Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 696

Galeri “Penginang” Lombok, Wadah Melestraikan Industri Tenun NTB

0
Seorang penenun songket di Sukarara. (ekbisntb.com/ulf).

Praya (ekbisntb.com)-Galeri Penginang Lombok yang ada di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi salah satu tempat atau wadah untuk memasarkan produk-produk pelaku UMKM yang ada di Provinsi NTB, khususnya di desa setempat.

Sejak dibuka pada tahun 1989 lalu, Penginang Lombok yang sempat tutup akibat Pandemi COVID-19 pada Desember 2020, dibuka kembali pada Juni 2024.

Barang-barang yang ditampung diproduksi oleh sekitar 15 UMKM binaan, termasuk UMKM dari Kota Bima berupa kain khas hasil tenun Kota Bima, Dompu, Pringgasela, terutama Desa Sukarara yang banyak memproduksi songket-songket motif asli dari Suku Sasak itu sendiri. Termasuk juga tas dan kerajinan Ketak yang berasal dari Desa Janapria dan Karang Bayan.

Mereka menghidupkan kembali seni-seni tradisi peninggalan sejarah nenek moyang untuk tetap eksis di era modern. Dilihat dari produk-produk yang dijual, banyak yang dimodernisasi dari kain tenun menjadi baju yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kita bikin turunan-turunan, karena tidak semua orang pakai sarung. Jadi kita jadikan turunan yang dimodernisasi seperti baju dari tenun dan bahannya premium,” jelas Mawardi, Ketua Cooperative Penginang Lombok.

Penenun asal Sukarare yang dibina sekitar 150 penenun tradisional menggunakan tenun gedogan. Kemudian untuk tenun ikat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Ia menyebutkan, selain memasarkan produk binaan melalui galeri, mereka juga memanfaatkan pemasaran online.

“Kami ada digital marketing, dan ada creator untuk promosikan lewat online,” ungkapnya.

Pemasaran produk-produk binaan mereka juga pernah tembus hingga pasar internasional seperti Jerman dan Prancis.

“Selain itu, kami juga pernah pameran di Jerman tahun 1998,” tambahnya.

Ke depannya, ia akan membuat semacam edukasi tentang menenun, membatik, dan membuat anyaman. Yang mana sasarannya adalah anak-anak sekolahan atau mereka yang tidak memiliki pekerjaan.

“Kami akan berikan mereka kesibukan, dari pada mereka harus melakukan sesuatu yang tidak ada maknanya, seperti judi online yang sekarang merusak generasi kita. Lebih baik kita bina untuk hal-hal seperti ini” ujarnya.

Tidak hanya menampilkan tenun warisan budaya, mereka turut menghidupkan Desa Wisata. Wisatawan yang berkunjung biasanya diajak berkeliling desa untuk melihat aktivitas penduduk sekitar. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan budaya yang ada di desa setempat yang sangat beragam, yang saat ini masih dipertahankan di era industri pariwisata.

“Wisatawan mancanegara selalu heran kenapa disamping rumah warga ada kandang sapi, kandang ayam, atau kandang itik. Di negara mereka tidak ada yang seperti itu budayanya, jadi kami mencoba untuk memberikan pengalaman wisata. Mereka ada yang kasih makan kambing, kalau ada orang yang nyangkul mereka ikut nyangkul seperti itu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa kunjungan wisatawan yang datang 80 persen berasal dari wisatawan domestik. Selain datang untuk membeli produk, mereka juga diperkenalkan budaya dan tradisi menenun yang dilakukan oleh masyarakat setempat. (Ulf)

Pemprov NTB Akan Optimalkan 280 Ribu Hektar untuk Diversifikasi Produk Pangan

0
Muhammad Taufieq Hidayat (Ekbis NTB/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan akan mengoptimalkan potensi lahan seluas 280 ribuan hektar untuk mendukung gerakan diversifikasi (penganekaragaman) pangan.

“Kita akan kembangkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan, ada lahan cadangan kita sekitar 280-an ribu hektar. Untuk pengembangan kawasan pertanian pertanian pangan berkelanjutan,” keta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, M. Taufieq Hidayat.

Penganekaragaman produksi pangan ini menurutnya agar NTB tidak terlalu bergantung pada padi dan jagung. Ditengah besarnya tantangan produksi padi dan jagung karena perubahan iklim yang ekstrem.

Menurutnya, pemerintah akan berupaya menyiapkan insentif kepada petani untuk mengoptimalkan produksi pada lahan yang dimaksud untuk menanam komoditas pangan seperti umbi-umbian dan gandum-ganduman.

“Ditengah tantangan produksi padi karena cuaca ekstrem, kita harus mengembangkan komoditas pangan lain yang tidak memerlukan ketersediaan air yang banyak. Seperti singkong, ubi jalar, sorgum dan pangan lainnya yang bisa mengganti beras,” tambahnya.

Ancaman krisis pangan dan cuaca ektrem menurutnya mengharuskan untuk menyiapkan produksi komoditas pangan yang tahan dengan tantangan kekeringan. Ketergantungan terhadap konsumsi nasi menurut Taufieq harus dikendalikan.

Konsumsi beras NTB saat ini berada pada peringkat empat tertinggi nasional. Rata rata konsumsi beras nasional sebanyak 80 Kg/kapita/orang/tahun. sementara di NTB, konsumsi beras diatas 90 Kg/kapita/orang/tahun.

Produksi padi NTB, lanjut Taufieq pada tahun 2023 sebanyak 1,5 juta ton. Jika dikonversi menjadi beras sekitar 900an ribu ton. Sementara kebutuhan di dalam daerah tak sampai 600 ribu ton/tahun. artinya, ada surplus sekitar 300 ribu ton lebih setahun.

Sementara itu, produksi singkong di NTB dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan, ditengah surplusnya produksi padi dan jagung. Produksi umbi-umbian dan gandum-ganduman ini yang akan terus didorong sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan pangan selain beras.

“Kalau produksi pangan selain padi ini bisa ditingkatkan, produksi padi dan jagung kita juga akan terus meningkat, surplusnya itu bisa dibukakan pasarnya hingga ekspor. Sehingga fenomena ketika produksi melimpah harga rendah bisa dikendalikan. Dengan begitu, harga jual produksi komoditas pangan ini akan tetap tinggi, petani juga tetap bersemangat memproduksi,” tambahnya.

Untuk mendorong pola konsumsi pangan yang beragam, ketika produksi sudah tersedia, bahkan melimpah, tinggal OPD terkait lainnya bisa melakukan hilirisasi.

“Misalnya bagaimana menghasilkan beras campur jagung, campur umbi-umbian. Jangan didorong masyarakat untuk mengonsumsi hanya jagung, singkong, sorgum, atau sejenisnya sebagai pengganti beras. Tapi harus ada cara agar konsumsi beras tidak seperti dihilangkan begitu saja. Kita diversifikasi produk-produk pertaniannya di hulu, di hilir juga deversifikasinya bisa berjalan,” demikian Taufiq.(bul)

Tantangan Diversifikasi Pangan, Stigma di Masyarakat, Hanya Merasa Kenyang Bila Makan Nasi

0
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Azis, SH.,MH. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Tantangan diversifikasi pangan di Provinsi NTB memang tidak sederhana, apalagi daerah ini menjadi lumbung pangan nasional sehingga produksi padi/gabah tetap melimpah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Azis, SH.,MH mengatakan, semakin hari masyarakat makin sadar, bahwa bukan hanya nasi saja yang membuat kenyang. Ada sejumlah komoditas pangan lainnya yang bisa dijadikan alternatif yang mengenyangkan.

“Kita punya ubi yang melimpah, jagung, gandum-ganduman,” ujarnya.

Kendati demikian, menurutnya pola pangan yang ideal itu maksimal 50 persen nasi, 50 persen adalah aneka lauk pauk. Skor pola pangan harapan (PPH) NTB juga menurutnya semakin membaik. Ditunjukkan dengan angka PPH sebesar 94,40 persen tahun 2023. Artinya, pola konsumsi masyarakat sudah beragam, tidak hanya makan nasi.

“Artinya masyarakat semakin dekat dengan diversifikasi pangan. Walaupun secara umum masih dominan tergantung sama nasi.

Pemprov NTB juga mendorong masyrakat untuk melakukan diversifikasi (penganekaragaman) pangan. Tidak hanya mengonsumsi nasi sebagai pangan pokok.

Dorongan diversifikasi pangan ini bukan hal baru, setelah pemerintah pusat mendorong masyarakat mengonsumsi umbi-umbian selain beras untuk mengurangi dampak kenaikan harga beras saat ini. Tetapi sejak lama, masyarakat di Nusa Tenggara Barat di edukasi mengonsumsi aneka ragam pangan.

Menurut mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini, diversifikasi pangan dilakukan bukan lantaran harga beras mahal. Akan tetapi, dengan mengonsumsi aneka ragam pangan, akan berdampak kepada tingkat Kesehatan.

“Jangan merasa hanya dengan makan nasi saja baru bisa kenyang. Ada banyak komoditas pangan kita lainnya. Supaya tidak mengandalkan nasi saja baru dikatakan makan. Ini yang terjadi,” katanya.

Masyarakat harus mengelola stok pangannya dengan sebaik mungkin salah satunya melalui gerakan diversifikasi pangan. Untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, tambahnya, tidak mesti harus memiliki lahan pertanian yang memadai untuk memproduksi hasil-hasil pertanian. Dibutuhkan kreatifitas dan keuletan untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan.

“Dari pada pekarangan rumah menganggur, bisa dibuat menjadi pekarangan produktif, tanam cabai, tanam tomat, tanam yang lain lain. Bisa pakai polybag. Pelihara ikan menggunakan bak. Pekarangan rumah adalah salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi aneka jenis pangan selain beras. Sudah banyak kelompok-kelompok Wanita yang bekerjasama memanfaatkan lahan pekarangan untuk memproduksi kebutuhan dapur dan apotek hidup. Selain bisa mandiri menyediakan kebutuhan, kalau produksinya bagus, bisa dijual juga ke tukang-tukang sayur keliling untuk dijual kembali,” imbuhnya.

Dinas Ketahanan Pangan sendiri intens mengedukasi masyarakat untuk mnerapkan pola pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), yaitu pola makan yang menggunakan susunan makanan untuk sekali makan atau untuk sehari menurut waktu makan (pagi, siang dan sore/malam), yang mengandung zat gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan jumlah yang memenuhi kaidah gizi seimbang yang sesuai dengan daya terima (selera, budaya) dan kemampuan daya beli masyarakat serta aman untuk di konsumsi.
Beragam artinya pangan yang dikonsumsi berbagai macam, baik hewani maupun nabati, baik sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Setiap jenis/kelompok pangan mempunyai kelebihan atau kekurangan nutrisi/gizi tertentu, sehingga dengan mengkonsumsi pangan yang beragam maka nutrisi/gizi dari berbagai pangan saling menutupi sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Bergizi artinya pangan yang dikonsumsi harus mengandung gizi. Gizi adalah unsur yang ada dalam makanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh. Manfaat itu antara lain memelihara tubuh serta mengganti jaringan tubuh yang rusak, memproduksi energi, mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral serta cairan tubuh lainnya sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Berimbang artinya pangan yang dikonsumsi harus seimbang dari berbagia jenis/kelompok pangan serta sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Dan Aman Artinya Pangan yang dikonsumsi bebas dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia baik secara langsung ataupun tidak langsung (jangka panjang).

“Jadi tidak sekedar makan nasi saja. porisnya nasi setengah. Sisanya lauk pauk dan lainnya. Tidak susah juga untuk menerapkan B2SA. Karena sawah, ladang, kebun, hingga pekarangan bisa dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan B2SA. Jadi tidak mesti B2SA identik dengan masyarakat ekonomi berkecukupan,” demikian kepala dinas.(bul)

DPR Minta Pemda Optimalisasi Diversifikasi Pangan untuk Masyarakat NTB

0
H.Abdul Hadi (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-DPRD Provinsi NTB menekankan pentingnya diversifikasi pangan harian masyarakat. Konsumsi non beras selain untuk memperoleh nutrisi dengan nilai gizi yang lebih beragam serta seimbang, juga untuk merespons fluktuasi harga beras di pasar yang terkadang naik sangat tinggi.

Anggota DPRD NTB H. Abdul Hadi, SE, MM mengatakan, salah satu efek domino krisis global pada ketahanan pangan menyebabkan gangguan ekspor dan terancamnya keamanan pangan. Untuk menjaga keamanan pangan tersebut diperlukan upaya diversifikasi pangan yang berkelanjutan.

Ada banyak tanaman lokal Indonesia, termasuk di NTB yang bisa menjadi selingan atau pengganti beras mulai dari jagung, sorgum, ubi-ubian, dan tanaman perkebunan seperti sagu dan sukun dapat menjadi alternatif sumber pangan pokok.

“Kita terus mendorong pemerintah untuk melakukan diversifikasi pangan lokal. Salah satunya dengan melakukan riset dan inovasi untuk diversifikasi pangan pokok, yang dieksplorasi dari sumber daya genetik tanaman lokal agar menjadi produk yang unggul, “ kata H. Abdul Hadi kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Anggota DPR RI terpilih dapil Lombok ini menegaskan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan sangatlah diperlukan. Termasuk di dalamnya metode pengolahan makanan yang tepat, sehingga dapat memenuhi selera seluruh lapisan masyarakat, terutama selera generasi muda.

Dalam konteks penyediaan pasokan, diversifikasi adalah salah satu cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi risiko produksi akibat perubahan iklim dan kondusif untuk mendukung perkembangan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.

Sementara pada sisi konsumsi, diversifikasi pangan memperluas spektrum pilihan pangan dan kondusif untuk mendukung terwujudnya pola pangan harapan. Sehingga diversifikasi pangan dapat mendukung stabilitas ketahanan pangan agar dapat dipandang sebagai salah satu pilar pemantapan ketahanan pangan.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyampaikan keprihatinannya terhadap kenaikan harga beras. Kenaikan harga bahan pangan seperti beras, cabai, dan daging sapi yang dilaporkan oleh Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional perlu segera direspon dengan kebijakan yang lebih efektif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.

Harga beras premium secara nasional kini mencapai Rp15.690 per kilogram, sedangkan harga beras medium sekitar Rp13.560 per kilogram. Selain itu, harga cabai merah keriting, harga daging dan sejumlah komoditas juga naik.

“Kenaikan harga ini tentu memberatkan masyarakat, terutama kelompok yang berpenghasilan rendah. Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah mitigasi untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga tidak melonjak drastis,” ujar Andi Akmal akhir pekan kemarin dikutip Ekbis NTB.

Andi Akmal juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai konsumsi pangan yang bijak dan diversifikasi pangan. Edukasi kepada masyarakat tentang cara mengatur pola konsumsi dan memanfaatkan berbagai jenis pangan lokal dapat membantu mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu yang harganya cenderung fluktuatif.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Selain itu, ia menyarankan agar pemerintah meningkatkan cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan harga.

“Peningkatan cadangan pangan nasional sangat penting sebagai buffer stock untuk mengantisipasi lonjakan harga. Pemerintah harus memastikan bahwa stok pangan nasional cukup untuk menghadapi situasi darurat,” jelasnya.(ris)

Diversifikasi Pangan Jadi Salah Satu Upaya Peningkatan Gizi Berkualitas

0
Kementan RI (ekbisntb.com/timesindonesia)

Mataram (ekbisntb.com)-Diversifikasi konsumsi pangan memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatan perbaikan gizi serta untuk mendapatkan manusia yang berkualitas. Sejumlah pakar kesehatan menyebut manusia untuk dapat hidup aktif dan sehat memerlukan lebih dari 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan, dimana dapat dipenuhi melalui diversifikasi konsumsi pangan.

Dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan Universitas Sebelas Maret Vol. 7 No.2 Februari 2011 : 85 – 90 dengan periset Keppi Sukesi dan Agustina Shinta, Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menyebutkan bahwa diversifikasi pangan dapat meningkatkan konsumsi berbagai anti oksidan pangan, konsumsi serat, menurunkan resiko hiperkolesterol, hipertensi dan penyakit jantung koroner.

Dalam aspek makro, peranan diversifikasi pangan dapat dijadikan sebagai instrumen kebijakan dalam mengurangi ketergantungan pada beras sehingga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional serta dapat dijadikan sebagai instrumen peningkatan produktifitas kerja melalui perbaikan gizi masyarakat.

Makanan yang masuk kedalam tubuh selanjutnya melalui proses pencernaan dipecah menjadi zat gizi, kemudian zat gizi tersebut diserap kedalam aliran darah yang mengangkutnya ke berbagai bagian tubuh. Penilaian tentang kecukupan gizi menjadi penting karena dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program ketahanan pangan dan membantu mengatasi kekurangan gizi yang dialami suatu masyarakat, menyediakan sejumlah dan jenis pangan yang diperlukan guna mendukung peningkatan kesehatan penduduk.

Pemerintah tentunya sangat berkepentingan memonitor kondisi status gizi penduduknya guna menentukan apakah upaya-upaya yang telah dilakukan guna memperbaiki status gizi masyarakat-nya sudah berjalan secara efektif.

Dikutip dari kemkes.go.id edisi 5 Juni 2024, ada banyak makanan non beras yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Rata-rata pangan non beras tersebut memiliki kandungan gizi tinggi dan dapat mencegah sejumlah penyakit. Salah satunya adalah sorgum.

Pemerintah sedang berupaya mencari pangan alternatif pengganti nasi untuk mewujudkan diversifikasi pangan dan mendukung keberhasilan program pangan B2SA, akronim dari bergizi, beragam, seimbang, dan aman. Sorgum, tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur, dapat dimanfaatkan sebagai pengganti beras karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama karbohidrat.

Di beberapa daerah, sorgum dikenal juga dengan sebutan cantel atau gandrung. Sorgum juga merupakan tanaman pangan lahan kering yang potensial dikembangkan di Indonesia. Menurut Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan RI, tanaman sorgum memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan kering dan lahan marginal. Di Indonesia, budidaya sorgum tersebar di beberapa wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan RI pada 2013, sorgum mengandung, antara lain, adalah zat besi, kalsium serta vitamin B1 dan B3. Dalam 100 gram sorgum terdapat kandungan 332 kalori, 11 gram protein, 3,3 gram lemak, 73 gram karbohidrat, 28 miligram kalsium, 1,1 milligram zat besi, dan 287 miligram fosfor. Sorgum mengandung senyawa polifenol seperti antosianin dan tanin, serta serat yang tinggi. Di antara jenis sorgum, sorgum hitam memiliki kandungan antosianin tertinggi dengan apigeninidin dan luteolinidin mencapai 36-50%. Antosianin pada sorgum memiliki efek antioksidan atau imunomodulator yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan peptida protein yang tinggi pada sorgum juga menjadikannya memiliki nilai fungsional sebagai antivirus.(ris)

MXGP Bukan Hanya Balapan, Tapi Momen Dunia Melihat Lombok

0
Pj Gubernur NTB Hassanudin, Chairman MXGP Lombok Zulkieflimansyah, FIM Director Antonio Alia Portela, CEO Infront David Luongo dan pihak lainnya dalam acara seremoni pembukaan MXGP seri ke 12 yang berlangsung di Sirkuit Selaparang, Minggu 7 Juli 2024. (ekbisntb.com/Alfan)

Mataram (ekbisntb.com)-Motocross Grand Prix (MXGP) seri 12 yang berlangsung di Sirkuit Selaparang telah tuntas digelar, Minggu 7 Juli 2024. Sebanyak 16 pembalap MXGP yang berasal dari sejumlah tim ambil bagian untuk meraih podium.

CEO Infront David Luongo saat sesi pembukaan mengaku sangat senang berada di Lombok untuk menjalani dua seri balapan di Sirkuit Selaparang. Para pembalap, kru dan ofisial MXGP juga sangat menikmati menghabiskan waktu di Indonesia selama lebih dari dua pekan.

“Atas nama Infront Moto Racing, saya ingin mengucapkan selamat datang di event MXGP seri 12 di Lombok. Kami sangat senang berada di Lombok Indonesia untuk menjalani dua seri balapan,” kata David Luongo.

