Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 721

Pemkot Mataram Siapkan 257 Lokasi Pemotongan Hewan Kurban

0
Foto: Hj. Baiq Rihul Jannah. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) -Pemkot Mataram menyiapkan 257 lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di enam kecamatan dan 42 kelurahan di Kota Mataram. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian kota Mataram, Ir. Hj. Baiq Rihul Jannah ditemui di ruang kerjanya pada, Senin 10 Juni 2024.

Dari 257 lokasi diantaranya, 54 berada di Kecamatan Ampenan, 61 lokasi berada di Kecamatan Selaparang. Di Kecamatan Sekarbela terdapat 26 lokasi. Kecamatan Sandubaya 35 lokasi. Kecamatan Mataram terdapat 47 lokasi dan Kecamatan Cakranegara 32 lokasi.

Sebelum penyembelihan hewan kurban kata dia, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Balai Karantina, dan dokter hewan akan turun ke pengepul atau pedagang hewan kurban untuk melakukan pendataan sebelum dijual. Pada H-3 lebaran Idul Adha juga dilakukan pengecekan kesehatan hewan kurban. “Apakah layak dikurban atau tidak,” ujarnya.

Pengecekan kesehatan hewan ini mulai dari pengecekan mata, bentuk tubuh, hidung, mulut, kuku, dan organ luar hewan yang bisa dilihat secara kasat mata. Jika dinyatakan sehat atau layak dikurban akan diberikan surat keterangan kesehatan hewan.

Ditegaskan, pengecekan kesehatan hewan kurban, juga dilakukan pasca penyembelihan. Bagian organ dari sapi atau kambing seperti hati, paru, usus dan organ lainnya akan dicek. Tujuannya mengantisipasi adanya cacing pita pada organ hewan kurban tersebut. “Pada saat penyembelihan kita turun ke lokasi pemotongan untuk memeriksa, supaya kalau ada ditemukan penyakit dalam pada hewan kurban supaya tidak bagikan,” ujannya.

Rihul Jannah menyebutkan, sebagian besar hewan kurban berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur.
Adapun hewan yang akan di kurban di kota Mataram pada 10 Dzulhijjah yang bertepatan pada Senin, 17 Juni 2024 nanti merupakan hewan lokal dari Mataram, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur. (era)

Konservasi Penyu, Kolaborasi Pertamina & TCC Nipah Berbuah Penghargaan Kalpataru 2024

0
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal BIL bersama Tim Turtle Conservation Community (TCC) (ekbisntb.com/ist)

Tanjung (ekbisntb.com)–PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal BIL bersama Tim Turtle Conservation Community (TCC) Nipah berhasil membuat gebrakan dengan diraihnya penghargaan Kalpataru 2024 untuk kategori Penyelamat Lingkungan 5 Juni 2024.

Penghargaan diberikan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya bertempat di Gedung KLHK kepada penerima penghargaan Kalpataru 2024.

Ketua TCC Nipah, Fikriludin, membagikan perjalanan panjang yang membawa mereka meraih pengakuan prestisius dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas jasanya dalam melestarikan penyu dikawasan Pantai Nipah.

Proses menuju prestasi nominasi Kalpataru, menurut Fikriludin, tidaklah mudah. Ia mengungkapkan bahwa semuanya dimulai pada awal tahun 2016, saat ia dan rekan-rekannya mulai timbul rasa peduli terhadap nasib penyu di Pantai Nipah.

“Dulu pantai Nipah adalah tempat perburuan penyu, baik oleh orang luar maupun lokal. Melihat populasi penyu dan keadaan yang semakin menyedihkan, kami termotivasi untuk turun tangan menjaga populasi penyu,” ujar Fikriludin.

Dari enam jenis penyu yang ada di Indonesia, TCC Nipah berhasil membuat perlindungan pada tiga jenis penyu yang ditemui diwilayah mereka.

Ketiga penyu tersebut diantaranya Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepi-dochelys olivacea).

“Saat ini kami benar-benar fokus pada ketiga jenis penyu ini karena itu yang ada diwilayah kami,” tambahnya.

Pertamina sendiri sudah memasuki tahun keempat pembinaan pada tahun ini untuk konservasi penyu TCC Nipah.

