BerandaBERANDAPetani Terima Program Bongkar Raton dan Perluasan Tebu

Petani Terima Program Bongkar Raton dan Perluasan Tebu


Dompu (EKBIS NTB)-Petani tebu di Kabupaten Dompu kembali mendapat angin segar. Pemerintah mengalokasikan program bongkar raton seluas 700 hektare dan perluasan tanaman tebu rakyat seluas 763 hektare. Program dari Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan ini, diharapkan mendongkrak produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP., mengatakan, pihaknya tengah memfasilitasi kelompok tani penerima program untuk melengkapi persyaratan administrasi, termasuk menyiapkan rekening kelompok. Dukungan tersebut menjadi momentum bagi petani untuk meremajakan tanaman tebu yang mulai tidak produktif sekaligus memperluas areal budi daya.

Kepastian pasar dan kenaikan harga tebu menjadi modal penting bagi keberlanjutan usaha perkebunan rakyat di Dompu. “Program bongkar raton dan perluasan tanaman tebu rakyat ini sedang kita fasilitasi petani dan kelompok untuk memenuhi syarat yang diminta kementerian,” katanya saat dihubungi, Kamis (29/10).

- Advertisement -


Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak sebatas bibit tebu. Petani juga akan mendapat dukungan pupuk nonsubsidi dan upah Hari Orang Kerja (HOK) untuk mendukung keberhasilan penanaman.


Program ini dinilai strategis karena hasil panen memiliki kepastian pasar melalui kemitraan dengan PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Selain itu, harga tebu kini mencapai Rp550 ribu per ton atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp400 ribu per ton. “Program bongkar raton dan perluasan ini menjadi angin segar bagi petani tebu kita,” ungkap Syahrul.


Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Assyadat, SP., menjelaskan, program bongkar raton diperuntukkan bagi petani yang tanaman tebunya sudah berusia tua dan mengalami penurunan produktivitas. Tanaman lama akan diganti dengan benih baru,agar produktivitas kebun dapat ditingkatkan.


Dikatakan, program bongkar raton mencakup lahan seluas 700 hektare yang tersebar pada 25 kelompok tani di Desa Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya, Kecamatan Pekat.


Sementara itu, program perluasan tanaman tebu rakyat mencapai 763 hektare. Sebanyak 18 kelompok tani di Kecamatan Pekat menjadi sasaran program dengan lokasi di Desa Nangakara, Doropeti, Soritatanga, Karombo, Kadindi Barat, dan Sorinomo.


Selain di Kecamatan Pekat, perluasan tanaman tebu juga menyasar lahan seluas 200 hektare di Desa Riwo, Kecamatan Woja, yang diperuntukkan bagi empat kelompok tani.


Assyadat mengatakan, penerima bantuan sedang melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Pelaksanaan program juga menunggu kondisi cuaca yang mendukung, terutama turunnya hujan agar penanaman dapat dilakukan dengan baik.

“Karena pupuk yang dibantukan ini akan langsung dipantau efektivitasnya pada tanaman tebu selama dua minggu. Setelah itu baru dibagikan kepada petani penerima program,” jelasnya.


Dukungan pemerintah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi tebu rakyat di Dompu, karena kontribusi petani mitra cukup besar dalam menopang pasokan bahan baku industri gula di daerah itu.


Camat Pekat, Dermawansyah, S.Sos., mengatakan, sebagian besar tebu yang digiling PT SMS berasal dari petani mitra atau tebu rakyat. Kondisi tersebut menunjukkan peran penting perkebunan rakyat dalam mendukung industri gula sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. “Sebagian besar tebu yang berhasil digiling berasal dari tebu mitra, yaitu tebu rakyat. Harganya juga tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (ula)

Artikel Yang Relevan

IKLAN








Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut