Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 693

Event Internasional Bisa Menurunkan Angka Kemiskinan NTB

0
Dr. M. Firmansyah(ekbisnt.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Event-event internasional dapat menurunkan angka kemiskinan NTB. Sepanjang, event tersebut konsisten diselenggarakan. Diantara event-event internasional itu adalah event otomotif balap MotoGP dan Motorcross (MXGP). “Iya teorinya begitu (event bisa menekan kemiskinan). Tapi bukan hanya MXGP saja, tapi event-event berkelanjutan lainnya harus ada,” ungkap Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram, Dr. M. Firmansyah.

Sebagaimana diketahui, Lombok, tengah menyelenggarakan event internasional motorcross seri I dan II di Sirkuit MXGP eks Bandara Selaparang, Rembiga Kota Mataram. Tanggal 29 dan 30 Juni 2024, dan tanggal 6-7 Juli 2024. Rangkaian acara hiburannya juga berlangsung sejak seri I hingga selesainya seri II.

Penyelenggaraan MXGP tahun 2024 ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Setelah tahun 2023 lalu juga diselenggarakan dua seri, di Sirkuit Samota Sumbawa, dan Sirkuit Selaparang. Selain itu, Sirkuit Mandalika juga kembali akan menjadi tuan rumah MotoGP pada September 2024 ini.

Firmansyah menegaskan, event-event internasional, apalagi yang dapat menghadirkan banyak orang ini akan berdampak positif bagi penyediaan lapangan pekerjaan dan usaha pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kendati demikian, menurutnya setiap penyelenggaraan event-event keberlanjutan ini perlu dibuatkan aturan mainnya. Agar dampak positifnya bisa dirasakan oleh semua pihak yang terlibat, baik itu UMKM maupun pengusaha lokal lainnya. Tentunya keterlibatn kearifan lokal porsinya harus lebih besar. Karena tujuannya untuk menekan kemiskinan.

“Misalnya keterlibatan entitas bisnis lokal seperti apa, harus disiapkan dengan sangat matang. Dan keterlibatan kearifan lokal ini harus diatas 50 persen. Orangnya, maupun produknya,” kata Firman. Produk-produk yang dijual oleh UMKM misalnya, porsinya harus lebih besar produk lokal.

“Jangan kemudian jualannya mie instant, minuman gelas pabrikan, atau produk-produk yang didatangkan dari luar. Harus produk yang dijual adalah produk lokal sendiri, yang dibuat UMKM. itu baru dampaknya besar terhadap kemiskinan,” tambahnya.

Lanjut Firman, pemerintah menyiapkan program program untuk mengentas kemiskinan. Misalnya, intervensi hanya jangka pendek, seperti memberikan bantuan sosial (bansos), menekan angka inflasi dan pemberian bantuan fasilitas lainnya. “Tapi belum ada lahan pekerjaan tetap buat masyarakat. Kalau event internasional terus ada, saya yakin tidak akan bisa signifikan perubahan kemiskinan kita, balik lagi penyedian lapangan, akomodasi, transportasi, dan usaha kerakyatan,” terangnya.

“Setidaknya dengan adanya event yang rutin, kita datangkan orang, supaya orang bisa bekerja, bisa berjualan. Ini salah satu upaya yang mampu menekan angka kemiskinan,” tambahnya. Ia memberi contoh salah satu event besar dan berkelanjutan, yaitu Festival Bunga Banyuwangi yang dilaksanakan hingga 99 kali setahun.

Event tersebut sederhana, tapi konsisten dilakukan dan dapat mendatangkan banyak orang ke Banyuwangi. Dampaknya, tamu yang datang membutuhkan makan, transportasi, tempat menginap. Sehingga dampaknya sangat besar. Karena itu, menurutnya, NTB bisa melakukan hal yang sama. Konsisten menyelenggarakan event.

Untuk diketahui, persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 12,91 persen, menurun 0,94 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,91 persen poin terhadap September 2022. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 709,01 ribu orang, atau berkurang 42,22 ribu orang terhadap Maret 2023 dan berkurang 35,68 ribu orang terhadap September 2022. (bul)

Aset Lombok Tengah di KEK Mandalika Jadi Sumber PAD Baru

0
Taufikurrahman (ekbisntb.com/ant)

Praya (ekbisntb.com) – Aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah berupa tanah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, (NTB), menjadi sumber atau tambahan pendapatan asli daerah (PAD). “Pengelolaan aset pemda di KEK Mandalika itu telah dilakukan kerja sama dengan ITDC,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Tengah Taufikurrahman di Lombok Tengah, Rabu 3 Juli 2024.

Ia mengatakan pola pemanfaatan aset yang dilakukan dengan ITDC ( Injourney Tourism Development Corporation )  tersebut di antaranya sistem sewa untuk aset tanah jalan menuju pantai An.

Kemudian untuk aset tanah pemda ruas jalan Pongos-Grupuk itu akan dilakukan tukar guling dengan HPL yang ada di depan pintu masuk Sirkuit Mandalika.

“Tanah hasil tukar guling itu rencananya dimanfaatkan untuk penataan UMKM,” katanya.

Selain itu, untuk aset tanah pemda yang masuk dalam zona publik seperti akses jalan depan pantai Kuta belum dilakukan koordinasi lebih lanjut.

“Untuk aset di Kawasan Mandalika tidak ada masalah, telah tercatat,” katanya.

Ia mengatakan banyak opsi yang bakal dilakukan pemerintah daerah untuk pemanfaatan aset tersebut baik sistem sewa,  kerja sama, atau  pinjam pakai.

“Untuk proses tukar guling aset itu kami masih proses administrasi dengan Kementerian Keuangan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah Lalu Rahardian menerangkan aset pemda seluas sekitar sembilan hektare ini sebelumnya merupakan jalan rute Kuta-Pongos dan Pongos-Grupuk atau jalan yang menghubungkan wilayah Grupuk.

“Tapi lahan yang sembilan hektare ini perlu  dihitung ulang karena sebelumnya hitungan sembilan hektare ini masih kasar,” katanya.

Jalan tersebut masuk dalam kawasan, maka saat itu jalan kabupaten diminta untuk ditukar guling dengan tanah yang lain milik ITDC. Tapi tanah pengganti untuk lahan yang sembilan hektare ini belum diberikan oleh pihak ITDC.

“Sampai sekarang masih kami minta lahan untuk penukaran itu,” katanya. (ant)

Terbukti Main Judi Online, Penerima Bansos akan Diusulkan Dicoret

0
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Syamsul Adnan (ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Sosial Kota Mataram akan mengusulkan ke Kementerian Sosial RI untuk mencoret penerima bantuan sosial (Bansos) yang terbukti main judi online.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Syamsul Adnan mengakui, pihaknya belum pernah mengecek kelompok penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan sosial bermain judi online, tetapi yang dilihat penerima program keluarga harapan maupun bantuan pangan non tunai pencairannya di bank Himbara dan kantor pos bekerjasama dengan Kementerian Sosial. “Kami juga sudah mengundang BI untuk mensosialisasikan kepada PSM di lapangan,” jelasnya.

Pelibatan Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB guna mengantisipasi penyalahgunaan bantuan sosial tersebut. Seperti bermain judi online, uang dimanfaatkan untuk kepentingan lain serta bantuan sembako digunakan untuk keperluan lain. Syamsul mengatakan, asesmen dilakukan untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan bantuan tersebut. “Kita mengantisipasi supaya tidak ada penyalahgunaan,” terangnya.

Disos tidak memiliki kewenangan untuk mencoret penerima bantuan sosial. Akan tetapi, KPM yang terbukti bermain judi online akan direkomendasikan atau diusulkan ke Kementerian Sosial RI, untuk dihapus atau dicoret sebagai penerima bantuan sebagai efek jera.

Mantan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram ini mengatakan, upaya asesmen dilakukan oleh PSM belum menemukan atau laporan penyalahgunaan bantuan untuk kepentingan lainnya. “Iya, bisa jadi dilaporkan ke pemerintah pusat jika terbukti menyalahgunakan bantuan,” terangnya.

Disebutkan penerima bansos di Kota Mataram mencapai 22.179 jiwa. Rata-rata penerima PKH di enam kecamatan mencapai 2 ribu – 3 ribu jiwa. Adnan mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan bantuan sosial diberikan pemerintah seperti biaya sekolah, sembako dan lain sebagainya. (cem)

Target Pertumbuhan Ekonomi NTB 20 Tahun Kedepan di Atas Rata-rata Nasional

0
H. Iswandi (ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Kepala Bappeda NTB Dr. Ir H. Iswandi M.Si mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB dalam 20 tahun kedepan ditargetkan di atas rata-rata nasional yaitu 6 – 7 persen per tahun. Hal itu merupakan arahan langsung dari Bappenas kepada Pemprov NTB agar pendapatan perkapita masyarakat NTB bisa keluar dari papan bawah ke papan menengah ke atas.