Menurutnya, MXGP bukan hanya semata-mata kegiatan olehraga atau balapan, namun event ini tentang sebuah penyadaran dan jadi jendala untuk dunia melalui ajang MXGP Lombok. Ada jutaan pasang mata yang melihat Lombok saat berlangsungnya balapan, karena balapan ini disiarkan secara langsung.

“Saya berharap anda semua menyaksikan aksi-aksi dari para pembalap selama belapan berlangsung,” katanya.

Ia mengaku sangat terkesan selama menyelenggarakan balapan di Lombok. Tak hanya saat berada di lintasan, di luar lintasan juga Lombok memberikan kesan yang sangat bagus. Terlebih warga juga menyambutnya dengan ramah.

“Fakta bahwa perlombaan berlangsung secara berturut-turut di pulau yang indah, merupakan hal yang sangat baik. Karena kami memiliki ratusan orang dari Eropa datang ke sini dan tinggal selama 12 hari, yang membuat kami bisa menikmati indahnya pulau. Lalu, mengunjungi berbagai tempat, pergi ke restoran, juga bertemu dengan warga,” ungkap David Luongo.

“Ini adalah pengalaman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” sambungnya.

Berada di Indonesia khususnya daerah NTB pada beberapa tahun ini dalam menyelenggarakan MXGP, membuat pihaknya sudah seperti di rumah sendiri.

“Kami benar-benar merasa seperti di rumah sendiri. Kami merasakan orang-orang di sini sangat positif, serta mendapat perhatian dari seluruh penjuru dunia. Itu sungguh luar biasa,” kagum David.

Sementara itu FIM Director Antonio Alia Portela mengatakan, dirinya berada di Lombok sekitar 10 hari yang dimulai sejak seri 11 akhir Juni lalu. Pada seri ke 12 ini, lintasan yang dilalui oleh para pembalap berlawanan arah dari seri sebelumnya. Sehingga hal ini menjadi kesempatan yang besar bagi pembalap dan juga bagi semua penonton untuk menikmati balapan.

“Atas nama FIM kami mengucapkan selamat datang di seri kedua MXGP di Lombok. Kami berharap memperoleh yang terbaik di sini dan di edisi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggara, yakni Samota Enduro Gemilang (SEG) yang telah bekerja sama dengan baik. “Saya seperti tidak percaya bisa menyelesaikan semua ini. Saya berterima kasih kepada penyelenggara yang telah melakukan hal baik,” ungkapnya.(ris)

Tari Kreasi “Inspired by Traditional Game” Meriahkan MXGP Lombok Seri 12

0
Tari kreasi yang diberi nama “Inspired by Traditional Game” karya koreografer muda Lalu Suryadi Mulawarman ambil bagian dalam pembukaan MXGP Lombok seri 12 yang berlangsung di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram, Minggu 7 Juli 2024.(ekbisntb.com/Alfan)

Mataram (ekbisntb.com)-Sebuah tari kreasi yang diberi nama “Inspired by Traditional Game” karya koreografer muda Lalu Suryadi Mulawarman ambil bagian dalam pembukaan Motocros Grand Prix (MXGP) Lombok seri 12 yang berlangsung di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram, Minggu 7 Juli 2024.

Lalu Suryadi Mulawarman mengatakan, tari kreasi ini diciptakan untuk memperkenalkan aneka permainan rakyat dan olahraga tradisional asal NTB kepada masyarakat dunia. Terlebih MXGP adalah bagian dari sport tourism, sehingga tarian ini menampilkan dua unsur yaitu olahraga dan seni budaya.

“Motocross ini sport tourism ya, jadi kita tampilkan dua unsur yaitu unsur olahraga dan unsur seni budaya. Itu yang kita tonjolkan dan perkenalkan ke dunia internasional. Bahwa kita sangat beragam, baik budaya, entitas, bahasa dan lainnya,” kata Lalu Suryadi Mulawarman kepada Suara NTB.

