BerandaBERANDADisperindag NTB akan Perbanyak Pelatihan untuk Meningkatkan Jumlah Eksportir Baru

Disperindag NTB akan Perbanyak Pelatihan untuk Meningkatkan Jumlah Eksportir Baru

Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB akan memperbanyak program pelatihan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menambah jumlah eksportir baru.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya permintaan pasar internasional terhadap sejumlah produk unggulan NTB yang belum seluruhnya mampu dipenuhi pelaku usaha lokal.

- Advertisement -

Kepala Disperindag NTB, H. Lalu Wiranata, mengatakan sejumlah produk IKM NTB kini telah menembus pasar internasional, bahkan mulai mendapatkan permintaan secara rutin dari sejumlah negara di lima benua.

Beberapa di antaranya produk kerajinan yang telah dipasarkan ke Jerman, Belgia, Spanyol, dan Prancis. Produk tembakau NTB juga telah menjangkau Libya, udang ke Amerika, serta sejumlah produk lainnya ke China dan Jepang.

Terbaru, produk home decor atau dekorasi rumah produksi pelaku IKM NTB mulai memasuki pasar Australia. Kerja sama dimaksud ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam ajang Trade Expo Indonesia di Tangerang. Pengiriman produk juga sudah mulai dilakukan.

“Pasar kita sebenarnya sudah terbuka. Bahkan, beberapa produk sudah mendapatkan permintaan rutin. Tantangannya sekarang bagaimana menjaga kualitas dan kuantitas agar pesanan sesuai kontrak bisa terus dipenuhi,” ujar Wiranata.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi IKM NTB saat ini bukan semata-mata mencari pasar, melainkan keterbatasan kapasitas produksi. Jumlah pelaku usaha dan tenaga perajin belum sebanding dengan besarnya permintaan dari pembeli luar negeri.

Ia mencontohkan produk home decor yang terus mendapatkan tambahan permintaan. Bahkan, setelah memperoleh permintaan dari Australia, pelaku usaha kembali mendapatkan permintaan dari Dubai. Namun, peluang tersebut belum seluruhnya bisa dipenuhi karena keterbatasan kemampuan produksi.

Kondisi ini menjadi alasan Disperindag NTB akan memprioritaskan peningkatan jumlah tenaga terampil melalui pelatihan. Program tersebut akan menyasar kemampuan teknis produksi, pengolahan pangan, hingga manajemen usaha.

“Yang paling penting sekarang adalah kontinuitas. Jangan sampai kita sudah mendapatkan pembeli dan menandatangani kontrak, tetapi tidak mampu memenuhi pesanan. Kalau itu terjadi, kepercayaan pembeli bisa hilang,” tegasnya.

Wiranata menyebutkan, pelatihan ke depan direncanakan melibatkan sekitar 50 hingga 100 orang dalam setiap kegiatan. Peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat nantinya akan diminta menularkan kembali keterampilannya kepada masyarakat dan pelaku usaha lain di lingkungan masing-masing.

Dengan pola itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pelatihan yang diselenggarakan pemerintah, tetapi juga berkembang melalui proses pendampingan dan pelatihan antarpelaku usaha.

Selain keterampilan tenaga kerja, Disperindag juga akan mendorong penggunaan teknologi dan peralatan produksi yang lebih modern. Sejumlah pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual perlu dibantu mesin agar kapasitas dan efisiensi produksi meningkat.

Ia mencontohkan proses pengupasan mete dan kemiri yang dinilai perlu menggunakan peralatan mesin sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan oleh tenaga manusia.

“Peralatan juga menjadi faktor penting. Pekerjaan yang seharusnya bisa menggunakan mesin jangan terus dilakukan secara manual. Dengan teknologi, kapasitas produksi bisa ditingkatkan,” katanya.

Wiranata menambahkan, penguatan IKM juga memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Rata-rata satu UMKM mampu mempekerjakan sekitar 10 hingga 20 orang. Jika jumlah UMKM terus bertambah dan kapasitas produksinya berkembang, peluang penciptaan lapangan kerja di NTB juga semakin besar.

Karena itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memperluas dukungan pelatihan, termasuk penyediaan tenaga pendamping dan peningkatan keterampilan teknis bagi para perajin.  (bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN








Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut