spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaKomunitas Gelisah, Lahir dari Kegelisahan Karena Sampah

Komunitas Gelisah, Lahir dari Kegelisahan Karena Sampah

Mataram (ekbisntb.com) – Gerakan Peduli Sampah Nihil (Gelisah) adalah sebuah komunitas yang berdiri sejak 21 Februari 2019 bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional. Pendirinya yaitu Lailatul Ulfah atau akrabnya disapa Ulfah. Komunitas ini lahir karena adanya kegelisahan yang muncul melihat kondisi yang ada di kampung halamannya, yaitu Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan.

Ulfah menyampaikan, tempat tinggalnya dikenal dengan kampung banjir. Terdapat sungai Jangkok dan Kali Gedur yang merupakan kali yang mengirimkan jumlah sampah yang begitu banyak dan bermuara langsung ke Pantai. Dari kondisi tersebut, ia mendirikan gerakan peduli sampah tersebut.

Komunitas gelisah fokus pada pengolahan sampah anorganik, yang diproduksi menjadi barang-barang yang memiliki nilai jual. Sampah-sampah plastik yang dikumpulkan, dikreasikan menjadi tas, dompet dan lain-lain. Bahan-bahan yang digunakan mulai dari sedotan, plastik sachet minuman dan sampah-sampah plastik yang masih bisa didaur ulang.

Gelisah bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, akademisi, sekolah-sekolah dari SD-SMA bahkan pernah menerima penelitian dari kampus-kampus dari Universitas Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gajah Mada dan IPDN.

Ulfah menjelaskan, salah satu bentuk dukungan dari Dinas Perdagangan adalah pesanan terbesar yang pernah diterima komunitasnya sebanyak 2000 pcs bros dari tutup botol, dan penghasilannya mencapai Rp15 juta. Ia menambahkan juga bahwa, jumlah pendapatannya terhitung dari 2022-2023 mencapai Rp35 juta.

Hasil dari penjualan produk tersebut sebagiannya digunakan untuk kegiatan bersih-bersih sampah. Adapun cara mereka menarik minat masyarakat adalah dengan menyediakan hadiah atau doorprize. Selain itu, mereka juga memberikan solusi kepada masyarakat untuk menukarkan sampah dengan tas ramah lingkungan. Hal tersebut menjadi upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Saat ini, mereka berencana untuk memproduksi tas belanja dalam jumlah banyak. Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, mereka berkolaborasi dengan PLN, dan diberikan support mesin jahit khusus plastik yang akan digunakan untuk daur ulang.

“Seperti kita ketahui, di mataram saat ini hampir seluruh super market itu tidak menyediakan plastik lagi. Indomaret, Alfamart, bahkan super market niaga sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi. Bahannya bisa dari kresek bekas nutri sari dan sejenisnya,” pungkasnya. (ulf)

Artikel Yang Relevan

Iklan





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini