Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 76

Pertamina 6 Hours Endurance, Ikon Baru Sirkuit Mandalika

0
Pertamina 6 Hours Endurance, Ikon Baru Sirkuit Mandalika
Suasana Sirkuit Mandalika. Ajang Pertamina 6 Hours Endurance bakal jadi ikon baru balap nasional yang diselenggarakan Sirkuit Mandalika. (suarantb.com/kir)

Praya (suarantb.com) – Ajang Pertamina 6 Hours Endurance bakal jadi ikon baru balap nasional yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika. Sekaligus menjadi salah satu ajang balap roda empat yang paling menantang di Indonesia. Pasalnya, ajang tersebut tidak hanya sekadar soal adu kecepatan. Namun juga soal daya tahan di atas lintasan balap.

“Balap endurance menuntut daya tahan, strategi matang serta kekompakan tim dalam menghadapi lintasan balap selama enam jam penuh tanpa jeda,” ujar Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA), Priandhi Satria dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Pertamina 6 Hours Endurance sendiri rencananya akan digelar pada 1 Februari 2026. Sekaligus akan menjadi ajang balap pembuka di Sirkuit Mandalika untuk tahun 2026. Guna melengkapi sejumlah ajang balap yang sudah diselenggarakan sebelumnya. Seperti Mandalika Racing Series (MRS), Mandalika Festival of Speed (MFoS) maupun ajang MotoGP yang tahun ini memasuki tahun keenam.

Ajang balap ketahanan enam jam tersebut memang dirancang untuk menghadirkan tantangan menyeluruh, baik bagi para pembalap, kru, maupun mekanik. Di mana semua elemen dalam dunia motorsport diuji secara bersamaan dalam durasi panjang.

“Balap ketahanan enam jam ini akan sangat menantang. Bukan hanya pembalap yang harus menjaga konsistensi dan fokus, tetapi juga kru dan mekanik yang dituntut menyiapkan strategi terbaik untuk menaklukkan balapan dalam waktu enam jam,” jelasnya.

Tantangannyan pun tidak hanya dari aspek kendaraan yang digunakan, tetapi juga tantangan dari lingkungan. Dan, Sirkuit Mandalika diyakini bakal memberikan tantangan yang lebih. Terutama tantangan cuaca yang sangat dinamis di kawasan The Mandalika.

Mengingat, cuaca di kawasan The Mandalika mudah berubah. Dalam rentang waktu enam jam, lintasan bisa mengalami perubahan drastis, dari panas terik hingga hujan yang datang tiba-tiba. Situasi ini memaksa tim untuk terus menyesuaikan strategi, mulai dari pemilihan ban, setelan mobil, hingga waktu masuk pit. Kesalahan membaca kondisi cuaca bisa berdampak besar pada performa di lintasan.

Tantangan lain, pada pergantian pembalap dan strategi pit stop serta penggantian ban menjadi faktor penentu. Selama balapan berlangsung, tim diperkirakan harus melakukan beberapa pergantuan pembalap serta ban. Semua itu dilakukan dibawah tekanan waktu yang dimana setiap detiknya snagat menentukan hasil akhir balapan.

Dengan kombinasi tantangan cuaca, strategi pergantian pembalap, manajemen ban serta ketahanan fisik dan mental seluruh tim, Pertamina 6 Hours Endurance dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi setiap peserta. Enam jam balapan di Sirkuit Mandalika tidak hanya sekadar durasi. Tetapi juga perjalanan panjang untuk menaklukkan lintasan, strategi dan diri sendiri.

“Endurance race merupakan ajang balap yang mengajarkan disiplin, strategi, dan kerja tim. Ini bukan hanya balapan cepat, tapi balapan cerdas. Mandalika sangat ideal untuk itu,” tandasnya. (kir)

Launching Program “Bale Mula”, Sumbawa Ikhtiarkan Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Kreatif

0
Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot saat meresmikan peluncuran program Bale Mula pekan kemarin. (suarantb.com/ist)

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa resmi meluncurkan salah satu program unggulan daerah dengan jargon “Bale Mula” (Balai Entrepreneur Muda Milenial) sebagai upaya melahirkan pengusaha muda tangguh dan berdaya saing.

“Program ini dirancang sebagai ruang persiapan dan pengembangan bagi UMKM, pengusaha muda, serta talenta ekonomi kreatif dan digital di Sumbawa,” kata Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya pekan kemarin.

Di tahap awal Bale Mula fokus pada penyiapan dan pendampingan pelaku usaha, agar memiliki kesiapan manajerial, legalitas, dan arah bisnis. Tahap berikutnya program ini akan berperan sebagai penghubung dengan pemodal dan mitra usaha termasuk ke marketplace dan peluang investasi.

“Jadi, program Bale Mula ini tidak menjanjikan hasil instan, tetapi membangun proses yang benar agar ekonomi daerah tumbuh secara berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot mengatakan, program tersebut sebagai ikhtiar pemerintah dalam mengembangkan usaha kreatif. Tantangan dunia kerja dan ekonomi yang bergerak cepat menuntut daerah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia, jejaring, dan ekosistem usaha.

“Bale Mula dihadirkan sebagai “rumah bersama” tempat anak-anak muda belajar, mencoba, berkolaborasi, bahkan gagal dan bangkit kembali,” ujarnya.

Haji Jarot melanjutkan, Bale Mula bukan program seremonial belaka, melainkan wadah pendampingan komprehensif. Di Bale Mula lanjut Bupati, nantinya pelaku UMKM akan didampingi mulai dari manajemen, legalitas usaha, hingga penyusunan strategi bisnis.

“Kami ini membangun jalan yang tepat, dari ide mentah menjadi rencana matang, dari usaha rumahan menjadi bisnis tertib, dan dari kerja sendiri menuju kolaborasi yang saling menguatkan,” ucapnya.

Haji Jarot meyakinkan, program ini merupakan hasil koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Bappeda, perbankan, dan komunitas lokal. Bale Mula ini menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha yang sudah matang dengan pemodal, mitra strategis, marketplace dan peluang investasi.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Bale Mula sebagai “rumah bersama” untuk belajar dan bangkit dari kegagalan, sebagai kontribusi nyata menuju Visi Indonesia Emas 2045,” tukasnya. (ils)

Pantai Kahona Sekaroh, Mutiara Tersembunyi di Selatan Lombok, Kini Terbuka untuk Dunia

0
Pantai Kahona Sekaroh, Mutiara Tersembunyi di Selatan Lombok, Kini Terbuka untuk Dunia
Pantai Kahona Sekaroh Lombok Timur. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meluncurkan destinasi ini pada Sabtu (17/1/2026). (suarantb.com/ist)

SELAMA bertahun-tahun, namanya hanya hidup dalam cerita para nelayan dan bisik-bisik para petualang yang berani menelusuri perairan tersembunyi. Kini, Pantai Kahona di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, secara resmi menyingkap tabirnya.

Seperti mutiara yang ditemukan kembali, pantai berpasir putih di Teluk Dalam itu diluncurkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (17/1/2026), menandai babak baru sebagai destinasi wisata yang siap menyambut dunia.

Perjalanan menuju Kahona kini adalah bagian dari petualangannya. Sebuah jalan baru membelah perbukitan hijau Jerowaru, mengantarkan pengunjung pada sebuah kejutan alam nan asri. Di ujung jalan itu, perpaduan sempurna antara teluk biru yang tenang dan landai dengan bukit-bukit hijau perawan menyapa setiap mata yang memandang.

“Destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih asri. Perpaduan pemandangan bukit-bukit hijau dengan ketenangan Teluk Dalam yang nyaman benar-benar istimewa,” ujar Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, dengan antusias dalam peluncuran tersebut. Ia menyebut kehadiran Kahona sebagai angin segar bagi pariwisata daerah.

Sebelumnya, Kahona adalah simbol keterisolasian yang justru menjadi penjaga keasriannya. Akses darat yang hampir tak mungkin dilewati membuatnya hanya bisa dijangkau lewat jalur laut, biasanya dengan menyewa perahu dari Pantai Pink yang sudah lebih dulu terkenal. Keterpencilan itu telah membentuknya menjadi oasis yang damai.

Nama ‘Kahona’ sendiri sarat makna. Menurut Gusti Abenk, pengurus Gerakan Pemuda Selatan (GPS), ia merupakan singkatan dari ‘Karya Harmonis Nusantara’. Pantai ini kini dikelola secara resmi oleh lembaga GPS tersebut. Untuk menikmatinya, pengunjung dikenai biaya parkir Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp25.000 untuk mobil.

Dari Kota Selong, ibu kota Kabupaten Lombok Timur menuju pantai Kahona dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Yakni menempuh jarak sekitar 40 kilometer.

Kahona bukan destinasi untuk sekadar memandang. Ia mengundang pengunjung untuk mengalami dan merasakan. Aktivitas seperti berenang di teluk yang tenang, memancing di tepian, berkemah di bawah langit berbintang, atau sekadar menikmati matahari terbit menjadi daya tarik utamanya. Kehadirannya semakin memperkaya khazanah pantai indah di Lombok bagian selatan, setelah Pantai Pink, Tanjung Ringgit, Pantai Segui dan sederetan pantai indah lainnya.

Meski telah terbuka, masih ada harapan untuk penyempurnaan. Gusti Abenk menyampaikan aspirasi masyarakat dan pengelola kepada pemerintah. “Harapan kami, pemerintah dapat memperbaiki jalan masuk ke pantai sekitar 300 meter yang masih perlu penataan, serta pengadaan berugak (gazebo) untuk kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Dengan dibukanya akses jalan yang signifikan ini, diharapkan tidak hanya memberikan alternatif destinasi baru bagi wisatawan yang mencari ketenangan di luar jalur mainstream, tetapi juga mampu mendorong geliat ekonomi masyarakat setempat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, baik lokal maupun pendatang, untuk menjadikan Pantai Kahona sebagai pilihan utama berlibur,” ajak Sekda Juaini Taofik, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata yang tersebar di penjuru daerah.

Pantai Kahona Sekaroh kini bukan lagi rahasia. Ia adalah sebuah undangan yang terbuka: menawarkan ketenangan, keasrian, dan pengalaman wisata yang autentik di Lombok Timur. Saatnya menuliskan namanya dalam agenda petualangan berikutnya, ke sudut tenang di Teluk Dalam yang siap menyambut dengan senyum sunyinya. (rus)

Loteng Siapkan Delapan Venue MTQ NTB 2026

0
Sirkuit Mandalika masuk menjadi satu dari delapan venue gelaran MTQ tingkat Provinsi NTB yang diusulkan oleh Pemkab Loteng. (suarantb.com/ist)

Praya (suarantb.com) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bersiap menjadi tuan rumah Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi NTB tahun 2026 ini. Sebanyak delapan venue telah dipersiapkan sebagai lokasi pertandingan ajang dua tahunan tersebut. Salah satunya di Sirkuit Internasional Mandalika yang akan menggelar mata lomba seni dan kaligrafi Islam.

Kabag. Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Loteng, Lalu Musleh, kepada Suara NTB, Minggu (18/1/2026), mengungkapkan, persiapan gelaran MTQ tingkat Provinsi NTB di Loteng terus berjalan. Calon lokasi venue juga sudah dicek kesiapannya. Termasuk Sirkuit Mandalika, juga sudah dicek kesiapannya oleh tim.

Masuknya Sirkuit Mandalika sebagai salah satu venue gelaran MTQ NTB kali ini harapannya bisa mengenalkan aset wisata tersebut secara lebih luas lagi. Para seniman MTQ ini nantinya juga bisa lebih mengeksplor kekayaan pariwisata yang di Sirkuit Mandalika untuk kemudian ditampilkan melalui karya seninya.

“Kita ingin para seniman MTQ bisa mengekplor potensi pariwisata yang ada di Sirkuit Mandalika dan kawasan The Mandalika secara lebih luas melalui karya seninya,” ujar Musleh seraya menambahkan selain Sirkuit Mandalika, kampus Poltekpar Lombok, IPDN serta Masjid Agung Loteng juga dipilih menjadi venue MTQ NTB tahun ini.

Adapun untuk venue utama MTQ, proses pembangunannya saat ini sudah selesai untuk fisik bangunannya. Kini tinggal fokus pada penataaan taman dan halamamnya saja. Diharapkan sudah rampung pengerjaan sebelum bulan Juni mendatang.

Gelaran MTQ NTB tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juni sampai 18 Juni 2026 mendatang. Jadi sebelum itu, venue utama yang akan menjadi tempat pembukaan serta penutupan sudah harus siap. “Soal kesiapan venue utama itu Dinas PUPR yang tangani,” imbuh mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng ini.

Disinggung peserta yang akan hadir, Musleh mengatakan sampai sejauh ini belum bisa dipastikan. Namun jika melihat daftar mata lomba yang dipertandingkan, peserta bersama ofisial yang akan hadir diperkirakan mencapai hingga 1.000 orang. Pihaknya pun saat ini tengah menyiapkan list akomodasi yang bisa digunakan oleh kontingen MTQ dari 10 kabupaten/kota di NTB.

“Soal di mana kafilah peserta MTQ akan menginap itu tergantung daerah masing-masing yang menentukan sesuai dengan kemampuannya. Kita hanya menyiapkan list akomodasi yang bisa tersedia. Dan, yang jelas kita Loteng sudah sangat siap menjadi tuan rumah MTQ NTB tahun 2026 ini,” tegasnya. (kir)

Perputaran Ekonomi di Kawasan TN Gunung Rinjani Melonjak Jadi Rp182 Miliar pada 2025

0
Aktivitas pariwisata dan jasa lingkungan di kawasan TNGR memberikan dampak ekonomi signifikan. (suarantb.com/ist)

Mataram (suarantb.com) — Aktivitas pariwisata dan jasa lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dinilai memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Sepanjang tahun 2025, perputaran uang dari berbagai usaha jasa di kawasan konservasi tersebut tercatat mencapai Rp182,05 miliar.

Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Budhy Kurniawan, mengatakan nilai tersebut berasal dari perputaran ekonomi di sektor jasa porter, pemandu wisata (guide), akomodasi, hingga restoran yang berkembang di lingkar kawasan Rinjani.

“Pada 2025, nilai perputaran uang dari aktivitas jasa di kawasan TNGR mencapai Rp182.053.372.040,” ujar Budhy.

Nilai tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, perputaran ekonomi di kawasan TNGR tercatat sekitar Rp109 miliar, sementara pada 2023 masih berada di kisaran Rp78 miliar.

“Kalau dibandingkan dengan 2023 yang hanya sekitar Rp78 miliar, kenaikannya cukup besar, bisa dibilang mendekati 300 persen. Ini menunjukkan kontribusi ekonomi yang nyata dari aktivitas di kawasan taman nasional,” jelasnya.

Menurut Budhy, peningkatan nilai ekonomi tersebut tidak semata-mata berasal dari kenaikan transaksi, tetapi juga karena semakin berkembangnya ragam usaha jasa di sekitar kawasan konservasi.

“Jasa guide, porter, akomodasi, restoran, semuanya berkembang. Sekarang semakin banyak usaha yang tumbuh di lingkar Taman Nasional Gunung Rinjani, sehingga perputaran uangnya juga meningkat signifikan,” ungkapnya.

Negara mengomersialkan sumber daya alam melalui pengelolaan kawasan konservasi? Budhy menegaskan bahwa pengelolaan taman nasional berbasis pada sistem zonasi dan prinsip konservasi.

“Pengelolaan taman nasional itu bukan mengomersialkan. Basisnya adalah zonasi. Ada zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan, zona tradisional, hingga zona khusus. Pengelolaan kawasan konservasi berlandaskan tiga prinsip, yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan yang dimaksud adalah pemanfaatan jasa lingkungan yang berkelanjutan, salah satunya melalui ekowisata. Pemanfaatan ini berbeda dengan pola pengelolaan di hutan produksi.

“Di kawasan konservasi, pemanfaatan diarahkan pada jasa lingkungan, seperti wisata alam. Ini salah satu bentuk pemanfaatan yang menjamin keberlanjutan kawasan,” katanya.

Aktivitas wisata di TNGR tidak hanya terbatas pada pendakian ke puncak Rinjani. Budhy menyebut, wisata non-pendakian juga terus berkembang, seperti kunjungan ke air terjun, kolam alami, dan objek wisata alam lainnya.

“Pengunjung non-pendakian juga menikmati kawasan, hanya saja tidak menuju puncak atau danau. Tipologinya berbeda, tapi tetap memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, Budhy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan pertumbuhan penduduk di sekitar kawasan, tantangan pengelolaan ke depan semakin kompleks.

“Kami perlu dukungan semua pihak. Di satu sisi, kita harus menjaga kelestarian sumber daya alam karena itu sumber kehidupan. Di sisi lain, kita juga harus terus berinovasi untuk mendiversifikasi mata pencaharian masyarakat,” ujarnya.

Selain jasa wisata, TNGR juga mulai mengembangkan potensi plasma nutfah sebagai sumber pendapatan alternatif masyarakat, salah satunya melalui pengembangan jamur morel, tanaman obat, dan potensi hayati lainnya.

“Jamur morel saat ini sedang dalam tahap penelitian. Ke depan, jika potensinya terbukti, ini bisa menjadi sumber usaha baru bagi masyarakat sekitar. Rinjani kita dorong sebagai sumber plasma nutfah dan bibit,” ungkap Budhy.

Ia menegaskan, pemanfaatan sumber daya hayati di kawasan konservasi tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui tahapan penelitian serta regulasi ketat.

“Dalam konservasi, semua harus melalui proses. Tidak bisa langsung diambil. Kita lakukan penelitian terlebih dahulu untuk memastikan pemanfaatannya tetap menjaga kelestarian kawasan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan konservasi berkelanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat, TN Gunung Rinjani diharapkan tetap menjadi sumber kehidupan sekaligus tetap menjadi destinasi wisata unggulan NTB. (bul)

Astindo NTB Incar Wisatawan Arab Saudi dan India

0
Sahlan M Saleh mendapat mandat dari Ketua Umum DPP Astindo, Pauline Suharno secara resmi, setelah terpilih kembali secara aklamasi pada Musda tahun 2026 di Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (suarantb.com) — Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Nusa Tenggara Barat (NTB) menatap optimistis tahun pariwisata 2026 dengan membidik pasar wisatawan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, serta India. Langkah ini ditempuh sebagai strategi menghadapi dinamika global yang tidak menentu sekaligus menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan ke NTB.

Ketua Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan, untuk pasar baru ini, Arab Saudi memiliki potensi sangat besar. Astindo NTB pun intens menjalin kerja sama dengan mitra di Timur Tengah serta aktif mengikuti pameran dan bursa pariwisata internasional.

“Kami ingin mendorong lebih banyak wisatawan dari Saudi. Kami bekerja sama dengan partner di sana dan mengikuti kegiatan travel di Riyadh, seperti Arabian Travel Market,” jelasnya.

Selain Timur Tengah, pasar India juga mulai dilirik, khususnya segmen menengah ke atas. Meski masih terbatas, Sahlan menilai pasar India memiliki potensi jangka panjang bagi pariwisata NTB.

