Sumbawa Besar (Suara NTB)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi mencanangkan sensus ekonomi (SE) tahun 2026 pada, Selasa (30/6). Kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan perkembangan serta penguatan pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Data hasil sensus ekonomi yang valid menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program dan kebijakan daerah dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” kata Bupati Sumbawa,Ir.H. Syarafuddin Jarot, Selasa (30/6).
Bupati menegaskan, pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui data yang akurat. Ia meminta seluruh camat, kepala desa, dan jajaran pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026.
“Kami minta peran serta masyarakat untuk mendukung program ini, sehingga dalam pendataan terhadap masyarakat bisa berjalan lancar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa,” ucapnya.
Menurut dia, perbedaan data yang masih terjadi harus menjadi perhatian bersama,sehingga keberhasilan sensus sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi kepada petugas.
Ia mencontohkan perekonomian Kabupaten Sumbawa, terus menunjukkan tren positif. Di tahun 2025, pertumbuhan ekonomi 4,29 persen, tingkat kemiskinan turun 11,79 persen, IPM meningkat 73,27 persen. Sementara, tingkat pengangguran terbuka di angka 2,60 persen atau lebih rendah dari rata-rata Provinsi NTB.
Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus ekonomi dengan memberikan data yang benar. Menurutnya, pembangunan ekonomi yang kuat harus diawali dengan data yang akurat dan berkualitas.
“Kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan program ini, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa tergambarkan di sensus tersebut,” tambahnya.
Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin mengapresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026. Sensus ini akan berlangsung tanggal 1–31 Agustus 2026, dengan melibatkan 279 petugas di seluruh kecamatan.
Ia menjelaskan, BPS secara berkala menyelenggarakan tiga sensus besar, yaitu sensus penduduk dilaksanakan setiap tahun berakhiran nol. Sensus pertanian setiap tahun berakhiran tiga, dan sensus ekonomi setiap tahun berakhiran enam.
“Sensus ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan sensus yang kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986,” jelasnya.
Tujuan utama sensus ekonomi yakni menyediakan data dasar mengenai seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, khususnya di Sumbawa. Landasan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (ils)






