Mataram (Ekbis NTB) — Komunitas Peduli Inklusi dan Toleransi (KoPITol) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak generasi muda untuk menilai pelaksanaan program pemerintah secara menyeluruh dan objektif. Gen-Z diharapkan tidak hanya fokus pada kekurangan atau keberhasilan semata, melainkan melihatnya secara berimbang.
Pesan tersebut ditegaskan oleh aktivis Reformasi 1998, Khalid Zabidi, dalam agenda Maju Bersama Gen-Z (MBG): Gen-Z Gak Cuma Nongkrong, Tapi Ikut Bangun Desa yang digelar di Lombok, Sabtu (4/7).
Menurut Khalid, dinamika program pemerintah saat ini memang masih menghadapi tantangan besar, terutama pada aspek tata kelola. Kendati demikian, tidak sedikit program yang mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Banyak program pemerintah yang belum berhasil karena tantangan tata kelola, tetapi ada juga yang sudah berjalan sukses. Kita harus melihatnya secara menyeluruh dan komprehensif,” ujar Khalid.
Ia menambahkan, perkembangan pembangunan di era pemerintahan Presiden Prabowo sejauh ini menunjukkan capaian yang cukup positif, meski tetap membutuhkan waktu untuk mencapai hasil yang maksimal.
Lebih lanjut, Khalid menyebut bahwa rapor kinerja pemerintah biasanya menjadi sorotan utama publik setiap bulan Oktober. Momentum tersebut dinilai tepat bagi masyarakat untuk mengevaluasi jalannya berbagai program nasional.
Di akhir pemaparannya, ia menaruh harapan besar agar generasi muda tetap optimistis mengawal pembangunan nasional, sekaligus aktif memberikan kritik dan masukan yang konstruktif bagi pemerintah. (r)






