Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 687

Jamkrida NTB Siap Menjamin Event-event Besar di NTB, Termasuk MotoGP

0
Lalu Taufik Mulyajati (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Perusahaan penjaminan kredit daerah, PT. Jamkrida NTB menyatakan kesiapannya untuk menjamin event-event besar yang dilaksanakan di daerah ini, termasuk event internasional motorcross MXGP dan MotoGP.

Direktur Utama Jamkrida NTB, Lalu Taufik Mulyajati di Mataram, Senin 8 Juli 2024 mengatakan meski Jamkrida memiliki fokus pada penjaminan kredit, proyek/surety bond, namu Jamkrida NTB juga bisa menjamin event-event besar sport tourism yang dilaksanakan di daerah ini. termasuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran)

“Kami siap menjamin event-event besar di NTB, seperti MXGP dan MotoGP. Kami bisa bekerjasama dengan perusahaan asuransi lainnya. Dan kami sudah ada pengalaman dalam menjamin event MXGP Samota,” ujar Lalu Taufik.

Jamkrida NTB terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan asuransi lain untuk co-branding. Ia menjelaskan bahwa Jamkrida dapat menjamin berbagai aspek event, seperti fasilitas fisik, program pemerintah, tiket, penonton, pelaksana, dan logistik. Begitu juga untuk kegiatan-kegiatan kepariwisataan lainnya.

“Kami sudah mencoba masuk ke event MXGP dan MotoGP pertama, namun dari panitia besarnya seperti DORNA untuk MotoGP dan INFRONT untuk MXGP, sudah satu paket eventnya dengan asuransinya. Kami pastikan kami siap menjamin kejurnas sport tourism dan kegiatan pariwisata lainnya,” tambah Lalu Taufik.

Ia berharap agar Jamkrida NTB dapat dilibatkan dalam event-event besar di NTB. Menurutnya, keberadaan perusahaan – perusahaan daerah agar bisa berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setiap event internasional yang diselenggarakan.

“Dengan kata lain, supaya kita tidak menjadi penonton saja. Kita bisa menjadi bagian, walaupun teknisnya bisa diatur untuk memberikan penjaminan/asuransi dari setiap event yang dilaksanakan di NTB,” demikian Lalu. Taufik.

Untuk diketahui, PT. Jamkrida NTB Bersaing merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang usaha Penjaminan Kredit, didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 2012 tentang “Pembentukan Lembaga Penjaminan Kredit Daerah” pada tanggal 15 Oktober 2012.

PT. Jamkrida NTB Bersaing didirikan dengan maksud untuk melakukan Penjaminan Kredit bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna mempercepat pertumbuhan perekonomian didaerah Nusa Tenggara Barat pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.(bul)

Setahun Kemensos Gelontorkan Rp2,5 Triliun untuk Anggaran Kemiskinan ke NTB

0
Dr. AKA (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelontorkan triliunan anggaran untuk penanganan kemiskinan di Provinsi NTB.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik.,S.Sos.,MH mengatakan, dana yang mengucur ke NTB mencapai Rp2,5 triliun. Dirincikannya, untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kemensos menggelontorkan Rp1 triliun, bantuan non tunai Rp1,3 triliun, dan bantuan-bantuan program lainnya.

“Sekitar Rp2,5 triliun setahun. Itu baru dari Kemensos saja. Belum Kementerian dan lembaga lainnya,” jelas Dr. AKA, sapaan akrabnya.

Anggaran kemiskinan dari Kemensos ini langsung masuk ke penerima manfaat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di NTB pada Maret 2024 sebesar 12,91 persen, menurun 0,94 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,91 persen poin terhadap September 2022.

Jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2024 sebesar 709,01 ribu orang, berkurang 42,22 ribu orang terhadap Maret 2023 dan berkurang 35,68 ribu orang terhadap September 2022.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2023 sebesar 13,76 persen, turun menjadi 12,86 persen pada Maret 2024. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2023 sebesar 13,95 persen, turun menjadi 12,95 persen pada Maret 2024.

Dibanding Maret 2023, jumlah penduduk miskin Maret 2024 perkotaan turun sebanyak 14,99 ribu orang (dari 383,53 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 368,54 ribu orang pada Maret 2024). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan juga turun sebanyak 27,23 ribu orang (dari 367,70 ribu orang pada Maret 2023 menjadi 340,47 ribu orang pada Maret 2024).

Menurut Dr. AKA, tantangan penanganan kemiskinan menjadi besar, karena kelemahan masyarakat perilaku miskin masyarakat masih tinggi.

“Walaupun seharusnya sudah dikeluarkan oleh pihak desa dari data kemiskinan, ada masyarakat kita yang nggak mau. Sehingga kerap kali terjadi perselisihan pihak desa / kelurahan selaku pihak pertama yang mengeluarkan dan memasukkan data dengan masyarakat. Memang tidak sederhana untuk menurunkan angka kemiskinan,” tambahnya.

Kendati demikian, Pemerintah Provinsi NTB khususnya, dalam hal ini tetap mengupayakan konsep untuk penanganan kemiskinan di daerah. Salah satu upaya dilakukan adalah pendekatan keluarga. Yakni dengan mengambil masyarakat yang miskin dari data terpadu kesejahteraan sosial, kemudian diintervensi untuk diberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Kalau anaknya butuh sekolah, maka sekolahnya harus dibantu, kalau orang tuanya punya keterampilan yang laki bisa pertukangan. maka kita bisa bantu alat pertukangan. Perempuan atau ibunya bisa bikin kue, kita bantu alat alat bikin kue,” jelasnya.(bul)

Peringatan Tahun Baru Hijriah, Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri

0
Pj Gubernur NTB Dr. Hassanudin memberi sambutan di acara 1 Muharram yang digelar di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Sabtu 6 Juli 2024 malam. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin mengajak seluruh masyarakat NTB untuk menjadikan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah sebagai momentum untuk evaluasi diri dan memperbaiki kualitas hidup. Dalam sambutannya pada acara 1 Muharram yang diadakan di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Sabtu 6 Juli 2024 malam, ia menekankan pentingnya introspeksi dan peningkatan diri sebagai pribadi yang lebih baik.

“Tahun Baru Islam adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Kita harus melihat kembali apa yang telah kita capai, apa yang belum, dan bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam ibadah, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam momentum peringatan tahun baru hijriah itu, Hassanudin memperkenalkan dirinya kepada masyarakat NTB menjadi Pj Gubernur untuk melanjutkan kepemimpinan gubernur yang lama sampai terpilihnya gubernur definitif. Ia berharap bisa terus berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun daerah NTB.  Ia mengingatkan bahwa tahun baru Islam bukan hanya sekadar perayaan, tetapi saat yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Saya senang sekali bisa hadir dalam acara yang luar biasa ini, momentum selain introspeksi diri. Mari kita perkuat hubungan kita dengan Allah SWT dan sesama,” sambungnya.

Pj Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat NTB, terutama menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba, dan judi online. Hassanudin berharap peringatan 1 Muharram dapat menjadi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Saya titip kepada semua majelis taklim, untuk antisipasi dan hindari narkoba dan judi online karena itu merupakan ancaman bagi nenerasi kita,” tandasnya.

Acara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah di NTB, diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti do’a bersama, ceramah agama, dan pengajian. Kegiatan tersebut, dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, beserta warga dari berbagai kalangan yang turut merayakan datangnya tahun baru dalam suasana khidmat dan penuh harapan.

Pada akhir sambutannya, Pj Gubernur mengucapkan selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah kepada seluruh masyarakat NTB. Tahun baru membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan, khususnya di Provinsi NTB.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah. Semoga tahun baru ini membawa berkah, kedamaian, dan kemajuan bagi kita semua. Mari kita sambut tahun baru ini dengan semangat baru dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.(ris/r)

Gagal Panen, Puluhan Hektar Tanaman Padi Petani di Lobar Dapat Asuransi

0
Kadistan Lobar Damayanti Widyaningrum turun ke lahan pertanian terdampak kekeringan. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com)-Puluhan hektar lahan padi milik petani di Lombok Barat (Lobar) gagal panen dampak kekeringan yang melanda daerah tersebut, dipicu hujan tak merata di wilayah setempat. Syukurnya, puluhan hektar padi petani terdampak tersebut diganti melalui program asuransi yang diikuti oleh para petani tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Lobar, Damayanti Widyaningrum mengatakan, hujan belum merata terjadi di wilayah Lobar. Sebagian daerah yang sudah diguyur hujan pun sedikit teratasi kekeringannya, sedangkan daerah ya g belum terjadi hujan justru masih dilanda kekeringan. Seperti di wilayah Sekotong, Lembar, Kuripan. “Hujannya belum merata, terjadi di spot-spot, ini pengaruh anomali iklim,”kata Damayanti, akhir pekan kemarin.

Diakui Damayanti, ada petani yang gagal panen karena kekeringan tersebut. Namun yang gagal tersebut sebagian besar sudah dibantu melalui asuransi. “Sekarang lagi diklaim asuransi usaha tani, itu ada sekitar 57-60 hektar,”sebut Damayanti. Disebutkan, dari luas lahan yang terdampak kekeringan seluas 160 hektar, sudah proses klaim Asuransi 57 hektar tersebut. Daerah banyak klaim asuransi tersebut di wilayah Kuripan.

Menurutnya hal ini sekaligus menjadi pelajaran bagi petani di Lobar, terutama yang ada di wilayah gagal panen akibat kekeringan, harus ikut asuransi usaha tani tersebut. Sebab diakui sejauh ini belum banyak petani yang ikut asuransi tersebut. ‘’Kita terus imbau petani ikut asuransi, karena sangat bermanfaat, ujarnya. Pihaknya lebih gencar sosialisasi ke warga melalui petugas penyuluh. Karena bayarnya murah, Rp36 ribu per musim tanam per hektar. “Tapi ketika terjadi gagal, kembali diganti semua biaya yang dikeluarkan petani,’’ imbuhnya.

Disamping itu, Pihaknya juga sudah melakukan upaya penanganan melalui pompanisasi. Namun diakui pompanisasi lahan pertanian ini terkendala sumber air yang disedot yang tidak ada di wilayah tersebut, karena lahannya tadah hujan. Pihaknya pun akan mencoba untuk antisipasi tahun-tahun kedepan dengan membangun sumur bor. Sehingga nanti ketika kekeringan, bisa ambil air dari sumur bor tersebut “kita akan bangun sumur bor, begitu kering kita ambil air dari sana untuk airi sawah,”ujarnya. (her)

Bantah Pungutan Pajak Non PKP, Inspektorat Lobar Klaim Temuan BPK Banyak Perbaikan Tata Kelola dan Aset

0
Hademan (ekbisntb.com/ist)

Inspektorat Lombok Barat (Lobar) mengklaim dari Hasil Pemeriksaan LHP Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2023, banyak yang bersifat perbaikan tata kelola. Inspektorat membantah terkait temuan pungutan pajak yang diduga bukan subjek pajak dan penyedia atau rekanan non pengusaha kena pajak (PKP).

“Temuan ini banyak yg bersifat perbaikan tata kelola,” klaim Inspektur Lobar Hademan, Minggu 7 Juli 2024. Dikatakan, LHP BPK tahun ini, Pemkab banyak mendapat rekomendasi terbaik. Yaitu seputaran perbaikan tata kelola dan inventarisasi BMD dan potensi pajak dan retribusi daerah.

Hal ini akan sangat bermanfaat bagi perbaikan data potensi yang nntinya akan mendorong optimalisasi PAD, karena bilamana tata kelola BMD dilaksanakan dengann baik, maka hal ini sekaligus akan menjadi sumber PAD.

Jika PAD ini bisa dihasilkan dengan maksimal maka akan mewujudkan kekuatan fiskal daerah. Hal ini akan membuktikan kemandirian daerah dalam melaksanakan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Inilah ciri utama pelaksanaan otonomi daerah. “Mudah-mudahan perbaikan tata kelola dan inventarisasi BMD tahun ini berjalan dengan lancar dan maksimal,”imbuhnya.

Ditanya terkait dugaan temuan, di mana Tahun Anggaran 2023, diketahui Pemkab Lobar melakukan pungutan pajak PPN dari penyedia atau rekanan non pengusaha kena pajak (PKP). Padahal rekanan non PKP ini adalah pengusaha pribadi atau perorangan maupun pengusaha badan yang belum dikukuhkan untuk menjadi PKP.

Kemudian Pemkab Lobar juga melakukan pungutan PPN atas penyedia yang yang bukan merupakan subjek pajak. Hademan dengan tegas menyampaikan bahwa tidak ada temuan seperti itu. “Ndak ada hal seperti itu (temuan),” tegasnya.

Lebih lanjut ditanya soal Temuan Kerugian negara akibat kekurangan volume pekerjaan pada puluhan pekerjaan proyek, Hademan tidak mau berkomentar.

Terpisah Kabag Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Lobar Lalu Agha Farabi mengatakan, terkait pungutan pajak kepada pihak ketiga atau rekanan seusai ketentuan Perpres Nomor 16, di peraturan barang dan jasa sudah jelas diatur ada jenis pekerjaan yang dipungut dan tidak dipungut pajak. Yang tidak dipungut, adalah salah satunya pekerjaan swakelola. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi soal ini ke OPD.

“Sudah pernah kami berikan sosialisasi terkait swakelola, mana yang swakelola tipe 1,2,3, dan 4. Ini lho swakelola tipe 1, seperti ini tata kelolanya, swakelola tipe 4 seperti ini,” ujarnya.

Pihaknya diundang oleh Dikbud untuk memberikan masukan kepada jajaran terkait tentang swakelola ini.(her)

Siap Dikunjungi Tamu Kapal Pesiar, Wisata Hutan Mangrove di Lembar Selatan jadi Daya Tarik

0
Tim Dispar bersama tour operator kapal pesiar turun mengecek kesiapan desa wisata Lembar Selatan dikunjungi tamu kapal pesiar. (ekbisntb.com/ist)

Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) merupakan salah satu ikon wisata di kawasan selatan Lobar  yang terkenal dengan potensi hutan mangrove (bakau)nya. Lokasi wisata ini dekat dengan pelabuhan kapal pesiar, menjadikannya sangat potensial untuk dikunjungi tamu kapal pesiar.

Menjajaki potensi kawasan ini bisa dikunjungi tamu kapal pesiar, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) Lalu Tajuddin dan jajaran bersama Direktur Lombok Paradise Heri Nurcahyono selaku Tour Operator Kapal Pesiar Pelabuhan Gili Mas pun melakukan kunjungan ke Desa Wisata tersebut, Jumat 5 Juli 2024. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut program Dispar Lobar mempersiapkan desa wisata di Lobar sebagai tujuan tamu kapal pesiar.

Didampingi Kepala Desa Lembar Selatan M. Saleh dan jajaran, rombongan menikmati potensi wisata Mangrove Cruise dengan menggunakan perahu nelayan yang didesain khusus, rombongan menikmati keindahan hutan mangrove seluas 70 hektar.

“Kita barusan inspection di Desa Wisata Lembar Selatan. Objeknya keren banget, Pak Kadesnya keren sekali menyiapkan destinasi wisata baru yaitu Tour Mangrove. Kita naik kapal tradisional terus keliling nikmati pohon bakau dan keindahan biota-biota di pohon bakau tersebut, kayak kepiting, udang dan ikan-ikan. Lalu kita diajak soft-trekking kurang lebih 30 menit di dalam hutan bakau tersebut,” kata Heri.

“Jadi Lembar Selatan itu punya potensi yang luar biasa, wajib dikunjungi buat wisatawan domestik atau internasional. Tinggal bagaimana kita mengemasnya jadi lebih keren lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembar Selatan M. Saleh mengapresiasi kunjungan tim Lombok Paradise dan Dispar Lobar. Ia mengaku optimis potensi desanya mampu menjadi pilihan untuk dikunjungi wisatawan, terlebih kegiatan ini mendapat dukungan dari warganya.

“Tadi tanggapan masyarakat kami sangat mendukung dan mereka sangat berharap bisa memberikan perekonomian bagi masyarakat kami. Apa yang kami lakukan ini menjadi harapan masyarakat kami khususnya di Desa Lembar Selatan ini, dan mudah-mudahan ke depannya Desa Lembar Selatan bisa menjadi destinasi utama dari tamu kapal pesiar yang akan datang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dispar Lobar Lalu Tajuddin berharap potensi di Lembar Selatan mampu menjadi pilihan untuk dikunjungi wisatawan khususnya tamu kapal pesiar. Menurutnya, di samping potensi desa, komitmen dari pemerintah desa dan masyarakatnya menjadi kunci utama dalam mengembangkan desa wisata.

“Seperti yang kita tahu Lembar Selatan kemarin sudah dapat juara di Anugerah Desa Wisata untuk kategori digital. Ditambah dengan komitmen kepala desa di sana, beliau sangat bersemangat dalam pengembangan desa wisata. Harapannya Desa Wisata Lembar Selatan ini bisa menjadi salah satu destinasi andalan kita, karena memang lokasinya relatif dekat dengan Pelabuhan Gili Mas,” harapnya.(Her)

Mengenal Lebih Dekat tentang Disleksia

0
dr. Stella Yosanie (ekbisntb.com/ist)

Oleh dr. Stella Yosanie

Setiap manusia diciptakan sebagai pribadi yang spesial. Masing-masing dari kita lahir lengkap dengan kelebihan dan kekurangan yang akan berperan dalam proses kehidupan dari fase anak-anak hingga dewasa. Sebagian dari kita terlahir dengan kondisi spesial, ada yang sulit melafalkan kata, meski usianya sudah lewat masa batita, ada yang kesulitan membedakan huruf atau mengenali bunyi yang tepat dari kombinasi huruf tertentu, ada juga yang memerlukan waktu lebih lama saat menulis dibandingkan dengan yang seumurannya, atau seringkali terbolak-balik saat membaca. Kondisi demikian dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah disleksia.

Disleksia berasal dari kata Yunani dyslexia, terdiri dari kata “dys” bermakna kesulitan dan ”lexis” yang bermakna berbahasa, sehingga makna disleksia adalah “kesulitan dalam berbahasa”. Kesukaran dalam berbahasa pada kondisi ini memiliki makna yang luas, yaitu mencakup kegiatan berbahasa, membaca, dan menulis. Seseorang yang terlahir dengan disleksia seringkali dilaporkan mengalami kesulitan mengikuti kegiatan dasar sehari-hari, contoh paling sering ditemui adalah anak-anak yang mengalami kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga sebagian dari mereka ada yang mengalami kemunduran prestasi. Padahal, seseorang dengan disleksia memiliki tingkat kecerdasan yang normal atau bahkan mungkin di atas rata-ratanya, sehingga diharapkan pemberian penanganan sedini mungkin bisa mendukung mereka untuk tetap berprestasi dan berkarya.

Mengapa seseorang bisa mengalami disleksia?

Disleksia disebabkan oleh kelainan neurobiologis, di mana terdapat gangguan dalam memproses kata-kata yang diterima. Pada individu tanpa disleksia, proses pengolahan informasi terjadi demikian: di tahap awal mereka akan menerima informasi (input), lalu memahami informasi yang diterima, menyimpannya dalam memori dan diolah dalam pikiran (cognitive processing). Keseluruhan proses tersebut, jika diproses dengan baik, akan menghasilkan tanggapan yang sesuai (responseoutput). Semua tahapan ini mengalami gangguan pada individu yang mengalami disleksia. Dari gambaran inilah dapat dipahami mengapa seseorang dengan disleksia seringkali mengeluh kesulitan menerima instruksi lisan.

Disleksia dapat terjadi pada siapapun tanpa memandang jenis kelamin, etnis atau status sosial ekonomi, namun adanya riwayat keluarga dengan disleksia, terutama jika salah satu orangtua ada yang mengalami disleksia, bisa meningkatkan 40% besar kemungkinan keturunan mereka bisa mengalami keluhan serupa. Berdasarkan penelitian medis, dikatakan bahwa beberapa gen yang diturunkan dapat memengaruhi perkembangan otak dalam mengatur fonologi, yaitu kemampuan dan ketelitian dalam memahami suara atau bahasa lisan.

Bagaimana gambaran klinis disleksia ?

Gejala klinis disleksia dapat ditemukan beragam pada setiap individu dan sangat mungkin berbeda satu sama lain, baik dalam kelompok umur yang sama atau berbeda.

Pada usia balita, disleksia dikenali melalui red flags of dyslexia, yaitu :

  • Perkembangan bicara lebih lama dibandingkan anak seusianya
  • Membutuhkan waktu lama untuk memahami kosakata baru, contohnya kata “biru” dan “baru”.
  • Kesulitan memahami kata dengan rima sama, contohnya “teman” dan “taman”.
  • Kesulitan memecah suku kata, contohnya “berapa jumlah suku kata yang didengar pada kata ‘tertawa’ “

Pada usia sekolah, seorang anak akan belajar membaca, menulis dan berinteraksi dengan lingkungannya. Di momen inilah gejala disleksia lebih jelas dikenali, seperti :

  • Sulit memahami maksud kalimat yang didengarnya dan terbata-bata saat mengucapkannya
  • Butuh waktu lama untuk membaca dan atau mengingat nama temannya.
  • Sulit menghafalkan dan membedakan abjad, seperti bunyi huruf “b” dan “d”, atau bentuk huruf “m” dan “n”.
  • Sulit mengurutkan, contohnya nama hari.
  • Butuh waktu lama saat menulis, misalnya saat didikte atau menyalin tulisan.
  • Sulit membedakan fonologi kata, contoh seperti “muka” dengan “mula”.
  • Kesulitan untuk bercerita atau mengungkapkan perasaannya.

Pada usia remaja hingga dewasa, seorang yang lahir dengan disleksia mungkin akan semakin nyata memunculkan gejalanya, seperti :

  • Kesulitan membaca/ mengeja, menyusun catatan, menyusun prioritas pekerjaan, mengingat secara berurutan, berhitung.
  • Cenderung menghindari pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk membaca, menulis, menghafal dan atau menghitung.

Dari semua gambaran di atas, baik diketahui bahwa seseorang yang memiliki satu atau lebih gejala yang disebutkan belum tentu pasti mengalami disleksia. Seseorang dengan disleksia tidak harus memiliki semua tanda tersebut, individu satu dengan individu lainnya mungkin memiliki gejala berbeda. Keseluruhan gejala yang disebutkan dibuat untuk memudahkan kita mendeteksi sejak dini tanda waspada dari disleksia, sehingga diharapkan bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut sedari awal

Apa yang harus dilakukan terhadap kerabat dengan disleksia?

Prinsip paling utama adalah kita sebagai pihak terdekat harus tenang dan tetap mensyukuri setiap kondisi, sehingga diharapkan kerabat kita juga akan merasa percaya diri dan semangat menggali potensi dirinya. Penanganan disleksia baiknya melibatkan kerjasama tim ahli, yaitu psikiater, psikolog dan terapis. Penanganan yang diberikan bertujuan bukan untuk menghilangkan kondisi disleksia seseorang, namun terpenting adalah mengurangi hambatan yang dimiliki dalam berbahasa dan memampukan individu tersebut untuk melakukan problem solving, karena pada dasarnya seseorang dengan disleksia memiliki kecerdasan yang normal.

Referensi

  1. Publikasi Formulir Pra Screening oleh Dyslexia Center Indonesia. https://www.disleksia.co.id/
  2. Apa itu Disleksia.http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mengenal-disleksia

3.Tanda dan Gejala Disleksia. https://jurnalpediatri.com/2016/12/28/tanda-dan-gejala-disleksia-pada-anak

Beda Generasi, Kaum Muda Sulit Tidak Makan Nasi

0
Singkong merupakan salah satu bahan pangan yang bisa dijadikan alternatif diversifikasi pangan. (ekbisntb.com/ist)

Diversifikasi pangan menjadi tantangan bagi sebagian besar masyarakat, khususnya generasi muda. Hal ini karena hampir seluruh masyarakat menggantungkan kebutuhan pangan pokok pada nasi.

Padahal, banyak jenis umbi-umbian yang bisa dijadikan sebagai pengganti nasi, seperti halnya ubi. Ubi bisa dijadikan sebagai pengganti nasi karena mengandung karbohidrat dan serat yang tinggi.

Rata-rata, kaum tua atau baby boomers mengatakan sangat penting melakukan diversifikasi atau penganekaragaman pangan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini karena beras yang mengandung gula, sehingga bagi pengidap diabetes, pantang untuk memakan nasi.

“Sarapan saya suka pakai jagung, sama sering ganti nasi pakai ubi karena saya ada diabetes,” ujar salah satu pelaku UMKM yang ada di Sirkuit Selaparang, Hj. Nur, saat ditemui Ekbis NTB pada Sabtu, 6 Juni 2024.

Senada dengan itu, anggota UMKM Rumah Kreatif Bank Sampah Linsi, Husni Hari juga mengatakan yang sama. Ia terbiasa makan dengan selain nasi

“Saya ndak cuma makan nasi, ada ubi, kita bisa kenyang dengan ubi, nasi kita lupakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa ia biasanya mencampur nasi dengan jagung, menurutnya, pencampuran dua pangan ini menjadikannya terasa lebih nikmat. “Kita, kalau beras tinggal dikit, kita campur dengan jagung, malah itu rasanya lebih enak,” lanjutnya.

Pun saat ditanya mengenai harga pangan lokal yang relatif tinggi, ia tidak merasakan hal tersebut. Hal ini karena meski ia sering mengganti nasi dengan pangan pokok lainnya, namun pangan lain ini tidak dikonsumsi oleh seluruh keluarganya, sehingga jika dibandingkan harga beras, menurutnya harga jagung, ubi, singkong, kentang relatif lebih murah.

Sementara itu, kaum muda memberikan respons yang berbalik, yang mana gen Z berpatokan pada nasi sebagai makanan pokoknya.

Neni, salah satu penonton konser MXGP mengaku bahwa dirinya harus makan nasi, meskipun sedang diet, setidaknya makan nasi harus dilakukan sehari sekali.

“Harus nasi, kalau jagung, ubi, jarang saya makan, kecuali lagi diet. Itupun harus makan nasi sedikit, minimal sekali sehari,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa diversifikasi pangan memang penting, tapi jika dibandingkan harga dari semua pangan tersebut, menurutnya yang paling murah tetap beras, sehingga adanya beras menjadi bahan pokok tak lepas dari harga pangan ini.

“Kalau ubi, jagung, singkong memang murah per kilonya, tapi engga bisa mencukupi kebutuhan satu keluarga, beda dengan beras, walaupun satu kg 12.000, tapi cukup untuk satu keluarga,” lanjutnya.

Hj. Nur menyampaikan pendapat yang sama, yang mana wajib ada beras di rumahnya karena anaknya harus makan nasi. Ia mengatakan bahwa anak-anaknya menjadikan nasi sebagai tumpuan karbohidratnya, sehingga jika belum makan nasi, maka belum makan.

“Kalau anak-anak pakai nasi aja, walaupun harganya mahal, kanak-anak saya engga bisa ganti nasi pakai jagung atau ubi, karena nasi kan makanan pokok, belum makan nasi, belum makan,” pungkasnya.

Beda halnya, pedagang Ubi Cilembu di Jalan Airlangga Kota Mataram, Hasan mengatakan, tidak perlu adanya diversifikasi pangan. Hal ini karena menurutnya, nasi menjadi sumber pangan yang paling pas untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia.

“Mending beras aja, ubi itu sulit tanamnya, kalau beras kan mudah. Mudah tanamnya, banyak juga kan sawah yang menanam beras, jadi sesuai lah dengan kebutuhan,” katanya pada Minggu, 7 Juli 2024.

Menurutnya, pangan lokal seperti ubi, jagung, dan singkong bukanlah makanan pokok, sehingga beras menjadi satu-satunya penunjang kebutuhan pokok masyarakat.  “Kalau ini kan (ubi, red) bukan makanan pokok ya, cuma cemilan aja,” lanjutnya.

Ia mengaku meski menjadikan beras sebagai makanan pokok, namun tetap ia kadang-kadang mengganti beras menjadi ubi. “Kalau di kampung, kalau belum panen beras, kita makan pakai ubi. Tapi, kalau ada beras, itu yang kita makan,” akunya.

Jika pangan pokok diganti menjadi pangan lokal, maka akan menyusahkan masyarakat, hal ini karena harga pangan lokal yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga beras.  “Harga ubi mahal, pupuknya juga mahal, penjagaannya juga, enggak seperti padi yang ada subsidi pupuk,” ujarnya.

Adapun jika dipaksakan harus melakukan penganekaragaman pangan, maka pemerintah juga harus memperhatikan nasib petani dan masyarakat. Karena, jika beras tidak lagi menjadi pangan pokok, maka pangan lokal seperti ubi, jagung, singkong, kentang, dan sejenisnya akan menjadi pilihan pengganti beras oleh masyarakat. “Bisa juga, yaa secara harga harus murah atau setara dengan beras, yaa dari pemerintah juga harus memberikan harga pupuk yang murah,” tutupnya. (era)

Objek Wisata Sarang Walet di Lombok Timur Diserbu Banyak Wisatawan Eropa

0
Air terjun sarang walet Kembang Kuning-Tetebatu Kecamatan Sikur yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. (ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Air Terjun Sarang Walet yang ada di antara Desa Tetebatu dan Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diserbu wisatawan asing. Utamanya wisatawan Eropa yang beberapa bulan terakhir ini merupakan masa liburan.

Pada hari Minggu, tanggal 7 Juli 2024, ratusan wisatawan asing ini silih berganti mendatangi objek wisata alam tersebut. Utamanya yang datang dari arah timur, Desa Kembang Kuning.

Jumaidi, salah satu tour guide Lotim yang membawa turis asal Prancis kemarin menuturkan saat ini memang banyak wisatawan yang mengunjungi air terjun Sarang Walet tersebut. Nama dan tempatnya yang unik membuat banyak wisatawan yang tertarik.

Air Terjun Sarang Walet merupakan salah objek wisata yang terbilang tersembunyi di Lotim. Air terjun ini dikelola oleh dua desa yang bertetangga, seperti berada pada sebuah gua. Wisatawan yang datang harus melewati jembatan kayu. Kemudian menyusuri kedalaman gua yang sepanjang kurang lebih 30 meter baru kemudian akan menemukan keindahan Air Terjun Sarang Walet ini.

Sepanjang lorong gua yang dilewati, menetes butiran-butiran air. Karenanya, memasuki kawasan air terjun ini wisatawan sengaja buka baju dengan cukup mengenakan baju renang bersiap basah mandi di air terjun.

Ketika sudah sampai di lokasi air terjun, kesegaran airnya terjun membuat setiap orang yang mendatanginya ingin langsung menceburkan diri.

Objek wisata Air Terjun Sarang Walet ini dibuka secara resmi tahun 2018. Musibah pandemi Coronavirus Disease 2019 hingga tahun 2022 membuat kawasan ini sepi dari kunjungan wisatawan. Surga yang tersembunyi di penghujung gua ini kemudian kembali ramai dua tahun terakhir.

Baiq Azizah, salah satu wisatawan domestik mengaku datang ke objek wisata air terjun tersebut karena penasaran. Jalur yang dilewati menuju air terjun dinilai memang unik dan membuat setiap orang yang datang berkesan.

Lorong gua yang dilalui cukup panjang, sehingga pengunjung yang datang disarankan pakai celana pendek kalau tidak ingin basah. Setelah datang, diyakinkan pulang dengan pengalaman dan kesan berwisata yang sedikit berbeda dari wisata ke tempat lainnya.

Kepala Desa Kembang Kuning, Lalu Sujian mengatakan ini merupakan investasi desa bersama warga membuat destinasi wisata Sarang Walet ini kini menjadi buruan banyak wisatawan.

Lewat pintu masuk Kembang Kuning, wisatawan asing dikenakan tarif masuk Rp 20 ribu. Untuk penjaga pintu Rp 5 ribu, guide Rp 5 ribu, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rp 10 ribu. Sedangkan wisatawan domestik dikenakan tarif Rp 5 ribu, terbagi untuk pengelola di lapangan Rp 2 ribu dan Rp 3 ribu untuk BUMDes yang selanjutnya menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dari objek wisata air terjun Sarang Walet ini disebut Lalu Sujian, pihak BUMDes bisa mendapatkan Rp 2-3 juta per bulan. Kunjungan lewat Kembang Kuning disebut jauh lebih banyak karena akses masuk yang lebih mudah.

Banyaknya kunjungan ke Sarang Walet ini juga karena para pelaku wisata ini mengemasnya dengan cukup menarik. Ada paket kunjungan yang disiapkan para pelaku yang menambah daya tarik dan daya pikat wisatawan. (rus)

MXGP Lombok Seri 11 dan 12 Sukses, Tak Ada Kecelakaan Serius di Sirkuit

0
Event Motocross Grand Prix (MXGP) seri 11 dan 12 yang sedang berlangsung di eks bandara selaparang lombok 7 Juli 2024 (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Event Motocross Grand Prix (MXGP) seri 11 dan 12 yang berlangsung di Sirkuit Selaparang tanggal 29 – 30 Juni dan 6-7 Juli ini berlangsung dengan sukses. Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB menyatakan tak ada pembalap yang mengalami kecelakaan serius di lintasan sirkuit. Yang ada adalah insiden kecil yang penanganan medisnya bisa dilakukan di dalam sirkuit.

Ketua IMI NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, MH, M.Kes mengatakan, para marshal yang bertugas di dalam sirkuit telah melakukan tugasnya sesuai dengan SOP. Begitu pula tim medis yang bertugas di lapangan telah melakukan tugasnya dengan baik selama dua seri balapan di Sirkuit Selaparang.

“Saya selaku Ketua IMI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mereka,” kata H. Lalu Herman Mahaputra kepada Suara NTB usai MXGP seri 12 Lombok, Minggu 7 Juli 2024 kemarin.

Ia mengatakan, memang aka pembalap yang mengalami kecelakaan saat belapan. Hal itu menurutnya sudah biasa terjadi di setiap berlangsungnya event dan tim medis yang disiagakan telah melakukan tugasnya sesuai dengan SOP.

“Kalau crash biasalah, tapi sampai di sini (Sirkuit Selaparang-red) saja, tak sampai dirujuk. Tak ada emergensi. Seri 11 dan 12 ini Alhamdulillah berjalan dengan sukses, no accident” tegas dr. Jack, sapaan akrabnya.

Tahun depan ia berharap MXGP seri Indonesia tetap terlaksana di NTB baik di Samota maupun di Lombok. Terlebih dua seri yang berlangsung di Sirkuit Selaparang ini cukup ramai, terutama di seri 12 ini dengan jumlah penonton yang menyamai MXGP Lombok tahun 2023 lalu.

Ia mengaku selaku ketua IMI NTB kedepan akan mengirim sejumlah dokter untuk mengambil sertifikat super licence di Australia. Begitu juga sejumlah pihak yang bertugas di MXGP seperti COC dan Steward bisa memperoleh licence di bidangnya karena event MXGP di NTB akan berlangsung secara berkelanjutan.

“Saya juga sudah bicara sama Antonio (Direktur FIM-red), NTB akan dipersilahkan karena dia juga punya keinginan agar seri MXGP terus berlanjut dan tentunya Marshal, COC dan Steward itu berasal dari NTB sendiri, bukan lagi dari pusat. Kita berharap nanti kita kirim mereka untuk belajar agar dapat Licence” katanya,” katanya.(ris)