HomeBerandaTips Safety Riding Astra Motor NTB: Mulai dari Kontrol Emosi, Jarak 3...

Tips Safety Riding Astra Motor NTB: Mulai dari Kontrol Emosi, Jarak 3 Detik, hingga Rumus “Barelaba”

Mataram (Ekbis NTB) – Mengelola emosi kini menjadi salah satu fokus baru yang krusial dalam pelatihan keselamatan berkendara (safety riding). Hal ini terungkap dalam kegiatan Kopi Darat Gabungan (Kopdargab) sekaligus Pelatihan Berkendara Dasar yang digelar oleh Main Dealer Astra Motor Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Paguyuban Honda Asosiasi Lombok (HALO) di MPM Motor Mataram, pada Jumat 15 Mei 2026.

Instruktur Safety Riding bersertifikat PT Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menekankan bahwa mayoritas kecelakaan lalu lintas di jalan raya dipicu oleh ketidakmampuan pengendara dalam mengendalikan emosi. Faktor-faktor seperti berkendara terburu-buru tanpa rencana perjalanan, merasa ingin didahulukan, hingga memaksakan diri saat fisik lelah, menjadi pemicu utama perilaku berkendara yang tidak aman.

“Malam hari ini kami mengadakan safety riding, tentunya kami memiliki satu senjata baru buat teman-teman community yang digunakan di jalan raya, yaitu materi baru mengenai pelatihan berkendara dasar. Hal basic seperti pengelolaan emosi ini sangat memengaruhi teknik kita berkendara, termasuk cara menarik gas dan mengerem,” ujar Satria Wiman Jaya. Menurutnya, emosi yang tidak stabil dapat secara instan mengubah perilaku berkendara menjadi agresif dan berbahaya.

Pelatihan kali ini secara khusus membedakan dua tujuan utama, yaitu mencegah terjadinya kecelakaan dan menurunkan dampak negatif atau fatalitas jika kecelakaan tetap terjadi. Untuk meminimalisir fatalitas, Satria membagikan teknik 7 postur dasar berkendara, di antaranya menjaga kepala tetap fokus ke depan, pundak rileks, sikut sedikit ditekuk sebagai suspensi, empat jari penuh menggenggam stang (tidak boleh standby di tuas rem), posisi pinggul yang ideal, lutut berada di dalam dimensi motor, serta posisi kaki mantok di ujung step floor.

Selain itu, edukasi juga diberikan untuk posisi berboncengan yang aman, di mana pembonceng harus duduk di tengah, memeluk ringan pengendara, lutut menjepit ringan paha pengendara, dan kaki wajib berada di footstep. Astra Motor NTB melarang keras berkendara lebih dari dua orang. “Ketika kita berboncengan tiga, banyak kejadian kecelakaan yang di mana pengendara di bagian tengah itu dampak kecelakaannya semakin besar karena mereka enggak ada alat untuk berpegangan,” tambah Satria.

Rumus Tiga Detik dan Metode “Barelaba”

Untuk mengantisipasi bahaya akibat dinamika di jalan raya, instruktur membagikan teknik menjaga jarak aman minimal tiga detik dengan kendaraan di depan. Metode ini memanfaatkan benda statis seperti pohon atau tiang lampu sebagai acuan. Saat kendaraan di depan melewati acuan tersebut, pengendara di belakang mulai menghitung “seribu satu, seribu dua, seribu tiga”. Jika kendaraan baru melewati titik acuan tepat pada hitungan ketiga, maka jarak tersebut dipastikan aman untuk melakukan pengereman mendadak.

Selain faktor manusia, Astra Motor NTB juga menyoroti pentingnya pengecekan kendaraan secara mandiri sebelum berkendara (pre-trip check) guna menghindari kendala teknis di tengah jalan, seperti kasus putusnya sabuk CVT saat turing komunitas. Pengendara diimbau untuk selalu menerapkan pengecekan cepat menggunakan metode Barelaba:

  • BA (Ban): Memastikan kondisi tapak prima dan tidak kedaluwarsa.
  • RE (Rem): Memastikan fungsi kampas rem depan dan belakang berfungsi optimal.
  • LA (Lampu) Memastikan seluruh sistem pencahayaan aktif untuk keselamatan sekaligus menghindari tilang.
  • BA (Bahan Bakar): Memastikan tangki terisi cukup sesuai rute perjalanan.

Sinergi Paguyuban HALO dan Astra Motor NTB

Kegiatan rutin ini disambut sangat positif oleh komunitas. Ketua Paguyuban Honda Asosiasi Lombok (HALO), Agusma Wirawan, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 25 klub dari seluruh varian motor Honda—mulai dari Vario, PCX, Stylo, ADV, CRF, Tiger, Supra, hingga motor Honda klasik—yang bernaung di bawah paguyuban HALO dan terus berjalan seiringan dengan Astra Motor NTB.

“Hubungan kita istilahnya win-win solution-lah. Ketika kita memiliki kegiatan, kita disupport oleh Astra Motor NTB. Nah, ketika Astra Motor NTB ada event, kita juga support. Kemitraan ini sangat membantu kami di paguyuban, contohnya seperti agenda malam hari ini kita diberikan edukasi materi safety riding terbaru,” kata Wirawan yang juga aktif di klub Honda ADV Indonesia Lombok Chapter. Ia juga memuji produk Honda yang memiliki handling mantap, posisi riding style yang nyaman, serta konsumsi bahan bakar yang irit.

Melalui edukasi intensif ini, Astra Motor NTB mengajak seluruh anggota komunitas motor untuk bertransformasi menjadi role model atau panutan berkendara aman bagi masyarakat umum.

Di akhir sesi, pihak Astra Motor NTB juga mengumumkan akan menggelar Kompetisi Regional Safety Riding pada bulan Juni mendatang. Ajang tahunan ini menjadi jembatan bagi anggota komunitas di NTB untuk berprestasi. Pemenang juara satu dan dua dari kategori pria dan wanita terbaik akan dipilih untuk mewakili Astra Motor NTB melaju ke tingkat nasional di AHM Safety Riding Park, Deltamas, Jakarta. (fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut