Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 593

Terima Dana Insentif Rp5,5 Miliar, Diprioritaskan untuk Penurunan Kemiskinan Ekstrem

0
Lalu Alwan Basri. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram menerima dana insentif dari pemerintah pusat senilai Rp5,5 miliar. Anggaran ini diprioritaskan untuk penurunan kemiskinan ekstrem.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menerangkan, Pemkot Mataram menerima dana insentif dari pemerintah pusat senilai Rp5,5 miliar untuk penurunan angka kemiskinan ekstrem. Secara nasional kemiskinan ekstrem 0,83 persen sehingga dengan intervensi anggaran ini angka kemiskinan ekstrem 0 persen.

Anggaran Rp5,5 miliar telah dimasukkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2024. Penggunaan anggaran ini telah diatur dalam peraturan menteri keuangan. “Penggunaan anggaranya telah diatur pokok-pokoknya,” kata Alwan ditemui pada Jumat 20 September 2024.

Secara spesifik tidak dijelaskan oleh Alwan, fokus arah penggunaan anggaran tersebut. Petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dana insentif telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Mataram, H. Muhammad Ramayoga menambahkan, anggaran Rp5,5 miliar yang dikucurkan oleh pemerintah pusat sebenarnya bukan insentif kemiskinan karena peruntukannya sesuai area intervensi. Di antaranya, perbaikan jalan lingkungan, perbaikan sifatnya ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Program ini terintegrasi dari satu program ke program lainnya, sehingga tidak semata-mata untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem ini saja. “Jadi ini secara menyeluruh,” tambahnya.

Secara spesifik disampaikan Yoga, dari penduduk miskin diintervensi dari kesehatan secara otomatis juga berdampak pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin. Kemudian, fasilitas ekonomi seperti bedah rumah, penyediaan makanan seperti beras lansia dan lain sebagainya.

Eksekusi penggunaan anggaran terintegrasi dengan program di masing-masing organisasi perangkat daerah. Apalagi kata dia, permintaan OPD terlalu banyak sehingga hanya sebagian kecil yang bisa dipenuhi dari permintaan OPD teknis. “Jadi anggaran ini akan tersebar di OPD teknis,” demikian tambahnya. (cem)

Pemprov Siapkan UMKM dengan Produk Berkualitas di Event MotoGP 2024

0
H. Ahmad Masyhuri (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB memastikan bahwa hanya 60 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan difasilitasi dan diperbolehkan berjualan dalam gelaran MotoGP di Mandalika pada 27-29 September 2024. UMKM yang diberikan izin berjualan di dalam area sirkuit adalah mereka yang memili produk-produk yang berkualitas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Ahmad Masyuri menegaskan bahwa UMKM yang tidak lolos kurasi tidak diperkenan menitipkan produknya untuk dijual selama event berlangsung. Aturan ini hanya berlaku bagi UMKM, sementara produk-produk non-UMKM tidak termasuk dalam kebijakan tersebut.  Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kelancaran acara.

“Hanya yang sudah dikurasi yang boleh, supaya tidak menimbulkan masalah baru,”kata Ahmad Mashyuri kepada wartawan, Jumat (20/9) kemarin.

Dalam rangkaian acara MotoGP 2024 ini, Dinas Pariwisata NTB juga akan menggelar Lombok Sumbawa Nusantara Festival dengan mengundang 38 Dinas Pariwisata Provinsi juga Dinas Pariwisata kabupaten/kota se Indonesia.

Adapun 60 UMKM yang difasilitasi Pemprov NTB, masing-masing kabupaten/kota mendapatkan kuota dua UMKM. Sebagian besar UMKM ini akan fokus pada kuliner, yang diperkirakan mencapai 80 persen dari keseluruhan peserta. Proses kurasi untuk UMKM ini akan dilaksanakan pada 19 September 2024 dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan keamanan produk, khususnya pangan dan obat-obatan.

“Kami melibatkan BPOM karena sebagian besar UMKM bergerak di sektor kuliner, dan penting untuk memastikan bahwa produk yang dijual aman bagi konsumen,” tambah Masyuri

 Pemprov NTB juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa produk UMKM yang dijual di acara tersebut telah melalui proses pengawasan ketat, sehingga layak untuk dikonsumsi dan dibeli.

