Friday, April 3, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 736

Sekolah dan Pemerintahan Belajar Cinta Produk Lokal di NTB Mall

0
sejumlah murid SD yang belajar di NTB Mall komplek Islamic Center(Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB)-NTB Mall sebagai pusat penjualan produk-produk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dijadikan destinasi belajar. Tidak hanya sekolah, pemerintah daerah luar NTB dan lembagapun melakukan hal yang sama, belajar di NTB Mall.

NTB Mall adalah pusat penjualan produk UKKM ekraf, kuliner hingga fesyen. Tidak sekedar sebagai tempat pemasaran, NTB Mall berkembang menjadi pusat edukasi produk lokal.

“Sekarang sekolah-sekolah menjadikan NTB Mall pusat edukasi, kita mengawal bagaimana masyarakat punya kecintaan terhadap produk lokal. Itu juga kita ingin anak-anak sekolah bisa cinta produk lokal,” ujar Pengelola NTB Mall, Kepala UPTD BP3UD Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Afghan, Rabu 22 Mei 2024.

Sejumlah sekolah yang dicatat berkunjung belajar di NTB Mall diantaranya, SD ABATA, SD IT SAMAWA CENDIKIA, SD IT ANAK SHOLEH, SD IT AL FALAH TAMAN SARI AMPENAN, SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG, SMP IT SAYANG IBU.

Di NTB Mall, murid dan siswa sekolah mengenal kegiatan jual beli dan fungsi alat pembayaran yang sah. Belajar estimasi jumlah uang yang dimiliki dan belanjanya. Mengenal produk-produk NTB khususnya agar dari kecil mencintai produk daerahnya sendiri. Memberikan inspirasi dan dorongan anak untuk mengasah bakatnya sebagai pengusaha. Serta belajar antre dan menghargai kepentingan orang lain.

Selain dari sekolah-sekolah, ada juga kunjungan dari beberapa daerah luar NTB. Mereka yang datang juga untuk melakukan studi tiru pemberdayaan UMKM yang ada di NTB. Diantara daerah yang sudah datang belajar ke NTB Mall adalah Kabupaten Sleman-DIY study tiru, Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara studi tiru, Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan Timur studi lapangan.

“Mereka juga ingin mengetahui fungsi pemerintah sebagai fasilitator. Termasuk juga ada BPS pusat juga datang terkait data yang ditampilkan NTB Mall, bagaimana transaksi perdagangan itu tertuang sebagai sebuah data,” terangnya.

Sementara itu, jika melihat perkembangan NTB Mall saat ini dari progressnya on the track sampai dengan Mei 2024. Apalagi sekarang banyak pesanan UMKM dan sebaran UMKMnya juga semakin banyak. Artinya tidak hanya UMKM itu-itu saja tampil, tapi banyak UMKM yang terlibat dalam pemasaran produk produk itu.

“Insya allah UMKM banyak pendapatan dari semua penjualan di NTB Mall. Ditambah banyak kegiatan di NTB juga mendongkrak penjualan produk UMKM,” tandasnya.(bul)

Sejak 2013, BTPN Syariah Berdayakan 71 Ribu Perempuan Pra Sejahtera di Lombok

0
Ainul Yaqin- Corporate & Marketing Communication Head Bank BTPN Syariah menyampaikan paparan tentang pemberdayaan perempuan pra Sejahtera, khususnya di Lombok. (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB)- BTPN Syariah memberdayakan sebanyak 71 ribu perempuan pra sejahtera sejak hadir di Pulau Lombok, tahun 2013 lalu.

BTPN Syariah yang didirikan sejak tahun 2010 dan diluncurkan tahun 2011 adalah bank syariah di Indonesia yang berkomitmen untuk memberdayakan perempuan. Dalam konteks ini, “berdaya” mengacu pada memberikan kesempatan, dukungan, dan akses kepada perempuan agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekonomi dan sosial.
Bank ini memiliki program-program khusus yang mendukung perempuan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan keuangan, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan. Ainul Yaqin- Corporate & Marketing Communication Head Bank BTPN Syariah, didampingi Ulfa Mariyana, Kepala Pembiayaan Area Lombok dan Madura saat melakukan kunjungan nasabah di Lombok, Selasa 22 Mei 2024 menjelaskan, sejak awal berdiri, BTPN Syariah telah memilih masyarakat inklusi atau segmen ultra mikro untuk menciptakan kesempatan tumbuh bersama demi mewujudkan hidup yang lebih berarti sesuai visi dan misi BTPN Syariah.
Menurutnya, BTPN Syariah sengaja memilih perempuan sebagai target market.
“Karena BTPN Syariah percaya bila perempuan berdaya, maka keluarga pasti berdaya. Masyarakat berdaya, maka bangsa dan negara juga akan berdaya,” ujarnya.
BTPN Syariah juga tetap menjalankan fungsi perbankan dengan menghimpun dana dari masyarakat sejahtera dan 100% dananya disalurkan untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera. Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah memberikan empat akses sekaligus berupa akses keuangan, ilmu pengetahuan, suplai barang, dan pasar .
Sementara itu, BTPN Syariah sudah hadir di Lombok sejak tahun 2013. Hingga kuartal I 2024, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar kurang lebih Rp231,86 miliar kepada 71 ribu nasabah di 5.925 sentra yang tersebar di 48 kecamatan di Lombok.
Perempuan-perempuan nasabah BTPN Syariah di Lombok menurutnya memiliki usaha yang cukup beragam, mulai dari perdagangan, pertanian, produksi kerajinan khas daerah, dan nelayan. Dari modal yang diberikan mulai dari Rp1 juta, hingga Rp100 juta maksimal.
“Yang lebih dari BTPN Syariah adalah tidak saja nasabah mendapatkan kemudahan pembiayaan, nasabah rutin mendapatkan pelatihan dari Community Officer setiap dua minggu sekali melalui pertemuan rutin sentra atau kumpulan agar usahanya semakin berkembang atau mendapatkan ide usaha baru,” ujarnya.
Tak hanya dengan Community Officer, BTPN Syariah juga melibatkan lebih banyak pihak, khususnya mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat inklusi melalui program Bestee.
BTPN Syariah memahami bahwa pendampingan merupakan kunci dalam melayani masyarakat inklusi
Melalui program Bestee, BTPN Syariah turut melibatkan mahasiswa dalam mendampingi dan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan nasabah . Tujuan program pendampingan ini memberikan literasi terkait kewirausahaan guna pengembangan wawasan nasabah, sehingga berdampak pada pengembangan usaha nasabah
Dalam aktivitasnya nasabah diberikan materi dan praktik yang tepat sesuai kebutuhan nasabah sehingga mampu mengatasi berbagi kendala dan tantangan dalam mengembangkan usahanya . Selain itu pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada nasabah sehingga usaha nasabah lebih mengalami perubahan dan berkelanjutan

Hingga kuartal I 2024, secara nasional terdapat 61 ibu-ibu nasabah yang mendapatkan pendampingan dari 3.168 mahasiswa dalam memajukan usahanya di lebih dari 959 kecamatan di Indonesia.(bul)

Ichsanul Wathoni Ditunjuk jadi Plh. Direktur Utama PT. GNE

0
Ihsanul Wathony dan Ahmad Jaelani (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Ihsanul Wathony , Direktur Operasional PT. Gerbang NTB Emas (GNE) ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama BUMD ini, pasca penetapan tersangka kepada Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi dan Direktur Utama PT Berkah Air Laut (BAL) Wiliam Jhon Matheson, dalam kasus pengeboran air di Gili Trawangan Senin 20 Mei 2024.

Penunjukan Ichan melalui keputusan rapat Direksi dan Komisaris dan persetujuan pemegang saham (Pemprov NTB). Ichan dihubungi, Jumat 24 Mei 2024 menegaskan, penunjukannya sebagai Plh. Dirut PT. GNE hanya untuk mengawal masa jabatan Dirut PT. GNE yang saat ini akan berakhir.

“Plh hanya mengantar sampai RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada Juni nanti. Status Plh itu tidak melakukan kebijakan strategis apapun,” katanya.

Meski ada penetapan tersangka kepada Dirut PT. GNE, menurutnya, operasional perusahaan ini tidak terpengaruh besar.

“Perusahaan harus tetap berjalan normal, sesuai arahan pemegang saham,” katanya.

Ichan juga menyampaikan prihatin atas cobaan yang tengah menimpa Dirut PT. GNE, Samsul Hadi.

“Kami mohon doa, karena kegiatan yang dipersoalan (hingga ditetapkannya Samsul Hadi tersangka) adalah kegiatan untuk membantu masyarakat. bukan murni kejahatan. Tapi kita apresiasi juga kerja aparat, mungkin ada hal-hal yang kurang,” demikian Ichan.

Sementara itu, Ahmad Jaelani AP, Humas & Media PT. GNE menegaskan kembali, Managemen PT. GNE berjalan seperti biasa, produksi tetap berjalan sebagaimana biasanya juga.

Dirut PT. GNE tetap Samsul Hadi, dan tanda tangan hal hal strategis bisa dilaksanakan di luar kantor PT. GNE

Managemen juga menurutnya sedang mempersiapkan RUPS tahun buku 2023. Apakah di RUPS juga dimanfaatkan pemegang saham untuk mengambil kebijakan lain?

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Pemprov NTB selaku pemegang 100 persen saham,”ujarnya.

“Mohon doa kepada semua pihak agar persoalan yang sedang dihadapi PT. GNE cepat selesai, sehingga operasional kembali normal sebagaimana biasanya,” tambahnya.(bul)

Terungkap, Satu Botol Bom Ikan Rakitan Bisa Merusak Hingga Radius 20 Meter

0
Ilustrasi Pengeboman Ikan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Direktorat Polairud Polda NTB dan Satpolair Polres jajaran menangkap 23 nelayan yang melakukan pengeboman ikan atau Destructive Fishing di Perairan Teluk Saleh Sumbawa, Perairan Teluk Rano Sape dan Perairan teluk Seriwe Lombok Timur. Para terduga pelaku pengeboman diamankan karena tertangkap tangan tengah beraksi melakukan pengeboman.

Untuk 23 nelayan yang diamankan berinisial JI (35), AS (27), SJ (37) laki-laki alamat kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. TF (29), GN (25), MS (37) alamat Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. M (32) YP (23), HA (21), IA (17) alamat Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Besar. Kemudian, AS (46), AN (32), Z (31), HS (18), AZ (38), G (42), MH (27), ASW (36), SM (60) alamat Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, SP (47) alamat Kecamatan Labuan Badas Sumbawa. Selanjutnya, Y (43) dan G (62) alamat Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Dengan barang bukti yang diamankan berupa detonator (bahan peledak) sejumlah 251 buah dan 198 buah sudah dimusnahkan.

“Kalau tersangka ini posisinya semua tertangkap tangan, kita sudah mendapatkan nama-nama orang yang menyediakan bahan, termasuk detonator sedang dalam proses pengejaran,” ujar Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Andree Ghama Putra, Rabu 22 Mei 2024.

Pengungkapan para terduga pelaku pengeboman ikan ini, berawal dari informasi yang didapatkan bahwa di perairan Teluk Rano Kecamatan Sape Kabupaten Bima sedang marak terjadi aktivitas Destructive Fishing dengan menggunakan bahan berbahaya yaitu berupa bom ikan.

Pada 16 Mei 2024 sekitar pukul 02.00 WITA Tim mendapati adanya 2 unit perahu motor yang sedang berlindung diduga sambil mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengeboman.

“Saat dilakukan penggeledahan didapati tiga orang yaitu inisial TF sebagai nahkoda, inisial GN dan inisial MS. Di dalam kapal tersebut didapati bahan peledak berupa 9 botol dan siap pakai, 10 detonator, 4 sumbu berisi serbuk korek api dan peralatan selam,” terangnya.

Selanjutnya, ditemukan juga perahu motor tanpa nama dengan jumlah ABK sebanyak 3 orang yaitu inisial JI sebagai nahkoda, inisial AS , dan inisial SJ alias JO. Di dalam kapal tersebut didapat bahan peledak berupa 30 botol dan siap pakai, 28 detonator, 2 sumbu berisi serbuk korek api, 5 sumbu kosong, 8 roll kabel listrik, 1 aki merk dan 15 bola lampu serta peralatan selam.

“Satu botol dilempar ke laut itu bisa radius 15-20 meter di dalam laut. Kalau kita bicara kerugian yang rugi adalah terumbu karang rumah ikan rusak. Pengakuan salah satu terduga pelaku, sekali ngebom bisa dapat 20-30 box ikan ukuran kecil. Dalam 1 box berisi 30 Kg ikan dengan harga Rp300-an,” jelasnya.

Sementara, untuk detonator yang dimiliki oleh para terduga pelaku ini masih dilakukan pemeriksaan sumbernya dari mana. Begitu juga dengan bahan baku lainnya yang diolah menjadi bom rakitan. Sedangkan para terduga pelaku dikenakan pasal 85 UU no 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah menjadi UU no 45 tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 2 miliar. Pasal 1 ayat 1 UU darurat RI no 12 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup. Dan Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Selanjutnya terhadap para pelaku dan barang bukti akan diproses lebih lanjut,” ujarnya.(bul)

Kinerja Solid dan Unggul Sepanjang 2023, PT Indosat Tbk Siap Perkuat Transformasi Menuju AI Native TechCo

0
PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “IOH” atau “Indosat Ooredoo Hutchison” atau “Perseroan”) (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “IOH” atau “Indosat Ooredoo Hutchison” atau “Perseroan”) telah mencatatkan pencapaian keuangannya secara signifikan sepanjang tahun 2023. Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan 2024 di Kantor Pusat Indosat.

Hasilnya, menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 sebagai dividen final untuk total nilai sebesar Rp2.164.029.415.416 atau setara dengan Rp268,4 per saham kepada para pemegang saham.

Pembagian dividen tahun buku 2023 ini adalah setara dengan sekitar 48% dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan akan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah diumumkannya ringkasan risalah Rapat. Sisa laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp2.342.362.811.976 akan dialokasikan oleh Perseroan ke laba ditahan.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Selasa 21 Mei 2024 mengatakan, pencapaian kinerja yang solid ini tidak lepas dari hasil kontribusi para karyawan, kolaborasi dengan mitra strategis, pelanggan yang loyal, dan kepercayaan yang diberikan para pemegang saham.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang menemani perjalanan tanpa akhir Indosat, melanjutkan penciptaan nilai dalam perjalanan transformatif menuju AI Native TechCo. Dengan fokus pada inovasi teknologi dan pengembangan AI, kami siap memberikan nilai lebih kepada pemegang saham dan menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan,” ujarnya.
Hingga kuartal 1 tahun 2024, Indosat mencatat total laba bersih sebesar Rp1,29 triliun yang meningkat 39,4% dibandingkan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY). EBITDA mengalami peningkatan yang lebih cepat dari pendapatan, dengan pertumbuhan 22,1% YoY mencapai Rp6.509 miliar.

Kinerja keuangan yang mengesankan ini mendorong kenaikan EBITDA Margin Indosat menjadi 47,0%, dan menghasilkan Laba Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp1.295 miliar, meningkat 39,4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Indosat terus melanjutkan komitmen ekspansi perluasan jaringan BTS 4G serta peningkatan cakupan distribusi produk dan pelayanan melalui Mini Gerai IM3 dan 3Kiosk ke berbagai pelosok pedesaan, termasuk di wilayah timur Indonesia.

Untuk mendukung transformasi menjadi AI Native TechCo, Indosat akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas konektivitas.

Ini didukung oleh kemitraan strategis Indosat, melalui anak usahanya, dengan NVIDIA sebagai Cloud Partner Provider pertama di Indonesia serta inisiatif pemberdayaan perempuan dan UMKM.

