Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 680

Pelatihan ESQ, Bank NTB Syariah Memproteksi Ancaman Judi Online, Narkoba dan Miras

0
Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo bersama direksi dan komisaris lainnya saat mengikuti ESQ(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Bank NTB Syariah memberikan pelatihan ESQ menggandeng ESQ/ACT Consulting International dalam penyelenggaraan Training Character Building 165 sebanyak 6 batch untuk 1.600 orang pegawai bersama pasangannya.

Pelatihan ini diberikan tidak saja kepada seluruh insan Bank NTB Syariah, dilingkungan eksternal, bank daerah ini juga membuka kesempatan untuk mengikuti pelatihan.

ESQ merupakan sebuah singkatan dari Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa di dapat adalah tercapai nya keseimabangan antara hubungan Horizontal (manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan).

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo menegaskan pentingnya diberikan pelatihan ini. Diantaranya, tiga penyakit yang menjadi ancaman terbesar bonus demografi Indonesia pada tahun 2040-2045 yaitu, judi online, minuman keras, dan narkoba.

Jika tidak dilakukan proteksi terhadap ancaman ini, maka, Indonesia secara umum terancam tidak mendapatkan bonus demografi pada tahun 2040-2045. Bisa saja, dimana pada saat itu jumlah penduduk usia produktifnya lebih besar, bisa menjadi bencana karena terjerat terperangkap tiga ancaman yang dikemukakan.

Ancaman tersebut menurutnya berlaku untuk seluruh lini, bahkan hingga ke lingkup perusahaan. Karena itulah, seluruh insan Bank NTB Syariah diberikan pelatihan ESQ agar tidak terjerumus ke hal-hal negative yang bisa merusak diri sendiri, masa depan, hingga perusahaan.

“Karena dampak tiga ancaman itu sangat besar ke semua lini. Ini persoalan ancaman bangsa. Sehingga ESQ ini sejalan dengan visi misi bapak Pj. Gubernur (Mayjen (Purn) Hassanudin) yang memiliki semangat yang kuat bersama jajaran untuk menjaga generasi NTB dari ancaman bonus demografi,” tambahnya.

Menurutnya, dari tiga batch yang sudah dilaksanakan, cukup berdampak pada perubahan karakter. Terbangun sikap positif yang kuat. Harapannya, semangat persatuan dan kesatuan membangun bank daerah ini semakin kuat. Yang akhirnya berdampak kepada diri sendiri, perusahaan, daerah dan masyarakat.

“Harapannya kolaborasi dan sinergi semakin kuat. Tidak ada yang bicara soal agama, ras, golongan, kelompok, tidak ada saling menjatuhkan. Semuanya bersinergi. Sehingga iklim institusi menjadi semakin baik. Dampaknya kepada diri sendiri, daerah , dan masyarakat secara NTB secara umum,” tambahnya.

“Saya yakin, dengan adanya pelatihan ESQ ini bisa memberikan fondasi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ke depan. Salah satunya tantangan digital yang luar biasa,” tambah Kukuh.

Pelatihan ESQ juga dibuka untuk pelajar SMA, mahasiswa, komunitas, serta ASN yang akan digelar pada Juli dan Agustus 2024 ini.

Sebagai tanda keseriusan akan terlaksana pelatihan ESQ di NTB, telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank NTB syariah dengan ACT Consulting International/ESQ Group, sekaligus merilis Generasi Emas NTB (Supernova Card).

“Bank NTB Syariah menjadi bank daerah pertama yang akan memberikan training ESQ untuk membangun moral dan karakter 10.000 masyarakat NTB dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujar Ari Ginanjar, Founder ESQ Group sebagaimana disampaikan Kukuh di ruang kerjanya, Kamis 11 Juli 2024.(bul)

Bank Dinar dan MIM Foundation Luncurkan Tiga Ambulance Gratis

0
penyerahan ambulance gratis dari Bank Dinar ke MIM Foundation(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-BPR Syariah Dinar Ashri atau Bank Dinar menyerahkan menyerahkan tiga unit ambulance kepada Lembaga Amil Zakar (LAZ) MIM Foundation untuk melayani masyarakat secara gratis. Bank Dinar menyerahkan fasilitas ini kepada MIM Foundation untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.

