Home Blog Page 824

Situasi Pasar Dasan Agung, Salah Satu Nominator Pasar Aman Tingkat Nasional 2024

0
(Ekbis NTB/glo) PASAR - Pedagang Ikan yang melapisi meja dengan daun pisang agar lebih bersih di Pasar Dasan Agung, Selasa, 2 April 2024.

Mataram (Ekbis NTB) – Pasar Dasan Agung menjadi salah satu nominasi pasar aman tingkat nasional yang berada di Kota Mataram. Terletak di samping gedung Islamic Center, pasar ini dari luar terlihat tertara rapi dan bersih. Jika dibandingkan dengan pasar-pasar lain, pasar ini masuk dalam kategori pasar bersih dan tidak mengeluarkan bau-bau tak sedap.

Prestasi ini tidak terlepas dari kerja sama antar berbagai pihak, baik dari pemerintah, pelaku usaha, hingga kepala pasar. Kepala Pasar Dasan Agung, A. Amin mengatakan bahwa kerjasama antar berbagai pihak memiliki peran besar sehingga mampu menjadikan Pasar Dasan Agung masuk nominasi Pasar Aman Tingkat Nasional 2024. “Semua itu tidak terlepas dari dukungan besar oleh Dinas Perdagangan. Semua ini punya peran besar dari dinas, kita hanya pelaku. Kita hanya memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat kita,” ujarnya pada Selasa, 2 April 2024.

Pagi itu, Pasar Dasan Agung terlihat bersih. Hanya beberapa sampah plastik yang terlihat di halaman dan gang-gang pasar. Tidak hanya itu, bahkan pasar tersebut tidak mengeluarkan aroma tidak sedap seperti kebanyakan pasar-pasar lainnya.

Untuk masuk menjadi pasar aman nasional, banyak faktor yang mempengaruhi, selain dari kebersihan, keramahan pedagang dan kesadaran mereka akan pengunaan bahan-bahan berbahaya juga masuk dalam penilaian. Di zona makanan laut, meja yang dilapisi keramik oleh pedagang terlihat bersih, bau amis pun tidak tercium yang menandakan bahwa barang-barang yang dijual masih dalam keadaan segar. Daging yang diletakan di atas meja dari keramik itupun dilapisi oleh daun pisang untuk menjaga kebersihan. Tidak ada lalat, tidak ada bau tak sedap.

Kepala Pasar Dasan Agung, A. Amin juga menegaskan bahwa untuk makanan yang mengandung bahan berbahaya sejak minggu kemarin sudah tidak ditemukan lagi. “Alhamdullilah sangat-sangat minim sebenarnya. Minggu kemarin sudah ndak ditemukan lagi (makanan mengandung bahan berbahaya),” ujarnya. Hal ini tidak terlepas karena kerjasama antar pemerintah yang rutin mengecek sample secara berkala sekali seminggu atau sekali dua minggu. Balai POM juga rutin untuk ikut melakukan sampling secara berkala sebulan sekali atau tiga bulan sekali. Ia juga mengatakan, bahwa pihak pasar juga tetap melakukan kontrol ke pedagang dengan melakukan pendekatan dan memberitahu secara kekeluargaan jika ditemukan sample makanan mengandung bahan berbahaya.

Tidak hanya di lapangan, kerjasama ini juga berlanjut melalui grup WhatsApp yang beranggotakan pelaku usaha dan petugas di kantor pasar. Tidak lepas, bantuan untuk menegur jika ditemukan pedagang yang masih menggunakan bahan berbahaya, Ketua Paguyuban Para Pedagang ikut membantu memberitahu dan memberi edukasi kepada pedagang bahwa produk yang dijual tidak layak dikonsumsi.

Para pedagang yang berjualan pun tergolong sangat ramah, sesekali terjadi tawa canda antara pembeli dan pedagang, tak lupa pujian juga diberikan kepada pedagang kepada pembeli. Rata-rata para pedagang di Pasar Dasan Agung juga memiliki tampilan yang tergolong rapi, walaupun hanya berjualan di pasar, mereka menggunakan pakaian terbaik mereka. Selain itu, ada beberapa pedagang yang bahkan berdandan.

Hajah Raudah, salah satu pedagang di Pasar Dasan Agung dengan bangga mengatakan bahwa ia sudah tau Pasar Dasan Agung masuk nominasi Pasar Aman Nasional 2024. “Iya seneng. Aman, tentram, bersih” ucapnya sambil tersenyum. Ia juga mengaku telah mendegar berita itu setiap hari. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak merasa terganggu apalagi ada pemerikasaan dari pemerintah terkait barang jualannya. “Kalau diperiksa baik-baik ya gapapa. Gak perlu takut, kan pemerintah yang meriksa,” sambungnya.

Wati salah satu pengunjung Pasar Dasan Agung juga memberikan tanggapannya setelah berkunjung ke salah satu pasar yang masuk nominasi aman tingkat nasional itu “Dibandingkan pasar yang lain lebih bagus, lebih rapi, lebih bersih. Gak ada pedagang yang jualan di emperan, di luar gedung, pedangannya juga ramah-ramah. Semua tertara rapi,” pujinya sembari berjalan ke parkiran.

Tidak hanya itu, bahkan tukang parkir di pasar tersebut juga sangat ramah ketika melayani pengunjung. Kepala Pasar juga menyampaikan harapannya agar bisa masuk tiga besar. “Harapan besar kami paling tidak tiga besar lah, ndak muluk-muluk untuk nyari juara satunya. Udah masuk lima besar aja sudah sangat-sangat bersyukur,” ujarnya. (glo)

Mau Mudik, Asisten II Setda NTB Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Selama di Jalan

0
Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB H. Fathul Gani (Ekbis NTB/dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengngatkan masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa untuk tetap waspada.


Seringnya perubahan cuaca belakangan ini tidak boleh dipandang remeh. Apalagi, perubahan cuaca yang cenderung ekstrem bisa membahayakan saat mudik ke kampung halaman. Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini juga mengakui, jika pada hari Senin, 1 April 2024, dirinya mewakili Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional dalam Rangka Pengamanan Idul Fitri 1445 H Tahun 2024 di Mapolda NTB.


‘’Pada rapat ini dibahas berbagai macam kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi Idul Fitri, seperti dari masalah kebutuhan pokok di pasaran, kesiapan menghadapi mudik, jalur yang dilalui aman, baik laut, darat dan udara,’’ ujarnya di ruang kerjanya, Selasa, 2 April 2024.


Dalam rapat ini hadir dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB dan stakeholder lainnya. Dalam rapat itu, ungkapnya, diingatkan pada masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya memperhatikan masalah cuaca ekstrem.


Untuk itu, Dinas PUPR Provinsi NTB dan jajaran tetap siaga dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti tanah longsor yang menutupi badan jalan dan dampak lainnya, seperti yang terjadi di jalur Sembalun, Senin, 1 April 2024 sore.


Dalam hal ini masyarakat diimbau tetap waspada saat mudik ke kampung halaman terhadap berbagai kemungkinan cuaca ekstrem yang mengancam. ‘’Jalur jalan provinsi atau jalan strategis nasional ke Sembalun atau Sumbawa harus dimonitoring terus oleh dinas terkait. Artinya, kesiapsiagaan kita di jajaran Pemerintah Provinsi NTB dalam mengantisipasi titik-titik bencana longsor di jalan provinsi atau jalan nasional. Kita arahkan untuk siap siaga. Termasuk simpul-simpul kemacetan Dinas Perhubungan sudah mendeteksi saat hari raya, saat mudik maupun arus balik,’’ terangnya.


Pihaknya juga memastikan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah tidak ada masalah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga instansi teknis juga sudah siap memastikan apa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing.


‘’Alhamdulillah kita tetap menjamin bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok strategis kita terutama beras, gula, minyak dan juga bahan dapur lainnya dalam kondisi aman sampai dengan prediksi 4 minggu ke depan,’’ ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa 2 April 2024.


Tidak hanya itu, tambahnya, harga kebutuhan pokok, khususnya beras sudah mulai turun. Apalagi di beberapa tempat yang menjadi sentra penghasil beras di Lombok Timur dan Lombok Tengah serta di Pulau Sumbawa sudah banyak yang panen. Hal ini menjadi jaminan bagi masyarakat jika masalah beras sudah tidak ada masalah di pasaran, baik dari sisi harga dan stoknya. (ham)

Belum Bayar Sebagian Besar Utang, Ini Alasan Pemkab Lotim

0
Zaedar Rohman (Ekbis NTB/rus)

Selong (Ekbis NTB) – Saat ini masih ada tersisa Rp 164 miliar utang jatuh tempo Pemkab Lombok Timur (Lotim). Sejauh ini baru terbayar sekitar Rp 34 miliar. Sebagian besar utang ini sampai memasuki akhir triwulan pertama tahun 2024.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim, Zaedar Rohman, Selasa, 2 April 2024 menegaskan, Pemkab Lotim saat ini sedang berusaha untuk membayar segera semua uang. Termasuk yang masih tersisa pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Diakui, pelunasan utang ini masih cukup jauh. Targetnya bulan April 2024 ini semuanya akan dituntaskan. “Sesuai arahan pimpinan kita selesaikan secara bertahap,” ucapnya.

Proses pembayaran utang ini juga disesuaikan dengan saldo kas yang masuk. Di samping itu diselesaikan kewajiban secara rutin. Pasalnya, di samping kewajiban membayar utang ini tetap ada keharusan untuk kegiatan pembangunan berjalan.

Masih besarnya utang ini dipastikan tidak sampai mengganggu pos kegiatan, karena berbeda aliran kasnya. Hal ini sudah ditekankan dalam manajemen keuangan. Ada kegiatan yang dibayar triwulan pertama kedua dan ketiga. Semua OPD tidak lantas ajukan dengan cepat pencairan dana sebelum waktu seharusnya.

Menurut pengakuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), ujarnya, dulu pengalaman di bulan triwulan pertama banyak masuk bagi hasil dan transfer, sehingga, Pemkab Lotim berani direncanakan. Tapi kenyataan sejauh ini tidak semuanya terealisasi, sehingga Lotim belum bisa menuntaskan semuanya langsung.

Bertepatan dengan momentum Ramadhan dan jelang idul fitri ini, ada keharusan juga Pemda untuk bayar Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13 ASN. Paling cepat minimal 10 hari kerja. “Jangan sampai lewat lebaran lalu dicairkan dan total dana kita siapkan untuk THR ASN ini Rp 54 miliar,” terangnya. (rus)

Polisi Cek Sejumlah SPBU di Loteng, Ada Apa Ya?

0
PERIKSA - Polisi memeriksa sejumlah SPBU di Loteng sebagai langkah antisipasi terjadi kecurangan dalam hal tata niaga bahan bakar jelang mudik lebaran tahun, Selasa, 2 April 2024. (Ekbis NTB/ist)

Praya (Ekbis NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) melakukan pemeriksaan khusus terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ini. Hal ini sebagai langkah antisipasi praktik kecurangan dalam tata niaga bahan bakar minyak (BBM) jelang mudik lebaran tahun ini. Hasilnya, sampai sejauh ini belum ada ditemukan indikasi praktik kecurangan seperti yang dikhawatirkan.

Dalam keterangannya, Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, SIK., Selasa 2 April 2024, mengatakan, pihaknya ingin memastikan praktik kecurangan yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU di beberapa daerah tidak terjadi di daerah ini. Sehingga pihaknya turun langsung mengecak kondisi sejumlah SPBU yang ada di Loteng.

“Kita mau cek dan periksa langsung beberapa SPBU di Loteng untuk menghindari praktik-praktik kecurangan yang mungkin dilakukan petugas SPBU. Dengan memanfaatkan kondisi tingginya permintaan BBM masyarakat menjelang lebaran tahun ini,” jelasnya.

Iwan mengatakan di beberapa kasus sebelumnya ditemukan adanya SPBU yang menjual BBM yang sudah tercampur dengan air, sehingga merugikan masyarakat selaku konsumen. Termasuk kemungkinan praktik-praktik kecurangan dalam proses pengisian BBM kepada masyarakat.

“Ini arahan langsung dari Kapolri. Sebagai salah satu upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Khususnya pada bulan Ramadhan serta menjelang mudik Lebaran 2024 ini,” ujarnya. Jangan sampai akibat praktik-praktik curang tersebut bisa memicu gangguan keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat.

Pemeriksaan meliputi mesin pompa BBM SPBU. Hal ini untuk memastikan mesin berjalan dengan baik serta sesuai SOP yang berlaku. Tidak hanya itu, pihaknya juga memeriksa tangki penampung BBM yang ada di SPBU. Apakah sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak Pertamina.

“Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan kita tidak menemukan adanya indikasi praktek kecurangan dalam proses penjualan BBM dari semua SPBU yang diperiksa,” terangnya.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Untuk itu dukungan dari masyarakat juga sangat diharapkan. Jika menemukan ada indikasi kecurangan segera laporkan kepolisian supaya bisa dilakukan tindakan tegas sesuai aturan yang ada.

“Kami juga ingatkan para pengusaha SPBU untuk tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan konsumen. Kalau ada yang ditemukan melakukan itu, kami tidak segan-segan akan menindak tegas para pelaku,” pungkas Iwan. (kir)

Stabilitasi Harga Jelang Lebaran, Kodim Loteng Gelar Pasar Murah

0
PASAR MURAH - Jelang lebaran, Kodim Loteng gelar pasar murah di Pasar Renteng Praya, Selasa, 2 April 2024. (Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – Sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) menggelar bazar murah bagi masyarakat umum di Pasar Renteng, Praya, Selasa, 2 April 2024. Berbagai bahan kebutuhan pokok dijual pada kegiatan pasar murah tersebut. Tentunya dengan harga murah dan terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, susu hingga sirup.

Kegiatan bazar tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok yang murah serta terjangkau jelang lebaran tahun ini. Sekaligus wahana mempererat silaturahmi jajaran TNI dengan masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan mereka dengan lebih terjangkau dan meriah menyambut Hari Raya Idul Fitri,” Dandim 1620/Loteng Letkol Kav Andi Yusuf Kertanegara, saat meninjau langsung kegiatan Bazar Murah di Pasar Renteng, Praya.

Produk yang ditawarkan juga cukup beragam. Terutama berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Jadi masyarakat tidak perlu kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok seperti menjelang lebaran seperti sekarang ini.

Dalam kegiatan tersebut, Kodim Loteng juga menggandeng sejumlah pengusaha lokal, harapannya, kegiatan tersebut juga bisa menjadi kesempatan bagi para pedagang lokal untuk meningkatkan omset penjualan. Sekaligus turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk kebaikan bersama.

“Kegiatan ini direncanakan berlangsung dua hari. Yakni tanggal 2 dan 3 April 2024. Dan, kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum. Jadi masyarakat silakan bebas kalau mau belanja,” ujarnya seraya menambahkan, kegiatan tersebut dipantau langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara daring. (kir)

Pemprov NTB Khawatirkan Daging Oplosan di Pasaran

0
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengingatkan para konsumen agar mewaspadai penjualan daging beku di pasar tradisional yang di oplos dengan daging segar.

Menurutnya, tingginya harga daging segar di Lombok memungkinkan para pedagang di pasar tradisional untuk mengoplos daging segar dengan daging beku yang harganya relatif jauh lebih murah. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan konsumen.

”Daging beku itu kan khusus tempat penjualannya seperti supermarket, nah kalau daging segar itu di pasar tradisional,” kata Nelly.

Meski selama Ramadan ini belum ditemukan kasus tersebut, namun Nelly minta konsumen meningkatkan kewaspadaan seiring dengan meningkatnya permintaan komoditas ini saat Ramadan dan menjelang Lebaran Idul Fitri 1445H/2024. Kewaspadaan dilakukan dengan memahami ciri-ciri antara daging segar dan daging beku.

Menurut Nelly, daging beku yang dijual layaknya daging segar di pasar tradisional akan terasa dingin dan warna daging lebih gelap. Sementara daging yang diperoleh dari pemotongan pada hari itu terlihat lebih segar dan hangat.

”Jadi sebenarnya kalau konsumen cerdas bisa melihat dengan jelas perbedaannya,” kata Nelly.

Baiq. Nelly juga mendorong masyarakat mau melaporkan sikap pedagang yang di curigai melakukan pengoplosan kepada satgas pangan termasuk dinas perdagangan setempat. Untuk diberikan sanksi tegas kepada pedagang yang terbukti melakukan praktik tersebut.(bul)

Jelang Idul Fitri 2024, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Setengah Triliun Lebih di Bali Nusra

0
Winardi Legowo (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Bank Mandiri menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp566 Miliar untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat Bali dan Nusa Tenggara selama 15 hari ke depan, yaitu pada 02 – 16 April 2024 saat Ramadhan menjelang Idul Fitri 1445 H.

Jumlah net kebutuhan uang tunai tersebut naik sebesar 25% dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya.

Sedangkan secara nasional, net kebutuhan uang tunai yang disiapkan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp 31,3 triliun atau naik sebesar 10,5% dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya.

Regional CEO Bank Mandiri Region XI Wilayah Bali & Nusa Tenggara Winardi Legowo di Mataram, Selasa 2 April 2024 mengatakan, langkah ini diharapkan dapat membantu nasabah memenuhi berbagai kebutuhan pada periode bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2024, terutama pada masa pembayaran gaji dan THR ASN.

Sebagian besar dari alokasi kebutuhan uang tunai tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri yang diprediksi mencapai Rp 1,7 triliun per hari secara nasional selama periode tersebut.

“Guna mendukung penyaluran uang tunai ke masyarakat, kami juga telah mengoptimalisasi pengisian 12.874 mesin ATM/CRM Bank Mandiri yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus di seluruh Indonesia sejak awal bulan ini hingga saat libur Lebaran,” kata Winardi Legowo.

Selain mesin ATM, dia melanjutkan, Bank Mandiri juga mengoptimalkan channel – channel pembayaran online untuk membantu nasabah bertransaksi dengan cepat, antara lain dengan mesin EDC dan aplikasi Livin’ by Mandiri.

“Mengingat banyaknya pengguna Livin’ by Mandiri, kami akan mengoptimalisasi kapasitas super app ini agar tetap dapat memberikan layanan prima pada saat puncak transaksi, termasuk layanan BI Fast yang kini menjadi pilihan utama nasabah dalam pengiriman dana,” jelasnya

Dia menambahkan, untuk memastikan kelancaran transaksi BI FAST nasabah, pihaknya akan menyediakan likuiditas yang memadai pada Rekening Settlement Dana (RSD) untuk mengantisipasi lonjakan transaksi BI FAST pada periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Sementara langkah preventive maintenance akan dilakukan pada 10.235 ATM dan 246.000 EDC yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di lokasi strategis seperti rest area, bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hotel, SPBU dan tempat wisata.

Nasabah juga dapat menggunakan Livin’ by Mandiri yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan seperti cek saldo, transfer hingga Rp 300 juta, pembayaran tagihan bulanan dan e-commerce, top up emoney maupun e-wallet, serta pembayaran dengan QRIS. Bahkan, nasabah juga dapat melakukan pemesanan tiket kereta, pesawat, sampai tempat wisata melalui fitur Sukha pada super app ini.

“Dengan fitur top up Mandiri e-money pada Livin’ by Mandiri, nasabah yang melakukan perjalanan lewat tol akan sangat dimudahkan karena top up dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja,” imbuh Winardi legowo.

Winardi juga menjelaskan, pihaknya juga akan memastikan kesiapan jaringan IT secara optimal untuk mengantisipasi kenaikan transaksi yang dilakukan nasabah pada seluruh channel pembayaran elektronik, dengan membentuk tim monitoring IT yang selalu siaga.

“Tidak hanya itu, selama bulan Ramadhan Bank Mandiri juga memberikan banyak program khusus spesial Ramadhan untuk memanjakan nasabah. Nasabah dapat mengakses ragam program tersebut
melalui bmri.id/ramadan2024,” tandasnya.(bul)

DAMRI Siapkan Empat Armada untuk Melayani Mudik Gratis ke Pulau Sumbawa

0
Foto : Hilman Azhari, GM Perum DAMRI Mataram (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Perum DAMRI di Mataram memastikan armadanya untuk mendukung kegiatan mudik gratis pada lebaran 1445H/2024 ini bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Bank NTB Syariah. Sebanyak empat armada bus sudah disiapkan untuk mengangkut para calon pemudik ke kampung halaman di Pulau Sumbawa.

“Ada permintaan mudik gratis dari Pemerintah Provinsi dan Bank NTB Syariah. Bank NTB Syariah 1 bus, dan Dishub Provinsi NTTB 3 bus. Dimulai tanggal 6 April 2024,” ujar General Manager Damri Mataram Hilman Azhari, Selasa 2 April 2024.

Untuk mudik gratis yang disediakan oleh Bank NTB Syariah menurut Hilman, kuotanya sudah terpenuhi sebanyak 45 pemudik, tinggal pemberangkatan. Sementara mudik gratis yang diprogramkan Pemprov NTB masih menunggu petunjuk lanjutan.

“Karena penyediaannya ada di Dinas Perhubungan. DAMRI hanya menyiapkan transportasinya. Belum tahu berapa banyak kuota mudik gratis yang disiapkan oleh Pemprov NTB,” tambahnya.

Secara umum, Hilman menjelaskan, untuk kesiapan moda transportasi mudik ini sudah dilakukan pengecekan armada, selain pengecekan yang dilakukan secara rutin. Perum DAMRI menurutnya berkomitmen menyediakan layanan transportasi jalan yang berkualitas, serta menjaga standar keselamatan dan kenyaman penumpang selama perjalanan mudik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Lalu Moh. Faozal mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) NTB melalui Dishub pada tahun ini menyiapkan mudik gratis untuk masyarakat yang ingin pulang kampung.

“Mudik gratis kita siapkan, mudah mudahan busnya siap, ada 4 bus,” katanya.
Selain itu, Dishub NTB juga sudah melakukan kesiapan untuk moda transportasi, baik darat, laut, udara. Di darat juga sudah dilakukan pengecekan semua fasilitas bus, baik yang AKDP maupun antar provinsi. Kemudian untuk laut, rute-rute penyebrangan juga sudah siap. Kapal-kapal sudah dilakukan ram cek dan semua dinyatakan dalam kondisi layak laut dengan kapasitas yang ada dan jumlah armada yang ada.

“Saya kira untuk sisi laut relative tidak ada masalah untuk melayani masyarakat yang pergi atau balik ke Lombok,” ujarnya.(bul)

Beratnya Tantangan Mendongkrak Ekspor Non Tambang NTB

0
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Berry A Harahap, meninjau vanili organik, salah satu komoditas ekspor non tambang yang terus digenjot (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Provinsi NTB bersama stakeholder cukup kencang mendorong ekspor komoditas non tambang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di provinsi ini. Ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan mimpi mengimbangi dominasi ekspor hasil tambang.

Berkaca pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, melihat perkembangan nilai ekspor non tambang NTB selama tahun 2023, hingga 2024 cukup fluktuatif. Pada Januari 2023, nilai ekspor komoditas non tambang NTB sebesar US$ 7.045.749 (Rp105,6 miliar). Februari US$ 1.698.194 (Rp25 miliar), Maret US$ 2.924.992 (Rp44 miliar). April US$ 6.654.851 (Rp100 miliar). Mei US$ 3.911.131 (Rp59 miliar). Juni US$ 2.718.119 (Rp40 miliar).

Juli US$ 2.718.034 (Rp40 miliar). Agustus US$ 7.692.867 (Rp115 miliar). September US$ 4.682.205 (Rp70 miliar). Oktober US$ 4.074.895 (Rp61 miliar). November US$ 5.133.647 (Rp77 miliar). Desember US$ 4.130.494 (Rp62 miliar). atau total selama tahun 2023 nilainya US$ 53.385.176 (Rp800 miliar).(Nilai Kurs Rp15.000 per Dolar AS).

