Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 682

Sahlan M. Saleh Jadi Ketua BPPD, Siap Genjot Promosi Pariwisata NTB

0
Sahlan M. Saleh (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Sahlan M. Saleh resmi jadi dipilih menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB periode 2024-2028. Ia menyatakan komitmennya untuk membawa pariwisata NTB ke level yang lebih tinggi.

“Kami ingin BPPD NTB tetap kembali ke marwahnya, yaitu mempromosikan dan mengembangkan pariwisata NTB di luar daerah dan mancanegara,” ujar Sahlan, Rabu 10 Juli 2024.

Menurut Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) Provinsi NTB ini, salah satu langkah awal yang akan dilakukan BPPD NTB adalah menggelar serangkaian kegiatan promosi di dua kota, serta mengunjungi Malaysia untuk menjalin kerjasama dengan para pelaku wisata di sana. BPPD NTB juga akan aktif mendukung event-event pariwisata yang diselenggarakan oleh asosiasi-asosiasi terkait.

“Kami juga akan fokus pada peningkatan konektivitas udara ke NTB. Salah satu target utama kami adalah membuka penerbangan langsung dari Australia ke Lombok. Australia merupakan negara dengan minat tertinggi untuk mengunjungi Lombok, dan kami yakin penerbangan langsung ini akan meningkatkan jumlah wisatawan yang datang,” tambahnya.

Sahlan Saleh optimis bahwa dengan kerjasama semua pihak, pariwisata NTB akan terus berkembang dan mencapai target yang telah ditetapkan. BPPD NTB tetap akan menjalin komunikasi yang kuat dengan seluruh stakeholder di provinsi ini.

Berdasarkan rapat semua anggota BPPD yang berlangsung, Rabu 10 Juli 2024 di ruang rapat Sapta Pesona, Dinas Pariwisata NTB, struktur BPPD NTB sebagai berikut.

Ketua diemban Sahlan M Saleh merupakan perwakilan ASTINDO NTB, Wakil Ketua Dewantoro Umbu Joka perwakilan ASITA NTB. Sekretaris sendiri diduduki Lalu Fatwir Uzali perwakilan Ketua HPI NTB dan Bendahara Mohammad Mustamar Natsir perwakilan Pakar Sosial Media.

Sementara anggota-anggota terdiri dari Abdus Syukur perwakilan PWI NTB, Ni Ketut Wolini perwakilan PHRI NTB, Ali Muhtashom perwakilan Poltekpar Lombok, Valentry Garuda Indonesia Branch Manager Mataram dan Badrun dari ASPPI NTB.(bul)

OJK: Sebagian Besar Pelaku Pinjol Ilegal Gunakan Server Luar Negeri

0
Ilustrasi pinjol (ekbisntb.com/cnbcindonesia)

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal menggunakan server di luar negeri, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
“Hal ini terindikasi adanya kemiripan nama pinjol ilegal yang telah diblokir dan dalam waktu singkat muncul kembali dengan identitas yang hanya sedikit mengalami perubahan (penambahan huruf, tanda baca, maupun angka),” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, imbuh Friderica, indikasi tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa pelaku melakukan kegiatan di luar wilayah Indonesia dan cenderung menggunakan rekening di luar negeri sehingga menghindari jangkauan otoritas di wilayah Indonesia.
OJK mencatat, sejak awal Januari hingga akhir Juni tahun ini, otoritas bidang keuangan itu telah menerima sebanyak 8.213 aduan terkait pinjol ilegal. Pengaduan pinjol ilegal menjadi yang terbanyak dari total pengaduan kegiatan keuangan ilegal yang sebanyak 8.633 pengaduan.
Sejak Januari hingga Juni 2024, OJK telah menghentikan atau memblokir 1.591 pinjol ilegal. Jika diakumulasi sejak tahun 2017, total entitas pinjol yang telah diblokir sebanyak 8.271 entitas.
Adapun pengguna pinjol ilegal didominasi oleh kelompok usia dewasa muda. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), pengaduan terkait pinjol ilegal periode 1 Januari-30 Juni 2024 didominasi oleh rentang usia 26 tahun sampai dengan 35 tahun.
Secara keseluruhan, sampai dengan 30 Juni 2024, OJK telah menerima 184.936 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), termasuk 14.052 pengaduan dengan tingkat penyelesaian sebesar 81,31 persen.
Dari pengaduan tersebut, sebanyak 5.020 berasal dari sektor perbankan, 5.115 berasal dari industri financial technology (fintech), 3.072 berasal dari industri perusahaan pembiayaan, 643 berasal dari industri perusahaan asuransi, serta sisanya merupakan layanan sektor pasar modal dan industri keuangan non-bank (IKNB) lainnya.
Dalam rangka penegakan ketentuan pelindungan konsumen, OJK telah memberikan sanksi pada periode 1 Januari sampai dengan 27 Juni 2024 berupa 156 surat peringatan tertulis kepada 125 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), 3 surat perintah kepada 3 PUJK, dan 25 sanksi denda kepada 25 PUJK. Selain itu, pada periode yang sama, terdapat 137 PUJK yang melakukan penggantian kerugian konsumen atas 659 pengaduan dengan total kerugian Rp100 miliar. (ant)

La Nina berpotensi ganggu sektor pariwisata

0
Seorang warga mencari kerang di Pantai Mapak baru-baru ini. BPBD Kota Mataram mengingatkan masyarakat di sepanjang sembilan kilometer Pantai Ampenan waspada terjadinya banjir rob. (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com)-Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Eddy Hermawan mengingatkan adanya kemunculan fenomena La Nina yang dapat menyebabkan kawasan Indonesia menjadi lebih sering diguyur hujan.

Para ilmuwan cuaca memperkirakan La Nina mencapai puncak sekitar Oktober atau November 2024 dan berpotensi mengganggu sektor pariwisata.

“Wisata alam terbuka, seperti pantai, pegunungan, atau air terjun bisa terdampak akibat kemunculan La Nina,” kata Eddy saat dihubungi di Mataram, Rabu.

Fenomena La Nina adalah pola iklim berulang yang melibatkan perubahan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. Selama La Nina berlangsung, suhu permukaan laut di sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik mengalami penurunan.

Fenomena La Nina kali ini diprediksi berlangsung hingga akhir Februari atau awal Maret 2025 mendatang.

Kemunculan fenomena iklim tersebut membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih singkat karena puncak kemarau yang seharusnya terjadi pada Agustus hingga September 2024 cenderung basah.

Eddy menuturkan La Nina membuat awan-awan besar yang terbentuk akibat pemanasan air laut menjadi sulit meninggalkan wilayah Indonesia karena kawasan timur tidak panas.

“Awan-awan besar itu menuju ke pusat tekanan rendah. Bagaimana mungkin terbentuk pusat tekanan rendah kalau suhu permukaan laut mendingin,” ujarnya.

Lebih lanjut Eddy memandang selama La Nina berlangsung industri pariwisata yang berada di Bali ataupun Lombok akan tertekan akibat penurunan kunjungan wisatawan.

Ketika musim hujan yang disertai lebih banyak badai, maka orang-orang cenderung menunda perjalanan wisata ke alam terbuka sampai kondisi cuaca dinyatakan tenang dan aman.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 11,68 juta jiwa pada tahun 2023.

Angka itu naik 98,30 persen bila dibandingkan data kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2022 yang tercatat hanya berjumlah 5,89 juta jiwa. (ant)

Bank Muamalat Bidik Volume Penjualan Bancassurance Naik Dua Kali Lipat

0
Pelayanan Bank Muammalat. (eknbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan volume penjualan produk bancassurance sebesar 100 persen pada 2024 atau naik dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Target tersebut diharapkan akan berkontribusi pada pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bancassurance yang diharapkan meningkat 53 persen pada akhir 2024.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan bahwa produk bancassurance akan digencarkan penjualannya pada tahun ini.

Dia optimistis dapat mencapai target yang dicanangkan mengingat potensi pasar yang masih terbuka lebar.

“Portofolio produk bancassurance di Bank Muamalat terus tumbuh setiap tahunnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal ini didorong oleh kesadaran nasabah akan pentingnya investasi dan perencanaan keuangan yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Dedy.

Adapun produk asuransi yang ditawarkan Bank Muamalat mulai dari asuransi untuk kebutuhan dana pendidikan anak, asuransi yang menggabungkan antara proteksi jiwa dengan investasi, hingga produk asuransi unit link syariah dengan pembayaran premi/kontribusi secara berkala dalam mata uang dolar AS.

Bank Muamalat menyiapkan sejumlah strategi di antaranya dengan melengkapi rangkaian produk bancassurance yang tersedia untuk menjangkau dan memenuhi kebutuhan segmen nasabah yang lebih luas.

Bank Muamalat juga meningkatkan kapasitas tenaga pemasar dalam hal pengetahuan produk dan kemampuan analisa.

Tujuannya, agar tenaga pemasar dapat merekomendasikan produk yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan nasabah.

Selain itu, bank syariah pertama di Indonesia ini juga akan memperbanyak kegiatan customer gathering sebagai media sosialisasi produk sekaligus literasi keuangan untuk nasabah yang dirangkaikan dengan program-program promosi yang menarik.

“Kami juga akan mengevaluasi sistem dan prosedur yang terkait dengan produk bancassurance guna memastikan nasabah mendapatkan customer experience yang baik dan berkualitas, dengan tetap menerapkan prinsip transparansi dan kehati-hatian,” kata Dedy. (ant)

Disdag Awasi Pendistribusian Pupuk Subsidi

0
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto didampingi Kepala Bidang Bapokting mengecek sekaligus mengawasi pendistribusian pupuk subsidi di salah satu distributor pupuk di Kota Mataram pada, Selasa 9 Juli 2024. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram mengawasi secara langsung pendistribusian pupuk subsidi kepada petani. Ketersediaan pupuk dipastikan aman dibandingkan di daerah lainnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi lewat sambungan telepon pada, Rabu 10 Juli 2024 menerangkan, pihaknya langsung turun mengawasi pendistribusian pupuk subsidi bagi petani di Kota Mataram. Sampai saat ini, ketersediaan pupuk masih aman atau tercukupi bagi petani di enam kecamatan. Distributor diminta segera mendistribusikan kepada petani agar jatah pupuk subsidi tidak didistribusikan ke daerah lain. “Kita minta segera didistribusikan jangan sampai jatah kita digoyahkan untuk daerah lain,” terangnya Nida sapaan akrabnya merincikan, jatah pupuk subsidi tahun 2024 dari distributor PPI untuk bulan Januari sampai Juni untuk pupuk urea dari jatah 511.000 kilogram, terealisasi 238.040 kilogram. Artinya, tersisa alokasi pupuk subsidi jenis Urea sejumlah 272.960 kg. Untuk pupuk NPK dari stok 252.000 kg baru terealisasi 158.600 kg atau 55 persen. Sementara, sisanya mencapai 186.400 kg.

Sedangkan, distributor PUSKUD untuk jatah Pupuk Urea ketersediaan stok 543 ton terealisasi hanya 295,9 ton. Sisa pupuk subsidi yang belum didistribusikan 247,1 ton. Untuk Pupuk NPK dari alokasi 345 ton baru terealisasi 161,3 ton dan sisanya 183,7 ton. “Untuk Mataram ketersediaan pupuk Urea dan NPK masih aman. Makanya, kita minta petani segera mengajukan,” ujarnya.

Fakta di lapangan bahwa jatah pupuk subsidi yang didistribusikan kepada petani tidak mencukupi dari kebutuhan. Menurutnya, pendistribusian pupuk subsidi memiliki alur sesuai pengajuan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). RDKK ini diajukan petani untuk diusulkan ke Dinas Pertanian Provinsi NTB. Pengajuan ini tidak sepenuhnya disetujui oleh pemerintah pusat dengan mempertimbangkan luas lahan pertanian dan lain sebagainya. “Jadi alokasi yang diusulkan tidak semuanya dipenuhi pemerintah pusat. Misalnya, Pemprov NTB mengajukan 500 ton tetapi disetujui 300 ton. Jatah 300 ton diturunkan lagi ke kabupaten/kota,” paparnya.

Dua distributor pupuk subsidi memiliki tanggungjawab mendistribusikan ke enam kecamatan. PPI bertanggungjawab mendistribusikan ke Kecamatan Sekarbela, Selaparang, dan Mataram. Sementara, Puskud mendistribusikan ke Kecamatan Ampenan, Sandubaya, dan Cakranegara. (cem)

Kamenag NTB Ancam Sanksi ASN dan P3K yang Terbukti Main Judi Online

0
Kepala Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz,.S.Hi.,MH(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz,.S.Hi.,MH mengancam akan memproses sanksi kepada ASN maupun honorer dibawah Kementerian Agama di provinsi ini jika terbukti bermain judi online.

Diketahui, pemerintah sudah menabuh genderang perang melawan judi online. Kemenag juga menjadi dari Satuan Tugas (Satgas) Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) bersama belasan Kementerian dan lembaga lainnya dalam pemberantasan investasi ilegal, pinjaman online ilegal dan berbagai aktifitas keuangan ilegal lainnya guna semakin melindungi masyarakat.

Zamroni dalam silaturrahmi Kemenag NTB dengan media di Senggigi 10 Juli 2024 menegaskan, pihaknya sangat serius mendukung pemerintah memerangi judi online, khususnya di Provinsi NTB.

“Saya sudah instruksikan semua Kemenag Kabupaten/Kota di NTB untuk menyampaikan ke penyuluh-penyuluh agama kita, kita sudah punya penyuluh dari semua lintas agama. Dan sudah punya binaan-binaan di masing-masing wilayah untuk disampaikan tentang bahaya judi online,” katanya.

Surat edaran disampaikan kepada Kemenag kabupaten/kota, termasuk kepada sekolah-sekolah dan majelis taklim.

Ia menegaskan, jika ada ASN di lingkup Kementerian Agama NTB, termasuk P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang ditemukan menjadi pelaku judi online, akan diberikan sanksi.

“Akan ada teguran khusus, baik secara tertulis maupun tindakan,” katanya.

Sanksi yang disiapkan katanya sesuai peraturan dalam kepegawaian, dan tingkatannya. Tim dari Kemenag NTB yang akan mengkaji sanksi yang tepat diberikan kepada pelaku judi online di lingkup Kemenag NTB.

Zamroni melanjutkan, direktif kepada Kemenag Kabupaten/Kota untuk ikut memerangi judi online dapat dilakukan dengan menyampaikan kepada tokoh-tokoh agama di wilayah masing-masing untuk menggunakan majelis-majelis agama sebagai syiar memerangi judi online.

“Karena tidak ada agama yang membenarkan judi, tidak ada agama yang memberankan judi online ini baik. Pasti semua agama punya fatwa bahwa judi online ini merugikan diri sendiri, maupun orang lain,” tegasnya.(bul)

Riset LPEM UI Ungkap Penyebab Stagnasi Pasar Mobil Baru

0
Ilustrasi mobil baru.(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI menunjukkan bahwa stagnasi pasar mobil baru setidaknya disebabkan oleh dua faktor, yaitu kenaikan harga mobil serta kondisi pendapatan per kapita.

“Jadi, temuannya sudah jelas. Pertama, pendapatan per kapitanya tidak naik cukup besar, hanya tiga persen naik dalam 10 tahun terakhir, dan harga mobil naiknya juga di atas inflasi, 5-6 persen. Inflasi kita kan sekarang empat persen,” kata peneliti senior dari LPEM FEB UI Riyanto di Jakarta, Selasa 9 Juli 2024 malam.

Riyanto menjelaskan bahwa penjualan mobil berkaitan erat dengan faktor ekonomi seperti harga mobil, suku bunga kredit, kurs, harga bahan bakar, dan ketersediaan stok mobil. Namun, faktor yang berpengaruh paling signifikan terhadap penjualan mobil adalah harga mobil dan pendapatan per kapita.

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh LPEM FEB UI bekerja sama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pendapatan per kapita hanya naik rata-rata 3,65 persen per tahun dari 2013 hingga 2022. Pertumbuhan penjualan mobil selama kurun itu menurun rata-rata 1,64 persen per tahun.

Sebagai perbandingan, selama periode 2000 hingga 2013 pendapatan per kapita naik rata-rata 28,26 persen per tahun dan penjualan mobil meningkat 21,23 persen per tahun.

Peningkatan penjualan mobil bekas, terutama di Jawa, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan penjualan mobil baru.

​​​​​​Pada tahun 2022, sekitar 65 persen pembeli mobil di Jawa memilih mobil bekas, antara lain karena beda harga yang semakin lebar antara mobil baru dan mobil bekas.

Ketika harga mobil baru semakin tinggi dan pendapatan per kapita kenaikannya tidak sebanding, mobil bekas menjadi pilihan bagi yang menginginkan kendaraan dengan harga terjangkau.

“Pilihannya itu mungkin karena pendapatannya tidak naik tinggi, harga mobil barunya juga cukup besar naiknya, pilihannya akhirnya mobil bekas,” kata Riyanto.

“Apalagi, pasar mobil bekas di 10 tahun terakhir ini pembelinya itu tidak beli kucing dalam karung. Sekarang cacatnya dikasih tahu sekarang, digaransi. Jadi sudah relatif transparan,” kata dia.

Stagnasi dalam penjualan mobil baru, menurut pendapat Riyanto, dapat diatasi menggunakan pendekatan jangka panjang dan jangka pendek.

Dalam jangka panjang, peningkatan pendapatan per kapita dapat dicapai melalui re-industrialisasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Meningkatkan nilai tambah dalam perekonomian dan pertumbuhan ekonomi minimal enam persen dengan re-industrialisasi agar porsi sektor manufaktur terhadap PDB bisa mencapai 25 persen hingga 30 persen, mendorong pendapatan per kapita kelompok menengah ke atas naik ke kelas makmur,” Riyanto menjelaskan.

Solusi jangka pendek yang dapat dijalankan untuk mengatasi stagnasi dalam penjualan mobil, menurut dia, antara lain penurunan komponen pajak pada harga mobil.

Komponen pajak saat ini mencapai 40 persen dari harga off the road mobil. Penurunan pajak bisa membuat harga mobil menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.

Selain itu, keberhasilan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) tahun 2021 dalam mendorong peningkatan penjualan mobil merupakan contoh bagaimana kebijakan fiskal yang tepat dapat mendorong pertumbuhan pasar.

Riyanto juga mengemukakan perlunya stimulus fiskal agar kelompok menengah ke atas yang hampir masuk ke kategori makmur dapat membeli mobil baru, misalnya dengan insentif pajak untuk kendaraan mobil ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) dan 4×2 low.

Di samping itu, dia menyarankan penyegaran kembali program mobil murah pemerintah serta mendorong efisiensi produksi mobil dan pemberian diskon dalam pembelian mobil.

“Nah untuk produsen ini sudah seberapa efisien dalam produksi? Apakah mungkin pemberian diskon? Pameran dan pemberian diskon itu kan program untuk mendorong pasar sebetulnya,” katanya. (ant)

Harga Emas Antam Turun Rp1,380 Juta Per gram

0
Ilustrasi Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu pagi, turun sebesar Rp9.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.380.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.389.000 per gram pada Selasa 9 Juli 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Rabu, yakni sebesar Rp1.245.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Rabu:

– Harga emas 0,5 gram: Rp740.000
– Harga emas 1 gram: Rp1.380.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.700.000
– Harga emas 3 gram: Rp4.025.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.675.000
– Harga emas 10 gram: Rp13.295.000
– Harga emas 25 gram: Rp33.112.000
– Harga emas 50 gram: Rp66.145.000
– Harga emas 100 gram: Rp132.212.000
– Harga emas 250 gram: Rp330.265.000
– Harga emas 500 gram: Rp660.320.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.320.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(ant)

KPPU Usulkan Pemerintahan Baru Bangun Jaringan Gas Kota Hemat Energi

0
Seorang warga di Kota Mataram mengangkat tabung gas elpiji 3 kilogram baru-baru ini. KPPU mengusulkan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membangun jaringan gas kota untuk menghemat anggaran pemerintah. (ekbisntb/cem)

Mataram (ekbisntb.com)-Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Fanshurullah Asa mengusulkan kepada pemerintahan baru periode 2024-2029 agar membuat jaringan gas (jargas) kota, sebagai upaya penghematan penggunaan LPG.

“Guna menghemat anggaran pemerintah, kami mendorong pemerintahan yang baru untuk berani menempuh langkah peralihan subsidi LPG 3 kg kepada pembangunan jargas kota, dan secara bertahap mengurangi alokasi subsidi untuk wilayah yang akan dibangun jaringan gas tersebut,” kata Fanshurullah dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, keberadaan jargas kota akan menjadi solusi terbaik untuk menggantikan subsidi dan biaya dikeluarkan pemerintah untuk mendistribusikan LPG yang mencapai Rp830 triliun.

KPPU melihat kebijakan saat ini tidak memberikan perubahan yang signifikan dalam kebijakan jargas, sementara subsidi LPG akan terus membebani anggaran pemerintah ke depan.

“Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan berani dalam mengambil langkah strategis untuk mengganti subsidi LPG menjadi perluasan jaringan gas kota demi menghemat APBN, karena penggunaan subsidi saat ini tidak tepat sasaran,” kata Ifan, panggilan akrab Ketua KPPU itu pula.

Dia menerangkan, pengembangan jargas termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018.

Pengembangan jargas juga masuk dalam RPJMN 2020-2024, dan telah ditetapkan target penggunaan jargas sampai 2024 yang mencapai 4 juta sambungan rumah (SR). Namun, realisasi jargas sampai dengan tahun 2024 hanya mencapai 20 persen dari target APBN.

“Hal ini dapat disebabkan oleh kebijakan monopoli kepada PT Pertamina Gas Negara Tbk yang tidak membuka dan berhasil melibatkan BUMD dan swasta untuk melakukan investasi di jargas kota,” ujarnya lagi.

Keterbatasan jaringan pipa gas mengakibatkan konsumen bergantung pada LPG khususnya kemasan 3 kg. Data menunjukkan bahwa konsumsi LPG 3 kg terus meningkat tiap tahun, sementara LPG (nonsubsidi) stagnan dan cenderung turun dan terindikasi beralih ke LPG bersubsidi.

Tercatat, kata Ifan, tingkat konsumsi LPG 3 kg meningkat dari 6,8 juta metrik ton (MT) di 2019 menjadi 8,07 juta MT di 2023 (tumbuh 3,3 persen secara rata rata dalam lima tahun terakhir).

Sejalan dengan hal tersebut, biaya subsidi LPG 3 kg terus meningkat (rata rata tumbuh 16 persen selama lima tahun), dari Rp54,1 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp117,8 triliun di tahun 2023. Tahun ini, terdapat alokasi subsidi LPG sebesar Rp87,5 triliun.

Sehingga sejak tahun 2019, total subsidi yang diberikan pemerintah untuk gas sudah mencapai Rp460,8 triliun. Dengan fakta bahwa mayoritas LPG berasal dari impor, maka dapat diperkirakan total nilai impor LPG selama periode 2019-2023 mencapai Rp 288 triliun.

“Dengan membandingkan total biaya subsidi LPG dalam periode yang sama (yakni sebesar Rp 373 triliun), maka rasio biaya impor LPG mencapai 77 persen dari total subsidi LPG. Jika digabung dengan subsidi tahun ini, total biaya subsidi dan nilai impor tersebut mencapai Rp833,8 triliun,” ujarnya lagi.

Besaran tersebut, menurut Ifan, sangat signifikan karena mencerminkan devisa yang hilang serta opportunity loss yang subtansial, terutama apabila dapat digunakan untuk pembangunan dan pengembangan jargas kota.

Tanpa ada perubahan signifikan dalam kebijakan jargas, subsidi LPG akan terus membebani anggaran pemerintah ke depannya.

“Sebagai ilustrasi, apabila 50 persen dari total akumulasi dana subsidi LPG digunakan untuk pembangunan jargas kota, dengan asumsi 1 sambungan rumah (SR) = Rp 10 juta, maka dapat dibangun 23 juta SR dalam periode 5 tahun,” katanya pula.

Tidak hanya akan melewati target RPJMN, peralihan itu juga akan berdampak signifikan terhadap penurunan impor LPG dan penghematan devisa bagi negara.

Ketua KPPU juga berpendapat bahwa skema jargas dapat dikembalikan lagi ke skema APBN yang pernah dilaksanakan sejak tahun 2011-2019 dan berhasil mencapai sekitar 600 ribu SR.

Kemudian, juga menyetop penggunaan APBN untuk pembangunan pipa transmisi yang tidak ekonomis secara sisi permintaan, seperti Cisem, Dumai-Semangke, atau ruas lainnya.

“Ruas-ruas tersebut berdekatan dengan industri, antara lain Kawasan Industri Kendal, Batang, Balongan, dan Kilang Patimban, sehingga dipastikan akan menarik banyak minat investasi BUMN, BUMD, atau swasta untuk pembiayaan pembangunannya. Jadi APBN dapat digunakan pada proyek strategis nasional yang lebih tepat untuk mewujudkan energi berkeadilan,” kata Ifan pula.

Lebih lanjut, untuk menunjang adopsi penggunaan jargas tersebut, diperlukan kebijakan alokasi gas dari sisi hulu sampai ke distribusi yang transparan oleh Kementerian ESDM.

Dengan kebijakan yang transparan, risiko ketidakpastian pasokan bagi pelaku usaha niaga gas akan berkurang dan pengembangan sektor hilir migas akan makin pesat.

