Friday, April 17, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 62

Alokasikan BTT Bencana Rp30 Miliar, Bupati Dorong Pemprov dan Pusat Tangani Lahan Kritis

0
Alokasikan BTT Bencana Rp30 Miliar, Bupati Dorong Pemprov dan Pusat Tangani Lahan Kritis
Rumah warga di Lobar yang rusak akibat diterjang longsor beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

LOMBOK Barat (Lobar) salah satu daerah rawan bencana, mulai dari banjir, banjir rob, angin puting beliung, longsor dan gempa. Mengetahui daerahnya rawan bencana, Pemkab Lobar siap siaga dengan mengalokasikan Rp30 miliar Belanja Tak Terduga (BTT). Namun penanganan jangka pendek saja tak cukup, sehingga penanganan jangka panjang pun disiapkan.

Untuk penanganan jangka panjang ini tidak mampu sendiri dilakukan Pemkab. Butuh Pemprov hingga pemerintah pusat yang turun tangan. Pasalnya, beberapa persoalan pemicu seperti hutan kritis salah satu kontribusi dari tambang, menjadi kewenangan pemerintah pusat dan Pemprov.

Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini mengatakan semua OPD telah bergerak menangani bencana. “Semua OPD mengambil peran, berkoordinasi dengan Pemprov maupun pusat,” tegas LAZ.

Semua OPD berkolaborasi dengan Pemprov maupun pusat dalam penanganan cepat bencana ini. Pihaknya juga telah menyusun sistem penanganan bencana ini. Ia menginstruksikan semua OPD lebih cepat merespon.

Tak hanya cepat, LAZ menekankan semua OPD dan Camat memverifikasi semua laporan yang masuk dari warga atau pihak desa. Hal ini penting agar informasi akurat dan penanganan pun tepat sasaran. Langkah inipun diterapkan oleh pihaknya dengan membentuk Sekber.

Bupati menegaskan penanganan bencananya ini tak cukup jangka pendek, namun jangka panjang. Pihaknya pun telah mengidentifikasi sejumlah akar persoalan yang butuh penanganan ke depan. Salah satunya lingkungan yang perlu ditangani, seperti hutan krisis yang menyebabkan tidak ada serapan air di daerah hulu. Pemicu lahan kritis ini, aktivitas penanaman dengan membuka tutupan hutan. Selain itu ada kontribusi tambang, seperti di Sekotong.

Persoalannya, kata bupati hutan itu kewenangannya bukan di Pemkab Lobar, sehingga pihaknya tidak bisa masuk. Namun celakanya, giliran hutan rusak memicu bencana, daerah yang terdampak secara lingkungan. “Terus minta lagi pertanggungjawaban kita, bagaimana kita bertanggung jawab, kita tidak bisa kuasai wilayah itu (luar kewenangan Pemkab),” tegasnya.

Sama halnya dengan pertimbangan, diketahui bersama ada peran tambang yang merusak lingkungan hutan. “Cuma tambang itu bukan urusan kami (bukan kewenangan Pemkab), akibatnya yang sekarang kita rasakan. Terus bagaimana caranya,” tanyanya.

Kalau umpamanya, izin tambang dan hutan itu ada di Pemkab, maka pihaknya bisa mengontrol. Pihaknya bisa ingatkan aktivitas tambang itu harus ada izin, lalu caranya begini dengan catatan-catatan sesuai ketentuan. Sehingga jika terjadi hal semacam ini, maka pihak pengelola yang harus ikut bertanggung jawab. “Kan gitu gampang kalau kita diberikan kewenangan,”ujarnya.

Terkait penanganan hutan kritis, tegas LAZ tentu ini wilayah Dinas Kehutanan provinsi dan pusat, sebab pihaknya tidak bisa masuk.

Seperti kawasan konservasi masuk BKSDA, itu kata dia wilayah kehutanan yang memiliki aturan-aturan sendiri. Bahkan jika Pemkab masuk masuk mengelola, maka harus pinjam pakai ke instansi terkait. Pihaknya pun selalu melakukan upaya menekan pihak terkait agar menangani persoalan ini. “

Ia menambahkan, bahwa bencana melanda sejumlah daerah. Selain banjir, pihaknya mendapatkan laporan angin puting beliung juga melanda beberapa titik. Pihaknya pun telah turun melakukan penanganan bencana di sejumlah daerah. Dan ia telah menetapkan status darurat bencana, sehingga semua OPD telah bergerak.

Dalam penanganan bencana ini, pihaknya mengalokasikan Rp30 miliar BTT. Anggaran BTT ini pun mulai dicairkan.

“Sudah kita langsung (pakai). Itulah gunanya, makanya jangan kritik-kritik kalau saya anggarkan BTT itu,” tegasnya. Sebab di tengah kondisi darurat bencana seperti ini anggaran BTT ini bisa dipakai. Ia juga menekankan pada jajaran agar begitu mendapatkan informasi, harus divalidasi kebenarannya. (her)

Event Bau Nyale Digelar di Empat Lokasi, Grup Band Geisha Dijadwalkan Tampil di Pantai Seger

0
Karnaval budaya bertajuk Seribu Putri Mandalika akan kembali digelar untuk menyemarakkan event Bau Nyale tahun ini. Tampak peserta karnaval dari Kecamatan Praya Tengah saat tampil di karnaval budaya Bau Nyale tahun 2025 kemarin.

Praya (ekbisntb.com) – Pelaksanaan event budaya nasional Bau Nyale di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada 7-8 Februari 2026 mendatang, bakal digelar di empat lokasi berbeda. Dengan kawasan Pantai Seger tetap menjadi venue utama dan akan diisi grup band ibu kota Geisha di malam puncak Bau Nyale. Saat ini persiapaan event tahunan tersebut diklaim sudah mencapai 80 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng H. Lalu Wiranata, S.I.P.,M.A., saat ditemui Suara NTB di kantornya, Selasa (27/1/2026), mengungkapkan, selain di Pantai Seger, Bau Nyale juga digelar di Pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat. Kemudian Pantai Torok Aik Belek Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya serta Teluk Awang, Pujut.

Rangkaian perayaan event Bau Nyale sendiri akan dimulai pada MInggu (1/2/2026) mendatang diisi dengan event peresean selama empat hari, sampai hari Kamis. Kemudian pada Jumat (6/2/2026) itu ada event karnaval budaya “Seribu Putri Mandalika” yang akan dilaksanakan di kawasan Pantai Kuta. Di malam puncak Bau Nyale, selain penampilan dari Geisha juga ada penobatan Putri Mandalika.

Wiranata mengatakan, perayaan event Bau Nyale tahun ini dikonsep tidak terlalu mewah seperti pada gelaran tahun-tahun sebelumnya. Sebagai bentuk empati kepada masyarakat Loteng di beberapa wilayah yang tengah dilanda musibah seperti banjir dan angin puting beliung.

Belum lagi bicara kondisi anggaran daerah juga terbatas untuk membiayai pelaksanaan event Bau Nyale, sehingga kemasan acara tidak terlalu mewah, namun diharapkan tetap semarak. “Event inikan sudah menjadi event nasional dan event masyarakat di daerah ini. Jadi kita optimis tetap semarak. Meski tidak banyak event pendukung yang digelar,” tambahnya.

Terkait persiapan teknis dan lokasi acara, lebih lanjut Wiranata menjelaskan sudah dimulai. Dengan fokus perhatian saat ini ialah perbaikan jembatan Pantai Seger. Mengingat, jembatan tersebut merupakan fasilitas pendukung utama dari event Bau Nyale di kawasan Pantai Seger.

Dengan perbaikan yang dilakukan tersebut diharapkan jembatan Pantai Seger bisa digunakan saat puncak perayaan Bau Nyale nantinya. “Perbaikan jembatan sudah ditangani Dinas PUPR. Kita harapkan bisa selesa secepatnya dan bisa digunakaan saat perayaan puncak nantinya,” ujarnya. (kir)

Ratusan Hektare Lahan di Pertanian Sumbawa Terdampak Banjir

0
Ratusan Hektare Lahan di Pertanian Sumbawa Terdampak Banjir
Nampak lahan yang terdampak banjir yang terjadi di wilayah setempat belum lama ini. (suarantb.com/ist/BPBD Sumbawa)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa, mencatat sebanyak 645,5 hektare lahan pertanian padi terdampak bencana selama 23-27 Januari 2025. Dari jumlah tersebut hanya 0,7 hektare yang dipastikan gagal panen alias puso

“Dari 645,5 hektare 644 hektare sudah dinyatakan pulih karena air hanya melintasi areal persawahan sementara sisanya dipastikan gagal panen,” kata Kadistan melalui Kabid Perlindungan Tanaman, Pengembangan Usaha, Rusmini kepada Suara NTB, Selasa (27/1/2026).

Ia melanjutkan, lahan yang dipastikan gagal panen tersebut, pihaknya sudah menyiapkan skema mengganti bibit petani. Hal itu dilakukan agar petani yang terdampak bencana banjir tidak terlalu merugi termasuk pemberian pupuk.

“Kita sudah data lahan yang dipastikan gagal panen tersebut dan dalam waktu dekat kami akan segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan bibit dan pupuk,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun lanjut Rusmini, di Kecamatan Tarano ada sekitar 488 hektare, Empang 11,5 hektare, Moyo Hilir 21 hektare. Di Kecamatan Moyo Utara 110 hektare, Buer 0,2 hektare, dan Kecamatan Rhee 2 hektare.

“Jadi, yang dinyatakan gagal panen ada 0,5 hektare di Kecamatan Tarano dan 0,2 hektare di Kecamatan Buer. Kami juga masih terus melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi terkini,” ujarnya.

Ia meyakinkan, lahan padi yang dipastikan gagal panen di Kecamatan Tarano, karena bibit padi yang berumur 15 hari tersebut tersapu banjir. Sementara ,di Kecamatan Buer dengan usia padi 30 hari dipastikan puso karena tanggul pengamanan jebol.

“Data sementara kita baru dua lokasi itu aja yang dipastikan gagal panen, sementara untuk lokasi lainnya yang terdampak masih kami lakukan pemantauan selama lima hari kemudian untuk memastikan kondisi terkini,” tambahnya.

Disinggung terkait program Asuransi Usaha Pertanian (AUTP) di tahun 2026, Ia menyebutkan sampai dengan saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan pemerintah sebelumnya juga sudah mengusulkan sebanyak 600 hektare untuk terakomodir program tersebut.

“Kalau untuk program AUTP dari Kementerian untuk tahun ini, kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Tetapi kami akan memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang terdampak gagal panen,” tukasnya. (ils)

Realisasi Investasi di Sumbawa Masih Rendah

0
Realisasi Investasi di Sumbawa Masih Rendah
H. Yudi Patria Negara (suarantb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa, mencatat hingga triwulan IV tahun 2025 realisasi investasi berada di angka 48,59 persen dari target yang diberikan provinsi sebesar Rp2 triliun.

“Memang untuk realisasi investasi di tahun 2025 masih sangat jauh dari target, karena selama tahun tersebut sangat minim investasi baru yang masuk ke Sumbawa,” kata Sekretaris DPMPTSP, H. Yudi Patria Negara, kepada Suara NTB, Selasa (27/1/2026).

Yudi menyebutkan, Pemprov NTB memberikan targetkan investasi Rp2 triliun. Target ini dinilai sangat berat dicapai, apalagi rata-rata perusahaan yang mengurus nomor induk berusaha skala besar sangat minim. Bahkan jika melihat data rill investasi di Sumbawa sejak tahun 2018-2025 hanya Rp8 triliun. Sementara, terealisasi baru Rp7,6 triliun.

“Sebenarnya angka rill investasi kita sesuai potensi hanya tersisa tinggal Rp200 miliar-Rp300 miliar saja, sehingga angka Rp2 triliun sangat sulit bisa tercapai,” jelasnya.

Target sebesar itu lanjutnya, dianggap tidak relevan dengan kondisi investasi di Sumbawa saat ini, meski dua tahun terakhir selalu mencapai target. Sebab, perusahaan besar yang melakukan penanaman modal dengan nilai di atas ratusan miliar tidak ada.

“Kami berharap ada investasi baru di Sumbawa di tahun 2026, sehingga mampu mendongkrak capaian target tersebut meskipun sampai dengan saat ini belum ada investasi itu,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pertumbuhan investasi di Sumbawa masih didominasi Penamaan Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp712 miliar. Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hingga triwulan ketiga sebesar Rp246 miliar.

“Rata-rata yang paling mendominasi untuk penyumbang realisasi investasi yakni sektor pertambangan, sementara untuk sektor lainnya masih sangat kecil,” jelasnya.

Sementara, sektor pengurusan izin masih tetap berjalan normal yang didominasi perusahaan dengan modal usaha kecil hingga menengah. Pihaknya juga akan tetap turun lapangan untuk memastikan kondisi terkini dan membuka klinik LKPM untuk memberikan sosialiasi bagi seluruh perusahaaan.

“Kami akan tetap berupaya maksimal supaya target yang ditetapkan pemerintah tercapai dan meningkat termasuk mendorong perusahaan untuk segera melaporkan LKPM,” pungkasnya. (ils)

Beras Cadangan Pangan Pemerintah Tersisa 10 Ton

0
Beras Cadangan Pangan Pemerintah Tersisa 10 Ton
Syaihuddin (suarantb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa menyebutkan, cadangan beras pangan pemerintah saat ini, tersisa hanya 10 ton dari 15 ton pengadaan di tahun 2025. Beras cadangan ini diprioritaskan untuk penanganan bencana.

“Jadi, dari 15 ton yang kita adakan di tahun 2025, sudah kita salurkan 1.946 kilogram dan yang berproses 3.678 kilogram. Sehingga secara keseluruhan ada 5.194 kilogram yang kita keluarkan di bulan ini,” kata Sekretaris DKP Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin kepada Suara NTB, Selasa (27/1/2026).

Ia melanjutkan, 5 ton yang sudah dikeluarkan tersebut diperuntukkan untuk penanganan dampak banjir dalam dua hari terakhir. Berkurangnya cadangan pangan pemerintah tersebut menjadi atensi pemerintah, karena potensi bencana masih akan terjadi beberapa bulan kedepan.

“Kalau melihat kondisi beras yang sudah kita keluarkan per hari ini, kami dalam waktu dekat akan bersurat ke Bupati untuk menambah CBPD sebagai bentuk antisipasi,” ucapnya.

Berdasarkan data dalam membantu penanggulangan bencana dan keadaan darurat banjir pemerintah telah menyalurkan cadangan pangan pemerintah (CPP) dalam bentuk beras sejumlah 5.194 kilogram. Bantuan tersebut juga telah didistribusikan di Kecamatan Tarano, Empang, Moyo Hilir dan wilayah yang terdampak lainnya.

“Beberapa kecamatan yang terdampak bencana sudah kita distribusikan untuk CPP beras dalam rangka meringankan beban masnyarakat, ” sebutnya.

Saat ini, pemerintah telah memiliki sistem khusus untuk kejadian bencana alam. Proses bantuan pangan beras dimulai dari desa yang harus bersurat ke BPBD dalam kurun waktu 1×24 jam. Selanjutnya, data dari BPBD menjadi acuan penyaluran bantuan pangan beras untuk bencana alam.

