Dompu (EKBIS NTB) – Pelabuhan Soro Kecamatan Kempo berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Retribusi pelayanan kepelabuhanan yang disetorkan telah mencapai Rp573 juta atau melampaui target tahunan sebesar Rp561,55 juta hingga awal November,.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kontribusi sektor jasa kepelabuhanan terhadap PAD Kabupaten Dompu. Potensi tambahan pendapatan dari aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan daerah diyakini masih cukup besar.
Kepala Pelabuhan Soro Kempo, Anshar, SH., kepada Suara NTB, Kamis (5/11) mengungkapkan, realisasi pendapatan asli daerah masih kurang sekitar Rp7,6 juta dari target yang ditetapkan. Namun, setelah kembali dilakukan penyetoran melalui bendahara penerimaan daerah pada Dinas Perhubungan, capaian PAD akhirnya melampaui target.
“Alhamdulillah, kemarin kita kembali setor melalui bendahara penerimaan daerah di Dinas Perhubungan, sehingga sekarang sudah mencapai Rp573 juta,” ungkapnya.
Ia optimis, kontribusi PAD dari Pelabuhan Soro masih akan terus bertambah hingga akhir tahun 2026. Pihaknya terus berupaya mengoptimalkan aktivitas kepelabuhanan dengan mendorong para pengusaha dan pelaku ekspedisi memanfaatkan pelabuhan tersebut sebagai pusat bongkar muat barang.
Salah satu potensi yang kembali didorong adalah aktivitas pengiriman jagung. Pihaknya bahkan telah menemui sejumlah pengusaha ekspedisi, agar kembali memanfaatkan Pelabuhan Soro Kempo untuk mendukung distribusi komoditas unggulan daerah. “Teman-teman ekspedisi untuk pengiriman jagung sudah kami temui. Alhamdulillah mereka bisa memanfaatkan lagi pelabuhan kita,” jelasnya.
Di sisi lain, optimalisasi Pelabuhan Soro dinilai perlu dibarengi peningkatan infrastruktur. Saat ini, pemerintah daerah tengah mengupayakan dukungan pemerintah pusat untuk renovasi, pelebaran, sekaligus penambahan panjang dermaga.
Menurut Anshar, keterbatasan kapasitas dermaga selama ini menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan aktivitas pelayanan kapal. Dengan kondisi saat ini, hanya satu kapal yang dapat bersandar sehingga kapal lainnya harus menunggu giliran.
Jika dermaga diperluas dan diperpanjang, kapasitas sandar kapal diharapkan meningkat sehingga lebih dari satu kapal dapat dilayani secara bersamaan. Kondisi ini tidak hanya mempercepat aktivitas bongkar muat, tetapi juga membuka peluang peningkatan penerimaan PAD.
Terlebih kata dia, Pelabuhan Soro yang dibangun sejak 1990-an tersebut belum pernah mendapatkan renovasi besar. Karena itu, peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak agar mampu menunjang aktivitas perdagangan dan distribusi barang di wilayah Dompu. “Semoga usulan renovasi dan pelebaran dermaga bisa diakomodir pemerintah pusat,” harapnya. (ula)






