Home Blog Page 752

Seluruh Pembalap MXGP Tiba di Lombok

0
Para pembalap MXGP bersama kru, Kamis kemarin tiba di BIZAM.(ekbisntb.com/kir)

Praya (ekbisntb.com) – Sebanyak total 48 pembalap yang akan mengikuti ajang MXGP di Sirkuit Motocross Selaparang, 29-30 Juni 2024, seluruhnya sudah tiba di Lombok. Rombongan terakhir tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Kamis 27 Juni 2024 siang kemarin. Rombongan disambut dengan kesenian gendang beleq oleh panitia penyelenggara di terminal kedatangan BIZAM.

Rombongan tiba sekitar pukul 14.00 Wita menggunakan pesawat komersil. Usai penyambutan para pembalap beserta kru dan official langsung diarahkan menuju hotel tempatnya menginap menggunakan kendaraan travel. “Kita sudah siapkan kendaraan tersendiri untuk memudahkan para pembalap dan krunya,” terang Project Director PT. Samota Enduro Gemilang (SEG) Diaz Rahma, kepada Ekbis NTB, di terminal BIZAM.

Ia menjelaskan, ada dua kelas yang akan dipertandingkan pada ajang MXGP kali ini. Kelas MX2 yang akan diikuti oleh 22 pembalap. Kemudian kelas utama MXGP dengan totap pembalap sejauh ini sebanyak 24 rider. Kesemuanya pembalap mancanegara. Terbanyak dari Eropa. Seperti Jerman, Inggris. “Termasuk ada juga pembalap Indonesia,” terang Diaz.

Jumlah pembalap itu sendiri masih ada kemungkinan bertambah. Mengingat, penyelenggara MXGP sendiri telah menyiapkan slot bagi pembalap lokal maupun nasional untuk bisa ikut bertanding melalui jalur wild card. Masing-masing lima riders untuk setiap kelasnya.

Penentuan siapa pembalap yang akan ikut melalui jalur wild card itu sendiri diserahkan keputusan kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB. “Jadi berapa tambahan pembalap dari jalur wild card masih kita tunggu informasinya dari IMI NTB. Karena memang IMI NTB kita berikan kewenangan untuk menentukan siapa pembalap yang akan diikutkan pada ajang MXGP kali ini,”ujarnya.

Pemberian slot melalui jalur wild card tersebut sudah disetujui penyelenggara MXGP. Untuk memberikan kesempatan bagi pembalap local maupun nasional ikut bertanding diajang balap dunia. Bersaing dengan pembalap-pembalap dunia yang lainnya.

“Dengan fasilitas wild card ini, pembalap lokal maupun nasional kita memperoleh kesempatan sekaligus pengalaman bertanding diajang kejuaraan motocross tingkat dunia. Ini juga alasan kenapa MXGP penting diselenggarakan di daerah ini,” imbuh Diaz.

Lebih lanjut para pembalap sendiri direncanakan sudah mulai menggelar uji coba Jumat besok (hari ini,red). Bahkan, para kru dari beberapa tim yang sudah datang lebih dulu hari ini (Kamis kemarin) sudah mulai mempersiapkan sepeda motor yang akan digunakan para pembalap di balapan utamannya nantinya. (kir)

Artikel lainnya….

Jadi Objek Wisata, Museum Negeri NTB Dorong Situs Wadu Pa’a Diperhatikan

Kunjungan ke Museum Meningkat, Target PAD Terealisasi Lebih 100 Persen

Penerimaan Pajak di NTB Mencapai Rp1,49 Triliun

Jadi Objek Wisata, Museum Negeri NTB Dorong Situs Wadu Pa’a Diperhatikan

0
Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam dan jajaran saat mengunjungi Situs Wadu Pa’a di Kota Bima belum lama ini. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Kabupaten Bima memiliki situs peninggalan sejarah yang menjadi bukti adanya peradaban masyarakat yang menganut agama Hindu dan Buddha, yakni situs Wadu Pa’a. Situs yang berlokasi di Desa Kanta, Kecamatan Soromandi, atau tepatnya sekitar 43 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Bima.

Dari kunjungan yang dilakukan jajaran Museum Negeri NTB ke situs ini awal pekan ini, seperti disampaikan Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., menunjukkan situs Wadu Pa’a membutuhkan perhatian serius dari jajaran pemerintah daerah dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang berkantor pusat di Denpasar, Bali.

‘’Selain melakukan sosialisasi ke sekolah, kita juga mencari situs-situs punya nilai sejarah dan nilai budaya. Dan itu kita ekspose melalui kanal YouTube kita. Selain itu, kita memilih sekolah perbatasan yang juga berdekatan dengan situs bersejarah,’’ ujarnya pada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis 27 Juni 2024.

Dijelaskannya, situs Wadu Pa’a adalah situs yang termasuk cagar budaya dan. Situs itu, terangnya, menunjukkan di lereng tebing yang ada di Teluk Bima, sudah ada gambaran kehidupan masyarakat pada abad ke 7 memeluk agama Hindu dan Buddha secara berdampingan.

Tempat peribadatan kedua agama ini adalah dengan memahat tebing. Dari hasil pahatan itu, kemudian ada patung Dewa Siwa dan Patung Buddha yang menjadi tujuan umat Hindu dan Buddha saat itu beribadat. ‘’Kita dorong pemerintah daerah mau melestarikannya dengan cara memperbaiki fasilitas atau menempatkan penjaga yang merawat situs. Meski ada penjagaan dan perawatan terhadap situs ini, harus dilakukan berkelanjutan dan tidak sekali saja,’’ ujarnya.

Diakuinya, situs tersebut sangat layak menjadi tempat pariwisata dengan tema pariwisata berbasis kebudayaan dan sejarah, sehingga masyarakat bisa menghargai peninggalan nenek moyang di masa lampau.

Disinggung mengenai intervensi museum terhadap situs ini, Ahmad Nuralam mengakui, pihaknya hanya membantu mempromosikan lewat media sosial. Sementara yang punya kewenangan adalah Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Bali Nusa Tenggara.

‘’Kita berharap di NTB ada Balai Pelestarian ini, sehingga mampu memperhatikan masalah peninggalan sejarah yang ada di NTB. Terus yang berikutnya kita dorong agar pemerintah daerah memberikan intevensi terhadap situs tersebut, karena kami tidak bisa terjun langsung karena kewenangan, tugas berbeda. Dan sudah ada yang mengerjakan,’’ jelasnya.

Dikutip dari Wikipedia, Situs Wadu Pa’a atau Batu Pahat merupakan salah satu situs candi tebing yang berada di Kota Bima. Situs Wadu Pa’a merupakan salah satu situs yang menjadi penanda keberadaan ajaran Hindu serta Buddha di Bima. Situs Wadu Pa’a memiliki berbagai arca, prasasti, serta relief yang menjadi bukti penyebaran ajaran Buddha sekaligus Hindu di Pulau Sumbawa. (ham)

Artikel lainnya….

Kunjungan ke Museum Meningkat, Target PAD Terealisasi Lebih 100 Persen

Penerimaan Pajak di NTB Mencapai Rp1,49 Triliun

Antisipasi Dampak Kekeringan, Kementan Bantu 5.100 Pompa Air untuk Petani NTB

Kunjungan ke Museum Meningkat, Target PAD Terealisasi Lebih 100 Persen

0
Ahmad Nuralam (ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Adanya surat edaran ke sekolah mengenai larangan siswa kelas akhir berwisata sedikit berpengaruh terhadap kunjungan ke Museum Negeri NTB. Hingga pertengahan tahun 2024 ini, jumlah pengunjung ke Museum Negeri NTB tercatat sebanyak 25.000 orang. Tidak hanya itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar Rp77.900.000, realisasinya sudah 100 persen.

‘’Target PAD yang ditetapkan Pemprov NTB melalui Bappenda sebanyak Rp77.900.000 juta. Per tanggal 27 Juni 2024, realisasi PAD sudah mencapai 100 persen. Ini juga melihat tren positif, tahun 2023 pada pertengahan tahun target juga terpenuhi 100 persen,’’ ujar Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., di ruang kerjanya, Kamis 27 Juni 2024.

Tercapainya target ini, ungkapnya, menunjukkan kunjungan ke Museum Negeri NTB cukup tinggi. Hal ini dilakukan, karena rebranding terhadap museum yang sudah dilakukan. Pihaknya mengharapkan pengunjung yang datang ke museum senang dan menjadi alternatif tujuan wisata di NTB.

