Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 679

Cikal Bakal Sentra Kedaulatan Sandang, Lobar Butuh Bantuan Pusat Garap 500 Hektar Potensi Lahan Kapas

0
Perajin kapas di Dusun Gumesa Timur Desa Giri Tembesi Lobar sedang memintal kapas. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Potensi lahan untuk pengembangan kapas di Lombok Barat (Lobar) mencapai 500 hektar. Yang paling luas di wilayah Gumesa, Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung. Di wilayah yang menjadi rumah kedaulatan Sandang Indonesia ini dilakukan panen raya kapas seluas empat hektar oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Desa dan PDTT) Paiman Raharjo.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar, Damayanti Widyaningrum mengatakan di lokasi panen raya yang dilakukan Kementerian Desa dan PDTT di Dusun Gumesa Timur terdapat potensi lahan pengembangan kapas seluas 300 hektar. “Kalau Lobar ada sekitar 500 hektar,” terang Damayanti ditemui di sela-sela panen raya bersama Wamen PDTT di Gumesa Timur, Kamis, 11 Juli 2024.

Dari potensi tersebut yang baru ditanami masih kecil. Seperti di wilayah Gumesa Timur baru empat hektar yang digarap dari potensi 300 hektar, dengan rata-rata produktivitas 500-700 kilogram per hektar, namun bisa mencapai 1,2 ton per hektar.

Selain di Gumesa kata Damayanti ada beberapa wilayah penghasil kapas yang ada di Lobar. Seperti di Desa Kebon Ayu, Lembar, dan Sekotong. Yang menjadi kendala dan keluhan petani seperti di Desa Giri Tembesi adalah kurangnya air. Hal tersebut karena memang, Desa Giri Tembesi masuk dalam wilayah tadah hujan.

“Karena itu petani membutuhkan embung, sumur bor, irigasti tanah dangkal. Kalau di sini memang terkendalanya air. Jadi hanya mengandalakan hujan.Itu nanti akan dibantu pompanisasi,” kata Damayanti.

Terkait kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu pada musim kering ini, Damayanti menilai tidak terlalu berdampak pada pertumbuhan kapas. Karena memang kapas juga tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. “Jadi gampang pemeliharaannya,” tambahnya.

Namun dirinya sudah sampaikan langsung ke Wamen PDTT untuk meminta bantuan pompa dan sumur ton bagi petani kapas. “Dan kami akan diupayakan diberikan bantuan Pompa dan sumur bor,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Darmayasa Dusun Gumesa Timur, I Wayan Suarjana mengatakan, penanaman kapas memang tidak terlalu ribet perawatan dan kebutuhan airnya. “Tapi tetap kendala kami air,” aku dia.

Untuk itu, warga berharap agar dibangunkan sumur bor. Tidak saja untuk kebutuhan petani kapas, namun para petani lain yang menanam selain kapas. Hal senada diakui petani lain berharap agar perlu dibangun jalan usaha tani untuk memudahkan akses pengangkutan hasil panen di wilayah itu. “Kami harapkan bantuan jalan usaha tani,”ujarnya. (her)

Wapres Sebut Logistik Jadi Salah Satu Penyokong Pertumbuhan Ekonomi

0
KH. Makruf Amin. (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com)-Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, sektor logistik menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi di tanah air.

“Di tingkat nasional, peran sektor logistik sebagai salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi terus meningkat,” kata Wapres dalam sambutannya secara daring pada pembukaan The International Federation of Freight Forwarders Associations-Regional Asia Pacific (FIATA-RAP) Meeting 2024 dan Rapimnas DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis 11 Juli 2024.

Wapres dipantau dari kanal YouTube Sekretariat Wapres, Jumat, mengungkapkan, pada 2023, kontribusi sektor logistik terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai hingga Rp1.000 triliun.

Ia mengharapkan kontribusi tersebut akan semakin besar dengan pengoptimalan potensi sektor logistik serta didukung dengan komitmen dan upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur logistik di Indonesia.

Untuk mendukung pertumbuhan sektor tersebut, Wapres menjelaskan berbagai proyek pembangunan seperti jalan tol, Pelabuhan, bandara, dan jalur kereta api telah dilaksanakan, bahkan sampai menjangkau ke daerah perbatasan di Indonesia.

“Hal ini penting demi meningkatkan konektivitas antar wilayah sehingga mampu memajukan sektor logistik nasional,” ujar Wapres.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa potensi industri logistik di kawasan Asia Pasifik sangat besar didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan tingginya investasi serta peningkatan volume perdagangan.

“Menjadikan kawasan ini berperan strategis dalam perdagangan global,” ucap Wapres.

Kawasan Asia Pasifik, sebut dia, juga menjadi rumah bagi sembilan pelabuhan peti kemas terbesar di dunia dan diproyeksikan akan terus tumbuh seiring dengan semakin meningkatnya volume pengangkutan dan logistik.

Kendati demikian, Wapres mengatakan potensi besar sektor logistik di Asia Pasifik juga menghadapi tantangan seperti ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan fluktuasi nilai tukar mata uang yang secara langsung mempengaruhi harga bahan bakar yang dapat mengakibatkan kenaikan biaya logistik dan pengangkutan.

“Untuk menjawab tantangan ini, upaya peningkatan efisiensi inovasi digitalisasi dan kolaborasi sektor logistik perlu terus didorong,” kata Wapres. (ant)

Tips Aman Berkendara dengan Sepeda Motor Listrik

0
Ilustrasi Pengendara Kendaraan Listrik (ekbisntb.com/ant)

Makassar (ekbisntb.com) – Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulselbartrabon, Wanny, memberikan beberapa kiat berkendara yang aman dengan sepeda motor listrik.

“Sepeda motor itu secara perawakan hampir semua sama, namun ada beberapa perbedaan karakter yang perlu dipahami agar berkendara selalu aman dan terhindar dari kecelakaan di jalan,” kata dia saat ditemui di Makassar, Jumat 11 Juli 2024 malam.

Berkendara dengan motor listrik, menurut Instruktur yang telah mendapat berbagai sertifikasi internasional itu, memerlukan kehati-hatian ekstra karena beberapa faktor spesifik.

Motor listrik menghasilkan torsi instan yang dapat menyebabkan akselerasi langsung, sehingga pengendara perlu mengontrol kecepatan melalui pegangan gas dengan lebih hati-hati untuk menghindari kehilangan kendali.

Berbeda dengan motor bensin, motor listrik memiliki suara mesin senyap yang hampir tidak terdengar, sehingga pengendara yang baru menggunakan motor listrik perlu lebih terbiasa saat mengukur tarikan gas untuk berakselerasi dengan halus dan perlahan.

Berkat suara yang senyap, pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya mungkin tidak menyadari keberadaan motor listrik, sehingga berkendara harus lebih berhati-hati.

“Sepeda motor listrik ini kalau kita nyalakan itu nyaris tak terdengar, saat motor ditarik gasnya itu sentakannya instan dan sedikit berbeda dengan motor bensin” ujar Wanny.

Wanny menyarankan pengendara sepeda motor listrik agar membiasakan untuk selalu menarik rem ketika menyalakan motor listrik, dan melepasnya secara perlahan sembari dengan lembut menarik akselerasi pada handgrip gas.

“Saat menarik gas sebaiknya rem belakangnya pegang, supaya mencegah jangan sampai sentakannya membuat pengendara kehilangan kendali, agar tidak langsung lompat istilahnya, kemudian lepas rem pelan-pelan, kalau sudah terbiasa, itu akan menjadi kebiasaan nantinya,” jelas Wanny.

Lebih lanjut, setelah memahami karakter motor listrik, Wanny mengatakan pengendara perlu merencanakan perjalanan dengan mengukur rute, jarak, dan kapasitas jangkauan motor listrik yang akan digunakan.

Sebagai contoh, motor listrik Honda EM1 e: memiliki jarak tempuh maksimum 41,4 kilometer dengan kondisi baterai terisi penuh. Pastikan rute yang hendak ditempuh sesuai dengan sisa baterai yang dimiliki sepeda motor, sisakan waktu untuk mengisi daya baterai di rumah.

Selain itu, pengendara perlu mengetahui lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mengisi daya atau mengganti baterai di sepanjang rute perjalanan.

“Gunakan perlengkapan yang baik dan lengkap, seperti helm SNI sesuai ukuran kepala, sarung tangan, jaket, hingga sepatu, tidak untuk menghindari tilang polisi, tapi untuk keselamatan diri sendiri,” Wanny menambahkan. (ant)

Mentan-TNI AL Sinergi Akselerasi Ketahanan Pangan dari Iklim Ekstrem

0
Petani di Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram memanen tanaman belum lama ini. Mentan-TNI AL Sinergi Akselerasi Ketahanan Pangan dari Iklim Ekstrem. (ekbisntb.com/cem)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama TNI Angkatan Laut membangun sinergi dalam mengakselerasi ketahanan pangan, dari bahaya perubahan iklim ekstrem yang dapat menyebabkan krisis pangan.

“Lahan ketahanan pangan TNI AL tadi sudah kami lihat, mengakselerasi dan memitigasi risiko kekurangan pangan. Apalagi dunia saat ini lagi mengalami krisis pangan dan krisis energi,” kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Kamis 11 Juli 2024.

Amran mengaku telah melihat lahan pangan milik TNI AL di Pangkalan Utama TNI AL Lampung.

Amran menyebutkan program akselerasi pangan yang dijalankan TNI AL merupakan salah satu langkah mitigasi resiko guna mengantisipasi kekurangan pangan yang dialami dunia saat ini akibat iklim ekstrem.

“Ini TNI AL sudah curi start. Ini ibaratkan pemain bola bukan menjemput bola, tapi merampas bola. Nah ini luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi Kementerian Pertanian dengan TNI AL menyukseskan program pemerintah guna menjamin ketersediaan pangan dengan mengaktifkan lahan tidur menjadi lahan produktif serta memberdayakan masyarakat sekitar sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan persediaan pangan.

Dia menyebutkan, pada Januari-Februari 2024 terjadi shortage (defisit pangan), sehingga perlu kolaborasi semua pihak salah satunya bersama TNI AL sebagaimana instruksi Presiden pada tanggal 3 Maret 2011.

“Manakala Indonesia terjadi iklim ekstrem, itu Panglima TNI, KSAL, itu wajib turun kolaborasi dengan kementerian terkait yaitu Kemendagri, Kementan, Pertahanan, Kementerian BUMN, kepolisian. Wajib turun kolaborasi untuk negeri yang kita cinta ini. Alhamdulillah (TNI) Angkatan Laut luar biasa melangkah lebih jauh ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Mentan Amran mengatakan untuk menyukseskan kolaborasi akselerasi peningkatan ketahanan pangan bersama TNI AL, Kementan memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian, benih dan lainnya.

Menurut Amran, TNI AL menjadi motor penggerak sehingga menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma mengatakan sinergi dengan Kementan merupakan salah satu bentuk komitmen TNI AL yang tidak hanya menegakkan kedaulatan dan keamanan negara, tapi juga guna meningkatkan ketahanan pangan yang menjadi program utama pemerintah saat ini dan mendatang.

Erwin mengatakan bahwa TNI AL dapat berbuat lebih banyak dalam mendorong produksi pangan nasional karena memiliki fasilitas dan lahan tidur yang cukup luas tersebar di berbagai daerah yang jika dikelola secara optimal dapat meningkatkan persediaan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa TNI AL dapat menghasilkan padi, jagung, komoditas hortikultura, perkebunan dan perikanan yang bermanfaat bagi masyarakat dan persediaan pangan nasional.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Bapak Menteri Pertanian dan juga dukungan Gubernur Lampung dan Ketua Komisi IV DPR, upaya TNI AL bisa menghasilkan pangan dan penyediaan makan bergizi gratis ke depan,” tuturnya.

Mentan bersama Wakil KSAL dan rombongan melakukan peninjauan lahan ketahanan pangan dan menebar benih ikan dan panen ikan bawal bintang di Keramba Jaring Apung yang dikembangkan Lanal Lampung dan Brigif 4 Marinir/BS.

Lahan ketahanan pangan milik TNI AL yang dikelola Lanal Lampung dan Brigif 4 Marinir sebesar 1.182 hektare, terdiri dari lahan jagung 42 hektare, lahan padi 250 hektare, lahan holtikultura 3 hektare dan lahan perkebunan pisang, alpukat dan kelapa 262 hektare.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan pihaknya mendukung penuh program akselerasi pangan yang tengah diupayakan Mentan Andi Amran Sulaiman saat ini.

Ia optimistis dengan kepemimpinan Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian maka peningkatan produksi pangan dapat diwujudkan.

“Saya kenal Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bukan setahun dua tahun, tapi hampir sembilan tahun. Kinerja-nya luar biasa. Apa yang dikatakan Menteri Pertanian tadi bahwa program Presiden Jokowi bagus dan siap dilanjutkan Presiden terpilih, tentunya kami mendukung penuh. Pembinaan petani akan kami genjot juga,” beber Sudin.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada TNI AL berupa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi pertanian, pelaksanaan makan bergizi gratis oleh siswa sekolah. (ant)

Petani Tak Lagi Jual Bahan Baku ke Bali, Wamen PDTT Panen Raya Kapas Seluas Empat Hektar di Gumesa Lobar

0
Wamen Desa, PDTT Paiman Raharjo panen raya kapas di Dusun Gumesa Desa Giri Tembesi Lobar, Kamis 11 Juli 2024. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Paiman Raharjo melakukan panen raya kapas di Dusun Gumesa Timur Kecamatan Gerung Lombok Barat (Lobar), Kamis 11 Juli 2024.

Panen raya bersama istri Menko Polhukam, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda NTB dan pengurus, Pj Ketua Dekranasda Lobar, dan para kepala OPD terkait tersebut dilakukan pada areal tanaman kapas seluas 4 hektar.

Wamen PDTT mengatakan kapas menjadi salah satu potensi pertanian yang masih membutuhkan sentuhan pendampingan dan pembinaan yang lebih intens dari pemda, baik Pemda Lobar maupun Pemprov NTB. “Maka bagaimana cara mendapatkan bibit yang murah, hingga pemasarannya. Di masa tanam diberikan bibit, pupuk, kemudian panen, dan seterusnya,” katanya.

Paiman mengatakan, potensi kapas di NTB bagus dan subur. Hanya saja yang disayangkannya adalah irigasi persawahannya. Itu mungkin bisa dikolaborasikan dengan Pemda atau pengusaha setempat untuk membuat sumur pompa.

“Misalkan di sini dibuatkan sumur pompa dengan kedalaman 50 meter. Jarak satu hektare dibuatkan lagi. Sehingga di musim kemarau pun tetap bisa panen. Di Jawa saya lihatnya seperti itu,” jelasnya.

Perlu diingat, Indonesia adalah negara agraris, sehingga tidak boleh kita melupakan tentang pertanian hingga para generasi muda juga tertarik untuk menjadi petani kapas ini. Karena pertanian ini sangat penting, maka perlu adanya motivasi agar mau bertani.

Beberapa keluhan juga datang dari masyarakat. Salah satunya kepemilikan lahan pemda atau negara yang tidak jarang diklaim pemerintah desa setempat adalah milik desa. Itu yang terkadang membuat pemuda malas untuk mulai bertani.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono, mengapresiasi potensi kapas yang dimiliki Lobar. Menurutnya, ini bisa menjadi cikal bakal untuk sandang NTB Go internasional. “Sekarang saya bisa mengatakan from cotton to Indonesia Fashion Week to London, to Paris, to Milan,” ucapnya.

Ia mengatakan, tentunya dengan kebersamaan dan kerjasama semua pihak dapat mengembalikan masa jaya dari kapas, mulai dari masyarakat hingga pemerintah.

Sementara itu, para petani Kapas mengaku tidak lagi menjual hasil tanam kapas ke luar daerah (Bali), lantaran sudah ada bantuan rumah kedaulatan sandang, sarana prasarana peralatan  bagi para petani dan perajin setempat.

Petani juga sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan dalam pengembangan kapas tersebut. Ketua Kelompok Tani Darmayasa, Bidadari Dusun Gumesa Timur, I Wayan Suarjana mengatakan kalau dulu petani menjual hasil panen ke Bali melalui pengepul. Dalam sekali kirim ke Bali, ada yang mencapai 7-8 kwintal kalau dirata-ratakan.

“Tapi sejak sekarang tidak lagi dikirim ke Bali, kita olah di sini, mulai dari pemisahan biji, pembuat benang, pemintalan tenun,” ujarnya.

Tanaman kapas ini masa panennya pada usia 3,5 bulan dalam semusim panen (setahun) dilakukan tiga kali, dengan hasil panen per hektar bisa sampai 1 ton. Harga per kilogram Rp15 ribu, sehingga kalau dikalkulasi Rp15 juta per ton per hektarnya. Pupuk yang digunakan untuk kapas pun organik, begitupula obat hama mengunakan obat tradisional. Sedangkan untuk bibit, petani kerjsama dengan perusahaan. “Kami kerjasama dengan perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadistan Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan, wilayah ini memang sejak lama menjadi sentra kapas. Bahkan sejak beberapa tahun silam pernah mencapai pengembangan ratusan hektar. Dulunya di wilayah ini banyak sentra kapas, namun petani kesulitan menjual (pasar), sehingga banyak petani menjual ke Bali.

Di Bali kapas yang dihasilkan petani ini dijadikan benang, dan para penenun di sini pun membeli benang dari Bali dengan harga tinggi. “Dulu  kapas dikirim ke Bali yang kemudian dibuat menjadi benang. Lalu dibeli para perajin di sini dengan harga mahal,”jelasnya.

Pemda pun pernah punya ide untuk membantu mesin pemintal. Namun karena terkendala anggaran, sehingga tidak bisa terealisasi, sehingga dengan adanya bantuan rumah kedaulatan sandang, di daerah ini bisa menjadi sentra kapas dan tenun.  “Mulai dari panen kapas, benang, kemudian ditenun menjadi produksi sandang,”ujarnya.