“India punya segmen wisatawan menengah ke atas yang cukup besar. Ini peluang yang terus kami pelajari dan kembangkan,” pungkasnya.

Sahlan mengemukakan, sepanjang 2025 pihaknya aktif menginisiasi berbagai event untuk meningkatkan permintaan (demand) kunjungan wisatawan ke NTB. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi industri pariwisata dalam mendukung program pemerintah daerah.

“Capaian kami di 2025 salah satunya dengan membuat event-event yang mampu mendorong kunjungan wisatawan ke NTB. Astindo terus aktif sebagai bagian dari industri yang ikut mengembangkan pariwisata daerah,” ujar Sahlan.

Menurutnya, sektor pariwisata sangat rentan terhadap isu global, mulai dari konflik internasional hingga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar seperti yang terjadi saat ini. Namun, justru di situlah kekuatan sebuah destinasi diuji.

“Kehebatan sebuah destinasi adalah ketika tetap bisa mendatangkan wisatawan di saat situasi global tidak baik-baik saja. Karena itu, tahun ini kami tetap menggelar event internasional yang sudah kami launching sejak Desember lalu,” jelasnya.

Astindo NTB juga mendorong strategi penjualan lebih awal (early sales) untuk mengantisipasi berbagai isu global. Beberapa event olahraga dan pariwisata, seperti fun run hingga MotoGP Mandalika, diarahkan untuk dipasarkan lebih dini dengan skema harga khusus.

“Kami berharap dengan penjualan lebih awal, termasuk paket MotoGP, destinasi NTB bisa dipasarkan sejak dini. Ini penting agar kita tidak terlalu terdampak isu-isu global yang berkembang,” kata Sahlan.

Ia menambahkan, pelaku industri pariwisata dituntut adaptif dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga, ketika industri tetap bergerak melalui inovasi seperti virtual tour.

“Dalam kondisi sulit, kita harus bisa survive. Kreativitas dan inovasi menjadi kunci,” tegasnya.

Sepanjang 2025, Astindo NTB mencatat total sekitar 6.200 wisatawan yang datang melalui jaringan agen perjalanan anggotanya. Komposisi kunjungan didominasi wisatawan mancanegara sekitar 60 persen, sementara wisatawan domestik sekitar 40 persen.

“Wisatawan mancanegara masih cukup dominan, terutama dari Eropa. Bahkan kemarin ada charter flight dari Slovakia yang membawa tamu-tamu kelas atas,” ungkap Sahlan.

Memasuki 2026, Astindo NTB menargetkan dapat mendatangkan hingga 10 ribu wisatawan, dengan komposisi kunjungan tetap dijaga pada rasio 60 persen wisatawan mancanegara dan 40 persen domestik.

Dengan strategi pemasaran agresif, kolaborasi internasional, serta inovasi produk wisata, Astindo NTB optimistis pariwisata NTB tetap tumbuh dan kompetitif di tengah tantangan global.

Untuk diketahui, Sahlan M Saleh Sh.,MH kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Astindo NTB pada Musda Astindo NTB, Kamis 15 Januari 2025 di Hotel Golden Palace, Mataram. Musda dihadiri langsung Ketua Umum DPP Astindo, Pauline Suharno. (bul)

Gubernur NTB Dukung Ekonomi Produktif Warga Binaan

0
Gubernur NTB Dukung Ekonomi Produktif Warga Binaan
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal meninjau galeri produk UMKM hasil karya warga binaan lapas di Kampung Pas, Sabtu (17/1/2026). (suarantb.com/ist)

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal meresmikan Galeri Produk Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berlokasi di Kampung Pas, Kota Mataram, Sabtu (17/1/2026).

Peresmian tersebut ditandai dengan peninjauan galeri produk UMKM hasil karya warga binaan lapas dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. Kampung Pas dirancang sebagai ruang kreatif yang memadukan aktivitas ekonomi, kuliner, dan hiburan.

Gubernur mengatakan Kampung Pas merupakan ruang berjualan UMKM dengan konsep santai dan inklusif, dilengkapi hiburan musik langsung yang terbuka untuk masyarakat umum.

“Hari ini kami meresmikan Kampung Pas, tempat UMKM berjualan dengan suasana santai dan live music. Yang paling istimewa, kawasan ini dibangun dan diisi oleh karya warga binaan,” ujar Gubernur.

Kampung Pas merupakan inisiatif Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB yang didukung seluruh kepala lapas se-NTB, dengan melibatkan warga binaan sejak proses pembangunan hingga pengelolaan produk.

Gubernur mengajak masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya menjadikan Kampung Pas sebagai alternatif destinasi rekreasi sekaligus bentuk dukungan terhadap proses pembinaan warga binaan.

“Bagi warga Mataram yang mencari tempat berkumpul dengan suasana nyaman, pilihan kuliner beragam, dan parkir mudah, Kampung Pas bisa menjadi pilihan, sekaligus ikut mendukung pembinaan warga binaan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Kampung Pas menjadi wujud nyata pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan produktif dan bernilai ekonomi, serta bagian dari upaya menyiapkan mereka agar lebih siap kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB serta Plt. Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTB. (r)

Menteri Haji dan Umrah Sebut Kurma KLU Berpotensi Jadi Ekosistem Haji Nasional

0
Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, saat melihat dari dekat kurma yang sedang berbuah di luar musim di Dusun Jugil, Desa Samik Bangkol, Kecamatan Gangga, KLU, Sabtu (17/1/2026). (suarantb.com/ist)

Tanjung (suarantb.com) – Menteri Haji dan Umrah, KH. Muhammad Irfan Yusuf, mengunjungi Kabupaten Lombok Utara (KLU), tepatnya area perkebunan kurma di Dusun Jugil, Desa Samik Bangkol, Kecamatan Gangga, Sabtu (17/1/2026). Baik Menteri Haji dan Umrah maupun Pemda KLU berharap komoditas kurma KLU menjadi bagian dari sistem haji nasional di mana kurma menjadi logistik dalam perjalanan jemaah haji.

Menteri Haji dan Umrah RI, Muhammad Irfan Yusuf dan rombongan meninjau keberadaan perkebunan kurma yang saat ini dikembangkan oleh Ukhuwah Datu Nusantara melalui Sistem/Pola Nyakap. Rombongan Menteri Haji dan Umrah diterima Sekda KLU, Sahabudin, S.Sos., M.Si., serta sejumlah Kepala Dinas.

Irfan Yusuf menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi haji merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong agar kebutuhan jemaah haji, khususnya pangan, dapat dipenuhi dari produk dalam negeri. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan, kurma KLU ke depannya menjadi bagian dari sistem pangan nasional untuk Jemaah Haji asal Indonesia.

“Pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan arahan langsung Bapak Presiden, Prabowo Subianto. Beliau berharap kebutuhan jamaah haji, termasuk konsumsi pangan, dapat dipenuhi dari produk dalam negeri,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan mengadaptasi kemajuan teknologi dan inovasi pertanian, tidak ada hal yang mustahil, termasuk menjadikan kurma dari NTB sebagai bagian dari konsumsi jemaah haji Indonesia di masa depan.

“Tidak mustahil, ke depan kurma asal Lombok Utara dapat menjadi bagian dari konsumsi jemaah haji Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” tegasnya.

Sementara, Sekda KLU Sahabudin, menyatakan kunjungan Menteri Haji dan Umrah ke area kebun kurma tidak sekadar agenda formal. Baginya, kunjungan Menteri Haji dan Umrah menjadi ajang penegasan besarnya potensi kurma sebagai komoditas strategis daerah untuk mendukung sistem pangan nasional.