Ada empat jenis permainan rakyat yang masuk dalam tari kreasi tersebut diantaranya batok kelapa, kedek ban, dan peresean. Tari kereasi dengan durasi 4 menit ini pertama kali ditampilkan ke publik, sehingga diharapkan bisa menghibur para penonton MXGP, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Tari kreasi ini melibatkan 50 orang pelajar, baik yang tergabung di sanggar tari atau tidak. Dilibatkannya para pelajar dalam tari kreasi ini bagian dari edukasi dan publikasi. Edukasi untuk anak-anak agar mereka tetap mempertahankan seni dan tradisi yang ada sekaligus memperkenalkan warisan ini kepada dunia.

“Sebab merekalah generasi emas kita di 2045 mendatang. Ciri khas masing-masing etnis juga kita tampilkan. Ada ciri Sasak, Samawa, dan Mbojo disamping olahraga rakyat dan permainan tradisional, karena kedepannya merekalah yang akan memainkan itu. Mereka memegang peranan untuk memperkenalkan ke dunia internasional, bagaimana sih permainan rakyat kita,” ujarnya.

Surya mengatakan, sebelum membuat tari kreasi untuk MXGP Lombok, dirinya telah membuat tari tari kreasi untuk gelaran MXGP Samota dan MXGP Selaparang 2023 kemarin. Beda event, beda pula tema dan jenis tari kreasi yang diciptakan untuk memukau para penonton.

“Kita bangga di event sport itu kita bisa menampilkan seni budaya. Berjalan beriringan unsur-unsur seni budaya kita perkenalkan di acar-acara sport tourism,” ujarnya.(ris)

Perceraian Meningkat di Lombok Tengah Karena Judi Online

0
Pengadilan Agama (PA) Lombok Tengah. (ekbisntb.com/bul)

Praya (ekbisntb.com)–Fenomena kecanduan judi online di Lombok Tengah kian memprihatinkan. Tak hanya merugikan diri sendiri, judi online juga berdampak destruktif pada keutuhan rumah tangga.

Hal ini berdampak pada maraknya kasus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Lombok Tengah. Ada belasan istri menggugat cerai suami mereka yang kecanduan judi slot online.

Menurut Humas PA Lombok Tengah, Rajabudin, dari total gugatan cerai yang diterima, beberapa di antaranya diajukan oleh istri oknum Aparatur Sipil Negara (PNS) di Lombok Tengah. Para istri merasa dirugikan dan kesal karena suami mereka sering menelantarkan keluarga demi judi online.

“Berdasarkan hasil diskusi dengan para hakim, saat ini banyak kasus perceraian yang dipicu oleh judi online. Bahkan, ada yang berstatus PNS,” ujar Rajabudin. Sabtu 6 Juli 2024.

Ia menambahkan, salah satu contoh kasus perceraian akibat judi online terjadi pada tahun 2024. Seorang istri menggugat cerai suaminya yang merupakan PNS karena sang suami hanya fokus pada judi online dan tidak mempedulikan keluarganya.

“Kasus-kasus seperti ini masih banyak, meskipun belum kami rekap secara keseluruhan. Tapi, setiap tahun, ada sekitar 2 persen dari total kasus perceraian yang dipicu oleh judi online,” jelas Rajabudin.

Data PA Lombok Tengah menunjukkan bahwa hingga Juni 2024, total perkara perceraian yang ditangani telah mencapai 728 perkara. Faktor perselisihan menjadi penyebab utama, dengan judi online sebagai salah satu pemicunya.

Menanggapi maraknya kasus perceraian akibat judi online, PA Lombok Tengah tetap mengedepankan upaya mediasi kepada kedua belah pihak untuk mencegah perceraian.

Judi online bukan hanya masalah individu, tetapi juga dapat berdampak pada keutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online dan melakukan upaya pencegahan agar tercipta keluarga yang harmonis dan bahagia.(bul)

Ratusan Mahasiswa KKN UNU NTB Dibekali Pemahaman Produk Obat dan Makanan Aman

0
BBPOM di Mataram memberikan pembekalan bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Menyadari bahwa BPOM tidak bisa bekerja sendiri (single player) dalam mewujudkan ketersediaan Obat dan Makanan yang aman dan bermutu, BBPOM di Mataram memberikan pembekalan bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pembekalan dilaksanakan di Aula UNU NTB selama 3 hari. Diikuti 550 mahasiswa dari berbagai jurusan yang diterjunkan ke 42 desa di wilayah NTB.

Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, S.Ag, M.Pd.I, menekankan pentingnya peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan Obat dan Makanan. “Mahasiswa KKN harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali dan memilih obat serta makanan yang aman dan sehat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan menyampaikan pelibatan Mahasiswa KKN sangat strategis dalam mendukung pengawasan BPOM, terlebih mahasiwa KKN berinteraksi dengan masyarakat secara langsung selama KKN.

“Semoga semakin meningkatkan derajat kesehatan serta kesadaran masyarakat tentang arti penting Obat dan Makanan yang aman, bermutu dan berkhasiat / bermanfaat” ujar Yosef

Tim BBPOM di Mataram memberikan materi tentang komoditi Obat, Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan. Para mahasiswa juga diberikan tips praktis memilih Obat dan Makanan yang aman, Cek KLIK dan BPOM Mobile sebagai bekal edukasi kepada masyarakat di desa-desa yang akan mereka tempati selama KKN.

“Masih banyak ditemukan obat keras yang dijual oleh sarana tak berwenang (kios, toko, pasar tradisonal), penyalahgunan obat ilegal (Tramadol, Trihexypenidil, Dextromethorpan) temuan kosmetik dan obat tradisional ilegal tanpa izin edar dan mengadung bahan berbahaya ataupun pangan mengadung bahan berbahaya seperti kerupuk mengandung Boraks” sambung Yosef

“Melalui pembekalan ini diharapkan Mahasiswa menjadi penyambung informasi Obat dan Makanan yang aman, serta melaporkan kepada BBPOM di Mataram jika melihat adanya produk ilegal atau tidak sesuai ketentuan. Ini sebagai salah satu upaya memutus mata rantai peredaran Obat dan Makanan ilegal yang beresiko terhadap kesehatan serta mendukung Indonesia Emas 2045” pungkas Yosef.(bul)

Omzet PKL di Jalan Raya Rembiga Naik Seratus Persen Karena MXGP

0
Stand PKL di pinggir jalan raya, wilayah ex Bandara Selaparang. Sabtu, 6 Juli 2024. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP) membawa berkah bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di pinggir jalan raya, di luar sirkuit daerah sirkuit eks Bandara Selaparang, tempat diselenggarakannya event internasional ini.

Haris, salah satu PKL mengungkapkan bahwa, event seperti ini memberikan dampak yang sangat baik. Pasalnya, keuntungan yang didapatkan pada MXGP Seri I MXGP Lombok, 29-30 Juni 2024, naik menjadi dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Secara persentase, kenaikannya menjadi 80 hingga 100 persen. Menurutnya, pembelinya meningkat karena ada sesi hiburan seperti konser. Sehingga jumlah pembeli yang datang naik secara signifikan. “Event MXGP ini, pada hari Sabtu dan Minggu, apalagi puncaknya di hari Minggu karena ada konser, orang yang dateng belanja lebih ramai lagi, pas pulang nonton,” ungkapnya.

Ia menjual aneka bakar-bakaran dan makanan ala korea (korean food) yang saat ini diminati berbagai kalangan. Pembelinya banyak yang sudah berlangganan, ditambah dengan adanya event ini semakin banyak berdatangan pelanggan baru.

“Saya sampai kewalahan karena jualan sendiri, apalagi ada bumbu yang habis itu ribet juga karena jarak rumah lumayan jauh,” katanya.

Memasuki seri II, penjualannya masih normal di sore hari. Karena puncak konser akan berlangsung pada Minggu, 7 Juli 2024. Biasanya, ia berjualan mulai pukul 17.00 WITA sore hingga pukul 22.00 WITA, dan barangnya habis terjual.

“Biasanya kan sehabis konser mereka ada yang kehausan atau lapar, jadi pulangnya mereka nyari makanan,” ungkapnya.

Ia berharap, event internasional semacam ini nantinya akan lebih sering diadakan.

“Kalau pengennya ya event seperti ini diadakan setiap hari biar tetap ramai, pengen sering-sering gitu. Biar UMKM-UMKM yang terlibat juga bisa berkembang juga kan,” harapnya. (ulf).