Mataram (ekbisntb.com) – Sebanyak 74 persen Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan di Provinsi NTB telah terbentuk dan sudah mulai menjalankan aktivitas usaha.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Rahmadin, mengatakan capaian NTB saat ini telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 70 persen.
“Target nasional itu 70 persen, dan NTB sudah melampaui target tersebut,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026
Rahmadin menjelaskan, total target pembentukan Koperasi Merah Putih di NTB mencapai 1.166 unit, menyesuaikan jumlah desa dan kelurahan yang ada di provinsi ini.
Dari jumlah tersebut, seluruhnya disebut telah memiliki legalitas kelembagaan atau badan hukum koperasi. Namun, untuk pembangunan gerai fisik koperasi, baru sekitar 25 unit yang telah rampung 100 persen.
“Yang sudah selesai pembangunan gerainya baru sekitar 25 unit. Sementara yang masih dalam tahap pembangunan sekitar 405 unit,” katanya.
Meski pembangunan gerai belum sepenuhnya rampung, ia menegaskan banyak koperasi tetap sudah menjalankan usaha sesuai dengan potensi ekonomi yang telah lebih dulu berkembang di masing-masing wilayah.
Menurutnya, model bisnis yang dijalankan tidak seragam, melainkan menyesuaikan potensi lokal di setiap daerah.
“Aneka usaha, tapi berbasis potensi lokal. Misalnya di wilayah pesisir kita kembangkan usaha yang berkaitan dengan nelayan seperti SPBN untuk kebutuhan bahan bakar nelayan,” jelasnya.
Ia mencontohkan pengembangan usaha koperasi di wilayah pesisir diarahkan untuk mendukung kebutuhan nelayan. Sementara di wilayah pertanian, koperasi didorong bergerak di sektor penyediaan sarana produksi pertanian (saprodi).
“Kami juga bantu menjalin kerja sama dengan Bulog, Pertamina, hingga Rajawali agar usaha koperasi ini bisa terus berkembang,” ujarnya.
Rahmadin menambahkan, sebagian besar usaha yang dijalankan koperasi saat ini merupakan pengembangan dari bisnis yang sebelumnya telah lebih dulu berjalan di desa.
“Ini bukan usaha baru sepenuhnya. Banyak desa yang sebelumnya sudah punya aktivitas ekonomi, kemudian dibentuk wadah koperasinya agar pengelolaannya lebih terstruktur,” katanya.
Khusus di Pulau Lombok, Rahmadin mengaku optimistis perkembangan Koperasi Merah Putih akan lebih pesat karena didukung karakter masyarakat yang dinilai memiliki semangat tinggi dalam berkoperasi.
Ia mencontohkan salah satu koperasi di wilayah Ampenan Selatan yang kini telah menjalin kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di delapan titik layanan.
Pemprov NTB berharap keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. (bul)