‘’Terus kita menjaga fasilitas, menjaga kebersihan, tetap menambah item-item yang bisa membuat kunjungan menjadi bagus dengan cara membuat aviari di taman, kolam ikan hias. Tujuannya nanti pengunjung yang lebih banyak anak TK/SD tertarik datang ke museum. Itu re-branding yang kita lakukan, sehinga membuat pengunjung naik. Dan kita juga melakukan museum masuk sekolah. Kita memilih sekolah-sekolah yang perbatasan dan terjauh,’’ terangnya.

Belum lama ini, tambahnya, pihaknya membuat program Museum Goes to Bima dengan mendatangi sekolah dan situs peninggalan sejarah di Kota Bima. Pihaknya mendatangi SMPN 10 Kota Bima di Kecamatan Asakota dan mensosialisasikan mengenai museum dan benda-benda bersejarah. Hal ini merupakan cara museum melakukan branding pada masyarakat.

‘’Museum juga melakukan kunjungan ke Sekolah Satu Atap di Praya Barat Daya, perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah. Ini juga kita datangi. Setelah didatangi, mereka semangat untuk berkunjung ke museum. Mungkin nanti kita membuat program kunjungan museum ke Sambelia,’’ tambahnya.

Alasan memilih sekolah di pelosok dan perbatasan daerah setelah didasari hasil rapat dengan pihak museum terkait pemerataan informasi, karena akses informasi untuk daerah terpencil, pinggiran terhadap museum agak susah.

‘’Itu cara kita memberikan pemerataan. Kegiatan kita juga dengan memilih sampel-sampel dengan standar tadi. Dan experience itu memberikan semangat bagi rekan-rekan museum yang belum pernah pergi jauh. Jadi dengan segala keterbatasan kita naik gunung atau melewati medan yang menantang. Itu memberikan semacam pengalaman sendiri,’’ ujarnya. (ham)

Penerimaan Pajak di NTB Mencapai Rp1,49 Triliun

0
Samingun(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Penerimaan pajak di Provinsi NTB pada periode Januari hingga Mei 2024 tumbuh positif sebesar Rp 1,49 triliun atau 34,23% dari target sampai dengan akhir tahun 2024 yaitu Rp 4,35 triliun.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara, Samingun di Kantor Dirjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Kamis 27 Juni 2024.

Wilayah Kerja Kanwil DJP Nusa Tenggara adalah Provinsi NTB dan NTT. Pada Provinsi NTB, terdapat 5 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan 4 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).

Samingun menambahkan, penerimaan pajak per jenis pajak untuk periode tersebut didominasi dari penerimaan Pajak Penghasilan dengan capaian sebesar Rp 1,1 triliun dengan peranan 46,09% dari target Rp 2,3 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan positif 35,95%. Diantaranya peningkatan pada jenis pajak penghasilan pasal 23 dengan pertumbuhan neto 30,69%.

Untuk penerimaan pajak berdasarkan sektor usaha, mayoritas sektor utama di Provinsi NTB mengalami pertumbuhan positif. Sektor usaha yang penerimaannya paling tinggi yaitu berada pada sektor Administrasi Pemerintahan dengan penerimaan pajak Rp 392,90 miliar dengan peranan 26,4%.

Disusul sektor Perdagangan sebesar Rp 214,95 miliar dengan peranan 14,44%. Selanjutnya, sektor yang menduduki peringkat ketiga pada penerimaan pajak di Provinsi NTB yaitu Sektor Jasa Keuangan sebesar Rp 196,69 miliar dengan peranan 13,22%.

Selain itu, Samingun juga menyampaikan tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan Pajak 2023 di Provinsi NTB.

Pada tahun 2024, sampai dengan 30 Mei 2024, tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan Pajak 2023 di Provinsi NTB telah mencapai 202.226 Wajib Pajak yang tumbuh positif 11,72% dengan detail Pelaporan Kepatuhan SPT Tahunan 14.346 Wajib Pajak Badan dan 187.880 Wajib Pajak Orang Pribadi.(bul)

Antisipasi Dampak Kekeringan, Kementan Bantu 5.100 Pompa Air untuk Petani NTB

0
Muhammad Taufieq Hidayat(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Kementerian Pertanian menurunkan bantuan sebanyak 5.100 unit pompa air kepada petani di Provinsi NTB untuk menjaga eksistensi produksi pangan, ditengah ancaman kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, M. Taufieq di Mataram, Kamis 27 Juni 2024 mengatakan, pemerintah pusat sangat fokus mendukung produksi pangan di daerah-daerah sentra produksi pangan nasional, salah satunya Provinsi NTB.