Pemerintah juga memastikan bahwa penempatan tenda UMKM di lokasi acara sudah direncanakan dengan baik, yakni di belakang panggung Grand Stand B, yang diyakini akan ramai dikunjungi penonton MotoGP. Berdasarkan pengalaman dari event MotoGP sebelumnya, animo masyarakat untuk membeli produk UMKM sangat tinggi, bahkan beberapa stand UMKM telah kehabisan barang sebelum jam 2 siang pada hari pertama.(ris)

Jelang MotoGP, Booking Homestay di Lingkar Mandalika Baru 45 Persen

0
Aziz Junaidi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Event MotoGP sudah di depan mata. Tahapan pelaksanaan MotoGP sudah lama dimulai khususnya persiapan di Sirkuit Mandalika. Jika dari sisi penginapan, khususnya hotel di kawasan Mandalika atau zona 1 sudah full booking, namun tidak demikian halnya dengan keberadaan homestay.

Ketua Indonesian Homestay Association (IHSA) Provinsi NTB, Aziz Junaidi mengakui, bahwa event MotoGP tahun ini bagi pengelola homestay tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Diakuinya, seminggu sebelum event MotoGP digelar tingkat pesanan kamar (booking) homestay belum menggembirakan.

“Dari informasi yang saya peroleh dari teman-teman pengelola homestay, baru 45 persen kamar yang sudah booking,” ujarnya saat dikonfirmasi Ekbis NTB, Jumat 20 September 2024.

Kondisi ini, ujarnya, jauh berbeda dengan penyelenggaraan event MotoGP tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, seminggu sebelum gelaran MotoGP, kamar-kamar homestay sudah full booking. Sementara tahun ini, pihaknya masih terus melakukan promosi ke beberapa daerah dengan bekerja sama dengan agen perjalanan wisata agar menonton MotoGP dan menginap di kawasan Mandalika.

“Teman-teman juga kembali ke harga normal agar saat MotoGP banyak tamu yang menginap,” ujarnya.

Disinggung mengenai minimnya booking kamar homestay di kawasan Mandalika, Azis menyebutkan karena mahalnya harga transportasi udara dan darat. Diakuinya, harga transportasi menuju NTB dari beberapa daerah di Indonesia cukup mahal. Sehingga menjadi pertimbangan bagi pencinta MotoGP di luar daerah untuk datang menonton. Hal ini berpengaruh terhadap pesanan kamar homestay, baik di kawasan Mandalika dan penyangga  seperti di Lombok Barat atau Kota Mataram.

“Jika di kawasan Mandalika, pesanan kamar homestay berkisar 45 persen. Lain halnya di luar kawasan Mandalika yang minim pesanan kamar,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, minimnya booking kamar homestay ini akibat tidak adanya promosi ke luar daerah. Pada tahun 2023, pengelola homestay bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB melakukan promosi ke luar daerah. Adanya promosi yang dilakukan ini berpengaruh terhadap booking kamar homestay saat MotoGP.

Pihaknya juga berharap saat event MotoGP berlangsung tingkat keterisian kamar homestay bisa penuh. Apalagi sejumlah pengelola homestay rela tidak mengikuti Peraturan Gubernur terkait harga dan tarif kamar penginapan saat event MotoGP berlangsung. (ham)

Logistik Ajang MotoGP Indonesia Mulai Berdatangan di Mandalika

0
Logistik MotoGP Indonesia saat tiba di Sirkuit Mandalika, Jumat 20 September 2024 kemarin. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebagian logistik ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, yang diangkut melalui jalur darat mulai berdatangan secara bertahap menjelang balapan pada 27-29 September 2024.

“Sebagian logistik MotoGP Indonesia telah mulai berdatangan di Sirkuit Mandalika,” kata Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGPTM) 2024 Troy Warokka, di Lombok Tengah, Jumat 20 September 2024.

