Giri Menang (ekbisntb.com) – Pertumbuhan ekonomi dan Gini Rasio Lombok Barat menunjukkan capaian menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 mencapai 4,76 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 3,02 persen. Gini Rasio pada 0,35 poin. Artinya distribusi atau pemerataan pendapatan masyarakat tidak terlalu timpang.
Bupati Lombok Barat H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima data dari BPS terkait pertumbuhan ekonomi Lobar. “BPS sudah bertahu kami bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 mencapai 4,76 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 3,02 persen,” kata LAZ akhir pekan kemarin.
Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak lebih baik dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Namun demikian, capaian ini belum cukup membuatnya puas. Karena Pemkab masih menghadapi beberapa tantangan kedepan yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Bagi saya yang penting terus pertumbuhannya, jangan sampai grafiknya sudah naik terus turun, kestabilannya yang paling penting,” ujar LAZ.
Bupati menekankan agar pertumbuhan ekonomi ini tetap stabil naik, karena itu menandakan bahwa program yang dijalankan on the track. Untuk menstabilkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, ia mendorong percepatan hasil program yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Hal ini harus dilakukan untuk mengantisipasi ketika pertumbuhan ekonomi sampai enam persen, namun turun lagi. Karena itu penting bagiamana program itu disusun perencanannya agar berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Bapperida Lobar Deny Arif Nugroho mengatakan bahwa pertumbuhan makro ekonomi mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,76 persen yang didominasi sektor tersier sebesar 59,63 persen diikuti sektor primer 24,19 persen dan sektor sekunder 16,18 persen.
Hal ini menunjukkan transportasi ekomoni menuju sektor jasa, perdagangan, tranportasi dan pariwisata. Sektor pertumbuhan ekonomi relatif tinggi pada lima sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni jasa keuangan dan asuransi, perdagangan dan akomodasi serta makan minum. Ditambah lima sektor dengan kontribusi tertinggi pada sektor pertanian dan kehutanan, tranformasi dan pergudangan, kontruksi, pertambangan dan galian.
Begitu pula untuk gini rasio Lobar, tercatat sebesar 0,354 poin yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat kategori ketimpangan sedang. Dilihat dari tren beberapa tahun terakhir, tingkat ketimpangan sempat menurun hingga 0,48 point pada tahun 2024 namun meningkat tahun 2025. Dibandingkan dengan wilayah lain, Gini Rasio Lobar lebih rendah dibanding rata-rata nasional dan relatif sejalan dengan provinsi NTB. “Hal ini menunjukkan bahwa distribusi pendapatan masyarakat Lobar masih cukup merata,”kata dia.
Meski demikian, tetap diperlukan upaya untuk menjaga agar ketimpangan tidak meningkat. Untuk perlu penguatan pemerataan pembangunan, khusus melalui peningkatan akses ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja yang lebih merata di wilayah perdesaan. (her)