Selain pembagian dividen, Rapat secara keseluruhan telah memutuskan agenda berikut:

1. Persetujuan atas laporan tahunan, dan pengesahan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023.

2. Persetujuan atas penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir pada 31 Desember 2023.

3. Persetujuan atas penerapan remunerasi Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2024.

4. Persetujuan atas penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

5. Persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris
Perseroan.

“Transformasi ini bukan sekedar langkah Perseroan, tetapi juga tonggak penting dalam memajukan negeri. Kami berkomitmen menjalankan strategi dengan tepat dan mengarahkan inovasi untuk mendukung masa depan Indonesia yang berkelanjutan,” tutup Vikram.(bul)

Polda NTB selidiki pemasok detonator bahan baku bom ikan

0
Barang bukti yang digunakan untuk melakukan pengeboman (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB menyelidiki pemasok detonator yang menjadi bahan baku dalam aksi pengeboman ikan di kawasan perairan daerah tersebut.

“Hasil pengungkapan, sembilan kasus pengeboman ikan di perairan NTB periode Januari 2024 sampai hari ini. Kami menyelidiki peran pemasok detonator,” kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTB Kombes Pol. Andree Ghama Putra di Mataram, Rabu 22 Mei 2024.

Dia memastikan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap peran pemasok detonator dengan mengembangkan keterangan para tersangka.

“Yang jelas, terkait posisinya (pemasok detonator) itu tidak dari sini (NTB). Peran pemasok ini masih terus kami kejar. Nanti, apabila sudah terjadi penangkapan, kami akan sampaikan,” ujarnya.

Dalam pengungkapan sembilan kasus pengeboman ikan di kawasan perairan NTB, Ditpolairud Polda NTB menetapkan 23 tersangka.

Dari para tersangka pihak kepolisian menyita 251 detonator, delapan unit perahu motor, delapan kompresor, 65 botol berisi pupuk, dan berbagai kelengkapan alat tangkap ikan.

Tujuh dari 23 tersangka kini telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Untuk sisanya, masih dalam proses pemberkasan.

Dalam proses pemberkasan sembilan kasus tersebut, penyidik Ditpolairud Polda NTB menetapkan tersangka dengan menerapkan Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 juncto dan/atau Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Ant) 

Artikel lainnya….

Investor Mulai Bangun Hotel Berbintang Rp450 Miliar di Kota Mataram

Akibat OPD Salah Input Data, Indeks Perkembangan Harga Bapok di Lobar Tinggi

Nilai Klaim Petani Tembakau Lebih Besar dari Iuran

23 Pengebom Ikan jadi Tersangka di Polda NTB

0
Para tersangka pengeboman ikan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan 23 tersangka dari hasil pengungkapan sembilan kasus pengeboman ikan di kawasan perairan daerah tersebut.

“Sembilan kasus dengan 23 tersangka ini terungkap dalam periode Januari 2024 sampai hari ini,” kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTB Kombes Pol. Andree Ghama Putra di Mataram, Rabu 22 Mei 2024.

Kasus terakhir, lanjut, dia, terungkap pada 16 Mei 2024 di kawasan perairan Teluk Rano, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

“Dalam kasus terakhir 16 Mei 2024 di Teluk Rano, kami sita dua perahu motor beserta kelengkapan alat pengeboman ikan dengan tersangka enam orang,” ujarnya.

Dengan mengungkap kasus terakhir, lanjut dia, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB menyita 251 bahan peledak jenis detonator, delapan unit perahu motor, delapan kompresor, 65 botol berisi pupuk, dan berbagai kelengkapan alat tangkap ikan.

“Dari 251 detonator yang kami amankan, 198 di antaranya sudah dimusnahkan agar menghindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu keamanan mengingat, detonator ini masuk kategori bahan peledak,” ucap dia.

Dia menerangkan bahwa sembilan kasus pengeboman ikan ini terungkap dari tindak lanjut informasi masyarakat.

Lokasi pengungkapan berada di kawasan perairan Sape, Kabupaten Bima; Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur; Kecamatan Moyo Hilir, dan Kecamatan Labuan Badas di Kabupaten Sumbawa.

Lebih lanjut, Andree menyampaikan bahwa penanganan kasus untuk tujuh di antara 23 tersangka kini telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

“Untuk sisanya kini masih dalam tahap pemberkasan,” ujarnya.

Dalam proses pemberkasan sembilan kasus tersebut, penyidik Ditpolairud Polda NTB menetapkan tersangka dengan menerapkan Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009 juncto dan/atau Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Ant)

Pengamanan di Pelabuhan Bangsal Lombok Utara Diperketat Selama WWF di Bali

0
Pengamanan di Pelabuhan Bangsal Lombok Utara Diperketat (Ekbis NTB/bul)

Tanjung (Ekbis NTB) – Dalam rangka mendukung kelancaran Operasi Puri Agung 2024 dan World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 yang sedang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Kepolisian Resor Lombok Utara meningkatkan pengamanan di pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya Kepolisian untuk memastikan keamanan acara Internasional tersebut.

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si., mengatakan, kegiatan pengaman imbangan ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan keamanan yang meningkat selama WWF di Bali.

“Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal dan penumpang untuk memastikan tidak ada ancaman yang dapat mengganggu keselamatan acara,” ujar AKBP Didik Pada Selasa 22 Mei 2024.

Pengamanan di pelabuhan Bangsal meliputi pemeriksaan identitas dan barang bawaan penumpang, dengan fokus khusus pada ramp door kapal.

AKBP Didik menegaskan bahwa pelabuhan Bangsal adalah titik krusial sebagai penghubung utama antara Lombok Utara dan Bali.

Operasi Puri Agung 2024 juga melibatkan kolaborasi antara personel gabungan dari Polda NTB, Brimob, Polres Lombok Utara, Brimob, Polsek setempat, TNI, dan stakeholder lainnya.

“Sinergi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua peserta dan delegasi WWF,” Imbuh Kapolres.

Operasi ini akan berlangsung selama sepuluh hari, dari tanggal 17 hingga 26 Mei, dengan melibatkan personel 5.791 dari Mabes Polri, Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polda Nusa Tenggara Barat.

“Operasi Puri Agung 2024 adalah upaya komprehensif yang melibatkan berbagai pihak untuk menjamin keamanan WWF di Bali,” pungkasnya.

Dengan koordinasi yang baik dan kesiapsiagaan yang tinggi, Polres Lombok Utara berkomitmen untuk menjamin keamanan wilayah perairan yang menjadi penghubung vital menuju pulau Bali.(bul)

Artikel lainnya….

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Bank Indonesia Dukung Pengembangan Desa Wisata Bilebante

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB

Investor Mulai Bangun Hotel Berbintang Rp450 Miliar di Kota Mataram

0
BATU PERTAMA: Kegiatan peletakan bantu pertama Prime Plaza Hotel dan Resorts yang berada di terusan Jalan Bung Hatta Monjok Kota Mataram, disaksikan Walikota Mataram H Mohan Roliskana.(Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Investor mulai membangun satu hotel berbintang dengan bentuk fisik 12 lantai dengan nilai investasi sekitar Rp450 miliar. Walikota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa, mengatakan pembangunan hotel tersebut merupakan salah satu pengembangan fasilitas di kota itu.

“Pembangunan hotel itu menjadi tanda positif geliat investasi di Mataram,” katanya kepada wartawan.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan peletakan batu pertama Prime Plaza Hotel dan Resort yang berada di terusan Jalan Bung Hatta Monjok.

Walikota mengatakan pembangunan hotel tersebut akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan fasilitas di Kota Mataram.

Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan dan fasilitas umum pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan keterlibatan swasta penting untuk mendukung sarana dan prasarana kota.

Apalagi Kota Mataram cukup ramah investasi, sehingga memberikan kemudahan dari perizinan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta pertimbangan aspek sosial dan lainnya. “Harapannya, dengan adanya pembangunan hotel ini, tumbuh lagi investasi-investasi lain di kota ini,” katanya.

Menurutnya, kehadiran hotel bintang empat yang ditargetkan rampung tahun 2025, menambah jumlah kamar hotel di Mataram yang saat ini sekitar 3.900 kamar untuk mendukung kegiatan pariwisata di daerah ini.

Hotel bintang empat yang dibangun saat ini direncanakan berlantai 12 dengan 120 kamar, serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana konvensional dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. “Fasilitas itu memang dibutuhkan untuk berbagai pertemuan dan kegiatan lainnya,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota mengingatkan kepada investor agar dalam penyerapan tenaga kerja dapat memprioritaskan dari warga Kota Mataram. “Keberadaan hotel ini bisa menyerap pekerja dari Kota Mataram untuk mengurangi angka pengangguran terdidik di kota ini,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Womenpreneur Day 2024 Akan Digelar Lagi, Ada Bazar UMKM, Inspirasi Bisnis Hingga Kajian Islam Bersama Umi Pipik

Ibu Ratikah: Dari Buruh Opak Singkong Jadi Pengusaha dengan Pendampingan BTPN Syariah

Bank Indonesia Dukung Pengembangan Desa Wisata Bilebante

Akibat OPD Salah Input Data, Indeks Perkembangan Harga Bapok di Lobar Tinggi

0
HARGA BAPOK - Rapat membahas perkembangan harga Bapok dilakukan Pemkab Lobar dihadiri BPS. (Ekbis NTB/her)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Indeks Perkembangan Harga (IPH) bahan pokok (Bapok) di Lombok Barat tinggi pada periode bulan Mei ini. Hal ini ditengarai belum adanya satu data harga bahan pokok dan input data harga yang salah oleh OPD terkait. Karena itu, pihak Pemkab didorong segera menerapkan satu data hasil singkronisasi OPD terkait yang dilaporkan ke Pusat.

Kepala BPS Kabupaten Lombok Barat, Yassinta Ben Katarti Latiffa Dinar, SST, M.Si., mengatakan sinkronisasi harga dilakukan tiga OPD terkait, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian. Singkronisasi perlu dilakukan di Inspektorat setiap hari agar data yang dilaporkan 1 data. “Terjadi kesalahan input data termasuk belum adanya 1 data harga di bulan April sehingga dampaknya setelah dilakukan sinkronisasi sepanjang Mei, IPH Lobar selalu tinggi,”kata kepala bps Lobar ini.

Dikatakan, pada bulan Juni seharusnya IPH ini sudah normal kembali sesuai kondisi harga di lapangan. Dalam sinkronisasi ini, disamakan persepsi terkait kualitas komoditi, satuan komoditi dan sumber data yg eligible untuk kemudian harga dapat disinkronisasi menjadi 1 data dari ke-tiga OPD berbeda tersebut. Terkait itu, semua unsur OPD terkait di bawah koordinasi Inspektorat dan TPID sudah sepakat dan berkomitmen untuk menjalankan sinkronisasi data ini.

BPS sendiri berperan sebagai pembina data yang mengawal proses dari pengumpulan data hingga dihasilkannya 1 data hasil sinkronisasi. Dalam hal sinkronisasi/rekonsiliasi data, BPS mendampingi dalam upaya membina shingga prosesnya sesuai standar statistik nasional. “BPS juga menyamakan persepsi dengan membantu dan mendampingi dalam penyusunan metadata komoditas Bapok yang dikumpulkan datanya,”jelasnya.

Sementara, untuk singkronisasi data hasil pendataan harus bapok antar OPD dalam upaya mengendalikan laju inflasi, TPID sudah menggelar Rapat Koordinasi. Asisten ll bidang perekonomian dan pembangunan H.L.Najamudin menyampaikan bahwa rapat koordinasi TPID ini digelar sebagai tindak lanjut dari Rakornas yang diselenggarakan setiap Senin pagi. Selain itu rapat ini juga digelar untuk mempersiapkan laporan capaian kinerja TPID dalam mengendalikan inflasi di Lombok Barat.

Ia mendorong semua pihak atau OPD untuk melakukan sinkronisasi data. Agar data yang digunakan oleh TPID sama dan tidak berbeda. Ia mengatakan bahwa data menjadi sangat penting dalam melakukan perencanaan. Sehingga untuk menghasilkan kebijakan yang tepat maka data juga harus valid dan maksimal. Karenanya pihaknya mendorong semua OPD yang tergabung dalam TPID untuk dapat mensinkronkan data sehingga datanya valid dan maksimal. “Kami minta semua OPD data mensinkronkan data dengan baik agar datanya sama sehingga Pemda dapat mengambil kebijakan yang tepat dan maksimal” ujarnya. (Her)

Artikel lainnya….

Astra Motor NTB Umumkan Para Pemenang Kontes Layanan Honda Regional NTB 2024

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman