Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 677

Ditjen Pajak Sebut Pemadananan NIK-NPWP Sudah 99 persen

0
Ilustrasi NPWP(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com)-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan proses pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) telah mencapai 99 persen.

“Pemadanan NIK dan NPWP sudah 99 persen, tinggal 400 ribu yang belum kami padankan,” kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam kegiatan Kampanye Simpatik Perpajakan Spectaxcular 2024 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Suryo menambahkan sejumlah layanan administrasi perpajakan telah bisa diakses menggunakan NIK dan NPWP 16 digit. DJP menargetkan NPWP 16 digit bisa digunakan untuk mengakses seluruh layanan perpajakan pada bulan depan.

“Mulai Agustus, seluruh layanan bisa menggunakan NPWP baru, yaitu 16 digit atau menggunakan NIK,” ujar dia.

Sebelumnya, DJP mengumumkan terdapat tujuh layanan administrasi yang dapat diakses menggunakan NIK, NPWP 16 digit, dan Nomor Identitas Tempat Kegiatan usaha (NITKU) terhitung sejak 1 Juli 2024.

Ketujuh layanan itu di antaranya pendaftaran Wajib Pajak (e-Registration), akun profil Wajib Pajak pada DJP Online, informasi konfirmasi status Wajib Pajak (info KSWP), penerbitan bukti potong dan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21/26 (e-Bupot 21/26), penerbitan bukti potong dan pelaporan SPT Masa PPh Unifikasi (e-Bupot Unifikasi), penerbitan bukti potong dan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21/26 instansi pemerintah dan SPT Masa PPh Unifikasi instansi pemerintah (e-Bupot Instansi Pemerintah), serta pengajuan keberatan (e-Objection).

Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2024 tentang Penggunaan Nomor Induk Kependudukan sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak, Nomor Pokok Wajib Pajak dengan Format 16 Digit, dan Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha dalam Layanan Administrasi Perpajakan (PER-6).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti ketujuh layanan tersebut masih dapat diakses dengan NPWP 15 digit. Adapun untuk layanan tertentu selain tujuh layanan di atas maupun layanan yang tidak masuk dalam daftar pengumuman yang akan dikeluarkan DJP, maka wajib pajak tetap dapat mengaksesnya dengan menggunakan NPWP 15 digit.

Bagi pihak lain yang terdampak NIK sebagai NPWP maupun NPWP 16 digit, DJP memberikan waktu penyesuaian sistem sampai dengan tanggal 31 Desember 2024. Pihak lain yang dimaksud adalah badan atau instansi pemerintah yang menyelenggarakan layanan perpajakan yang mencantumkan NPWP dalam pemberian layanannya. (ant)

BPR NTB Dukung Sektor Unggulan NTB

0
Sudharmana(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB memastikan komitmen mendukung para pelaku sektor-sektor unggulan daerah agar terus tumbuh dan berkembang, sehingga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Salah satu sektor unggulan daerah yang diberikan kemudahan permodalan kepada para pelakunya adalah sektor pertanian.

Direktur Utama BPR NTB, Sudharmana menegaskan hal ini. menurutnya, BPR NTB mengucurkan pembiayaan cukup besar kepada petani jagung, terutama yang ada di Pulau Sumbawa.

Pembiayaan yang dikucurkan kepada petani jagung sudah lebih dari Rp100 miliar. Petani jagung akan diberikan kemudahan permodalan dari kegiatan pengolahan lahan, pemeliharaan, hingga panen.

“Plafond kredit kami berikan Rp20 juta per hektar. Namun, banyak petani jagung yang memanfaatkan dibiayai sampai diatas Rp100 juta,” ujar Sudharmana.

“Sekarang sudah mulai banyak yang melunasi. Kita akan biaya kembali saat musim tanam jagung pada musim hujan nanti,” tambahnya.

Selain pertanian jagung, BPR NTB juga memberikan kemudahan pembiayaan kepada para petani tembakau di Kabupaten Lombok Timur. Diketahui, tembakau adalah sub sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja cukup banyak.

Sudharmana mengatakan, pembiayaan di sektor pertanian ini diberikan dengan pola musiman, atau, kredit dibayarkan setelah panen. Sehingga petani fokus pada produksi dan peningkatan hasil tanpa memikirkan cicilan.

Dengan memberikan akses pembiayaan yang mudah kepada para petani, BPR NTB berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dari sektor-sektor unggulannya.

Selain pertanian, sektor potensial NTB yang juga tak kalah penting adalah perdagangan dan jasa. Kemudian menyusul pembiayaan untuk konsumtif.

“Porsi pembiayaan secara keseluruhan kami 45 persen konsumtif, dan 55 persen produktif. Kami menyasar kalangan menengah kebawah sebagai pangsa pasar utama,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan pembiayaan, dan mencapai target pembiayaan sebesar Rp800 miliar lebih, literasi dan inklusi kepada masyarakat terus dilakukan. selain menyiapkan program-program promo kepada masyarakat. Dengan strategi yang tepat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan target tersebut dapat tercapai.(bul)

Karena Cuaca, Rencana Peresmian Bendungan Meninting Oleh Presiden Jokowi Mundur

0
Lalu Asgar(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Rencana peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat oleh Presiden Joko Widodo sebagaimana ditargetkan pada Juni 2024 ini menjadi telambat. Hal ini karena kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi, sehingga penyelesaian bendungan tertinggi di NTB masanya menjadi lebih panjang.

Lalu Asgar, PPK Bendungan Meninting di Mataram, Sabtu 14 Juli 2024 menjelaskan, progres pembangunan Bendungan Meninting hingga tanggal 7 Juli 2024 telah mencapai 84,4%.

“Memang benar ada sedikit keterlambatan dari target awal yang ditetapkan pada kontrak, yakni 30 Juni 2024. Namun, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama kondisi cuaca (hujan),” ujar Asgar.

Asgar menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi pada bulan Juni mengakibatkan kesulitan dalam proses penimbunan material. Material timbunan yang basah tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Sehingga, kami membutuhkan waktu tambahan untuk mengeringkan material sebelum dilakukan pemadatan,” tambahnya.

Menanggapi kendala tersebut, Kementerian PUPR telah memberikan dispensasi perpanjangan kontrak hingga semester kedua tahun 2024. Dengan asumsi cuaca cerah pada bulan Juli hingga Oktober, Asgar optimis bahwa Bendungan Meninting dapat diresmikan sebelum akhir tahun 2024 ini.

“Pembangunan Bendungan Meninting sudah ditinjau langsung oleh pak Menteri (Menteri PUPR : Basuki Hadimuljono). Pak Menteri bilang, (molor) karena hujan ya, sudah difahami sama beliau. Sehingga diberikan kelonggaran untuk penyelesaian bendungan, sampai semester II tahun 2024 ini,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap Bendungan Meninting dapat diresmikan sebelum masa jabatan Presiden Joko Widodo berakhir.

Asgar juga menegaskan, bahwa meskipun diberikan kelonggaran perpanjangan masa pembangunan Bendungan Meninting, proyek ini tidak mengakibatkan pembengkakan anggaran.

“Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Bendungan Meninting sebesar Rp 1,4 triliun, nilainya tetap sama sejak awal proyek dimulai pada tahun 2018. Yang mengalami perubahan hanyalah waktu penyelesaian proyek. Namun, secara keseluruhan, nilai kontrak tidak mengalami penambahan,” lanjut Asgar.

Bendungan Meninting yang memiliki kapasitas tampungan 12 juta meter kubik ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat NTB, terutama dalam bidang irigasi. Luas area irigasi yang akan terdampak positif oleh keberadaan bendungan ini ratusan hektar.

Selain untuk irigasi, air tampungan di Bendungan Meninting nanti akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air hingga wilayah Selatan Pulau Lombok. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang dialirkan PDAM. Sehingga Bendungan Meninting ini sangat strategis bagi Pulau Lombok.
“Selama ini, air yang mengalir dari utara langsung terbuang sia – sia ke laut. Nanti bendungan ini yang menahan air dari utara itu. Dan dikelola untuk memenuhi kebutuhan air di Pulau Lombok,” demikian Lalu Asgar.(bul)

Orang Tua Perlu Dukungan Psikologis untuk Dampingi Anak dengan Kanker

0
ilustrasi penanganan psikologi anak(ekbisntb.com/hallodoc)

Jakarta (ekbisntb.com) – Dokter spesialis kesehatan jiwa konsultan psikiatri anak dan remaja dari RSUI dr. Fransiska M. Kaligis Sp.KJ (K) mengatakan mendapati diagnosis kanker pada anak seringkali berdampak pada orang tua sehingga memerlukan dukungan psikologis dalam mendampingi anak.

“Peran orang tua ketika menangani anak dengan kanker perlu dukungan medis maupun psikologis. Kita sebagai orang tua juga penting sebagai dukungan emosional bagi anak,” kata Fransiska dalam acaraq Peran Dukungan Suportif Pada Kanker Anak di Jakarta, Sabtu.

Fransiska mengatakan kehadirqan orang tua sangat dibutuhkan anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. Q tua bisa menjadi penguat anak sehingga anak tidak mudah stres dan bisa berpikiran positif terhadap apa yang sedang q. Orang tua juga perlu hadir untuk memberikan ketenangan, informasi dan validasi emosi anak, dengan begitu anak akan menjalani pengobatan kanker dengan lebih tenang.

Namun nyatanya orang tua yang mendapat diagnosis bahwa sang anak menderita kanker ternyata dapat memengaruhi rentetan psikolgis yang juga berat. Orang tua seringkali mengalami shock dan tidak terima dengan berita yang didengar yang sebenarnya merupakan respons natural manusia ketika mengalami berita buruk.

Mereka pun juga harus melewati masa penolakan atau denial terhadap apa yang diterimanya dan juga rasa marah sampai putus asa. Hingga mencapai fase bisa menerima keadaan juga memerlukan waktu yang tidak sebentar dan tidak mudah.

Dampak psikologis ini juga tak jarang berimbas pada sistem di keluarga yang juga berubah membuat orang tua bisa mengalami stres, depresi dan merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik pada anaknya. Hal ini yang juga sering disebut bahwa orang tua sebagai ‘pasien terselubung’ dibalik anak yang terkena kanker.

“Dampaknya orang tua mengalami stres dan cemas, kalau lebih berat bisa depresi, orang tua juga sering merasa bersalah dan merasa belum bisa memberikan yang terbaik, tanggung jawab masa perawatan juga bisa menyebabkan lelah fisik pada orang tua dan itu rentan mengalami gangguan psikologis karena kurang tidur, mood nggak enak, dan kerjaan juga jadi terganggu,” kata Fransiska.

Untuk menghindari stres dan depresi, Fransiska mengatakan beberapa kebutuhan psikososial penting sekali dipenuhi orang tua, salah satunya kebutuhan informasi seperti mengikuti kegiatan komunitas agar dapat informasi yang berkaitan dengan penyakit anak. Kebutuhan emosional orang tua juga perlu diatasi dengan saling berbagi dan mendukung.

Selain itu, kebutuhan finansial yang seringkali memengaruhi kondisi keuangan juga perlu disiasati dengan beberapa opsi seperti asuransi yang meringankan beban pengobatan anak. Kebutuhan fisik juga perlu diatur orang tua seperti masalah mengurus rumah tangga yang bisa dilakukan bergantian dengan anggota keluarga lain agar orang tua tidak mengalami kelelahan fisik saat menjaga anak yang sedang sakit dan bisa beristirahat.

Dan perlunya juga kebutuhan spiritual agar merasa lebih tenang dan bisa melewati fase psikologis dan bisa menerima keadaan. Dukungan untuk memenuhi kebutuhan psikososial ini bisa dilakukan antara dokter dengan pasien, sesama pasien, atau sesama orang tua.

“Psikososial berupa bantuan yang sifatnya memberikan perhatian, motivasi, informasi dan interaksi yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita, kalau kita saling mendukung memberikan rasa positif satu sama lain itu juga satu hal yang sifatnya psikososial,” katanya.

Untuk menghindari stres, Fransiska menyarankan agar orang tua tidak terlalu banyak mendengar omongan orang lain yang bersuara negatif dan mengontrol diri untuk fokus pada dukungan positif orang terdekat saja. Konsultasikan dengan dokter terkait hal-hal yang dianggap mitos di masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar dan bisa menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. (ant)

Diskop dan UKM: Sebanyak 235 Koperasi Aktif di Kabupaten Bima

0
Hj. Indah Dhamayanti Putri. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat jumlah koperasi aktif hingga pertengahan 2024 mencapai 235 koperasi aktif dari 317 koperasi yang telah dibentuk di daerah ini.

“Sebanyak 235 koperasi aktif dan 82 koperasi tidak aktif,” kata Kepala Diskop dan UKM Kabupaten Bima Drs Dahlan pada peringatan Hari Koperasi 2024, di Bima, Sabtu .

Tema peringatan Hari Koperasi 2024 adalah melalui Hari Koperasi Indonesia 2024, pemerintah membangkitkan semangat baru gerakan koperasi dalam menyambut Indonesia emas tahun 2045.

“Pada sektor UMKM sebanyak 25.599 usaha mikro, 14 usaha kecil dan 8 usaha besar,” katanya lagi.

Peringatan hari koperasi ditujukan untuk mendorong masyarakat agar terus menghidupkan koperasi untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Koperasi ini menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya pula.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mengatakan dengan pengalaman menghidupkan gerakan koperasi, para pengurus dan pengelola sudah melewati masa kepemimpinan sejumlah bupati dan memberikan kontribusi nyata bagi sehat gerakan koperasi di Kabupaten Bima.

“Tugas gerakan koperasi adalah memberikan pendampingan untuk koperasi,” kata dia.

Ia mengatakan pendampingan terutama agar bersemangat bahwa tidak mudah untuk menyehatkan semua koperasi yang tumbuh dan berkembang, tetapi semangat itu harus tetap ada.

“Tidak melihat pihak yang salah, tetapi ada langkah nyata yang bisa dilakukan agar gerakan koperasi bisa berkembang dengan lebih baik,” katanya. (ant)

Penyaluran KUR BRI hingga Mei 2024 Capai Rp76,4 Triliun

0
Ilustrasi penyaluran bantuan KUR (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga Mei 2024 mencapai Rp76,4 triliun kepada 1,5 juta debitur atau pelaku UMKM.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa nilai tersebut setara dengan 46,33 persen dari total kuota penyaluran KUR BRI untuk tahun 2024 yakni sebesar Rp165 triliun.

“Sejalan dengan penyaluran KUR yang terus tumbuh, BRI mampu menjaga kualitas kredit KUR yang disalurkan,” kata Supari melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Supari menyebutkan, kualitas penyaluran KUR itu tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) KUR BRI yang terjaga di kisaran 2 persen. Perseroan, imbuh dia, juga telah memiliki strategi untuk menjaga NPL KUR BRI.

Ke depan, BRI berharap adanya kebijakan penguatan yang dapat memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Sebab, menurut BRI, dua faktor tersebut menjadi pendorong (driver) utama pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi kontributor utama dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di tengah kondisi makro ekonomi yang menantang.

Di sisi lain, penyaluran KUR BRI di tahun ini juga didorong dengan perluasan jangkauan penerima baru.

“Untuk tahun ini, kami akan salurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari pipeline sebanyak 7 juta. Kami juga sudah siapkan nasabah-nasabah lama kami kurang lebih 2 juta kita akan naik kelaskan,” imbuh Supari.

Secara umum, strategi bisnis mikro BRI ke depan akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan.

Sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM, Supari mengatakan bahwa BRI juga telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi. (ant)

Harga Bahan Pokok Naik, Pola Tanam Petani Harus Diedukasi

0
Baiq Nelly Yuniarti. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Kenaikan harga cabai yang cukup signifikan dengan harga perkilonya mencapai Rp50 ribu, diharapkan pola tanam petani betul-betul harus teredukasi. Mengingat kenaikan harga bahan pokok tidak bisa disesuaikan dengan kondisi harga pasar.

Kepala Dinas Perdagangan  Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si menyatakan, pola tanam petani dan kenaikan harga di pasar tidak bisa diseimbangkan mengingat hasil panen petani akan menjadi rebutan beberapa daerah dan dibayar dengan harga yang lebih mahal.

 “Sudah tentu petani kita akan cari pembeli yang berani dengan harga mahal,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, momentum kenaikan harga cabai saat ini masih dalam masa tenang, karena daya beli masyarakat belum terlalu tinggi. Dikarenakan beberapa bulan ke depan belum ada momen yang mengharuskan masyarakat untuk berbelanja banyak seperti peringatan hari-hari besar pada saat lebaran dan lain-lainnya.

“Nah sekarang dalam kondisi tenang dan belanja biasa untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Ia mengkhawatirkan musim kemarau akan berlanjut hingga awal tahun depan, mengingat masyarakat akan memasuki persiapan menyambut bulan puasa. Menurutnya, waktu-waktu semacam itu harus menjadi siaga satu untuk berjaga-jaga terkait kebutuhan  masyarakat yang semakin meningkat.

“Momen seperti itu harus kita antisipasi, dan mudah-mudahan untuk beberapa bulan ke depan stok kita masih aman,” tutupnya. (ulf)

Pemkot Mataram Segera Mulai Kegiatan Revitalisasi Pantai Ampenan

0
Areal revitalisasi Pantai Ampenan Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, segera memulai kegiatan fisik penataan dan revitalisasi objek wisata Pantai Ampenan, agar menjadi destinasi wisata unggulan yang aman dan representatif.

“Untuk tender dan kontrak sudah selesai. InsyaAllah, Senin 22 Juli 2024, kegiatan fisik revitalisasi dimulai,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Jumat 12 Juli 2024.

Kegiatan revitalisasi Pantai Ampenan ini dilaksanakan dengan menggunakan anggaran bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp4,5 miliar.

Dikatakan, tahapan revitalisasi saat ini sedang dilakukan sosialisasi kembali kepada semua pihak pemangku kepentingan yang akan terdampak terhadap kegiatan tersebut.

Pemangku kepentingan yang dimaksudkan antara lain aparat lingkungan sekitar, kelurahan, kecamatan, TNI/Polri, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di kawasan Pantai Ampenan.

Pasalnya selama kegiatan revitalisasi dilaksanakan, pedagang akan direlokasi secara bertahap ke bagian selatan dan disesuaikan dengan lokasi.

“PKL ini menjadi bagian prioritas yang akan kita tata,” katanya.

Dalam konsep revitalisasi Pantai Ampenan dengan anggaran Rp4,5 miliar, menurut dia, dilaksanakan tiga kegiatan meliputi penataan lapak pedagang, plaza untuk menempatkan 17 “berugak” atau gazebo, dan mini “amphitheater” atau gelanggang pertunjukan seni dan budaya dengan kapasitas maksimal 1.000 orang.

Selain itu, objek wisata Pantai Ampenan juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas mitigasi bencana untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung sebab kawasan itu merupakan titik rawan abrasi, gelombang pasang, dan tsunami.

“Karena itu, dari anggaran Rp4,5 miliar, Rp200 juta diantaranya untuk pengadaan fasilitas mitigasi bencana,” katanya.

Dengan anggaran itu, peralatan mitigasi bencana yang disiapkan antara lain, alat komunikasi darurat sebanyak 1 unit, rambu bencana atau papan informasi bencana sebanyak 15 unit, dan rambu titik kumpul 25 unit, rambu jalur evakuasi 25 unit, dan sirene tsunami 2 unit.

“Kita juga akan menyiapkan alat pemadam api ringan (apar). Dengan demikian, penataan destinasi wisata ini bisa paripurna,” katanya.

Dikatakan, penyiapan mitigasi bencana tersebut merupakan rekomendasi dari kementerian untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang aman dan nyaman termasuk dari potensi bencana.

Cahya menambahkan, setelah kegiatan revitalisasi Pantai Ampenan rampung pada Desember 2024, pengelolaan akan diserahkan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Ampenan.

“Tujuannya, agar objek wisata Pantai Ampenan dapat dikelola lebih maksimal,” katanya. (ant)

Minggu, Kick Off TTG Nusantara Ke XXV di NTB

0
Ahmad Nur Aulia (ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Persiapan pelaksanaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke XXV di Kota Mataram, Provinsi NTB siap digelar. TTG Nusantara ke XXV ini diawali dengan Kick Off yang dirangkai dengan Peringatan Hari Koperasi ke 77 dan Spectaxcular Hari Pajak 2024 yang bertepatan dengan Car Free Day di Jalan Udayana Kota Mataram, Minggu, 15 Juli 2024.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, S.STP., menjelaskan, Kick Off TTG Nusantara ke XXV ini akan dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin dan bersama pejabat lainnya, khususnya dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes, PDTT).

