Thursday, April 9, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 667

Rupiah Melemah Akibat Rencana Biden Batasi Ekspor Semikonduktor

0
Ilustrasi uang(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis melemah dipengaruhi oleh rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait pembatasan ekspor semikonduktor.

Pada awal perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka turun 64 poin atau 0,40 persen menjadi Rp16.164 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.100 per dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran rencana Biden yang akan menerapkan langkah yang lebih keras pada China,” kata analis mata uang Lukman Leong kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Lukman menuturkan langkah Biden tersebut mengenai pembatasan ekspor semikonduktor sehingga dapat memicu meningkatnya tensi geopolitik.

Selain itu, pernyataan calon Presiden AS Donald Trump mengenai Taiwan juga turut memanaskan situasi dan memicu sentimen risk off. Sehingga para investor beralih ke aset safe haven seperti mata uang dolar AS.

Trump mengatakan Taiwan perlu membayar ke AS apabila mau dilindungi. Trump juga menuduh Taiwan (TSMC) telah mengambil 100 persen bisnis semikonduktor AS.

Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan berkisar di rentang Rp16.100 per dolar AS hingga Rp16.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini. (ant)

OJK akan Naikkan Batas Maksimum Pendanaan Produktif Lewat LPBBTI

0
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana meningkatkan batas maksimum pendanaan produktif lebih tinggi dibanding batas maksimum sebelumnya sebesar Rp2 miliar, untuk semakin memperkuat dukungan terhadap sektor usaha produktif, melalui Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Untuk itu, OJK saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (RPOJK LPBBTI) atau fintech peer to peer lending (fintech P2P).

“RPOJK LPBBTI saat ini sedang dalam proses penyusunan peraturan (rule making rule) termasuk menerima pandangan dan masukan dari pemangku kepentingan,” kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

LPBBTI yang dapat menyalurkan batas maksimum pendanaan tersebut harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain memiliki rasio TWP90 maksimum sebesar 5 persen. TWP90 adalah ukuran tingkat wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban yang tertera dalam perjanjian pendanaan di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

Pendanaan terhadap sektor produktif itu sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI 2023-2028 yang bertujuan agar meningkatkan kontribusi positif terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK mengapresiasi masukan dan pandangan yang disampaikan berbagai pemangku kepentingan, dan saat ini sedang melakukan penyempurnaan terhadap pengaturan industri LPBBTI sebagai salah satu tindak lanjut OJK sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Beberapa penyempurnaan terhadap ketentuan tersebut, antara lain penguatan kelembagaan, manajemen risiko, tata kelola dan pelindungan konsumen, serta penguatan dukungan terhadap sektor produktif. (ant)

BPOM Mataram Gencarkan Kampanye Pangan Aman di Sekolah Hingga Pasar Tradisional

0
BPOM Mataram menggelar kegiatan refreshment bagi kader Keamanan Pangan Sekolah di Kabupaten Sumbawa(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – BBPOM di Mataram terus mengkampanyekan keamanan pangan untuk mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas dan berdaya saing. Kampanye digencarkan, dari sekolah-sekolah, hingga pasar tradisional.

Pada Selasa 16 Juli 2024, BPOM Mataram menggelar kegiatan refreshment bagi kader Keamanan Pangan Sekolah di Kabupaten Sumbawa, sekaligus desk pengawalan Program PJAS aman. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan, yang bertujuan untuk memastikan implementasi Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman. Acara diikuti enam perwakilan lintas sektor terkait serta 12 sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan disusul pada Rabu 17 Juli 2024, BBPOM di Mataram mengadakan penyuluhan dan kampanye keamanan pangan di Pasar Tanamira sebagai bagian dari program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2024 di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian pedagang pasar tentang pentingnya keamanan pangan. Pedagang pasar juga didorong untuk berperan aktif dalam memutus rantai distribusi pangan yang mengandung bahan berbahaya dengan tidak menjualnya dan melaporkannya kepada BBPOM di Mataram jika ditemukan.

Puluhan pedagang di Pasar Tanamira dan pedagang keliling yang akan menjadi kader Gas Paman (Keluarga Sadar Pangan Aman). Gas Paman merupakan inovasi BBPOM di Mataram untuk menyebarkan informasi hingga ke level rumah tangga melalui pemberdayaan pedagang sayur keliling. Diharapkan dengan ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait obat dan makanan yang aman akan meningkat, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua Tim Program Nasional Keamanan Pangan BBPOM di Mataram, Dra. Winartutik, Apt., kampanye keamanan pangan pangan yang terus digencarkan untuk menekankan pentingnya partisipasi aktif komunitas sekolah.

“Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite Sekolah, penggelola kantin dan pedagang PJAS memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya ketersediaan pangan yang aman dan bergizi di sekolah” ujar Winartutik Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan menyampaikan pentingnya PJAS dalam mendukung tumbuh kembang anak baik fisik dan intelektual.

“Asupan gizi anak salah satunya dari jajanan sekolah, tentunya harus dipastikan bahwa PJAS memenuhi aspek mutu, keamanan dan gizi seimbang. Apa yang dikonsumsi anak-anak kita saat ini akan menentukan masa depan bangsa, terlebih visi Indonesia Emas 2045 harus didukung oleh SDM yang sehat, cerdas dan berdaya saing” ungkap Yosef.

Dengan mengintegrasikan upaya-upaya ini, BBPOM di Mataram senantiasa berkomitmen untuk memastikan Obat dan Makanan yang aman bagi masyarakat, untuk mendukung masa depan bangsa yang lebih berkualitas dan berdaya saing.(bul)

Capaian PAD Tak Capai Target, Pemkab Lobar Khawatir Dililit Utang

0
Kantor Bupati Lobar (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lombok Barat (Lobar) disorot. Menyusul capaian Pendapatan Asli Daerah (PD) masih rendah, jauh bawah target. Beberapa OPD tersebut pun ‘’dipecut’’ agar lebih meningkatkan kinerjanya. Akibat masih rendahnya capaian masing-masing OPD berpengaruh terhadap realiasi PAD secara umum. Hingga saat ini capaian PAD baru 51 persen lebih.

Penjabat (PJ) Bupati Lobar H. Ilham menegaskan dari hasil evaluasi yang dilakukan pada Rapat Pimpinan II (Rapim) realiasi PAD belum maksimal. “sampai hari ini sudah mencapai 51 persen lebih,” kata Ilham.

Capaian target ini masih di bawah target yang ditetapkan. Dirinci realisasi masing-masing OPD penghasil PAD, beberapa OPD yang capaiannya masih jauh dari harapan. “Di antaranya Dinas PU, Dinas Pertanian dan Dishub, ini coba Kita pecut,” tegas dia.

OPD pun sudah diminta untuk menyiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempercepat capaian PAD, sehingga beberapa bulan ke depan ada akselerasi OPD-OPD tersebut dari sisi capaian PAD. Capaian PAD harus dipacu, karena ia tak ingin ada peninggalan utang akibat PAD tak tercapai. Lebih-lebih target tahun ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, beberapa potensi yang harus dimaksimalkan dan diatensi OPD seperti sewa alat berat dan parkir yang dikelola Dishub. Ada juga pajak hiburan di Bapenda, yang belum maksimal. Capaian jauh dari target, sehingga OPD diminta melakukan upaya percepatan. Berdasarkan data Realiasi OPD penghasil PAD per tanggal 15 Juli 2024 mencapai 51,24 persen atau Rp195 juta lebih dari target Rp380 miliar lebih (BLUD dan non BLUD).

Sedangkan khusus non BLUD terdapat 14 OPD penghasil, dari target Rp181 miliar lebih baru terealisasi Rp73,7 miliar atau 40 persen lebih. Dari 14 OPD penghasil PAD, yang paling rendah realisasinya (di bawah 30 persen) yakni Dinas Pertanian 32 persen lebih, Dinas Perhubungan 20,7 persen, Dinas PUTR 12,9 persen dan Diskominfo 10,8 persen. (her)

Injourney Usulkan Penerbangan Internasional Jelang MotoGP 2024

0
Jelang MotoGP, ITDC melalui Tim Flight Connectivity Lombok berupaya mendorong pembukaan sejumlah rute penerbangan menuju Pulau Lombok.  Hal itu disampaikan Rabu (17/7) kemarin dalam  konferensi pers di Bukit 360 Sirkuit Mandalika. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB)- Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui Tim Flight Connectivity Lombok saat ini tengah berupaya mendorong pembukaan sejumlah rute penerbangan menuju Pulau Lombok. Dengan focus garapan pada rute penerbangan internasional. Sejumlah rute penerbangan internasional pun dibidik.

Salah satu yang potensi yakni mrute Lombok-Perth, Australia. Selain itu ada juga rute Lombok-Bangkok, Thailand, Lombok-India serta Lombok-Tiongkok. “Ada beberapa rute penerbangan yang tengah kita bidik. Tetapi yang menjadi konsen untuk saat ini menghidupkan kembali rute Lombok-Perth, Australia,” terang Stakeholder Relations Advisor ITDC Ngurah Ardhita, kepada wartawan, Rabu 17 JULI kemarin.

Ia mengatakan, rute penerbangan langsung Lombok-Perth, Australia ini dinilai yang paling berpotensi untuk bisa dibuka. Selain karena rute tersebut sebelumnya pernah dibuka sebelum pandemic Covid-19 lalu, jarak tempuhnya terhitung tidak terlalu jauh. Disamping memang Australia termasuk sebagai salah satu Negara sumber wisatawan yang banyak berkunjung ke Indonesia, khususnya Lombok.

Hanya memang untuk bisa merealisasi pembukan rute tersebut bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus dibenahi dan disiapkan. Baik itu yang berkaitan dengan kesiapan pihak maskapai, bandara hingga kesiapan dari pemerintah daerah.

Hal itulah yang saat ini pihaknya tengah upayakan. Dengan coba menjembatani para pihak terkait untuk bisa bertemu. Membahas apa yang menjadi kendala. Untuk kemudian mencari solusi bersama. Sehingga pembukaan rute internasional menuju Pulau Lombok bisa terwujud.

“Tapi pagi kita sudah menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan unsur pemerintah daerah, maskapai, organisasi pelaku wisata, Angkasa Pura (AP) serta dari ITDC untuk membahas rencana pembukaan rute penerbangan internasional menuju Lombok,” jelas Koordinator Tim Flight Connectivity Lombok, ITDC ini.

Hasilnya, pada prinsipnya semua pihak bersepakatan untuk mendukung rencana pembukaan rute penerbangan internasional tersebut. Sehingga arus masuknya wisatawan, utamanya wisatawan mancanegara ke Pulau Lombok bisa semakin meningkat. Karena kendala yang membuat jumlah wisatawan mancanegara belum optimal masuk ke Lombok, salah satunya ketersedian penerbangan langsung internasional yang masih minim.

“Penerbangan internasional yang langsung menuju Lombok sejauh kini baru ada dua. Yakni Singapura serta Kuala Lumpur. Kalau rute penerbangan semakin banyak, maka akan semakin mempermudah akses keluar masuk wisatawan mancanegara ke Lombok,” terangnya.

Ia pun mengaku optimis, dengan potensi besar yang dimiliki Pulau Lombok kedepan akan semakin banyak rute penerbangan internasinal ke daerah ini. Terlebih dengan semakin menggeliatnya kawasan The Mandalika dengan sirkuit internasional Mandalikanya, tentu menjadi nilai lebih. Yang bisa menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke daerah ini.

Tinggal sekarang bagaiaman daya dukung dari stakeholder yang ada. Pemerintah daerah dengan dukungan kebijakannya, para pelaku wisata serta pihak bandara dan pihak terkaitnya dengan dukungannya masing-masing. Sehingga pihak maskapai mau dan tertarik untuk membuka rute penerbangan internasional menuju Lombok.

Disinggung rute penerbangan Lombok-Perth, Australia, pihaknya menargetkan sebelum event MotoGP September mendatang sudah dibuka. Beberapa maskapai juga sudah mengutarakan niat serta ketertarikannya untuk masuk melayani penerbangan dirute tersebut. “Sisa waktu jelang gelaran event MotoGP ini kita akan berupaya maksimal untuk bisa merealisasikan pembukaan rute Lombok-Perth, Australia ini,” ujar mantan General Manager (GM) The Nusa Dua, Bali ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB H.L. Faozal, S.Sos.M.Si., menegaskan kesiapan dukungan dari Pemprov NTB unuk bisa merealisasikan pembukaan sejumlah rute internasinal menuju Lombok. Namun seperti apa dukungan dari Pemprov NTB nantinya, masih akan ada proses pembahasan lebih lanjut. “Bentuk dukungan Pemprov NTB masih akan dibahas lebih lanjut lagi,” tandasnya. (kir)

Kuota Tangkap Benih Lobster NTB Sebanyak Delapan Juta Ekor

0
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Muslim, S.T.,M.Si(ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com)-sebagaimana Permen No. 7 Tahun 2024 tentang pengelolaan lobster, nelayan diperbolehkan melakukan penangkapan dan penjualan lobster benih lobster. Sepanjang memenuhi syarat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Muslim, S.T.,M.Si mengatakan hal tersebut, nelayan yang telah memenuhi persyaratan menangkap atau menjual benih lobster dapat bekerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

“Diperbolehkan lagi proses penangkapan dan pemasaran (lobster, red), tapi syaratnya nelayan harus membentuk KUP dan ada Koperasi, nanti menjalin kerjasama dengan KKP,” ujar Muslim, Rabu 17 Juli 2024.

Kuota penangkapan benih lobster yang diperbolehkan selama tahun 2024 ini sebanyak delapan juta ekor benih lobster. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak tiga juta lebih benih lobster sudah dikeluarkan.

“Delapan juta itu untuk yang boleh ditangkap di NTB, dan kuota tangkapnya dibagi ke nelayan. Nelayan yang bisa mendapatkan bagian benih losbter ini perlu direkomensasikan dulu oleh Kabupaten, kemudian diajukan di provinsi. Untuk mengetahui jumlah benih lobster yang didapatkan oleh nelayan, bisa dilihat dari Surat Keterangan Asal (SKA) nelayan,” tambah Muslim.

Sementara itu, peran daerah dalam pengelolaan benih lobster ini hanya ada dua, yang pertama pembagian kuota dan penetapan kelompok yang boleh menangkap benih lobster. Serta jumlah yang boleh ditangkap.

Kabupaten bertanggung jawab dalam mengeluarkan surat keterangan aset barang. Selanjutnya, proses penjualan masuk ke Badan Layanan Umum (BLU) Kementrian Kelautan yang ada di Situbondo.(era)

Gelar TTG Nusantara XXV Ditutup: Kaltara Juara Umum, NTB Raih Juara I Stan Pameran TTG Terbaik

0
Perwakilan DPMPD dan Dukcapil Provinsi NTB menerima penghargaan Juara I Lomba Stan Gelar TTG Nusantara XXV tahun 2024 pada kegiatan penutupan di Kompleks Islamic Center, Rabu, 17 Juli 2024 malam. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG) ke XXV di Kota Mataram, sejak Senin 15 Juli 2024 hingga Rabu 17 Juli 2024 resmi ditutup Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin, Rabu 17 Juli 2024 malam. Penutupan dilakukan di Kompleks Islamic Center, Kota Mataram dihadiri peserta TTG dari seluruh Indonesia. Hadir mewakili Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dr. Ivanovich Agusta.

Pada kesempatan ini, tuan rumah NTB mendapatkan penghargaan dari Kemendes PDTT sebagai penyelenggara dan diterima Pj Gubernur NTB Hassanudin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Ahmad Nur Aulia, S.STP.

NTB juga mendapatkan penghargaan sebagai juara I Lomba Stan Pameran TTG diterima Sekretaris DPMPD dan Dukcapil Yus Haridian Putra, disusul DKI Jakarta di posisi kedua, Jawa Timur, di posisi ketiga dan Jawa Barat, juara harapan. Dan Provinsi Banten meraih juara favorit stan terbaik.

Sementara Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai juara umum Gelar TTG Nusantara ke XXV di Provinsi NTB, karena dua inovasinya meraih juara, yakni Juara I untuk Posyantek dan Juara II Teknologi Tepat Guna.Unggulan.

Pj Gubernur NTB Hassanudin dalam sambutan penutupannya, mengharapkan Gelar TTG ini, tidak hanya akan membawa manfaat bagi masyarakat di daerah asal masing-masing, namun dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya masing-masing.

‘’Kepada seluruh peserta lomba Gelar Teknologi Tepat Guna se-Indonesia yang telah berhasil tadi menjadi juara tentunya kita semua mengucapkan selamat semoga apa yang telah ditorehkan ini akan bermanfaat besar bagi daerahnya masing-masing. Dan untuk kita semua selamat juga kami haturkan kepada peserta dari Nusa Tenggara Barat yang sangat saya banggakan yang telah berhasil keluar sebagai juara,’’ ujarnya.

Pj Gubernur juga memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapai oleh duta-duta dari NTB dalam ajang ini, sehingga inovasi-inovasi yang telah dihasilkan menunjukkan potensi dan kreativitas dari warga NTB sangat luar biasa. ‘’Dan juga kami Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ke depannya akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi yang dapat dihasilkan oleh para pejuang inovasi apakah itu di Nusa Tenggara Barat ataupun semua yang ada di sini, sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,’’ harapnya.

Diakuinya, keberhasilan acara ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi kolaborasi antara pemerintah antara akademisi, pelaku usaha dan masyarakat dalam mengembangkan dan menerapkan Teknologi Tepat Guna. Untuk itu, kerjasama yang solid ini harus terus ditingkatkan agar dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Mewakili Mendes PDTT, Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ivanovich Agusta, menyampaikan jika Gelar TTG Nusantara ini memberikan kesan baik bagi peserta. Sejumlah kegiatan yang dilakukan, seperti pada pembukaan hingga penampilan siswa-siswa SMA yang menyajikan berbagai macam jenis tarian dan hiburan lainnya. Belum lagi, tata panggung dan kualitas sound system cukup memuaskan bagi penyelenggara dan peserta.

Pihaknya juga memberikan apresiasi pada media dalam memberitakan berbagai macam kegiatan Gelar TTG Nusantara di NTB ini. Di masa mendatang, kerja sama dengan media akan terus ditingkatkan satu sama lain.
Sementara mengenai transaksi hingga Rabu sore yang tercatat Rp805,5 juta. Belum yang termasuk dipesan saat pameran berlangsung. Ini menunjukkan besarnya manfaat pelaksanaan TTG digelar di daerah.

Acara yang terakhir dirangkai dengan serah terima pataka TTG dari Provinsi NTB ke Provinsi Banten yang akan menjadi tuan rumah tahun 2025 mendatang. (ham)

Bulog Promosikan NTB Lewat Turnamen Tenis Selindo

0
Turnamen Bulog Next Tenis Open 2K24(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Perum Bulog Kanwil NTB bakal menggelar turnamen tenis tingkat nasional. Turnamen ini bertajuk Bulog Next Tenis Open 2K24 yang akan bergulir di lapangan Tenis Bulog NTB dan beberapa venue lainnya di Kota Mataram selama tiga hari, 8-11 Agustus 2024.

Ketua Panitia, Sawaludin Susanto menyampaikan ajang ini akan mempertandingkan dua kategori yaitu Kategori beregu dan ganda perorangan.

Kategori beregu mulai dari KU 110, KU 100 dan KU 80 dengan ketentuan 1 tim terdiri dari 6 pemain dan 2 cadangan.

Sementara itu, kategori ganda perorangan akan memainkan KU 110, KU 90 dan Ganda Bebas Berprestasi.

“Bulog Next Tenis Open 2K24 ini sebagai ajang silaturrahmi dan untuk melestarikan olah raga tenis di Indonesia” tambah Anto

Peserta yang sudah konfirmasi kehadiran yaitu dari Sulawesi Selatan, Kalimantan, Jawa Timur, DKI bahkan Papua akan hadir. Kita juga sudah undang Federasi Tenis Timor Leste. Jelas Anto

Beberapa atlet PON juga akan ambil bagian di turnamen.
“Dan turnamen ini sudah kita laporkan ke PELTI pusat dan Bapak Pj Gubernur NTB, Hassanuddin. Insha Allah bapak Pj Gubernur NTB sangat mensuport dan kegiatan ini sekaligus sebagai promosi NTB di luar,” tandasnya.

Panitia menargetkan peserta yang ikut sebanyak 500 petenis.(bul)

Inovasi Ibu Harum: Mengurangi Sampah Rumah Tangga Hingga Pencegahan Peningkatan Stunting

0
Integrate Budidaya Perkotaan Hanya di Rumah pada Pameran GTTN, pada Rabu, 17 Juli 2024 di Mataram.(ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Dalam rangka gelaran Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) yang digelar di Islamic Centre Mataram, Pemerintah Kota Mataram turut memamerkan hasil Inovasi Posyantek Selaparang, Kelurahan Monjok, yaitu Integrate Budidaya Perkotaan Hanya di Rumah atau “Ibu Harum.”

Salah satu Pengurus Posyantek Bidang Kemitraan, Wahyu Susilawati menjelaskan bahwa inovasi Ibu Harum berorientasi pada pemanfaatan lahan sempit, yang identik dengan lahan perkotaan yang sudah tidak tersedia untuk berbudidaya.

Integrasi budidaya perkotaan tersebut memadukan budidaya ikan, unggas, maggot dan tanaman hidroponik yang dipadukan dalam satu alat budidaya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia menambahkan, alat yang dibuat secara berkesinambungan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi sampah dapur yang digunakan sebagai pakan maggot, dan menjadi solusi dalam mengurangi permasalahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Yang mana Maggot tersebut dapat digunakan sebagai pakan ikan lele dan unggas, media tanam, dan pupuk tanaman hidroponik.

Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2018, yang mana awalnya Posyantek mereka hanya membudidayakan ikan dalam ember (Budikdamber), yang kemudian pada tahun 2022 dikembangkan menjadi Ibu Harum.

Ia menyebutkan, kegiatan inovasi ini didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Pemerintah Kecamatan Selaparang, Kelurahan Monjok dan Dinas-dinas terkait lainnya. Dan berharap ada dukungan-dukungan yang lebih luas lagi untuk dapat mengembangkan kegiatan yang sama di tempat lain.

Wahyu Susilawati menyebutkan, hasil budidaya seperti ikan lele dan sayuran hidroponik tersebut didistribusikan kepada kader Posyandu guna membantu menurunkan jumlah stunting di Kecamatan Selaparang, Kel. Monjok.

“Hasilnya ini kita bekerja sama dengan anggota Posyandu. Karena ini kan proteinnya tinggi, bisa kita distribusikan untuk anak anak yang mengalami stunting,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, inovasi Ibu Harum berhasil menjadi juara 1 dalam Gelar Tekonlogi Tepat Guna ke-25 Tingkat Provinsi NTB kategori Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), dan mewakili Provinsi NTB pada TTG tingkat nasional. (ulf)

Jelang MotoGP 2024, Keterisian Hotel di Kawasan Mandalika Sudah 85 Persen

0
Ketua Asosiasi Hotel Mandalika, Samsul Bahri. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Menjelang gelaran MotoGP pada tanggal 27-29 September mendatang, tingkat keterisian hotel di kawasan Mandalika sudah mencapai 85 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mandalika, Samsul Bahri menyampaikan, kondisi pasca pandemi ke endemi sudah normal dan hotel-hotel di kawasan Mandalika sudah berbenah memasuki bulan high season pada Juli dan Agustus, dan dilanjutkan dengan event MotoGP di bulan September mendatang.

Ia mengaku hotel-hotel di Mandalika sangat siap untuk menyambut MotoGP, menurutnya pelaku hotel sudah hafal kondisi dan permintaan tamu pada gelaran balap motor di Sirkuit Mandalika sebelumnya.

“Justru kita jauh lebih siap sekarang karena tidak ada lagi kendala-kendala yang lain. Alhamdulillah 2024 ini sudah mulai mulus,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hotel-hotel di Mandalika sejauh ini menjadi ring satu pemesanan hotel, terlebih lagi para pembalap dan official lebih diprioritaskan untuk menginap di kawasan Mandalika.

“Kita prioritaskan karena mobilitas mereka ke sirkuit ini paling dekat, sehingga mereka harus di dekat sirkuit,” jelasnya.

Menurutnya keterisian hotel tahun ini bisa mencapai 90 hingga 100 persen. Mengingat masih ada beberapa penginapan lain yang belum terisi. Ditambah dengan informasi akan hadirnya Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, akan berdampak pada jumlah hunian hotel-hotel di Mandalika.

Yang mana hal itu tidak hanya berdampak bagi hotel di Mandalika atau Lombok Tengah. Bahkan akan berdampak ke seluruh Lombok bahkan hingga luar Lombok. Karena kebutuhan-kebutuhan kamarnya akan sangat signifikan, terutama pada waktu-waktu menit terakhir jelang event.

“Cuma kalau berbicara bulan september mudah mudahan 75-80 persen secara monthly, itu sudah bagus sekali. Saya yakin untuk main event MotoGPnya dari tanggal 27 sampai 29 September bisa 100 persen target kita untuk bisa terisi,” jelas Samsul. (ulf)