Berkat sinergitas stakeholder, mulai dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) hingga pemerintah daerah setempat, Pertamina bersama TCC Nipah berjuang bukan hanya melawan perburuan ilegal tetapi juga berusaha menyelamatkan penyu yang sakit.

Pencapaian gemilang dalam ajang Kalpataru 2024 ini membuktikan bahwa kerja keras yang dilakukan Pertamina bersama TCC Nipah dan tentunya berkat sinergitas dan dukungan stakeholder menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi cara untuk dapat terus melestarikan alam.

“Terimakasih kami sampaikan kepada para pihak yang ikut terlibat dan memberikan dukungannya terhadap kami terutama dari Pertamina Aviation Fuel Terminal BIL, BKSDA-NTB, DLHK dan Pemda KLU. Bantuann dari Pertamina telah membuka ruang bagi para akademisi dan pelajar untuk melakukan penelitian dan melakukan wisata edukasi diwilayah mereka. Beberapa akademisi sudah melakukan penelitian di tempat kami,” jelas Fikriludin.

Area Manager Comm., Rel, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju komunitas yang mandiri guna mencapai pengembangan yang berkelanjutan.

Dukungan ini juga sebagai bentuk komitmen Pertamina untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 ekosistem lautan dan tujuan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Selain mengimplementasikan SDGs, Pertamina turut berupaya menjalankan Enviromental, Social & Governance (ESG) dan untuk program konservasi penyu ini ini masuk kepada bidang lingkungan dan kepemerintahan dalam ESG.

Di sisi lingkungan, program ini membantu mempertahankan dan meningkatkan jumlah populasi penyu agar berada dalam keseimbangan sesuai daya dukung setiap komponen ekosistemnya, sehingga kehidupan penyu dapat terus berjalan serasi dan seimbang.

Di sisi lainnya untuk bidang kepemerintahan, program ini menunjukkan hasil dari sinergitas stakeholder dalam menjalankan program.

“Dampak positif dari upaya konservasi yang dilakukan Pertamina bersama TCC Nipah tidak hanya dirasakan pada populasi penyu, tetapi juga pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat. Dampak yang dihasilkan selama program berjalan memberikan dampak positif, terutama sektor pariwisata masyarakat dengan jumlah angka kunjungan yang selalu naik setiap tahunnya,” tutup Ahad.(bul)

Jelang Idul Adha, Pertamina Patra Niaga Tambah 266.140 Tabung LPG 3 Kg Untuk Wilayah NTB

0
Suply gas LPG(ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Jelang Idul Adha, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melakukan tambahan pasokan tabung LPG 3 Kg untuk wilayah Nusa Tenggara Barat yang meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Tengah, Timur dan Utara mendapatkan tambahan penyaluran total sebanyak 498,8 Metrik Ton atau setara dengan 166.260 tabung atau sebesar 150% terhadap konsumsi normal harian.

Untuk wilayah Kabupaten/Kota Bima, Dompu, Sumbawa sampai Sumbawa Barat mendapatkan tambahan penyaluran total sebanyak 299,6 Metrik Ton atau setara dengan 99.880 tabung atau sebesar 300% terhadap konsumsi normal harian.
Tambahan tabung LPG 3kg tersebut diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam momen Idul Adha yang diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan di sektor LPG.

Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, tambahan tabung tersebut diharapkan membanjiri jumlah tabung di masyarakat, sehingga tidak ada celah untuk oknum mengambil keuntungan memanfaatkan situasi yang meningkat.

“Sebelum dan sesudah Idul Adha kita akan banjiri tabung secara periodik melihat prediksi tingginya konsumsi serta tradisi di masing-masing daerah. Tentunya besaran tambahan di masing-masing kota kabupaten menyesuaikan itu. Seperti di Kabupaten Dompu misalnya frekuensinya lebih intens dikarenakan meningkatnya kebutuhan msayarakat menjelang hari raya idul adha dan saat ini memasuki musim tanam Bawang serta masih berlangsungnya Panen raya Jagung yang belum merata sehingga masa panen menjadi lebih panjang , ” ujar Ahad.

Adapun tambahan tersebut berbeda besaran untuk tiap kota/kabupaten dengan tambahan bervariasi mulai dari paling kecil 50% hingga 300% berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah.

Kendati demikian masyarakat tetap dihimbau untuk membeli LPG di pangkalan Pertamina agar mendapatkan harga HET Rp 18.000,- dan stok tersedia.
“Gampang membedakan pangkalan resmi Pertamina, kalau harganya sudah di atas Rp 18.000,- itu sudah bukan pangkalan resmi. Boleh dibeli karna itu pilihan masyarakat ya, namun kalau sudah kelewatan ambil untungnya ya jangan dibeli. Semakin senang oknum pengecer yang menaikkan harga kalau dibeli,” sambung Ahad.

“Di NTB saat ini tiap desa sudah terdapat minimal 2-3 pangkalan LPG. Di Kota / Kabupaten , di Kota sudah minimal 5 pangkalan LPG per desa. Jadi tidak ada alasan kesulitan mencari pangkalan resmi dan masyarakat bisa semakin menjangkau harga eceran tertinggi HET Rp 18.000,- dengan mudah,” pungkas Ahad.

NTB ditopang 2 supply point LPG yakni Supply Poin Utama Terminal LPG Sekotong dan Integrated Terminal Bima dengan total stok LPG wilayah NTB saat rilis ini disusun mencapai 3.377 metrik ton, dengan konsumsi rata-rata normal harian mencapai 460 metrik ton per hari stoknya masih dalam kategori aman masih mampu menampung lonjakan konsumsi hingga 2 kali lipat.

Meskipun stok melimpah namun penyaluran ke masyarakat menyesuaikan kuota masing-masing kabupaten kota yang ditetapkan pemerintah. Sehingga penambahan pasokan ini juga sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah masing-masing.

Untuk mengetahui pangkalan resmi Pertamina terdekat dari tempat tinggal dapat menghubungi Call Center 135.(bul)

MIM Foundation, Hadir untuk Mengentaskan Persoalan Sosial di Nusa Tenggara Barat

0
Belanja bersama anak yatim, salah satu kegiatan yang dilaksanakan MIM Foundation(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Metro Insan Mulia (MIM) Foundation, sebuah lembaga filantropi berbasis Islam yang berkantor pusat di Mataram, Nusa Tenggara Barat berkomitmen mendukung Pembangunan dan mengatasi persoalan-persoalan sosial di daerah.

MIM Foundation lahir dari korporasi besar di Nusa Tenggara Barat, mengelola zakat korporasi dan hibbah dari beberapa perusahaan korporasinya, diantaranya donatur kemitraan terbesar saat ini BPRS Dinar Ashri (Bank Dinar) yang telah menyalurkan dana kebajikannya mencapai Rp4 miliar.

“MIM Foundation juga terbuka mengelola zakat perusahaan, dan dana hibbah terikat dari semua perusahaan, stakeholders, maupun masyarakat yang ingin menyalurkan melalui MIM Foundation,” kata M. Romi Saefuddin di Kantor MIM Foundation di Jalan Sriwijaya No 9, Kota Mataram, Senin 10 Juni 2024.

Penyalurkan zakat atau dana hibah terfokus pada sejumlah kegiatan sosial. Untuk zakat, utamanya kepada delapan golongan penerima zakat. Diantaranya, fakir, miskin, amil, muallaf. Riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil.

“Untuk faqir dan miskin, kita berikan sesuai kebutuhan. Kita utamakan paket sembako,” ujarnya.

Romi menjelaskan, beberapa kegiatan sosial penyaluran zakat / dana sosial yang terkumpul. Misalnya untuk kegiatan operasi bibir sumbing, operasi katarak, sunatan, pendampingan stunting dan gizi buruk.

“Untuk stunting, kami salurkan paket makanan bergizi sampai ada perubahan. Dari sisi Kesehatan kita juga terus intervensi. Karena ada banyak penyakir penyerta yang bisa mengakibatkan terjadinya stunting,” katanya.

Ada juga untuk penyaluran dana sosial dari mitra dialokasikan untuk pengadaan ambulance. Saat ini ada 3 unit ambulance yang dikelola MIM Foundation. Ambulance ini dipersiapkan untuk siapa saja yang ingin memanfaatkan sesuai peruntukannya. Untuk pengantaran se Pulau Lombok, hingga Pulau Sumbawa, pelayanannya gratis.