Hal tersebut disampaikan Iswandi saat memberi pemaparan secara online dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024 yang berlangsung di Bank Indonesia Perwakilan NTB Rabu 3 Juli 2024 kemarin.  Menurut Iswandi, target ini memang cukup berat, mengingat secara historis, pertumbuhan ekonomi NTB jarang melewati angka pertumbuhan 6 persen.

“Pernah di atas 6 persen memang pertumbuhan ekonomi NTB, namun itu tidak berkelanjutan karena dipengaruhi oleh kinerja pertambangan. Target RPJPN dan RPJPD Provinsi NTB, pertumbuhan ekonomi NTB dalam 20 tahun kedepan harus rata-rata di atas nasional. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik, kita harus mengoptimalkan sejumlah lapangan usaha dominan seperti sektor pertanian,” kata Iswandi dalam pemaparan tersebut.

Menurutnya, dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi NTB Tahun 2024-2026, Provinsi NTB ditarget bisa menjadi lokomtif pertumbuhan regional di kawasan Bali Nusa Tenggara. Target ini tak berlebihan, sebab NTB memiliki sumberdaya alam yang besar untuk mewujudkan pertumbuhan tersebut.

Iswandi mengatakan, desain perekonomin wilayah Bali, NTB dan NTT berdasarkan Bappenas yaitu  menjadi superhub pariwisata dan ekonomi kreatif Nusantara bertaraf internasional. Artinya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan ini diharapkan akan bisa menarik sektor-sektor lainnya menjadi lapangan usaha masyarakat.

Ketiga provinsi yang bertetangga ini diarahkan oleh Bappenas ke sektor-sektor yang lebih spesifik. Misalnya Bali diarahkan menjadi provinsi yang menjadi pusat budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif global. Kemudian NTB diaharapkan menjadi pusat pariwisata petualangan dan lumbung pangan, sementara NTB diarahkan menjadi daerah pusat pariwisata bahari dan minat khusus yang bertaraf internasional.

Saat ini salah satu tantangan yang masih dihadapi oleh NTB yaitu masalah kemiskinan. Namun demikian dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kemiskinan di daerah ini semakin menurun. Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbaru menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di NTB pada Maret 2024 sebesar 12,91 persen. Angka ini menurun sebesar 0,94 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,91 persen poin terhadap September 2022. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 709,010 orang, berkurang 42.220 orang terhadap Maret 2023 dan berkurang 3.680 orang terhadap September 2022.

Di regional Bali Nusa Tenggara, Bali memiiki tingkat kemiskinan terendah yaitu 4 persen pada Maret 2024. Sementara tingkat kemiskinan tertinggi masih terjadi sebesar 19,48 persen di Provinsi NTT.

“Kita mengalami penurunan angka kemiskinan yang cukup progresif dibanding dengan beberapa provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Namun menurut Iswandi, tantangan NTB dalam menanggulangi kemiskinan ini yaitu penduduk miskin yang bekerja pada sektor pertanian mengalami peningkatan dari 29,44 persen tahun 2019 menjadi 38,26 persen pada tahun 2023. Sementara penduduk miskin yang bekerja pada sektor non- pertanian mengalami penurunan dari 30,02 tahun 2019 menjadi 23,63 pada tahun 2023.(ris)

Bank Indonesia Mendorong Ekonomi NTB Lebih Inklusif

0
Diseminasi laporan perekonomian Provinsi NTB Tahun 2024(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Sektor pertanian menjadi salah satu sektor utama dalam pertumbuhan ekonomi di NTB, tercermin dari pangsanya pada struktur ekonomi NTB, jumlah lapangan pekerjaan yang dominan dibandingkan sektor lainnya, dan daerah NTB yang menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional ini.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi NTB tahun 2024 yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Bank Indonesia Provinsi NTB, Rabu 3 Juli 2024.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya menyatakan prospek perekonomian global lebih tinggi dari prakiraan awal, seiring dengan membaiknya kinerja perekonomian India, Tiongkok dan Amerika Serikat.

Di Tengah masih tingginya ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tetap kuat dan mampu tumbuh 5,11% (yoy) pada triwulan I 2024.

Demikian pula halnya dengan kondisi regional, stabilitas perekonomian NTB turut didukung oleh meredanya tekanan inflasi serta pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 4,75% (yoy) pada triwulan I-2024.

Di sisi lain, kondisi PDRB per kapita Provinsi NTB menempati urutan ketiga terendah setelah Provinsi NTT dan Maluku.

Ketergantungan yang cukup tinggi terhadap sektor pertambangan menyebabkan pertumbuhan ekonomi NTB cenderung belum inklusif.

Sementara itu, sebagai salah satu sektor yang memiliki pangsa lapangan pekerjaan tertinggi, sektor pertanian dapat menjadi sektor utama dalam menjaga keselarasan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi NTB.

Tentunya menurut Winda, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mengoptimalkan produksi pertanian, mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, penggunaan bibit unggul, hingga penambahan alokasi pupuk subsidi.

Sebagaimana disampaikan juga Kepala Perwaklian Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap, bahwa Provinsi NTB tidak cukup ditopang oleh salah satu sektor saja, namun harus dilakukan diversifikasi sektor untuk menopang perekonomian daerah.

Oleh karena itu, Diseminasi Laporan Perekonomian di Provinsi NTB tahun ini mengangkat tema “Mewujudkan Stabilitas Pangan Masa Depan dengan Pertanian Berkelanjutan”.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, menyatakan bahwa salah satu misi Provinsi NTB adalah menjaga kesinambungan Pembangunan berkelanjutan.

Hal ini bisa diraih dengan mendorong sektor Pertanian di Provinsi NTB. Selain itu, melalui RKPD Provinsi NTB 2025, Pemerintah Provinsi menggalakkan berbagai program prioritas daerah pada sektor Pertanian melalui sinergi antar OPD.

Upaya dalam mendorong sektor pertanian berkelanjutan ini salah satunya dilakukan melalui program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi kewenangan Pusat, Provinsi, serta Kabupaten dan telah dilaksanakan pada empat Kabupaten, yakni Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu dan Kabupaten Bima.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Sahara. Direktur Internasional Trade Analysis and Policy Studies FEM IPB University, memaparkan kondisi pangan secara global, dimana pada negara berkembang sektor Pertanian masih menjadi sektor utama yang menyumbangkan pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi domestik, Pemerintah terus mendorong sektor Pertanian dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 sebagai landasan melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian serta mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.

Hal ini diwujudkan dengan mengimplementasikan program pertanian ramah lingkungan dan pertanian rendah karbon.

Sementara itu, Dr. Yudhistira Nugraha selaku Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN turut memaparkan tantangan dan peluang dalam mewujudkan Pembangunan pada sektor pertanian.

Adapun berbagai riset dan pengembangan teknologi terus diupayakan, utamanya di Provinsi NTB, seperti inovasi sistem pengairan presisi budidaya jagung di lahan kering, teknologi budidaya bawang merah dan bawang putih ramah lingkungan, potensi rumput laut sebagai pakan serta penyusunan dokumen Rancangan Peraturan Gubernur terkait Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI).

Acara diseminasi kali ini diharapkan dapat menjadi sarana menebar rasa optimis dan membangun persepsi positif kepada seluruh stakeholders dan masyarakat, sehingga kolaborasi dan kerja sama terus terjaga dalam mendukung pemulihan ekonomi, serta mencapai pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga turut dihadiri oleh berbagai tamu undangan mulai dari Kepala OPD, Pimpinan Perbankan, Pimpinan BUMN, Civitas Akademika, pelaku usaha daerah, serta media sebagai upaya sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman terhadap kondisi dan outlook perekonomian Provinsi NTB.(bul)

Penyelenggara MXGP Diduga Tak Kooperatif Lapor Pajak

0
Ahmad Amrin. (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, akan memanggil penyelenggara Motorcross Grand Prix (MXGP) di Sirkuit Selaparang. Mereka diduga tidak kooperatif melaporkan pajak pasca perhelatan balap motorcross kelas dunia seri pertama berakhir.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menegaskan, pihaknya sedang menyiapkan surat pemanggilan kepada PT. Samota Enduro Gemilang selaku penyelenggara Motorcross Grand Prix (MXGP) di Sirkuit Selaparang, Kelurahan Rembiga. Penyelenggara diduga tidak kooperatif melapor pajak yang akan disetor ke kas daerah. “Penyelenggara belum melapor apalagi porporasi tiket sama sekali kita tidak diberitahu,” terang Amrin dikonfirmasi pada, Rabu 3 Juli 2024.

Meskipun tidak ada kejelasan jumlah tiket penonton, tetapi pihaknya berinisiatif menurunkan tim untuk memantau aktifitas saat penyelenggaraan balap dan konser. Padahal kata Amrin, porporasi tiket menjadi acuan atau dasar pengenaan pajak. Pajak hiburan isidentil akan dikenakan 10 persen sesuai dengan peraturan daerah. “Kita juga kebingungan apa dasar kita untuk mengawasi sementara tidak ada tiket yang diporporasi,” jelasnya.

Amrin mempersilahkan penyelenggara mengklaim jumlah penonton MXGP dan konser mencapai 40.000 orang. Kenyataannya dipastikan tidak demikian jika berpatokan pada penyelenggaraan MXGP 2023. Saat itu, penyelenggara mengklaim penonton mencapai 25.000 orang tetapi pajak yang dibayar ke kas daerah hanya Rp15 juta.

Ia menyesalkan sikap tidak kooperatif penyelenggara melaporkan ke Pemkot Mataram perihal jumlah tiket dan lain sebagainya. Wajib pajak tidak patuh terancam dikenakan denda empat kali lipat dari pokok pajak yang harus dibayar. “Sebenarnya, kita punya komitmen dengan Kepolisian bahwa izin keramaian akan dikeluarkan setelah diketahui dari target tiket yang diporporasi,” jelasnya.

Berbeda halnya dengan pengelola parkir langsung melaporkan pendapatan mereka pasca penyelenggaraan MXGP seri pertama berakhir. Tarif parkir Rp5 ribu untuk sepeda motor tidak menjadi masalah, karena bukan termasuk retribusi parkir. Perhitungan pajak akan disesuaikan dengan tarif parkir yang dipungut. “Kalau tarif Rp5 ribu itu memang diperbolehkan dalam perda. Kita akan hitung pajaknya sesuai dengan tarif yang ditarik,” jelasnya.
Direktur PT. Samota Enduro Gemilang, Diaz Rahmah Irhani dikonfirmasi melalui pesan whatsApp ke telepon pribadinya sampai berita ini ditulis, belum memberikan tanggapan apapun. (cem)

RI Susun Neraca Sumber Daya Kelautan

0
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo(ekbisntb.com/ant)

Denpasar (ekbisntb.com)-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menyusun neraca sumber daya kelautan (ocean accounting) untuk memetakan potensi ekonomi dan tata kelola kelautan.

“Neraca ini menjadi alat untuk mengetahui seberapa besar sumber daya kelautan yang kita miliki, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi itu menjadi baik atau tidak baik,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Victor Gustaaf Manoppo di sela forum dialog global soal pembangunan kelautan berkelanjutan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu 3 Juli 2024.

Untuk menghitung neraca kelautan Indonesia itu, lanjut dia, pemerintah menggandeng lembaga kemitraan Global Ocean Accounts Partnership (GOAP) yang mengukur dan mengelola kemajuan terkait pembangunan kelautan berkelanjutan.

Penyusunan neraca sumber daya kelautan itu saat ini difokuskan di perairan Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan (Matra) di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai model percontohan sebelum diterapkan lebih luas di wilayah kelautan lainnya di Tanah Air.

Pemilihan daerah tersebut, kata dia, mempertimbangkan wilayah itu merupakan kawasan konservasi nasional yang juga menarik pariwisata dan keterkaitannya dengan kepentingan masyarakat lokal.

“Lebih cepat lebih bagus. Mudah-mudahan tahun ini kami bisa mendapatkan datanya. Data sudah sebagian masuk,” ucapnya.

Victor menambahkan pentingnya menyusun neraca kelautan itu karena saat ini belum terdata kondisi dan valuasi ekonominya.

Selain mendata sumber daya kelautan, dalam penyusunan neraca itu juga mendata proses perizinan terutama berkaitan dengan dampak positif dan negatifnya.

Dengan mengetahui sumber daya kelautan, diharapkan pencurian sumber daya kelautan misalnya penangkapan ikan ilegal hingga kegiatan berdampak buruk, dapat diantisipasi.

