Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 102

Wamenaker: Sistem Bagi Hasil Transportasi Daring harus Transparan

0
Wamenaker: Sistem Bagi Hasil Transportasi Daring harus Transparan

Jakarta (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan sistem bagi hasil antara perusahaan dan pengemudi harus berlandaskan prinsip keadilan, transparansi dan memberikan bagian proporsional dari tarif yang dibayarkan oleh pengguna jasa.

“Salah satu aspek penting yang menjadi fokus kita hari ini adalah sistem bagi hasil dan transparansi tarif,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sesuai rancangan Peraturan Presiden (Ranperpres), ia mengatakan pekerja platform juga dijamin kebebasan berserikat dan berorganisasi, serta diberikan ruang dialog melalui forum komunikasi antara serikat pekerja dan perusahaan.

Pria yang akrab disapa Ferry itu mengatakan, ketentuan tarif ojek online (ojol) hingga kini masih mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 beserta perubahannya.

Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa pengaturan biaya jasa di tiga zona serta ketentuan biaya tak langsung berupa sewa aplikasi maksimal 20 persen.

Sementara itu, jaminan sosial bagi pekerja platform belum bersifat wajib, dan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian) (JKM) masih dibayarkan mandiri secara sukarela.

Menurut dia, kondisi itu berimplikasi pada rendahnya tingkat kepesertaan, yang pada Mei 2025 baru mencapai sekitar 320 ribu pekerja.

“Di sisi lain, biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, cicilan motor, hingga pulsa masih sepenuhnya ditanggung oleh pekerja. Pendapatan pun sangat bergantung pada insentif yang dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar dia.

Gambaran tersebut, katanya, menunjukkan pentingnya kehadiran regulasi yang lebih komprehensif, seimbang, dan berorientasi pada keberlanjutan ekosistem transportasi daring.

“Tujuan kita bukan hanya memberikan pelindungan bagi pekerja platform, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha bagi perusahaan aplikator, serta memberikan kepastian tarif bagi masyarakat sebagai pengguna layanan,” ujar dia.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan juga melakukan diskusi bersama para pihak yang terlibat isu ini seperti pekerja, perusahaan penyedia jasa (aplikator) dan pemangku kepentingan lainnya terkait materi muatan dalam Ranperpres tentang Pelindungan Pekerja Transportasi Berbasis Platform Digital.

Hal itu, lanjut dia, membahas pula utamanya mengenai sistem bagi hasil yang menjadi perhatian utama dalam ekosistem transportasi daring saat ini.

“Kami berharap masukan konstruktif dari perusahaan aplikator, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan rancangan peraturan ini, khususnya terkait sistem bagi hasil yang adil, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak,” katanya. (ant)

Harga emas Antam Hari Ini Meroket Rp40.000 ke Angka Rp2,38 Juta/Gram

0
Harga emas Antam Hari Ini Meroket Rp40.000 ke Angka Rp2,38 Juta/Gram

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa 25 November 2025 melonjak Rp40.000 dari awalnya Rp2.340.000 menjadi Rp2.380.000 per gram.

Harga jual kembali (buyback) turut meroket ke angka Rp2.241.000 per gram, serta dijual mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.240.000.

‎- Harga emas 1 gram: Rp2.380.000.

‎- Harga emas 2 gram: Rp4.700.000.

‎- Harga emas 3 gram: Rp7.025.000.

‎- Harga emas 5 gram: Rp11.675.000.

‎- Harga emas 10 gram: Rp23.295.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp58.112.000.

‎- Harga emas 50 gram: Rp116.145.000.

‎- Harga emas 100 gram: Rp232.212.000.

‎- Harga emas 250 gram: Rp580.265.000.

‎- Harga emas 500 gram: Rp1.160.320.000.

‎- Harga emas 1.000 gram: Rp2.320.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Perayaan Natal dan Lebaran Berdekatan, ESDM Jaga Ketat Stok BBM 

0
Perayaan Natal dan Lebaran Berdekatan, ESDM Jaga Ketat Stok BBM 

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjaga ketat stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG mengingat jarak antara Natal 2025 dan Lebaran 2026 yang berdekatan.

