Mataram (Ekbis NTB) – Astra terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang beragam dan inklusif. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kepemimpinan perempuan di seluruh lini bisnis perusahaan lewat gelaran Astra Women Network 2026.
Mengusung tema “Women Empowered: From Empowerment to Impact”, acara yang berlangsung di Menara Astra, Jakarta, Selasa (12/5/2026) ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak sekadar membuka kesempatan berkembang, melainkan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat, perusahaan, dan bangsa.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Direktur Astra Gita Tiffani Boer, serta jajaran eksekutif Grup Astra.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Astra dalam menyediakan ruang kolaborasi bagi perempuan.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan lagi sekadar agenda sosial, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia dan keberlanjutan bangsa,” ujar Diana.

Komitmen Inklusivitas Astra
Direktur Astra, Gita Tiffani Boer, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem kerja yang inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan.
“Melalui Astra Women Network, kami berharap akan semakin banyak Perempuan Astra yang berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, perusahaan, maupun bangsa,” kata Gita.
Astra Women Network 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif, di antaranya Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia Neneng Goenadi dan Ketua Pengurus Perempuan Astra sekaligus CEO AstraPay Rina Apriana. Keduanya berbagi pengalaman mengenai pentingnya keberanian mengambil peran kepemimpinan.
Data dan Kontribusi Nyata
Sebagai informasi, program penguatan kepemimpinan ini telah berjalan intensif sejak 2025 melalui skema mentoring dan pelatihan (in-class training). Berdasarkan data internal hingga tahun 2025, representasi karyawan perempuan di Grup Astra pada posisi supervisor ke atas telah mencapai 20,33%. Selain itu, terdapat 33 perempuan yang kini menduduki posisi Direktur, atau setara dengan 17,37% dari total jajaran direksi di ekosistem Grup Astra.
Tidak hanya di ranah korporasi, komunitas Perempuan Astra juga aktif dalam berbagai aksi sosial dan lingkungan. Beberapa aksi yang telah berjalan meliputi:
- Kolaborasi Hari Anak Nasional bersama KemenPPPA.
- Penanaman mangrove di Desa Sejahtera Astra Pulau Pramuka.
- Aktivitas lingkungan di Desa Sejahtera Astra Cidadap Padalarang.
- Pendampingan anak-anak penyintas kanker.
- Program mengajar di sekolah binaan Yayasan Astra dan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur.
Melalui pergerakan komunitas ini, Astra berharap dapat menciptakan support system yang solid di internal perusahaan. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Astra dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia demi mencapai cita-cita sejahtera bersama bangsa. (r/fan)






