Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 729

Tingkatkan Kualitas Produk Cokelat Lombok Utara, Disperin NTB Datangkan Ahli dari Puslitkoka Jember

0
Foto : Tingkatkan Kualitas Produk Cokelat Lombok Utara, Disperin NTB Datangkan Ahli dari Puslitkoka Jember (ekbisntb.com/bul)

Tanjung (ekbisntb.com) – Dinas Perindustrian NTB melatih para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam program One Village One Product (OVOP) di Sentra Cokelat, Kabupaten Lombok Utara. Pelatihan yang berlangsung tiga hari, 5-7 Juni 2024 di Kampung Cokelat Senare, Kecamatan Gangga Lombok Utara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk cokelat lokal sehingga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

Menghadirkan narasumber, Edi Suharyanto dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengolahan serta pengembangan produk cokelat.

Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Utara, H. Haris Nurdin menyampaikan pentingnya mengembangkan potensi daerah dengan menyediakan bahan baku, mengolahnya menjadi barang setengah jadi, dan kemudian menjadi barang jadi.

“Tugas kita adalah bagaimana mengembangkan potensi yang ada di daerah. Bagaimana petani cokelat ini mengembangkan usaha taninya dengan menjalin kerjasama dengan pihak luar sebagai mitra,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti.,SE.,ME melalui Kepala Bidang Kerjasama, Arifin, SH., MH, menyampaikan, kegiatan pelatihan sekaligus pembinaan ini dilaksanakan secara lebih prioritas dan terfokus pada wilayah serta pasar tertentu sehingga hasil yang dicapai dapat terukur, akuntabel, efektif, dan efisien.

“KLU sangat kaya dengan hasil alam seperti madu, buah duren, vanili, coklat, kopi, dan lainnya,” katanya.

Arifin menjelaskan bahwa OVOP merupakan metode pendekatan dalam pengembangan potensi di satu wilayah untuk menghasilkan produk kelas global yang unik dan khas daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Pembinaan OVOP ini dilaksanakan untuk mendukung pembangunan Usaha Ekonomi Kreatif lokal masyarakat yang potensial, mendorong kreativitas produksi, dan pengembangan usaha sebagai produk makanan khas Lombok NTB.

“Keberhasilan pada pengembangan sektor ini dapat berdampak pada SDM, membuka lapangan pekerjaan, serta dapat meningkatkan pendapatan IKM di NTB,” jelasnya.

Kriteria pengembangan OVOP harus mampu memberdayakan produk yang bersumber dari bahan lokal, unik, menjadi kebanggaan daerah, dan memiliki nilai jual tinggi. Sasaran akhir dari OVOP adalah membuat IKM di sentra semakin mandiri, SDM di sentra semakin profesional, institusi pendukung semakin kuat, motivasi, kreativitas, dan inovasi semakin berkembang.

Jumlah kreasi produk IKM yang unik dan khas daerah semakin banyak, IKM semakin sehat, kuat, dan berkembang, lapangan kerja di sektor IKM semakin banyak, kualitas hidup masyarakat semakin meningkat, kontribusi IKM terhadap PDB/PDRB semakin meningkat, dan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah Indonesia semakin meningkat.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku IKM di Sentra Cokelat Lombok Utara dapat meningkatkan kualitas produknya, menjalin kerjasama yang lebih luas, serta mampu berinovasi untuk mengembangkan usahanya lebih baik lagi.(bul)

Peneliti: Penurunan Realisasi Cukai Hasil Tembakau Perlu Dievaluasi

0
Ahmad Heri Firdaus (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus menilai penurunan realisasi cukai hasil tembakau (CHT) dan produksinya perlu dievaluasi, terutama jika kenaikan cukainya terlalu tinggi.

Heri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 5 Juni 2024, mengatakan kenaikan cukai yang fluktuatif hingga eksesif dapat mempengaruhi penurunan penerimaan yang jauh lebih besar lagi.

Meskipun sudah ditetapkan sistem multiyears yang memudahkan pelaku usaha, Heri mengatakan besaran tarifnya juga harus diperhatikan dan jangan terlalu eksesif.

“Cukai kan bergantung pada CHT, jadi kenaikan ke depan harus hati-hati betul jangan sampai penerimaan cukai justru tidak optimal,” ucapnya.

Kebijakan CHT yang berlaku saat ini baik dari sisi tarif dan strukturnya dinilai belum efektif dalam menekan prevalensi perokok dan mengoptimalkan penerimaan negara.

Dalam paparan APBN Kita edisi Mei 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan penerimaan cukai mengalami penurunan sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang dipicu oleh merosotnya penerimaan CHT yang merupakan kontributor mayoritas penerimaan cukai.

Sementara itu, kebijakan kenaikan CHT sebesar 10 persen di 2024 dinilai tidak efektif dengan perpindahan konsumsi ke rokok yang lebih murah dan rokok ilegal yang terlihat dari penurunan golongan 1 sebesar 3 persen year-on-year, tetapi terjadi kenaikan di golongan 2, yaitu 14,2 persen year-on-year.

Heri menjelaskan kenaikan harga rokok yang lebih tinggi dari inflasi akan mengubah perilaku perokok untuk menyesuaikan konsumsi rokoknya dengan pendapatannya.

Artinya, kesempatan perokok untuk berpindah konsumsi ke rokok yang lebih mudah dijangkau atau rokok murah akan semakin tinggi, bahkan ke rokok ilegal. Hal tersebut tentu merugikan kesehatan masyarakat dan adanya potensi penerimaan cukai yang hilang.

“Artinya, harus ada benteng lain selain cukai yang harus dikuatkan karena selama ini unsur pengendalian yang berjalan baru cukai tetapi tetap harus memperhatikan perlindungan industri dan penyerapan tenaga kerjanya, jadi harus hati-hati betul,” ujar Heri

Dalam menetapkan kebijakan cukai, Heri merekomendasikan peta jalan (roadmap) jangka panjang untuk struktur tarif cukai agar perhitungannya transparan.

“Jadi, memang perlu dibenahi (struktur tarif cukai) supaya semua tahu argumentasi dan rumusnya. Formula tarif cukainya juga harus jelas supaya kuat argumennya,” kata dia.

Terkait peralihan konsumsi ke rokok murah, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyanto menjelaskan banyaknya layer dalam struktur tarif cukai rokok mempengaruhi besarnya tarif cukai dan harga produk-produk tembakau di Indonesia.

“Perbedaan pungutan cukai dari masing-masing layer itu cukup signifikan. Ini yang memicu produsen berpindah dari satu layer ke layer lainnya dengan cara memproduksi barang sejenis bermerek baru dengan harga lebih murah,” kata Agus Menyoroti cepatnya pertumbuhan rokok yang lebih murah di golongan 2 dan 3, Agus menilai kerumitan tersebut perlu diselesaikan dengan membenahi struktur tarif cukai di Indonesia yang saat ini termasuk paling kompleks di dunia.

Hal tersebut dikarenakan penerapan struktur tarif cukai yang berlapis dapat mendorong menjamurnya merek rokok baru dengan harga yang lebih murah.

“Pemerintah harus berani memangkas gap pungutan cukai antara satu layer dengan layer lainnya untuk mempersempit perbedaan harga. Dengan demikian, pilihan konsumen ke produk yang lebih murah menjadi semakin sempit,” ungkapnya.

Senada dengan pernyataan Agus, berkaitan dengan struktur tarif cukai, Heri juga menyarankan jarak antara satu layer dengan layer lainnya dikecilkan secara optimal.

“Aturan ini juga perlu diimbangi dengan penetapan tarif cukai yang ideal dan tidak eksesif atau tidak terlalu tinggi untuk mengurangi perpindahan konsumsi ke rokok yang lebih murah,” ujar Heri.(Ant)

Lidya : Mengabdikan Diri Untuk Lingkungan

0
Foto : Maulidya Rahmi Aulia (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Maulidya Rahmi Aulia akrabnya disapa Lidya, Winner Duta Lingkungan Provinsi NTB 2023. Ia lahir di Sumbawa, 4 Juni 2001, dan merupakan anak tengah dari tiga bersaudara. Lidya adalah mahasiswi lulusan Fakultas Hukum Universitas Mataram, April 2024 lalu.

Setelah berhasil menyelesaikan masa belajarnya di kampus, Lidya secara penuh mengabdikan diri di duta lingkungan. Bukan hanya berprogram dan berkegiatan di Kota Mataram, tetapi ia berupaya di semua kabupaten Provinsi NTB untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya berharap dapat melaksanakan program sebanyak mungkin, sekreatif mungkin dan seinovatif mungkin,” ucapnya.

Selama menjadi winner duta lingkungan, ia mengatakan bahwa keuntungan yang didapatkan bukan hanya meningkatkan value diri, tetapi juga relasi dan koneksi yang sangat banyak. Dari setiap kegiatan yang dilaksanakan, ia bersama rekan duta lingkungan lainnya berupaya untuk menggandeng lembaga atau organisasi-organisasi lingkungan, termasuk juga karang taruna tempat mereka berkegiatan.

Kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi alasan utama putri kelahiran Sumbawa ini untuk turut serta menjadi bagian dari duta lingkungan. Ia berangkat dari keprihatinan yang ada kampung halamannya di Kabupaten Sumbawa Besar.

Menurutnya, Pulau Sumbawa sudah mulai krisis dari aspek lingkungannya, karena banyaknya pengalihan dan pembukaan lahan hutan menjadi lahan jagung, perubahan iklim, maraknya penebangan pohon secara liar dan isu-isu krisis lingkungan lainnya.

“Why not, kita ada forum dan wadah untuk mengembangkan diri sekaligus berkontribusi untuk daerah, di Duta Lingkungan. Kenapa tidak dicoba,” ujarnya.

Menurutnya, situasi lingkungan di NTB sangat memprihatinkan, terlebih lagi mengenai sampah. Ia menyampaikan bahwa di NTB saat ini sudah darurat sampah. Lidya melihat bahwa penampungan sampah yang ada di NTB sudah hampir penuh.

Selain itu, kondisi lingkungan yang ada di daerah-daerah pariwisata, seperti pantai sangat disayangkan. Hal itu karena maraknya pembuangan sampah yang tidak mampu ditangani, terlebih lagi sampah kiriman yang menyebar di seluruh pesisir pantai. Karena itu, ia berharap dapat terus berkontribusi untuk menangani persoalan tersebut.

Dalam setiap kegiatannya, di bawah naungan Yayasan Duta Lingkungan, ia berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup setempat. Seperti giat bersih pantai yang pernah dilaksanakan bersama Pandawara di Labuhan Haji, Lombok Timur. Ia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup setempat. Begitu juga dengan Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram.

“Kami juga tidak lepas koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, makanya setiap ada kegiatan tetap berkoordinasi ke dinas itu langsung,” ujarnya.

Lidya menyampaikan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Rabu, 5 Juni 2024 dapat menjadi momentum pengingat untuk meningkatkan kepedulian semua kalangan terhadap lingkungan. Dimulai dari diri sendiri, dengan turut serta dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan dari hal yang paling kecil.

“Menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita nantinya, jagalah bumi, maka bumi akan menjaga kita,” pungkasnya.(Ulf)

Komunitas Gelisah, Lahir dari Kegelisahan Karena Sampah

0
Komunitas Gelisah mengumpulkan sampah setelah gotong royong membersihkan pantai, Senin 3 Juni 2024 di Pantai Loang Baloq, Mataram. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Gerakan Peduli Sampah Nihil (Gelisah) adalah sebuah komunitas yang berdiri sejak 21 Februari 2019 bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional. Pendirinya yaitu Lailatul Ulfah atau akrabnya disapa Ulfah. Komunitas ini lahir karena adanya kegelisahan yang muncul melihat kondisi yang ada di kampung halamannya, yaitu Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan.

Ulfah menyampaikan, tempat tinggalnya dikenal dengan kampung banjir. Terdapat sungai Jangkok dan Kali Gedur yang merupakan kali yang mengirimkan jumlah sampah yang begitu banyak dan bermuara langsung ke Pantai. Dari kondisi tersebut, ia mendirikan gerakan peduli sampah tersebut.

Komunitas gelisah fokus pada pengolahan sampah anorganik, yang diproduksi menjadi barang-barang yang memiliki nilai jual. Sampah-sampah plastik yang dikumpulkan, dikreasikan menjadi tas, dompet dan lain-lain. Bahan-bahan yang digunakan mulai dari sedotan, plastik sachet minuman dan sampah-sampah plastik yang masih bisa didaur ulang.

Gelisah bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, akademisi, sekolah-sekolah dari SD-SMA bahkan pernah menerima penelitian dari kampus-kampus dari Universitas Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gajah Mada dan IPDN.

Ulfah menjelaskan, salah satu bentuk dukungan dari Dinas Perdagangan adalah pesanan terbesar yang pernah diterima komunitasnya sebanyak 2000 pcs bros dari tutup botol, dan penghasilannya mencapai Rp15 juta. Ia menambahkan juga bahwa, jumlah pendapatannya terhitung dari 2022-2023 mencapai Rp35 juta.

Hasil dari penjualan produk tersebut sebagiannya digunakan untuk kegiatan bersih-bersih sampah. Adapun cara mereka menarik minat masyarakat adalah dengan menyediakan hadiah atau doorprize. Selain itu, mereka juga memberikan solusi kepada masyarakat untuk menukarkan sampah dengan tas ramah lingkungan. Hal tersebut menjadi upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Saat ini, mereka berencana untuk memproduksi tas belanja dalam jumlah banyak. Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, mereka berkolaborasi dengan PLN, dan diberikan support mesin jahit khusus plastik yang akan digunakan untuk daur ulang.

“Seperti kita ketahui, di mataram saat ini hampir seluruh super market itu tidak menyediakan plastik lagi. Indomaret, Alfamart, bahkan super market niaga sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi. Bahannya bisa dari kresek bekas nutri sari dan sejenisnya,” pungkasnya. (ulf)

Harga Emas Antam Merosot Rp13.000 jadi Rp1,336 Juta Per Gram

0
Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu pagi, turun sebesar Rp13.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.336.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.349.000 per gram pada Selasa 4 Juni 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Rabu, yakni sebesar Rp1.219.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Rabu 5 Juni 2024:

– Harga emas 0,5 gram: Rp718.000
– Harga emas 1 gram: Rp1.336.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.612.000
– Harga emas 3 gram: Rp3.893.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.455.000
– Harga emas 10 gram: Rp12.855.000
– Harga emas 25 gram: Rp32.012.000
– Harga emas 50 gram: Rp63.945.000
– Harga emas 100 gram: Rp127.812.000
– Harga emas 250 gram: Rp319.265.000
– Harga emas 500 gram: Rp638.320.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.276.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(Ant)

Kodim-Pemkab Kukar tingkatkan jalan pertanian untuk suplai pangan IKN

0
Ibu Kota Nusantara (ekbisntb.com/ist)

Samarinda (ekbisntb.com) – Komando Distrik Militer 0906/Kabupaten Kutai Kartanegara (Kodim 0906/Kukar) bersama pemerintah kabupaten setempat berkolaborasi meningkatkan jalan pertanian, untuk mempermudah distribusi bahan pangan dari lokasi pertanian ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kodim 0906 bersama Pemkab Kukar terus berkolaborasi pemenuhan kebutuhan pangan baik terkait intensifikasi, ekstensifikasi lahan, hingga pembangunan jalan usaha tani,” ujar Babinsa Bangunrejo Kodim 0906/Kukar Serka Sukirin, dalam rilis Penerangan Korem 091/ASN di Samarinda, Selasa 4 Juni 2024.

Untuk saat ini, kerja sama yang dilakukan adalah peningkatan jalan usaha tani, diawali dengan penimbunan tanah pada badan jalan yang rendah karena melewati sebagian kecil sawah, agar jalan tidak terendam air saat hujan.

Jalan usaha tani tersebut dibangun di Desa Bangunrejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, karena kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi produksi padi dengan lahan cukup luas di Kukar, sedangkan untuk akses jalan masih setapak sehingga perlu pelebaran agar padi mudah diangkut menggunakan sepeda motor maupun mobil.

Sukirin melanjutkan, karya bakti personel Kodim 0906/Kukar tersebut merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur pertanian, sehingga para petani maupun kelompok tani dapat mengoptimalkan angkutan produksi.

“Adanya jalan yang bagus tentu berdampak pada kelancaran angkutan produksi, sehingga harapan pemerintah setempat dan para petani untuk menyuplai bahan pangan untuk warga IKN menjadi lancar, bahkan ke depan petani pun makin bersemangat meningkatkan produksi karena memiliki pasar tetap IKN,” katanya.

Ia menyebut, dalam penimbunan tanah di jalan usaha tani tersebut petani dan kelompok tani pun membantu mengerjakan, sebagai bentuk kebersamaan sehingga kekompakan antara warga dan TNI selalu terjaga dengan baik.

“Penimbunan tanah untuk jalan usaha tani ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada para petani, untuk memberikan kemudahan bagi mereka sekaligus mengurangi biaya ongkos angkut, sehingga kesejahteraan petani makin meningkat,” ucapnya.

Sementara Abdul Manaf, selaku Ketua Kelompok Tani Mardi Tani desa setempat, mengaku para petani sangat senang adanya jalan usaha tani yang sedang di kerjakan, karena ke depan petani tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan mengangkut bibit, pupuk, peralatan, hingga hasil panen seiring jalan yang mudah dilalui.(Ant)

Bapanas: Relaksasi Harga Gula Di Konsumen Berlanjut Hingga 30 Juni

0
Gula (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan kebijakan relaksasi harga gula di tingkat ritel atau konsumen berlanjut hingga 30 Juni 2024.

“Relaksasi atau penyesuaian harga gula di tingkat konsumen yang berakhir tanggal 31 Mei 2024 diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2024,” kata Arief melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu 5 Juni 2024.

Dia menyebut bahwa relaksasi harga gula di tingkat ritel atau konsumen sebesar Rp17.500 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat produsen sebesar Rp14.500 per kg.

Sementara untuk daerah/wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan wilayah 3TP (Tertinggal, Terluar, Terpencil, dan Perbatasan) harga gula konsumsi di tingkat ritel atau konsumen sebesar Rp18.500 per kg.

Dia mengatakan bahwa relaksasi atau penyesuaian harga gula di tingkat konsumen yang diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2024, nantinya akan dilakukan evaluasi secara berkala.

Sementara itu, untuk relaksasi harga acuan pembelian (HAP) gula di tingkat produsen yang mulai berlaku pada 3 Mei 2024 sebesar Rp14.500 per kg, Arief menjelaskan bahwa kebijakan itu akan terus berlanjut hingga 31 Oktober 2024.

“Relaksasi HAP (harga acuan pembelian) gula di tingkat produsen yang berlaku mulai 3 Mei 2024 sampai dengan 31 Oktober 2024 dan atau hingga berakhirnya musim giling,” jelas Arief.

Bapanas berharap Satuan Tugas Pangan Polri untuk bersama sama melakukan pengawasan secara berkala, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

“Hal itu, guna memastikan implementasi relaksasi HAP gula konsumsi di tingkat produsen sesuai dengan surat pemberitahuan tersebut,” jelas Arief.

Arief sebelumnya menyampaikan bahwa penetapan relaksasi HAP gula melalui Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Gula Konsumsi lintas kementerian/lembaga. Kebijakan tersebut diberlakukan sejak 5 April hingga berakhir 31 Mei 2024.

Menurut dia , kebijakan relaksasi HAP gula diberlakukan karena memang harga komoditas tersebut secara global cukup tinggi.

Meski begitu, ia menilai bahwa tingginya harga gula saat ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan produksi dalam negeri.(Ant)

Perlindungan Sosial bagi Pekerja Informal Perlu Dipercepat

0
Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) di Hotel Lombok Garden Mataram, Selasa 4 Juni 2024. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari unsur serikat pekerja, perusahaan, mediator dan pengawas.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi risiko PHK adalah dengan meluncurkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) oleh BPJS Ketenagakerjaan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.


“Inilah yang harus diidentifikasi dan diselaraskan antara norma yang diatur dalam regulasi dengan permasalahan nyata yang dihadapi dilapangan. Sehingga FGD ini nantinya diharapkan bisa memberi masukan atau rekomendasi kepada pemerintah untuk penyempurnaannya dimasa yang akan datang,” ujar Kadisnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH saat membuka acara FGD.


Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang mampu mengakomodir kepentingan dan perlindungan, baik kepada pekerja maupun pemberi kerja. Apalagi pekerja dan pemberi kerja memiliki hubungan simbiosis mutualisme.
“Setiap ada masalah harus ada musyawarah. Jangan ragu untuk membuka sarana diskusi,” ujarnya.


Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Aryadi menyampaikan kondisi perlindungan sosial di NTB dari 595 ribu orang hanya 365 ribu atau 60% yang terlindungi. Yang lebih parah bukan penerima upah atau pekerja mandiri/pekerja rentan dari 1 juta orang hanya 16% yang terlindungi. Cakupan perlindungan sosial bagi pekerja formal dan informal perlu dipercepat, karena ketiadaan perlindungan sosial bagi tenaga kerja merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya masalah turunan lainnya, salah satunya kemiskinan ekstrem.

“Pengawas ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan perlu sering-sering mengedukasi perusahaan tentang manfaat kepesertaan Jamsostek dan mencari tahu penyebab kenapa perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya menjadi anggota Jamsostek,” himbau Aryadi.


Terkait cakupan perlindungan sosial bagi pekerja bukan penerima upah atau pekerja rentan, Disnakertrans NTB bersama dengan DPRD Provinsi NTB sedang membuat Raperda Ketenagakerjaan yang salah satu pasalnya mengatur tentang perlindungan sosial bagi pekerja informal (pekerja rentan).


“Untuk pekerja formal sudah ada aturannya. Begitupula dengan perusahaan. Jadi tugas pemerintah adalah melakukan pengawasan. Yang belum ada aturannya adalah untuk pekerja informal. Adanya Raperda tentang perlindungan sosial bagi pekerja informal menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk menciptakan keadilan bagi semua orang melalui regulasi yang jelas dan sah,” ujar Aryadi.


Disnakertrans NTB baru-baru ini memproses perlindungan sosial pekerja asal NTB yang dananya masuk ke provinsi lain. Transaksi dana perlindungan sosial ketenagakerjaan harus di NTB. Ini terkait dengan kontribusi di daerah.


Sementara itu, klaim BPJS Ketenagakerjaan per Mei 2024 sebanyak Rp 165 miliar dan 10.858 kasus, dengan rincian sebagai berikut: Jaminan Hari Tua sebanyak 9.426 kasus, Jaminan Pensiun sebanyak 289 kasus, Jaminan Kecelakaan Kerja sebanyak 274 kasus, Jaminan Kematian sebanyak 838 kasus, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebanyak 29 kasus.


“JKP meskipun baru harus bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar. Apalagi manfaatnya sangat banyak,” ujar Aryadi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB Boby Foriawan juga mengungkapkan bahwa pada dasarnya filosofi program JKP ini adalah mempertahankan kehidupan yang layak bagi pekerja saat kehilangan pekerjaan dan bisa bekerja kembali.
“Program ini tentunya akan sangat membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan dan juga memberikan akses informasi agar dapat kembali bekerja.

Selain itu pekerja juga menerima manfaat uang tunai yang tujuannya dapat mempertahankan kehidupan yang layak untuk peserta” ungkap Boby.
Dalam sesi diskusi, Sri dari Hotel Merumatta Senggigi bertanya apakah pekerja bisa membayarkan premi untuk anggota keluarga seperti pada BPJS kesehatan.


Menanggapi pertanyaan tersebut, Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan NTB Oktiana Triperani Sukmana menyampaikan bahwa karyawan bisa membayarkan anggota keluarganya dengan mengambil skema kolektif dari perusahaan. Jadi preminya akan disesuaikan dengan program yang diikuti yang akan dipotong dari upah pekerja.


Pada kesempatan itu, Kadisnakertrans NTB memberikan beberapa saran, antara lain: pertama, jika ada pekerja yang ingin mendaftarkan pekerja mandiri kalau bisa iurannya dikurangi namun manfaatnya sama. Kedua, kalau bisa persyaratan klaim JKP dipermudah.(bul)

Pemkab Loteng-Kodim Distribusikan 62 Alsintan untuk Petani

0
FOTO BERSAMA - Foto bersama saat acara penyerahan bantuan alsintan dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah dan Kodim 1620 kepada kelompok tani di daerah setempat di Praya, Selasa 4 Juni 2024 (ekbisntb.com/ant)

Praya (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Tengah bersama TNI Kodim 1620 mendistribusikan 62 alat mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani guna meningkatkan produksi pertanian di daerah setempat.

Perwira seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1620/Loteng Kapten Inf Ali Murtono di Praya, Selasa, mengatakan pemilihan kelompok tani (poktan) sebagai penerima alsintan didasarkan pada kebutuhan dan potensi peningkatan produktivitas masing-masing kelompok pada setiap daerah.

“Program ini diharapkan bisa mendukung ketahanan pangan di Lombok Tengah,” katanya.

Ia mengatakan distribusi 62 alsintan meliputi mesin pompa beserta selang penyalur air untuk pompanisasi. Alat-alat ini, kata dia, diharapkan akan dapat membantu para petani dalam berbagai tahap proses pertanian, mulai dari pengolahan tanah, irigasi, hingga penanaman.

“Kami yakin dengan adanya alsintan yang dibagikan oleh pemerintah kepada para petani akan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian,” katanya.

Penggunaan teknologi pertanian modern ini tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil pertanian para petani.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Pertanian sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah (pemda) dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani lokal secara bertahap,” katanya.

Menurut dia, pentingnya peran teknologi dalam pertanian modern yang harus dimiliki oleh para kelompok tani agar tetap mandiri dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang dikelola.

“Dengan adanya alsintan yang dibagikan oleh pemerintah, kami sebagai aparat berharap para petani dapat mengolah lahan mereka dengan lebih efisien dan meningkatkan hasil panen,” katanya.

Kolaborasi TNI dalam pendistribusian alsintan ini menunjukkan sinergi antara instansi pemerintah dan aparat keamanan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lombok Tengah.

Program distribusi alsintan merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan baik pusat maupun lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan.

“Bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan petani, khususnya di Lombok Tengah, serta menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa,” katanya. (ant)

Jelang Idul Adha, Bulog akan Salurkan 1.600 Ton CBP

0
M. Syaukani (ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Lombok Timur (Lotim) memastikan akan menyalurkan 1.600 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bantuan gratis berupa 10 kilogram beras ini diharapkan bisa bantu meringankan warga menjelang perayaan hari besar Islam tersebut.

Hal ini dikemukakan Kepala Cabang Bulog Lotim, M. Syaukani menjawab Suara NTB di Rempung, Selasa 4 Juni 2024.

Dia menjelaskan, bantuan beras gratis dalam rangka  ini diberikan kepada 157 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Diketahui, CBP disalurkan pemerintah dengan tujuan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Saat Idul Adha ini, Bulog sudah sangat siap. Tidak saja beras, gula dan minyak pun sudah dipersiapkan dan dipastikan masyarakat tidak akan khawatir soal keterangan pangan.

”Persiapan Idul Adha sudah sangat siap,” ucapnya.

Bulog pada tahun 2024 ini menargetkan 12 ribu ton pengadaan. Sejauh ini sudah lebih dari 50 persen tercapai.

Beras yang didistribusikan ke tengah masyarakat sudah tersedia di Gudang Bulog. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sampai Desember 2024 mendatang. Apalagi Bulog menegaskan, penyaluran CBP ini akan berlanjut sampai Desember 2024 mendatang.

Mengenai pengadaan, lebih jauh dikatakan Syaukani sampai sekarang masih terus berlanjut. Saat ini Bulog Lotim masih proses pengadaan. Pembelian dilakukan Bulog seharga Rp 11 ribu per kilogram beras atau Rp 7.400 Gabah Kering Giling (GKG). “Masih ada panen lagi. Musim tanam lagi dilakukan petani,” ungkapnya.

Bulog Lotim selama panen ini sudah tak lagi datangkan dari luar daerah. Sekarang Bulog memaksimalkan pengadaan dalam negeri. Bulog juga sudah menyiapkan gudang filial jika gudang utama penuh. ‘’Bulog siap sewa gudang swasta untuk memaksimalkan stok,’’ tegasnya. (rus)