Untuk kegiatan dakwah, MIM juga sudah menggelar TOT (Trainer of Trainer) untuk pemulasaran jenazah (pelayanan perawatan jenazah mulai dari memandikan sampai dengan jenazah tersebut siap untuk dibawa pulang ke rumah duka atau jenazah tersebut langsung menuju ke pemakaman). Bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah masih terbatasnya tenaga-tenaga untuk pemulasaran jenazah. Terutama di komplek-komplek. Sudah ada forumnya dibentuk. Kalau ada kelompok masyarakat yang membutuhkan, akan dilayani. Selain ambulancenya juga free,” tambahnya.

Begitu juga untuk sektor Pendidikan, MIM Foundation menyiapkan beasiswa untuk mereka yang notabenenya miskin dan ingin mengenyam Pendidikan tinggi. Disiapkan beasiswa, yang terpenting memenuhi kriteria dan nilai akademiknya juga tetap bagus.

“Beasiswa diberikan setiap enam bulan, sambil dilihat capaian akademiknya. Karena prestasinya juga harus tetap bagus,” jelas Romi.

Selain itu, MIM Foundation juga menyalurkan zakat / dana hibah dalam bentuk bantuan modal usaha kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ditanggungjawabkan oleh pengurus masjid. Satu orang mendapatkan Rp1 juta, hingga Rp2 juta modal usaha yang harus dikembalika untuk digulirkan kepada yang lain.

“Pengembaliannya hanya pokoknya, tanpa potong biaya administrasi. Satu kelompok penerima bisa 15 sampai 20 orang,” ujarnya.

Romi menambahkan, setahun MIM Foundation bisa mengelola potensi proyeksi zakat / dana hibbah mencapai Rp10 miliar yang digulirkan kembali untuk kepentingan sosial.(bul)

Bahlil : Investasi di IKN Tak macet

0
Pembangunan IKN yang terus berjalan (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa proses investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tidak macet.

“Oh tidak ada masalah semuanya jalan kok, bagus,” ucap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin merespons mundurnya kepala dan wakil kepala Otorita IKN (OIKN).

Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai pengunduran diri tersebut. Sementara untuk penggantinya, kata Bahlil, merupakan hak prerogatif Presiden.

“Jadi gini, pergantian kepemimpinan itu kan hak prerogatif presiden tetapi presiden juga menghargai ketika pembantunya mengundurkan diri. Jadi, kalau dia mundur bukan berarti IKN macet, masa macet, tidak benar itu,” ujarnya.

Bahlil juga mengeklaim bahwa tidak ada keluhan dari investor pasca mundurnya kepala dan wakil kepala OIKN tersebut. Bahkan, kata dia, proses investasi di IKN bisa lebih cepat karena ditangani oleh Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang saat ini juga menjabat Plt. Kepala Otorita IKN.

“Tidak ada (keluhan). Malah mereka bersyukur bisa lebih cepat karena ditangani Pak Basuki,” ucap Bahlil.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Senin (3/6) mengumumkan pengunduran diri Kepala OIKN Bambang Susantono dan Wakil OIKN Dhony Rahajoe. Pratikno mengaku tidak mengetahui alasan pengunduran diri keduanya.

Menindaklanjuti pengunduran diri tersebut, telah terbit Keputusan Presiden (Keppres) yang mengangkat Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai Plt. Kepala Otorita IKN dan Wakil Menteri ATR Raja Juli Antoni sebagai Plt. Wakil Kepala Otorita IKN.

Presiden meminta Basuki dan Raja Juli menjamin percepatan pembangunan dengan sebaik-baiknya, sesuai visi pada rencana Nusa Rimba Raya dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.(Ant)

Pemkot Mataram Minta Pemprov NTB Percepat Proses Hibah Aset Gedung

0
Pembahasan aset hibah gedung (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat agar mempercepat proses hibah sejumlah aset, berupa gedung kantor, agar dapat segera dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami sangat berharap hibah lanjutan sejumlah aset milik Pemprov NTB yang ada di Kota Mataram segera diserahkan,” kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin 10 Juni 2024, usai menerima kunjungan dari Penjabat (Pj) Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi

Menurutnya, beberapa aset berupa gedung kantor lainnya yang belum diserahkan oleh Pemprov NTB antara lain Kantor Dinas Pertanian di Majeluk, Kantor Lurah Gomong, dan Kantor Dinas Sosial di Jalan RA Kartini Monjok

“Gedung kantor itu memang aset-aset yang sangat kami butuhkan dan kami juga akan serahkan SD di dekat SMK 1 Rembiga itu,” katanya.

