Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 793

Bank NTB Syariah Fasilitas Operasi 250 Penderita Katarak di Kabupaten dan Kota Bima

0

Mataram (Ekbis NTB)- Sebagai salah satu rangkaian perayaan Milad ke-60 tahun 2024 ini, Bank NTB Syariah memberikan bantuan fasilitas operasi 250 orang penderita katarak di kabupaten dan kota Bima melalui program sosial Nampak Terang Benderang (NTB).

Operasi katarak digelar selama dua hari, tanggal 7 dan 8 Maret 2024, di Rumah Sakit Umum (RSU) Sondosia, Kabupaten Bima. Operasi katarak dilaksanakan kepada 150 orang penderita katarak di Kabupaten Bima dan 100 orang di Kota Bima.

Program NTB ini merupakan kelanjutan setelah sukses dilaksanakan di Kota Mataram setelah memfasilitas operasi sebanyak 196 orang pasien penderita katarak beberapa waktu lalu.

Operasi katarak di Bima ini dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, Direktur RS Mata NTB dr. Cahya Dessy Rahmawati, Sp.M, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Kantor Cabang Tente Syamsul Hadi, Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Bima H. Abidin dan Pejabat Pemkab Bima.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah Daerah Otonom Tingkat 1 dengan jumlah penderita gangguan penglihatan di urutan kedua secara nasional dengan sekitar 3 persen kasus kebutaan. Terdapat 37.533 kasus gangguan penglihatan dan 78 persen penyebab kebutaan paling tinggi adalah katarak.

Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Tente, Syamsul Hadi dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat khususnya di Bima.

“Do’akan kami Bank NTB Syariah dapat terus memberikan kinerja yang terbaik dan mudah-mudahan akan semakin banyak masyarakat yang diberikan pelayanan gratis untuk operasi katarak,” kata Syamsul Hadi.

Bank NTB Syariah berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya mengurangi akibat katarak di Provinsi NTB. Program ini juga merupakan bentuk kepedulian Bank NTB Syariah dalam upaya menekan tingginya angka kebutaan di NTB dan menjadi bentuk kepedulian sosial sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.(bul)

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Gelar Road To Gerak di Ponpes Lombok Timur

0

Selong (Ekbis NTB)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Road To GERAK (Gebyar Ramadan Keuangan) Syariah NTB pada hari Jumat, 8 Maret 2024 di Pondok Pesantren Raudhatul Azhar Masbagik Timur.Kegiatan ini sekaligus dalam rangka Tarhib Ramadan tahun 2024.

GERAK Syariah merupakan kampanye nasional keuangan syariah dalam upaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah yang pelaksanaannya berkolaborasi dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJKS) dan Kementerian/Lembaga terkait.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, perwakilan OJK NTB hadir langsung dalam pembukaan di lokasi pondok pesantren bersama 280 orang peserta yang terdiri dari pengajar dan santri pondok pesantren.

Kegiatan tersebut dibuka secara virtual oleh Kepala Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Mohammad Ismail Riyadi, dilanjutkan dengan ceramah tarhib Ramadan oleh Ustadz Hilman Fauzi dan webinar edukasi keuangan syariah oleh financial planner Prita Hapsari Ghozie.

Ditampilkan pula Video Detail Informasi Rangkaian Kegiatan Ramadan OJK dan GERAK Syariah, meliputi rangkaian kegiatan edukasi keuangan syariah dan Kompetisi Keuangan Syariah di bulan Ramadan (KURMA).

Dalam sambutannya, Pengurus Pondok Ustadz Iswadi mengapresiasi langkah OJK NTB untuk mendorong peningkatan indeks literasi keuangan syariah melalui kegiatan Road to GERAK Syariah, dimana pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2022 indeks literasi keuangan syariah sebesar 9,14% dibawah komposit indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan diharapkan mampu mengoptimalkan momentum bulan suci Ramadan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah (LIKS), meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan, mengoptimalkan kolaborasi OJK, PUJK Syariah, K/L terkait, dan berbagai pihak dalam rangka dukungan aliansi strategis kegiatan LIKS, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.(bul)

Dirut BRI Sunarso Dinobatkan sebagai Best CEO of Communication, BRI Raih 4 Penghargaan BCOMSS 2024

0

Jakarta (ekbisntb.com)– Konsisten untuk terus membangun komunikasi yang berkualitas menjadi komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Terbaru, pencapaian komunikasi BRI mendapat apresiasi lewat penghargaan BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.

