Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 104

Penerima Bantuan Pangan di Mataram Berkurang 121 KPM

0
 Sudirman (ekbis NTB/pan)

Lombok (ekbisntb.com) – Jumlah penerima bantuan pangan cadangan dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog di Kota Mataram mengalami penurunan pada alokasi terbaru. Jika pada periode Agustus–September 2025 tercatat sebanyak 31.167 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), maka pada alokasi Oktober–November 2025 jumlahnya berkurang menjadi 31.046 KPM, atau berkurang 121 penerima. Pengurangan ini dilakukan setelah pemerintah pusat melakukan validasi dan verifikasi ulang data.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Sudirman, menjelaskan bahwa pembaruan data penerima dilakukan melalui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Sistem tersebut dimiliki pemerintah pusat sebagai acuan resmi dalam penentuan warga yang berhak menerima bantuan.

“Perubahan data ini hasil verifikasi langsung dari pusat melalui DTSN. Dari total 31.046 penerima pada alokasi Oktober–November, ada pengurangan 121 KPM dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya, Senin 24 November 2025.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Mataram melalui camat dan lurah sebenarnya telah mengajukan data sebanyak mungkin berdasarkan kondisi masyarakat di lapangan. Namun hasil akhir tetap mengacu pada verifikasi pusat, sehingga beberapa data yang tidak memenuhi kriteria dikeluarkan dari daftar penerima.

Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa jumlah KPM dapat berubah kembali pada alokasi berikutnya, tergantung hasil pembaruan data dan evaluasi di lapangan. “Data ini dinamis. Bisa saja bertambah atau berkurang pada periode selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan berupa 620,920 kilogram beras dan 124,184 liter minyak goreng telah diluncurkan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, pada Senin (24/11/2025). Distribusi awal difokuskan untuk Kecamatan Selaparang, meski awalnya turut direncanakan untuk Kecamatan Ampenan.

“Awalnya dua kecamatan, Ampenan dan Selaparang. Namun sesuai informasi dari Bulog, hari ini dimulai dari Selaparang,” jelas Sudirman.

Ia berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi serta menjaga kecukupan pangan keluarga hingga akhir tahun.

Di sisi lain, Sudirman memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog Kota Mataram masih dalam kondisi aman. Dengan demikian, apabila Wali Kota Mataram menginstruksikan percepatan atau penambahan distribusi bantuan, Dinas Ketahanan Pangan siap menyalurkannya.

“Stok masih aman. Kami tinggal menunggu persetujuan dari Pak Wali jika ada instruksi penyaluran bantuan tambahan,” pungkasnya. (pan)

Pemkot Mataram Salurkan Bantuan, 31.046 PKM Terima 620,92 Ton Beras dan 124 Ribu Liter Minyak Goreng

0
Peluncuran penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, didampingi jajaran Perum Bulog, di halaman Kantor Wali Kota Mataram pada Senin pagi (24/11/2025).

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah pusat bekerja sama dengan Perum Bulog melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram resmi menyalurkan bantuan pangan berupa 620,920 kilogram beras dan 124,184 liter minyak goreng kepada masyarakat kurang mampu di Kota Mataram. Bantuan ini menyasar 31.046 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di enam kecamatan.

Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Peluncuran penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, didampingi jajaran Perum Bulog, di halaman Kantor Wali Kota Mataram pada Senin pagi (24/11/2025). Seremoni ini menandai dimulainya distribusi serentak ke seluruh kelurahan.

Alwan menjelaskan bahwa data 31.046 penerima telah melalui proses verifikasi sehingga dipastikan tepat sasaran. “Distribusi ini tersebar di 50 kelurahan. Pada alokasi Oktober–November 2025, setiap penerima manfaat akan menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Alwan, beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang sangat sensitif terhadap perubahan harga. Kenaikan harga sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga berpenghasilan rendah. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga kestabilan kebutuhan pangan masyarakat.

“Penyaluran bantuan ini memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi dan membantu daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang dinamis,” tambahnya.

Distribusi bantuan pangan akan dipusatkan di kantor kelurahan masing-masing, sesuai data penerima yang telah ditetapkan. Pemkot Mataram juga menggandeng pihak kelurahan dan Bulog untuk melakukan pengawasan bersama agar penyaluran berjalan tertib, tepat waktu, dan bebas penyimpangan.

Alwan mengajak seluruh pihak, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Perum Bulog, para camat, lurah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat umum untuk turut mengawal pelaksanaan program ini agar benar-benar tepat sasaran.

“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini,” tegasnya.

Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (pan)

Bupati Lobar Luncurkan 32 Event Calendar Of Event Tahun 2026

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini didampingi Wabup Hj Nurul Adha bersama pihak Dispar NTB serta Forkopimda bersama pelaku usaha hotel meluncurkan Calender Of Event 2026 di Senggigi, Senin, 24 November 2025.

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) meluncurkan Calendar of Event (CoE) yang akan digelar selama tahun 2026 nanti di Amphiteater Pantai Senggigi, Senin (24/11/2025). Peluncuran 32 event yang akan digelar selama tahun 2026 yang merupakan event kegiatan yang digagas oleh Pemda Lobar dan kolaborasi dengan pengusaha pariwisata di Lobar.

Peluncuran CoE 2026 ini dilakukan langsung Bupati Lobar  H. Lalu Ahmad Zaini  didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Kepala Dispar NTB Ahmad Nur Aulia, dan Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan serta jajaran. Hadir juga para General Manager (GM) hotel, dunia usaha industri pariwisata, Dirut PT Bank NTB Syariah, dan Direktur PTAM Giri Menang, Sudirman serta perwakilan Polres Lobar.

Launching COE Lobar tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati didampingi Wabup serta jajaran Forkopimda. Sebelum prosesi peluncuran dibuka dengan aktraksi tarian pembuka, dilanjutkan pemberian anugerah kepada desa pemenang lomba desa wisata Lobar. Ada enam desa pemenang dari dua kategori anugerah desa wisata yang digelar Dispar Lobar.

Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini mengatakan launching CoE 2026  adalah awal kebangkitan pariwisata dan sekaligus kebangkitan Senggigi. “Mudah-mudahan ikhtiar kita bersama untuk mengembalikan Senggigi ke posisi kejayaannya membuahkan hasil kita bersama,” tegasnya.

Bupati menyatakan sesungguhnya pariwisata itu sangat identik dengan event. Dan tentu, seluruh event tidak bisa hanya menjadi beban pemerintah, tetapi harus kolaborasi oleh semua pihak. Sehingga keahlian Kepala Dispar mengumpulkan potensi-potensi yang ada dan sekaligus menjalin komunikasi yang baik tentu akan dirangkai menjadi suatu kegiatan tahunan yang sekarang ini diluncurkan.

“Event ini tidak bisa Pemda sendiri yang melaksanakan perlu kolaborasi, maka dari 32 event yang akan digelar, merupakan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Bupati berharap bahwa kolaborasi ini harus terus dilakukan, karena keberhasilan pariwisata tidak semata menjadi keberhasilan daerah, tetapi multi-effect players, semua pihak akan bisa menikmati secara bersama-sama. Karena hasil yang dihasilkan dari pariwisata adalah kerja kita bersama, maka membuat event itu harus menjadi kolaborasi kita semuanya bersama.

“Seluruh potensi yang ada di Lombok Barat kita akan optimalkan untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang sekiranya membuat wisatawan betah dan bisa menikmati keindahan alam khususnya di Lombok Barat. Saya meyakini dengan potensi yang ada dan sekaligus dengan kolaborasi, kita tidak kekurangan potensi-potensi yang ada, baik para pelaku wisata, kondisi alamnya yang bisa kita tawarkan, semuanya itu bisa kita ramu,” ujarnya.

Yang paling penting adalah dalam Calendar of Event ini, adalah promosi  bersama. Tentu tidak ada sesuatu yang tidak bisa lakukan kalau berkolaborasi, Bupati berharap semuanya menjadikan agenda tahunan. ‘’Nanti di setiap sudut ditempelkan bahwa agenda kita 2026 kalau ini yang kita lakukan, dan terus mengisi seluruh platform-platform media sosial masing-masing. Insyaallah akan memberikan dampak terhadap hunian pariwisata,” ujarnya.

