Friday, April 10, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 733

Menilik Musik Kecimol, Kesenian Unik yang Bikin ‘Eneg’ Banyak Orang: Haruskah Dibubarkan? Oleh Jien Raharja (Musisi dan Akademisi)

0
Musik kecimol (ekbisntb.com-Ist)

Lombok dengan kehidupan bermasyarakatnya lekat dengan seni dan budaya. Tata cara keberlangsungan hidup terus berdampingan dengan unsur seni dan budaya, salah satunya dalam prosesi adat pernikahan yang dikenal dengan Nyongkolan.

Dalam penyajiannya, tradisi Nyongkolan yang merupakan media sosialisasi masyarakat tentang telah berlangsungnya pernikahan dua sejoli, melibatkan unsur kesenian yakni seni musik. Kesenian ini fungsinya sebagai pengiring dan hiburan, karena prosesi Nyongkolan dilaksanakan seperti pawai, dari rumah mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan.

Beberapa tahun belakangan, ada dua jenis kesenian yang paling banyak digunakan sebagai pengiring dalam tradisi Nyongkolan yaitu Kesenian Kecimol dan Kesenian Gendang Beleq. Kesenian Kecimol merupakan orkes jalanan yang bercirikan adanya penggabungan instrumen musik modern dan tradisional, dengan repertoar bebas: lagu dangdut, pop, sasak, bahkan mancanegara.

Sedangkan Gendang Beleq adalah kesenian yang melekat dengan tradisi suku Sasak, baik dari segi instrumentasi, komposisi dan penyajiannya. Lagu yang dibawakan merupakan karya musik instrumental dengan nuansa pentatonis yang kental.

Belakangan ini, yang banyak menjadi sorotan adalah Musik Kecimol. Kesenian ini dianggap tidak sesuai adat dan ditentang masyarakat. Apa yang ditampilkan tidak mencerminkan ciri masyarakat suku Sasak yang menjunjung tinggi norma dan memelihara etika ketimuran. Tak hanya itu, label ‘biang kerok macet’ terus disematkan banyak oknum masyarakat terhadap musik yang danceable ini.

Banyak sekali stigma negatif tentang Musik Kecimol. Namun, penulis ingin sedikit mengupas dan menyatakan bahwa Musik Kecimol adalah musik yang sangat unik. Setidaknya, keunikan itu dapat dilihat dari tiga parameter; Instrumentasi, Komposisi, dan Penyajian.

Dari segi instrumentasi, dalam pertunjukan komplit Musik Kecimol alat musik yang digunakan variatif. Instrumennya terdiri keyboard, bass, gitar, drum elektronik, seruling dan gambus. Tak hanya itu, snare dan bass drum yang ada di musik Drum Band juga digunakan. Dengan merinci alat musiknya saja semua bisa tahu bahwa paduan alat musik di kecimol itu unik. Ada pencampuran alat musik ritmis-melodis, dan alat musik tradisional-modern. Tidak semua jenis pertunjukan musik mampu menggabungkan dan menampilkan seperti yang ada pada Musik Kecimol.

Dari segi komposisi, penulis yakin jika para penikmat musik menilik lebih dalam ada banyak keunikan dalam komposisi Musik Kecimol. Sebagai contoh lagu A, pada bagian intro dikemas dengan nuansa mellow dan karakteristik Cilokaq yang kental. Beralih ke pertengahan lagu tiba-tiba komposisinya berubah ke genre dangdut dengan balutan snare dan bass drum yang ritmis. Jelang coda, bisa saja berubah ke musik rock, reggae, dan koplo.

Dari segi penyajian, keunikan yang penulis amati, para pemain Musik Kecimol memainkan komposisi sambil jalan kaki. Biasanya ada 15-20 player yang memainkan musik, termasuk penyanyi dan penari. Sumber listrik juga dibawa dengan berjalan kaki. Tak ketinggalan, speaker berukuran besar juga diboyong kemanapun para player melangkah, didorong dengan penuh effort oleh crew grup Kecimol.

Pengalaman penulis, sulit rasanya bermain musik apalagi bernyanyi sambil jalan kaki. Energi dan fokus rawan terpecah. Namun ‘ajaib’nya para pemain Musik Kecimol tetap menampilkan pertunjukan musik yang utuh dan harmonis.

Sayangnya penyajian Musik Kecimol yang unik juga sekaligus mengundang respon negatif dari masyarakat. Penyajian yang disoroti adalah adanya penari dalam pertunjukan Musik Kecimol atau biasa disebut jangger. Jangger ini dianggap mempertontonkan gerakan-gerakan tidak etis seperti joget pinggul dan juga pakaian yang ketat.