Aset-aset yang belum dihibahkan itu, lanjutnya, sangat dibutuhkan oleh Pemkot Mataram, sehingga wali kota berharap proses hibah aset tersebut bisa disegerakan.

“Kami minta tolong Miq Gita (Pj Gubernur NTB) agar hibah bisa disegerakan, sebab kita sangat membutuhkan aset tersebut,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri sebelumnya mengatakan pada 22 Februari 2024 Pemkot juga sudah menerima hibah aset dari Pemprov NTB berupa gedung Kantor Dinas Pendidikan dan gedung Kantor Dinas Pariwisata di Jalan Majapahit.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih ke Pemprov NTB, sebab Dinas Pendidikan dan Pariwisata kini sudah punya kantor sendiri, tidak lagi berstatus pinjam,” katanya.

Dengan demikian, katanya, ke depan pemkot bisa merencanakan untuk revitalisasi secara utuh gedung kantor tersebut sesuai dengan konsep yang diinginkan.

“Kalau selama ini kita hanya melakukan pemeliharaan saja, belum berani merubah total. Tapi setelah ada penyerahan aset ini, kami melakukan revitalisasi secara masif,” katanya.

Sementara sebagai bentuk kerja sama Pemkot Mataram, saat itu juga berkontribusi dengan memberikan tanah di kawasan Kebon Kongok yang dipergunakan untuk perluasan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dengan senilai Rp5,3 miliar lebih dan lahan di Lingkar Rumah Sakit Provinsi NTB untuk perluasan area rumah sakit, dan lahan di Lingkar SMKN 1 Mataram seluas 5.000 meter per segi dengan nilai Rp1,2 miliar lebih.(Ant)

Merokok Bisa Picu Masalah Kesehatan Hingga Tiga Kali Lipat Lebih Parah

0
Ilustrasi Merokok (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis kardiovaskular Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo Dr. dr. Ika Prasetya Wijaya Sp.PD KKV mengatakan merokok akan menimbulkan masalah kesehatan dan penyakit penyerta hingga tiga kali lipat lebih hebat dibandingkan orang yang tidak merokok.

“Penderita darah tinggi pasti penyakit jantung koronernya akan bertambah naik 3 kali lipat, begitu punya kencing manis ditambah 3 kali lipat jadi 9 kali lipat, sudah itu merokok di kali 3 lagi, jadi berkali-kali lipat dibanding orang yang tidak merokok,” kata Ika dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin 10 Juni 2024.

Ia mengatakan merokok dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan kualitas pekerjaan, karena perokok aktif juga menyebarkan penyakit pada perokok pasif yang dapat menimbulkan kondisi lebih berat.

Jika perokok sudah terkena penyakit, Ika mengatakan pemulihannya bisa lebih lambat dibandingkan yang masih menjalankan pola hidup sehat. Selain itu, jika sudah terkena penyakit jantung maka harus meminum obat yang beberapa diantaranya harus diminum seumur hidup tergantung kondisi jantungnya.

Selain merokok, faktor risiko yang patut diwaspadai pada penyakit jantung adalah riwayat keluarga dengan penyakit jantung, stroke, hingga keguguran di usia muda.

“Itu akan ada genetiknya berperan di situ dan ada satu lagi penyakit tambahan yang mempercepat penyakit jantung koroner, yaitu anti fosfolipid syndrome pada wanita yang bisa mengalami keguguran di usia muda atau yang stroke di usia muda, itu mesti waspada juga,” kata Ika.

Ia menyarankan untuk rutin melakukan medical check up mulai usia 20-an setahun sekali jika ada riwayat penyakit jantung pada keluarga serta rajin melakukan aktivitas fisik untuk deteksi dini gangguan pada fungsi jantung. Hindari juga stres karena perasaan tidak tenang akan menaikkan nadi dan mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah hingga berisiko mengalami penyempitan.(Ant)

Arab Saudi Tidak Izinkan Jamaah Haji Ke Tanah Suci Tanpa Kartu Nusuk

0
Essam Qattan (ekbisntb.com/ist)

Yogyakarta (ekbisntb.com)-Pemerintah Arab Saudi tidak akan memberikan izin kepada jamaah calon haji yang hendak memasuki Tanah Suci di Kota Mekkah tanpa membawa kartu pintar “Nusuk” pada puncak Musim Haji 1445 Hijriah.

“Tidak boleh ada seorang pun yang masuk Tanah Suci pada musim haji kecuali mempunyai kartu Nusuk,” kata Supervisor Project Nusuk Card Essam Qattan di Mekkah, Arab Saudi, Minggu 9 Juni 2024.

Selain dalam bentuk fisik, jamaah haji juga dapat menggunakan kartu Nusuk versi digital yang dapat diunduh melalui aplikasi Nusuk.

Kartu Nusuk, kata Essam, bakal dibagikan kepada jamaah calon haji setelah tiba di Arab Saudi tanpa terkecuali sehingga perlu terus dibawa.

Menurut dia, hingga saat ini, 95 persen jamaah yang tiba untuk berhaji telah mendapatkan kartu Nusuk dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Kartu pintar Nusuk memiliki banyak manfaat, antara lain memudahkan jamaah menemukan lokasi dan memberikan akses berbagai tempat suci saat berada di Mekkah dan Madinah.

Dengan memindai kode QR yang ada di kartu tersebut, sejumlah data pribadi jamaah, mulai dari foto, nama, nomor visa serta penyedia layanan yang menerbitkan, hingga tempat dan tanggal lahir jamaah bisa dengan cepat diketahui otoritas terkait.

Kartu itu dilengkapi sejumlah fitur pengaman seperti gambar thermochromic yang akan hilang kala terpapar panas, tanda tersembunyi yang hanya terlihat saat terkena sinar ultraviolet, serta pola guilloche berupa jalinan warna-warna unik dalam garis-garis yang rumit.

Essam memastikan Kementerian Haji dan Umrah akan dengan mudah memverifikasi data pemegangnya, termasuk mengetahui kartu tersebut palsu atau tidak.

Karena itu, dia menegaskan bahwa kartu tersebut menjadi salah satu hal penting yang wajib dimiliki jamaah untuk mendapatkan izin menunaikan ibadah haji pada tahun ini.

“Kartu Nusuk menjadi salah satu hal penting untuk memasuki Tanah Suci. Setiap orang yang masuk ke dalam bus (menuju Tanah Suci) harus mempunyai kartu tersebut dan tidak boleh masuk ke sana tanpa kartu tersebut,” kata dia.(Ant)

Pakar Ungkap Cara yang Benar Agar Daging Hewan Kurban Tak Alot

0
Dr. drh. Supratikno, M.Si (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Pakar penyembelihan halal dari IPB University Dr. drh. Supratikno, M.Si, PAVet mengungkap salah satu sebab daging hewan kurban seperti kambing atau sapi menjadi alot ketika dimasak karena langsung dimasukkan ke dalam lemari pembeku atau “freezer”.

“Enggak boleh langsung ke ‘freezer’, harus masuk ke kulkas bawah semalaman baru besoknya dipindah ke ‘freezer’. Kalau daging segar langsung masuk ke ‘freezer’ nanti dimasak alot,” kata Kepala Divisi Penyembelihan Halal dari Halal Science Center IPB University itu dalam seminar daring di Jakarta, Senin 10 Juni 2024.

Supratikno kemudian menuturkan lebih lanjut terkait kiat membekukan daging kurban. Yakni dimulai dari memastikan tidak mencuci daging dulu kecuali ketika akan dimasak.

“Jika bersih, daging tidak perlu dicuci pada saat akan disimpan. Jika terdapat kotoran, daging dapat disayat dan dibuang pada bagian yang kotor,” kata dia.

Apabila kotoran menyebar dan terpaksa harus dicuci, kata dia, maka pastikan daging dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk dengan tisu dapur. Hal ini dilakukan demi mencegah daging menjadi bau.

Selanjutnya, masukkan daging ke dalam wadah dan usahakan tidak banyak Udara yang terjebak di dalam wadah. Supratikno menyarankan proses vakum bila memungkinkan.