Untuk  penataan Senggigi kata Bupati, Pemda bertanggung jawab untuk terus bagaimana menata Senggigi ke depan. “Kami sudah melakukan penataan bahwa pantai Senggigi insyaallah sudah berbeda dari kondisi yang sebelumnya. Bisa dirasakan oleh Bapak GM bahwa depannya itu sudah bersih, tidak lagi ada yang hal-hal yang sekiranya bisa mengganggu wisatawan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Bupati sudah memerintahkan penataan di depan pedagang pinggir jalan di dekat Aruna Senggigi terus ke barat sampai Bintang Senggigi, yang hotel, itu semuanya sudah menjadi baik.

“Tentu akan kita terus tata. Kita juga sudah membuat jogging track dan lain sebagainya. Insyaallah saya juga sudah komunikasi dengan Pak Gubernur akan menata kawasan ini menjadi sebuah destinasi. Kita kelola secara bersama-sama. Ini semuanya adalah semata-mata untuk membangkitkan pariwisata ke depan. Sehingga saya berharap mari kita berkolaborasi bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati berharap hotel bintang lima dan bintang empat paling tidak setiap tahun ada Calendar of Event-nya secara khusus yang akan dorong bersama-sama agar bisa membawa dampak yang lebih baik lagi untuk pulihnya kembali pariwisata Senggigi.  (her)

Akses Warga Dusun Aik Beta, Pemerintah akan Bangunkan Jembatan Darurat

0
LIHAT - Bupati Lotim H. Haerul Warisin bersama dengan pejabat terkait melihat kondisi jembatan yang putus di Dusun Aik Beta, Desa Prigi, Kecamatan Suela, Senin (24/11/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, memberikan perhatian langsung dengan meninjau lokasi jembatan yang putus di Dusun Aik Beta, Desa Prigi, Kecamatan Suela, Senin (24/11/2025). Jembatan tersebut ambles beberapa hari lalu akibat meningkatnya debit air sungai.

Merespon cepat kejadian ini, Pemkab Lotim akan segera membangun jembatan darurat di lokasi tersebut. Anggaran untuk pembangunan jembatan darurat ini mencapai Rp 800 juta.

Bupati Haerul Warisin, yang akrab disapa H. Iron, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat ini akan dibiayai oleh Pemprov NTB. Hal ini bertujuan untuk segera memulihkan aktivitas masyarakat setempat.

H. Iron menuturkan ia  sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal. Pemprov berjanji akan membiayai jembatan darurat tersebut. Percepatan pembangunan jembatan ini diharapkan dapat membuka akses 150 warga yang selama ini terisolir.

Menurutnya, kehadiran jembatan darurat ini sangat mendesak, terutama bagi puluhan anak-anak yang harus menyeberang sungai untuk berangkat sekolah. Iron mengungkapkan setidaknya ada 40 anak yang tinggal di seberang sungai.

Disebutkan, terdapat sebanyak 40 anak yang tinggal di sana di seberang sungai. Ketika air sungainya deras, maka anak-anak tidak bisa bersekolah. Kalaupun dipaksa harus jalan memutar sepanjang 20 km.

Menurut Bupati, proses pembangunan jembatan darurat tidak akan memakan waktu lama. Hal ini dipastikan agar dapat segera dirasakan manfaatnya oleh warga. “Jembatannya langsung bisa dipasang pekan ini dan langsung bisa dimanfaatkan,” demikian.

Jembatan plat baja  darurat yang akan dibangun telah memenuhi standar kelayakan dan kekuatan. Jembatan ini disebut mampu dilalui kendaraan roda empat dengan muatan 5 hingga 7 ton. Jembatan darurat ini akan berfungsi sementara hingga pembangunan jembatan permanen dilaksanakan.

Setidaknya, jembatan darurat ini bisa difungsikan setahun ke depan. Pemkab Lotim sedang menyusun proposal usulan ke pemerintah pusat agar dapat suntikan dana pembangunan jembatan permanen. (rus)

Olah Seni Taman Budaya 2025, Ini Para Pemenangnya

0
Penampilan salah satu peserta olah Seni 2025 yang digelar UPT Taman Budaya Provinsi NTB, Sabtu, 22 November 2025 malam.

Lombok (ekbisntb.com) –

Kegiatan Olah Seni yang digelar Taman Budaya Provinsi NTB, Sabtu (22/11/2025) mendapat antusiasme peserta dari seluruh NTB. Sekolah, sanggar tari, seniman dan perwakilan kabupaten/kota di NTB berlomba-lomba mengikuti kegiatan ini. Bahkan, saat digelar acara, Sabtu malam di panggung terbuka, penonton dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja dewasa, orang tua hingga guru-guru pendamping memadati tempat duduk atau tribun hingga luar area.  

Bahkan, setiap perwakllan sekolah atau sanggar seni yang hadir mendapat dukungan meriah dari masing-masing suporter.   Ada 177 peserta dari hampir 1.000 peserta yang mendaftar dan mereka tampil  hingga malam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Provinsi NTB Lalu Suryadi Mulawarman, S.Sn, M.M. , menjelaskan,  kegiatan olah seni ini dimaksud adalah sebagai wadah pembinaan bakat, kreativitas dan apresiasi seni bagi generasi muda.

Selain itu, tambahnya, kegiatan ini bisa menumbuhkan minat dan bakat peserta didik dalam bidang seni sesuai keinginannya, meningkatkan wawasan dalam kreativitas peserta didik dalam mengekspresikan diri melalui seni.  

‘’Giat ini akan mampu menanamkan kehalusan budi melalui seni yang diharapkan menjadi landasan perilaku dalam kehidupan sehari -hari, meningkatkan aktivitas dan kreativitas yang bermutu dan berani berkarya yang dapat dipertanggungjawabkan,’’ terangnya.

Pihaknya berharap penyelenggaraan olah seni ini bisa membawa karya-karya terbaik dan bisa tampil di tingkat nasional maupun internasional.   Sukses penyelenggaraan olah seni tahun 2025 ini akan berlanjut pada bulan Februari tahun 2026 mendatang. (ham)

Berikut ini, pemenang Olah Seni 2025 dari berbagai kategori lomba.

1. KELAS TARI DASAR

– ARRUMAISHA KUSUMANITYAS

– FELECIA GAVRIELLA WIBOWO

2. MUSIK TRADISI

– KOMANG AGUS PRAWIRA UTAMA

– I WAYAN BISMA

3. TEATER

– MOHAMAD ALI

– TASNIM

4. TARI NUSANTARA II

– ADEVA FARZANA AYU N.

– I GUSTI AYU GEK MAHARANI PUTRI

5. VOKAL

– BAIQ FADHILA DESTRI YURINDA

– TANIA SILVIA DEWI

6. MODERN DANCE KELAS BESAR

– IVANA VIVIANTARY

– ALIYA JIHAN FADILA

7. MODERN DANCE KELAS KECIL

– KEISHA PUTRIANTARY

– NI PUTU ROSA ISWARININDY

8. TARI KONTEMPORER

– I GUSTI AYU PREMA LAKSHMI DEVI

– NI KOMANG ARYASWARI ARTHA PUTRI

9. TARI NUSANTARA I

– APRILI NIQAR KAFA MEALINA

– NI MADE AYUNDA VISHAKA GAUNTAMI

10. BIOLA

– GAFRILA

– INDANA

11. SENI RUPA PEMULA

– NURAY FATIHA YUNIAR

– XENA AHZAFANI ALFATIH

12. SENI RUPA LANJUTAN

– FADHILA KUSUMANINGTYAS

– SHANNY RHEA CHALON

13. GITAR KELAS PEMULA:

– L. MUHAMMAD DZIMAR ALIY

– QORI ALYA SETIAWATI

14. KELAS LANJUTAN

– NAYOTTAMA LINGGA SUNDAYANA

– SWARNA DWIPA

Organda NTB Minta Pemprov NTB Hentikan Operasional Kapal Tua di Selat Alas

0
Junaidi Kasum

Mataram (Suara NTB) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk segera menghentikan operasional kapal-kapal tua yang melayani penyeberangan Selat Alas.

Desakan ini muncul setelah sebuah kapal ferry rute Poto Tano–Kayangan mengalami mati mesin dan terombang-ambing selama lima jam di tengah laut.

Insiden tersebut terjadi Kamis, 20 November 2025. General Manager PT ASDP Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, membenarkan bahwa kapal yang mengalami kerusakan merupakan armada milik PT Alosim Lampung Pelayaran (ALP) yang selama ini melayani rute penyeberangan Poto Tano, Sumbawa Barat–Kayangan, Lombok Timur.

Kapal itu dilaporkan tak dapat bergerak setelah mesin tiba-tiba mati, sehingga membuat penumpang panik dan perjalanan tertunda berjam-jam hingga kapal berhasil dievakuasi.

Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum, menyampaikan bahwa kejadian ini bukan yang pertama terjadi. Ia mengungkapkan bahwa laporan mengenai kapal mogok, mesin mati, dan gangguan teknis lainnya telah berulang kali diterima Organda.

“Terkait informasi mengenai kapal yang sering mengalami gangguan seperti macet dan mesin mati di tengah laut, kami meminta Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera mengambil tindakan tegas,” tegas Junaidi, Senin, 24 November 2025.

Menurutnya, akar persoalan ada pada usia kapal yang sudah tidak layak operasi.

“Kapal-kapal itu usianya sudah 30 sampai 40 tahun. Tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan armada yang sudah tua dan tidak layak,” ujarnya.

Junaidi menegaskan bahwa jangan sampai pemerintah menunggu terjadinya kecelakaan besar di laut baru kemudian mengambil tindakan.

“Jangan menunggu insiden lebih besar terjadi baru beralasan mesin bocor, kapal tua, dan sebagainya,” tambahnya.

Sebagai organisasi yang menaungi pelaku usaha angkutan, Junaidi Kasum menegaskan bahwa keluhan ini bukan hanya sikap Organda, tetapi juga mewakili ribuan warga yang setiap hari menyeberang dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok.

“Kami mewakili masyarakat NTB, dan anggota kami angkutan umum khususnya yang setiap hari menggunakan rute Poto Tano–Kayangan, meminta agar pemerintah provinsi mengambil tindakan tegas,” katanya.

Ia menyoroti bahwa di era digital dan keterbukaan informasi, kejadian kapal mogok berulang kali membuat masyarakat mempertanyakan kinerja pengawasan pemerintah.

“Di zaman serba-online seperti sekarang, jika kapal yang sering macet masih dipertahankan, tentu masyarakat akan bertanya-tanya: ada apa? Kenapa kapal yang jelas-jelas tidak layak masih diberi izin beroperasi?” kritik Junaidi.

Ia menegaskan bahwa Organda meminta Pemprov NTB untuk segera memberhentikan operasional kapal tua tersebut. Dan kapal-kapal berusia tua lainnya.

“Saya berharap kapal-kapal tua ini segera dihentikan operasinya. Ini sudah lama sekali beroperasi, dan saya heran kenapa masih dipertahankan,” tegasnya.

Menurutnya, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.(bul)

Jamin Kualitas Banpang, Bulog NTB Siapkan Layanan Penukaran Bila Mutu Beras Tidak Sesuai

0
Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya

Mataram (ekbisntb.com) – Perum Bulog NTB memastikan kualitas bantuan pangan (Banpang) yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga. Masyarakat bahkan dijamin dapat menukar beras jika ditemukan mutu yang tidak sesuai.

Pengasan ini Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, pada peluncuran penyaluran Banpang jatah Oktober–November bersama Pemerintah Kota Mataram, Senin, 24 November 2025.

Peluncuran penyaluran Banpang dilakukan oleh Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri bersama Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya didampingi Rizal P. Sukmaadijaya dan Kepala Cabang PT Jasa Prima Logistik (JPL) NTB, Bambang Hernawan. Penyaluran dilakukan serentak dan masif di seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Rizal menjelaskan bahwa total alokasi Banpang untuk Provinsi NTB pada periode Oktober dan November mencapai 10 juta kilogram beras dan 2 juta liter minyak goreng. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 521.521 penerima. Masing-masing penerima mendapatkan jatah 20 Kg beras (Oktober November 2025) ditambah 4 liter minyak goreng.

“Alhamdulillah hari ini kita mulai menyalurkan bantuan pangan untuk Kota Mataram dan seluruh NTB. Minggu ini distribusi dilakukan masif dan serentak,” ujar Rizal.

Bulog NTB menargetkan seluruh penyaluran selesai pada awal Desember, sehingga seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa menerima bantuan tepat waktu. Menurutnya, tidak ada kendala dalam penyaluran karena seluruh data penerima telah diterima dari pemerintah pusat dan sudah disosialisasikan kepada pemerintah daerah.

Selain itu, bimbingan teknis bagi petugas distribusi di lapangan juga telah dilakukan sehingga proses penyaluran dipastikan berjalan lancar.

Soal kualitas beras, Rezal menegaskan seluruh stok yang disalurkan telah melalui proses quality control. Bulog NTB juga membuka layanan penukaran jika di lapangan ditemukan beras dengan kualitas berbeda atau tidak sesuai standar.

“Sebelum disalurkan, kami sudah melakukan quality control. Tapi jika masyarakat menemukan beras yang kualitasnya kurang baik, silakan laporkan. Kami siap melakukan penggantian dalam waktu 1×24 jam,” tegas Rizal.

Bulog NTB juga telah menyiapkan tim khusus di setiap kabupaten/kota, lengkap dengan koordinator yang bertanggung jawab menangani laporan masyarakat terkait kualitas bantuan.

“Tim sudah kami tetapkan di seluruh kabupaten/kota. Masyarakat bisa langsung menghubungi mereka,” tambahnya.

Rizal menegaskan kembali bahwa Bulog akan memastikan seluruh Banpang tersalurkan secara tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat waktu.

“Kami upayakan semuanya selesai sesuai target,” tutupnya.(bul)

Belum Ada Terobosan Signifikan

0
Irawan Aprianto(ekbis NTB/dok)

KETUA Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, ST., menyoroti serius persoalan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi yang dinilai belum mencerminkan potensi sebenarnya. padahal, potensi PAD disebut dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dari capaian saat ini, namun belum dapat terealisasi akibat lemahnya inovasi dan pengawasan dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Irawan menyampaikan bahwa selama ini daerah belum memiliki terobosan maupun kebijakan signifikan untuk mengoptimalkan PAD. “Potensi kita jauh lebih tinggi dari yang selama ini kita dapatkan. Bahkan dua sampai tiga kali lipat itu masih memungkinkan,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat 21 November 2025 malam. Ia menilai belum ada program menonjol yang mampu meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan.

Kondisi ini diperparah dengan turunnya TKD (Transfer Ke Daerah) yang dikabarkan merosot hingga Rp370 miliar. Dewan pun “memaksa” pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras dan menyusun langkah-langkah terukur demi meningkatkan PAD. Dorongan itu tidak hanya ditujukan pada sektor pasar, melainkan seluruh sumber PAD yang dianggap masih memiliki ruang optimalisasi.

Politisi PKS ini menyinggung persoalan kebocoran retribusi pasar yang disebut telah menjadi rahasia umum. Berdasarkan hitungan kasar, jumlah pedagang dikalikan jumlah pasar serta tarif harian seharusnya menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dibanding target saat ini. Namun kenyataannya realisasi jauh lebih rendah.

“Banyak sekali potensi yang bocor di pasar. Kita semua tahu itu,” ungkap Irawan. Ia menambahkan bahwa para pedagang sebenarnya rutin membayar retribusi harian dan jarang menunggak. Karena itu, kebocoran diperkirakan terjadi di tingkat pengelolaan, bukan pada pedagang.

Selain kebocoran retribusi, dewan juga menyinggung maraknya praktik jual-beli lapak pasar secara ilegal. “Ini jelas permainan oknum yang harus ditertibkan,” tegasnya. Untuk meminimalkan kebocoran, dewan mendorong pemerintah daerah menerapkan sistem pembayaran digital, termasuk penggunaan QRIS. Menurut Irawan, sistem digital akan mengurangi kontak langsung antara petugas dan pedagang sehingga mempersempit potensi manipulasi.

“Pembayaran digital sudah sangat umum, apalagi di kalangan anak muda. Kita ingin prosesnya digital agar tidak terlalu banyak melalui tangan-tangan yang berpotensi menimbulkan kebocoran,” jelasnya.

Meski demikian, dewan menyadari masih banyak pedagang yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Karena itu, ia menyarankan agar petugas pasar mendampingi pedagang dalam proses adaptasi sistem digital.

Selain pembayaran, DPRD juga mengusulkan agar penataan dan pemetaan lapak dilakukan secara digital untuk memastikan seluruh lapak terdata akurat dan mengurangi peluang praktik ilegal.

Anggota dewan dua periode ini turut mendorong perbaikan fasilitas pasar meski kondisi fiskal daerah saat ini terbatas. Beberapa pasar, termasuk Pasar Cakra, kondisinya dinilai memprihatinkan, sehingga pedagang enggan membayar retribusi penuh.

“Kita maklumi kalau mereka tidak capai target, karena kondisinya memang memprihatinkan. Oleh sebab itu, walaupun fiskal berat, proyek perbaikan tetap harus dilanjutkan,” katanya. Ia yakin ketika fasilitas membaik, kesadaran pedagang dalam membayar retribusi juga akan meningkat.

Terkait target PAD sektor pasar sebesar Rp8,25 miliar, Irawan menilai angka tersebut masih dalam batas realistis jika dilihat dari jumlah pedagang dan potensi pendapatan harian. Oleh karena itu, TAPD diminta memastikan komunikasi yang baik dengan OPD terkait, terutama Dinas Perdagangan, agar target yang ditetapkan dapat disanggupi. (fit)

Realisasi PAD Lobar Hampir Setengah Triliun

0
Hotel di kawasan Senggigi cukup ramai, sehingga berimbas pada peningkatan pendapatan daerah. (ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) Per 31 Oktober tahun 2025 mencapai 82,17 persen atau sekitar Rp 436,9 miliar dari target 531,7 miliar. Angka ini jauh melampaui pendapatan tahun sebelumnya dengan perbandingan di bulan yang sama. Namun masih ada beberapa OPD yang realisasinya belum sesuai harapan.

Berdasarkan data Bapenda, PAD yang bersumber dari non BLUD ditarget Rp258,3 miliar lebih telah terealisasi Rp228 miliar lebih atau 88,2 persen. Di antara 12 OPD penghasil PAD non BLUD, realisasi tertinggi BPKAD dari target Rp25,4 miliar lebih terealisasi Rp35,2 miliar lebih atau 138,5 persen. Kemudian menyusul, Disnaker telah merealisasikan Rp400,7 juta dari target Rp350 juta atau sekitar 114,9 persen. Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dari target Rp3,9 miliar lebih telah tercapai Rp3,4 miliar atau 86,5 persen. Bapenda dari target Rp216,4 miliar telah terealisasi Rp181,8 miliar lebih atau 83,9 persen.

OPD tiga terbawah realiasi PAD nya, yakni DPMPTSP paling rendah capaiannya. Dari target Rp3,1 miliar, terealisasi Rp1,3 miliar lebih atau 42,4 persen. Disusul Dikbud dari target Rp165 juta, terealisasi Rp76 juta lebih atau 46,4 persen. Dan Dislutkan dari target Rp221,6 juta, baru direalisasikan Rp127,9 juta atau 57,7 persen. Sedangkan untuk PAD dari BLUD, ditargetkan Rp273,4 miliar lebih telah tercapai Rp208,9 miliar atau 76,3 persen lebih. Capaian RSUD Tripat dan Dikes (Labkesda) paling rendah. Sedangkan puskesmas capaiannya paling tinggi bersama RSAM Narmada.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar Moh. Adnan menyampaikan pihaknya optimis bisa mencapai target PAD tahun ini. “Mealisasi pendapatan dari pajak daerah per tanggal 14 November, realisasi pajak daerah mencapai Rp 89,73 persen atau secara keseluruhan Rp 193,14 miliar dari taget Rp 207 miliar. Sehingga dengan melihat waktu yang tersisa, insyallah target pajak bisa terlampaui,” kata Adnan, akhir pekan Kemarin.

Namun dari data yag dipaparkan Adnan, pendapatan dari beberapa OPD hingga BLUD sampai saat ini masih belum memuaskan. Misalnya pendapatan RSUD Tripat Gerung. Dari target pendapatan Rp 168,8 miliar, realisasinya masih di angka 70 persen atau sekitar Rp 119 miliar. Angka ini tentu masih belum sesuai harapan. Kemudian yang paling rendah adalah pendapatan dari retribusi perizinan DPMPTSP Lobar. Dari target Rp 3,1 miliar, realisasi hanya 42 persen sekitar Rp 1,3 miliar.

Dengan waktu yang tersisa, dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil OPD harus melakukan upaya ekstra untuk mengejar target. Terlebih, bupati selalu mengingatkan agar OPD mengoptimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan PAD.

Sementara itu, Direktur RSUD Tripat dr. Suriyadi yang dikonfirmasi terkait masih rendahnya realisasi target pendapatan per Oktober memberikan penjelasan jika hal ini terjadi karena target yang ditingkatkan saat APBD Perubahan lalu.

”Betul, target kita dinaikkan dari Rp 150 miliar menjadi Rp 168,8 miliar. InsyaAllah Bulan Desember kami bisa mencapai di atas 80 persen,” jelas dr. Suriyadi.

Sementara RSUD Awet Muda Narmada yang ditargetkan pendapatan Rp 45 miliar kini sudah merealisasikan pendapatan di angka 80,89 persen atau sekitar Rp 36,6 miliar. Begitu juga dengan target pendapatan di Dinas Kesehatan melalui puskesmas. Realisasinya cukup menggembirakan mencapai Rp52 miliar atau 89,4 persen dari target Rp 58 miliar.

Sementara itu,  dalam jawaban Pandangan Umum Fraksi-fraksi dewan mengenai optimalisasi pendapatan, Asisten III Setda Lobar, H. Fauzan Husniadi, menanggapi kritik dewan mengenai belum maksimalnya PAD direspons dengan penegasan bahwa APBD 2026 memprioritaskan program unggulan pariwisata yang fokus pada pemulihan dan penguatan sektor tersebut.

Program unggulan pariwisata tahun 2026 akan dipusatkan pada lima area. Penataan Destinasi Unggulan, Peningkatan Akses dan Fasilitas, Penguatan Desa Wisata, Promosi Terpadu, dan Pengembangan Event dan Sport Tourism.Pemkab Lobar juga berupaya mengoptimalkan daya tarik budaya daerah, dengan mengusulkan event historis “Perang Topat” untuk masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Bumi Gora. (her)

Keberadaan Jalan Mantap di Sumbawa Masih 52 Persen

0
Lalu Suharmaji Kertawijaya(ekbis NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menyebutkan bahwa kondisi jalan mantap di wilayah setempat masih sangat rendah di angka 52 persen dari total ruas jalan yang mencapai 951,57 kilometer.

“Jalan mantap kita masih berkisar di angka 52 persen dan kita harus mengejar target hingga tahun 2030 itu sebesar 80 persen jalan mantap. Itu yang menjadi pekerjaan kita yang harus kita tuntaskan,” Kata Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada Suara NTB, pekan kemarin.

Berdasarkan data yang dimiliki saat ini total panjang ruas jalan yang berada di Kabupaten Sumbawa mencapai 951,57 kilometer. Untuk mengejar 10 persen penanganan infrastruktur jalan tersebut, setiap tahunnya dibutuhkan anggaran sekitar Rp334 miliar.

“Kita sudah siapkan strategi khusus untuk merealisasikan target tersebut, salah satunya dengan menggandeng pihak lain baik itu pemerintah provinsi, pusat, hingga ke perusahaan yang beroperasi di Sumbawa,” ujarnya.

Suharmaji tidak menampik untuk mengejar target jalan mantap sangat sulit terealisasi ditengah kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas. Bahkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir kondisi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur jalan hampir tidak ada yang memperberat upaya mengejar target tersebut.

“Kita harus tetap optimis untuk mengejar target tersebut meskipun kondisi keuangan daerah sangat terbatas. Kami juga akan tetap mengejar anggaran di pusat untuk membantu pembiayaan di daerah,” ucapnya.

Apalagi pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp1. 357 triliun untuk 17 program bagi seluruh kabupaten/kota dan provinsi. Hal ini tentu akan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, karena ada 614 kabupaten dan 38 provinsi yang akan memperebutkan anggaran tersebut di Pemerintah pusat.

“Kami mendorong agar dinas terkait (PU) segera melakukan inovasi untuk merebut anggaran dimaksud sehingga penanganan terhadap infrastruktur jalan bisa terus dilakukan. Secara keseluruhan keterbukaan jalan sudah di angka 90 persen. Sementara untuk kemantapannya masih berada di angka 52 persen, sehingga anggaran yang kita butuhkan masih cukup besar,” pungkasnya. (ils)