Ambulans ini akan beroperasi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dan siap melayani masyarakat 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Layanan ini bebas biaya dan terbuka untuk semua orang, tanpa memandang latar belakang atau status sosial.

“Kami memahami bahwa akses ke layanan kesehatan darurat sangat penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengadakan ambulans gratis yang dikelola penuh oleh MIM Foundation ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan memastikan bahwa masyarakat mendapatkan perawatan medis yang tepat waktu,” ujar Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen saat menyerahkan secara simbolis tiga unit ambulance kepada Romi Saefudin, Ketua MIM Foundation, Kamis 11 Juli 2024.

Setiap ambulans dilengkapi dengan peralatan medis lengkap, termasuk tempat tidur pasien, tabung oksigen, dan monitor EKG. Ambulans ini juga diawaki oleh tim paramedis yang terlatih dan berpengalaman. Selain itu, tiga unit ambulance ini dilengkapi juga dengan keranda jika dibutuhkan untuk pengantaran jenazah.

“Kami berharap program ini dapat membantu menyelamatkan nyawa dan memberikan ketenangan pikiran bagi masyarakat,” tambahnya.

Mustaen menambahkan, Bank Dinar berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami dan masyarakat luas. Tiga ambulance gratis yang diserahkan kepada MIM Foundation ini juga dibelanjakan dari dana CSR Bank. Artinya, ambulance gratis ini juga kontribusi dari masyarakat, khususnya nasabah Bank Dinar.

Karena itu, Bank Dinar juga akan melakukan pengadaan ambulance gratis yang kapasitasnya lebih besar dan lebih lengkap. Didukung tenaga medis untuk melayani kesehatan gratis masyarakat.

Masyarakat yang membutuhkan layanan ambulance gratis Bank Dinar dapat menghubungi call center 087777-185-777.

Sementara itu, Romi Saefudin, Ketua MIM Foundation menyampaikan akan mengoperasikan ambulance gratis ini secara optimal agar masyarakat yang membutuhkan dapat terlayani secara optimal.

Menurutnya, NTB saat ini dilengkapi dengan rumah sakit berstandar nasional dan internasional. Yang tentunya akan banyak diakses oleh masyarakat yang membutuhkan layanan medis tanpa harus keluar daerah.

“Kita melihat masyarakat masih membutuhkan layanan ambulance. Karena tidak menutup kemungkinan tidak semua masyarakat dapat dilayani secara cepat oleh ambulance rumah sakit. Silahkan, bisa menghubungi kami mulai hari ini,” katanya.

Selain untuk percepatan pelayanan medis, ambulance gratis ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengantaran jenazah. Dari rumah sakit, ke kediaman. Atau dari satu tempat ke tempat lain. Bisa antar pulau dari Lombok ke Sumbawa.

“Atau masyarakat yang ingin mengantar jenazah ke kuburan juga bisa. Kami layani,” demikian Romi.(bul)

Kemenkumham akan Blokir Perusahaan Berbadan Hukum yang Terafiliasi Judi Online

0
Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU), Cahyo Rahadian Muzhar(ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com)-Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM, Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LL.M., menegaskan segera memblokir perusahaan berbadan hukum yang terafiliasi judi online.

Ia mengatakan bahwa Kementrian Hukum dan HAM telah bekerjasama dengan penegak hukum untuk langsung membasmi setiap perusahaan yang telah berbadan hukum ditemukan melakukan judi online.

“Perusahaan apakah terdaftar sebagai PT Dirjen AHU, berbadan hukum atau tidak. Kalau sudah seperti itu kita pasti akan blokir perusahaannya,” ujarnya pada Kamis, 11 Juli 2024.

Ia melanjutkan bahwa judi online merupakan tindakan yang melanggar klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI). Selain itu, judi online sangat rentan membawa perusahaan kepada kerugian, sehingga segala tindakan perjudian, baik online maupun offline tidak dibiarkan berkembang.

“Ada yang namanya klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), kan gak boleh. Yang namanya satu Perusahaan bergerak di bidang perjudian ataupun permainan ketangkasan itu gaboleh, itu tidak ada dalam KBLI,” lanjutnya.

Tidak hanya memblokir perusahaan, Cahyo juga akan melaporkan perusahaan-perusahaan yang teridentifikasi melakukan judi online sehingga ada proses hukum yang akan menjerat perusahaan yang terlibat melakukan judi online.

“Jadi, kalau memang ternyata dia melanggar, dia melakukan judi online, ya jelas-jelas akan di proses secara pidana dan dministratifnya Perusahaan itu akan kami blokir,” tegasnya.

Seelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, mengatakan bahwa ada sekitar empat juta masyarakat Indonesia terdeteksi melakukan judi online.

Dari empat juta jiwa tersebut, 80 ribu merupakan anak dibawah usia 10 tahun. Sehingga, penyakit judi online ini tidak hanya menyerang orang dewasa juga, tapi juga dapat merusak masa depan anak.

Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan tegas untuk membasmi judi online di Indonesia. Hal tersebut juga sering disampaikan oleh Pj Gubernur NTB, Mayjen (Purn) Hassanudin untuk jangan pernah menyentuh judi online. (era)

Kekerasan Terhadap PMI Perempuan Menjadi Perhatian Serius IOM

0
Kepala Unit Anti TPPI IOM Indonesia, Eny Rofiatul Ngazizah.(ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com)-Kekerasan terhadap perempuan, terutama yang bekerja di sektor kelapa sawit di Malaysia masih menjadi perhatian serius Internation Organization for Migration (IOM).

Kepala Unit Anti TPPO IOM Indonesia, Eny Rofiatul Ngazizah di Mataram, Kamis 11 Juli 2024 menjelaskan, secara geografis, Malaysia memiliki dua bagian wilayah terpisah, yaitu kawasan Semenanjung dan Serawak-Sabah, yang mana wilayah Serawak-Sabah berbatasan langsung dengan Kalimantan. Sehingga dua daerah tersebut memiliki tipologi pekerja yang berbeda.

Wilayah Semenanjung di sektor kelapa sawit, lebih banyak permintaan untuk mempekerjakan laki-laki. Sedangkan bagian Serawak-Sabah, perkebunannya kebanyakan dimiliki oleh perseorangan, yang mana sistemnya pun lebih berbeda dengan wilayah Semenanjung.

“Mereka sama-sama Malaysia, tapi di bagian Serawak dan Sabah memiliki keleluasaan untuk menentukan peraturan spesifik atau syarat-syarat kerja bagi pekerja yang bekerja di area itu,” ungkapnya.

Di Serawak-Sabah, banyak ditemukan pekerja migran laki-laki yang membawa istrinya. Bahkan membawa anak dan terlibat dalam proses kerja di kelapa sawit.

“Mungkin anak-anaknya disuruh membersihkan buah buah yang berceceran, istrinya bantu nyemprot, kemudian suaminya fokus untuk memetik dan memotong buah kelapa sawit,” kata Eny.

Yang menjadi persoalan adalah, pekerja yang terdaftar di pemilik perkebunan hanya laki-laki sehingga gaji yang dipertimbangkan hanya untuk laki-laki.

“Tapi, kalau di sistemnya mungkin saja bisa borongan, misalnya kalau mengajak keluarga bekerja di sana, itu bisa jadi borongan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan dalam kondisi seperti itu, perlindungan yang diberikan pemilik perkebunan atau pemberi kerja hanya didapatkan oleh laki-laki, tanpa melihat kebutuhan dan bahaya yang dialami oleh pekerja perempuan yang terlibat di dalam proses perawatan perkebunan kelapa sawit. Misalnya paparan bahan kimia yang menyebabkan gangguan reproduksi, seperti menstruasi yang tidak teratur, dan gangguan reproduksi lainnya.

“Belum lagi kalau ada anak yang diikutsertakan untuk membantu, padahal itu sebenarnya bagian dari proses kerja. Yang mana aturan perkebunannya memang untuk produksi barang-barang sebagai konsumsi masyarakat. Memang kalau berbicara tentang kelapa sawit merembet ke banyak aspek,” tambahnya.

Eny menyatakan, isu kekerasan pada pekerja migran perempuan menjadi salah satu perhatian serius bagi IOM. Sepanjang tahun 2005 hingga 2023, IOM telah mendampingi lebih dari 9.700 korban TPPO, dari jumlah tersebut lebih dari 80% adalah perempuan.

Data dari BP2MI tentang penempatan terbesar pemerintah adalah penempatan perempuan migran untuk bekerja di luar negeri, sehingga perlindungan terhadap pekerja perempuan menjadi sangat krusial untuk didorong dan dipenuhi oleh pemerintah, dan juga oleh negara tujuan.

“Makanya yang perlu diupayakan secara maksimal sebenarnya adalah bagaimana meminimalisir para migran tidak memiliki kasus. Ini juga berlaku di negara-negara timur tengah yang juga rentan dengan kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

Terkait dengan perlindungan perempuan migran, khususnya di sektor kelapa sawit, IOM melalui program yang saat ini dibangun dengan Consumer Goods Forum melalui the People Positive Palm Project yaitu membangun satu solid information platform melalui OPP sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

Selain itu, terdapat post arrival saat pekerja sampai di negara tujuan yang terkait dengan perundang-undangan di Malaysia, adat istiadat dan budaya, serta berkaitan dengan migrant support atau hal hal apa yang bisa diakses oleh migran ketika ada permasalahan di negara tujuan.

“Jadi kita memberikan informasi tentang siapa yang bisa dikontak apabila mereka memiliki persoalan dengan masalah hukum, maupun administrasi ketenagakerjaan,” ungkapnya.

IOM sendiri memiliki program bantuan bagi para korban. IOM memberikan dukungan mulai dari pemberdayaan rehabilitasi medis maupun sosial dan psikososial. Kemudian bantuan pemulangan ke daerah asal di Indonesia. Serta membantu para PMI berupa bantuan ekonomi dalam bentuk reintegrasi ekonomi.

“Jadi kita memberikan semacam funding untuk mereka memulai usaha setelah pulang dari sana. Dan juga kalau mereka mau memproses hukum kasusnya di Indonesia kita bisa mensupport legal aspeknya dengan misalkan mendatangkan ahli terkait tentang kasus yang mereka alami,” tambahnya. (ulf)

Kemenkumhan Minta Notaris di NTB Jaga Integritas dan Profesionalisme

0
Dirjen AHU Kemenkumham, Cahyo Rahadian (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM, Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LL.M., berikan pembekalan kepada seluruh notaris yang baru diangkat di Provinsi NTB.

Sebagai pejabat umum yang bertanggung jawab untuk membantu pembangunan ekonomi daerah juga negara, notaris harus mampu memastikan adanya kepastian dari berbagai transaksi yang dilakukan oleh notaris sebagai pembuat akta.

“Tujuan utama pembekalan ini adalah memastikan bahwa notaris dalam melaksanakan tugasnya sebagai pejabat umum membuat akta autentik, berintegritras dan juga professional. Karena notaris pejabat umum yang menjadi bagian bersama dengan pemerintah bertanggung jawab untuk pembangunan ekonomi,” ujarnya di Mataram, Kamis 11 Juli 2024.

Menurutnya, seluruh pejabat pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, apalagi pasca COVID-19, laju pertumbuhan perekonomian sempat terhenti karena hampir seluruh aktivitas masyarakat dibatasi.

Pun halnya dengan notaris, sebagai pembuat akta memiliki posisi strategis untuk membantu meningkatkan perkembangan perekonomian dan memastikan segala bentuk transaksi negara maupun antarnegara tertulis dengan jelas.

“Memastikan adanya kepastian dari berbagai transaksi yang dilakukan oleh notaris sebagai pembuat akta,” lanjutnya.

Selanjutnya, notaris NTB yang baru dilantik juga dibekali bahwa sebagai pembuat akta autentik, menurutnya notaris sebagai garda terdepan untuk memastikan dan mengehentikan jika ditemukan adanya indikasi pencucian uang atau pendanaan terorisme di Indonesia, apalagi di wilayah NTB.

