Mataram (Ekbis NTB) – Tantangan berkendara pada malam hari di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masih tergolong tinggi. Selain kondisi penerangan yang minim di beberapa titik, sejumlah ruas jalan antar-kabupaten, jalur pedesaan, hingga akses menuju kawasan wisata tercatat belum memiliki marka jalan yang jelas atau sudah pudar. Keterbatasan visibilitas ini secara otomatis meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi para pengendara roda dua.
Merespons kondisi tersebut, instruktur keselamatan berkendara, Satria Wiman Jaya, menegaskan bahwa situasi ini menuntut fokus ekstra serta kesiapan kendaraan yang prima. Pengendara diminta untuk menurunkan ego dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Berkendara di malam hari dengan penerangan minim dan marka jalan yang tidak jelas sangat berisiko. Pengendara harus mengandalkan fokus, teknik, serta kesiapan kendaraan agar tetap aman di perjalanan,” ujar Satria di Mataram, Senin (18/5/2026).
Guna menekan potensi fatalitas di jalan raya, berikut adalah 7 panduan keselamatan (safety riding) yang wajib diterapkan saat melintasi jalur gelap di NTB:
1. Pastikan Sistem Penerangan OptimalLampu utama, lampu jauh (high beam), dan lampu sein wajib berfungsi normal. Gunakan lampu jauh saat jalan benar-benar gelap gulita, namun segera matikan atau pindah ke lampu dekat jika ada kendaraan dari arah berlawanan agar tidak menyilaukan.
2. Kurangi KecepatanTanpa marka jalan, batas lajur menjadi bias. Menurunkan laju kendaraan memberi Anda waktu reaksi yang lebih longgar untuk mengantisipasi lubang, kelokan mendadak, atau kendaraan lain.
3. Jaga Jarak Aman ExtraVisibilitas yang terbatas memperlambat refleks pengereman. Berikan jarak yang lebih lapang dengan kendaraan di depan guna menghindari tabrakan beruntun jika terjadi pengereman mendadak.
4. Gunakan Perlengkapan Reflektif (Glow in the Dark)Sangat disarankan memakai helm, jaket, atau rompi yang memiliki fitur reflektif. Bahan ini akan memantulkan cahaya dari kendaraan lain, sehingga posisi Anda mudah dideteksi di tengah kegelapan.
5. Fokus Penuh dan Hindari DistraksiSimpan ponsel Anda. Medan jalan yang menantang membutuhkan konsentrasi 100 persen tanpa kompromi.
6. Kenali Karakteristik Jalur NTBGeografis jalanan di NTB didominasi oleh trek berkelok, tanjakan, turunan curam, serta permukaan yang terkadang tidak rata. Potensi bahaya ini berlipat ganda saat malam hari karena tidak terlihat secara kasat mata.
7. Manfaatkan Panduan Visual AlamiJika marka jalan putih menghilang, gunakan tepi jalan (bahu jalan), sorot lampu kendaraan di depan, atau reflektor pembatas jalan (deliniator) sebagai patokan posisi berkendara Anda.
Satria juga menekankan pentingnya pengendara untuk terus mengasah kemampuan berkendara secara formal melalui pelatihan-pelatihan keselamatan.
“Pengendara disarankan untuk terus mengasah kemampuan melalui pelatihan safety riding agar lebih siap menghadapi kondisi jalan yang beragam, seperti yang sering ditemui di NTB,” tambahnya.
Bersamaan dengan edukasi ini, diperkenalkan pula kampanye keselamatan terbaru bertajuk “Jago Cari Aman Biar Happy”. Kampanye yang menyasar generasi muda ini bertujuan menggeser paradigma bahwa safety riding bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, melainkan sebuah gaya hidup (lifestyle) demi perjalanan yang nyaman, aman, dan menyenangkan. (r/fan)