Bantuan pompa air ini sudah dan sedang didistribusikan ke masing-masing kelompok tani di kabupaten/kota.

Sebanyak 5.100 pompa air ini, disebut dapat mengairi seluas 51.000 hektar lahan. Dengan perhitungan 1 pompa air dapat mengalirkan air untuk 10 hektar.

“Sudah terdistribusi ke seluruh kabupaten/kota. Ada juga yang airnya sudah mengalir,” katanya.

Diturunkannya bantuan pompa air ini, kata Taufieq, diharapkan dapat menambah indeks pertanian. Artinya, daerah-daerah yang sebelumnya hanya bisa ditanam sekali, dengan aliran air menggunakan pompa air, lahan dimaksud dapat ditanami kembali lebih dari satu kali.

“Dengan adanya pompa air ini, bisa tanam dua kali, bahkan sampai tiga kali. Terutama di daerah-daerah tadah hujan. Dengan memanfaatkan sisa air di waduk, atau aliran-aliran air, bisa dinaikkan ke lahan pertaniannya,” tambahnya.

Selain pompa air, papar Taufieq, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan irigasi perpompaan. Dimana, bantuan diberikan langsung kepada kelompok tani senilai Rp112.8 juta per kelompok tani.

Bantuan ini digunakan kelompok tani untuk pembelian pompa, selang, rumah pompa, dan bak air. Total satu paket bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengairan untuk seluas 20 hektar.

“Dananya masuk ke rekening kelompok, petani yang langsung belanja alat – alatnya. Sudah mulai didistribusikan dan sudah ada kelompok-kelompok tani yang belanja,” ujarnya.

Dengan bantuan pompanisasi ini, lanjut Taufiq, Pemprov NTB meyakini produksi pangan tahun ini dapat dipenuhi sesuai target, bahkan terlampaui. Tahun 2023 lalu, target produksi padi NTB sebesar 1,3 juta ton. Terlampaui sebesar 1,5 juta ton.

Tahun 2024 ini juga targetnya 1,3 juta ton. Diyakini akan terlampaui dari target produksi padi yang sudah ditetapkan.(bul)

177.312 Ekor Lobster Hidup Dikirim ke Luar NTB

0
Pemeriksaan lobster oleh petugas dari Balai Karantina, sebelum dilakukan pengiriman ke luar (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Balai Karantina NTB mencatat, sebanyak 177.312 ekor lobster hidup sudah dikirim ke luar NTB, baik domestik, maupun manca negara.

Jumlah ini tercatat selama periode Januari hingga Mei 2024. Dengan rincian, sebanyak 159.097 ekor dikirim antar daerah dengan frekuensi pengiriman sebanyak 977 kali. dan 18.215 ekor dikirim ke luar negeri dengan frekuensi ekspor sebanyak 53 kali.

Pada Bulan Mei 2024, sebanyak 3.520 ekor benih lobster dikirim ke luar daerah. Sementara itu, hingga Mei 2024, belum terdapat adanya aktivitas pengiriman benih lobster dari NTB ke luar negeri.

Agus Mugiyanto, Kepala Karantina NTB di Mataram, Kamis 27 Juni 2024 menegaskan, NTB memiliki kans yang cukup besar dalam pasar ekspor komoditas perikanan. Salah satunya dapat dilihat melalui rutinnya produk perikanan seperti lobster, rajungan dan kepiting dilalulintaskan baik untuk ekspor atau domestik (antar area).

Untuk dilalulintaskan, menurutnya terdapat beberapa persyaratan yang perlu diikuti sesuai dengan Permen-KP No.7 Tahun 2024 tentang pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan. Misalnya untuk lobster, lobster harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya tidak dalam kondisi bertelur dan tidak dibawah ukuran. Untuk jenis lobster mutiara hidup harus memiliki panjang karapas di atas 8 cm atau berat di atas 200 gr.

Selain itu, untuk memberikan jaminan bahwa lobster layak dan aman untuk dilalulintaskan, maka pemeriksaan fisik, seperti kesesuaian jenis, jumlah dan ukuran harus dilakukan dengan mengacu pada dokumen yang menyertainya. lobster juga perlu menjalani pengujian laboratorium guna memastikan tidak ditemukan HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina) yaitu White spot syndrome virus (WSSV).

“Dan produk akhir yang diterbitkan oleh Karantina, apabila lobster telah dinyatakan sehat dan bebas dari HPIK adalah sertifikat Karantina,” demikian Agus.(bul)

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Jadi Rp1,350 Juta Per Gram

0
Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis pagi, anjlok sebesar Rp11.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.350.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.361.000 per gram pada Rabu 26 Juni 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Kamis, yakni sebesar Rp1.220.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Kamis 37 Juni 2024:

– Harga emas 0,5 gram: Rp725.000
– Harga emas 1 gram: Rp1.350.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.640.000
– Harga emas 3 gram: Rp3.935.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.525.000
– Harga emas 10 gram: Rp12.995.000
– Harga emas 25 gram: Rp32.362.000
– Harga emas 50 gram: Rp64.645.000
– Harga emas 100 gram: Rp129.212.000
– Harga emas 250 gram: Rp322.765.000
– Harga emas 500 gram: Rp645.320.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.290.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(Ant)

Pegadaian Cabang Praya Serahkan Bantuan Renovasi Pura Peninjaoan Bukit Sari Batu Layar

0
Foto bersama antara Pemimpin Kantor Pegadaian Cabang Praya, Wayan Suartika dengan tokoh agama dan masyarakat saat penyerahan bantuan renovasi Pura Peninjaoan Bukit Sari, Batu Layar. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – PT Pegadaian Cabang Praya menyerahkan bantuan bina lingkungan untuk Renovasi Pura Peninjaoan Bukit Sari, Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Penyaluran bantuan itu dilakukan oleh Pemimpin Kantor Pegadaian Cabang Praya, Rabu, 26 Juni 2024 sore. Penyerahan bantuan itu sebagai wujud kepedulian sosial Pegadaian Cabang Praya.

Pada kegiatan penyerahan bantuan tersebut, turut hadir Wayan Suartika selaku Pemimpin Kantor Pegadaian Cabang Praya. Ia menyerahkan langsung bantuan itu kepada masyarakat dan tokoh agama. Pihaknya berharap, bantuan ini dapat membantu renovasi Pura.

Pemimpin Kantor Pegadaian Cabang Praya, Wayan Suartika menyerahkan bantuan bina lingkungan kepada tokoh agama dan masyarakat untuk renovasi Pura Peninjaoan Bukit Sari, Batu Layar. (ekbisntb.com/ist)

“Dengan diberikannya bantuan bina lingkungan tersebut dapat membantu kegiatan renovasi di area seputaran Pura tersebut,” harap Wayan Suartika.Masyarakat dan tokoh agama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pegadaian, serta mendoakan Pegadaian selalu tumbuh dan berkembang dan menjadi satu-satunya lembaga keungan milik pemerintah yang dipilih oleh masyarakat.

Penyerahan bantuan bina lingkungan dari Pegadaian itu dilakukan secara simbolis dengan disaksikan oleh tokoh agama dan masyarakat. Kegiatan itu diakhiri dengan foto bersama antara Wayan Suartika selaku Pemimpin Kantor Pegadaian Cabang Praya dengan tokoh agama dan masyarakat Pura Peninjaoan Bukit Sari, Batu Layar. (r)

Investor Pasar Modal Tembus 13 Juta

0
PT Bursa Efek Indonesia (BEI)(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia sudah lampaui 13 juta single investor identification (SID) dengan pertumbuhan lebih dari 863 ribu SID baru di sepanjang tahun 2024. Sementara itu jumlah investor saham Indonesia telah mencapai 5,7 juta SID.

Berbagai kegiatan edukasi dan promosi yang dilakukan oleh BEI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bekerja sama dengan berbagai komunitas, hingga pengenalan aplikasi IDX Mobile sebagai referensi dalam berinvestasi telah menjadi pendorong signifikan dalam pertumbuhan jumlah investor Pasar Modal Indonesia.

Dari Januari hingga Mei 2024, terdapat 6.211 kegiatan edukasi pasar modal yang diikuti oleh lebih dari 5,8 juta peserta di seluruh Indonesia. Masifnya kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi BEI bersama OJK, Self-Regulatory Organization (SRO), Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, komunitas pasar modal, sekaligus stakeholders lainnya, termasuk Galeri Investasi BEI yang per 20 Juni 2024 telah berjumlah 904 Galeri Investasi BEI.

Beberapa kegiatan edukasi dan promosi telah dilakukan dalam bentuk kolaborasi bersama dengan OJK yaitu bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta Komunitas Bundaku (Ibu Anak Keluarga) Cakap Keuangan.

Beberapa kegiatan juga telah dilakukan dengan berkolaborasi dengan komunitas yaitu dengan Komunitas Pokemon, ASKI (Asosiasi Seni Beladiri Karate Indonesia), Puteri Indonesia, hingga kepada Timnas Indonesia U-20 dan PSSI.

Selain itu, Program Duta Pasar Modal juga menyumbang pertumbuhan jumlah investor baru saham dan pasar modal Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat Indonesia secara langsung dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dan pasar modal.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 15 Februari 2023 hingga saat ini, sebanyak 2,9 juta peserta telah teredukasi melalui 5.460 kegiatan yang melibatkan 2.881 Duta Pasar Modal.

Sosialisasi dan edukasi juga dilakukan melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal yang senantiasa didukung oleh Anggota Bursa dan Manajer Investasi, baik secara langsung ataupun melalui kerja sama pendirian Galeri Investasi BEI.

Selain itu metode sosialisasi dan edukasi lainnya juga turut dilakukan, di antaranya melalui penyelenggaraan kompetisi olahraga seperti Chess Competition bersama IDX Channel, hingga pengenalan pasar modal melalui IDX Mobile.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, menyatakan, BEI terus mendorong penggunaan IDX Mobile untuk meningkatkan literasi mengenai pasar modal Indonesia.

“Saat ini, dari 5,7 juta investor saham, sebagian besar sudah memiliki aplikasi online trading. Tentu saja aplikasi tersebut memiliki kelengkapan dan kompleksitasnya masing-masing, mungkin ada yang kompleks tapi ada juga yang masih dasar, sehingga investor butuh informasi tambahan dengan mengunduh IDX Mobile,” kata Jeffrey.

Hingga 31 Mei 2024, jumlah pengguna IDX Mobile telah mencapai 154.883, naik sebesar 47% sejak 31 Desember 2023. Sejak awal tahun, rata-rata jumlah pengguna yang dihasilkan setiap hari mencapai 306 pengguna.

Sementara itu, menurut Kepala Kantor BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, jumlah investor pasar modal di NTB sebanyak 138,010 SID per Mei 2024.(bul)

Krisis Air Masih Tanpa Solusi, Perhotelan di Gili Terawangan Mode ‘’Defense’’, Menunggu Saatnya Tutup Usaha

0
Salah seorang penjual cinderamata sedang melayani wisatawan yang akan meninggalkan Gili Trawangan. Sekarang ini, Gili Trawangan dihadapkan dengan krisis air bersih. (ekbisntb.com/ist)

Tanjung (ekbisntb.com) – Krisis air bersih hingga hari ke 4 pasca putus distribusi oleh PDAM Amerta Dayan Gunung, masih belum menemukan solusi. Hotel-hotel pun terpaksa menerapkan mode defensif (bertahan), namun sembari menunggu masanya untuk tutup usaha.

Hingga Rabu 26 Juni 2024, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum mengambil keputusan solutif di luar ketergantungan pada MoU Persuda milik daerah – PDAM dengan PT. TCN. Kendati demikian, upaya dikabarkan sedang dilakukan. Dimana, Bupati, Manajemen PDAM beserta beberapa Kepala OPD berangkat ke Bali.

“Kami mendapat info kalau Pak Bupati, didampingi PDAM, Kadis Perhubungan, Kepala Bappeda, Dinas PUPR dan Manajemen TCN sedang di Bali. Kita doakan, lobi ke PSDKP Benoa di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, memberi lampu hijau untuk beroperasi,” ungkap Ketua Komisi II Bidang Pariwisata dan Ekonomi – DPRD KLU, Hakamah, S.KH., kemarin.

DPRD ikut prihatin dengan kondisi krisis air yang menimpa masyarakat dan pengusaha. Lambatnya pengambilan keputusan Pemda, membuat masalah ini terus berlarut. Sebagai kebutuhan dasar, ketiadaan air bersih berdampak langsung terhadap hidup matinya usaha pariwisata.

Sementara, Ketua PHRI Lombok Utara sekaligus Ketua Gili Hotel’s Association (GHA), Lalu Kusnawan, mengamini dampak buruk yang dihadapi para pengusaha pariwisata akibat tidak adanya suplai air dari PDAM. Harga air mulai melambung.

“Sekarang ini harga air galon naik menjadi Rp 35 ribu. Air kemasan kotak juga naik antara Rp 100 ribu, sampai Rp 150 ribu, tergantung ongkos angkut,” ujar Kusnawan.

Ia mengajak semua pihak agar menyamakan persepsi agar solusi jangka pendek dapat dihadirkan pemerintah. Ancaman banyaknya wisatawan yang akan kembali dari Gili Trawangan, untuk sementara dapat ditanggulangi. Namun mengantisipasi kondisi krisis yang terus menerus terjadi, pada akhirnya akan memaksa para pengusaha untuk menutup usahanya.

“Mulanya banyak tamu yang akan kembali, tetapi kita sikapi dengan saling bantu antar hotel. Komplain di satu hotel ditanggulangi dengan mengoper tamu ke hotel lain,” ujarnya.

Upaya defensif yang diterapkan oleh pengusaha hotel dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya,. mencampur air sumur payau dengan air laut. Semata-mata dilakukan agar tamu tidak pergi dan hotel dapat beroperasi.

“Beberapa hotel bahkan mempertaruhkan mesin dan peralatannya hanya untuk bertahan. Water heater misalnya, yang sejatinya tidak boleh kena air payau, terpaksa digunakan,” ucapnya.

GM Hotel Wilson’s Retreat ini bersyukur, antar manajemen hotel rata-rata kompak untuk saling bantu menampung keluhan tamu. Meski Pemda dinilai lambat, namun GHA melihat kondisi krisis air ini secara positif.

“Bahwa beban ini bukan hanya tanggung jawab Pemda tetapi semua, lebih-lebih manajemen juga perlu memberi makan banyak karyawan. Kami sudah trauma dengan 2 kejadian sebelumnya, yaitu Gempa dan Covid. Sehingga dengan kondisi ini, kami mencoba bertahan.”

“Iya, kami saling bantu, sampai sejauh kami bisa bertahan, sampai titik darah penghabisan. Tidak tahu untuk berapa lama. Kalau pun kondisi ini berlama-lama, maka kami harus tutup walaupun kami tahu risikonya sangat besar,” cetusnya.

Lebih lanjut, Kusnawan menyatakan pihaknya tidak ingin terjebak pada perdebatan sebab akibat beroperasinya TCN terhadap dampak lingkungan. Sebab manajemen hotel dan masyarakat, berkontrak dengan PDAM, bukan dengan TCN.

“Terlepas dari TCN TCU, TCD, kami berkontrak dengan PDAM. Apakah benar PDAM atau Pemda mau merusak? Dan, kalaupun terjadi kerusakan, apakah benar akibat ekses atau saat konstruksi TCN,” tanyanya.

Ia mengingat pula, bahwa pada 13 Juni lalu, telah dipaparkan bahwa dinamika yang terpublish bukan akibat dari pada hasil buangan air laut, melainkan pengeboran yang dilakukan perusahaan. Di saat bersamaan, PDAM sendiri mengatakan semua limbah akan dibersihkan. Begitu pun instansi lain yang hadir, komitmen lingkungan harus dijaga dengan proses pemulihan kembali.

Artinya bagi Kusnawan, akar masalah telah disanggupi untuk diselesaikan sehingga krisis air saat ini harusnya bisa dibijaksanai. “Saat alam Gili Trawangan ini rusak, maka apa yang menjadi daya tarik?Tidak ada.”

“Cuma kembali lagi, air ini kebutuhan orang banyak. Ibarat kata, hatta sebuah pohon itu melindungi, tetapi dengan menebangnya menyelamatkan orang banyak, maka tidak ada pilihan lain. Bagaimanapun, harus ada trust juga kepada pemerintah dilihat dari solusi atas sebuah permasalahan,’’ sarannya. (ari)