Sementara pada Minggu malam, tambahnya, dilanjutkan dengan acara Welcome Dinner yang digelar di Dapoer Sasak. Pada acara ini, Menteri Desa, PDTT dijadwalkan hadir bersama perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang hadir.

‘’Pada malamnya ada Welcome Dinner ‘’Malam Pejuang Inovasi’’ ada penyambutan dengan menampilkan Tari Gandrung. Dirangkai juga dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang Lomba TTG Tingkat Provinsi NTB oleh Bapak Penjabat Gubernur NTB,’’ terangnya, Jumat 12 Juli 2024.

Sementara mengenai lokasi TTG Nasional ini digelar di Islamic Center, Bank NTB Syariah dan Teras Udayana. Pembukaan TTG Nasional ini akan dibuka oleh Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar di Islamic Center pada hari Senin 15 Juli 2024 yang dilanjutkan dengan seminar internasional yang akan dilaksanakan di ballroom Bank NTB Syariah.

Pada pembukaan ini akan dirangkai dengan penyerahan penghargaan pemenang Gelar TTG Nusantara ke XXV dan penyerahan hadiah pada pemenang penulisan Best Paper serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara GPI, BRIN dan BPJSK.

‘’Setelah itu, Pameran Expo Dibuka, Bazar UMKM juga dibuka. Hari Selasa ada temu bisnis dan lokakarya, sinergitas TTG ini. Setelah itu ada pertunjukan seni dan budaya. Nanti sampai pada tanggal 17 malam akan dilakukan penutupan,’’ terangnya.

Menurutnya, NTB mengikuti 3 kategori lomba TTG tingkat nasional, yakni, Alat Pengendali Hama Tanaman Padi Siang-Malam (PHP – Si Alam), Kabupaten Sumbawa Barat untuk Kategori Inovasi TTG. Selain itu, ada APorit (Alat Penabur Kaporit) Sarana Air Bersih, Kota Bima, untuk Kategori TTG Unggulan serta Posyantek Selaparang Kota Mataram, untuk Kategori Posyantek Desa/Kelurahan Berprestasi.

‘’Dari ketiga wakil Provinsi NTB tersebut, 2 (dua) diantaranya terpilih menjadi terbaik tingkat nasional, yakni Alat Pengendali Hama Tanaman Padi Siang-Malam (PHP – Si Alam), Kabupaten Sumbawa Barat, dan APorit (Alat Penabur Kaporit) Sarana Air Bersih, Kota Bima,’’ terangnya. (ham)

Binaan Bank Indonesia NTB Unggul di Ajang FESYAR 2024 Kawasan Indonesia Timur

0
FESYAR 2024 Kawasan Indonesia Timur(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Sebagai salah satu strategi untuk membumikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, Bank Indonesia secara konsisten dan berkala menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah ataupun yang familiar disebut dengan FESYAR. Secara nasional, FESYAR dilaksanakan di tiga regional yaitu Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Khusus untuk KTI, FESYAR pada tahun ini diselenggarakan di Kendari Sulawesi Tenggara, tanggal 7 – 10 Juli 2024. FESYAR sendiri merupakan rangkaian kegiatan terdiri dari Sharia Competition, Sharia Fair serta Sharia Forum & Workshop.

Pada perhelatan FESYAR KTI tahun 2024 ini, KPwBI Provinsi NTB berpartisipasi pada berbagai kegiatan sharia competition. Kompetisi yang diselenggarakan yaitu Lomba Pondok Pesantren Unggulan, Lomba Lembaga ZISWAF Unggulan, Lomba Modest Fashion Designer Road to IN2MF, Lomba Halal Chef Road to INH2CC dan Kompetisi Ekonomi Syariah Nasional (KESN).

Pondok Pesantren Darul Yatama wal Masakin Lombok Timur berhasil meraih juara I untuk Lomba Pondok Pesantren Unggulan. Dalam pemaparannya, Ustaz Putrawan Habibi yang merupakan wakil ketua yayasan berhasil meyakinkan dewan juri bagaimana pondok pesantren berhasil menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui program kemandirian ekonomi pesantren.
Selanjutnya Sophia Zalfarona, siswa SMK 4 Mataram, yang merupakan delegasi Provinsi NTB untuk Lomba Modest Fashion Designer Road to IN2MF juga berhasil mendapatkan juara 1 untuk Kategori Pelajar. Dalam presentasinya, Sophia berhasil menuangkan keindahan Pantai Pink Lombok Timur dalam desain modest fashion yang dibuat dalam look office, casual dan party.

