Friday, May 8, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaKontraktor Jalan Lenangguar-Lunyuk Didenda Ratusan Juta

Kontraktor Jalan Lenangguar-Lunyuk Didenda Ratusan Juta

PENGERJAAN jalan Lenangguar-Lunyuk yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 tak kunjung tuntas. Proyek yang ditargetkan tuntas pada akhir tahun lalu itu molor hingga lima bulan lebih. Hingga dengan 7 Mei 2026, pengerjaan proyek diperkirakan berkisar 80 persen.

Dengan keterlambatan ini, kontraktor wajib membayar denda hingga ratusan juta. Terhitung sejak awal tahun 2026 sampai dengan proyek tersebut rampung. Berdasarkan perhitungan, tercatat sekitar Rp300 juta karena denda kontraktor Rp2 juta per hari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, sebelum kontraktor membayar denda senilai ratusan juta tersebut. Pemprov NTB tidak bisa membayar proyek jalan senilai Rp19 miliar itu.

Saat ini kontraktor tengah mengerjakan dinding penahan, setelah kontraktor selesai memasang bor pile yang mendukung pergerakan tanah. Setelah pemasangan dinding penahan yang berfungsi untuk mereduksi tanah, selanjutnya penutupan permukaan atau pengaspalan.

“Sekarang ini sedang terlaksana. Kalau itu sudah selesai, pengecoran selesai, baru pengerjaan untuk pengaspalan,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, pengaspalan membutuhkan waktu yang relatif cepat. Namun, tahapan persiapan hingga masuk ke pekerjaan aspal membutuhkan waktu panjang. Seperti perkuatan tebing dan pembentukan lereng untuk menjaga stabilitas kawasan jalan.

Pengaspalan ini relatif cepat, tapi menyiapkan semuanya sampai ke pekerjaan pengaspalan itu yang diprediksi sampai sekitar 20-an Mei,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan utama dalam proyek tersebut bukan berada pada permukaan jalan, melainkan pada perkuatan tebing. Pekerjaan pengaspalan, sambungnya hanya mencakup sekitar lima persen dari keseluruhan proyek. Sementara sebagian besar pengerjaan difokuskan pada penguatan struktur tebing yang dinilai cukup kompleks dan memerlukan waktu lebih lama.

“Kalau permukaan jalan sekitar lima persen saja. Yang dominan itu perkuatan tebing, pembentukan lereng, dan semua stabilitasnya,” katanya.

Mantan Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR NTB itu berharap pengerjaan jalan Lenangguar-Lunyuk bisa cepat rampung, hal ini karena jalan tersebut merupakan jalan vital daerah. Salah satunya sebagai akses angkutan hasil pertanian, seperti jagung. Sekaligus sebagai jalur satu-satunya menuju pusat kesehatan seperti rumah sakit.

Adapun alasan keterlambatan pengerjaan proyek tersebut, karena masalah cuaca. Kondisi longsor di sekitar ruas jalan tersebut menghambat pengerjaan proyek ini. “Awal-awal memang sulit menyelesaikan jalan yang memang tantangan alamnya sangat luar biasa,” ucapnya. (era)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut