Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 673

Kenaikan Harga Cabai Berdampak ke UMKM Produsen Sambal

0
Produk sambal bawang ummi(ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com)-Kenaikan harga cabai yang melejit secara signifikan dikeluhkan oleh pelaku UMKM yang produksinya menggunakan bahan dasar cabai.

Salah satu pelaku UMKM, Mun’aimul Huda ST. yang memproduksi sambal bawang Ummi mengaku kaget karena kenaikan harga mencapai dua kali lipat.

“Sempat kaget juga, karena harga cabai yang tadinya seperempat kilogram Rp 7 ribu, sekarang udah jadi Rp15 ribu. Jadinya kalau 1 kilo itu hampir Rp60 ribuan harga cabai,” ungkapnya.

Namun, untuk mengantisipasi kenaikan harga, dalam proses produksinya ia sudah menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dihitung dengan kenaikan harga tertinggi dari harga cabai, mengingat produknya membutuhkan dua bahan utama, yaitu cabai dan bawang.

“Kedua bahan tersebut harus ada,” jelasnya.

Ia menyampaikan, kenaikan harga cabai naik masih bisa ditutupi oleh harga bawang yang turun. Sehingga dalam menentukan HPP, ia melihat harga bahan pokok tertinggi dalam menentukan harga. Meskipun terdapat kenaikan harga pada cabai, hal itu tidak memengaruhi harga dan takaran produk yang ia jual.

“Dan itu tergantung kita yang memproduksi, pintar-pintarnya kita bagaimana menentukan sebuah HPP sehingga kita bisa menentukan margin, berapa persen keuntungan yang kita dapatkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengeluhkan keuntungan yang didapatkan menurun karena harga cabai. Saat ini resentase keuntungannya sebelum harga cabai naik, sekitar 20 persen, saat ini menurun setengahnya, menjadi 10 persen.

Menurutnya, kenaikan harga cabai lebih diperhitungkan, dikarenakan produknya dominan membutuhkan cabai dan lebih menonjolkan ciri khas pedas. Sehingga cabai lebih banyak dibutuhkan dibandingkan bawang merah.

“Saya lebih senang harga bawang yang naik dari pada cabai, karena kita punya 2 jenis cabai yang dipakai. Cabai kering dan basah, yang kita gunakan dominan itu cabai basah. Cuma yang kering ini setengah dari yang basah itu yang dipakai. Jadi sangat berdampak,” katanya.

Produksi sambal bawang tersebut, telah ia geluti sejak tahun 2022. Pemasaran yang ia dilakukan bermula di sekitar Kecamatan Selaparang, kini sudah memiliki pasar yang lebih luas mencapai beberapa daerah seperti Malang, Yogyakarta, Kalimantan, dan Sumbawa. Bahkan para PMI yang bekerja di luar negeri sering memesan produk sambalnya karena ketahannya mencapai 7 bulan.

“Disini ada dukungan dari pemerintah sendiri, bikin stand-stand kayak bazar UMKM segala macam. Disitu saya coba perkenalkan produk saya sehingga alhamdulillah produk saya sudah lumayan terkenal sekarang,” ungkapnya.

Produknya memiliki dua varian, yaitu varian sambal bawang pedas dan sedang. dengan dua ukuran yaitu, 250 gram seharga Rp55 ribu. Sedangkan kemasan 60 gram seharga Rp15 ribu.(ulf)

Okupansi Baru 29 Persen, Peluang Berinvestasi di KEK Mandalika Terbuka Lebar

0
Bambang Wicaksono(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Investasi yang masuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru 29 persen dari total 1.175 hektar luas kawasan yang dikelola oleh Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC).

Sebagaimana disampaikan Kepala Administrator KEK Mandalika, Bambang Wicaksono, KEK Mandalika masih menawarkan peluang investasi yang terbuka lebar pengusaha lokal, nasional, maupun internasional.

“Okupansi di KEK Mandalika baru 29 persen. Sisanya masih cukup banyak ruang untuk berinvestasi,” katanya di Mataram, Selasa 16 Juli 2024.

Menurutnya, terdapat 25 investor yang eksisting di KEK Mandalika. Pada tahun 2024 ini, ada delapan pelaku usaha yang sudah merealisasikan investasinya sebesar Rp16,7 miliar.

Kegiatan usaha yang bisa dilakukan di dalam KEK Mandalika, diantaranya. Logistic dan distribusi, produksi dan pengolahan, riset, ekomomi digital, dan pengembangan teknologi. Pengembangan energi.pendidikan, Kesehatan, olahraga, jasa keuangan, industry kreatif, pembangunan dan pengelolaan KEK , penyediaan infrastruktur KEK, dan usaha ekonomi lainnya.

Menurutnya Bambang, pemerintah sangat fokus memberikan perhatian pada KEK di seluruh Indonesia yang jumlahnya sebanyak 23 KEK. Baru-baru ini, sebanyak 17 kementerian dan lembaga melakukan pertemuan membahas kendala dan dukungan-dukungan yang dibutuhkan KEK.

Bambang mengatakan, dalam forum tersebut, ia menyampaikan beberapa hal yang menjadi kendala berkembangnya KEK Mandalika. Diantaranya, masih minimnya akses transportasi, khususnya transportasi udara untuk mendatangkan lebih banyak orang ke KEK Mandalika.

“Sudah saya sampaikan, jumlah penerbangan yang masuk ke Lombok harus lebih diperbanyak lagi untuk mengembangkan kawasan pariwisata, khususnya KEK Mandalika,” katanya.

Selain itu, mahalnya ongkos pesawat dari dan ke Lombok juga harus mendapatkan perhatian khusus.

“Soal ongkos pesawat ini juga sudah saya sampaikan. Semoga ini bisa menjadi perhatian bersama semua Kementerian dan lembaga yang terkait,” tambahnya.
Untuk mendorong investasi di KEK masuk, lanjut Bambang, pemerintah sudah memberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor.

Fasilitas fiscal yang diberikan diantaranya. Pajak penghasilan (PPh) dengan tax holiday hingga 20 tahun pajak atau tax allowance mencapai 20 persen. Pajak pertambahan nilai (PPN) tidak dipungut dalam kondisi tertentu.

Pajak penjualan barang mewah tidak dipungut dalam kondisi tertentu. Fasilitas tambahan di KEK yaitu, dapat berpartisipasi VAT refund, pembebasan PPnBM untuk pembelian rumah tinggal atau hunian. Pajak daerah diberikan pengurangan, keringanan dan pembebasan pajak dan/atau retribusi daerah 50 sampai 100 persen.

Untuk kepabeanan dan cukai, impor ke KEK bisa mendapat fasilitas pembebasan atau penangguhan bea masuk. Pembebasan cukai untuk bahan baku atau bahan penolong untuk produksi barang tidak kena cukai.

Sementara fasilitas non fiscal, yaitu pelayanan satu pintu oleh administrator KEK. Pemasukan barang impor belum berlaku pembatasan. SNI tidak diwajibkan. Persetujuan lingkungan oleh BUPP. Persetujuan bangunan gedung tidak diperlukan. Tidak ada kewajiban ekspor di KEK, kepemilikan asing diperbolehkan 100 persen. Perlakuan khusus bagi pekerja asing. PKKPR terbit otomatis, HGB atau Hak Pakai sekaligus, penempatan petugas khusus di kantor administrator.(bul)

Smelter Hampir Rampung, Pemprov NTB Mendorong Pengembangan Kawasan Industri

0
Kunjungan ke kawasan smelter di KSB(ekbisntb.com/bul)

Taliwang (ekbisntb.com)-Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj. Nuryanti, SE., ME, mendampingi Komisi VII DPR RI berkunjung ke kawasan pembangunan proyek smelter di Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Senin 15 Juli 2024 untuk memastikan langsung kemajuan proyek yang akan menjadi kawasan industry tersebut.

Kunjungan lapangan turut diikuti perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Bupati KSB, Sekda KSB, Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Vice President PT AMNT dan jajaran manajemen, serta Direktur Utama PT Amman Mineral Industri (AMIN) beserta jajarannya.

Rahmat Makasau, Presiden Direktur PT AMNT dalam kesempatan ini menyampaikan kemajuan proyek smelter hingga 15 Juli 2024. Tambang Batu Hijau disebut sebagai salah satu tambang tembaga-emas terbesar kedua di dunia yang belum dikembangkan.

“Pertumbuhan bisnis dan operasi Amman diproyeksikan meningkat signifikan setelah smelter selesai tahun ini, mengubah AMMAN menjadi bisnis penambangan hingga peleburan yang terintegrasi, didukung oleh infrastruktur dan logistik transportasi yang kuat,” kata Rahmat.

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh PT Sucofindo pada periode Mei 2024, total progres kumulatif smelter mencapai 95,50% dan PMR 86,30%, dengan tahap commissioning dimulai pada Juni 2024.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) proyek periode 2023 oleh Surveyor Indonesia adalah 29,35%. Smelter tembaga direncanakan menghasilkan katoda tembaga pertama pada paruh kedua tahun 2024, dengan produksi komersial tembaga katoda mencapai 60% kapasitas pada Desember 2024.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti menyatakan bahwa setelah selesai proyek smelter yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, perlu segera didorong pengembangan Kawasan Industri Maluk KSB.

“Hingga saat ini, kawasan industri tersebut belum memiliki perusahaan pengelola, dan diharapkan PT AMNT atau PT AMIN Group dapat menjadi pengelola kawasan industri mengingat AMMAN menguasai lahan seluas 850 hektar (IPR),” katanya.

Diharapkan kawasan industri KSB ini dapat masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.(bul)

Harga Minyak Goreng Naik, Disdag Masih Anggap Normal

0
Ilustrasi minyak goreng (ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB , Baiq. Nelly Yuniarti menganggap kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir masih normal. Sehingga tak terlalu dirisaukan.

Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng merk “Minyak Kita” mengalami kenaikan, dari Rp15.000/liter menjadi Rp16.500/liter.

Baiq Nelly mengatakan, justru lebih khawatir terhadap trend kenaikan harga komoditas cabai ketimbang kenaikan harga minyak goreng. Diketahui harga cabai naik dari Rp37.300/Kg menjadi Rp41.083/kg tau naik Rp3.750/Kg.

“Kalau minyak goreng kan naiknya seribu saja, nah cabai ini naiknya sudah lumayan,” katanya, Selasa 16 Juli 2024.

Menurut Nelly, kenaikan harga minyak kita disebabkan karena kenaikan HET secara nasional. Sementara kenaikan harga cabai dipengaruhi musim, dimana hanya sebagian kecil petani di NTB masih panen.

Harga minyak kita saat ini juga tidak dikhawatirkan berdampak terhadap inflasi daerah. Namun, komoditas cabai yang mengalami lonjakan harga, biasanya seringkali memicu inflasi. Kondisi ini berkaca dari gejolak harga yang terjadi sebelumnya.

Selain itu, kenaikan harga saat ini juga tidak berbarengan dengan perayaan hari besar keagamaan di NTB sehingga permintaan akan komoditas tersebut tidak meningkat. Berbeda jika kenaikan harga terjadi saat momentum hari besar yang selalu berpengaruh tergadap psikologis pasar.

Meski demikian, Nelly mengaku, kenaikan harga komoditas ini tetap menjadi atensi, sehingga tidak berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk menekan potensi permainan spekulan.

“Kalau operasi pasar kami tetap laksanakan nanti, masih di wilayah perkotaan dulu,” tandasnya.(bul)

Selama Libur Sekolah, Penumpang di Bandara Lombok Naik 7.339 Perhari

0
Suasana ruang tunggu bandara lombok(ekbisntb.com/bul)

Praya (ekbisntb.com)-PT Angkasa Pura I Bandara Lombok mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 21 persen selama liburan sekolah Juni-Juli 2024.

“Sepanjang periode libur sekolah pada 14 Juni hingga 14 Juli 2024, jumlah penumpang yang tiba dan berangkat dari Bandara Lombok mencapai 227.504 penumpang atau rata-rata 7.339 penumpang per hari. Sedangkan rata-rata penumpang harian sebelumnya ada di angka 6.026 penumpang,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono.

Sebanyak 227.504 penumpang tersebut terdiri dari 203.741 penumpang rute domestik dan 23.763 penumpang rute internasional.

Saat ini Bandara Lombok melayani delapan rute penerbangan domestik reguler, yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Bima, Sumbawa Besar, Makassar, dan Balikpapan yang dilayani maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan Wings Air.

Sedangkan untuk penerbangan internasional, saat ini ada dua rute, yaitu tujuan Kuala Lumpur dilayani oleh maskapai Indonesia AirAsia dan AirAsia Berhad dan tujuan Singapura yang dilayani oleh Scoot.

Pada bagian lain, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Lombok selama Semester I/2024 (Januari-Juni 2024) tercatat berjumlah 1.097.972 penumpang. Jika dibandingkan dengan periode Semester I/2023 lalu yang ada di angka 1.103.215 penumpang, terjadi sedikit penurunan pergerakan penumpang, yakni 0,48 persen.

“Sedangkan untuk pergerakan pesawat maupun kargo, kondisi Semester I/2024 kali ini justru lebih baik dibandingkan dengan Semester I/2023. Dimana pergerakan pesawat naik 1,97 persen dari 11.702 pergerakan pesawat menjadi 11.933 pergerakan pesawat, sementara kargo meningkat 7,4 persen dari 6.164 ton menjadi 6.620 ton,” jelas Barata.(bul)

Kemenperin Pacu Wirausaha Baru di Pesantren Lewat Santripreneur

0
Aktifitas santri (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Perindustrian mendorong pertumbuhan pelaku industri atau wirausaha baru (WUB) di lingkungan pesantren, dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki melalui program Santripreneur.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya, termasuk pengurus pondok pesantren, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung guna pertumbuhan dan keberlanjutan IKM di Indonesia, serta pemberdayaan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita di Jakarta, Selasa.

Dirinya mengatakan, dalam kurun waktu satu dekade terakhir, pihaknya tercatat telah membina 11.164 orang santri di 114 pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah tanah air.

Ia berargumen pondok pesantren memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai tempat penumbuhan ribuan WUB. Hal itu karena, para santri yang memiliki keterampilan dan pengetahuan berwirausaha dapat menjadi penopang pondok pesantren sebagai tempat pengembangan (agent of development) dalam memacu pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan wirausaha di pondok pesantren tidak hanya akan memberikan manfaat bagi individu yang terlibat, tetapi juga kontribusi positif bagi perekonomian lokal di sekitar pondok pesantren,” kata Reni.

Lebih lanjut, dirinya mencontohkan Pondok Pesantren Miftahul Huda Affandy di Tasikmalaya menjadi salah satu pondok pesantren yang mendapatkan fasilitasi bimbingan teknis produksi dan fasilitasi mesin/peralatan WUB industri kecil menengah (IKM) furnitur. Kegiatan itu dalam rangka pelaksanaan program Santripreneur tahun 2024 yang dilaksanakan pada tanggal 13 – 17 Juli 2024.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin Yedi Sabaryadi menjelaskan, sebanyak 20 peserta yang merupakan santri Ponpes Miftahul Huda Affandy mengikuti kegiatan ini, sehingga diharapkan bisa mendorong tumbuhnya pelaku industri furnitur di lingkungan pondok pesantren.

“Dengan program ini, harapannya para santri dapat menjadi santri milenial, yaitu santri yang mampu berproduksi dengan baik serta menguasai perkembangan teknologi digital dalam menjalankan unit usaha industri, hingga pada akhirnya turut serta membuka lapangan pekerjaan dan menebar manfaat berlipat,” kata Yedi. (ant)

Wamendag Jerry: Anak Muda Harus Cakap Digital untuk Tangkap Peluang

0
Jerry Sambuaga (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) –Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, generasi muda harus cakap digital untuk dapat menangkap peluang-peluang ekspor ke pasar global.

“Generasi muda harus cakap digital untuk dapat menangkap peluang-peluang ekspor yang semakinterbuka luas ke pasar global. Penguasaan teknologi digital dapat membantu generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi sehingga membuat produk Indonesia semakin dikenal,” ujar Jerry melalui keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurut Jerry, besarnya jumlah penduduk usia muda yang berpotensi menguasai teknologi digital akan menjadi dorongan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang terus menyelenggarakan pelatihan untuk mencetak generasi muda yang berkontribusi pada perdagangan ekspor dan digital Indonesia, salah satunya Pelatihan Bisnis Online Ekspor di kantor Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Jakarta, Senin 15 Juli 2024

Pelatihan ekspor yang diselenggarakan merupakan wujud nyata hadirnya Kemendag untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang ekspor, tidak hanya bagi para pelaku usaha, tetapi bagi para calon pengusaha dari kalangan dosen dan mahasiswa.

Selain itu, Kemendag juga memiliki program-program yang terkait dengan pengembangan SDM ekspor antara lain melakukan kolaborasi pemasaran melalui platform digital serta mengoptimalisasi keberadaan perwakilan perdagangan RI di luar negeri yaitu Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

Berdasarkan data Bank Indonesia, perdagangan digital Indonesia terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap ekonomi. Nilai transaksi niaga elektronik atau niaga-el (e-commerce) pada 2023 mencapai Rp453,75 triliun.

Nilai tersebut diprediksi tumbuh 2,8 persen menjadi Rp487 triliun pada 2024 serta tumbuh 3,3 persen menjadi Rp503 triliun pada 2025.

Berdasarkan data Kemendag, tren surplus neraca perdagangan masih terus terjaga selama 49 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga Mei 2024.

Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 kembali mencatatkan surplus sebesar 2,93 miliar dolar AS. Secara kumulatif neraca perdagangan Januari-Mei 2024 surplus sebesar 13,06 miliar dolar AS.

Sementara, kinerja ekspor bulan Mei 2024 tercatat 22,33 miliar dolar AS atau tumbuh 13,82 persen. Ekspor nonmigas pada periode tersebut mencapai 20,91 miliar dolar AS atau naik 14,46 persen (MoM).

“Ini adalah momentum yang baik bagi perekonomian nasional. Sehingga kinerja perdagangan yang sudah baik harus kita jaga dan tingkatkan. Di tengah tantangan dan dinamika global, sektor perdagangan harus mampu memberikan optimisme dan bergerak sebagai generator pemulihan ekonomi nasional,” kata Jerry.

Pj Gubernur Ajak Ribuan Peserta Gelar TTG Nusantara Berwisata di Lombok – Sumbawa

0
Pj Gubernur NTB H. Hassanudin saat memberi sambutan di acara pembukaan Gelar TTG ke XXV tahun 2024 yang berlangsung di Islamic Center NTB, Senin 15 Juli 2024 kemarin.(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pj Gubernur NTB H. Hassanudin mengenalkan sejumlah destinasi wisata unggulan di Provinsi NTB kepada ribuan peserta pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-XXV yang berlangsung di Islamic Center NTB Senin 15 Juli 2024 kemarin.

Gelar TTG Nusantara sendiri merupakan event nasional yang diselenggarakan setiap tahun, sebagai ajang tukar-menukar informasi dan promosi terkait inovasi teknologi tepat guna dari seluruh provinsi se-Indonesia.

Ia mengatakan, NTB memiliki sejumlah potensi destinasi wisata yang harus dikunjungi, dari wisata bahari hingga pegunungan. Misalnya ada Rinjani yang sudah menjadi Unesco Geopark. Tak ketinggalan Mandalika dengan Sirkuit MotoGP di dalamnya, Sembalun dengan wisata honeymoon terbaik dunia, wisata Tiga Gili di Lombok Utara, hingga kawasan Saleh, Moyo Tambora (Samota) di Pulau Sumbawa.

“Kalau berwisata, ke Nusa Tenggara Barat saja. Jangan lupa ke Lombok dan Sumbawa. Di Lombok ada Gili Trawangan yang bebas polusi karena bebas kendaraan bermotor. Ada Senggigi yang indah, desa wisata Sade,Pulau Satonda, Pulau Kenawa, Tambora dan lainnya,” kata Pj Gubernur.

Selain alam yang mempesona, provinsi NTB juga kaya dengan kultur, seni dan budaya yang lahir dari masyarakat. Ada juga aneka kerajinan tangan yang beragam serta kuliner yang memanjakan lidah bisa dicoba oleh wisatawan yang datang ke daerah ini. Aneka kuliner khas NTB sudah banyak dalam bentuk kemasan yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

“Sehingga Provinsi Nusa Tenggara Barat menawarkan sejuta pesona dan pengalaman berwisata yang menakjubkan. Oleh karena itu kami mengajak para tamu yang terhormat kami sekalian untuk tak hanya mengikuti rangkaian kegiatan Gelar TTG, namun juga bisa meluangkan waktu untuk mengeksplorasi keindahan alam dan budaya NTB,” lanjut Hassanudin.

Hassanudin memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah menunjuk Provinsi NTB sebagai tuan rumah Gelar TTG ke-XXV tahun 2024 ini. Event nasional dengan menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia ini akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian masyarakat.

Hadirnya tamu dalam jumlah yang banyak ini telah mengisi kamar-kamar hotel di Pulau Lombok, menggeliatkan usaha akomodasi, menghidupkan usaha suvenir, rumah makan, pelaku UMKM hingga pelaku desa wisata. Pemprov NTB selalu terbuka sebagai tuan rumah kegiatan-kegiatan nasional dan internasional untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dan daerah.(ris)

Gelar TTG Nusantara Ke-XXV Gus Halim: Kolaborasi Pemasaran Jadi Kunci Keberlanjutan Teknologi Tepat Guna

0
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat membuka Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) Ke-XXV di Lapangan Islamic Center NTB Senin 15 Juli 2024 kemarin (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meminta seluruh pihak mulai dari pemerintah desa, pengusaha lokal, hingga Kementerian/Lembaga terlibat dalam pemasaran teknologi tepat guna yang telah berhasil diproduksi.

Pemasaran yang efektif akan membuat teknologi tepat guna lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas serta dapat mengedukasi dan meyakinkan masyarakat akan manfaat teknologi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim saat pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) Ke-XXV di Lapangan Islamic Center NTB pada Senin 15 Juli 2024 kemarin. Gus Halim harap semua pihak memanfaatkan BUMDesa Bersama menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi ekosistem teknologi tepat guna.

Namun bagian penting dari ekosistem pemasaran teknologi tepat guna adalah pemerintah daerah memasukkan teknologi tepat guna dalam e-katalog dalam konteks lokal maupun nasional sehingga menjadi branding secara resmi pemda, pemerintah desa maupun pengusaha lokal yang membutuhkan.

“Ini adalah kunci keberlanjutan supaya setiap kali ada Teknologi Tepat Guna Nusantara, transaksi bisa meningkat dan itu berarti bangunan ekosistem pemasaran teknologi tepat guna menjadi semakin baik,” papar Gus Halim.

Seperti diketahui, teknologi tepat guna dirancang sesuai dengan aspek-aspek lingkungan, kebudayaan, hingga ekonomi masyarakat yang erat kaitannya dengan kearifan lokal.

Hal ini seharusnya tidak hanya sampai pada tahap produksi namun juga dikenal dan dimanfaatkan masyarakat secara luas dan bersifat terus menerus.

“Terkait dengan kolaborasi bukan hanya pada aspek ekosistem produksi tapi yang tidak kalah penting adalah ekosistem pemasaran teknologi tepat guna,” tutur Gus Halim dalam pidato pembukaan.

Sebelum membuka gelaran TTGN Ke-XXV, Gus Halim juga menyerahkan piagam penghargaan. Di antaranya kepada peraih juara Best Paper 2nd International Conference on Sustainable Rural Development, juara 1 SDGs Regional Tahun 2024, dan juara SDGs Nasional Tahun 2024.

Selain itu juga kepada kepala dinas atas dukungan terhadap pencapaian SDGs Desa serta bupati/walikota atas kontribusi dan kerja keras dalam membina teknologi tepat guna.

Selain itu dilaksanakan pula penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Azmawi Efendi sebagai Aparat Desa Landah Praya Timur sebesar Rp200.595.910 dan Zaedon Mustapa sebagai Perangkat Desa Mesanggok sebesar Rp111.061.580.

Hadir dalam pembukaan TTGN ke-25 yakni Wamendes Paiman Raharjo, Sekjen Taufik Madjid bersama para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementerian/Lembaga, para gubernur, kepala dinas, bupati, wali kota, dan pendamping desa.(ris)

TTG Nusantara Ke-XXV, Tingkatkan Kualitas Hidup Warga NTB dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

0
Mendes-PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Pj Gubernur NTB, Hassanudin, saat meninjau salah satu TTG yang dipamerkan di Islamic Center NTB (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Pj Gubernur NTB H. Hassanudin menilai penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) memiliki peranan yang sangat vital dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah ini. Teknologi yang sederhana namun efektif dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi, mulai dari pertanian, perikanan, kesehatan, hingga energi terbarukan.

Hal tersebut disampaikan Hassanudin saat membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke XXV yang berlangsung di Islamic Center NTB Senin 15 Juli 2024 kemarin. Menurutnya, dengan TTG tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal.

”Di NTB sendiri, berbagai inovasi TTG telah membawa dampak signifikan dalam berbagai sektor. Hasil-hasil inovasi TTG ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, terlebih mengurangi desa-desa tertinggal di NTB,” kata Hassanudin di hadapan Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dan ribuan peserta TTG dari seluruh daerah di Indonesia.

Ia mengatakan, sebagai bukti nyata TTG mampu mengurangi desa-desa tertinggal yaitu dari 1.021 desa di NTB, berdasarkan Indeks Desa Membangun, pada tahun 2022 jumlah desa tertinggal sebanyak 55 desa,  pada tahun 2023 desa tertinggal kembali turun tersisa 7 desa, dan pada tahun 2024, sudah tidak ada lagi desa tertinggal di NTB.

”Hal ini menunjukan bahwa dengan pemanfaatan teknologi tepat guna yang efektif, desa-desa di NTB dapat berkembang dengan baik dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” kata Pj Gubernur.

Adapun beberapa hasil TTG di NTB antara lain desalinasi air laut menjadi air minum, dimana teknologi ini memungkinkan penduduk setempat mengolah air laut menjadi air minum, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.

Kemudian penerapan teknologi pertanian, seperti sistem irigasi tetes, penggunaan pupuk organik, dan teknik budidaya modern telah meningkatkan produktivitas pertanian di NTB.

Selanjutnya pengolahan hasil ternak seperti produksi biogas dari kotoran sapi dan pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian telah membantu meningkatkan efisiensi dan nilai tambah bagi peternak.

”Selanjutnya pengembangan energi terbarukan seperti panel surya dan mikrohidro di daerah-daerah terpencil dan tertinggal di NTB. Ini telah menyediakan sumber energi yang stabil dan ramah lingkungan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik,” ujarnya.

Ada pula inovasi dalam pengolahan sampah seperti produksi kompos dan daur ulang plastik telah membantu mengurangi volume sampah di NTB, sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal melalui usaha pengolahan sampah.

Inovasi dalam pengolahan pangan, seperti mesin penggiling padi modern, mesin pemeras kelapa, dan alat pengering hasil pertanian, telah meningkatkan efisiensi dan kualitas produk pangan di NTB.

TTG lainnya berupa penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi, untuk pemasaran produk lokal dan manajemen usaha telah membantu pelaku UMKM di NTB mengembangkan pasar dan meningkatkan pendapatan.

”NTB juga memiliki Sains Techno Industrial Park untuk memfasilitasi pelajar dalam menghasilkan karya teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. Beberapa hasil karya yang mampu dibuat oleh pelajar di NTB antara lain prototype Mobil F1 dan motor listrik sport. Sarana ini dihajatkan untuk mendorong generasi muda di NTB dalam meningkatkan kapasitas diri,” tutupnya.(ris)