Indonesia sedang berusaha meningkatkan perekonomian pasca COVID-19, Cahyo menyampaikan, Notaris harus mampu membuat strategi agar bisa menggairahkan kembali bisnis dan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

“Indonesia sedang giat-giatnya membangun, mengejar ketertinggalan pada COVID-19 yang berdampak pada perekonomian, sekarang bagaimana caranya menggairahkan bisnis, menggaet investor asing,” ujarnya.

Tidak hanya sekedar berusaha menggairahkan bisnis, perlu juga diperhatikan sovereign wealth fund atau memastikan bahwa uang-uang yang ada di luar negeri yang ingin diinvestasikan mendapatkan profit, sehingga uang tersebut tidak diselewengkan untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Cahyo menjelaskan bahwa ditemukan beberapa kasus Yayasan yang terindikasi menerima pendanaan dari luar negeri yang melanggar sovereign wealth fund tersebut. Oleh karenanya pihaknya dan ia menghimbau kepada seluruh notaris yang ada di NTB untuk selalu bekerja professional agar kasus semacamnya tidak terulang lagi. (era)

Menteri BUMN dan DPR Setuji Rp3 Triliun PMN PLN 2025 Untuk Bangun Kelistrikan Daerah 3T

0
Petugas PLN membawa material pendukung kelistrikan menembus sungai ke Desa Gunung Menasaha, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh yang jaraknya kurang lebih 200 kilometer dari Banda Aceh. (ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com)-Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam agenda Rapat Kerja bersama Menteri BUMN, menyetujui usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) di tahun 2025 untuk PT PLN (Persero) sebesar Rp3 triliun.
Alokasi PMN tersebut guna mendukung langkah PLN dalam mencapai Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik (RDB) 100% selaras dengan komitmen mewujudkan keadilan energi khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Sarmuji selaku pimpinan Rapat Kerja mendukung penuh alokasi PMN untuk mendukung upaya PLN dalam memberikan akses listrik untuk masyarakat di daerah terpencil.

“Kita (Komisi VI DPR RI) mendukung sepenuhnya tentang penguatan listrik desa, pemasangan jaringan listrik sampai ke pelosok-pelosok,” ujar Sarmuji.

Menteri BUMN Erick Thohir berharap lewat dukungan PMN, PLN dan perusahaan BUMN lainnya dapat memberikan manfaat lebih pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita harapkan bagaimana PMN ini bisa tepat sasaran dan bisa memberikan manfaat yang lebih banyak lagi untuk pertumbuhan ekonomi ataupun hal-hal kebijakan yang menjaga pertumbuhan yang terjadi saat ini secara menyeluruh,” ujar Erick Thohir di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (10/07/2024).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, PLN bersama dengan Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyediakan listrik hingga ke seluruh pelosok tanah air, tak terkecuali daerah 3T.

”Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Maka dari itu, bersama dengan Pemerintah, kami akan terus menggenjot pemerataan listrik sampai wilayah 3T sesuai dengan pengejawantahan sila ke-5 Pancasila, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan.

Darmawan mengungkapkan, PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun dan menyepakati roadmap program Listrik Desa (Lisdes) untuk mencapai Rasio Desa Berlistrik PLN 100%. Untuk mendukung target tersebut, PLN mengajukan alokasi PMN untuk program Lisdes di tahun 2025 untuk melistriki sebanyak 85 ribu pelanggan di 1.092 desa.

”PLN terus berusaha menghadirkan listrik ke semua pelosok meskipun dihadapi dengan tantangan aksesibilitas, geografis, dan kondisi rawan keamanan maupun konflik sosial. Program Lisdes yang tersisa merupakan daerah-daerah ekstrim yang semakin sulit dijangkau, penuh risiko, remote area dan berada di 3T,” lanjut Darmawan.

Darmawan menjabarkan lewat transformasi digital yang dilakukan PLN, roadmap Lisdes saat ini juga telah terintegrasi dengan peta geospasial. Sehingga, perencanaan dan eksekusi Lisdes dipastikan lebih terukur dan tepat sasaran.

“Kemudian telah dilakukan juga komunikasi ke Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Di daerahnya masing-masing, setiap GM bertemu dengan para Gubernur, Bupati, DPRD, dan stakeholder lain untuk mendapatkan dukungan, karena program listrik desa ini bukanlah program PLN saja, tetapi ini adalah program negara. Kami terus pastikan agar jangan sampai ada saudara kita yang masih hidup dalam kegelapan,” jelas Darmawan.

Dalam periode 2015-2022 PLN telah berhasil memanfaatkan dana PMN sebesar Rp49,81 Triliun untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan, salah satunya untuk melistriki 7.980 desa yang dinikmati 1,37 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Hingga Mei 2024, capaian Rasio Desa Berlistrik (RDB) Nasional berada di angka 99,87%. PLN terus berupaya menyerap dana PMN secara optimal guna mendukung tercapainya target RDB 100%.

“PMN digunakan untuk pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di seluruh penjuru Nusantara menuju keadilan sosial dan kemandirian energi. Hadirnya listrik pada daerah-daerah akan menciptakan multiplier effect melalui peningkatkan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi sektor riil, sehingga dapat menjadi daya dorong pertumbuhan perekonomian daerah setempat,” tutup Darmawan.(bul)

P3M: RPP Kesehatan Ancam Industri Hasil Tembakau

0
Tanaman tembakau milik petani di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menyatakan dampak disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan dengan pasal tembakau pada industri, akan berpengaruh buruk bagi iklim usaha industri hasil tembakau (IHT).

Menurut Direktur P3M KH Sarmidi Husna banyaknya larangan terhadap IHT, seperti bahan tambahan atau pembatasan tar dan nikotin, akan membuat IHT nasional gulung tikar.

“Kretek yang menjadi produk IHT nasional menggunakan bahan tambahan rempah sebagai penggenap rasa. Kalau dibatasi dan dilarang, yang terkena dampak terlebih dahulu industri kretek nasional,” katanya melalui keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa RPP Kesehatan akan segera disahkan dalam waktu dekat.

Menanggapi itu, Sarmidi mengatakan sebelum adanya RPP Kesehatan pun, IHT sudah kepayahan karena kebijakan fiskal yang eksesif. Sejak tahun 2020, tarif cukai hasil tembakau selalu naik dua digit. Padahal, di saat bersamaan, IHT tertekan karena pandemi COVID-19 dan disusul situasi dunia yang tidak pasti.

Situasi IHT legal saat ini terus terpuruk yang terkonfirmasi melalui realisasi penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang tidak memenuhi target, begitu juga produksi rokok turun.

Dengan kondisi itu, katanya pula, pemerintah perlu memberikan peluang untuk pemulihan, dengan cara, tidak ada kenaikan tarif CHT untuk tahun 2025, karena sudah ada kenaikan tarif PPN terhadap hasil tembakau.

“Sedangkan untuk tahun 2026 dan tahun berikutnya, kenaikan tarif cukai HT disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi atau angka inflasi,” ujarnya pula.

Dengan tambahan RPP, tentu akan membuat IHT gulung tikar. IHT akan semakin berat jika harus memenuhi ketentuan dari RPP, seperti perubahan kemasan, bahan baku, yang costnya sangat besar, pengaturannya juga semakin ketat.

Dia mengatakan, IHT telah diatur melalui 446 regulasi yang mana 400 (89,68 persen) itu berbentuk kontrol, 41 (9,19 persen) mengatur soal cukai hasil tembakau, dan hanya 5 (1,12 persen) regulasi yang mengatur isu ekonomi/kesejahteraan.

Menurut Sarmidi, selama pembahasan RPP pelaksanaan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Pasal Pengamanan Zat Adiktif tidak melibatkan partisipasi publik secara luas dan berimbang.

P3M, katanya pula, meminta Menteri Kesehatan agar mengeluarkan pasal-pasal terkait Pengamanan Zat Adiktif dari draf RPP Kesehatan yang ada, karena bertentangan dengan UU Kesehatan, UU Pembentukan Peraturan Perundang Undangan, UU Perkebunan, dan putusan Mahkamah Konstitusi.

“Selain itu, juga berpotensi mematikan kelangsungan ekosistem dan tata niaga pertembakauan,” katanya lagi.

Menurut dia, pasal-pasal terkait produk industri hasil tembakau seharusnya diatur dalam pengaturan tersendiri sebagaimana mandat UU Kesehatan. (ant)

SP PLN: Pembahasan RUU EBET Sebaiknya Tunggu Pemerintahan Baru

0
Ilustrasi Pembangkit listrik(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero) Abrar Ali menyatakan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET) termasuk di dalamnya soal skema power wheeling, sebaiknya menunggu pemerintahan baru terbentuk akhir Oktober mendatang.

Permintaan tersebut, kata Abrar Ali, dikarenakan hingga kini masih bergulir penolakan terhadap RUU tersebut dari para stakeholder khususnya tentang skema power wheeling (pemanfaatan bersama jaringan listrik PLN oleh swasta).

“Ini mengindikasikan RUU tersebut masih menyimpan sejumlah potensi masalah yang dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat dan negara, sehingga sebaiknya dilanjutkan pada periode rezim berikutnya,” kata Abrar dalam keterangan, di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Abrar menilai kekhawatiran yang muncul terhadap kemungkinan ketidakmampuan PLN menyediakan energi listrik apabila terjadi demand yang tinggi, terkesan sangat didramatisasi.

“Terlalu didramatisasi soal lonjakan demand tersebut. Buktinya, hingga saat ini kita masih eksis melayani kebutuhan listrik masyarakat dan dunia industri. Soal nanti ada lonjakan demand, PLN akan mengantisipasi dengan pertumbuhan jumlah pembangkit baru,” kata Abrar.

Menurut dia, soal power wheeling dalam RUU EBET pun harus membutuhkan kajian lebih lanjut, mengingat masih ada penolakan termasuk dari anggota DPR sendiri.

“Kan masih ada penolakan, antara lain dari Anggota Komisi VII DPR Mulyanto yang menyatakan power wheeling tidak sekadar mengatur soal sewa jaringan transmisi PLN oleh swasta. Ada implikasi yang krusial, PLN tidak lagi menjadi satu-satunya lembaga dalam sistem single buyer and single seller (SBSS), tapi membentuk multi buyer and multi seller system (MBMS),” ujar Abrar mengutip sikap Anggota Komisi VII DPR Mulyanto.

Selain itu, kata Abrar lagi, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi juga mengingatkan skema power wheeling berpotensi menambah beban APBN dan merugikan negara. Alasannya, power wheeling akan menggerus permintaan pelanggan organik PLN hingga 30 persen dan pelanggan nonorganik hingga 50 persen.

Penurunan ini tidak hanya memperbesar kelebihan pasokan PLN, tapi juga menaikkan harga pokok penyediaan (HPP) listrik. Dampaknya dapat membengkakkan APBN untuk membayar kompensasi kepada PLN, sebagai akibat tarif listrik PLN di bawah HPP dan harga keekonomian.

Oleh karena itu, Abrar menegaskan pembahasan RUU EBET hendaknya dilanjutkan pada masa presiden terpilih periode 2024-2029 mendatang.

“Jadi kita masih ada waktu untuk melakukan pembahasannya, sehingga tidak ada yang dirugikan. Jangan hanya ingin memaksakan harus selesai sebelum periode presiden sekarang yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Kasihan rakyat dan akan menjadi beban negara nantinya,” ujar Abrar pula. (ant)

Menko Luhut Siapkan Efisiensi Penerbangan untuk Turunkan Harga Tiket

0
Aktifitas penerbangan (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyiapkan langkah efisiensi penerbangan untuk menurunkan harga tiket pesawat, salah satunya terkait evaluasi operasi biaya pesawat.

“Kami menyiapkan beberapa langkah untuk efisiensi penerbangan dan penurunan harga tiket, misalnya evaluasi operasi biaya pesawat,” kata Luhut sebagaimana dikutip melalui akun instagram resminya, luhut.pandjaitan, yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Luhut menjelaskan bahwa Cost Per Block Hour (CBH) yang merupakan komponen biaya operasi pesawat terbesar, perlu diidentifikasi rincian pembentukannya.

“Kami juga merumuskan strategi untuk mengurangi nilai CBH tersebut, berdasarkan jenis pesawat dan layanan penerbangan,” kata dia.

Selain itu, tutur Luhut melanjutkan, pemerintah juga berencana untuk mengakselerasi kebijakan pembebasan Bea Masuk dan pembukaan larangan dan pembatasan (lartas) barang impor tertentu untuk kebutuhan penerbangan.

“Di mana porsi perawatan berada di 16 persen porsi keseluruhan setelah avtur,” ucapnya.

Lebih lanjut, Luhut juga menyoroti mekanisme pengenaan tarif berdasarkan sektor rute, yang berimplikasi pada pengenaan dua kali tarif PPN, Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR), dan Passenger Service Charge (PSC), bagi penumpang yang melakukan transfer/ganti pesawat.

Menurut dia, mekanisme perhitungan tarif perlu disesuaikan berdasarkan biaya operasional maskapai per jam terbang, yang akan berdampak signifikan mengurangi beban biaya pada tiket penerbangan.

Hal lain yang tidak kalah penting, lanjut dia, adalah evaluasi peran pendapatan kargo terhadap pendapatan perusahaan penerbangan yang seringkali luput dari perhatian.

“Ini bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan harga Tarif Batas Atas. Pemerintah juga akan mengkaji peluang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk beberapa destinasi prioritas,” kata Luhut.

Ia mengatakan bahwa seluruh langkah efisiensi tersebut akan dikomandoi langsung oleh Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional.

“Mereka akan mengevaluasi secara detail harga tiket pesawat setiap bulannya,” kata Luhut.

Pernyataan tersebut ia sampaikan terkait dengan keluhan masyarakat terkait harga tiket penerbangan yang tinggi.

Berdasarkan data IATA, kata Luhut, pada 2024 ada 4,7 miliar penumpang global atau 200 juta penumpang lebih banyak daripada 2019.

“Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan negara berpenduduk tinggi, harga tiket penerbangan Indonesia jadi yang termahal kedua setelah Brasil,” ucapnya. (ant)

NTB Komitmen Percepat Laju Realisasi Investasi

0
Wahyu Hidayat (Ekbis NTB/dok)

Mataram (ekbisntb.com)–Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB menegaskan komitmen mempercepat laju realisasi investasi guna menjamin keberlanjutan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

“Investasi yang meningkat dapat menyerap tenaga kerja dan menekan angka kemiskinan, sehingga memperbaiki kesejahteraan rakyat secara menyeluruh dan merata,” kata Plt Kepala DPMPTSP NTB Wahyu Hidayat di Mataram, Rabu 10 Juli 2024.

Pada triwulan I 2024, realisasi investasi di NTB mencapai Rp8,84 triliun atau 33 persen dari target nasional dan 35 persen dari target daerah.

Realisasi investasi itu didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp6,51 triliun. Sedangkan, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebanyak Rp2,33 triliun.

Wahyu menuturkan pihaknya memiliki empat strategi untuk mencapai realisasi investasi. Pertama, regulasi percepatan perizinan berusaha.

Penyusunan Peraturan Daerah RTRW guna mendukung penyiapan lahan dan ketersediaan lahan untuk kebutuhan investasi serta mendorong pemerintah kabupaten maupun kota menyusun RDTR dengan mengacu pada RTRW Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga tercipta pemetaan bagi investasi baru.

Kedua, promosi potensi investasi. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten maupun kota berkolaborasi dalam menyediakan peta potensi, video promosi, serta penyusunan dokumen investment project ready to offer.

Ketiga, pemerintah provinsi bersama pemangku kepentingan terkait terutama satuan tugas percepatan investasi Nusa Tenggara Barat terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam mengawal dan memfasilitasi penyelesaian permasalahan investasi yang menjadi hambatan.

Strategi keempat berupa pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal. Pemerintah daerah memberikan kemudahan dan insentif bagi pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnisnya di Nusa Tenggara Barat dalam bentuk pendampingan, kemudahan, dan percepatan proses perizinan serta insentif lain.

Saat ini sektor penyumbang realisasi investasi terbesar di Nusa Tenggara Barat masih didominasi oleh sektor energi dan sumber daya mineral, perindustrian, dan pariwisata.

Pada Januari sampai Maret 2024, sektor energi dan sumber daya mineral menyumbang angka realisasi investasi sebesar Rp5,56 triliun, perindustrian Rp1,84 triliun, dan pariwisata Rp762 miliar. (ant)