“Keberadaan Kampung Kurma Gangga membuktikan bahwa tanaman kurma mampu tumbuh produktif di Lombok Utara dan berpeluang menjadi sumber ekonomi baru berbasis agribisnis dan religi,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah pohon kurma yang berbuah secara konsisten sepanjang musim di perkebunan kurma Jugil adalah 30 pohon. Kurma tersebut mampu berbuah dua kali dalam setahun dengan nilai ekonomi yang dinilai cukup menjanjikan. Potensi pendapatan bersih yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi sinyal kuat bahwa kurma bukan sekadar tanaman percobaan, tetapi komoditas serius untuk dikembangkan.

Ia menjelaskan, struktur PDRB KLU masih ditopang sektor pertanian dengan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, durian, vanili, hingga kurma.

” Pembangunan Lombok Utara ke depan diarahkan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui integrasi sektor pertanian, pariwisata, dan perikanan, termasuk membuka peluang keterlibatan dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji,” tandas Sekda. (ari)

1,4 Juta Orang Berkunjung ke KEK Mandalika Selama 2025

0
Dokar Listrik Dino, salah satu atraksi baru untuk wisatawan di KEK Mandalika

Mataram (Suara NTB) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) merilis kunjungan wisatawan di tiga kawasan strategis di Bali, Nusa Tenggara meliputi Nusa Dua di Bali, KEK Mandalika di NTB, dan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan, Di The Nusa Dua, rata-rata tingkat hunian hotel sepanjang 2025 tercatat sebesar 76,93%. Capaian ini diraih di tengah tantangan eksternal berupa penurunan perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat.

Tapi jumlah kunjungan kawasan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5%.

Sementara di KEK Mandalika, tercatat performa okupansi dengan rata-rata tingkat hunian hotel, sepanjang tahun 2025 berada di kisaran 55%. Kinerja tersebut didukung oleh tingginya aktivitas kawasan, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 1,4 juta pengunjung sepanjang tahun.

Puncak okupansi terjadi pada periode Juli hingga Agustus, seiring penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional serta momentum libur sekolah. Lonjakan hunian terjadi secara merata di berbagai kelas hotel, yang mencerminkan kuatnya multiplier effect event terhadap pergerakan wisatawan, sektor pariwisata, dan ekonomi lokal.

Dan Golo Mori mencatat kinerja yang positif. Kunjungan kawasan sepanjang tahun 2025 mencapai 28.406 pengunjung. Realisasi kunjungan Golo Mori melampaui target pada kedua semester 2025, masing-masing mencapai 139% pada Semester I dan 140% pada Semester II.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi aktivasi kawasan yang kian terarah, melalui penyelenggaraan event berskala menengah hingga besar yang mampu mendatangkan jumlah pengunjung lebih tinggi, meski jumlah event yang diselenggarakan lebih terkurasi.

“Ke depan, ITDC berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong length of stay dan visitor spending yang lebih tinggi, serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” demikian Fajar.(bul)

Pertamina Patra Niaga Tambah Lebih Dari 80 Ribu Tabung LPG 3 Kg Periode Libur Panjang Isra Miraj di NTB

0
Tabung LPG 3 Kg

 

Mataram (ekbisntb.com) – Umat muslim di seluruh Indonesia sambut Isra Miraj yang jatuh pada hari ini, jumat, 16 Januari 2026  yang diikuti libur akhir pekan.

Masyarakat akan menikmati libur panjang selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat 16 Januari hingga Minggu 18 Januari 2026. Pada kondisi libur panjang ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus juga memastikan pasokan energi wilayah NTB, baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, selama libur panjang Isra Miraj ini, stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar.

” Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, terutama pada saat libur panjang atau peristiwa khusus, salah satunya libur panjang Isra Miraj ini. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM,” terang Ahad.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah menyiapkan penyaluran fakultatif lebih dari 50 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 88.920 tabung untuk seluruh wilayah NTB.
Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang Isra Miraj sehingga masyarakat dapat menikmat libur panjang kali ini dengan tenang.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, dimana LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu. Serta menggunakan LPG Non Subsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina, disarankan memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135.(bul)