Mataram (Ekbis NTB) — Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapannya memperkuat pasokan dan berkoordinasi dengan jaringan ritel demi menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan pihaknya selama ini rutin memasok beras ke sejumlah jaringan ritel modern seperti Ruby, Alfamart, Indomaret, dan Lotte Mart setiap pekan. BULOG juga membuka ruang koordinasi untuk memenuhi permintaan beras premium maupun medium sesuai kebutuhan masing-masing mitra.
“BULOG selalu mengisi kebutuhan mitra di ritel modern secara rutin setiap minggu,” ujar Mara, Kamis (5/11).
Ia mengakui sempat terjadi keterlambatan pengiriman pasokan selama satu hari ke salah satu jaringan ritel modern, yakni Ruby. Kendati demikian, Mara memastikan pihaknya siap kembali memenuhi permintaan mitra ritel sesuai ketersediaan stok dan kebutuhan pasar.
“Hari ini dan seterusnya, insyaallah kami siap mengisi kembali sesuai permintaan dan pasokan yang ada di gudang,” tambahnya.
Distribusi Beras SPHP dan Premium
Terkait volume distribusi, Mara menjelaskan bahwa BULOG menyalurkan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar 2.000 hingga 4.000 kilogram setiap pekannya. Sementara untuk beras premium, volume pengiriman disesuaikan dengan permintaan ritel modern dan dapat mencapai lebih dari 2.000 kilogram dalam sekali pengiriman. Ia menegaskan tidak ada pembatasan khusus dari BULOG terhadap permintaan beras premium.
Selain jaringan yang telah bekerja sama, BULOG NTB juga membuka peluang memperluas distribusi ke ritel modern lainnya hingga tingkat kecamatan guna mendekatkan akses pangan berkualitas bagi konsumen. Di samping ritel modern, penyaluran beras SPHP secara konsisten dilakukan ke pasar-pasar tradisional melalui jaringan kios mitra dengan volume rata-rata sekitar dua ton per kios.
Stok SPHP Aman hingga 26 Bulan
Di sisi lain, BULOG NTB memastikan cadangan beras medium SPHP dalam kondisi sangat aman. Mara menyebutkan, total stok yang dikuasai Kanwil NTB saat ini mencapai kurang lebih 270.000 ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 26 bulan ke depan.
Ketahanan stok ini turut ditopang oleh langkah BULOG yang terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Penguatan distribusi ini juga disiapkan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kendati demikian, ketersediaan beras di tingkat konsumen tetap memerlukan pengawasan agar kelancaran distribusi dari gudang hingga ke rak-rak ritel modern dapat terus terjaga, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau. (r/fan)