Dalam gelaran yang diselenggarakan di Tennis Indoor, Senayan Jakarta, 8 Maret 2024 tersebut, terdapat 4 penghargaan yang disematkan kepada BRI, diantaranya Direktur Utama BRI sebagai Best CEO of Communication, kemudian tiga penghargaan lainnya, yakni Best Stakeholder Management, Best Social Media and Corporate Campaign, dan Corporate Social Media Ranger Activation. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.

Anugerah BCOMSS Awarding Night 2024 dihadiri oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir, Staff Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, jajaran Direksi BUMN, Corporate Secretary BUMN, lebih dari 2.000 milenials BUMN, dan tim dewan juri yang terdiri dari Elvera N. Makki, Tirto Prakoso, Aurelie Moeremans, Cinta Laura Kiehl.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong keterbukaan informasi public di BUMN serta diharapkan lebih siap menghadapi isu-isu ataupun informasi yang positif maupun yang negatif untuk keberlangsungan perusahaan BUMN menjadi lebih baik. “Keterbukaan informasi ini bagian dari tadi yang saya sebut penataan yang coba kita terus dorong untuk bisa berlaku di semua BUMN,” ungkapnya.

Di samping itu, Erick juga mendorong karyawan BUMN untuk turut serta berpartisipasi aktif menyuarakan kinerja dari BUMN sehingga bisa membangun kebanggaan.

Ajang BCOMSS 2024 sendiri merupakan ajang yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi Kementerian BUMN atas kinerja komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) berkelanjutan dari seluruh korporasi BUMN serta perusahaan anak. Perhelatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai campaign media massa maupun media sosial serta update knowledge TJSL berkelanjutan. Hal ini selaras dengan komitmen Kementerian BUMN agar setiap BUMN mampu terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Terkait penghargaan tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Insan Brilian yang telah mengukir prestasi dalam kaitannya membangun komunikasi perseroan yang positif.

“Sebagai salah satu BUMN terbesar tanah air, BRI akan terus membangun pesan yang kuat dalam menyampaikan pesan komunikasi, yang tidak hanya menciptakan economic value namun juga peran BRI dalam membangun social value bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
(r/*)

Viral Karena Dibanggakan Presiden Jokowi di BRI Microfinance Outlook, Ini Kisah Inspiratif UMKM Naik Kelas “Mama Muda”

0

Maros (ekbisntb.com) – Perasaan campur aduk, bangga, dan bahagia menyelimuti hati Rita. Sebelumnya, ia tak pernah menyangka bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia, yaitu Presiden Joko Widodo. Tak hanya bertemu, ia pun mendapatkan pujian langsung dari Presiden Jokowi berkat produk usaha rumahannya yang dirintis sejak tahun 2020 lalu.

Ya, produk Kerupuk Rajungan Mama Muda milik Rita dipamerkan dan dibanggakan oleh Presiden Jokowi pada acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta pada Kamis (08/06/2024).

Jokowi menceritakan dirinya baru saja ke lapangan untuk bertemu dengan nasabah UMKM. Dia menyaksikan banyaknya perbaikan produk UMKM hingga ke packaging kemasan.

Dia pun menceritakan bahwa dirinya bertemu dengan pedagang keripik rajungan. Dahulu, katanya, kemasan keripik rajungan hanya plastik biasa dan dijual di pasar ataupun kaki lima. Sekarang, kemasannya sudah bagus dan masuk ke toko-toko ritel modern.

“Meskipun belum semuanya, packagingnya seperti ini, tetapi kemasan seperti ini sudah 46% (produk UMKM) seperti ini,” katanya. Bahkan, Presiden Jokowi juga memuji penamaan produk yang kreatif. Kerupuk rajungan ini diberi nama kerupuk rajungan ‘Mama Muda’.

Tak hanya cerita produk usahanya yang dipuji Presiden Jokowi saja yang menarik untuk diulik, kisah perjalanan Rita dalam membangun usaha rumahannya juga sangat inspiratif.

Ia bercerita, pandemi yang terjadi pada tahun 2020 lalu memang memberikan tantangan pada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, yaitu di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Tapi, ternyata pandemi juga membuka peluang baru secara tak terduga.

“Di kampung saya rata-rata semuanya nelayan, dan saat pandemi tidak ada yang beli hasil tangkapan rajungan kita. Kemudian ada tim dari Blue Forest Makassar yang datang ke Kuri Caddi. Dari situ mereka memberi ide supaya ekonomi ibu-ibu di sini bisa berkembang dan menambah penghasilan keluarga. Karena mayoritas hasil tangkapan nelayan di sini rajungan, jadi muncul ide membuat kerupuk rajungan,” ungkapnya.

Rita dan ibu-ibu sekitar menerima dengan baik ide tersebut karena mereka sendiri tidak memiliki kegiatan lain. Dari pendampingan dan pelatihan yang didapatkan, akhirnya Rita berhasil memproduksi keripik rajungannya sendiri.

Produk yang dihasilkan selain kerupuk rajungan ada sambal ikan bete-bete, oseng-oseng ebi, sambal kerang dan teh herbal. Proses produksinya dikerjakan secara berkelompok dengan 2 orang rekan lainnya di rumah. Sementara itu, pemasaran produk Keripik Rajungan ini juga sudah mencapai daerah lain seperti Bogor, Kalimantan, Bone, hingga Jakarta. Meskipun jumlahnya masih sedikit, tapi Rita bersyukur produknya disukai oleh masyarakat.

Menjadi Pelaku UMKM yang Naik Kelas
Rita mengaku awalnya Ia mendapatkan bantuan permodalan dari program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dari PNM dan sudah menjadi nasabah sejak tahun 2016. Pinjaman yang didapatkan bertahap, mulai dari Rp2 juta hingga mencapai Rp8 juta yang menurutnya sangat membantu dalam mengembangkan usaha.

“Pinjaman ini sangat membantu mengembangkan produk dan juga kemasan. Karena kemasan produk juga membutuhkan biaya yang banyak,” ungkapnya.

Atas kerja keras dan kegigihannya, usaha Rita terus berkembang dan menjadi pelaku usaha yang naik kelas. Rita akhirnya kemudian menjadi nasabah BRI dan mendapatkan pendanaan KUR.
“Pinjaman BRI sekarang saya dapat Rp35 juta, jadi sangat membantu sekali. Selain untuk mengembangkan usaha saya, juga membantu usaha suami saya yang seorang Nelayan,” imbuhnya.

Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada PNM Mekaar dan BRI yang sudah memberikan kesempatan modal usaha yang sangat membantunya mengembangkan usaha demi meningkatkan ekonomi keluarga.

“Saya sangat berterima kasih kepada PNM Mekaar dan terutama BRI karena sudah membantu para pelaku UMKM kecil seperti saya memberi pinjaman dengan bunga rendah, sehingga tidak memberatkan kami,” lanjut Rita.

Ke depannya, Rita berharap bahwa produknya bisa lebih dikenal masyarakat luas. Ia pun berharap pemerintah dan lembaga terkait lainnya bisa lebih memperhatikan UMKM kecil seperti yang ia kelola, agar bisa semakin maju dan berkembang meskipun berada di lokasi yang terpencil.

Mama Muda merupakan salah satu contoh pelaku UMKM yang berhasil naik kelas berkat keberadaan Holding Ultra Mikro.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso pun mengungkapkan bahwa Holding Ultra Mikro yang dibentuk pada September 2021 yang lalu telah berhasil menangani 44 juta nasabah kredit UMKM.

“Bahwa untuk pemberdayaan itu ternyata tidak cukup dikasih kredit. Yang paling penting itu dua hal ternyata, dikasih kredit dan didampingi, dan yang kedua mereka juga harus diajari menabung. Dan Alhamdulillah di holding UMi kita sudah punya rekening tabungan 173 juta rekening tabungan,” tambah Sunarso. (r/*)

Marc Hotel Gili Trawangan Ikut Meriahkan Program “Rempah Nusantara” dari Artotel Wanderlust sepanjang Tahun 2024

0
Rempah Nusantara

Mataram (Ekbis NTB) – Di tahun 2024 ini, Artotel Group kembali menghadirkan serangkaian program menarik untuk satu tahun ini. Melalui program Artotel Wanderlust yang merupakan loyalty program Artotel Group, beragam program bertajuk “Rempah Nusantara” dipilih untuk merepresentasikan konsep dari Artotel Wanderlust yang ingin mengajak masyarakat Indonesia menjelajahi berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah tempat jaringan hotel-hotel Artotel Group berada. Mulai dari Aceh hingga Papua, dengan melakukan pemesanan kamar yang sangat mudah hanya melalui satu digital apps, Artotel Wanderlust.

Artotel Wanderlust akan memberikan jaminan harga kamar yang lebih baik (murah) dari platform pemesanan kamar online lainnya, serta mendapatkan keuntungan berupa point 2x yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan kembali dengan berbagai voucher-voucher menginap di jaringan hotel Artotel Group. Selain itu, setiap bulannya Artotel Wanderlust juga memberikan berbagai penawaran menarik lainnya dengan tema tema tertentu, seperti promo khusus pada saat gajian (pay day sales), promo double point, dll.

Pada bulan Maret, Artotel Wanderlust mengusung konsep Iftar (Ramadhan Edition) sebagai bagian kegiatan dimana Artotel Wanderlust akan memberikan penawaran khusus untuk F&B. Artotel Wanderlust mengangkat hidangan lokal khas dengan tema “Rempah Nusantara” yang dapat dinikmati oleh para tamu di semua hotel, seperti yang tersedia di Marc Hotel Gili Trawangan dengan menyajikan spesial menu package “Berbuka Puasa” dengan hanya 215.000,00/orang bisa mendapatkan beberapa menu berikut:
○ Snack
○ Takjil & Jajanan Pasar
○ Maincourse
○ Vegetables
○ Condiment
○ Drink

Director of Marketing Communications Artotel Group, Yulia Maria menjelaskan “sebagai operator manajemen asli lokal Indonesia, kami bangga bisa membawa tema bernuansa Indonesia sebagai tema program di tahun 2024 ini, baik untuk menginap maupun sajian hidangan makanan dan minuman dengan mengangkat cita rasa asli Indonesia. Kami berharap program ini dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang berada di manapun di Indonesia, sesuai dengan tagline Artotel Wanderlust, Anytime Anywhere.”

Artotel Wanderlust merupakan program loyalty program dari Artotel Group yang telah diluncurkan sejak tahun 2022. Berbagai macam keuntungan dapat dinikmati hanya dengan menjadi anggota Artotel Wanderlust. Dengan mengunduh aplikasi Artotel Wanderlust di Google Store (Android) atau Play Store (IOS), para tamu bisa mendaftarkan diri sebagai member Artotel Wanderlust secara gratis. Untuk para member, secara otomatis akan bisa mendapatkan diskon 10% untuk menginap, diskon 5 – 15% untuk F&B, serta Birthday Reward untuk member yang berulang tahun yaitu berupa diskon 50% untuk menginap.

Di samping itu, member yang aktif bertransaksi pun akan dapat terus meningkatkan tier nya mulai dari Silver, Gold, hingga Black yang tentunya akan mendapatkan keuntungan lebih lagi dari tier sebelumnya, seperti gratis room upgrade, gratis late check-out, VIP treatment, dll.

Informasi lebih lanjut hubungi : +62 819 1580 1777 (Diah, Marketing komunikasi Marc Hotel Gili trawangan).

Rempah Nusantara

Tentang Artotel Group

Adalah manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan 4 unit bisnis, Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), & Curated Merchandise (Shop). Artotel Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi dari hotel ekonomis, butik, kelas menengah hingga hotel mewah untuk memenuhi kebutuhan akomodasi dari semua target market. Memiliki berbagai pilihan brand, ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC, dan Brand Waralaba KYRIAD dengan jumlah lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di bidang Food & Beverage, Artotel Group menyediakan jasa pengelolaan Restoran, Bar, dan Beach Club. Melalui Event Management, ARTOTEL Play dan Curated Merchandise dengan brand MART, Artotel Group memiliki visi memajukan industri kreatif Indonesia dengan mendukung para seniman muda untuk berkarya melalui kolaborasi yang diciptakan berupa kegiatan pameran, pertunjukan, workshop, dan produksi merchandise berkarakter seni yang dapat dipakai sehari hari dengan harga terjangkau.

Untuk memberikan penghargaan kepada para tamu, Artotel Group memiliki program loyalti Artotel Wanderlust dengan memberikan keuntungan lebih buat para tamu yang mendaftar sebagai anggota Artotel Wanderlust, antara lain potongan harga kamar maupun F&B hingga 50%, serta mendapatkan reward point. Artotel Wanderlust dioperasikan
elalui aplikasi digital yang dapat diunduh melalui sistem aplikasi IOS dan Android dengan pendaftaran secara cuma-cuma dan mudah.

Brand ARTOTEL: ARTOTEL, ARTOTEL Suites, ARTOTEL Curated, ARTOTEL Portfolio, ARTOTEL Casa, ARTOTEL Villa, Rooms Inc, Bobotel. Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Batam, Bali.

Brand DAFAM: Grand Dafam Signature, Grand Dafam, Hotel Dafam, Dafam Express, dan Dafam Collections. Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Semarang, Jawa Timur, Bali, Lombok, Pekanbaru, Kalimantan Selatan, & Sulawesi Selatan.

Brand MAXONE: MAXONE, NITE & DAY, ZIA, RUMA RUMA, MARC, ONE OF A KIND. Jakarta, Anyer, Ambon, Bali, Batam, Bintan, Balikpapan, Bekasi, Belitung, Bogor, Boyolali, Jayapura, Lombok, Malang, Makassar, Palembang, Sabang, Semarang, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta.

Brand Waralaba KYRIAD: Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua.

F&B Outlets: Double Chin, Lidah Lokal, ROCA, BART, BISTRO de Braga, B10 CAFÉ, Fat Elephant, 11/12 Rooftop MBar, Slide Bar, Terra All Day Dining, Barley & Barrel, Meet n Eat, One Deck Gastropub, La Gazette, Posana All Day Dining, Yin & Yum, Salute Bar dan Tip Tap Toe Day Club. (r)

Malaysia Stop Terima PMI Apjati Proyeksikan akan Terjadi Lonjakan Pengangguran di NTB

0
PMI NTB yang sudah diberangkatkan ke Malaysia, (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Malaysia belum membuka keran untuk menerima Pekerja Migrant Indonesia (PMI) hingga saat ini. Kebijakan negara tetangga ini diproyeksikan akan berdampak besar terhadap pengangguran, khususnya di NTB yang menjadi lumbung PMI.

Hal ini dikemukakan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), H. Muhammadon dihubungi Rabu 6 maret 2024 kemarin. Dia menyampaikan, pemerintah Indonesia diberikan kesempatan hingga Bulan Mei 2024 ini untuk memberangkatkan sisa kuota PMI yang diperbolehkan masuk ke Malaysia.

“Sejak bulan 3 tahun 2023 lalu, Pemerintah Malaysia sudah mengeluarkan kebijakan tidak lagi menerima pekerja Indonesia untuk pekerja ladang, bangunan, pabrik, khususnya di negara bagian Malaysia Barat. Sampai Mei 2024 ini diperbolehkan mengiriman PMI bagi teman-teman yang masih ada kuoata pengiriman tahun sebelumnya,” katanya.

Selebihnya, menunggu kembali kebijakan pemerintah Malaysia. H. Madon menambahkan, penyetopan sementara penerimaan PMI ini salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan di Malaysia yang sudah berkontrak dengan pemerintah negara-negara lain dalam hal penggunaan tenaga kerja luar negeri.

“Dan Malaysia masih kebanjiran pekerja dari Bangladesh, Myanmar, India,” tambahnya. Kebijakan pemerintah negara Malaysia ini menurutnya menjadi beban baru bagi peruusahaan-perusahaan penyalur tenara kerja di Provinsi NTB. Diketahui, Malaysia adalah negara tujuan bekerja terbesar masyarakat NTB.

Perusahaan penyalur yang sebelumnya bisa mengirim sampai 4 ribu PMI dalam sebulan, kini stop sementara. Sejumlah perusahaan penyalur di NTB menjadi pasif. Masih beruntung, perusahaan-perusahaan yang masih memiliki kuota pengiriman. “Kantor-kantor kecil (penyalur tenaga kerja luar negeri) sudah tutup. Yang masih buka yang masih punya kuota pengiriman,” imbuhnya.

Pemerintah Malaysia, lanjut H. Madon, memberikan alternatif menerima PMI untuk bekerja di negara Malaysia bagian timur. Namun, khusus untuk pekerja asal NTB, negara Malaysia bagian Timur ini minim peminat. Ditambah lagi, proses pengurusan dokumen untuk pemberangkatan PMI ke sana lumayan lama, bisa memakan waktu hingga 5 bulan.

Karena itu, kebijakan Pemerintah Malaysia ini diproyeksikan berdampak langsung terhadap angka peningkatan pengangguran di NTB. “Karena mau berangkat gelap (illegal pun) tidak bisa. Ini bisa menjadi PR pemerintah pada tahun 2024 , 2025 ini, angka pengangguran kita, dan persoalan sosial kita bisa naik karena Malaysia belum jelas kelanjutan kebijakannya soal tenaga kerja luar negeri,” demikian H. Madon. (bul)

GPM Ketiga di Kota Mataram, Beras SPHP Bulog Diserbu

0
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, H. Abdul Azis mengawal langsung kegiatan GPM ketiga di Kota Mataram, (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB kembali mengadakan kegiatan GPM (gerakan pangan murah) untuk ketiga kalinya. Kegiatan ini disambut antusias masyarakat untuk mendapatkan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar.

GPM dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB beserta stakeholder terkait di halaman Kantor Lurah Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Rabu 6 maret 2024 kemarin. Sejumlah bahan pokok yang disediakan diantarannya, beras, telur, minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam, dan beberapa makanan dan minuman jadi lainnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, selama kegiatan pangan murah berlangsung, beras menjadi salah satu jenis komoditas pangan yang paling banyak diburu masyarakat. Terutama beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 Kg yang dijual oleh Perum Bulog seharga Rp52.000/kemasan. Beras Bulog ini diserbu pembeli karena harganya yang murah dan berkualitas.

Namun mekanisme pembeliannya diatur. Satu pembeli diperbolehkan hanya membeli dua kantong (10 Kg). Jika lebih dari itu, dikhawatirkan oknum berspekulasi membeli borongan kemudian menjualnya lagi kepada konsumen dengan harga pasaran. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, H. Abdul Azis, SH., MH yang turut serta mengawal kegiatan GPM ini menyampaikan, untuk menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat, pemerintah memfasilitasi kegiatan GPM dengan menghadirkan langsung para stakeholder

Selain Bulog yang menjual beras, beberapa mitra lain yang diundang adalah para pelaku usaha pangan, kelompok tani dan OPD terkait lainnya seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Perkebunan,  Dinas Perdagangan. Dimana para stakeholder ini menjual komoditas pangan sebagaimana harga ditingkat petani/produsen dan distributor.

Mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini mengatakan. Selama tahun 2024 ini, rencananya sebanyak 29 kali kegiatan pangan murah akan digelar. Didukung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan APBD NTB. “Didukung APBD NTB 15 kali, dan APBD kabupaten/kota 14 kali. Kegiatan ini dalam rangka pengendalian inflasi, mengendalikan harga. Apalagi ini menjelang Ramadhan,” katanya.

Saat Ramadhan nanti, lanjut kepala dinas, kegiatan pangan murah akan ditingkatkan intensitasnya agar harga-harga kebutuhan pokok tetap terjaga. Kegiatan pangan murah dilaksanakan pada lokasi-lokasi yang diminta oleh pemerintah desa/kelurahan, atau kelompok-kelompok masyarakat. juga dijadwalkan di lokasi yang dianggap penting lakukan kegiatan ini oleh pemerintah daerah.

GPM memiliki peran penting dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi. Berikut beberapa alasan mengapa kegiatan pangan murah perlu dilakukan diantaranya, membantu mengurangi tekanan inflasi dengan menyediakan bahan pangan pokok strategis. Ini membantu menjaga daya beli masyarakat dan melindungi mereka dari dampak kenaikan harga pangan.

“Gerakan Pangan Murah adalah langkah konkret untuk menjaga ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” demikian Abdul Azis. (bul)

Pengusaha Mutiara Berharap Perizinan Ekspor Satu Pintu

0
Pengusaha berharap prosedur ekspor mutiara dipermudah. (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Para pengusaha mutiara di NTB menghadapi kendala dalam mengekspor produk mutiara ke negara tujuan, terutama terkait prosedur ekspor secara mandiri. Mereka meminta agar prosedur ini dipermudah untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan pengusaha mengirim mutiara dengan lebih sederhana.

Ketua Asosiasi Pearl NTB, H. Fauzi, menyatakan bahwa saat ini pengurusan ekspor mutiara di dua tempat, yaitu Dinas Perdagangan dan Karantina. Para pengusaha berharap ada satu pintu yang menggabungkan proses legalitas hingga pengiriman. Ini akan memudahkan mereka dalam mengurus surat-surat dan mempercepat proses ekspor.

Berdasarkan data Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram, nilai kiriman mutiara hasil budidaya di perairan Lombok yang dikirim ke luar daerah dan luar negeri selama tahun 2023 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Secara akumulatif, berdasarkan catatan BKIPM Mataram, nilainya mencapai setengah triliunan.

Pada tahun 2022 lalu, data lalu lintas domestic komoditi mutiara Lombok sebesar Rp48,6 miliar lebih. Sementara nilai total yang sudah diekspor mencapai Rp160,6 miliar lebih. Pada tahun 2023, nilai ini melonjak. Untuk pengiriman domestik nilainya menjadi sebesar Rp77,4 miliar lebih. Sementara yang diekspor nilainya mencapai Rp430,5 miliar lebih.

Jika ditotal selama setahun, baik yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia (domestic) dan ke berbagai negara (ekspor), nilai kiriman mutiara Lombok pada tahun 2022 sebesar Rp209,2 miliar lebih. Pada tahun 2023 menjadi Rp507,9 miliar lebih.

Pada tahun 2023, sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor mutiara Lombok diantaranya, Hongkong, Jepang, Australia, China, Thailand, Amerika, India, Switzerlenad, Singapore, Uni Emirat Arab, Kanada, Philiphina, Spain, Korea Utara, Kuwait, Malaysia, Prancis, Belgia, Denmark, Vietnam, Inggris, Mexico, Jerman, Austria,Bahrain, Brazil, Chile, Macau, Newzeland, Turkey, Polandia, Kroasia, Italy, United Kingdom.

Namun, pada awal 2024, penjualan mutiara mengalami penurunan hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor-faktor seperti kurangnya event nasional dan internasional, kunjungan wisatawan yang minim, serta pemilu mempengaruhi penurunan ini.

Selain itu, belum dimulainya perjalanan dinas atau ketok anggaran pemerintah juga berkontribusi pada situasi ini. “Karena ini jadi kendala bagi kami. Pengurusan ekspor di dua tempat. Setelah lengkap legalitas pengusaha baru bisa ngurus surat-surat di dinas perdagangan dan Karantina. Harapannya bisa di satu pintu untuk legalitas sampai pengiriman,” demikian H Fauzi. (bul)

Stok Pangan Tersedia, DKP NTB Yakin Harga Kebutuhan Strategis Terkendali Saat Ramadhan

0
H. Abdul Azis. (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB memastikan pasokan dan ketersedian bahan pangan strategis saat Ramadhan 1445H/2024 cukup. Baik beras, telur, minyak goreng, daging sapi, ayam maupun bumbu dapur.

Kepala DKP Provinsi NTB, H. Abdul Aziz, SH., MH., di Mataram, Senin, 4 Maret 2024 mengatakan, berbicara soal pangan, Dinas Ketahanan Pangan menurutnya tak bisa berdiri sendiri. Namun saling dukung mendukung dengan BUMN, OPD lain, serta pengusaha. Semua tetap saling berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penyediaan pangan kepada masyarakat.

Hal itu menurutnya sangat penting, terutama terkait dengan 9 bahan pokok.

Mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini menyebut, untuk beras, sebagaimana hasil koordinasi dengan Perum Bulog pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog, saat ini Bulog NTB akan memasok beras dari luar NTB sebanyak 36 ribu ton dalam perjalanan, ditambah stok beras di gudang Bulog diatas 3.000 ton. Sehingga diyakini, dua bulan kedepan beras di NTB sangat aman.

Untuk beras tersedia karena di NTB berangsur-angsur orang sudah panen dan tanam. Artinya produksinya itu sudah mulai, meskipun sifatnya sporadis. Kemudian di pulau Sumbawa, seperti di Sumbawa Besar mulai tanam, sebagian di KSB juga demikian.

“Bima, Dompu belum saya cek, mudah-mudahan di sana mulai tanam, artinya 2 bulan ke depan itu akan ada panen, produksi kita di NTB cukup,” terangnya. Diakui musim tanam saat ini mengalami kemunduran, bahkan tidak tanggung-tanggung 2 bulan mundur waktu panen.

Namun diprediksi panen raya akan terjadi April akan datang dan diprediksi harga beras itu akan stabil. “Kepada masyarakat, petani jangan semua gabahnya itu di jual, tapi disimpan sebagai stok pangan dalam satu tahun akan datang,” katanya.

“Dua bulan kedepan pasti akan terus ada panen. Kemudian telur, daging elatif stabil, telur dan daging ayam ada fluktuasi sedikit karena harga pakan naik. Berpengaruh pada harga telur dan ayam, tapi masih dalam batas batas yang wajar saya lihat,” tambahnya.

Selain itu, ada juga minyak goreng yang harganya masih stabil. Meskipun ada prediksi bahwa akan kelangkaan, tetapi pihak tetap ada koordinasi dengan pemerintah kaitan dengan ketersedian itu. “Dari hasil rapat bersama Kemendagri, itu dari Kemendag menyebutkan untuk minyak goreng aman dan stabil (stok dan harga,red),” jelasnya.

Maka dari masyarakat diminta tidak perlu khawatir selama Ramadhan akan ketersediaan pangan. Bahkan masih ada pasar murah, kemudian beberapa kios-kios pangan sudah berjalan. “Bulog menjamin, dan kios kios pangan terus berjalan (ketersedian beras, red). Kabupaten kota melakukan hal yang sama mereka koordinasi dengan Bulog setempat,” imbuhnya.

DKP NTB juga tetap berkoordinasi dengan DKP di masing-masing kabupaten/kota untuk memastikan pasokan dan ketersedian mencukupi. (bul)

Harga Beras dan Gabah di Penggilingan Turun

0
Ilustrasi Beras. (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Harga beras/gabah di penggilingan mengalami penurunan. Ditengarai, akibat berkurangnya permintaan beras masyarakat di pasaran. Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Raden Guna Dharma melalui Manajer Bisnis, Sawaludin Susanto mengatakan, terkoreksinya harga beras/gabah ini dipengaruhi beberapa hal.

Pertama, NTB sudah memasuki musim panen, meskipun tidak terlalu besar karena mundurnya musim tanam akibat elnino. Panen ini tersebar di beberapa wilayah. Diantaranya Lombok Tengah bagian utara, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, termasuk di wilayah Kabupaten Dompu. Panen ini dirasa cukup mempengaruhi ketersediaan pangan masyarakat tanpa harus mengandalkan beras di pasaran.

“Diperkirakan panen ini harga gabah sudah menyentuh Rp6.500/Kg sampai Rp7.000/Kg. sebelumnya sampai Rp8.000/Kg Gabah Kering Panen (GKP). Jika dikonversi ke beras, harganya sudah turun menjadi Rp13.000/Kg, sampai Rp14.000/Kg ditingkat penggilingan. ini sudah beras yang kualitasnya dibuat menjadi bagus (super),” ujarnya.

“Makanya masyarakat jangan panik. Panik itu identic dengan stok yang tidak tersedia. Kalau kita lihat, stok sudah mulai penuh karena di pasaran sudah jenuh. Harganya kita pantau selalu mengalami penurunan. Walaupun masih di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah) sebesar Rp10.900 / Kg untuk kualitas premium, dan Rp13.900/Kg maksimal,” tambahnya.

Sawaludin Susanto menambahkan, penggilingan-penggilingan mitra Bulog mulai menawarkan gabahnya untuk dimasukkan ke Bulog. Sebelumnya, mitra-mitra ini hanya fokus memenuhi kebutuhan pasar karena harga dan kurangnya stok. “Kalau PO (mitra) sudah nelpon untuk memasukkan beras/gabah, berarti pasar sudah memang jenuh. Karena memasuki musim panen hingga beberapa bulan kedepan ini,” ujarnya.

Sawaludin Susanto juga menyebut, trend turunnya harga beras dan gabah ini juga dipengaruhi penyaluran bantuan pangan (bapang) pemerintah selama enam bulan tahun 2024 ini. Satu KK penerima diberikan jatah beras sebanyak 10 Kg/bulan (total 60 Kg selama 6 bulan).

Jika tahun 2023 lalu jumlah penerima bantuan pangan sebanyak 620.204 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), tahun 2024 ini jumlahnya bertambah menjadi sebanyak 643.000 KPM/PBP (Penerima Bantuan Pangan). Sebarannya, Kabupaten Lombok Barat 91.868 penerima, Lombok Tengah 154.127 penerima, Lombok Timur 155.796 penerima. Kabupaten Sumbawa 49.581 penerima. Kabupaten Dompu 27.739 penerima. Kabupaten Bima 57.471 penerima. Kabupaten Sumbawa Barat 13.859 penerima. Kabupaten Lombok Utara 38.912 penerima. Kota Mataram 38.203 penerima. Dan Kota Bima 15.444 penerima.

Untuk Bapang bulan Januari tuntas disalurkan, demikian juga jatah bulan Februari, per hari ini masih dalam proses pendistribusian. Tujuan disalurkannya Bapang oleh pemerintah adalah untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan sekaligus sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, menanggulangi kekurangan pangan dan gizi, menurunkan stunting, mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga.

“Dari Bapang ini saja, sudah 30 persen KK di NTB hampir tidak lagi membeli beras di pasar. Karena berasnya sudah disalurkan. Ini juga faktor yang membantu penurunan harga beras/gabah,” demikian Susanto. (bul)