Mataram (EKBIS NTB) – Kondisi ketenagakerjaan NTB menunjukkan perbaikan pada Agustus 2026. Jumlah penduduk bekerja bertambah 39,76 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,03 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Dr. H. Wahyudin, M.Si., mengatakan berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026, jumlah angkatan kerja di NTB mencapai 3,24 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 40,15 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,15 juta orang tercatat bekerja atau bertambah 39,76 ribu orang dalam setahun terakhir.
“Ini menunjukkan adanya penambahan penduduk yang terserap dalam berbagai lapangan usaha,” katanya, Kamis, 5 November 2026.
Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di NTB. Sektor ini menampung sekitar 1,07 juta orang atau 34,06 persen dari total penduduk bekerja.
Besarnya serapan tenaga kerja di sektor tersebut menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan NTB masih didominasi sektor primer, khususnya aktivitas pertanian dan perikanan.
Sementara itu, dari sisi status pekerjaan, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mencapai 1 juta orang atau 31,94 persen.
Meski demikian, peningkatan jumlah penduduk bekerja belum sepenuhnya diikuti perbaikan kualitas dan jam kerja. BPS mencatat persentase setengah pengangguran meningkat 1,21 poin, sedangkan pekerja paruh waktu bertambah 0,43 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian penduduk yang telah bekerja masih menghadapi keterbatasan jam kerja atau belum memperoleh pekerjaan sesuai dengan waktu kerja yang diinginkan.
Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,03 persen. Angka ini turun 0,03 poin dibandingkan Agustus 2025. Penurunan TPT tersebut menunjukkan proporsi angkatan kerja yang belum terserap dalam pekerjaan mengalami sedikit perbaikan.
Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru turun 0,49 poin dibandingkan Agustus 2025. Artinya, meskipun jumlah angkatan kerja bertambah, proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi mengalami penurunan.
Secara keseluruhan, keadaan ketenagakerjaan Agustus 2026 memperlihatkan adanya penambahan kesempatan kerja dan penurunan tingkat pengangguran di NTB. Namun, meningkatnya setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu menunjukkan tantangan penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif dan berkualitas masih perlu mendapat perhatian.(bul)