“Jadi ini (stok BBM) kami benar-benar jaga, Natal sampai Lebaran ini dekat sekali jaraknya, itu yang kami jaga,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Perhatian khusus tersebut, tutur Laode, juga ditunjukkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mengecek ketersediaan stok BBM untuk terjaga di atas 20 hari.

Terlebih, pekan depan sudah memasuki bulan Desember, yang menandakan perayaan Natal 2025 semakin dekat.

“Beliau (Menteri ESDM) sebelum berakhir pekan harus melihat dulu stok (BBM) berapa nih, itu yang paling penting. Karena ini grafik naik nanti Desember kan Natal,” kata Laode.

Secara terpisah, Direktur Utama (Dirut) Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan sejumlah upaya Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pertamina terus meningkatkan stok dengan cara menambah produksi melalui kilang dan melakukan impor tambahan. Adapun volume penambahan impor untuk Pertalite berada di angka 1,4 juta kiloliter untuk persiapan menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Impor tambahan tersebut dipastikan oleh Laode tidak melebihi kuota impor yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Per hari ini, stok ada di 20,2 hari secara nasional, akan terus kami tingkatkan,” ujar Mars Ega.

Ia membidik ketahanan stok BBM dapat meningkat hingga lebih dari 21 hari.

Mars Ega juga berupaya untuk menjaga ketahanan stok BBM di angka 22–23 hari.

“Pertamax Turbo ada tambahan impor, tapi juga ada tambahan produksi dari Kilang Cilacap dan Kilang Balongan,” tutur Mars Ega. (ant)

Menko Pangan: Indonesia sedang Melawan Perdagangan Pasar Bebas

0
Menko Pangan: Indonesia sedang Melawan Perdagangan Pasar Bebas

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Indonesia sedang melawan perdagangan pasar bebas.

“Kita sekarang melawan perdagangan pasar bebas. Pasar bebas itu yang ngatur yang punya uang. Namanya pasar bebas, yang kuat, yang punya duit,” ungkap dia dalam agenda Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Periode 2025-2030, di Jakarta, Selasa.

Zulhas mengingatkan agar makanan-makanan cepat saji (junk food) harus dihindari, karena akan mendukung ekonomi pasar bebas. Misalnya makan di restoran multinasional milik Amerika Serikat (AS), yang keuntungannya tak banyak diperoleh Indonesia.

Karena itu, pemerintah mendorong para pemangku kepentingan di desa untuk mengembangkan ekonomi, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran program MBG yang bakal memproduksi setiap hari 82,9 juta untuk masing-masing komoditas telur, ikan, ayam, sayur, hingga buah, dianggap akan menumbuhkan ekonomi desa dan memberikan dampak ke masyarakat.

Saat ini, komoditas ayam dan telur di Indonesia hanya diperoleh dari Thailand dan Malaysia. Indonesia juga mengimpor kedelai dan gandum dari Amerika Serikat (AS), karena komoditas-komoditas tersebut sulit tumbuh di Tanah Air.

Berdasarkan alasan tersebut, dia menyarankan masyarakat dapat mengonsumsi komoditas-komoditas yang memang melimpah di Indonesia.

Dirinya disebut sedang menyiapkan tata kelola closed loop economy supaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nantinya hanya dapat disuplai melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga badan usaha milik desa (BUMDes). Hal ini menimbang suplai makanan untuk MBG hanya berasal dari perusahaan-perusahaan besar yang memiliki modal kuat. Upaya tersebut dinyatakan selaras dengan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekonomi dari desa.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Indonesia harus bisa swasembada pangan, tak boleh ditawar-tawar lagi, agar ekonomi rakyat tumbuh.

Keberhasilan telah tampak dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait produksi beras Indonesia mencapai 34,7 juta ton pada 2025, naik 13,47 persen dibandingkan tahun 2024, yang dibarengi dengan tidak adanya impor komoditas tersebut pada tahun ini. Produksi jagung juga meningkat 9,34 persen pada tahun ini menjadi 16,55 juta ton.

Berikutnya ialah kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 dinilai menjadi bentuk keberpihakan Presiden Prabowo untuk swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Data terbaru mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) telah menyentuh 124 pada tahun ini dari 116 pada 2024, meningkat 6,9 persen.