“Pola demikian kami lakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan nantinya terutama penyimpangan beras bantuan, ” tukasnya. (ils)

Selain Urusan Paspor, Kantor Imigrasi Lotim Siap Layani Warga Asing

0
Selain Urusan Paspor, Kantor Imigrasi Lotim Siap Layani Warga Asing
Iqbal Rifai (Suara NTB/rus)

Selong (suarantb.com) – Masyarakat Lombok Timur (Lotim) kini memiliki akses pelayanan keimigrasian yang lebih lengkap dengan beroperasinya Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Lombok Timur. Kantor ini diresmikan secara simbolis pada 26 Januari lalu di Jakarta bersama dengan 17 kantor lainnya. Kantor Imigrasi Kelas II Lotim menjadi satu-satunya di NTB yang akan melayani dua wilayah kabupaten, Lotim, dan KLU.

Dalam waktu dekat, selain pelayanan paspor, Kantor Imigrasi ini juga siap melayani izin tinggal warga negara asing. Wakil Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Lombok Timur, Iqbal Rifai, saat diwawancara di kantornya, Selasa (27/1/2026) didampingi para stafnya menjelaskan bahwa kehadiran kantor ini merupakan terobosan penting.

“Harapan kami dari jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur dapat melayani masyarakat maksimal secara maksimal, kemudian masyarakat merasa nyaman dalam mendapatkan pelayanan,” ujar Iqbal.

Ia menegaskan perbedaan mendasar antara kantor imigrasi ini dengan Unit Layanan Paspor (ULP) yang sebelumnya ada. “ULP itu adalah dia non-struktural, hanya memberikan pelayanan paspor. Sedangkan kantor imigrasi tidak hanya paspor, tapi juga layanan untuk warga negara asing,” jelasnya.

Dengan statusnya sebagai Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI, kantor ini menjadi satu-satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki fungsi tersebut. Iqbal menyebutkan bahwa untuk layanan pembuatan paspor, prosesnya dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat. “Sehingga semua pelayanan dalam dua tiga bulan ke depan sudah bisa beroperasi,” tuturnya.

Iqbal mengisyaratkan Lotim ini sudah ada ULP sehingga ada efisiensi waktu yang signifikan. Target 18 bulan ke waktu persiapan ke depan bisa dipersingkat. Meski telah beroperasi, Iqbal mengakui masih ada sejumlah pengembangan yang diperlukan, khususnya untuk layanan warga negara asing (WNA). “Memang sampai saat ini belum tersedia terkait dengan sistem, kesisteman, kemudian juga perangkatnya,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta dukungan dan peran aktif berbagai pihak. “Jadi mohon support juga dari teman-teman agar nanti dapat memberikan sosialisasi pada masyarakat bahwasanya telah terbentuk Kantor Imigrasi Lombok Timur,” pungkas Iqbal.

Keberadaan kantor ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat Lotim dalam mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus menuju ke kota Mataram, sekaligus meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap warga negara asing di wilayah tersebut.

Pengurusan paspor dipastikan sangat mudah. Ada rencana, paspor ini akan dijadikan satu jenis. Tidak terlalu banyak pilihan seperti sebelumnya. Hal ini sesuai amanah dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menteri Imipas) RI saat ini Jenderal Pol. (Purn.) Agus Andrianto. (rus)

Didukung Mandalika, Mazda Makin Ekspansif di Lombok

0
Didukung Mandalika, Mazda Makin Ekspansif di Lombok
Mazda makin ekspansif di Lombok, didukung potensi pasar karena adanya Mandalika. (suarantb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dilengkapi dengan Sirkuit MotoGP menegaskan posisi Lombok, NTB sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional.

Melihat potensi daerah ini terus berkembang ke depannya, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Mazda di Indonesia, kemudian memperkuat ekspansi bisnis di Lombok, dengan dibukanya dealer resmi Mazda berkonsep 3S (Sales, Service, Spare Parts) di Kota Mataram.

Dealer ini berlokasi di Jalan Selaparang No. 67, Mataram, dan dikelola oleh PT Cahaya Surya Bali Inti Cemerlang (CSBIC). Dilengkapi tiga service bay, serta area showroom dengan kapasitas display kendaraan.

Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, di Mataram, Selasa, 27 Januari 2026 mengungkapkan, Lombok sebagai pasar yang kian prospektif, seiring meningkatnya arus wisatawan dan penyelenggaraan ajang balap motor dunia seperti MotoGP Mandalika.

Perkembangan tersebut menurutnya, turut mengubah karakter konsumen, dari menjadikan kendaraan sekadar alat transportasi menjadi bagian dari gaya hidup dan pengalaman berkendara.

“Dengan adanya Mandalika, Lombok semakin dikenal luas. Pertumbuhannya terlihat bukan hanya dari sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi dan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan,” ujarnya.

Ricky menambahkan, potensi pertumbuhan segmen kendaraan premium di Bali dan Nusa Tenggara Barat menunjukkan tren positif. Kontribusi wilayah luar Jawa terhadap total penjualan Mazda nasional tercatat meningkat dari 13,9 persen pada 2024 menjadi 14,7 persen pada 2025, dengan Bali sebagai salah satu kontributor utama.

Selama ini, konsumen Mazda di Lombok harus mengakses layanan penjualan dan purna jual melalui Bali atau Surabaya. Padahal, populasi pengguna Mazda di NTB sudah terbentuk secara alami. Kehadiran dealer resmi di Mataram menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen akan layanan yang lebih dekat dan berstandar nasional.

“Kami ingin memastikan pelanggan Mazda, baik yang sudah ada maupun yang baru, mendapatkan layanan standar Mazda tanpa harus ke luar daerah. Ini bagian dari komitmen kami terhadap kenyamanan dan kepuasan konsumen,” tandasnya.

Direktur PT Cahaya Surya Bali Inti Cemerlang, Mulyadi Kantiana Surjonogo, turut menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran Mazda Mataram. Menurutnya, meningkatnya perhatian internasional terhadap NTB, khususnya melalui Sirkuit Mandalika, menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri otomotif, termasuk segmen kendaraan premium.

“Mazda Mataram hadir sebagai pionir dealer kendaraan premium di Mataram dengan fokus pada standar pelayanan, kualitas pengalaman berkendara, serta layanan purna jual terintegrasi sesuai standar Mazda,” ujarnya.

Ke depan, Mazda menyatakan siap memperluas jaringan di NTB seiring bertambahnya populasi kendaraan, termasuk menyambut era elektrifikasi kendaraan seperti teknologi hybrid dan ramah lingkungan lainnya. (bul)

Bulog NTB Tegaskan Siap Hadapi Kebutuhan Puasa dan Lebaran

0
Bulog NTB Tegaskan Siap Hadapi Kebutuhan Puasa dan Lebaran
Rizal P. Sukmaadijaya (Suara NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) — Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pokok di masyarakat pada saat puasa, lebaran Idul Fitri 1447H sebentar lagi.

Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P Sukmaadijaya di Mataram, Selasa, 27 Januari 2026 mengatakan, Bulog saat ini berada dalam kondisi sangat siap baik dari sisi stok maupun pengamanan distribusi di lapangan.

“Secara prinsip Bulog siap melakukan pengamanan harga, pengamanan stok, dan pengamanan komoditas di lapangan dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional,” ujar Rizal.

Rizal mengungkapkan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog NTB saat ini mencapai 151 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB dalam jangka panjang.

“Ketahanan stok kita sampai 11 bulan ke depan. Sementara minimum stok requirement yang harus ada di gudang Bulog itu hanya tiga bulan. Jadi dengan kondisi ini, saya rasa sangat-sangat aman untuk menghadapi HBKN,” jelasnya.

Selain beras, Bulog NTB juga tengah menjalankan penugasan pemerintah dalam mendistribusikan minyak goreng rakyat sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga di pasaran.

“Saat ini penugasan utama pemerintah kepada Bulog memang untuk pengamanan beras dan minyak goreng. Kami diminta melakukan stabilisasi harga minyak goreng di masyarakat,” tambah Rizal.

Meski demikian, Bulog NTB menegaskan siap apabila pemerintah memberikan penugasan tambahan untuk komoditas pangan lainnya.

“Secara prinsip Bulog siap terhadap seluruh komoditi yang ditugaskan pemerintah. Tidak menutup kemungkinan juga komoditi seperti gula, terigu, dan pangan pokok lainnya bisa digunakan untuk pengamanan pasar,” katanya.

Menjawab permintaan masyarakat terkait pelaksanaan operasi pasar hingga ke tingkat desa, Rizal menjelaskan bahwa Bulog memiliki mekanisme dan prosedur yang jelas.

“Bulog mendekati titik-titik keramaian yang memungkinkan dilakukan operasi pasar. Masyarakat bisa mengajukan permohonan ke Bulog dan ke Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota setempat,” jelasnya.

Permohonan tersebut selanjutnya akan dijadwalkan oleh dinas terkait, dan Bulog akan turun langsung ke lokasi yang telah disepakati.

Dengan kesiapan stok, distribusi, serta koordinasi lintas instansi, Bulog NTB optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani hari besar keagamaan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok. (bul)

Sampah Menumpuk Empat Hari, Aktivitas Pedagang di Pasar Karang Jasi Terganggu

0
Sampah Menumpuk Empat Hari, Aktivitas Pedagang di Pasar Karang Jasi Terganggu
Kondisi tumpukan sampah di area depan Pasar Karang Jasi, Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Cilinaya pada Selasa (27/1/2026). (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Sejumlah pedagang dan masyarakat mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak diangkut selama empat hari di depan Pasar Tradisional Karang Jasi, Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Ampenan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli dan arus lalu lintas, bahkan berdampak pada penurunan penghasilan pedagang.

Pantauan Suara NTB pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, terlihat tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter menggunung di sepanjang depan Pasar Karang Jasi. Bahkan, pada salah satu titik, tumpukan sampah menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan dan memicu kemacetan.

Seorang pedagang tempe, Sariin, mengaku tumpukan sampah di depan lapak dagangannya sudah terjadi selama empat hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas jualannya terganggu.

“Bagaimana ini, kami yang jualan jadi terganggu. Padahal kami bayar iuran kebersihan, tapi sampai sekarang tidak ada yang angkut. Seperti tidak ada penanggung jawab,” keluhnya saat ditemui, Selasa (27/1/2026).

Menurut Sariin, kondisi tersebut tidak seperti biasanya. Sampah yang biasanya diangkut setiap hari kini dibiarkan menumpuk bercampur air, menimbulkan bau menyengat dan merusak pemandangan di sekitar lapak dagangannya. Akibatnya, jumlah pembeli menurun drastis.

“Biasanya siang tempe sudah tinggal sedikit. Sekarang pembeli berkurang karena sampah menumpuk dan bau,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Fia. Ia mengatakan tumpukan sampah selama empat hari ini merupakan kejadian yang tidak biasa. Bau menyengat dari sampah membuat pedagang dan pembeli merasa tidak nyaman. “Jelas kami terganggu. Gimana orang mau beli kalau sampah menumpuk di depan,” ujarnya.

Fia menambahkan, sejak sampah menumpuk di depan pasar, sejumlah pedagang terpaksa memilih tidak berjualan. Pasalnya, lokasi tempat berjualan mereka dipenuhi sampah. “Pedagang baju, sayur, sampai daging ada yang tidak keluar jualan karena sampah menumpuk,” jelasnya.

Sementara itu, pedagang ikan, Wati, mengungkapkan kondisi yang lebih memprihatinkan. Ia mengaku beberapa kali menemukan ulat keluar dari tumpukan sampah dan mendekati lapak jualannya yang hanya berjarak sekitar 20 sentimeter. “Kadang ulatnya keluar, sampai nempel di kaki saya. Untung tidak masuk ke baskom ikan,” katanya dengan nada kesal.

Menurut Wati, selama kondisi tersebut belum ditangani, pendapatan pedagang yang berjualan di area depan Pasar Karang Jasi dipastikan terus menurun. “Kalau begini terus, siapa yang mau beli? Kotor dan bau,” ucapnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menangani tumpukan sampah tersebut agar aktivitas perdagangan dan lalu lintas di sekitar Pasar Karang Jasi kembali normal.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan tumpukan sampah terjadi karena armada truk pengangkut mengalami kerusakan. Selain itu, operator kebersihan tidak segera melaporkan kendala tersebut sehingga penanganan terlambat dilakukan.

“Truknya rusak dan operator tidak melapor dari kemarin, makanya sampah menumpuk. Tapi hari ini (Selasa, 27/1/2026) langsung kami angkut,” ujarnya.

Dengan penanganan tersebut, DLH Kota Mataram memastikan pengangkutan sampah di Pasar Karang Jasi kembali berjalan normal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (pan)

Hari Ini, NTB Tanda Tangani Kerja Sama Regional dengan Bali-NTT

0
Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal (tengan), Gubernur Bali, I Wayan Koster (kiri) dan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena foto bersama usai penandatangan nota kesepahaman, di Sirkuit Mandalika, Selasa, 25 November 2025. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Kerja Sama Regional gugusan Sunda Kecil resmi dimulai hari ini, Rabu, 28 Januari 2026. Provinsi NTB, bersama dengan Bali dan NTT akan bekerja sama pada empat sektor, yaitu pariwisata, energi, konektivitas, dan perdagangan meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Jamaluddin, S.Sos., MT., menyampaikan, setelah resmi bekerja sama, implementasi kolaborasi ini ditargetkan dapat segera berjalan. Jamal berharap kerja sama tersebut mampu meningkatkan serapan komoditas lokal, memperkuat rantai pasok antarwilayah, serta membuka peluang lapangan kerja baru, khususnya bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha peternakan di NTB dan NTT.

Kerja sama antar tiga daerah itu dinilai sebagai langkah strategis sekaligus bersejarah. Kolaborasi ini menjadi yang pertama di kawasan Sunda Kecil dengan mengintegrasikan potensi ekonomi, pariwisata, dan perdagangan lintas provinsi. Dalam skema kerja sama tersebut, Bali diposisikan sebagai pintu masuk utama sekaligus hub pariwisata dan ekspor bagi produk-produk unggulan yang berasal dari NTB dan NTT.

“Tidak bisa kita pungkiri, Bali selama ini dikenal sebagai jendela pariwisata Indonesia ke dunia internasional, sehingga kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk daerah,” ujar mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata itu menegaskan, kerja sama ini dirancang untuk memberikan manfaat timbal balik bagi masing-masing daerah. Komoditas yang dibutuhkan Bali, namun tersedia di NTB dan NTT, seperti hasil pertanian, perikanan, dan peternakan, dapat disalurkan secara berkelanjutan.

Sebaliknya, kebutuhan NTB dan NTT yang tidak tersedia di wilayah masing-masing dapat dipenuhi melalui Bali maupun mekanisme perdagangan antarprovinsi. “Selain pasar domestik, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong ekspor bersama,” ucapnya.

Ia menambahkan, jauh sebelum penandatanganan kerja sama, Gubernur Bali telah menyampaikan kesiapan Bali untuk menjadi hub ekspor bagi produk NTB dan NTT. Termasuk di antaranya penggunaan label bersama pada kemasan ekspor.

“Kita berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan daya saing produk NTB dan NTT di pasar global. Apalagi produk-produk ekspor dari Bali yang telah menembus pasar Eropa dan negara lain dinilai memiliki daya tarik tinggi,“ ungkapnya. (era)