Untuk Kompetisi Ekonomi Syariah Nasional (KESN), delegasi Provinsi NTB yang diwakili oleh Muhammad Faidi Tamim, Syarah Fadila Assiddiqia dan Syahnaz Hidayatullah dari MAN 1 Lombok Timur berhasil menjadi finalis pada kompetisi ini.

Didampingi oleh M. Zakaria, S.Pd selaku guru pendamping, siswa-siswa MAN 1 Lombok Timur tampil bersamaan dengan dengan 4 finalis lainnya yaitu SMAS Islam Athirah Kabupaten Bone, SMAN 2 Samarinda, MAN 2 Samarinda dan SMAN 1 Tabanan Bali.

Di samping itu, KPwBI Provinsi NTB juga mengikutsertakan Erina Gallery sebagai peserta Lomba Modest Fashion Designer Road to IN2MF, Nurfakhroyani dan Sdr. Zurriatul Mufidda dari Pondok Pesantren Raudhatul Azhar Masbagik sebagai peserta Lomba Halal Chef Road to INH2CC.

Pada event FESYAR KTI Tahun 2024, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB juga mengirim perwakilan UMKM Binaan untuk mengikuti Sharia Fair yang diadakan di The Park Mall Kendari. Beberapa produk UMKM yang dipromosikan pada kegaitan showcasing dimaksud terdiri dari produk modest fashion dan wastra (Nalani Fashion, Mawar Tenun, Uniq’s Rajut & Fashion, Erina Gallery), produk kerajinan mutiara (Pearlium Mutiara, Erina Gallery), dan produk halal food (Zuna Food, Nutsafir, Yant Sorghum, Ayam Taliwang Becabero, Ayam Taliwang dan Sate Rembige Goyang Lidah, Kopi Punik Sumbawa).

Selama penyelenggaraan Sharia Fair, booth NTB berhasil menarik perhatian para pengunjung. Keindahan wastra dan tenun, kilauan mutiara serta cita rasa khas dari produk halal food NTB berhasil menjadi faktor pendukung tercapainya penjualan produk UMKM yang melebihi target. Tidak terbatas pada transaksi on site, beberapa pengunjung bahkan melakukan repeating order khususnya untuk produk Nalani Tenun.

Selain itu, dalam rangka penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui aspek sumber daya manusia, BI NTB mengirimkan beberapa perwakilan untuk mengikuti Sharia Workshop selama pelaksanaan FESYAR KTI Tahun 2024. Untuk kegiatan Sertifikasi Juru Sembelih Halal, BI NTB mengirimkan Ananda Gunawan yang merupakan Juru Sembelih dari Rumah Potong Hewan (RPH) Gubug Mamben Kota Mataram.

Menghadirkan narasumber dari Institut Halal Indonesia dan LPH Halal MUI, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kopetensi para juru sembelih secara komprehensif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk akselerasi pengembangan halal value chain di sisi hulu.

Selanjutnya, BI NTB juga mengikutsertakan Drs. Lalu Muh. Anwardin, Nazhir Wakaf Masjid Jami’ Praya Lombok Tengah untuk mengikuti Workshop Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Nazhir Wakaf. Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap pengelolaan wakaf dapat dilakukan secara profesional guna memberikan manfaat yang lebih luas melalui penguatan Islamic social finance.

Bank Indonesia Provinsi NTB juga mengikutsertakan Habib Hasan Alaydrus Pimpinan Pondok Pesantren Ribath Al Falah Kota Mataram dan Dr. Baiq El Badriati, M.EI Wakil Dekan FEB UIN Mataram dalam kegiatan Training of Trainer Da’i dan Da’iyah Ekonomi Syariah. Kegiatan ini, kata Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya, bertujuan untuk memperkuat dan memperluas dakwah serta syiar ekonomi dan keuangan syariah khususnya di Kawasan Timur Indonesia.(bul)