Walaupun perbaikan dalam hal karbohidrat sudah hampir teratasi dengan membaiknya kondisi petani padi dan petani jagung, persoalan lain yang masih dihadapi terkait persoalan protein, menimbang nelayan dan peternak masih dalam kondisi miskin.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah akan menghadirkan dua ribu kampung nelayan, dan di setiap kabupaten akan ada tambak ikan. Di 20 provinsi juga akan disediakan pakan ayam dan ayam GPS (Grand Parent Stock) dengan harga murah, sehingga dapat dibeli masyarakat.

Namun, Zulhas mengingatkan bahwa transformasi ekonomi tidak mudah dilakukan.

Salah satu tantangan yang dihadapi ialah moral hazard (perilaku tak bertanggung jawab) dari para pemangku kepentingan, seperti korupsi. Dengan demikian, dibutuhkan kolaborasi strategis, terutama dengan para pemangku kepentingan di tingkat desa yang siap mengawasi dan mengoreksi program-program pemerintah hingga akar rumput.

“Ekosistem makan itu akan mengubah peradaban kita,” kata Menko Pangan itu pula. (ant)

Telkomsel dan FWE NTB Tebar Benih Ikan di Lombok, Dukung Ekosistem dan Ketahanan Pangan

0
Telkomsel dan FWE NTB Tebar Benih Ikan di Lombok, Dukung Ekosistem dan Ketahanan Pangan
Telkomsel dan FWE NTB Tebar Benih Ikan di Lombok, Dukung Ekosistem dan Ketahanan Pangan

Lombok Barat (ekbisntb.com) – Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTB bersama Telkomsel menggelar aksi nyata menjaga ekosistem perairan dan mendukung ketahanan pangan lokal melalui kegiatan tebar benih ikan di Perairan Lombok, Selasa (25/11/2025). Seremoni pelepasan benih dilaksanakan di kawasan wisata alam Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Sekretaris FWE NTB, Ahmad Yani, menjelaskan pemilihan lokasi di Gunung Jae sangat strategis karena kawasan ini merupakan hulu dari aliran irigasi yang mengalir ke berbagai wilayah di Lombok.

“Dengan menebar benih di perairan yang bermuara luas, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, bukan hanya di sekitar sini,” ujar Ahmad Yani.

Apresiasi dari Telkomsel

Acara ini dihadiri oleh perwakilan manajemen Telkomsel, termasuk Erwin Kusumawan (Manager Corporate Communications Jawa Bali Telkomsel), Herwanto (Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Region Bali Nusra), dan Luh Putu Dian Wahyundari (Spv Corporate Communications Bali Nusra), serta perwakilan BUMDes Desa Sedau.

Dalam sambutannya, Erwin Kusumawan menyampaikan apresiasi atas program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penebaran benih ikan ini, berharap upaya tersebut memberikan dampak positif yang nyata.

“Ini sangat bermanfaat bagi warga Lombok. Dari puluhan ribu benih yang dilepas hari ini, kami berharap dapat berkembang biak dan meningkatkan ketersediaan konsumsi protein masyarakat,” kata Erwin.

Ahmad Yani juga menyampaikan terima kasih atas kemitraan yang terus terjalin baik. “Kami berharap kolaborasi FWE dan Telkomsel semakin kuat ke depan,” tambahnya, menyebut kegiatan ini juga bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-67 Provinsi NTB.

Dukungan Ekowisata Lokal

Usman Jayadi, Ketua BUMDes Desa Sedau, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai keberadaan benih ikan turut mendukung pengembangan wisata Gunung Jae.

“Pengunjung tidak hanya menikmati keasrian alam, tetapi juga dapat memancing sebagai aktivitas rekreasi maupun ekonomi. FWE NTB telah berkontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan ekowisata di wilayah kami,” jelas Usman.

Data Angka Konsumsi Ikan (AKI) NTB

Upaya peningkatan ketersediaan ikan ini relevan dengan data konsumsi ikan di NTB:

  • Tahun 2023: AKI NTB tercatat 54,90 kg/kapita/tahun.
  • Tahun 2024: AKI meningkat signifikan menjadi 58,39 kg/kapita/tahun.

Meskipun terjadi peningkatan, AKI NTB masih perlu ditingkatkan agar dapat menyamai atau melampaui angka konsumsi ikan nasional.

Sebagai informasi, agenda utama penebaran satu juta benih ikan oleh FWE NTB bersama Pemprov NTB dan mitra terkait dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025, di Bendungan Meninting, Lombok Barat. (*)

Dermaga Kapal Wisata di Senggigi  Gairahkan Investasi

0
Ketut Murtajaya(ekbis NTB/bul)

Lombok (ekbisntb.com) –Pembangunan dermaga kapal wisata di Senggigi, Lombok Barat, disambut optimis oleh para pelaku usaha pariwisata. Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, yang juga General Manager Holiday Resort Lombok, menilai keberadaan dermaga tersebut dapat memperkuat konektivitas dan mendongkrak kembali kunjungan wisatawan ke kawasan Senggigi.

Menurut Ketut, tingginya harga tiket pesawat masih menjadi tantangan besar bagi pariwisata NTB. Dampaknya, destinasi di Lombok terasa lebih mahal dibandingkan sejumlah daerah wisata lainnya. “Dermaga ini menjadi salah satu harapan kami, terutama untuk meningkatkan konektivitas. Dengan harga tiket yang masih tinggi, akses laut bisa menjadi alternatif yang jauh lebih ekonomis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, posisi Bali sebagai hub internasional akan sangat menguntungkan Lombok. Keberadaan dermaga di Senggigi membuka peluang distribusi wisatawan dari Bali menuju NTB melalui jalur laut. “Dari Padangbai ke Senggigi itu dekat, hanya sekitar satu jam dua puluh menit. Ini bisa menjadi pintu masuk baru yang memperkuat arus wisatawan ke Senggigi,” katanya.

Meski begitu, Ketut menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah agar kawasan Senggigi semakin siap sebagai beranda pariwisata Lombok. Penataan kawasan dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. “Trotoarnya harus lebih ramah pejalan kaki dan berfungsi dengan baik. Zona-zona di kawasan Senggigi juga perlu diatur lebih tertib,” terangnya.

Ia mengakui sejumlah progres sudah mulai terlihat, terutama pada kebersihan dan kerapian kawasan pantai. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dinilai mulai menunjukkan perhatian terhadap revitalisasi Senggigi. Namun ia berharap pembenahan ini tidak berhenti di tengah jalan. “Peningkatan kebersihan sudah tampak. Tinggal dilanjutkan pembenahan lainnya agar Senggigi semakin menarik, tertata, dan nyaman bagi wisatawan,” tambahnya.

Ketut menegaskan, pemerintah daerah harus memberikan perhatian serius, mengingat besarnya nilai investasi para pengusaha hotel dan industri penunjang lainnya di Senggigi. Di kawasan tersebut, terdapat hotel dari berbagai kelas, mulai dari non-bintang hingga hotel mewah berbintang lima.

“Investasi di Senggigi itu triliunan rupiah. Dampaknya pada perekonomian daerah sangat besar. Karena itu perlu perhatian sungguh-sungguh, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keseriusan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur akan sangat menentukan kebangkitan Senggigi. “Kalau memang serius, ya benar-benar diseriusi. Jangan sampai potensi besar yang kita punya tidak dimaksimalkan. Sayang sekali kalau itu terjadi,” demikian Ketut Murtajaya. (bul)

Sumbawa Usulkan Barapan Kebo dan Ponan Masuk KEN 2026

0
Tata Kostara(ekbis NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa tengah mengusulkan Barapan Kebo (balapan kerbau) dan tradisi Ponan di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026.

“Persiapan sudah mulai kita lakukan agar dua event tersebut masuk KEN, kami juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian terkait dengan harapan dua event usulan Sumbawa ini bisa disetujui,” kata Kadispopar Sumbawa, Tata Kostara, kepada Suara NTB, Selasa 25 November 2025.

Tata melanjutkan, konsep kegiatan yang akan dilaksanakan nanti dengan menjadikan tradisi Ponan sebagai event utama. Pemerintah pun juga akan menyiapkan beberapa event pendukung salah satunya kegiatan seni budaya dan bazar UMKM. “Ponan itu intinya, kami juga akan menghadirkan serangkaian festival yang akan kita angkat juga untuk menyemarakkan kegiatan sebelum kegiatan inti,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Pasaji Ponan merupakan acara yang sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat di desa Poto. Di tradisi tersebut masyarakat akan berkumpul menggelar doa bersama sebagai ungkapan syukur atas upaya menanam padi dan memohon agar panen mendatang melimpah.

“Festival ini biasanya diselenggarakan minggu kedua atau ketiga bulan Februari dan puncak acara diadakan di Bukit Ponan, yang terletak di tengah hamparan sawah yang luas,” terangnya.

Ia menambahkan, sementara untuk Barapan Kebo pemerintah juga sudah menyiapkan konsep pelaksanaan kegiatan. Sementara untuk lokasi pelaksanaan pihaknya masih harus melakukan kordinasi lebih lanjut.

“Kalau untuk lokasi kami masih akan lakukan rapat lebih lanjut, sehingga pada saat pelaksanaan event tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Selain dua event tersebut lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan beberapa event yang akan dilaksanakan selama satu tahun (Januari- Desember) tahun 2026. Event ini nantinya akan dipusatkan di beberapa kecamatan sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki.

“Rencananya kalau untuk kalender event kita akan launching pada bulan Januari mendatang, sehingga dalam satu tahun full akan ada event yang kita laksanakan di masing-masing kecamatan,” tukasnya. (ils)

Lahan Gerai KDMP, Bupati Lotim Sarankan Desa Gunakan Tanah Pecatu

0
Bupati Lotim H. haerul Warisin menggelar pertemuan dengan seluruh kepala desa se Lotim membahas gerai KDMP di Makodim 1615/Lotim, Selasa 25 November 2025. (ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Seluruh desa diminta dapat menyediakan lahan seluas 1.000 meter persegi sebagai lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin menyarankan seluruh desa menggunakan tanah pecatu masing-masing sebagai lokasi pembangunan gerai.

Hal ini dikemukakan Bupati Iron saat bertemu dengan seluruh kepala desa yang hadir dalam pertemuan rapat koordinasi di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lotim, Selasa 25 November 2025 kemarin.

Bupati menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program strategis ini. Ia mendorong desa untuk memanfaatkan aset tanah pecatu yang dimiliki dan mensinergikannya dengan program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal ini berkesinambungan dengan program prioritas lainnya.

Bupati mengajak seluruh lurah dan kepala desa se Lotim  untuk menyambut program KDMP ini dengan semangat gotong royong. Meski terjadi pemangkasan anggaran Lotim hingga Rp 402 miliar, daerah dituntut tetap kreatif dan inovatif. Menjadi kepala daerah harus bisa juga membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga di Jakarta.

Selanjutnya, Bupati menyatakan tidak akan mempersulit proses penyediaan lahan tempat pembangunan gerai KDMP. Lahan milik Pemda yang ada di desa-deaa katanya juga dapat digunakan melalui skema pinjam pakai, jika koperasi berkembang dengan baik dan maju, Pemkab Lotim bisa memberikan lahan tersebut dalam bentuk hibah. Terhadap desa yang belum siap lahan dipersilakan mengajukan proposal usulan.

Bupati juga mengingatkan KDMP harus dapat dibangun dengan konsep usaha yang berkelanjutan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Kopdes dan Kopkel harus  diperjuangkan bersama sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakatm

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lombok Timur Letkol Inf. Eky Anderson, menegaskan pentingnya percepatan realisasi pembangunan fisik gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program strategis sesuai tuntutan Presiden Prabowo Subianto. Catatan Kodim yang juga penanggung program KDMP ini saat ini proses baru mencapai tahap legalisasi lahan dan belum memasuki pembangunan fisik.

Berdasarkan  Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, diterangkan tujuan KDMP adalah memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.

Pembangunan gerai harus segera dimulai, sesuai kewenangan dan tuntutan yang diberikan Presiden kepada jajaran Kodim di semua daerah. Setiap gerai harus mengikuti standar desain yang telah disosialisasikan, lengkap dengan fasilitas gudang apotek, dan ruang praktek dokter.

Khusus di Kabupaten Lotim, dari 254 desa dan kelurahan se Lotim, terdapat 11 titik yang sudah memenuhi ketentuan. Akan tetapi, sebagian besar usulan lainnya masih terkendala dan belum sesuai persyaratan. (rus)

2026, Lotim Berkembang  Dialokasikan Anggaran Subsidi Bunga Rp 2,5 Miliar

0
Lotim merupakan salah satu daerah penghasil sapi di NTB. Namun, keberadaan para peternak masih belum diperhatikan, terutama pemberian subsidi bunga pinjaman dalam mengembangkan usaha peternakannya. (ekbis NTB/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengalokasikan kembali anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk program Lotim Berantas Rentenir Melalui Kredit Perbankan Tanpa Bunga (Berkembang) pada tahun 2026. Anggaran yang masuk dalam pos belanja subsidi ini diperuntukkan khusus untuk memberikan subsidi bunga kepada para peternak dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Lotim, H. Masyhur, kepada Suara NTB, Selasa 25 November 2025 mengonfirmasi bahwa program ini sempat terhenti selama dua tahun terakhir, khususnya di sektor peternakan. Penyebab mandeknya program ini adalah karena kendala mitra asuransi yang sebelumnya diajak bekerja sama mengalami kolaps atau kebangkrutan.

“Dialokasikan kembali subsidi program Lotim berkembang ini karena dinilai cukup baik untuk membantu ringankan beban peternak,” jelasnya.

Masyhur menambahkan, program ini ternyata juga menghadapi kendala lain, yaitu dalam hal keterlibatan pihak perbankan sebagai pemberi modal. Skema pembiayaan yang digunakan sebelumnya adalah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program Lotim Berkembang untuk sektor peternakan pada awalnya menargetkan 1.200 peternak. Namun, target tersebut tidak tercapai akibat sejumlah kendala yang dihadapi. “Tahun 2026 mendatang diharapkan bisa lebih banyak peternak mendapat akses modal dari program yang kerap mendapat penghargaan dari pemerintah pusat tersebut,” tambahnya.

Dengan dialokasikannya kembali anggaran ini, Pemerintah Lotim berharap dapat menghidupkan kembali program yang dinilai cukup berhasil ini. Harapannya, lebih banyak peternak dan pelaku UMKM yang terbantu dengan adanya subsidi bunga, sehingga dapat mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Lotim. (rus)

Pembangunan Jembatan Permanen Karang Kemong Senilai Rp2,8 Miliar Dimulai

0
Proses perakitan baja ringan untuk jembatan permanen di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat, pada Selasa 25 November 2025.(ekbis NTB/pan)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai membangun jembatan permanen di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang amblas serta terputus akibat banjir besar pada awal Juli 2025.

Proyek tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram bekerja sama dengan CV Dewi Wangi sebagai pelaksana. Kedua pihak telah menandatangani kontrak senilai Rp2,8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan bahwa rekanan pembangunan Jembatan Karang Kemong sama dengan pelaksana Jembatan Mahkota Bertais, yakni CV Dewi Wangi. “Rekanannya sama. Pengerjaan sudah berlangsung,” jelasnya, Selasa 25 November 2025.

Ia menerangkan, pembangunan jembatan permanen tersebut menggunakan rangka baja sebagai struktur utama. Model pengerjaannya dilakukan secara pabrikasi atau perakitan di lokasi berbeda, seperti halnya pembangunan jembatan sementara sebelumnya.

Dengan metode itu, kata Lale, kegiatan di lapangan tampak minim karena sebagian besar pekerjaan dikerjakan di tempat lain. “Nanti tinggal pemasangan dengan struktur pondasi yang sudah terbangun. Gambarnya seperti jembatan sementara kemarin,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, PUPR akan meningkatkan elevasi jembatan agar lebih aman dan mampu menahan debit air tinggi.

Pembangunan ini menjadi bagian dari rangkaian perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir beberapa bulan lalu. Sebelumnya, Pemkot Mataram juga telah memulai pembangunan Jembatan Mahkota Bertais di Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, dengan anggaran senilai Rp2,8 miliar.

Selain dua jembatan tersebut, Dinas PUPR mencatat sejumlah infrastruktur pendukung seperti talud, bronjong, dan tanggul yang turut mengalami kerusakan. Usulan perbaikan sarana tersebut telah diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar dan saat ini masih dalam proses.

Dengan pembangunan Jembatan Permanen di Karang Kemong, Pemerintah Kota Mataram berharap akses transportasi masyarakat dapat kembali normal, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

“Kita pastikan semua pembangunan rampung pada Desember 2025,” pungkas Lale. (pan)