Bantuan yang diberikan berupa mesin pintal dan lainnya. Dengan begitu, maka petani perlu jual hasil panen ke Bali dan dari hasil pengolahan kapas itu nantinya diharapkan bisa menambah nilai tambah dari petani dan perajin, karena menjual dalam produk kerajinan dengan bahan baku yang sudah ada di daerah itu. Perajin pun bisa membeli dengan harga terjangkau. Perajin juga dilatih bagaimana melakukan pemisahan biji dan serat kapas serta bagaimana memintal hingga menjahit.

Ia menambahkan, melihat dari target market dari bahan baku kapas adalah pelaku industri fashion, maka kapas yang ditanam adalah kapas organik. Sesuai dengan minat pasar internasional lebih kepada kapas organik dibandingkan anorganik. Meski saat ini, ekspor kapas yang dilakukan Lobar masih kecil untuk ke luar negeri.“Intinya kami mengharapkan petani ini nantinya sejahtera. Dan kedaulatan sandang bisa tercapai,” tandasnya. (her)

Bale Mangrove Jerowaru Binaan PLN NTB Masuk 100 Desa Wisata Terbaik

0
Seorang pengunjung membaca informasi tentang Ekowisata Bale Mangrove di Desa Wisata Jerowaru, Lombok Timur, NTB(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Kawasan Ekowisata Bale Mangrove di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB masuk 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

General Manager PT PLN (Persero) UIW NTB Sudjarwo mengucapkan selamat atas prestasi Desa Wisata Jerowaru yang masuk dalam 100 besar ADWI.

“Selamat kepada Desa Wisata Jerowaru atas keberhasilannya. Terus berkarya dan berinovasi. Semoga kita bisa memaksimalkan pemberdayaan kawasan wisata dengan mengintegrasikan berbagai sumber daya agar menjadi nilai tambah bagi pengembangan desa wisata ini,” kata Sudjarwo dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Kamis 11 Juli 2024.

Dukungan yang diberikan selain melakukan penanaman bibit pohon mangrove, PLN UIW NTB juga melakukan pembangunan berbagai sarana dan prasarana penunjang lainnya, agar Kawasan Ekowisata Bale Mangrove Desa Wisata Jerowaru semakin menarik untuk dikunjungi.

“Kami berharap Kawasan Ekowisata Bale Mangrove Desa Wisata Jerowaru menjadi destinasi pariwisata baru di NTB,” ujarnya.

Sudjarwo turut mengajak seluruh masyarakat untuk datang ke Desa Wisata Jerowaru dan mendukung pengembangan wisata lokal NTB agar semakin mendunia.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bale Mangrove Desa Jerowaru Lukmanul Hakim mengaku senang program Desa Wisata Jerowaru bisa masuk dalam 100 besar desa wisata terbaik ADWI 2024.

“Alhamdulillah, meskipun masih berstatus desa rintisan dan baru pertama kali mengikuti ajang ADWI, Desa Wisata Jerowaru mampu berkompetisi dengan enam ribuan desa wisata lainnya di Indonesia,” katanya.

Hal itu, kata Lukmanul, menunjukkan bahwa program Desa Wisata yang didukung oleh PLN UIW NTB dinilai oleh Kemenparekraf telah memiliki dampak positif, sehingga bisa lolos kurasi dan masuk dalam 100 besar terbaik.

ADWI 2024 mengusung tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”.

Di Provinsi NTB, terdapat dua desa wisata yang masuk dalam 100 besar terbaik, yakni Desa Wisata Jerowaru dan Desa Wisata Aik Berik. Keduanya menjadi perwakilan NTB untuk berkompetisi dengan desa wisata lainnya di Indonesia.

Kategori penilaian ADWI 2024 kali ini terdapat penambahan. Penilaian sebelumnya terdiri dari daya tarik yang merupakan potensi utama desa wisata yang memiliki keunikan, keautentikan, dan kreativitas.

Kemudian yang menjadi daya tarik wisata berupa produk wisata (wisata alam, buatan, budaya) dan produk ekonomi kreatif (kriya, kuliner, fesyen).

Kategori selanjutnya tentang amenitas, berupa peningkatan standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainablility (CHSE) melalui fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya (restoran, tempat ibadah, dan parkir) untuk pemenuhan sarana dan prasarana kenyamanan wisatawan.

Kategori digital yang merupakan akselerasi transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital.

Kategori kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM), yakni berupa penguatan pemberdayaan SDM di desa wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di desa wisata.

Pada 2024, terdapat tambahan kategori penilaian, yakni resiliensi, berupa pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan (aspek pengelolaan sampah dan lainnya) serta memiliki manajemen risiko, keselamatan dan kesehatan.
Harapannya, dengan konsep yang diimplementasikan nantinya akan menjadikan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.(ant)

Lobar Butuh Bantuan Pusat Garap 500 Hektar Potensi Lahan Kapas

0
Perajin kapas di Dusun Gumesa Timur Desa Giri Tembesi Lobar sedang memintal benang. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Potensi lahan untuk pengembangan kapas di Lombok Barat (Lobar) mencapai 500 hektar. Yang paling luas di wilayah Gumesa, Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung. Di wilayah yang menjadi rumah kedaulatan Sandang Indonesia ini dilakukan panen raya kapas seluas empat hektar oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Desa dan PDTT) Paiman Raharjo.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar, Damayanti Widyaningrum mengatakan di lokasi panen raya yang dilakukan Kementerian Desa dan PDTT di Dusun Gumesa Timur terdapat potensi lahan pengembangan kapas seluas 300 hektar. “Kalau Lobar ada sekitar 500 hektar,” terang Damayanti ditemui di sela-sela panen raya bersama Wamen PDTT di Gumesa Timur, Kamis, 11 Juli 2024.

Dari potensi tersebut yang baru ditanami masih kecil. Seperti di wilayah Gumesa Timur baru empat hektar yang digarap dari potensi 300 hektar, dengan rata-rata produktivitas 500-700 kilogram per hektar, namun bisa mencapai 1,2 ton per hektar.

Selain di Gumesa kata Damayanti ada beberapa wilayah penghasil kapas yang ada di Lobar. Seperti di Desa Kebon Ayu, Lembar, dan Sekotong. Yang menjadi kendala dan keluhan petani seperti di Desa Giri Tembesi adalah kurangnya air. Hal tersebut karena memang, Desa Giri Tembesi masuk dalam wilayah tadah hujan.

“Karena itu petani membutuhkan embung, sumur bor, irigasti tanah dangkal. Kalau di sini memang terkendalanya air. Jadi hanya mengandalakan hujan.Itu nanti akan dibantu pompanisasi,” kata Damayanti.

Terkait kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu pada musim kering ini, Damayanti menilai tidak terlalu berdampak pada pertumbuhan kapas. Karena memang kapas juga tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. “Jadi gampang pemeliharaannya,” tambahnya.

Namun dirinya sudah sampaikan langsung ke Wamen PDTT untuk meminta bantuan pompa dan sumur ton bagi petani kapas. “Dan kami akan diupayakan diberikan bantuan Pompa dan sumur bor,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Darmayasa Dusun Gumesa Timur, I Wayan Suarjana mengatakan, penanaman kapas memang tidak terlalu ribet perawatan dan kebutuhan airnya. “Tapi tetap kendala kami air,” aku dia.

Untuk itu, warga berharap agar dibangunkan sumur bor. Tidak saja untuk kebutuhan petani kapas, namun para petani lain yang menanam selain kapas. Hal senada diakui petani lain berharap agar perlu dibangun jalan usaha tani untuk memudahkan akses pengangkutan hasil panen di wilayah itu. “Kami harapkan bantuan jalan usaha tani,”ujarnya. (her)

Samsung Galaxy Z Fold6 meluncur di Indonesia, harga mulai Rp26,4 juta

0
Samsung Galaxy Z Fold6 (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com)–Samsung meluncurkan ponsel lipat Galaxy Z Fold6 di Indonesia dengan segudang fitur yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), dibanderol mulai harga Rp26,4 juta.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Verry Octavianus menjelaskan dari segi ukuran, pada keadaan terbuka Galaxy Z Fold6 memiliki dimensi yang lebih lebar dibandingkan pendahulunya yakni Galaxy Z Fold5 namun masih didesain ringkas dan nyaman digenggam.

“Dari segi dimensi jadi ketika fold-nya dibuka, bagian dimensi lebar itu dia lebih lebar 2,7 milimeter tapi bagian tinggi dia lebih compact. Jadi kalau misalnya kita lipat itu aslinya segenggaman tangan dan ketika kita pegang itu masih nyaman,” kata Verry dalam acara peluncuran di Jakarta Selatan pada Kamis.

Ponsel lipat ini hadir dalam warna perak, merah muda, dan biru laut dengan tambahan dua warna eksklusif yakni hitam dan putih. Galaxy Z Fold6 hadir dengan sejumlah fitur yang ditenagai oleh AI untuk mendukung produktivitas pengguna.
Ada fitur Note Assist yang memiliki kemampuan untuk membuat terjemahan, rangkuman, dan format otomatis untuk mempermudah pengguna dalam mencatat.
Selain itu, terdapat fitur transkrip yang dapat memudahkan pengguna dalam membuat transkripsi, terjemahan, maupun rangkuman dari rekaman suara secara langsung pada Notes.

Tidak hanya rekaman suara, kemampuan AI yang disematkan dalam Galaxy Z Fold6 juga mampu menerjemahkan dokumen berbentuk PDF lewat fitur PDF overlay translation.

“Sebagai contoh ada artikel dalam bahasa Korea, jadi kita cukup klik summarize dan dia otomatis diubah menjadi bahasa Indonesia,” ujar Verry.

“Ada pilihan sampai dengan maksimum misal saya ada artikel PDF punya 80 halaman dia bisa sampai maksimal dan dia akan men-summarize topik dari PDF itu apa dan kita bisa copy ke Notes yang kita mau,” katanya menambahkan.

Pengguna Galaxy Z Fold6 bisa berkreasi dengan fitur Sketch to Image. Fitur ini menghadirkan pilihan gambar yang dihasilkan secara otomatis ketika membuat sketsa atau menggambar pada foto di galeri atau layar Notes.

Dengan memanfaatkan layar ganda, Galaxy Z Fold6 menyematkan fitur terjemahan percakapan Interpreter dimana pengguna maupun lawan bicara bisa melihat hasil terjemahan percakapan mereka pada layar utama dan cover screen.

Fitur ini juga menawarkan terjemahan satu arah melalui Listening Mode, sehingga pengguna bisa dengan mudah mendengarkan pemaparan kuliah atau presentasi lain.

Sementara itu, Live Translate yang mampu menerjemahkan panggilan telepon secara langsung pada perangkat kini diperluas sehingga tidak hanya bisa dipakai pada panggilan telepon biasa di aplikasi native calling Samsung, tetapi juga bisa digunakan pada aplikasi pihak ketiga yang populer.

Khusus untuk media sosial, fitur Composer mengkreasikan teks yang dapat merefleksikan nada pengguna dengan menganalisis unggahan-unggahan sebelumnya.

Selain mendukung produktivitas dengan fitur-fitur AI, Galaxy Z Fold6 juga cocok digunakan untuk bermain gim karena ditenagai oleh chipset gahar Snapdragon 8 Gen 3 dan dilengkapi sistem pendinginan yang dimaksimalkan oleh vapor chamber 1.6x lebih besar.

“Kita sudah bisa handphone productivity dan tentu enjoy juga dari segi gaming,” ujar Verry.

Galaxy Z Fold6 dijual di Indonesia dengan harga Rp26.499.000 untuk varian 12/256GB, Rp28.499.000 untuk varian 12/512GB, dan Rp31.999.000 untuk varian 12GB/1TB. (ant)

OJK: Premi Kendaraan Bermotor hingga Mei 2024 Capai Rp9,39 Triliun

0
Ogi Prastomiyono. (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi kendaraan bermotor hingga periode Mei 2024 mencapai sebesar Rp9,39 triliun atau naik sebesar 5,36 persen year-on-year (YoY), meskipun penjualan kendaraan domestik turun 13,29 persen di periode yang sama.

“Secara umum, premi kendaraan bermotor tidak hanya bersumber dari asuransi atas kendaraan baru, namun juga asuransi atas kepemilikan kendaraan yang sudah berjalan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, di Jakarta, Kamis.

Ogi menyampaikan, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk berinovasi dan mendiversifikasi penawaran produk mereka guna mengurangi ketergantungan pada asuransi kendaraan bermotor.

“Ini dapat mencakup promosi asuransi berbasis penggunaan, telematika, atau jenis produk asuransi lain yang memenuhi kebutuhan dan perilaku konsumen yang berubah,” kata dia lagi.

Khusus kendaraan listrik, Ogi mengatakan mendukung industri untuk dapat mengembangkan asuransi ini lebih luas seiring dengan dukungan OJK terhadap inisiatif sustainable finance.

Dia mengingatkan, asuransi kendaraan listrik juga merupakan salah satu produk asuransi yang dibutuhkan oleh masyarakat seiring dengan minat masyarakat yang meningkat terhadap kendaraan jenis ini.

Ogi mengungkapkan, saat ini review tarif kendaraan bermotor juga sedang dibahas dan ada keinginan industri untuk memisahkan rate asuransi kendaraan listrik secara tersendiri.

“Pembahasan ini masih berjalan dan OJK bersama industri secara bersama akan mencapai solusi yang bermanfaat kepada masyarakat luas,” kata Ogi.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada Senin  8 Juli 2024, OJK melaporkan bahwa total aset industri asuransi di bulan Mei 2024 mencapai Rp1.120,57 triliun atau naik 1,30 persen YoY dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.

Jika dirinci, total aset asuransi komersial mencapai Rp900,99 triliun atau naik 2,10 persen YoY. Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi naik 8,59 persen YoY, yang terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 2,23 persen serta premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 16,94 persen YoY.

Pada sisi lain untuk asuransi non-komersial yang terdiri dari aset BPJS Kesehatan (badan dan program jaminan kesehatan nasional) dan BPJS Ketenagakerjaan (badan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, atau jaminan kehilangan pekerjaan) serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri terkait program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp219,58 triliun atau terkontraksi 1,86 persen YoY. (ant)

Konsumen Puas Pakai Kendaraan Listrik Karya SMKN 3 Mataram

0
Dua orang siswa SMKN 3 Mataram didampingi gurunya menguji sepeda motor listrik yang dirancang untuk dipasarkan ke konsumen. Kendaraan Listrik produksi siswa di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan rasa kepuasan bagi konsumen. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Salah seorang konsumen produk program konversi gratis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andi Rahmansyah, mengaku puas menggunakan motor konversi atau Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB), karya anak didik SMKN 3 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Sebagai alat transportasi, kendaraan listrik ini jauh lebih hemat dibandingkan pakai bahan bakar minyak,” kata Andi melalui keterangan tertulis yang diterima dari PLN di Mataram, Kamis.

Perhitungan tersebut, kata dia, diperoleh melalui perbandingan pengeluaran dana rumah tangga yang ia anggarkan untuk kebutuhan BBM dan pengisian daya motor konversi miliknya.

“Dulu untuk BBM seminggu sekitar Rp50 ribu. Itu kalau dikalikan satu bulan jadi lumayan. Sekarang pengeluaran itu sudah tidak ada. Saya charge di rumah pengeluaran listrik saya juga tidak naik,” ujarnya.

Andi yang merupakan 50 pendaftar pertama program konversi gratis Kementerian ESDM dan SMKN 3 Mataram itu mengatakan tak ada keluhan berarti sepanjang enam bulan dirinya menggunakan motor konversi.

Terkait pengisian daya, ia mengaku tak menemui kesulitan dalam mengakses Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini telah tersebar di sejumlah titik di wilayah NTB.

“Adanya program konversi ini memberikan nilai tambah untuk kami keluarga sederhana, sehingga pengeluaran jauh lebih menurun terutama pembelian bensin. Motor konversi lebih banyak plusnya dari pada minusnya,” ujar Andi.

Senada dengan Andi, pengguna motor konversi lainnya, Khairil Anwar, juga merasa penggunaan motor konversi jauh lebih ekonomis dibandingkan motor berbahan bakar BBM.

Khairil Anwar mengungkapkan, sebelum menggunakan motor konversi, dalam satu minggu ia perlu mengisi BBM sebanyak dua kali atau jika diakumulasi sekitar Rp90.000.

“Kalau motor konversi sekali charge sampai full itu jumlah kWh yang kita pakai sekitar 3 atau 4 kWh atau sekitar Rp 4.500 selama satu hari, kalau dikalikan 7 hari cuma sekitar Rp 30.000,” ujarnya lagi.

Selain BBM, sebelum beralih ke motor konversi, Khairil Anwar juga perlu menyisihkan dana untuk keperluan ganti oli yang bisa menghabiskan dana sekitar Rp140.000.

“Setelah saya pakai motor konversi itu zero oli. Tidak ada oli sama sekali yang kita butuhkan. Jadi itu yang menyebabkan penggunaan motor listrik ini banyak efisiensi yang kita dapat sebagai pengguna,” kata Khairil.

Bukan cuma berdampak positif bagi pengguna, motor konversi juga berpengaruh baik terhadap lingkungan, terutama dalam menekan angka polusi udara.

Melalui peralihan ke motor konversi yang ramah lingkungan, Andi Rahmansyah dan Khairil Anwar, masing-masing telah berkontribusi menurunkan emisi gas karbondioksida sebesar 1,9 kg per 40 km.

Andi Rahmansyah dan Khairil Anwar adalah dua di antara sekian peserta yang terdaftar dalam program konversi gratis SMKN 3 Mataram.

SMKN 3 Mataram terpilih sebagai penyelenggara konversi gratis untuk wilayah Mataram melalui kerja sama yang intens dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) sejak 2021.

Bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, SMKN 3 Mataram telah berhasil menciptakan sejumlah produk kendaraan listrik, mulai dari R-One Smekti sampai dokar listrik, dan telah hadir dalam sejumlah event eksibisi nasional.

General Manager PLN UIP Nusra Abdul Nahwan menyampaikan bahwa PLN berkomitmen untuk menghadirkan ekosistem kendaraan listik di wilayah Nusra melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) guna mendukung transisi energi dan green tourism di NTB. (ant)