Di samping itu, penyajian Kecimol kerap dikaitkan dengan penyebab macet karena banyak orang yang turut bergoyang ketika player memainkan musik. Lagu yang dibawakan danceable, mengundang joget dan mengganggu ketertiban di jalan. Secara garis besar, bentuk penyajian inilah yang di cap dan membuat resah masyarakat karena tidak mencerminkan budaya suku Sasak.

Lalu, apakah Kecimol harus dibubarkan? Pandangan penulis sesuai uraian di atas, pembubaran Kecimol tampaknya bukan solusi tepat. Hal ini karena jika diamati, problem yang mencuat dan menimbulkan stigma di masyarakat terkait penyajiannya.

Banyak celah untuk melakukan perbaikan, misalnya dengan menata penyajian musik Kecimol di Jalanan. Penataan ini bisa menyasar cara berpakaian dan gerakan joget yang ditampilkan jangger. Harus disepakati oleh asosiasi bahwa penyajian Musik Kecimol harus sedemikian rupa tidak bertentangan dengan norma. Jika tidak, grup kecimol bisa dikenakan sanksi.

Selain itu, daerah yang menjadi area pertunjukan Kecimol memberlakukan aturan yang relevan. Misalnya, jika hendak tampil di wilayah Desa A, syaratnya harus berpakaian sopan, tidak erotis, dan sebagainya. Jika tidak dipatuhi, maka grup kecimol dilarang tampil di area tersebut.

Musik Kecimol adalah produk kreatif yang sudah hidup bertahun-tahun di masyarakat. Lebih jauh, Musik Kecimol bukan hanya hiburan semata namun sudah mengakar menjdi tempat banyak orang menggantungkan hidup. Penulis sepakat, bahwa kecimol harus diatur, bukan dibubarkan. Ibarat mengonsumsi makanan, jika eneg maka suapan berikutnya bisa ditambahkan garam atau sedikit cabe. Mubazir jika makanannya langsung dibuang.

Garuda Indonesia : 13 Kloter JCH Embarkasi Lombok Diterbangkan Tepat Waktu

0
Foto : pesawat B777-300 ER GA 5113 pengangkut JCH Embarkasi Lombok (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Maskapai penerbangan Garuda Indonesia pada Selasa 28 Mei 2024 telah merampungkan Fase I keberangkatan Haji 1445 H/ 2024 dari Embarkasi Lombok.
Penerbangan pesawat B777-300 ER GA 5113 pada pukul 13.13 WITA yang mengangkut kloter 13 terdiri 121 calon jemaah menuju Jeddah, Garuda Indonesia turut mencatatkan rata ketepatan waktu hingga 100 persen.
Dari embarkasi Lombok, pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia telah menerbangkan sebanyak 4.833 calon Jemaah asal embarkasi Lombok yang terbagi menjadi 13 kloter menuju Tanah Suci
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan Garuda Indonesia Lombok menyampaikan, capaian kinerja operasional tersebut merupakan wujud komitmen serta upaya berkelanjutan Garuda Indonesia dalam terus mengoptimalkan layanan penerbangan haji bagi seluruh calon jemaah termasuk dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan.
“Tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa catatan krusial keterlambatan penerbangan pada pelaksanaan musim Haji 1445 H/ 2024 ini. Masukan yang telah disampaikan berbagai stakeholder layanan penerbangan haji pada pelaksanaan Haji 1445H/2024 tentunya menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mengoptimalkan berbagai kesiapan operasional dalam menghadirkan pengalaman penerbangan Haji yang aman dan nyaman bagi seluruh calon Jemaah”, papar Irfan.
“Kelancaran operasional layanan penerbangan Haji yang dicatatkan pada embarkasi Lombok ini tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai stakeholders yang terus dalam memastikan operasional penerbangan haji berjalan dengan maksimal ”, tambah Irfan.
Irfan menegaskan bahwa Garuda Indonesia akan terus melaksanakan koordinasi intensif dengan berbagai stakeholders dalam memastikan seluruh penerbangan haji dapat berjalan dengan lancar khususnya dalam melaksanakan fase pemulangan (fase II) yang akan dimulai pada 21 Juni mendatang.
“Hal itu untuk memastikan proses penerbangan Haji termasuk kepulangan haji tahun ini dapat berjalan baik dan lancar, sehingga para jemaah bisa mendapatkan pelayanan yang aman serta nyaman, dan tiba kembali di Tanah Air dengan selamat,” jelas Irfan.
“Kami memahami pentingnya momentum ibadah haji bagi masyarakat Indonesia, di mana layanan penerbangan yang aman dan nyaman merupakan satu kesatuan dari bagian perjalanan ibadah haji. Oleh karenanya kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga dan meningkatkan kesiapan kami di seluruh touch points para penumpang sehingga jemaah dapat fokus untuk menjalankan ibadah,” tutup Irfan.(bul)

Perkuat Pendampingan Ibu-ibu Nasabah di Lombok Melalui Program Bestee BTPN Syariah

0
Baiq Zigrina Safitri, mahasiswi Universitas Mataram yang sedang magang dalam program Bestee BTPN Syariah mengajarkan cara membuat logo untuk usaha opak Ibu Ratikah(ekbisntb.com/bul)

Mataram (Ekbis NTB)-BTPN Syariah memahami bahwa pendampingan merupakan kunci dalam melayani masyarakat inklusi. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi tidak hanya dari BTPN Syariah saja tetapi juga melibatkan pihak eksternal untuk berjalan beriringan dalam mendampingi masyarakat inklusi.

Dimulai pada tahun 2022, BTPN Syariah melalui program Bestee (Berdaya Bersama Sahabat Tepat Indonesia) berkolaborasi dengan Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Melalui program Bestee ini, BTPN Syariah turut melibatkan ribuan mahasiswa dalam mendampingi dan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan nasabah. Hal yang sama dilakukan BTPN Syariah tanpa terkecuali di Lombok, NTB.

Kepala Pembiayaan Area Lombok dan Madura, Ulfa Mariyana mengatakan tujuan program pendampingan ini memberikan literasi terkait kewirausahaan guna pengembangan wawasan nasabah, sehingga berdampak pada pengembangan usaha nasabah.

Dalam aktivitasnya, nasabah diberikan materi dan praktik yang tepat sesuai kebutuhan nasabah sehingga mampu mengatasi berbagi kendala dan tantangan dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada nasabah sehingga usaha nasabah lebih mengalami perubahan dan berkelanjutan.

Sementara, mahasiswa yang menjadi fasilitator bertugas mendampingi ibu-ibu nasabah inspiratif secara eksklusif dalam empat sesi, di mana satu sesi berlangsung selama satu jam. Dalam pendampingan eksklusif ini, fasilitator akan mengidentifikasi kebutuhan dari masing-masing nasabah dan memberikan pelatihan sesuai yang diperlukan oleh nasabah tersebut demi memajukan usahanya.

“Ibu Ratikah di Lombok Barat merupakan salah satu nasabah yang mendapatkan pendampingan eksklusif dari mahasiswa melalui program Bestee,” tutur Ulfa, Selasa 21 Mei 2024.

Setelah mendapatkan pendampingan dari program Bestee, kini usaha opak Ibu Ratikah memiliki logo, sehingga kerupuknya lebih bisa dikenal.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang menjadi fasilitator dalam program Bestee, Baiq Zigrina Safitri atau biasa dipanggil Gina bercerita telah memberikan pelatihan kepada 45 nasabah di Lombok, tepatnya Kota Mataram dan Lombok Barat sejak Februari 2024.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini mengaku tertarik menjadi fasilitator dalam program Bestee BTPN Syariah karena ingin menerapkan ilmu yang didapat dari kampus sekaligus membantu masyarakat inklusi untuk dapat mengembangkan usahanya agar tidak tertinggal oleh zaman.

Salah satu pelatihan yang pernah diberikan oleh Gina kepada ibu nasabah adalah membuatkan logo, merk, dan sticker untuk ditempelkan di produk nasabah, sehingga usaha nasabah terlihat lebih berkualitas.

Menurut Gina, terdapat salah satu nasabah yang senang karena dibantu dibuatkan sticker untuk produknya. Nasabah tersebut mengaku sudah lama ingin membuat sticker untuk produknya, namun tak paham cara merealisasikannya.

Dengan pendampingan Gina melalui program Bestee BTPN Syariah, keinginan nasabah untuk memiliki sticker yang ditempelkan di setiap produknya pun tercapai.

“Dengan pelatihan yang diberikan melalui program Bestee BTPN Syariah, ibu-ibu nasabah pun memiliki potensi untuk membuat usahanya semakin berkembang karena pendampingan merupakan kunci utama bagi masyarakat inklusi,” tutup Gina.(bul/*)

Ulang Tahun ke 29, Telkomsel Berikan Penawaran Menarik dan Nobar Bersama Pelanggan Setia

0
Nobar ‘Kingdom of the Planet of the Apes’ di XXI LEM melalui program loyalitas Telkomsel Prestige, lengkapi kemeriahan perayaan HUT Telkomsel ke-29, pada 31 Mei 2024. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Memeriahkan HUT ke 29, Telkomsel berikan banyak penawaran unggulan kepada pelanggan setianya. Penawaran yang ditawarkan Telkomsel berupa program loyalitas bernilai tambah yang dapat diperoleh dengan menukarkan Telkomsel Poin. Seperti, Telkomsel Poin Giveaway, Cuan Hepi, Pointastic Deal, Nobar Hepi, Mendadak Hepi, Undi-Undi Hepi dan Jalan-Jalan Hepi.

Penawaran yang diberikan Telkomsel berupa program eksklusif hingga ragam manfaat dan diskon. Seperti program undian berhadiah, donasi, merchandise exclusive, diskon di merchant-merchant terpilih, diskon bundling device, dan lainnya hanya dengan menukarkan Telkomsel Poin yang dimiliki.

Menurut Manager Mobile Consumer Branch Mataram, Kurnia Budi Setiawan mengatakan bahwa Telkomsel selalu berupaya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, pun selalu hadir sebagai mitra setia bagi pelanggan dalam merayakan momen-momen istimewa.

“Melalui ragam program yang dihadirkan dan acara Nonton Bareng Hepi serentak di 13 kota, yang merupakan salah satu penghargaan menarik dari program loyalitas Telkomsel, kami tidak hanya memberikan pengalaman seru dan kebersamaan yang berkesan, tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan setia yang telah memilih Telkomsel sebagai pilihan utama dalam berbagai aktivitas digital sehari-hari mereka,” katanya pada Jum’at, 31 Mei 2024.

Selain memberikan program loyalitas diatas, Telkomsel juga menggelar acara Nonton Bareng Hepi “Kingdom of the Planet of the Apes” secara serentak di 13 kota di Indonesia hanya dengan menukarkan 20 poin Telkomsel yang dimiliki. Kota Mataram (XXI Lombok Epicentrum Mall) menjadi salah satu pilihan Telkomsel dalam menggelar Nobar ini, adapun Telkomsel mengundang sebanyak 170 pelanggan setianya yang ada di Lombok untuk bergabung dalam kebersamaan Nobar Kingdom of the Planet of the Apes.

12 kota lainnya adalah Pekanbaru (Cinepolis Living World Pekanbaru), Medan (XXI Deli Park Medan), Palembang (CGV Social Market), Jakarta Selatan (XXI Gandaria City), Bogor (XXI Botani Square), Tangerang Selatan (Living World Alam Sutera), Bandung (XXI Summarecon Mall Bandung), Purwokerto (CGV Rita Supermall Purwokerto), Malang (XXI Araya Malang), Balikpapan (XXI Ewalk Balikpapan), Manado (XXI Manado Town Square) dan Jayapura (XXI Mal Jayapura).

Budi melanjutkan bahwa acara Nobar Hepi bersama Telkomsel ini dapat menjadi momen spesial bagi pelanggan setia Telkomsel, sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih Telkomsel atas seluruh dukungan dan kesetiaan yang telah diberikan.

“Ke depan, Telkomsel akan terus berinovasi dan memberikan pengalaman yang berkualitas, melangkah bersama pelanggan dengan semangat optimisme untuk meraih berbagai peluang kemajuan di masa depan,” tutupnya. (era)

Pengusaha dan Serikat Buruh Sepakat Minta Pemerintah Kaji Kembali Iuran Tapera

0
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) sepakat agar pemerintah mempertimbangkan kembali dan mengkaji ulang implementasi iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengungkapkan, dunia usaha pada dasarnya menghargai tujuan pemerintah untuk menjamin kesejahteraan pekerja. Pihaknya sebagai representasi dunia usaha juga secara konsisten mendukung kesejahteraan pekerja dengan mendukung kebijakan bagi ketersediaan perumahan .

“Peraturan Pemerintah (PP) No.21/2024 yang ditandatangani Presiden Jokowi tanggal 20 Mei 2024 lalu, kami nilai sebagai duplikasi program existing, yaitu Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan pekerja yang berlaku bagi peserta program Jaminan Hari Tua (JHT) BP Jamsostek. Sehingga kami berpandangan Tapera dapat diberlakukan secara sukarela. Pekerja swasta tidak wajib ikut serta, karena pekerja swasta dapat memanfaatkan program MLT BP Jamsostek,” ujar Shinta di Jakarta, Jumat 31 Mei 2024.

Apindo dan KSBSI berharap pemerintah dapat lebih mengoptimalkan dana BPJS Ketenagakerjaan, dimana sesuai PP adalah sebesar maksimal 30 persen (Rp138 triliun).
Karena Aset JHT sebesar Rp460 triliun dianggap bisa digunakan untuk program MLT perumahan bagi pekerja, mengingat ketersediaan dana MLT yang sangat besar dan dinilai belum maksimal pemanfaatannya.

Sementara itu, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menganggap, pemerintah sebenarnya bisa memaksimalkan pemanfaatan dana MLT BPJS Ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi program kepemilikan rumah untuk pekerja yang belum memiliki tempat tinggal.

“Untuk itu, kami minta setidaknya pemerintah merevisi pasal 7 dari yang wajib menjadi sukarela. Penerapan Undang-Undang Tapera tidak menjamin bahwa upah buruh yang telah dipotong sejak usia 20 tahun dan sampai usia pensiun, untuk bisa mendapatkan rumah tempat tinggal. Belum lagi sistem hubungan kerja yang masih fleksibel (kerja kontrak), ini masih jauh dari harapan untuk bisa mensejahterakan buruh,” kata Elly

“KSBSI menganggap Undang-Undang Tapera tidak mendesak, sehingga tidak perlu dipaksakan untuk berlaku saat ini,” tambah Elly.

Elly juga mengusulkan agar pemerintah tidak menjadikan keikutsertaan menabung di Tapera sebagai bentuk kewajiban tetapi atas dasar sukarela.(Ant)

Indosat Latih Perempuan Sumbawa Besar Kembangkan Bisnis dengan Inovasi Teknologi di SheHacks Innovate

0
Lokakarya kewirausahaan perempuan yang diselenggarakan di Sumbawa Besar oleh Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) (Ekbis NTB/bul)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mengajak kaum perempuan di Sumbawa Besar untuk berinovasi melalui lokakarya kewirausahaan perempuan di bidang teknologi bertajuk SheHacks Innovate, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan SheHacks 2024.

Program yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Sumbawa Besar, NTB ini merupakan wujud dukungan Indosat kepada Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, dalam pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) guna memaksimalkan pemberdayaan sumber daya manusia dalam pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Program SheHacks Innovate di Sumbawa Besar diikuti lebih dari 75 pelaku UMKM lokal untuk bergabung dan berbagi pengalaman sesuai bisnis mereka masing-masing.

Antusiasme yang tinggi terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar sejumlah lebih dari 10.000 peserta.

Agenda kegiatan workshop offline selama 2 hari ini dibagi dalam 3 tahapan yaitu Formation Team, Building Solution, dan Showcase.

Selanjutnya, program SheHacks Innovate di Sumbawa Barat ini akan membantu pengembangan 15 usaha rintisan atau startup lokal terpilih melalui kesempatan belajar tentang Business Model, Market Validation, dan Prototyping & Pitching.

Program ini juga akan memilih 3 bisnis terbaik di setiap lokasi workshop-nya untuk dipilih bersama oleh publik (People’s Choice) pada akhir program.

SVP – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, mengatakan, peluang UMKM Indonesia untuk go digital akan semakin tumbuh dengan proyeksi sekitar 64% hingga tahun 2027.

Perempuan Indonesia yang mayoritas menjadi pengelola UMKM perlu dibekali dengan keterampilan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Tanah Air. “Melalui SheHacks Innovate, kami akan memfasilitasi mereka dengan pendampingan dan pelatihan, khususnya di Sumbawa Besar untuk mengembangkan solusi inovatif dari tantangan yang mereka hadapi di bidangnya masing-masing. Indosat berkomitmen untuk terus memberdayakan perempuan Indonesia sesuai peran penting mereka dalam keluarga, lingkungan sekitar, dan juga kemajuan sebuah bangsa.” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, mengapresiasi program SheHacks 2024 yang telah mendukung perkembangan talenta digital Indonesia khususnya pada perempuan.
Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan sarana yang tepat bagi para perempuan mendapatkan pelatihan terkait literasi digital, jaringan bisnis, dan pendampingan manajemen usaha guna mengembangkan segala ide dan inovasi yang dimiliki.

“Melalui bidang kewirausahaan, perempuan memiliki peranan dan potensi yang luar biasa dalam meningkatkan perekonomian negara. Berdasarkan data BPS tahun 2021, perempuan mengelola 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa perempuan di Indonesia khususnya womenpreneur memiliki peran yang strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Walaupun kondisi saat ini, masih ada pandangan stereotip yang kuat terhadap peran dan kemampuan perempuan dalam dunia kerja, khususnya di bidang teknologi. Saya berharap kegiatan ini dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan usaha mikro khususnya di Sumbawa Besar. Dengan adopsi digital, saya yakin UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitasnya agar semakin tangguh, kuat, serta dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujar Mahmud.

Pada SheHacks Innovate kali ini, Indosat menghadirkan langsung pelaku UMKM lokal asal Sumbawa Besar, Ade Erma Lestari, yang produknya sukses dipasarkan dalam skala nasional maupun internasional. Produk milik Ade, UD. OISHIKATTA, terdiri dari olahan ikan bage khas Sumbawa dan sambal oishi, yang telah diterima dengan baik oleh pelanggan di Hong Kong, Taiwan, dan memiliki reseller di Bogor.

Ade memulai bisnis ini dalam skala kecil pada tahun 2016, terinspirasi dari pengalamannya mendukung penelitian budaya Sumbawa di Jepang dan bekerja sebagai pekerja migran di Hong Kong.

“Saya mengembangkan bisnis ini dengan menargetkan ibu-ibu pekerja kantoran melalui platform digital, dan sekarang kami memiliki dua karyawan yang membantu dalam proses produksi,” ucap Ade. Perempuan yang sukses mengembangkan bisnisnya dari bawah ini berharap agar Sumbawa segera memiliki rumah kemasan untuk mendukung pelaku UMKM seperti dirinya dalam menembus pasar internasional.

Selain SheHacks Innovate, terdapat juga dua program lainnya yakni SheHacks Impacts berupa program enam bulan untuk startup yang telah meluncurkan produk mereka atau telah memiliki minimum viable product (MVP).

Kemudian juga ada program SheHacks Improve yang menyediakan akses ke berbagai video pelatihan bagi startup untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana membangun bisnis, hingga meraih kesempatan terpilih sebagai ide terbaik.

“Tidak lupa, layanan telekomunikasi dan jaringan internet yang berkualitas menjadi salah satu kebutuhan vital untuk mendukung perkembangan UMKM lokal, sehingga kami terus menjaga layanan dan performa jaringan termasuk di Sumbawa Besar. Untuk itu sejak Juli 2023 lalu, kami juga telah meningkatkan jangkauan jaringan Indosat hingga 2 kali lipat di wilayah Nusa Tenggara. Lebih lanjut, kami juga akan terus memberikan dampak positif kepada masyarakat lewat program pemberdayaan perempuan, SheHacks. Kegiatan kolaborasi dengan Kemenparekraf ini menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” tutup Steve.

Sebelum di Sumbawa Besar, pada tahun 2023 lalu program SheHacks Innovate yang merupakan salah satu program CSR Indosat di pilar Pemberdayaan Perempuan ini juga telah dilakukan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dan Magelang, Jawa Tengah. Program SheHacks Innovate tahun ini ditargetkan akan turut diselenggarakan di sejumlah wilayah lainnya, seperti Medan, Palangkaraya, Likupang, dan Pekanbaru dalam rangka memberdayakan UMKM lokal yang digagas oleh perempuan di seluruh Indonesia.(bul)

Rumah Perempuan Migran Bantu Pekerja Keluar dari Kemiskinan

0
RUMAH PEREMPUAN MIGRAN - Mega Nisfa Makhroja saat tengah memperkenalkan Rumah Perempuan Migran pada acara empowerment Summit: Migrantpreneurs Connection Day, di Gedung Dome Universitas Mataram, Kamis, 30 Juni 2024. (Ekbis NTB/ulf)

Mataram (Ekbis NTB) – Rumah Perempuan Migran (RPM) menggelar Empowerment Summit: Migrantpreneurs Connection Day, dengan tema “Pemberdayaan Sosial Ekonomi Pekerja Migran Indonesia di Nusa Tenggara Barat” di Gedung Dome Universitas Mataram, Kamis, 30 Mei 2024 pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program-program RPM sebelumnya yang telah dilaksanakan sejak Januari-Mei 2024.

RPM fokus pada pemberdayaan wirausaha perempuan pekerja migran, khususnya dalam pengembangan UMKM di beberapa wilayah Pulau Lombok. Program pemberdayaan ini diinisiasi oleh tiga perempuan: yaitu Mega Nisfa Makhroja, Annisa Pratiwi dan Dina Eka Putri.

Saat ini pemberdayaan tersebut terpusat di Lombok Barat, Gunung Sari dan beberapa wilayah seperti Sekotong, Kuta dan Karang Bayan karena adanya potensi pekerja migran yang perlu diberdayakan di daerah tersebut.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH yang hadir di acara tersebut, menyampaikan bahwa persoalan pekerja migran tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja karena keterbatasan dari segala aspek, baik dari segi anggaran, SDM, termasuk juga akses-akses lain yang dibutuhkan pemerintah.

Ia menerangkan bahwa pemerintah sangat membutuhkan peran dari stakeholder terkait, untuk menangani masalah-masalah pekerja migran. “Berbicara tentang pemberdayaan, tentu akan terkait dengan masalah bagaimana kita menyiapkan pekerja migran mulai dari hulu hingga ke hilir. Baik dari segi keterampilan, skill, akses informasi dan akses-akses lainnya. Sehingga kita bisa menjadi mandiri dan berkualitas, hasil selama di luar negeri bisa digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif,” ujarnya.

Rumah Perempuan Migran menawarkan beberapa solusi termasuk pelatihan intensif selama 2 bulan, baik secara langsung maupun daring. Mereka juga melakukan pendampingan untuk mendapatkan akses permodalan bersama mitra-mitra dari pihak perbankan, dan memperkenalkan aplikasi untuk membantu literasi keuangan bagi penerima manfaat UKM yang mereka dirikan.

Saat ini, jumlah penerima manfaat program mereka saat ini sebanyak 54 orang yang sudah mendapatkan akses permodalan, diantaranya 12 orang yang sudah mendapatkan akses permodalan yang lebih tinggi, dan 2 orang yang sudah disetujui. Selain mendapatkan suntikan dana dari RPM, mereka juga mendapatkan modal dari pihak-pihak swasta yang juga membantu.

Berbagai jenis produk yang digeluti oleh penerima manfaat meliputi makanan ringan, jajanan pasar, tas dari rotan, dan beberapa jenis produk lainnya yang akan didistribusikan melalui aplikasi yang dibuat RPM yaitu aplikasi JUANG (Jejaring Usaha Anak Negeri), yang sudah terkoneksi dengan aplikasi pasar online lainnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan respons positif dengan membantu memfasilitasi program ini, terutama dalam pelatihan. “Support penjualan dan distribusi masih dalam proses, Insha Allah setelah ini akan kami perluas lagi jaringannya dengan mengadakan migration connecting day dengan harapan teman-teman pelaku usaha ini dapat berkontribusi dengan bisnis dan kementerian untuk membangun jejaring,” ucap Mega. (ulf)

Artikel lainnya….

Ketahui Perkembangan IKN dan Larangan Saat di Dalam Kawasan

Apindo Rekomendasikan MLT BPJS Ketenagakerjaan Selain Tapera

Pemerintah Sebut Tiga KEK Baru Mampu Bangkitkan Ekonomi Kawasan

Personel TNI Kawal Penyaluran Beras untuk Warga Kurang Mampu

0
Ilustrasi penyaluran beras bantuan.(ekbisntb/ist)

Praya (Ekbis NTB) – Sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan beras bantuan bagi warga kurang mampu, personel TNI turun langsung ikut mengawal penyaluran beras tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dari pemerintah pusat tersebut diterima langsung oleh warga sasaran program. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Sepakek Koramil 1620-09/Pringgarata Serda Yogi Agus Hawandi, Kamis 30 Mei 2024 kemarin.

“Kami kawal langsung pendropan beras bantuan ini. Karena sebagai aparat kewilayahan kami harus pastikan bantuan tersebut sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan,” terang Serda Yogi.

Selain itu, pengawal yang dilakukan untuk mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan saat distribusi bantuan dilakukan. Baik potensi penyimpan maupun gangguan saat pendistribusian bantuan dilakukan kepada warga sasaran. Dengan diharapkan tidak ada warga yang terlewat atau tidak menerima bantuan beras tersebut.

Ia mengungkapkan, untuk Desa Sepaket sendiri perbulan mendapatn alokasi beras bantuan sebanyak 15,2 ton. Diperuntuukan bagi 1.521 kepala keluarga (KK) yang tersebar di seluruh wilayah Desa Sepakek. Di mana setiap keluarga mendapatkan jatah 10 kilogram beras perbulan. Yang diharapkan dapat meringankan beban pemenuhan kebutuhan pangan keluarga bersangkutan.

Selama proses pengawal, personil TNI juga melakukan interaksi langsung dengan warga. Mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat. Nantinya bisa menjadi catatan pemerintah demi keberlanjutan program bantuan tersebut. Tapi memang rata-rata warga mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Terlebih dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini.

“Misi kami dalam mengawal penyaluran beras bantuan hanya satu. Bagaimana memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak maupun penerima manfaat, agar tidak ada kecurangan dan tepat sasaran dalam pendistribusian,” tandasnya. (kir)

Artikel lainnya….

Selektif Terbitkan Izin, Pemkab Lobar Perlu Buat Kebijakan Jalur Bypass Dibangun Perumahan Komersial

Sumbawa Turunkan Satgas Pantau Harga Jagung

Realisasi Pajak di Mataram Capai Rp70,2 Miliar

Sumbawa Turunkan Satgas Pantau Harga Jagung

0
UNJUK RASA - Nampak massa dari Kecamatan Rhee dan Empang saat melakukan unjuk rasa di kantor Bupati Sumbawa, Kamis 30 Mei 2024.(Ekbis NTB/ils)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Pemkab Sumbawa, memastikan telah menurunkan Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau pembelian jagung yang dilakukan oleh mitra Badan Urusan Logistik (Bulog) dari sejumlah petani agar sesuai ketetapan Bapanas.

“Satgas kita sudah turun ke sejumlah mitra Bulog untuk melakukan pengecekan dan kita masih menunggu laporan dari satgas yang turun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo, Kamis 30 Mei 2024.

Berdasarkan laporan yang diterima sementara ini, harga jagung yang berlaku di pasaran berkisar di angka Rp3.800 dan Rp3.900 di mitra Bulog dengan kadar air di atas 20 persen. Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan pemilik gudang yang ada di Sumbawa, agar tetap berpedoman dengan harga Bappanas.

“Kita tetap mendorong agar Bulog bisa membeli dengan harga yang ditetapkan oleh Bappanas, dan kita tetap akan memantau,” tegasnya.

Dia pun menegaskan, akan tetap melakukan penekanan kepada mitra Bulog agar tetap membeli sesuai ketetapan Bapanas. Pihaknya juga tetap berkomunikasi dengan pembeli jagung agar segera melakukan penyerapan.

“Stok jagung kita di Sumbawa masih sangat banyak dan kami tetap berkomunikasi dengan pembeli agar tetap membeli dengan harga dari Bappanas,” ucapnya.

Dia pun meyakinkan, dalam mengawal surat Bappanas terkait harga jagung tersebut, pihaknya tetap melakukan pengecekan ke sejumlah perusahaan jagung. Bahkan jika hasil sidak tersebut ditemukan ada perusahaan yang tidak menyerap sesuai HAP pasti akan ditindak tegas.

“Pasti akan kita tindak sesuai dengan aturan jika ada yang memainkan harga. Itu semua kita lakukan demi petani jagung yang ada di Sumbawa,” tegasnya. (ils)

Artikel lainnya….

Dukung Peningkatan SDM Masyarakat Lingkar Kawasan The Mandalika, ITDC Lanjutkan Program ‘’InJourney Hospitality House’’

Empat UMKM Terima Sertifikat Merek dari Kakanwil Kemenkumham NTB

Selektif Terbitkan Izin, Pemkab Lobar Perlu Buat Kebijakan Jalur Bypass Dibangun Perumahan Komersial

Sukses Mengawal WWF 2024 di Bali, Trafik Broadband Telkomsel Tumbuh 43 Persen

0
Telkomsel sukses mengawal dan melayani kenyamanan komunikasi, pengalaman digital pelanggan dan seluruh delegasi selama perhelatan World Water Forum ke-10 di Bali pada 18-25 Mei. (Ekbis NTB/ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Telkomsel sukses mengawal dan melayani kenyamanan komunikasi, pengalaman digital pelanggan dan seluruh delegasi selama perhelatan World Water Forum ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024. Di dukung oleh infrastruktur jaringan broadband berteknologi terdepan, ragam produk dan layanan digital inovatif yang unggul, selama rangkaian kegiatan internasional tersebut, Telkomsel mencatatkan kenaikan trafik layanan data atau payload mencapai 43% dibandingkan rerata payload hari biasa. Khusus untuk layanan data jaringan 5G, terjadi juga peningkatan trafik payload yang mencapai lebih dari 114% dibandingkan hari biasa.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna mengatakan Telkomsel merasa bangga dapat ikut berkontribusi dan menyukseskan penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali dengan menyediakan infrastruktur jaringan broadband berteknologi terdepan serta ragam produk dan layanan digital unggulan.

Kenaikan trafik layanan data yang mencapai 43%, sejalan dengan upaya Telkomsel yang telah memastikan hadirnya konektivitas digital berteknologi terdepan 4G/LTE dan 5G di 344 site eksisting yang menjangkau titik-titik rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10.

Selain itu, Telkomsel juga menambahkan 8 BTS 4G/LTE dan 5 BTS 5G baru, serta memasang 7-unit Compact Mobile BTS (COMBAT), 13-unit BTS Easy Macro, dan 1-unit Massive MIMO selama berlangsungnya rangkaian acara World Water Forum.

Selain itu, dalam upaya memudahkan akses layanan komunikasi dan menunjang pengalaman digital para perwakilan delegasi mancanegara selama rangkaian kegiatan World Water Forum 2024 di Indonesia, Telkomsel juga mencatat peningkatan aktivasi kartu perdana Telkomsel Prabayar Tourist hingga lebih dari 4.1% dan eSIM Prabayar Tourist hingga lebih dari 8.9% dibandingkan hari biasa.

Produk unggulan ini telah diandalkan oleh para delegasi dan media internasional untuk mendapatkan jaringan broadband yang unggul serta bernilai tambah. Selama kegiatan World Water Forum ke-10 di Bali, turis mancanegara yang menggunakan layanan international roaming Telkomsel juga mengalami peningkatan hingga 10.75%.

“Telkomsel mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia dan seluruh elemen bangsa yang telah memastikan kelancaran gelaran World Water Forum 2024 di Bali,” demikian Indra. (bul)

Artikel lainnya….

Pertemuan Tertutup dengan PT. SEG, Pemkot Mataram Tetap Tolak Penyelenggaraan MXGP di Sirkuit Selaparang

Lawan Rentenir, “Mawar Emas” Diperluas dengan “Harum Berseri” di Kota Mataram

Tunggakan Pajak PT. AP, Pemkot Mataram akan Berikan Keringanan