Kemudian, masukkan ke dalam pendingin selama semalam. Setelah itu baru pindahkan ke lemari pembeku (freezer).

“Kalau sudah dibekukan mau dimasak besok, sebaiknya sekarang diturunkan dari ‘freezer’ ke pendingin biasa,” ujar Supratikno.

Terkait waktu simpan daging, Supratikno menuturkan bisa empat hingga lima jam sejak disembelih bila disimpan pada suhu ruangan. Lalu, waktu simpan bisa lebih lama yakni satu hingga dua hari apabila ditempatkan di dalam lemari pendingin atau “refrigerator”.

“Kalau di ‘freezer’ rumahan yang sering dibuka tutup tahannya 2-3 bulan. Kalau yang kotak atau ‘freezer’ khusus, yang jarang dibuka 1-2 tahun masih tahan,” kata Supratikno.(Ant)

Di Mall Hewan Kurban MIM Foundation, Harga Lebih Kompetitif dan Bergaransi

0
Hewan kurban yang disiapkan di Mall Hewan Kurban MIM Foundation(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445H/2024, Metro Insan Mulia (MIM) Foundation menghadirkan Mall Kurban di Kota Mataram sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin berkurban dengan mudah dan aman.

Mall Kurban di Lingkar Selatan, beberapa puluh meter sebelum Tugu Mataram Metro jika datang dari arah utara menuju selatan ini menyediakan ratusan ekor sapi dan kambing yang didatangkan langsung dari peternak di Pulau Lombok, khususnya mitra binaan MIM Foundation.

“Mall hewan kurban ini dihadirkan karena kami melihat masih banyak masyarakat yang kesulitan mencari tempat penjualan hewan kurban yang terpercaya, yang berizin resmi, khususnya di Kota Mataram. Oleh karena itu, MIM Foundation hadir untuk membantu masyarakat dalam berkurban dengan menyediakan Mall Kurban,” ujar M. Romi Saefuddin, Pengelola MIM Foundation, Senin 10 Juni 2024.

Mall Kurban MIM Foundation menawarkan beberapa kelebihan bagi para pembeli, antara lain. Harga Terjangkau, harga hewan kurban di Mall Kurban MIM Foundation lebih kompetitif dibandingkan harga hewan kurban pasaran, karena keuntungan yang diambil hanya 5 persen, maksimal 12,5 persen untuk jasa pemasaran. Bahkan, keuntungan yang didapat sebagian akan dikelola kembali untuk dikembalikan lagi melalui kegiatan sosial kepada masyarakat.

Kualitas Terjamin, hewan kurban di Mall Kurban MIM Foundation sudah divaksin dan dijamin kesehatannya. Jika ada hewan yang sakit, pembeli dapat menukarnya dengan hewan lain yang ketentuannya sama.

Pengiriman Gratis, pembeli tidak dipungut biaya pengantaran untuk wilayah se Pulau Lombok.

“Kita antar sampai kemana saja di Pulau Lombok secara gratis. Ada juga kalau misalnya sudah dil dan ternaknya mau dititip sampai lebaran, bisa. Tetap kita rawatkan dan gratis,” tambahnya.

Selain itu, Pilihan Beragam, Mall Kurban MIM Foundation menyediakan berbagai pilihan hewan kurban, mulai dari kambing dengan harga Rp2 juta hingga Rp5 jutaan, dan sapi dengan harga Rp12 juta hingga Rp30 jutaan, tergantung bobot.

“Mall Hewan Kurban ini menyediakan sapi jenis sapi Bali, hingga sapi unggul Limosin,” tambahnya.

Garansi 100 Persen, pembeli mendapatkan garansi 100 persen jika berat hewan kurban tidak sesuai dengan yang dipesan.

Pembelian Mudah, pembeli dapat melakukan pembelian secara online melalui https://kurban.metroinsanmulia.com/kurban2024/ atau langsung datang ke Mall Kurban MIM Foundation di Lingkar Selatan.

“Dari penjualan digital (digital marketing) sudah ada yang pesan, dari Jakarta, dari luar negeri dari Jerman untuk diberikan kepada keluarga di Lombok,” demikian Romi.

MIM Foundation adalah lembaga filantropi berbasis Islam yang fokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan. MIM Foundation memiliki berbagai program, antara lain pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. (bul)