu yang diperlukan. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa diwujudkan,” tutup Bupati. (ari)

Larang ASN Gunakan Elpiji Bersubsidi, Pemprov NTB dan Pertamina Buka Layanan Penukaran

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Nomor: 500/177/EKON-II/2025 yang ditandatangani oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Lalu Mohammad Faozal.

Dalam SE ini, seluruh ASN baik di lingkungan Pemprov NTB maupun ASN di kabupaten/kota agar tidak menggunakan elpiji bersubsidi.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaluddin menegaskan, seluruh ASN di lingkungan Pemprov NTB maupun di 10 kabupaten/kota harus menggunakan gas elpiji 5,5 kg.

Hal ini penting dilakukan, karena ASN harus menjadi contoh pada masyarakat lainnya.Sebagai langkah awal, ujarnya, Pemprov NTB bersama Pertamina menyediakan program penukaran tabung gas di NTB Mall, Jumat, 31 Oktober 2025.‘

’Kegiatan ini kami mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan Biro Perekonomian,” ujarnya, saat dikonfirmasi di NTB Mall, Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurutnya, gas elpiji 3 kilogram diperuntukkan kepada masyarakat yang berpenghasilan di bawah 1 juta per bulan. ASN, sambungnya bukan golongan dari itu, sehingga, seluruh ASN dari semua golongan di NTB wajib menggunakan gas non subsidi.

Program ini, ujarnya, menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran ASN agar tidak menggunakan hak masyarakat kurang mampu.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pertamina menyiapkan 1.000 stok tabung Bright Gas di NTB Mall yang berfungsi sebagai stokis untuk mempermudah ASN menukar tabung mereka.

Selanjutnya, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mengelola penjualan dan distribusi melalui koperasi internal. Harapannya, tiap OPD bisa mengelola sendiri melalui koperasi. “Jadi ASN membeli tabung atau isi ulang melalui koperasinya. Nantinya ada Sisa Hasil Usaha (SHU) yang bisa kembali ke anggota,” katanya.

Pada tahap awal ini, tersedia kuota 1.000 tabung bagi ASN Pemprov NTB. Adapun biaya penukaran tabung bersubsidi ke non-subsidi ditetapkan secara bertingkat. ASN yang menukar satu tabung melon ke tabung Bright Gas 5,5 kg cukup menambah Rp100 ribu, sedangkan yang menukar dua tabung cukup menambah Rp50 ribu. (ham)

Emas Antam Senin Ini Turun Lagi Rp12.000 Menjadi Rp2,278 Juta/Gram

0

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang diperiksa dari laman Logam Mulia, Senin (3/11) mengalami penurun sejak awal November, kini turun Rp12.000 menjadi Rp2.278.000 dari semula Rp2.290.000 per gram.

Untuk harga jual kembali (buyback) juga turun ke angka Rp2.143.000 dari awalnya Rp2.155.000 per gram, serta dijual mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).

‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No.34/PMK.10/2017.

‎Penjualan kembali batang emasan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback . Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.189.000.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.278.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.496.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp6.719.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp11.165.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp22.275.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp55.562.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp111.045.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp222.012.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp554.765.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.109.320.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.218.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Harga BBM di Bulan November, Bensin Turun dan Solar Naik

0
Ilustrasi pengisian BBM(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, bp, dan Vivo terpantau mengalami perubahan ketika memasuki November 2025 dengan jenis bensin mengalami penurunan harga di sejumlah SPBU dan solar naik di seluruh SPBU.

Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, tercatat harga Pertamina Dex Series pada November 2025 mengalami peningkatan dibandingkan Oktober 2025.

Seperti di Jabodetabek, harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp13.900 per liter dari Rp13.700 per liter.

Lalu, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp14.200 per liter, naik dari sebelumnya Rp14.000 per liter.

Sedangkan harga Pertamax Series tidak mengalami perubahan.

Berikut rincian harga BBM SPBU Pertamina di Jakarta.

Harga Pertalite Rp10.000 per liter; subsidi solar Rp6.800 per liter; Pertamax Rp12.200 per liter; Pertamax Turbo Rp13.100 per liter;
Pertamax Green Rp13.000 per liter; Dexlite Rp13.900 per liter; dan Pertamina Dex Rp14.200 per liter.

Lebih lanjut, di SPBU Shell, BBM jenis bensin seperti Shell Super turun menjadi Rp12.680 per liter dari Rp12.890 per liter pada Oktober.

Namun BBM jenis solar (Shell V-Power Diesel) mengalami peningkatan dari Rp14.270 per liter pada Oktober 2025, menjadi Rp14.410 per liter mulai 1 November 2025.

Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana yang dikutip dari laman resmi SPBU Shell adalah sebagai berikut:

Harga Super Rp12.680 per liter; V-Power Rp13.260 per liter;
V-Power Diesel Rp14.410; serta
V-Power Nitro+ Rp13.480 per liter.

Selain itu, harga BBM di SPBU bp juga berlaku hal serupa dengan SPBU Shell, yakni penurunan harga BBM jenis bensin dan peningkatan harga BBM jenis solar.

Berikut ini rincian harga BBM di SPBU BP:

Harga BP Ultimate Rp13.260 per liter; BP 92 Rp12.680 per liter; dan
BP Ultimate Diesel Rp14.410 per liter.

Berbeda dengan SPBU lainnya, Vivo hanya memperbaharui harga BBM jenis solar.

Sejak 15 Oktober 2025, SPBU Vivo telah kehabisan stok BBM jenis bensin.

Berikut ini rincian harga BBM di SPBU Vivo yakni Diesel Primus Plus Rp14.410 per liter. (ant)

Menkeu Purbaya Siapkan Tarif Cukai Khusus untuk Rokok Ilegal Domestik

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan tarif cukai khusus untuk rokok ilegal dalam negeri untuk mencegah masuknya rokok-rokok ilegal dari luar negeri ke Indonesia.

“Kita rapikan pasarnya, kita tutup pasar kita dari barang-barang ilegal, untuk produsen rokok dalam negeri yang masih ilegal kita ajak masuk ke sistem yang lebih legal ke Kawasan Industri Hasil Tembakau dengan tarif tertentu, sedang kita buat dan kita galakkan. Mungkin kapan jadinya? Harusnya Desember jalan,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kebijakan itu akan diterapkan dikarenakan peredaran rokok ilegal asing terbukti mematikan produksi rokok legal dalam negeri yang selama ini telah dikenakan tarif cukai tinggi.

“Mereka bilang, orang Indonesia harus berhenti merokok. Dibuatlah kebijakan menaikkan tarif (cukai) ke level yang tinggi sekali. Tapi pada kenyataannya masyarakat tetap merokok dan yang terjadi adalah barang-barang gelap (ilegal) masuk. Jadi saya bilang (rokok ilegal) dari China, dari Vietnam,” kata Purbaya.

Dengan demikian, aspek kesehatan masyarakat tetap tak terjaga karena tingginya peredaran rokok ilegal asing yang dikonsumsi masyarakat.

“Kalau begitu kebijakannya untuk apa? Kita mematikan industri rokok legal dalam negeri, tetapi menghidupkan rokok ilegal dari luar negeri. Kalau begitu saya rugi. Saya tidak mau rugi!” kata Purbaya.

Dia memastikan akan menindak keras bila masih ada yang kedapatan mengedarkan rokok ilegal di Indonesia

“Kalau (kebijakan) itu sudah jalan, pemain-pemain yang tadinya gelap, kalau masih gelap kita sikat. Tidak ada lagi kompromi di situ,” katanya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan produsen dan peredaran rokok ilegal sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil agar beroperasi secara legal dan tidak merusak pasar, sehingga tercipta persaingan pasar rokok yang lebih adil.

“Upaya pemerintah bukan sekadar menindak, tetapi memberikan ruang bagi pelaku usaha yang selama ini bergerak di ‘area gelap’ atau ilegal untuk melakukan legalisasi,” ujarnya.

Jika mereka tidak punya permodalan, kata dia, pihaknya akan melihat sampai mana pemerintah bisa membantu, dengan harapan produsen-produsen rokok ilegal bisa masuk. Akan tetapi bila tetap beroperasi ilegal, nantinya Bea Cukai akan bertindak keras.

Purbaya menambahkan bahwa setelah diberi kesempatan berbenah, pengawasan, dan penindakan akan diperketat sehingga tercipta persaingan yang adil.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Direktorat Jenderal terkait juga sedang mempelajari mekanisme yang paling tepat agar perusahaan-perusahaan kecil bisa bertahan tanpa mengganggu pasar secara tidak adil.

Konsepnya, lanjut Purbaya, memfasilitasi agar pelaku usaha ilegal pindah ke ruang usaha yang legal seperti kawasan Lingkungan Industri Kecil Hasil Tembakau (LIK-IHT) di Kudus sehingga semua kegiatan menjadi terdaftar dan diawasi. (ant)

TNI Kawal Program KMP dan Program 3 Juta Rumah di Loteng

0
Sosialisasi percepatan program Koperasi Merah Putih dan program 3 juta rumah bersama Bupati Loteng di ballroom kantor Bupati Loteng, Senin (3/11/2025)

Lombok (ekbisntb.com) –

Personel TNI dipastikan bakal terlibat lebih intens dalam mengawal program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) serta program 3 juta rumah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Keterlibatan tentara tersebut diharapkan bisa membantu mempercepat realisasi capaian dua program unggulan Presiden Prabowo di Loteng.

Demikian disampaikan Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., saat sosialisasi percepatan program KMP dan 3 juta rumah di ballroom kantor Bupati Loteng, Senin (3/11/2025).

Di hadapan para camat, kepala desa serta personil Babinsa Kodim Loteng, Pathul menegaskan keterlibatan personel TNI tersebut bukan untuk mengintervensi program. Tetapi lebih kepada membantu pangawasan dan pengawalan guna mempercepat capaian target dari kedua program tersebut.

“Sesuai instruksi pemerintah pusat, tentara diminta untuk lebih aktif dalam hal pengawasan serta pengawasan program KMP dan program 3 juta rumah. Tidak terkecuali di daerah ini,” sebutnya.

Khususnya program KMP, personel TNI terutama Babinsa saat ini ditugaskan untuk membantu melakukan pendataan sekaligus menginventaris aset-aset pemerintah daerah yang ada di wilayah tugasnya masing-masing. Baik itu aset berupa tanah atau bangunan yang bisa digunakan sebagai lokasi pembangunan gerai untuk KMP. Dengan ketentuan aset yang dilaporkan khususnya untuk tanah paling tidak memiliki luas 10 are.

Hasil pendataan dan investarisasi aset pemerintah daerah tersebut sudah harus dilaporkan paling lambat tanggal 15 November 2025 mendatang. Berkoordinasi dengan Kodim Loteng sebagai pihak yang tunjuk sebagai koordinator untuk pendataan aset daerah tersebut.

Nantinya lanjut Pathul di atas lahan tersebut pemerintah pusat akan membangunkan gerai bagi KMP yang ada di desa atau kelurahan setempat. Yang berfungsi sebagai tempat lokasi usaha dari KMP yang ada. Sekaligus bisa menjadi kantor bagi KMP tersebut.

Saat ini baru ada dua KMP di Loteng yang sudah mendapat program pembangunan gerai oleh pemerintah pusat. Yakni KMP Desa Rembitan Kecamatan Pujut serta KMP Desa Lekor Kecamatan Janapria. Dengan alokasi anggaran untuk masing-masing gerai sebesar Rp 1,1 miliar.

“Ke depan, KMP di desa-desa lainnya di Loteng diharapkan bisa segera menyusul untuk mendapat bantuan pembangunan gerai oleh pemerintah pusat. Maka pentingnya proses pendataan dan invetarisasi aset daerah tersebut,” jelasnya.

Terhadap aset daerah yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan gerai KMP, bisa dimanfaatnya oleh pihak KMP dengan skema sewa. Atau skema lainnya yang diatur oleh peraturan yang ada. Karena itu aset daerah, maka pengelolaannya juga tidak boleh menyalahi aturan.

Dihubungi terpisah Dandim 1620/Loteng Letkol Arm. Karimmudin Rangkuti menegaskan kesiapan jajarannya untuk membantu percepatan program KMP dan program 3 juta rumah di Loteng.

Keterlibatan jajaran Kodim 1620/Loteng diharapkan bisa mempercepat tercapainya target program pemerintah pusat tersebut. “Kita siap membantu. Ini semua bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat dan Negara. Tentunya harapanya, dengan kehadiran personel TNI target-target program bisa segera tercapai,” tegasnya (kir)

Tak Hanya Pariwisata, Wabup Ingin Lombok Utara Dikenal dari Kekayaan Sektor Pertanian

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menginginkan agar KLU tak hanya dikenal lewat sektor pariwisata. Kekayaan alam khususnya sektor pertanian dengan sejumlah komoditas unggulan, layak menjadi barometer untuk memperkenalkan Lombok Utara kepada daerah lain di Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Kusmalahadi saat membuka Pelatihan Budidaya Tanaman Buah Tahunan khususnya Kurma, di Sekretariat Ukhuwah Datu, Gondang Timur, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Senin (3/11/2025).

Menurut Kus — sapaan akrabnya, Lombok Utara memiliki kekayaan daerah khususnya komoditas pertanian dan perkebunan yang sangat beragam. Bahkan, komoditas tersebut memiliki kualitas ekspor dan diterima oleh pasar mancanegara.

“Lombok Utara kaya dengan potensi alamnya. Baru saja kita ekspor cokelat (kakao), sebentar lagi (ekspor) cokelat, mete,” ungkap Kus.

Menyadari potensi itu, dirinya lantas mengajak semua pihak untuk terlibat memaksimalkan semua potensi yang ada. Ia ingin, kualitas komoditas asal Lombok Utara memiliki image positif di pasar Indonesia, sehingga posisi tawar dan harga komoditas memberi dampak positif bagi petani.

“Daerah ini sudah terkenal dengan pariwisatanya (dari 3 Gili hingga obyek wisata budaya, air terjun dan obyek wisata TNGR). Kita ingin, daerah ini juga dikenal dengan berbagai kekayaan di sektor pertanian.”

“Dan ternyata kita juga dikenal di sektor pertanian. Kurmanya terbaik ketujuh di dunia. Alhamdulillah,” imbuhnya.

Terkait Kualitas Kurma sendiri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Tresnahadi, S. Pt., mengungkapkan, Pemda Lombok Utara secara resmi sudah bisa memulai pengembangan budidaya kurma melibatkan masyarakat melalui anggaran daerah. Sebelumnya, program ini belum dapat dirancang karena kendala usulan varietas Kurma khas Lombok Utara belum keluar dari Kementerian Pertanian.

“Varietas Kurma sudah keluar sekitar 4 bulan lalu. Artinya, kita sudah bisa mengucurkan anggaran daerah untuk bantuan pengadaan bibit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kurma Lombok Utara sudah diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini tidak lepas dari suksesnya pembinaan kurma oleh Asosiasi Kurma Ukhuwah Datu Lombok Utara yang mampu menghasilkan produksi kurma kualitas sangat baik.

“Pada festival kurma tahun lalu di Abu Dhabi, kualitas kurma KLU diakui dengan berada pada peringkat ke-7 terbaik dunia dari sejumlah negara penghasil kurma,” ujarnya.

Kurma memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber ekonomi dan pangan. Mengingat produksi kurma KLU yang bisa berbuah sepanjang musim, serta tingkat hasil yang cukup menjanjikan, memberi peluang bagi masyarakat untuk membangun ekonomi. (ari)

Dana Transfer Turun Rp 206 Miliar, Bupati Najmul Akhyar Ajak DPRD Bahas Secara Konstruktif

0
Bupati KLU H. Najmul Akhyar sampaikan Rancangan APBD 2026 dalam paripurna DPRD KLU, Senin (3/11/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Rancangan APBD tahun anggaran 2026 telah disampaikan Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Lombok Utara, Senin (3/11/2025). Terdapat penurunan dana transfer dari pusat ke daerah sebesar Rp 206,75 miliar lebih.

Bupati dalam sidang DPRD kemarin memaparkan, RAPBD tahun anggaran 2025 disusun dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip penyusunan tersebut untuk memastikan kesinambungan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Najmul menilai tahun anggaran 2206 merupakan tahun strategis. Pemerintah pusat menetapkan kebijakan nasional, yang dikenal sebagai “Percepatan dan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” dengan fokus pada; penguatan kualitas sumber daya manusia, transformasi ekonomi berbasis produktivitas dan investasi. Penguatan ketahanan fiskal daerah, serta peningkatan pelayanan publik yang merata dan berkeadilan.

“Dalam konteks ini, kebijakan transfer ke daerah diarahkan untuk meningkatkan kualitas Belanja Daerah, memperkuat sinergi fiskal antara pusat dan daerah, serta mendukung pelaksanaan urusan wajib pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pelayanan publik,” papar Najmul.

Kondisi tersebut tambah Bupati, mengharuskan pemerintah untuk membahas secara lebih cermat setiap kebijakan Belanja Daerah dan terus memperkuat kualitas Perencanaan. Sehingga setiap aspek yang dihasilkan dari APBD dapat lebih maksimal dalam mendukung percepatan pembangunan di Lombok Utara.

Najmul menegaskan, penyusunan RAPBD tahun 2026  bukanlah pekerjaan yang mudah, namun dengan semangat kolaboratif dan mengedepankan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan DPRD, dirinya optimis pembangunan akan berjalan dengan baik.

“Eksekutif dan Legislatif harus mampu menghasilkan APBD yang realistis, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Bupati menyampaikan bahwa Rancangan APBD tahun 2026 masih konsisten dengan postur yang kita sepakati dalam dokumen KUA PPAS yang disepakati sebelumnya.

Secara garis besar postur RAPBD KLU Tahun 2026, mencakup komponen Pendapatan Daerah sebesar Rp 1,189 triliun lebih. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 341,615 miliar lebih, Pendapatan Transfer sebesar Rp 847,441 juta lebih.

Selanjutnya, Komponen Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp 1,184 triliun lebih. Terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp 809,832 miliar lebih, Belanja Modal sebesar Rp 208,796 miliar lebih, Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 3,127 miliar, serta Belanja Transfer sebesar Rp 162,3 juta lebih. Sedangkan, Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp 5 miliar.

Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Nomor S-62/PK/2025 perihal rancangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026, terdapat penyesuaian alokasi transfer untuk Kabupaten Lombok Utara. Semula TKD KLU sebesar Rp 847,44 miliar lebih berkurang menjadi Rp 640,68 miliar lebih, atau mengalami penurunan sebesar Rp 206,75 miliar lebih.

Bupati melanjutkan, pihaknya memandang penting adanya pembahasan yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif, untuk mencari solusi bersama, baik melalui rasionalisasi belanja, penajaman program prioritas, maupun upaya intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD. (ari)