“Sebetulnya adalah bagaimana kami bisa menyusun neraca sehingga kami tahu kegiatan-kegiatan di laut yang bisa menghasilkan dampak buruk, itu bisa diantisipasi lebih awal,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Sekretariat GOAP Ben Milligan menambahkan neraca sumber daya kelautan tersebut akan menjadi panduan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan.

Neraca tersebut menyangkut data ekonomi, lingkungan, dan sosial.

“Jadi kami bisa pahami gambaran yang lebih besar dan menentukan keputusan untuk masa depan dan ini luar biasa bekerja sama dengan KKP,” ucapnya.

Rencananya, neraca kelautan Indonesia diluncurkan secara resmi dalam forum dialog global soal pembangunan kelautan berkelanjutan yang dihadiri 60 negara itu pada Jumat 5 Juli 2024 di Sanur.(Ant)

Dua tim Indonesia kembali berkompetisi di Shell Eco Marathon 2024

0
Tim Indonesia bertanding di Shell Eco Marathon Asia-Pacific and the Middle East yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB)(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Dua tim Indonesia yakni Tim Arjuna Universitas Indonesia (UI) dan Tim Bumi Siliwangi 2 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali bertanding di Shell Eco Marathon Asia-Pacific and the Middle East yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), 3-7 Juli 2024.
Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea di Lombok Tengah, Rabu mengatakan penyelenggaraan Shell Eco Marathon di Indonesia dalam tiga tahun terakhir merupakan upaya memberdayakan generasi pemimpin energi untuk masa depan, termasuk para pelajar di tanah air.
“Program ini mewujudkan semangat generasi muda untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan teknologi yang dapat mendorong efisiensi,” katanya.
Tim Indonesia yang kembali berkompetisi itu telah berhasil menempati posisi keempat regional championship 2023, Tim Arjuna Universitas Indonesia (UI) berkompetisi di kategori urban concept dengan sub kategori baterai elektrik tahun ini.
“Tim Bumi Siliwangi 2 UPI, pemenang posisi ketiga untuk sub kategori bahan bakar hidrogen pada kategori prototype tahun 2023,” katanya.
Tahun ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah kompetisi mobil hemat energi untuk ketiga kalinya sejak tahun 2022. Lebih dari 80 tim pelajar dari 12 negara di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah berpartisipasi dalam program berskala regional ini.
Lebih dari 40 tim pelajar dari Indonesia telah terdaftar untuk mengikuti kompetisi ini. Mereka akan bertanding dengan tim lain yang berasal dari Arab Saudi, Brunei Darussalam, Filipina, India, Kazakhstan, Korea Selatan,Malaysia, Qatar, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.
“Hal ini diharapkan dapat menjawab tantangan energi di masa depan dan menghadirkan solusi transportasi yang inovatif,” katanya.
Manager Tim Arjuna Universitas Indonesia Zahran Mizuya mengatakan timnya sudah melakukan persiapan yang maksimal agar menjadi juara di mileagechallenge dan regional championship 2024 ini.
“Kami membawa beberapa inovasi di antaranya desain aerodinamik mobil baru serta peningkatan sistem propulsi dan sistem transmisi,” katanya.
Pihaknya percaya bahwa pengembangan yang dilakukan untuk Shell Eco Marathon ini nantinya juga dapat berkontribusi untuk transisi energi di Indonesia.
”Ajang ini memberikan kesempatan bagi tim pelajar untuk berkompetisi dalam kategori kendaraan urban Concept dan Prototype,” katanya.
Adapun sumber energi yang digunakan dibagi menjadi tiga sub kategori yaitu mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (bensin, solar atau etanol), baterai elektrik dan sel bahan bakar hidrogen.(Ant)

“Jaleela” Pertahankan Kebaya Dengan Konsep Jadul-Modern

0
Produk Kebaya Jaleela di Lombok Epicentrum Mall. Rabu, 3 Juli 2024 di Mataram. (ekbsintb.com/ulf).

Mataram (ekbisntb.com) – Sebagai salah satu produsen kebaya yang berasal dari Mataram, Provinsi NTB, Jaleela memiliki konsep desain unik yang dipasarkan mengikuti perkembangan zaman. Perpaduan konsep kebaya jadul-modern menjadikaan produknya memiliki ciri khas tersendiri. Hal itu karena masih ada model kutu baru dan model kebaya kartini zaman dahulu yang didesain secara modern.

Supervisor Jaleela, Fegytia Rifianti menjelaskan bahwa kebaya yang diproduksi dibuat lebih modern dengan model-model yang unik. Produk Kebaya yang mulai diproduksi sejak 2017 ini, tidak hanya dipasarkan melalui offline store, bahkan tembus pasar internasional hingga Malaysia dan Singapura melalui penjualan online.

“Untuk penjualannya memang ada offline dan online, jadi ballance gitu, kalau ekspor belum pernah. Cuma kita ada penjualan online malalui shoppe di luar negeri di Malaysia dan Singapura. Untuk penjualan di shoppe luar negeri kan tidak semua produk yang bisa dimasukkan ke sana, jadi barang-barang tertentu saja,” jelas Fegyanti , Rabu 3 Juli 2024.

Produksi kebaya jadul-modern Jaleela direspon baik oleh masyarakat terutama kalangan remaja. Hal ini karena produknya yang multifungsi.

“Tidak seperti kebaya pada umumnya yang terkesan formal, seperti untuk lamaran, wisuda, kondangan sampai nikahan saja. Jaleela masih bisa dipakai casual untuk jalan-jalan,” jelasnya.

Selain itu, produk yang dipasarkan mengikuti tren dan berdasarkan musim. Misalnya seperti hari raya, mereka mengeluarkan koleksi raya, pun musim wisuda mengikuti tren wisuda. Hingga pada acara Kemerdekaan 17 Agustus pun banyak menghadirkan kebaya-kebaya yang dominan berwarna merah. (ulf)

Peserta Shell Eco Marathon Sirkuit Mandalika Mulai Berkompetisi

0
Kompetisi Shell Eco Marathon Asia-Pacific and the Middle East(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Sebanyak 80 tim mahasiswa dari 12 negara mulai berkompetisi di ajang Shell Eco Marathon Asia-Pacific and the Middle East yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 3-7 Juli 2024, untuk menciptakan kendaraan hemat energi baik di dalam maupun di luar lintasan.
“Program Shell Eco Marathon untuk memberikan kesempatan mahasiswa mengembangkan kendaraan yang efisien dari energi di dunia transportasi,” kata Global General Manager Shell Eco Marathon Norman Koch di Mandalika, Rabu 3 Juli 2024.
Ia mengatakan pada Shell Eco Marathon Asia-Pacific and the Middle East 2024, pelajar akan berkompetisi untuk menciptakan mobil hemat energi mereka rancang dan bangun sendiri dalam dua kategori.
“Kategori prototype dan urban concept,” katanya.
Ia mengatakan kategori prototype berfokus pada desain kendaraan ultra-efisien dan ringan, biasanya beroda tiga yang bertujuan untuk mengurangi hambatan dan memaksimalkan efisiensi sumber energi yang inovatif.
Sedangkan kategori urban concept merupakan desain kendaraan konvensional roda empat yang hemat energi sesuai kebutuhan transportasi.
“Peserta kemudian harus memilih salah satu dari tiga jenis sumber energi yang dikompetisikan yakni baterai elektrik, bahan bakar hidrogen, dan mesin pembakaran internal (bensin, etanol dan/atau diesel),” katanya.
Ia mengatakan jumlah peserta pada ajang Shell Eco Marathon 2024 ini lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah peserta pada ajang Shell Eco Marathon sebelumnya.
“Shell Eco Marathon ini lebih populer, banyak mahasiswa yang ikut berpartisipasi tahun ini,” katanya.
Ia mengatakan ide atau Inovasi yang diciptakan mahasiswa ini sepenuhnya milik mereka, tidak akan dipatenkan dan tidak diklaim.
Dalam ajang ini mereka diberikan pelajaran tiga hal di antaranya belajar untuk mengatasi tantangan dengan waktu, belajar menciptakan inovasi dengan modal yang sangat minimum dan mereka belajar tim kerja.
“Penemuan ini bagus dan penting, menjadi spirit pembelajaran menghadapi tantangan, ide dan kreatifitas untuk menghasilkan kendaraan efisiensi secara energi,” katanya.
Kompetisi regional Shell Eco Marathon Asia-Pacific and the Middle East 2024 ini akan menyaksikan pelajar berkompetisi dari seluruh Asia dan Timur Tengah, termasuk China, Malaysia, dan Qatar untuk bersaing di sirkuit International Mandalika Lombok.(Ant)