Home Blog Page 12

Investasi Perumahan di Lombok Barat Tertahan, Bupati: Tidak Bisa Sembarangan Membangun

0
Lalu Ahmad Zaini

Giri Menang (ekbisntb.com) – Minat investasi sektor perumahan di Kabupaten Lombok Barat terus meningkat. Namun, realisasi investasi tersebut saat ini menghadapi kendala serius akibat ketatnya regulasi tata ruang dan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini menanggapi banyaknya pengajuan investasi perumahan yang masuk ke wilayahnya.

Menurut Zaini, persoalan utama saat ini bukan minimnya investor, melainkan keterbatasan lahan yang bisa dialihkan untuk pembangunan perumahan.

“Banyak yang mau masuk untuk investasi perumahan di Lombok Barat. Tapi masalahnya lahannya di mana? Sekarang lahan pertanian sudah diikat sangat ketat oleh negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah melakukan sinkronisasi tata ruang secara nasional, termasuk penetapan kewajiban menjaga luas lahan baku sawah agar tidak terus tergerus alih fungsi lahan.

Dalam kebijakan tersebut, daerah diwajibkan mempertahankan minimal sekitar 87 persen lahan sawah yang telah ditetapkan. Kondisi ini membuat pemerintah daerah tidak leluasa melakukan perubahan tata ruang.

“Sekarang tidak bisa sembarangan mengubah tata ruang karena aturan dari pusat sangat ketat,” katanya.

Menurutnya, banyak investor justru mencari lahan strategis yang saat ini sebagian besar masih masuk kategori lahan pertanian produktif. Di sisi lain, lahan yang diperbolehkan untuk pembangunan perumahan umumnya berada di wilayah yang kurang diminati pasar.

“Kalau lahannya di daerah pegunungan, siapa yang mau beli perumahan di sana? Itu yang menjadi persoalan,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Mantan Direktur Utama PDAM Menang Mataram ini, membuat banyak pihak berada dalam situasi ketidakpastian, termasuk masyarakat yang telah membeli lahan namun belum mengetahui apakah kawasan tersebut nantinya diperbolehkan untuk pembangunan.
“Orang yang sudah beli lahan juga sekarang waswas, apakah nanti boleh dibangun atau tidak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kata dia, terus melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun pemerintah pusat guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Ia menjelaskan, sinkronisasi tata ruang harus dilakukan secara kolektif di tingkat provinsi dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota di NTB agar kebutuhan lahan pembangunan tetap terpenuhi tanpa mengorbankan ketahanan pangan.

“Provinsi harus menghimpun seluruh kebutuhan dari 10 kabupaten/kota. Ini harus dilihat secara akumulatif agar ada solusi yang adil,” katanya.

Zaini menegaskan, pemerintah daerah tetap mendukung investasi yang masuk ke Lombok Barat. Namun, kebijakan pembangunan harus tetap sejalan dengan aturan tata ruang nasional serta perlindungan lahan pertanian yang menjadi kepentingan strategis negara. (bul)

Dua Tambang di NTB Masuk Proyek Strategis Nasional

0
Samsudin (Suara NTB/era)

DUA tambang di NTB masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Dua tambang itu adalah tambang emas dan tembaga Dodo Rinti milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan proyek emas dan tembaga di Blok Onto, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu yang dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin mengatakan pengembangan tambang Dodo Rinti masih berada dalam tahap persiapan. Saat ini, proses perizinannya masih berproses di Kementerian Kehutanan karena area yang akan dikembangkan berada dalam kawasan hutan.

Menurutnya, izin tersebut menjadi syarat utama sebelum proyek ekspansi dapat berjalan, terlebih sebagian wilayah masuk kategori hutan lindung yang pemanfaatannya diatur secara ketat. “Hutannya statusnya hutan konduksi terbatas dan hutan lindung,” ujarnya, belum lama ini.

Menyinggung soal luas kawasan tambang yang berlokasi di Kabupaten Sumpawa itu, Samsudin belum merinci. Namun, ia memastikan proses perpanjangan area tambang masih berlangsung di pemerintah pusat.

“Yang jelas perpanjangan areal tambang sekarang dalam proses perizinan di Kementerian Kehutanan,” ungkapnya.

Sementara itu, PT STM hingga kini masih berada pada tahap eksplorasi tambang. Di sisi lain, rencana pengembangan energi panas bumi di wilayah tersebut telah memperoleh persetujuan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“PT STM sekarang sudah dalam proses perizinan untuk pemanfaatan energi panas buminya. Kemarin sudah keluar persetujuan lingkungan untuk melakukan eksplorasi panas bumi ini,” jelasnya.

Ia menerangkan, proyek panas bumi tersebut berbeda dengan aktivitas tambang utama PT STM. Pengembangan geotermal dilakukan melalui perusahaan terpisah yang menjadi anak perusahaan.

Tahapan proyek panas bumi, lanjutnya kini memasuki eksplorasi setelah seluruh izin lingkungan rampung. Jika hasil kajian ekonominya dinilai memenuhi syarat, proyek akan berlanjut ke tahap produksi.

“Setelah izin lingkungan untuk geotermal keluar, segera dilakukan eksplorasi. Kalau sudah masuk kajian ekonomi dan dinilai layak, baru dilakukan eksploitasi,” katanya.

Untuk sektor pertambangan, PT STM sebelumnya juga mengajukan rencana penggunaan laut sebagai lokasi pembuangan tailing. Selain itu, perusahaan turut mengusulkan pembangunan pelabuhan guna mendukung distribusi hasil tambang.

“Kemarin sudah diajukan ke Kementerian Kelautan. Kalau di kami diinformasikan, pertama soal itu tailing. Kedua, tentang pembangunan infrastruktur pelabuhan untuk pengangkutan hasil produksi tambang,” jelasnya.

Eks Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran DLHK NTB itu menilai status PSN akan memberikan keuntungan berupa percepatan koordinasi dan kemudahan proses perizinan antar instansi pemerintah. Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat juga akan menurunkan tim khusus untuk mendampingi proyek-proyek tersebut agar proses administrasi berjalan lebih terintegrasi.

“Dengan begitu kita tidak terlalu banyak lika-liku nya karena pasti ada perhatian nasional untuk ini segera dilakukan pembenahan dari proses perizinan,” terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh tahapan dan prosedur perizinan tetap harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. “Tetap semua produser dilewati. Tapi proses tahapan jauh lebih sinkron, karena sudah tersedia klausulnya, kementerian kehutanan berbuat apa. Lingkungan berapa, ESDM berapa, termasuk perikanan. Kalau PSN berarti satu kesatuan. Itu tidak boleh ada penghambat di level-level teknis itu,” tutupnya. (era)

Sempat Ditarget April, Operasional Seaplane di NTB Masih Berproses

0
Sempat Ditarget April, Operasional Seaplane di NTB Masih Berproses
Ilustrasi seaplane yang mendarat di bendungan. (Suara NTB/Artificial Intelligence)

Mataram (ekbisntb.com) – Keberadaan seaplane yang menghubungkan antar destinasi wisata di NTB, baik di Pulau Lombok dan Sumbawa masih berproses. Investor yang memilih Bendungan Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah sebagai landasan seaplane nanti akan melayani Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat. Selain itu, Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, Satonda di Kabupaten Dompu, Gili Tramena di Lombok Utara dan Kawasan Mandalika.

Alasan memilih Bendungan Batujai untuk landasan seaplane ini, tujuannya agar lebih dekat dengan bandara, sehingga ketika wisatawan datang ke Lombok dan ingin mengunjungi pulau-pulau tersebut, bisa langsung diantar menggunakan seaplane.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar mengakui, jika perizinan pengadaan seaplane tidak hanya berproses di satu kementerian, tetapi beberapa kementerian sekaligus, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Investasi.

Saat ini, ungkapnya, izin pemanfaatan Bendungan Batujai masih diselesaikan di Kementerian Pekerjaan Umum. Meski sempat ditarget beroperasi pada triwulan kedua 2026, ia mengaku semua bergantung pada kecepatan proses perizinan di pusat. Namun, besar peluang seaplane ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

“Tergantung izinnya cepat atau enggak kan, Karena ada izin-izin yang harus diselesaikan, dokumen-dokumen harus dipenuh,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, juga mengatakan proses pengadaan pesawat air ini masih berproses di pusat. Menyinggung soal kesiapan lokasi pendaratan, ia mengaku sejak akhir tahun 2025 lalu Pemkab Lombok Tengah sudah bersiap untuk membangun tempat mendarat dengan mengusung konsep alam. Rencananya, akan dibangun ruang tunggu penumpang menggunakan bambu.

“Semua dari konsep alam, dari bambu, kayu, itu untuk fasilitas penumpang menunggu juga. Ada semacam lounge,” katanya.

Rute seaplane ini akan menghubungkan antar destinasi wisata di Bali dan Lombok. Ke depannya, akan terhubung juga dengan destinasi yang ada di NTT, sesuai dengan kesepakatan pada Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
“Iya tergantung nanti di mana destinasi yang disepakati. Makanya kita sedag mencoba menambah destinasinya,” lanjutnya.

Menurutnya, Gubernur H. Lalu Muhamad Iqbal sangat menanti dan mendukung investasi seaplane ini. Menyinggung soal besaran nominal investasi, Irnadi mengaku belum mengetahui karena masih dalam tahap awal diskusi. (era)

1.392 Ekor Burung Sitaan Dilepasliarkan Kembali ke TWA Suranadi

0
1.392 Ekor Burung Sitaan Dilepasliarkan Kembali ke TWA Suranadi
Ribuan burung dilepasliarkan di kawasan TWA Suranadi, Jumat, 15 Mei 2026. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Ribuan burung hasil penggagalan lalu lintas ilegal satwa dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 15 Mei 2026.

Pelepasliaran dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB, Ina Soelistyani mengatakan, burung-burung tersebut sebelumnya diamankan di Bali karena dilalulintaskan secara ilegal tanpa dokumen dan pengawasan resmi.

Sebanyak 1.392 ekor burung dilepas kembali ke alam sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati di NTB.

“Burung-burung ini nantinya dapat kembali hidup dan beradaptasi di habitatnya, berkembang biak, serta menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian sumber daya hayati khususnya unggas di NTB,” ujar Ina.

Ia menjelaskan, berbagai jenis burung yang dilepasliarkan antara lain pleci kacamata, pleci walacea, prenjak kepala merah, ciblek, kopyor jambul, cabe-cabean, cendet, burung madu kumbang, hingga kepodang.

Menurut Ina, praktik lalu lintas ilegal satwa liar sangat berisiko terhadap kelestarian lingkungan karena tidak adanya jaminan kesehatan maupun pengawasan terhadap satwa yang dibawa keluar daerah.

“Kami berkomitmen bersama KSDA untuk menjaga satwa liar tetap berada di habitatnya. Lalu lintas ilegal ini sangat mengganggu karena tidak ada penjaminan kesehatan dan berpotensi membawa satwa liar dilindungi tanpa pengawasan,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap lalu lintas satwa penting dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di daerah tujuan maupun asal satwa.

Balai Karantina NTB juga mengimbau masyarakat yang ingin melalulintaskan unggas maupun satwa liar agar terlebih dahulu melapor kepada pihak berwenang, baik BKSDA maupun Balai Karantina.

“Tujuannya agar kami dapat memberikan penjaminan kesehatan sehingga tidak menularkan penyakit ke luar daerah atau pun mengganggu ekosistem satwa di Provinsi NTB,” jelasnya. (bul)

KK-NTB 2026: Strategi BI Perluas Akses Pasar dan Pembiayaan Ekonomi Kreatif Sasambo

0
Opening Ceremony Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) Tahun 2026 pada Jumat (15/5/2026)

Mataram (Ekbis NTB) — Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Dekranasda NTB resmi membuka gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) Tahun 2026 pada Jumat (15/5/2026). Mengusung tema “Harmoni Kreatif Sasambo”, ajang tahunan ini digelar selama tiga hari hingga 17 Mei 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram.

Penyelenggaraan KK-NTB tahun ini membawa misi penting, yakni mendorong pelaku UMKM di sektor wastra, ready to wear, kriya, kuliner, home decor, hingga kopi agar mampu naik level melalui penguatan akses pasar dan pembiayaan.

Hapus Stigma ‘Pemain Lama’, 113 UMKM Terlibat

Ada yang berbeda pada perhelatan kali ini. Dari total 113 UMKM binaan dan mitra BI Provinsi NTB yang terlibat, panitia sengaja memboyong belasan pelaku usaha baru—disebut sebagai UMKM hidden gem—yang merupakan hasil kurasi dan bootcamp program Wirausaha Unggulan BI NTB 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya regenerasi dan pembaruan struktur UMKM daerah.

“Keikutsertaan UMKM baru atau hidden gem ini merupakan upaya regenerasi untuk menghapus stigma keikutsertaan berulang oleh UMKM yang itu-itu saja dalam setiap pameran,” tulis rilis resmi Bank Indonesia.

Melalui langkah ini, pelaku usaha baru tersebut diharapkan memiliki daya saing tinggi untuk menembus pasar nasional hingga pasar global.

Kawinkan Kopi Lokal dengan Kedai Kekinian

Selain regenerasi UMKM, terobosan strategis KK-NTB 2026 adalah kolaborasi antara Bank Indonesia NTB dengan Lombok Coffee Hub. Untuk memperkuat ekosistem dan memberi nilai tambah pada industri kopi lokal, enam varietas kopi unggulan NTB dikawinkan dengan enam coffee shop kenamaan di Kota Mataram.

Enam produk kopi lokal yang didorong untuk memperkuat branding menuju pasar global tersebut meliputi:

  • Sajang Arabica
  • Sapit Arabica
  • Tambora Robusta
  • Rarak Robusta
  • Metrokosta Arabica
  • Rempek Robusta

Transaksi Turis Asing Makin Mudah Lewat QRIS Cross Border

Guna mendukung akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, seluruh transaksi di KK-NTB 2026 memprioritaskan penggunaan QRIS. Menariknya, para pelaku UMKM kini bisa langsung menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara berkat perluasan layanan QRIS Cross Border.

Sistem ini mempermudah pelancong asal Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga yang terbaru dari China (diresmikan 30 April 2026 lalu) untuk bertransaksi langsung dengan merchant lokal NTB. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak omzet pelaku UMKM dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan Penuh dari Pemprov NTB

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang membuka langsung acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BI NTB atas konsistensinya. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berjalan beriringan memajukan ekonomi kreatif.

“Jaga kualitas produk, kuasai digital, dan berani go global,” pesan Lalu Muhamad Iqbal kepada para pelaku UMKM yang tampil di ajang tersebut.

Senada dengan Gubernur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa KK-NTB 2026 bukan sekadar pameran kosmetik atau ajang promosi musiman.

“Melalui Karya Kreatif NTB 2026, kami berharap UMKM NTB semakin berkembang, mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Hario.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran penting seperti Kepala Koordinator BI Provinsi Balinusra Achris Sarwani, Sekda Provinsi NTB, Ketua Dekranasda NTB, perwakilan OJK, hingga kepala OPD setempat. Selama tiga hari, pengunjung disuguhkan berbagai agenda menarik mulai dari bazar kuliner, talkshow, business matching perbankan, hingga parade tenun dan fashion show. (r/fan)

Astra Women Network 2026: Pacu Kepemimpinan Perempuan untuk Dampak Nyata

0
Astra Women Network 2026 mengusung tema “Women Empowered: From Empowerment to Impact”, di Menara Astra, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Mataram (Ekbis NTB) – Astra terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang beragam dan inklusif. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kepemimpinan perempuan di seluruh lini bisnis perusahaan lewat gelaran Astra Women Network 2026.

Mengusung tema “Women Empowered: From Empowerment to Impact”, acara yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, Selasa (12/5/2026) ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak sekadar membuka kesempatan berkembang, melainkan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat, perusahaan, dan bangsa.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Direktur Astra Gita Tiffani Boer, serta jajaran eksekutif Grup Astra.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Astra dalam menyediakan ruang kolaborasi bagi perempuan.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan lagi sekadar agenda sosial, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia dan keberlanjutan bangsa,” ujar Diana.

Astra Women Network 2026 mengusung tema “Women Empowered: From Empowerment to Impact”, di Menara Astra, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Komitmen Inklusivitas Astra

Direktur Astra, Gita Tiffani Boer, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem kerja yang inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan.

“Melalui Astra Women Network, kami berharap akan semakin banyak Perempuan Astra yang berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, perusahaan, maupun bangsa,” kata Gita.

Astra Women Network 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif, di antaranya Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia Neneng Goenadi dan Ketua Pengurus Perempuan Astra sekaligus CEO AstraPay Rina Apriana. Keduanya berbagi pengalaman mengenai pentingnya keberanian mengambil peran kepemimpinan.

Data dan Kontribusi Nyata

Sebagai informasi, program penguatan kepemimpinan ini telah berjalan intensif sejak 2025 melalui skema mentoring dan pelatihan (in-class training). Berdasarkan data internal hingga tahun 2025, representasi karyawan perempuan di Grup Astra pada posisi supervisor ke atas telah mencapai 20,33%. Selain itu, terdapat 33 perempuan yang kini menduduki posisi Direktur, atau setara dengan 17,37% dari total jajaran direksi di ekosistem Grup Astra.

Tidak hanya di ranah korporasi, komunitas Perempuan Astra juga aktif dalam berbagai aksi sosial dan lingkungan. Beberapa aksi yang telah berjalan meliputi:

  • Kolaborasi Hari Anak Nasional bersama KemenPPPA.
  • Penanaman mangrove di Desa Sejahtera Astra Pulau Pramuka.
  • Aktivitas lingkungan di Desa Sejahtera Astra Cidadap Padalarang.
  • Pendampingan anak-anak penyintas kanker.
  • Program mengajar di sekolah binaan Yayasan Astra dan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur.

Melalui pergerakan komunitas ini, Astra berharap dapat menciptakan support system yang solid di internal perusahaan. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Astra dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia demi mencapai cita-cita sejahtera bersama bangsa. (r/fan)

Pembangunan Puskesmas Woja Butuh Anggaran Rp13 Miliar

0
Bambang Firdaus. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu mendapat alokasi pembangunan satu unit puskesmas di wilayah Kecamatan Woja yang direncanakan akan ditempatkan di Desa Madaprama. Pembangunan puskesmas ini diprediksi membutuhkan anggara sebesar Rp13 miliar lebih. Dokumen segera dilengkapi untuk memenuhi persyaratan dari Kementerian Kesehatan RI.

Hal itu disampaikan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., saat rapat koordinasi bersama pimpinan perangkat daerah di Ruang Rapat Bupati pada, Rabu, 13 Mei 2026. “Syukur alhamdulillah di tahun anggaran 2026 ini, Kabupaten Dompu mendapat alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar lebih dari Kementerian Kesehatan yang dipergunakan untuk kebutuhan pembangunan satu unit puskemas,” katanya.

Bupati meminta Dinas Kesehatan untuk segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk mempercepat proses pembangunannya. Puskesmas ini sejak awal diajukan untuk melayani semua warga di Kecamatan Woja. Pasalnya, kapasitas puskesmas sebelumnya dinilai melebih kapasitas, sehingga membutuhkan tambahan satu fasilitas kesehatan lainnya. Keberadaan puskesmas baru ini diharapkan bisa melayani kesehatan warga di Desa Riwo, Mumbu, Madaprama, Nowa, dan Bakajaya.

Selama ini lanjutnya, pembangunan fasilitas kesehatan belum terwujud karena kebijakan pemerintah masih fokus efisiensi anggaran, sehingga tidak fokus pada pembangunan fisik.

“Namun kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Palau Miangas Sulawesi Utara pada 9 Mei 2026 yang melihat kondisi fisik puskesmas setempat dan langsung memerintahkan perbaikan puskesmas se Indonesia. Puskesmas – puskesmas ini juga akan dilengkapi dengan sarana prasarana yang dibutuhkan,” jelasnya.

Karena kebijakan ini, Kabupaten Dompu juga merasakan dampaknya sehingga usulan pembangunan terealisasikan. (ula)

Pembangunan KDKMP Gunakan Skema Pinjam Pakai Aset

0
Pembangunan KDKMP Gunakan Skema Pinjam Pakai Aset
Gerai KDKMP Desa Labuhan Lalar ini dibangun di atas lahan Pemda KSB yang berada di Kompleks Dermaga Labuhan Lalar.(Suara NTB/bug)

Taliwang (ekbisntb.com) – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amir Syarifuddin menyatakan, pemanfaatan lahan milik daerah untuk lokasi pembangunan sejumlah gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menggunakan mekanisme piniam pakai.

“Sementara ini kita pakai mekanisme pinjam pakai,” katanya.

Kebijakan ini mengikuti regulasi bahwa skema pemanfaatan lahan daerah untuk KDKMP, nantinya akan menggunakan mekanisme sewa menyewa. Namun, demi kehati-hatian, Pemda KSB tetap memilih skema pinjam pakai. “Kita harus memastikan aturan itu sudah baku. Kalau pada akhirnya nanti sewa menyewa kita siap,” cetusnya.

Amir mengatakan, secara prinsip Pemda KSB berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP melalui penyediaan akses lahan bagi desa dan kelurahan yang membutuhkan. Tetapi dukungan tersebut harus dilakukan dengan tetap mengacu pada aturan pemanfaatan barang milik daerah (BMD). “Untuk upaya pengamanan aset kita juga harus ketat,” tegasnya.

Ia memastikan, semua aset tanah yang sudah dijadikan titik lokasi pembangunan KDKMP atas sepengetahuan pemerintah daerah. Sementara, TNI mengkoordinir pembangunan di lapangan selalu berkoordinasi sebelum menetapkan titik lahan yang akan dimanfaatkan.

“Progran ini melibatkan banyak pihak. TNI juga selalu berkoordinasi dengan kami sehingga kami pastikan semua lahan yang digunakan atas sepengetahuan kami,” klaim Amir.

Ditanya mengenai jumlah aset tanah Pemda KSB yang telah dimanfaatkan untuk lokasi pebangunan KDKMP. Amir mengaku tidak mengetahui persis jumlahnya. “Kalau tidak salah sudah ada 18 titik. Tapi yang bisa saya pastkan bahwa aset lahan itu masih atas kepemilikan daerah dan belum diserahkan,” tandasnya.(bug)

Dongkrak Ekonomi Rakyat, DPRD Lobar Dorong CFN Diperluas ke Kecamatan lain

0
Suasana CFN di Lombok Barat. DPRD Lobar mendorong CFN diperluas ke kecamatan lain untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) mengapresiasi Pemkab Lombok Barat yang resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Car Free Nite (CFN) dari Kementerian Hukum (Kemenkum). CFN ini pun dinilai mampu menghidupkan daerah hingga berdampak berantai terhadap perekonomian masyarakat di bawah.

Untuk itu, DPRD pun mendorong agar CFN ini diperluas ke daerah lain, yakni Narmada dan Gunungsari, seperti wacana Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini sebelumnya. Anggota DPRD Lobar Dapil Gunungsari-Batulayar Zulpahmi mengatakan, sertifikat HKI untuk kegiatan CFN ini artinya CFN ini telah diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai hak cipta daerah Lobar. Menurutnya, sangat layak diberikan HKI, sebab dampaknya yang positif bagi masyarakat
Ia menilai CFN ini bisa menghidupkan wilayah Gerung dan mendongkrak ekonomi di kawasan ini. “Dari sisi dampak perkonomian masyarakat bagus sekali, menghidupkan UMKM, dan itu menjadi bagian dari PAD kan,” jelasnya, akhir pekan kemarin.

Selain itu, tujuan CFN ini juga memberikan ruang kosong bagi publik karena jalan raya menjadi bebas dari lalu-lalang kendaraan. Ruang publik pun bebas polusi udara.

