Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 648

Pengembangan Kampung Lobster, Ketapang Raya Hanya sebagai Penonton  

0
Hasil Budidaya Lobster yang ditangkap di perairan Ketapang Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lotim ditunjukkan oleh pekerja sesaat sebelum dikemas, Minggu 28 Juli (ekbisntb.com(ist).

Budidaya lobster di Kampung Lobster Telong Elong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menimbulkan kecemburuan. Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak yang notabenenya juga merupakan kawasan tempat budidaya lobster sejauh ini hanya sebagai penonton.

HAL ini dikemukakan Kepala Desa (Kades) Ketapang Raya, Sayyid Zulkifli menjawab Ekbis NTB di gudang lobsternya, Minggu 28 Juli 2024.

Semenjak pencanangan kampung lobster, Ketapang Raya sebenarnya masuk zona. Akan tetapi, pembudidaya yang ada di desa samping Telong Elong ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pembudidaya di Ketapang Raya saat ini ada 50 Kepala Keluarga (KK). Termasuk di antaranya Kades Ketapang Raya sendiri. “Saya pribadi memiliki 33 lokasi dan saya pekerjakan masyarakat yang melakukan budidaya dan saya gaji mereka,”  terangnya.

Diketahui, kawasan Teluk Jukung yang telah dinobatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini sejatinya masuk wilayah Ketapang Raya. Akan tetapi, meski dalam satu kesatuan zonasi pengembangan selama tidak pernah ada satupun warga Ketapang Raya yang memang asli pembudidaya dapat perhatian dari pemerintah.

“Ketapang Raya sebenarnya masuk kawasan Teluk Jukung juga, namun saat kita tanyakan ke pemerintah kita dianggap sebagai zona tangkap,” paparnya. Pembudidaya dan pengusaha lobster sejak tahun 2010 lalu ini sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurutnya, banyaknya bantuan dari pemerintah ini hanya diberikan kepada orang yang belum pernah melakukan budidaya lobster. Harapannya ke depan, Ketapang Raya juga dilirik oleh pemerintah. “Mudahan saja lewat media ini, KKP dan instalasi terkait bisa melirik kami kami yang berharap bisa dapat bantuan seperti desa lain, karena kita memang satu kesatuan perairan,” imbuhnya.

Diketahui, Desa Maringkik yang juga masuk Kecamatan Keruak juga turut dapat bantuan. Padahal, kalau kualitas hasil budidaya Sayid Zulkifli meyakini hasil miliknya di Desa Ketapang Raya jauh lebih bagus. (rus)

Tingkatkan Daya Saing dan Fasilitasi Pemasaran

0
Moh. Akri (ekbisntb.com)

DPRD NTB meminta agar Pemprov NTB terus memberikan atensi pada budidaya dan usaha mutiara dari perairan NTB. Mutiara dari perairan Lombok dan Sumbawa masuk dalam jenis South Sea Pearl atau mutiara air laut selatan yang umumnya di perairan Australia dan Indonesia. Kualitasnya banyak dipuji oleh buyer dari dalam maupun luar negeri.

Meski pasar mutiara cenderung fluktuatif, secara umum, mutiara dari NTB tetap menjadi incaran para pembeli. Karena budidaya dan usaha mutiara telah banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama mereka yang bergelut di dalamnya, DPRD NTB meminta agar aspek daya saing dan prosedur ekspor agar dipermudah.

Anggota DPRD NTB H. Moh Akri mengatakan, di aspek peningkatan daya saing, pemerintah bisa mengirim perajin untuk mengikuti pameran di luar daerah, bahkan memfasilitasi pameran di luar negeri serta mengadakan pelatihan-pelatihan yang menunjang perbaikan kualitas dan pemasaran.

“Kita ketahui bahwa perairan NTB ini banyak menghasilkan mutiara yang berkualitas tinggi. Jangan sampai kita kalah saing atau redup dengan penghasil mutiara di daerah lain, apalagi mutiara Lombok sudah memiliki sertifikasi indikasi geografis (IG) sebagai bentuk pengakuan dan menjamin keaslian dan keunikan suatu produk,” kata H. Moh Akri kepada Ekbis NTB, kemarin.

Ketua Fraksi PPP DPRD NTB ini mengaku gembira dengan tampilnya mutiara Lombok di Jenewa Swiss di kegiatan pameran Indikasi Geografis (IG) pada awal Juli kemarin. Pameran ini diselenggarakan pada Sidang Majelis Umum ke 65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) di Jenewa. Mutiara Lombok menjadi satu dari lima Indikasi Geografis di sektor kelautan dan perikanan yang diperkenalkan di Swiss. Diharapkan kegiatan ini akan semakin memberi dampak positif terhadap brand mutiara Lombok atau NTB secara umum.

Yang tak kalah penting, kata Akri yaitu bagaimana pemerintah menfasilitasi pemasaran untuk produk-produk mutiara asal NTB. Tanpa adanya fasilitasi yang baik dari pemerintah, maka cukup sulit bagi pelaku usaha atau eksportir melakukan penjualan ke luar negeri.

Dikutip dari sejumlah sumber, mutiara NTB yang masuk dalam jenis mutiara air laut selatan umumnya memiliki bentuk bundar, teardrop, oval, baroque. Memiliki ukuran 9 mm-17mm dengan warna putih dan gold. Mutiara NTB sudah lama dikenal memiliki kualitas yang baik dan digemari oleh pasar luar negeri.(ris)

Mutiara Lombok Mendunia, Permintaan Pasar Global Meningkat

0
Butiran mutiara Lombok. Sekarang ini, harga mutiara Lombok meningkat seiring terbitnya IG dari pemerintah. (ekbisntb.com/ist)

HARGA mutiara Lombok mengalami kenaikan signifikan, lebih dari seratus persen. Kenaikan harga ini terjadi menyusul semakin tingginya permintaan pasar global efek dari mendunianya mutiara Lombok.

Kenaikan harga mutiara ini terjadi dalam dua tahun terakhir. Pengusaha-pengusaha luar negeri bahkan datang langsung mencari mutiara Lombok.

Ketua Asosiasi Mutiara NTB, H. Fauzi mengatakan, semakin terkenalnya nama mutiara Lombok menjadi berkah tersendiri bagi para perajin, begitu juga bagi pembudidaya mutiara.

“Misal, kalau sebelumnya harga mutiara Rp1 juta per gram, sekarang naik menjadi Rp2 juta atau Rp3 juta per gram. Alhamdulillah, ini berkah bagi kita semua,” katanya pada Ekbis NTB pekan kemarin.

Kenaikan harga mutiara ini terjadi karena kenaikan harga mutiara dunia. Apalagi setelah terbitnya Indikasi Geografis (IG) Mutiara Lombok, secara legalitas hukum sudah menjadi pengakuan dunia. Tidak saja legalitas hukum di Indonesia.

“Dampaknya, berbondong-bondong warga China datang ke Lombok langsung nyari mutiara secara langsung. Baik yang ada di toko-toko maupun pengepulnya. Ini sudah dua bulan terakhir berjalan. Ini salah satu dampak dikenalnya mutiara memiliki IG,” katanya.

Umumnya mutiara yang diburu pembeli luar negeri adalah mutiara berkualitas laut selatan berwarna putih.

H. Fauzi menambahkan, jika sebelumnya, kerja sama bisnis dengan buyer luar negeri dilakukan hanya dengan mengirim video produk, ketika deal, pesanan dikirim. Hal ini tidak berlaku lagi. Pembelinya yang langsung datang ke Lombok.

“Yang dicari kualitas yang bagus. sementara ketersediaan stok kita juga terbatas. Karena namanya produksi dilakukan secara alami, lama waktunya untuk menghasilkan mutiara. Tapi permintaan mutiara sih masih bisa dipenuhi dari stok teman – teman,” tambahnya.

Hanya saja, menurutnya banyak tamu-tamu luar negeri, sekaligus pembeli mutiara banyak yang belum seutuhnya memahami prosedur.  Misalnya, ketika datang ke Lombok dengan visa pelancong, sepulangnya membawa mutiara dalam kuantitas lebih banyak, terhambat di proses Keimigrasian.

“Akhirnya banyak yang ditahan oleh Imigrasi. Karena mereka datang melancong dan mutiara yang dibawa lumayan banyak. Tidak sesuai dengan viasanya. Dampaknya juga pesanan yang tadinya sudah deal menjadi dibatalkan. Barangkali ini yang perlu diedukasi dari pemerintah kepada tamu atau kepada pelaku usaha untuk disampaikan prosedur bawa barang ke luar negeri itu seperti apa,” tandasnya. (bul)

Bank NTB Syariah Komit Bantu Pengembangan Olah Raga di NTB

0
Kukuh Rahardjo (ekbisntb.com/ham)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Direktur Utama (Dirut) Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan olah raga di daerah ini. Menjadi sponsor atau pendukung utama dalam pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XXI sejak Januari 2024 hingga sekarang ini merupakan salah satu tanggung jawab Bank NTB Syariah sebagai institusi yang menjadi bagian dari pemerintah daerah NTB untuk bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan atlet, khususnya olahraga di NTB.

‘’Kami bersyukur dari 30 atlet yang kami bina, 2 di antaranya dapat memperkuat NTB di PON yang akan datang. Dan mudah-mudahan akan lebih banyak lagi atlet yang dapat dibina Bank NTB Syariah ke depannya, insyaallah. Kami dari Bank NTB Syariah memiliki komitmen untuk bisa membantu pengembangan olahraga yang ada di Nusa Tenggara Barat,’’ ujarnya saat kegiatan Outbound Atlet Pelatda NTB dan jajaran Pemprov NTB di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat, Minggu 28 Juli 2024.

Pihaknya berharap pada PON Sumatera Utara dan Aceh, kontingen PON NTB dapat menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi daerah. Selain itu, mampu meraih target medali emas sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Termasuk saat menjadi tuan rumah PON tahun 2028 mendatang lebih banyak meraih medali dibandingkan dengan target yang ditentukan pada PON 2024 ini.

Sementara disinggung mengenai jumlah alokasi anggaran yang diberikan, Kukuh Rahardjo enggan berkomentar. Dalam kapasitasnya sebagai bagian dari Pemprov NTB, pihaknya sudah memberikan dukungan anggaran.

Begitu juga dengan apresiasi dari Bank NTB Syariah terhadap atlet yang berhasil mempersembahkan medali, pihaknya siap memberikan apresiasi. Pihaknya berharap atlet PON NTB mampu menjadi yang terbaik saat bertanding di Provinsi Aceh atau Sumatera Utara.

‘’Doa kami mudah-mudahan di PON di Aceh dan Medan dan besok kita dapat memperoleh medali sesuai dengan yang diharapkan. Dan insyaallah dari kami Bank NTB Syariah mudah-mudahan bisa memberikan apresiasi kepada para atlet. Dan ini adalah komitmen kami menjadi bagian dari kami untuk memberikan yang terbaik bagi Nusa Tenggara Barat,’’ ujarnya. (ham)

Disdag NTB Dorong Kembangkan Budidaya Mutiara Khusus Pasar Lokal

0
Baiq Nelly Yuniarti. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Provinsi NTB berencana menyiapkan budidaya khusus mutiara untuk pelaku UMKM lokal. Mutiara menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan daerah NTB, khususnya daerah Sekotong, Lombok Barat.

Sejauh ini, masyarakat belum bisa menikmati secara maksimal potensi mutiara yang dimiliki daerah ini, oleh karena itu, Dinas Perdagangan NTB berkoordinasi dengan Dinas Kelautan Perikanan berupaya untuk menyediakan budidaya khusus untuk market lokal.

“Karena budidaya yang dikelola saat ini kan ekspor semua, kita tentu saja akan ada budidaya-budidaya khusus yang memang marketnya lokal,” ujarnya Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq. Nelly Yuniarti, Jum’at, 26 Juli 2024.

Biasanya, hasil panen Mutiara langsung di ekspor ke pabrik pusat yang ada diluar negeri. Akibatnya, masyarakat tidak dapat menerima manfaat dari hasil laut tersebut. Sehingga pemprov berupaya untuk memberikan ruang kepada masyarakat agar dapat merasakan hasil budidaya Mutiara.

Selain budidaya mutiara, Pemprov NTB juga mulai melakukan budidaya untuk menghasilkan kulit kerang mutiara. Artinya, masyarakat memiliki pilihan lain untuk tambahan aksesoris. Budidaya kulit kerang ini merupakan suatu inovasi. Sehingga tidak ada ampas kerrang yang dibuang, artinya seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan.

“Kita juga sedang mengembangkan di beberapa pelaku usaha adalah kerajinan kulit kerangnya, jadi aksesoris kita sekarang sudah berasal dari kulit kerang kita juga, bukan hanya mutiara. Ini sebagai penambah aksesoris konsumen, juga sebagai bentuk inovasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Nelly menjelaskan bahwa mutiara NTB adalah mutiara dengan kualitas terbaik dunia.

“Untuk Mutiara kita yang asli dari NTB itu mutiara air laut, jadi bukan mutiara air tawar yang murah meriah, memang harganya mahal, kita rutin ekspor, salah satu komoditi yang rutin ekspor adalah mutiara,” jelasnya.

Pun agar memberikan manfaat lebih bagi daerah dan UMKM, Pemprov NTB saat ini gencar sosialisasi pengelolaan mutiara bagi masyarakat lokal, serta menjamin ketersediaan bahan bakunya.

Adapun dalam pengelolaan budidaya mutiara, Pemerintah Provinsi NTB berperan sangat strategis, mulai dari budidayanya, izin ekspor, hingga perizinan pengelolaan bagi masyarakat lokal.

“Banyak (kontribusi pemprov, red), izin dan sebagainya dari daerah. Dinas Perdagangan lebih ke ekspor produk, pengembangan produk serta pembudidayaan ada di Dinas Kelautan,” tutupnya. (era)

Nilai Ekspor Mutiara di Semester Pertama Mencapai 2,82 Juta Dolar AS

0
Mutiara lombok(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Mutiara menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor non tambang NTB. Setiap tahunnya, nilai ekspor mutiara termasuk yang tertinggi ke sejumlah negara tujuan ekspor.

Tingginya nilai ekspor mutiara sesuai dengan kualitas yang dimiliki oleh komoditas laut ini. Mutiara NTB merupakan mutiara air laut yang kualitasnya jauh lebih tinggi dibanding dengan mutiara air tawar. Oleh karenanya, permintaan akan mutiara air laut ini juga tidak sedikit, bahkan mutiara Lombok tak jarang ikut pameran kelas dunia.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan provinsi NTB, nilai ekspor mutiara NTB sampai dengan bulan Juni 2024 mencapai 2,82 juta Dolar Amerika. Diekspor ke delapan negara yaitu China, Thailand, Uni Emirate Arab, Hongkong, Jepang, India, USA, Australia.

Jepang mendapatkan ekspor tertinggi yaitu mencapai USD1,16 juta, dengan volume 22.076. Disusul oleh Australia dengan nilai USD720 ribu, dengan volume ekspor 0.720. Dilanjutkan dengan China dengan volume ekspor 10.780 dengan nilai USD636 ribu.

Kemudian ada Hongkong dengan nilai ekspor USD232 ribu dan volume 0.508. Lanjut ada Thailand dengan volume ekspor 11.554 dengan nilai USD53 ribu. USA dengan nilai ekspor USD12 ribu dengan volume 0.503. India dengan volume 0.003 dan nilai ekspor USD3,726, dan terakhir ada UEA dengan nilai ekspor USD80.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP.,M.Simutiara yang dimiliki oleh daerah sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Namun, masih belum mampu untuk mensejahterakan masyarakat sekitar akibat rata-rata, hasil panen mutiara langsung di ekspor ke luar negeri.

“Tentu sangat potensional, makanya saat ini kita usahakan budidaya mutiara untuk market lokal,” ujarnya Jum’at, 26 Juli 2024.

Sehingga untuk mengembangkan UMK yang ada disekitar budidaya mutiara, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemda setempat untuk melakukan budidaya khusus pasar lokal.

“Bahannya dari kita, tapi kita beli mutiara di luar negeri, kan rugi. Makanya kita akan buat budidaya itu,” tutupnya. (era)

62.270 Anak di NTB Kekurangan Berat Badan, di Lotim Tertinggi

0
Kadis Kesehatan NTB, H. Lalu Hamzi Fikri(ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pada pertengahan semester tahun 2024 ini, sebanyak 62.270 anak di NTB mengalami kekurangan berat badan atau underweight, angka ini setara dengan 14.74 persen, lebih tinggi dibanding angka stunting di NTB yang mencapai 12.70 persen.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTB, Dr. H. Lalu. Hamzi Fikri.,MM.,MARS., tingginya angka kekurangan berat badan pada anak ini menjadi salah satu tantangan daerah. Dimana pada konsidi ini banyak masyarakat belum melek terhadap pentingnya memberikan gizi seimbang terhadap tumbuh kembang anak.

“Di NTB, selain stunting, underweight juga menjadi tantangan, banyak anak NTB mengalami berat badan dibawah rata-rata nasional,” ujarnya.

Berdasarkan surve gizi yang dilakukan melalui e-PPGBM, persebaran jumlah anak dengan berat badan dibawah rata-rata terbanyak dari Kabupaten Lombok Timur mencapai 19.218 anak, dilanjutkan dengan Lombok Barat sebanyak 10.354 anak, lalu ada dari Lombok Tengah 9.697 anak, Lombok Utara 4933 anak, Sumbawa 4.398, Mataram 4379, Bima 4.028, Dompu 200 anak, kota Bima 1.940 anak, dan terendah dari Sumbawa Barat yakni 1328 anak.

Menurut Fikri, tingginya angka anak yang mengalami berat badan dibawah rata-rata ini dapat berakibat pada stunting jika tidak segera ditangani. Karena misi daerah dan nasional adalah menekan stunting, sehingga tingginya angka underweight ini menjadi tantangan pemerintah untuk segera diselesaikan.

“Ini yang punya resiko menjadi stunting, jadi, selain kita menangani yang stunting, kalau kita tidak waspada, ini menjadi stunting,” ujarnya, Jum’at, 26 Juli 2024.

Untuk mengatasi tingginya angka underweight ini, Fikri menghimbau masyarakat, khususnya para ibu untuk memberikan nutrisi yang cukup.

“Terutama protein, baik itu protein nabati, hewani, untuk menunjang tumbuh kembangnya. Selain juga diberikan makan-makanan bergizi yang ada unsur karbohidrat, unsur vitamin, mineral,” jelasnya.

Selain itu, infeksi juga menyumbang tingginya angka underweight di NTB. Oleh karenanya, Fikri meminta agar jangan sampai membiarkan anak sakit atau infeksi.
Faktor lingkungan, kebersihan, pola asuh juga mempengaruhi berat badan anak. Menurutnya, permasalahan underweight ini merupakan permasalahan yang kompleks atau disebabkan oleh banyak faktor.

Sehingga, perlu konsistensi para orang tua juga tentunya fasilitas kesehatan untuk memberikan edukasi terkait pemberian nutrisi seimbang kepada anak.

“Sekaran gada namanya ILP (Integrasi Layanan Primer), memadukan peran antara posyandu, puskesmas pembantu, dan puskesmas, ini menjadi program pusat juga, dan kita di NTB implementasi ILP itu on progress, beberapa kabupaten sudah melakukan deklarasi, ini strategi menemukan lebih awal, mencegah lebih awal, dan melakukan edukasi lebih awal,” tutupnya. (era)

Suka Duka Penambang Rakyat di Sekotong, Sekali Menambang Bisa Hasilkan 48 Kg Emas

0
Salah satu lokasi tambang emas dan alat pengolahan batu emas (gelondongan) di wilayah Sekotong. (ekbisntb.com/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Tambang emas rakyat di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat sudah menjadi usaha tetap yang dilakoni penduduk setempat. Menambang emas dengan cara-cara tradisional ini menjanjikan keuntungan cukup besar. ditengah ancaman risiko yang juga tidak sederhana.

Seorang penambang emas tradisional Sekotong, Z (39 tahun) menyampaikan pahit manis proses menambang emas. Diceritakannya, pada tahun 2014 lalu, ia pernah mendapatkan emas murni sebesar 48 kilo gram dengan modal Rp9 juta.

Salah satu lokasi tambang emas dan alat pengolahan batu emas (gelondongan) di wilayah Sekotong. (ekbisntb.com/ist)

Saat itu, harga emas masih sangat murah, yaitu per gramnya Rp300 ribu. Sehingga total yang diterima dari hasil bagi rata dari pendapatan tersebut sebesar Rp760 juta per orang. Saat itu jumlah anggota kelompoknya 12 orang.
Diawal-awal penambangaan emas rakyat di Sekotong dimulai, sistem pengolahan emasnya masih menggunakan alat manual, dan lebih banyak menggunakan tenaga manusia. Berbanding terbalik dengan saat ini, para penambang lebih banyak memanfaatkan alat-alat modern dengan harga alat yang cukup mahal. Kendati demikian, hingga saat ini, proses pengolahan yang ia lakukan menggunakan gelondongan dan sistem tong.

Ia menjelaskan, dalam perjalanannya sebagai bos penambang, ia pernah mengalami beberapa kali kerugian dengan jumlah yang tidak sedikit. Pada tahun 2019-2020 lalu, kerugiannya mencapai Rp1,2 milyar di tiga lokasi tambang yang berbeda. Saat itu, ia lebih banyak menggunakan tenaga dari luar yaitu dari Pulau Jawa, dibandingkan dengan penambang lokal wilayah setempat.

Menurutnya, selama melakukan aktivitas tambang ia belum pernah mengalami resiko lain selain kerugian modal. ia sempat vakum satu tahun dalam menambang pada 2018 lalu dikarenakan gempa bumi yang pernah mengguncang Pulau Lombok saat itu. Sementara, dimasa pandemi, ja mengakui tidak menghentikan aktivitasnya dalam menambang.

Pada tahun 2023, ia sempat meraup keuntungan sebesar 3 Kg lebih pada dua lokasi yang berbeda. Saat itu anggota kelompoknya berjumlah 27 penambang.

Meski saat ini harga emas mengalami kenaikan, tidak berdampak secara signifikan bagi para penambang dikarenakan harga alat dan bahan pengolahan emas yang cukup tinggi. Meski begitu, untung dan rugi yang ia tempuh tidak membuatnya berhenti menambang.

“Kalau rugi, dulu juga sebelum ada tambang emas, kami di sini pernah hidup jauh lebih susah. Sudah sifatnya orang berusaha ada untung dan ruginya, jadi tidak masalah,” ungkapnya.

Meski banyak penjarahan yang dilakukan para penambang mandiri, bahasa lokalnya “ngeloyong’, ia menyampaikan lokasi lubang emasnya belum pernah dijarah. Biasanya, lokasi tambang yang dijarah adalah mereka yang sulit memberikan akses kepada para pengeloyong, yang akhirnya berujung ricuh. (ulf)

125 Pengusaha Mutiara di Lombok kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

0
Salah satu pengrajin mutiara Sekarbela, Fauzi S.E., (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Mutiara Lombok adalah salah satu komoditas kelautan perikanan NTB yang sudah menembus pasar global, sentra produksi perhiasan mutiara ada di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Sekarbela sudah dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pengrajin dan pengusaha mutiara yang memasarkan beragam produk mutiara, yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara khususnya.

Salah satu pengrajin mutiara Sekarbela, Fauzi S.E., pemilik Toko Emas dan Mutiara Lombok telah menekuni usaha mutiaranya sejak 24 tahun lalu. Dalam membangun usahanya, ia mengakui mendapatkan banyak hambatan yang pernah dialami, antara lain gempa bumi pada 2018 dan Pandemi COVID-19 yang berimbas ke sektor pariwisata dan jumlah kunjungan wisatawan, serta berdampak pada produksi mutiaranya.

“Hambatan utama kita masalah pasar aja. Pasar waktu awal-awal mulai usaha grafiknya nanjak terus. Nah ketemu gempa, covid, stagnan lagi,” ungkapnya.

Saat ini, kerajinan mutiara yang ia produksi sudah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada awal tahun 2023. Ia mengungkapkan, sertifikat IG tersebut tidak didapati oleh semua daerah karena harus memenuhi beberapa ketentuan.

“Kita ada asosiasinya, ada masyarakat perlindungan indikasi geografis yang sudah dibentuk dan itu menjadi acuan untuk kita mengajukan sertifikat seperti itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengajuan sertifikat IG produk mutiaranya ditempuh melalui komunitas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Dalam asosiasi ini terdapat 125 anggota yang mendaftarkan diri dan lolos sertifikat IG. Sehingga para pengusaha dan pengrajin mutiara tersebut dapat menggunakan label IG dalam produknya dan dapat dipertanggung jawabkan, bahwa mutiara yang dipasarkan adalah asli Pulau Lombok.

Untuk mendapatkan sertifikat IG ini menurutnya bukan hal mudah, melainkan banyak hal yang harus diteliti oleh beberapa pihak, baik dari akademisi lokal maupun internasional dalam meninjau mutiara yang dihasilkan di NTB.

“Jadi daerah lain tidak bisa mengklaim karena kita di NTB lebih dulu mendapatkan sertifikat IG,” ujar Fauzi.

Untuk menjaga kualitas mutiara yang diproduksi, baik dari tingkat kemulusan, bentuk, warna dan kilaunya harus melewati proses grading atau klasifikasi kelas-kelas mutiara. Untuk menentukan harga pasar, ia lebih dulu menentukan kualitas mutiara termasuk dalam klasifikasi mana saja. Ia mengakui bahwa, dalam menentukan harga terdapat beberapa perbedaan setiap tahunnya, tergantung kualitas mutiara yang diproduksi.

“Akhir-akhir ini termasuk terbilang mutiara lagi naik, bukan ditentukan karena harga emas. Memang hukum pasar ketika permintaan barang itu banyak, sementara hasil panenya limit maka harga barang juga akan naik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mutiara yang dihasilkan di Indonesia ada dua warna, yaitu dari jenis kerang pinctada maxima yang menghasilkan warna putih dan kuning. Jenis tersebut secara umum dihasilkan di Indonesia, bukan hanya di Lombok.

Kedua jenis mutiara tersebutlah yang mendapatkan sertifikat IG. Sedangkan mutiara air tawar merupakan impor dari Cina, namun diperdagangkan juga di Indonesia khususnya Lombok karena mengikuti selera pasar.

Kemudian terdapat juga jenis mutiara yang lain, seperti mutiara hitam (Tahitian pearl atau black pearl) yang merupakan impor dari luar, yaitu bersumber di Tahiti yang mana pasar globalnya berada di Hongkong dan masuk juga di Lombok, khususnya di Sekarbela.

“Jadi apapun selera pasar atau konsumen kita coba untuk pasarkan,” ungkapnya.

Fauzi menambahkan, tingkat pemasaran mutiara asli Pulau Lombok sudah mencapai tingkat global. Mutiara yang masih berbentuk butiran-butiran utuh mutiara, pasar terbesarnya sudah menembus luar negeri antara lain Cina, India, Jepang dan beberapa negara-negara di Eropa.

Ia mengakui, di Indonesia lebih banyak memasarkan mutiara dalam bentuk perhiasan dan kerajinan, meskipun ada dalam bentuk butiran mutiara, namun skala pasarnya tidak sebesar di luar negeri.

Akhir-akhir ini ia menyadari dampak dari sertifikat IG yang diperoleh adalah jumlah wisatawan mancanegera yang berburu mutiara ke Sekarbela semakin meningkat, contohnya Cina. Ia mengakui sempat memiliki kontak dagang dengan beberapa perusahaan dan warga negara Cina yang datang ke Indonesia khususnya di Pulau Lombok. Satu bulan terakhir, terdapat ratusan wisatawan yang berkunjung dengan membawa keluarganya datang ke sumber produksi mutiara di Sekarbela.

“Disini mereka tidak hanya nyari di toko, tapi ke teman-tema pengepul mutiara yang di rumah-rumah,” kata Fauzi.

Dengan semakin bertambahnya wisatawan yang tertarik dengan produk mutiara, ia berharap pengusaha mutiara menjelaskan kepada wisatawan mengenai apa saja yang harus dilengkapi ketika mereka belanja mutiara.

Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya pencegahan di bagian imigrasi karena wisatawan yang membeli mutiara tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya. Menurutnya, apabila hal tersebut terjadi berulang kali, akan berdampak pada citra pariwisata dan UMKM itu sendiri.

“Kan lumayan besaran PAD yang disumbang ketika ada proses ekspor, dan itu memang tujuan pemerintah. Jangan sampai kita sudah dibina oleh pemerintah, dipromosikan kemana-mana dan meryka datang kesini sekaligus belanja mutiara, ternyata kapok gara-gara dicegah di bagian imigrasi itu,” pungkasnya. (ulf)

BNI Mataram Perkenalkan Aplikasi “Wondr by BNI” di Car Free Day Udayana

0
Event wondr by BNI di Teras Udayana (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Cabang Mataram memperkenalkan kepada publik aplikasi layananan keuangan digitalnya, yaitu wondr by BNI di Teras Udayana, Kota Mataram. Bersamaan dengan momen car free day, Minggu, 28 Juli 2024.

Kegiatan ini secara khusus dihadiri Area Head NTB, Kantor Wilayah 08 BNI, Mustaqiem, didampingi Pemimpin Cabang BNI Mataram Richard Dahlan.

Sebagaimana diketahui, BNI kembali menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan aplikasi perbankan wondr by BNI yang diperkenalkan ke publik 5 Juli 2024, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78.

Aplikasi wondr by BNI kini sudah bisa diunduh melalui AppStore dan PlayStore. Masyarakat bisa langsung registrasi dengan mengikuti petunjuk yang tersedia. BNI juga memberikan berbagai promo menarik transaksi menggunakan aplikasi wondr.

Rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan Wondr telah dilakukan melalui beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan kantor pusat dan cabang, termasuk rangkainnya yang dilaksanakan di Mataram, Lombok.

Untuk menarik minat masyarakat, BNI menghadirkan berbagai aktivitas menarik, seperti fun walk, zumba, musical performance, promo makanan dan minuman mulai dari Rp78,- sampai dengan Rp. 7.800,- serta hadiah menarik bagi masyarakat yang telah mengaktivasi dan bertransaksi dengan wondr by BNI di Layanan O-Branch BNI dan booth BNI selama acara berlangsung.

Promo menarik lainnya juga tersedia hingga 4 Agustus 2024 dari macam-macam merchant pilihan favorit nasabah yang merupakan personalisasi berdasarkan kebiasaan dan profiling masing-masing nasabah dengan transaksi pembayaran menggunakan Qris wondr by BNI di berbagai merchant, seperti XXI , Pepper Lunch, Omah Colek, Richeese Factory dan masih banyak lagi.

Pada kesempatan ini, Mustaqiem menyampaikan harapan kepada masayarakat untuk mulai menggunakan Wondr karena fitur-fitur wondr dapat membantu masyarakat luas agar semakin bijak dalam mengelola keuangan baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun investasi jangka panjang.

aplikasi wondr by BNI dilengkapi 3 Dimensi Keuangan yang unik, antara lain Transaksi, Insight, dan Growth. Ketiga fitur ini mencerminkan konsep masa kini, masa lalu, dan masa depan untuk membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih terencana sesuai kebutuhan finansial masing-masing.
3 Fitur Unggulan wondr by BNI.

Fitur pertama dalam wondr by BNI ialah fitur Transaksi. Fitur yang mendukung kebutuhan keuangan real-time transfer nasabah ini melayani transfer domestik, pembayaran tagihan, dan pengaturan jadwal yang dapat dilakukan hanya dalam tiga langkah sederhana. Dengan begitu, fitur ini dapat memudahkan nasabah dalam pengelolaan transaksi harian.

Kedua, fitur Insight yang dapat membantu nasabah memantau sekaligus menganalisis keuangan melalui tampilan rekap keuangan yang lengkap setiap harinya. Dimensi ini memungkinkan masyarakat melakukan pengelolaan keuangan yang lebih optimal berdasarkan data historis, serta membantu memahami kondisi keuangan dan cara pengelolaan yang tepat.

Terakhir, fitur Growth akan berfokus pada perencanaan masa depan dengan menyediakan berbagai pilihan produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, seperti investasi dan tabungan. Fitur ini akan memberikan nasabah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara finansial sesuai kebutuhan mereka.

Dengan hadirnya ketiga fitur ini, wondr by BNI diharapkan mampu mempermudah pengelolaan keuangan yang komprehensif bagi nasabah, serta menjadi banking app baru yang relevan untuk memenuhi kebutuhan finansial setiap nasabah.

wondr by BNI dirancang dengan tujuan agar nasabah merasa dimengerti seperti memiliki teman finansial yang proaktif, mengerti keinginan, dan segala kebutuhan dari A sampai Z, dan dapat diwujudkan cukup di satu aplikasi.(bul)