Perimbangan harga jual jargas untuk rumah tangga dan industri kecil komersial dengan harga gas hulu juga dibutuhkan, agar menarik minat investasi badan usaha swasta dan BUMD.

Minat investasi ini perlu dibangun di daerah untuk mengembangkan jaringan retail gas terkoneksi dengan jaringan distribusi yang sudah berjalan dengan skema open access yang transparan dan nondiskriminatif dengan pengaturan oleh BPH Migas.

“Pemerintah juga perlu mempertimbangkan insentif fiskal bagi badan usaha yang berminat mengembangkan jaringan pipa gas ke konsumen, dengan memberikan prioritas kepada badan usaha niaga gas dan LPG yang telah ada,” kata Ifan lagi. (ant)

Bapanas : Fokus pada Petani Lokal Jadi Perhatian Pemerintah

0
Petani di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat sedang menyemai tanaman padi belum lama ini. Pemerintah akan fokus memperhatikan petani lokal untuk mendukung swasembada pangan. (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa Pemerintah fokus memberikan dukungan kepada petani lokal sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas demi tercipta kemandirian pangan dalam negeri yang berkelanjutan.

“Keberpihakan pada petani dan peningkatan produktivitas pangan dalam negeri merupakan dua aspek yang menjadi perhatian Pemerintah dalam kerangka membangun kemandirian pangan,” kata Arief dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Arief menyampaikan hal itu di sela menghadiri penandatanganan nota kesepahaman antara Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia sebagai upaya mewujudkan ekosistem budi daya pertanian ideal.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama (Dirut) Bulog Bayu Krishnamurti dan Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi terkait dengan optimalisasi produktivitas pertanian dan pembelian hasil panen melalui program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat).

Ia mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia. Kolaborasi yang baik itu akan menghadirkan ekosistem pangan yang terintegrasi dengan bertumpu pada produksi pangan dalam negeri.

Menurut Arief, Bulog mencari pemasok beras dari dalam negeri, sementara Pupuk Indonesia melalui program Makmur ini menjadi standby buyer.

“Jadi, kami dorong sepenuhnya karena ini bentuk komitmen kami untuk membangun kemandirian pangan,” ujarnya.

Pemerintah berkomitmen untuk mengintensifkan dukungannya terhadap sektor pertanian lokal guna mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

Dengan mengutamakan keberpihakan pada petani dan peningkatan produktivitas, dia berharap Indonesia dapat menciptakan sistem pangan yang lebih stabil dan mandiri dalam jangka panjang.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krishnamurti mengatakan bahwa Bulog akan menyerap atau menjadi offtaker (pembeli) 100 persen dari program Makmur.

Bayu mengemukakan bahwa pendapatan petani menjadi aspek penting yang harus mendapat perhatian dalam mata rantai produksi pangan sehingga dengan kesiapan Bulog menyerap, pendapatan petani tetap terjaga.

“Dengan kesepahaman ini, Bulog siap menjadi offtaker untuk 100 persen produk dari program Makmur. Kami sangat nyaman bekerja sama dengan Pupuk Indonesia sebagai saudara sesama BUMN sehingga kerja sama ini merupakan suatu hal yang sangat baik,” ujar Bayu.

Upaya tersebut, menurut dia, sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang menekankan peran BUMN pangan sebagai offtaker hasil pertanian. Dengan demikian, di satu sisi tetap menjaga semangat petani untuk berproduksi, di sisi lain mengoptimalkan peran BUMN pangan dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.

Program Makmur merupakan program yang diinisiasi Kementerian BUMN sejak 2021 berupa pendampingan intensif kepada petani dan budi daya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi dengan target peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi berharap sinergi antar-BUMN dapat mendorong produktivitas petani serta meningkatkan kesejahteraan mereka melalui dukungan sarana pertanian dan skema penjualan yang lebih menguntungkan.

Dalam nota kesepahaman itu, kata Rahmad, mengatur peran Pupuk Indonesia, yakni dalam penyediaan sarana input pertanian komersial seperti pupuk, pestisida, dan pendampingan teknologi serta digitalisasi pertanian kepada petani binaan program Makmur.

“Lewat upaya ini, Pupuk Indonesia bersama-sama dengan Bulog bisa bekerja sama untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kami memiliki masa depan yang cerah, tidak hanya untuk Pupuk Indonesia dan Bulog, tetapi untuk pertanian dan bangsa, negara Republik Indonesia,” kata Rahmad. (ant)