Sementara pada Januari 2024, nilai ekspor non tambang NTB US$ 2.899.964 (Rp43 miliar). dan Februari turun drastis menjadi US$ 813.827 (Rp12 miliar). sementata itu, data Dinas Perdagangan Provinsi NTB selama tahun 2023, nilai ekspor komoditas non tambang NTB sebesar US$18.020.585,80 (Rp270 miliar). Komoditasnya antara lain, mutiara, batu apung, manggis, kerajinan buah kering, rumput laut, vanili, wooden pellets, makanan ringan/snack, jahe, dan komoditi lainnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (PLN), Baiq. Denny Evita Darmiyana di ruang kerjanya, Selasa 2 April 2024 mengemukakan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mendorong ekspor non tambang.

Tantangan atau elemen penting ekspor diantaranya, Produksi : dari hulu, produksi masih belum kontinyu (berkesinambungan). Misalnya, saat produksi kopi sangat tinggi saat ini, ketersediaannya justru terbatas. Disini peran bersama OPD dengan stakeholder terkait.

Jaminan Mutu : sering tidak konsistennya kualitas contoh produk yang dikirimkan ke buyer dengan kualitas produk saat dilihat langsung. Disinilah perlunya kualitas SDM atau pelaku ekspor.

Modal Besar : untuk melakukan ekspor, pelaku usahanya membutuhan modal yang tidak kecil. Mengingat, untuk kegiatan ekspor harus terpenuhi volume produk dalam jumlah besar. disisi lain, pembayaran tidak serta merta dilakukan oleh buyer, kecuali setelah barang sampai dan dipastikan kualitas dan kuantitasnya sesuai pesanan.

“Buyer hanya memberikan DP (uang muka). Petani atau pemilik produk disini ndak mau kalau dihutangin, apalagi berbulan-bulan. Harus cash,” katanya.

Selanjutnya, soal Pemasanan yang Masih Lemah : promosi-promosi produk ke berbabagai daerah, apalagi ke berbagai negara di dunia sangat – sangat terbatas. Karena dukungan anggaran berpromosi yang sangat terbatas. Baik dari APBD, maupun APBN.

Lalu, soal Logistik : persoalan logistik ini diantaranya infrastruktur pendukung yang masih terbatas. Atau masih tingginya biaya yang harus dikeluarkan pengusaha untuk melakukan ekspor langsung dari NTB. Sehingga, pilihannya adalah melakukan ekspor dari daerah yang infrastrukturnya mendukung dan biayanya lebih rendah.

Terakhir adalah Regulasi : kebijakan ekspor selalu berubah-ubah. Beda barang, biasanya kebijakannya berbeda-beda. Hal ini yang mengakibatkan keengganan para pengusaha. Dan lebih memilih menjual barangnya antar daerah. kendati nantinya, barang tersebut dipoles lagi di daerah lain, kemudian diekspor.

Meski demikian, Baiq. Nelly mengatakan, upaya-upaya untuk mendorong ekspor tak henti dilakukan. diantaranya, mengedukasi terus menerus pelaku usaha. Bahkan menggandeng LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), membuat desa devisa di Kabupaten Lombok Utara, menyusul akan ditambah desa devisa lain di NTB. Mendorong UMKM naik kelas. Menyalurkan insentif untuk pengiriman sampel produk ke luar negeri.

Memanfaatkan diaspora sebagai jaringan pemasaran di luar negeri, salah satunya bekerjasama dengan diaspora di Newzeland. Memanfaatkan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) yang tersebar di puluhan negara di dunia.

Pentingnya mendorong ekspor ini, dikemukakan dampaknya terhadap catatan neraca perdagangan luar negeri. Semakin tinggi neraca ekspor, semakin besar devisa negara, maka semakin besar insentif (dana transfer) pusat ke daerah.

“Bisa jadi karena komoditas ekspor dari daerah kita tinggi, pemerintah pusat makin tertarik membangun infrstruktur pendukung di daerah,” demikian Nelly.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A. Harahap mengemukakan pentingnya mendorong ekspor, khususnya non tambang. Bank Indonesia melihat sumber pertumbuhan ekonomi tidak hanya berasal dari domestik, tetapi juga dari ekspor.

Indonesia sebagai negara berkembang , kata Berry, membutuhkan valas sehingga ekspor harus terus didorong. Valas yang masuk ke Indonesia akan mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

“Jadi agenda kita mendorong ekspor, menjaga stabilitas inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” demikian Berry.(bul)

Harga Kopi Tembus Rp60.000 Sekilo, Eksportir Gigit Jari

0
Foto : petani kopi di Desa Sajang, Sembalun Lombok Timur, tengah memanen kopi (EkbisNTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Harga kopi robusta di NTB belakangan melejit, tembus Rp60.000 perkilo, dipicu tingginya permintaan dari dalam dan luar negeri. Kenaikan harga kopi ini justru membuat para eksportir gigit jari.

Kenaikan harga kopi di NTB dipicu promosi kopi NTB pada kegiatan pameran kopi terbesar di dunia, Coffex Istanbul yang diselenggarakan di Istanbul, Ibukota Negara Turki pada September 2021. Sebanyak 20 negara berpartisipasi, didominasi negara-negara Eropa saat itu. NTB bahkan menerima pesanan fantastis 1.450 ton.

Lalu Thoriq, salah satu eksportir kopi di NTB, menyembut, mata dunia tengah tertuju kepada NTB sebagai penghasil kopi. Ibaratnya, setelah jendela NTB dibuka di mata dunia, perhatian buyer tertuju kepada NTB.

“Sejak pameran itu, akhirnya semua buyer dari berbagai negara di dunia, nyari kopinya di NTB. Karena ditau kita sebagai daerah penghasil. Tidak saja dari luar negeri, permintaan dari dalam negeri juga sangat tinggi. Tidak sesuai suplay dan demand,” kata pemilik UD. Berkah Alam ini, Selasa 2 April 2024.

Karena tingginya permintaan kopi ini, Lalu Thoriq yang biasanya mengekspor ke Korea Selatan, kini tidak lagi dapat memenuhi pesanan dari luar negeri.

“Sekarang saya hanya bisa memasok 5 ton ke Korea. Angkat tangan saya, karena harga kopi di sini tinggi sekali. Sementara harga pembelian di luar negeri tidak naik,” ujarnya.

Diketahui, harga kopi green bean (biji kopi mentah) ditingkat petani saat ini Rp55.000 perkilo saat ini, di pasaran tembus Rp60.000 perkilo. Sementara itu, pembelian di luar negeri di kisaran 2,5 US Dolar. Jika nilai dolar AS dikonversi dengan nilai tukar Rp15.000 per Dolar AS, maka 1 Kg kopi di luar negeri harganya Rp37.500, atau jika harganya biasanya hingga Rp50-an ribu perkilo, itupun eksportir tetap tak mendapatkan keuntungan apa-apa.

“Harga pembelian di luar negeri tetap stabil. Disini naik harga dari petaninya. Mau dapat apa. Kalaupun di luar negeri harga kopi Rp60.000, belum berani kita ekspor. Makanya saya stop pengiriman ke luar negeri,” imbuhnya.

Lalu Thoriq menambahkan, kenaikan harga kopi ditingkat bawah ini harus menjadi catatan. Menurutnya, kenaikan harga ini tidak serta merta dinikmati petani. Justru yang menikmatinya adalah pengepul-pengepul kopi. Hanya sedikit petani kopi yang mendapatkan dampaknya, itupun yang punya stok kopi. Karena tidak menjual seluruh hasil kopinya langsung.

“Petani kebanyakan sudah jual dari awal ke pengepul. Dengan sistim ijon. Malah jualnya dibawah harga Rp20.000 perkilo. Jadi yang kaya raya sekarang pengepul kopi,” demikian Lalu Thoriq.(bul)