Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 646

Tuntaskan RTLH,Loteng Butuh Rp 500 Miliar Lebih

0
Supriaddin (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat masih cukup banyak, mencapai lebih dari 26 ribu unit, sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk menuntaskannya. Di satu sisi kemampuan anggaran daerah masih sangat terbatas untuk bisa menyelesaikan persoalan RTLH tersebut.

“Jika dihitung-hitung paling tidak kita butuh anggaran lebih dari Rp 500 miliar untuk menuntaskan RTLH di daerah ini,” ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Loteng M. Supriaddin, kepada wartawan, Senin 29 juni 2024.

Jumlah ini, ujarnya, setara dua kali anggaran untuk membangun kantor Bupati Loteng dengan asumsi satu unit RTLH mendapat anggaran penanganan sebesar Rp 20 juta. Sesuai dengan alokasi anggaran penanganan RTLH yang selama ini dilakukan oleh Pemkab Loteng.

Artinya, menuntaskan persoalan RTLH tidak mudah. Butuh dukungan anggaran yang tidak sedikit dan waktu juga, butuh lama. Mengingat jumlah RTLH yang harus ditangani begitu banyak.

Bila ada dorongan dari DPRD Loteng supaya ada upaya percepatan penanganan RTLH, pihaknya sangat mendukung hal tersebut. Tetapi kembali, itu semua tergantung kemampuan dan kondisi anggaran daerah didukung dengan kebijakan dari pemerintah daerah.

Mengingat, selama ini persoalan RTLH memang belum begitu prioritas. Hal itu bisa dilihat dari minimnya alokasi anggaran untuk penanganan RTLH. Di mana rata-rata per tahunnya hanya sekitar 40 unit RTLH yang ditangani dari anggaran daerah. Jadi kalau mau menuntaskan persoalan RTLH dengan kondisi yang ada sekarang, jelas butuh waktu lama.

Pun demikian, pihaknya tidak berpangku tangan hanya menunggu dukungan anggaran daerah saja. Upaya mencari dukungan anggaran ke pemerintah provinsi maupun pusat juga terus dilakukan, karena baik pemerintah provinsi ataupun pusat, juga memiliki alokasi anggaran untuk program RTLH.

“Kalau anggaran di provinsi dan pusat itu cukup besar untuk program RLTH. Programnya juga cukup beragam. Ini coba yang terus kita kejar,” terangnya. (kir)

BMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang

0
Banjir (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta semua pihak sebagian besar daerah di Indonesia mewaspadai potensi hujan deras disertai angin kencang pada Selasa ini.

Prakirawan BMKG Ida Pramuwardani dalam laporan yang dipantau di Jakarta, Selasa, menjabarkan bahwa waspada potensi hujan lebat diprakirakan terjadi pada wilayah Riau (Rokan Hilir), Kalimantan Utara (Malinau), Sulawesi Selatan (Bone, Bulukumba dan Sinjai), Sulawesi Tengah (Parigi Moutong), Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan).

Kemudian, Aceh (Aceh Tamiang, Aceh Tengara, Aceh Utara, Nagan Raya, Langsa, dan Kota Subulussalam), Sumatera Utara (Deli Serdang, Humbang Hasudutan, karo, Labuhanbatu, Langkat, Mandailing Natal, Simalungun hingga Tapanuli Tengah).

Dan selanjutnya, Kalimantan Tengah (Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Katingan), Papua (Asmat, Boven Digoel, Deiyai, Intan Jawa, Keerom, Lanny jawa, Yalimo, Waropen, dan Tolikara).

Peringatan dini dampak angin kencang dan petir juga berpotensi menyasar untuk Kota Pontianak dengan suhu 26-28 derajat Celcius.

Hujan ringan diprakirakan melanda Kota Pekanbaru, Padang, Medan, Denpasar, Mataram, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar, Kendari, Palu, Ambon, Nabire, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya 9-17 Celcius.

Untuk prediksi cuaca berawan tebal akan terjadi di Kota Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, Lampung, Tanjung Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Kupang, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Gorontalo, Merauke, Ternate, Surabaya dengan suhu 23-33 Celcius.

Sementara itu untuk wilayah DKI Jakarta sebagian besar cerah berawan pada pagi hingga dini hari, dengan kelembaban 74-86 persen, dan bersuhu 24-32 derajat Celcius.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan saat ini beberapa wilayah Indonesia akan mulai kembali menghadapi fenomena iklim La Nina yang diprakirakan berlangsung pada Agustus 2024.

Fenomena La Nina mengartikan banyaknya uap air yang masuk ke wilayah Indonesia. Sehingga mengakibatkan banyaknya pertumbuhan awan-awan hujan yang akhirnya dapat meningkatkan potensi terjadi hujan.
Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan tim BMKG dapat menimbulkan potensi hujan berintensitas sedang-lebat, disertai kilat/petir angin kencang.

BMKG menilai kondisi demikian bisa berpotensi menimbulkan dampak cuaca ekstrem kebencanaan hidro-meteorologi yang meliputi banjir, banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor dan seterusnya. Melihat dari pola angin yang ada saat ini potensi tersebut kemungkinan besar terjadi untuk wilayah Indonesia bagian tengah ke timur.

​​Hasil analisa perkembangan kondisi cuaca dan iklim juga akan selalu diinformasikan kepada masyarakat melalui aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (ant)

Langganan Dilanda Kekeringan, Warga Penanggak Patungan Beli BBM Angkut Air Bersih

0
Warga mengambil air bersih  di sumur yang dibangun di Kantor Camat Batulayar, warga swadaya membeli BBM. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB)– Warga Dusun Penanggak Desa Persiapan Penanggak Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar)  dilanda kekeringan hampir tiap tahun. Seperti tahun ini, hampir tiga bulan warga Dusun Penanggak Lauq kesulitan air bersih. Dampak kondisi kemarau yang membuat kekeringan daerah perbukitan tersebut.

Warga pun terpaksa turun naik bukit menuju kantor camat mengambil air bersih. Mereka swadaya patungan membayar bahan bakar minyak (BBM) mobil pengangkut untuk mengangkat air tersebut.“Tiga kali sehari (turun naik ambil air) untuk masyarakat,” terang salah seorang warga Penanggak, Mirzan saat mengambil air di Kantor Camat Batulayar, Senin 29 juli 2024.

Diakuinya sejumlah dusun di Desa Persiapan Penanggak terdampak kekeringan. Salah satunya di Dusun Penanggak Lauq. Terdapat sekitar 200 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Air bersih yang diambil di kantor camat Batulayar dipergunakan untuk  konsumsi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.“Paling digunakan hanya tiga sampai empat hari,” bebernya.

Syukurnya, mobil bak terbuka yang digunakan mengangkut tandon dan cirigen air, milik warga setempat. Warga hanya urunan untuk mengisi bahan bakarnya. “Sama-sama lima ribu warga patungan membeli bensin (BBM),” bebernya.Pemerintah kecamatan sudah menyediakan sumber air yang bisa diambil warga secara gratis. Selain warga Dusun Penanggak, dusun lain di Kecamatan Batulayar mengalami kondisi yang sama juga mengambil air bersih di Kantor Camat.

Mobil bak terbuka milik warga silih berganti turun mengambil air untuk membantu warga terdampak kekeringan. Sayangnya, kerbatasan kapasitan pengangkutan mobil itu membuat air yang dibawa juga terbatas. Sehingga tidak bisa mengkafer seluruh kebutuhan warga setempat. “Jadi siapa yang cepat datang dia yang dapat duluan (air besih),” bebernya.

Diakuinya sempat akan dibuat sumur bor di kawasan itu. Namun sulitnya menjangkau kedalaman mata air membuat realisasi sumur itu belum bisa terlaksana. Pihaknya juga sudah melaporkan kesulitan air bersih itu kepada BPBD.“Sudah, tapi kita diminta bersurat dulu untuk bantuan air bersih,” pungkasnya. (her).

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Lotim Meningkat Signifikan

0
Wisatawan mancanegara antre menunggu di loket untuk masuk ke atraksi wisata monkey forest di Desa Tetebatu, saat berkunjung ke destinasi wisata di desa itu, Senin 29juli 2024. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB)- Arus kunjungan wisatawan mancanegara ke beberapa destinasi wisata unggulan di kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada musim panas tahun ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Daerah Lotim bagian selatan dengan destinasi utama wisata bahari menjadi salah satu pilihan wisatawan mancanegara.

Lonjakan ini terpantau dari data booking okupansi di semua Hotel, Villa, Bungalow dan Homestay yang tersebar di desa – desa wisata khususnya akomodasi yang berada di kawasan wisata lingkar selatan Rinjani seperti Tetebatu Selatan, Tetebatu Induk, Kembang Kuning, Jeruk Manis, Banok, Loyok, Lendang Belo dan Treng Wilis, Prian.

‘’Berdasarkan data yang kami himpun dari beberapa akomodasi favorite yang ada di Tetebatu, Tetebatu Selatan dan Kembang Kuning pada musim liburan high season tahun ini mayoritas wisatawan asing didominasi oleh wisatawan asal benua Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Belgia dan sebagian berasal dari negara-negara balkan atau Skandinavia,’’ kata Humas Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim, Kusuma Adnan, Senin (29/7).

Dikatakan, ditemukan cukup banyak  tamu-tamu asal Amerika dan sebagiannya datang dari Asia , Australia dan Afrika. Sampai dengan hari ini sejak tanggal 1 Juli sampai dengan 29 Juli 2024 angka kunjungan yang kami pantau dari dua loket masuk ke objek wisata air terjun Sarang Walet (pintu masuk Tetebatu dan Kembang Kuning) tercatat total angka kunjungan menjelang akhir bulan ini sudah tembus di angka 2.500-an,’’ Kusuma Adnan yang akrab disapa Uncle Kus itu.

Uncle Kus memastikan, memasuki bulan Agustus ini angka kunjungan akan terus meningkat jika dilihat dari data okupansi yang sudah masuk secara online booking di setiap akomodasi yang tersedia. ‘’Jika dilihat dari jumlah kamar yang tersedia di tiga desa wisata antara lain Tetebatu, Tetebatu Selatan, Kembang Kuning dan Jeruk Manis ada lebih dari 400 sampai 500 tamu yang menginap setiap harinya,’’ ujarya.

Dari angka ini estimasi jumlah uang yang berputar di tiga desa wisata ini menembus angka Rp400 juta – Rp500 juta/hari . Angka ini dihitung bila rata – rata satu orang tamu menghabiskan minimal Rp1 juta per hari untuk bayar kamar penginapan, makan dan minum serta biaya lain untuk sewa jasa pemandu wisata atau membeli paket paket wisata.

Di tempat yang berbeda estimasi uang masuk dari tiga loket pintu masuk ke objek wisata Air Terjun Sarang Walet dan Air Terjun Durian Indah masing-masing di angka Rp10 juta/bulannya. ‘’Tentunya ini jumlah yang membanggakan dan sangat positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan dari sektor pariwisata,’’ kata Uncle Kus.

BPPD Lotim memncatat bahwa angka kunjungan ke objek-objek wisata yang ada di Tetebatu masih didominasi oleh wisatawan mancanegara dan Asia, dan sebagian berasal dari wisatawan domestik. Semangat tinggi bagi para pengelola destinasi wisata bahari dan pegunungan tersebut, demikian Uncle, perlu diapresiasi pemerintah daerah. Setidaknya, ruas jalan destinasi wisata, seperti halnya kawasan wisata di Lotim bagian selatan, perlu lebih diperhatikan pemerintah. (038)

Pemasangan Patok Kawasan Lagoonbay di Meninting Bukan Pengusiran Nelayan

0
Pemasangan patok batas wilayah kasawan Lagoonbay Residence Villa and Plaza di Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Senin , 29 Juli 2024  berlangsung dengan kondusif. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Penarikan dan pematokan batas lahan milik perusahaan pengembang Lagoonbay Residence Villa and Plaza di Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Senin , 29 Juli 2024  berlangsung kondusif. Humas Lagoonbay Residence Villa and Plaza, Lalu Marzuan mengatakan, penarikan dan pematokan lahan ini bertujuan memastikan batas antar lahan milik perusahaan dengan roi (Resapan) pantai.

Diakui, proses penarikan lahan milik perusahaan sempat alot. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran nelayan terkait lokasi bersandarnya sampan serta pembangunan gudang tempat penyimpanan mesinnya. Setelah bermusyawarah, para nelayan Montong Buwuh Meninting akhirnya mendukung aktivitas Lagoonbay untuk menarik batas-batas lahannya.

“Jadi permintaan masyarakat, Lagoonbay tidak memasangkan seluruh tapal batas lahan dengan beton (Gumbleng, red), kami penuhi. Jadi kami hanya memasang Gumblengnya di empat titik dan posisinya rata dengan permukaan tanah,” ujarnya. Diakuinya, batas-batas lahan Lagoonbay disesuaikan dengan sertifikat tahun 1976, yang kala itu atas nama Paulus. Lahan tersebut kemudian dibeli oleh Supardi yang saat ini selaku pengembang hunian Lagoonbay.

Sertifikat itupun kemudian dipecah untuk kepentingan usaha perumahan komersil tersebut. “Sertifikat ini ada dua, letaknya di depan jalan sama yang di depan pantai. Kemudian sertifikat dipecah untuk kepentingan bisnis perumahan,” terangnya. Lalu Marzuan menegaskan, perusahaan tidak akan mengusir para nelayan. Hanya saja karena tengah membangun, Lagoonbay hanya ingin kembali menata kawasan di pinggir pantai, agar ada nilai estetika bagi para calon investor dan pembeli (Buyer).

Begitu juga dengan musala masyarakat, pihaknya juga berkomitmen untuk melaksanakan renovasi agar bangunan musalah lebih lebar dan rapi. “Tidak ada pengusiran nelayan. Kami hanya Ingin mengukur batas lahan milik perusahaan,” tegasnya. Soal musyawarah bersama para nelayan, Kepala Desa Meninting, Mahnan Hariyanto menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi poin penting. Salah satunya tentang tempat bersandarnya sampan nelayan. Sebab, saat ini tengah memasuki cuaca buruk.

“Untuk sementara ini, mana batas lahan yang tidak tercatat di sertifikat milik perusahaan, itu merupakan hak publik. Jadi nelayan silahkan menyandarkan sampan di pinggir pantai,” ujarnya. Pihaknya juga bersedia untuk membangun satu unit gudang tambahan, jika gudang yang telah dibangun perusahaan tidak cukup untuk menampung mesin sampan milik nelayan. “Silahkan para nelayan nanti cari lokasinya, nanti kami akan anggarkan dari dana desa,” tandasnya. (bul)

Target Pajak Hotel dan Restoran Naik Masing-masing Rp1 Miliar

0
Ahmad Amrin.(Suara NTB/ant)

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, menaikkan target pajak hotel dan restoran masing-masing Rp1 miliar melalui APBD perubahan 2024.

“Sekarang, target pajak hotel menjadi Rp30 miliar dari Rp29 miliar dan pajak restoran dari Rp40 miliar naik jadi Rp41 miliar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Achmad Amrin di Mataram, Senin.

Dikatakannya, target pajak hotel dan restoran dinaikkan karena melihat realisasi yang sudah di atas 50 persen pada semester pertama   2024.

“Selain itu kita juga melihat potensi enam bulan ke depan,” katanya.

Menurutnya, realisasi pajak hotel pada semester pertama mencapai 59,47 persen atau Rp17,2 miliar lebih dari target Rp29 miliar, sedangkan pajak restoran 63,57 persen atau Rp25,4 miliar lebih dari target Rp40 miliar.

Dengan melihat realisasi yang signifikan itulah, katanya, BKD melakukan evaluasi untuk menaikkan target pajak masing-masing Rp1 miliar baik untuk hotel maupun restoran.

“Harapan kita sampai akhir tahun ini, target tersebut bisa tercapai,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, BKD secara aktif melakukan pengawasan dengan standar program kerja yang ditetapkan sehingga potensi-potensi pajak tersebut dapat dihitung secara maksimal.

“Hasil pengawasan yang dilakukan itulah, kita tantang tim pengawas untuk menaikkan target pajak masing-masing sebesar Rp1 miliar,” katanya.

Dengan demikian, tambahnya, secara umum total kenaikan target pajak daerah secara menyeluruh pada APBD perubahan 2024 sebesar Rp10 miliar dari target pajak daerah Rp185,1 miliar lebih pada APBD murni 2024.

Selain kenaikan pajak hotel dan restoran, sambungnya, kenaikan pajak  masing-masing sebesar Rp1 miliar juga dilakukan pada jenis pajak lainnya.

Jenis pajak daerah yang dimaksudkan yaitu pajak hiburan, parkir, air bawah tanah, bea perolehan hak atas tanah (BPHTB), reklame, dan pajak penerang jalan.

“Kecuali PBB dalam APBD perubahan target kami turunkan dari Rp30 juta menjadi Rp29 juta, karena ada potensi pajak yang direlaksasi atas kebijakan kepala daerah,” katanya. (ant)

Stok Melimpah Saat Harga Rendah, Tomat Perlu Diolah

0
Tomat di pasar Mandalika(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Stok melimpah, harga tomat di pasar anjlok. Sebelumnya, harga tomat di pasaran berada di angka Rp5.000 perkilonya. Nnamun, dua sejak dua minggu terakhir, harga tomat terus menurunhingga Rp1.000 perkilo.

Rendahnya harga tomat ini dinilai merugikan petani juga pedagang. Pasalnya, petani mengalami kerugian karena nilai jual tomat tidak sebanding dengan pengelolaannya. Begitupun dengan pedagang yang merugi akibat limpahan stok tomat dari petani yang dijual dengan harga lebih murah dibanding dengab harga beli dari petani.

Pedagang sekaligus petani tomat di pasar Mandalika, Inak Alpan mengaku bahwa dirinya tidak bisa menolak tomat dari petani Sembalun yang membawa hasil panen tomat kerumahnya. Sehingga, ia terpaksa membeli tomat dari petani Sembalun tersebut dengan harga Rp2.000/Kg. Namun, karena stok tomat cukup banyak, serta daya beli masyarakat akan tomat menurun, alhasil ia merugi dan terpaksa menjual tomatnya dengan harga Rp1.000/Kg.

“Kita beli Rp2.000 perkilo, dijual Rp1.000 perkilo. Yang penting ada yang beli. Rugi, tidak ada yang beli,” ujarnya, Senin, 29 Juli 2024.

Selain rugi karena tomat yang tidak ada harganya, pedagang juga rugi karena banyaknya tomat yang busuk akibat disimpan terlalu lama.

Oleh karenanya, ia meminta kepada pemerintah agar bisa membantu pedagang dan petani tomat untuk membuat olahan tomat, entah dengan membuat saos dan semacamnya. Supaya tomat petani ini bisa terserap dan harga di masyarakat kembali normal.

“Pabrikan kita, buat saos atau segala macam. Jangan dibuang aja, biaya petani juga besar,” lanjutnya.

Menurutnya, harga tomat di seluruh pasar yang ada di Lombok ini sama saja, karena petani beramai-ramai panen tomat. Sehingga antara stok tomat dan kebutuhan pasar tidak seimbang.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP.,M.Si, ia mengatakan petani beramai-ramai menanam tomat pun dengan panennya. Sehingga harga di pasar anjlok karena stok menumpuk, namun daya beli masyarakat kurang.

“Petani kita panennya bersamaan. Saat ini kebutuhan masyarakat terhadap tomat kan engga tinggi,” ujarnya.

Saat ditanya adakah langkah untuk membantu petani dan pedagang tomat, Nelly mengatakan pihaknya hanya berdagang. Sehingga diminta untuk menanyakan nasib tomat ini kepada Dinas Industri.

“Masalahnya sekarang kembali ke konsep industrialisasinya harusnya, apa konsep industrialisasi dengan tomat ini,” lanjutnya.

Menurut mantan Kadis Kominfo ini, pihaknya tidak bisa ikut campur mengenai tomat ini, karena memang saat ini kebutuhan tomat tidak tinggi. Sehingga untuk membantu petani dan pedagang tomat, peran industrialisasi lah yang dibutuhkan oleh petani dan pedagang tomat tersebut. (era)

Semester I 2024, BPJS Ketenegakerjaan NTB Cairkan Klaim Rp103,7 Miliar

0
Kantor BPJS Ketenagakerjaan NTB. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pada enam bulan pertama tahun 2024 (semester I), BPJS Ketenagakerjaan NTB menyalurkan klaim cukup besar Rp103,7 miliar lebih. Klaim yang cair sebesar ini diharapkan dapat dikelola dengan baik untuk mendukung peningkatan ekonomi dan mencegah kemiskinan.

Secara rinci, hingga per 30 Juni 2024, BPJS Ketenagakerjaan NTB mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp77.857.146.340 kepada 3.929 orang. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 7.347.467.370 kepada 494 orang.
Jaminan Kematian (JKM) Rp16.711.000.000 kepada 417 ahli waris. Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Rp28.124.930 kepada 41 orang. dan Jaminan Pensiun (JP) Rp1.770.841.930 kepada 1.738 orang.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTB, Boby Foriawan klaim sebesar ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk modal usaha.

“Kemari nada yang dapat hampir Rp1 miliar satu orang. Besaran JHT disesuaikan dengan masa kerja dan jabatan, serta lamanya terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Mestinya pemerintah menurut Boby tak terlalu pusing memberantas kemiskinan, dengan besarnya klaim yang dicairkan BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun.

“Makanyaklaim-klaim ini harusnya dipakai untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif. Bukan digunakan untuk membeli kebutuhan, tapi dipakai untuk membeli keinginannya,” tambahnya.

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang dirancang untuk memberikan perlindungan kepada pekerja saat mengalami risiko seperti kecelakaan kerja, kematian, hari tua, atau cacat. Dengan kata lain, BPJS Ketenagakerjaan adalah “payung” bagi pekerja saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Mengapa penting menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan? Diantaranya menjadi Jaminan Keuangan Saat Terjadi Risiko seperti jika mengalami kecelakaan kerja, peserta akan mendapatkan santunan berupa biaya pengobatan sampai tak terhingga, hingga santunan cacat tetap.

Jika terjadi kematian karena kecelakaan kerja, ahli waris akan mendapatkan santunan kematian Rp42 juta yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Dana JHT dapat digunakan sebagai modal usaha, biaya pendidikan anak, atau persiapan pensiun. Bagi yang mengalami cacat total tetap, akan mendapatkan santunan berkala setiap bulan.

Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, peserta dan keluarga akan merasa lebih tenang karena sudah memiliki perlindungan finansial saat menghadapi risiko yang tidak terduga.

Sementara bagi perusahaan, mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah kewajiban hukum yang diatur dalam undang-undang.
“Untuk dua program, iurannya kecil sekali, Rp16.800 perbulan. Tapi tanggungannya sangat besar jika terjadi risiko, kecelakaan, bahkan kematian. Karena ini menjadi bentuk tanggung jawab negara hadir kepada rakyat,” demikian Boby.(bul)

Bahlil Janjikan Muhamadiyah Lahan Tambang Terbaik Selain KPC

0
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dirinya akan memberikan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) kepada organisasi keagamaan Muhammadiyah berupa lokasi terbaik, selain bekas Kaltim Prima Coal (KPC) yang sebelumnya diberikan ke Nahdlatul Ulama (NU).

“Jadi terkait dengan yang Muhammadiyah, insyaAllah kita akan memberikan dari eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang paling bagus di luar daripada KPC,” kata Bahlil di Jakarta, Senin.

Bahlil mengatakan, untuk detail lokasi pertambangan yang hendak diberikan kepada Muhammadiyah, dirinya akan melapor terlebih dahulu kepada Presiden Joko Widodo untuk mendapat persetujuan.

“Nanti saya laporkan ke Presiden,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan sudah berkomunikasi dengan Ketua Tim Pengelola tambang Muhammadiyah Muhadjir Effendy, dan meyakini ormas tersebut bisa mengelola IUPK yang diberikan secara baik.

Bahlil menyampaikan, pemberian izin tambang kepada organisasi keagamaan juga bisa menjadi contoh bagi para investor, karena apabila kebijakan tersebut sukses mendorong pemajuan, maka bisa dijadikan sebagai tolak ukur dalam tata kelola tambang oleh pihak swasta.

“Justru kehadiran organisasi keagamaan ini untuk memberikan contoh kepada investor lain kelola tambang yang baik dong lingkungannya, dijaga,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah mengumumkan menerima IUP yang ditawarkan oleh pemerintah setelah mencermati masukan, kajian, serta beberapa kali pembahasan pada rapat pleno PP Muhammadiyah pada 13 Juli 2024.

Keputusan tersebut disebutkan berdasar pada kajian dan masukan yang komprehensif dari para ahli pertambangan, ahli hukum, majelis/lembaga di lingkungan PP Muhammadiyah, pengelola/pengusaha tambang, ahli lingkungan hidup, perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait lainnya.

Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu juga berkomitmen untuk mewujudkan usaha tambang yang berpihak pada kesejahteraan sosial dan lingkungan. (ant)

Kredit Tanpa Bunga “Harum Berseri” BPR NTB Disambut Antusias Pengurus Tempat Ibadah

0
Direktur utama BPR NTB, Sudharmana mendapingi peluncurkan kredit tanpa bunga Harum Berseri oleh Pemkot Mataram, Jumat 26 Juli 2024(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Para pengurus tempat ibadah lintas agama menyambut antusias diluncurkannya kredit tanpa bunga pada program Harum Berseri di Kota Mataram.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Mataram telah meluncurkan program Harum Berseri, yaitu penyaluran kredit tanpa bunga kepada para pengurus tempat ibadah. Program yang diinisiasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB tak jauh beda dengan program Mawar Emas, atau melawan rentenir berbasis masjid yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir di NTB.

Harum Berseri di Kota Mataram pada tahap awal ini melibatkan dua bank, salah satunya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB.

Setelah secara resmi diluncurkan oleh Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana pada Jumat, 26 Juli 2024, terdapat dua kelompok pengurus tempat ibadah yang sudah mengajukan kredit tanpa bunga ini. satu kelompok terdiri dari 20 orang anggota. Atau total 40 orang yang sudah mengajukan.

Direktur Utama BPR NTB, Sudharmana bersama salah satu Direktur Kepatuhan, Zulkifli Hamdani menyebut, pada tahap awal ini, BPR NTB melalui dana Corporate Sosial Responsibility (CSR)nya menyiapkan Rp100 juta yang akan disalurkan kepada pengurus tempat ibadah melalui Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang menjadi mitra kerjasamanya.

“Ada dua cara untuk mendapatkan kredit ini. pertama bisa melalui MES, kedua bisa langsung ke BPR NTB,” katanya.

Sudharmana mengatakan, satu pengajuan diberikan plafond kredit senilai Rp1 juta. Dikembalikan setiap bulan selama sepuluh bulan tanpa bunga.

“Cukup hanya mengembalikan pokok kreditnya saja. Tidak ada bunga,” katanya.

Pengajuan kredit bisa dilakukan oleh pengurus masjid, pengurus gereja, dan pengurus pura. Modal awal Rp1 juta ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk melakukan kegiatan ekonomi. Sangat diharapkan, tidak digunakan hanya untuk kebutuhan konumsi.

Sementara itu, Zulkifli Hamdani menambahkan, kredit tanpa bunga Harum Berseri ini untuk tahap awal diberikan senilai Rp1 juta. Jika dalam perjalanan pengembaliannya tidak terjadi wan prestasi, pengajuan selanjutnya ditambah menjadi Rp2 juta.

“Bagi yang membutuhkan dana besar, bisa langsung ke bank. Kalau lancar, cukup menjadi modal menjadi bankable. Tidak diragukan lagi sama bank untuk mendapatkan kredit. Kredit tanpa bunga ini bisa menjadi catatan baik bagi nasabah untuk mendapatkan kredit yang lebih besar, dengan catatan kalau lancar,” katanya.

Untuk saat ini, BPR NTB fokus menyalurkan kredit Harum Berseri di Kota Mataram. Menyusul kabupaten kota lainnya dengan nama program yang berbeda.

“Ini juga menjadi bagian supaya masyarakat tidak memilih mendapatkan dana dari rentenir,” demikian Dani.(bul)