Untuk itu, pihaknya pun sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Pemkab mengembangkan atau memperluas CFN ini ke daerah lain, di luar wilayah Gerung. “Kami dukung (CFN) diperluas misalnya ke Gunungsari dan Narmada atau daerah lainnya,” imbuhnya.

Di wilayah Utara, menurutnya, jalur Taman Kota Sandik Batulayar bisa menjadi alternatif lokasi CFN, dengan jalur Montong hingga Sandik.

Ia meyakini dampaknya tak jauh beda dengan di Gerung, jika CFN diadakan kontinu di wilayah setempat. Di satu sisi di wilayah Utara banyak UMKM yang bisa terdampak dari kegiatan ini ke depan. Di mana sejauh ini ia menilai, UMKM di daerah tersebut butuh perhatian.

DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar, H. Jumahir juga mendorong agar kegiatan CFN yang selama ini digelar di ibu kota Gerung dapat diperluas ke wilayah utara, seperti Kecamatan Narmada dan Gunungsari.

Usulan tersebut disampaikan agar pemerataan kegiatan dan dampak ekonomi dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Lombok Barat. Menurutnya, kegiatan CFN yang telah berjalan selama setahun terakhir di Gerung dinilai sukses dan mendapat antusiasme masyarakat.

Menurutnya, masyarakat di wilayah utara juga menunggu penyelenggaraan kegiatan rutin akhir pekan tersebut. “Tiang (saya, Red) kira juga masyarakat setempat sangat antusias untuk mendorong segera adanya kegiatan itu,” jelasnya.

Ia menilai CFN telah membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di lokasi kegiatan.

Jumahir menambahkan, pelaksanaan CFN di wilayah utara dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Lobar terkait pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM. (her)

Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia, NTB Jadikan Teluk Saleh sebagai Penyangga Konservasi

0
Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia, NTB Jadikan Teluk Saleh sebagai Penyangga Konservasi
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani , General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan tim panelis UNESCO secara daring, Rabu (13/5/2026). (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Salah satu penguatan penting dilakukan melalui perlindungan kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga utama ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan tim panelis UNESCO secara daring, Rabu (13/5/2026).

Dalam presentasi itu, Gubernur Miq Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono.

Di hadapan panelis UNESCO, Gubernur menegaskan bahwa NTB tidak memulai pengelolaan geopark dari titik nol. Pengalaman mengelola Rinjani UNESCO Global Geopark menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola Tambora menuju standar geopark dunia.

“We don’t start from the scratch. Kami sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat,” terang mantan Duta Besar Republik Indonesia di Turki ini.

Menurutnya, Tambora merupakan forgotten gem yang selama ini belum sepenuhnya dikenal dunia, padahal memiliki kekayaan geologi, sejarah, budaya, dan biodiversitas yang sangat besar.

Berbeda dengan Rinjani yang dikenal sebagai destinasi wisata pegunungan dunia, Tambora menyimpan jejak salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia. Letusan Gunung Tambora tahun 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga memengaruhi iklim dunia dan memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.

“Tambora bukan hanya tentang gunung api. Ia adalah bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Selain nilai sejarah dan budaya, kawasan Tambora juga berada di wilayah timur garis Wallace (Wallace Line), yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan banyak spesies flora dan fauna endemik.

Miq Iqbal mengungkapkan, sedikitnya 275 spesies telah berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan sebagian berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan hutan serta aktivitas ilegal.

“Karena itu konservasi menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan kawasan ini,” jelasnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan konservasi Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus (whale shark) serta kawasan penting ekosistem laut di Pulau Sumbawa.

Menurut Gubernur, perlindungan Teluk Saleh menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan kawasan geopark tetap berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora, Makdis Sari, menegaskan bahwa Tambora memiliki nilai universal yang sangat kuat sebagai warisan geologi dunia.

“Tambora bukan sekadar gunung berapi. Ia adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” ujarnya.

Menurut Makdis, jejak letusan Tambora tahun 1815 hingga kini masih dapat ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah, geologi, dan budaya yang menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dunia.

Pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi, geopark dunia, dan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan di Indonesia timur. (r/ham)