Pengiriman logistik pada ajang MotoGP Indonesia 2024 ditangani oleh InJourney Aviation Services (IAS), termasuk di dalamnya PT Angkasa Pura Support (APS) dan PT Angkasa Pura Logistik (APLog). “Logistik yang tiba ini berupa peralatan broadcasting Dorna Sport,” katanya lagi.

Sedangkan logistik lainnya datang secara bertahap, termasuk sepeda motor maupun perlengkapannya dijadwalkan datang pada 24-25 September, karena masih menunggu balapan di Sirkuit Misano selesai tanggal 22 September 2024.

“Logistik lainnya akan dibawa menggunakan pesawat kargo melalui Bandara Internasional Lombok secara bertahap,” katanya pula.

Ia mengatakan ajang MotoGP Indonesia ini disiarkan di seluruh dunia oleh berbagai media dan ajang ini berdampak terhadap kemajuan pariwisata dan ekonomi masyarakat.  ‘’Ajang ini untuk kemajuan Indonesia,” katanya.

Kepala Kantor Bea Cukai Mataram I Made Aryana mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah-langkah untuk menyukseskan event MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika 2024. Sehingga dengan adanya MoU antara ITDC dan IAS tentunya sangat mendukung pergelaran event motoGP ini.

“Dalam penyelenggaraan event MotoGP Mandalika 2024, Bea cukai telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung proses impor logistik MotoGP Mandalika, antara lain pembebasan bea masuk, ATA Carnet dan PPKEK,” katanya.

Direktur MGPA Priandhi Satria mengatakan kolaborasi adalah kunci untuk memastikan kesuksesan event MotoGP Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit.

Sinergi antara IAS dan ITDC-MGPA ini akan semakin memperkuat dukungan operasional khususnya terkait mobilisasi logistik dan peralatan pendukung, sehingga penyelenggaraan MotoGP 2024 berjalan lancar, profesional dan lancar.

“Kami yakin bahwa sinergi ini akan meningkatkan pengalaman para peserta dan pengunjung, serta memperkuat reputasi Mandalika sebagai destinasi balap kelas dunia,” katanya pula. (ant)

Ekowisata Hutan Mangrove Purba Jerowaru Kerek Ekonomi Masyarakat

0
PLN melalui Program Desa Berdaya berhasil mendorong peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan di kawasan wisata Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Melalui program ini PLN berhasil merevitalisasi area hutan seluas 1.673 hektar.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Hutan mangrove di kawasan Jerowaru, Lombok Timur, NTB terlihat ramai pengunjung. Libur akhir pekan menjadi ajang masyarakat berwisata dan sejenak melepas lelah setelah seminggu bekerja.

Bak oase di padang gurun, Kawasan Hutan Mangrove Jerowaru yang telah berusia ratusan tahun kini kembali menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pelancong. Kawasan hutan mangrove purba yang rimbun dan asri memberi kesegaran bagi para pengunjung untuk sekadar berfoto, maupun belajar keanekaragaman flora dan fauna.

Kehadiran fasilitas dan sarana prasarana yang semakin memadai juga menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di Hutan Mangrove Jerowaru.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ekowisata Bale Mangrove, Lukman mengisahkan, masyarakat sekitar yang terlibat dalam pengelolaan wisata Jerowaru kini pun ikut meraup berkah dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Keberhasilan Pokdarwis dalam mendorong ekowisata Hutan Mangrove Jerowaru tak lepas dari keterlibatan dan pendampingan PT PLN (Persero) melalui Program Desa Berdaya yang terbukti mendorong peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan di kawasan pedesaan di Lombok Timur tersebut.

“Lewat Program Desa Berdaya dari PLN, kami di Pokdarwis Ekowisata Bale Mangrove bersama masyarakat Jerowaru merasakan peningkatan pendapatan dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan penjualan tiket,” kata Lukman.

Melalui Program Desa Berdaya, PLN bersama Pokdarwis Ekowisata Bale Mangrove dan masyarakat Jerowaru berjibaku merevitalisasi hutan mangrove seluas 1.673 hektare. Setidaknya, 5.427 warga telah merasakan dampak positif dari Desa Berdaya. Program ini juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat di mana sebanyak 20 warga terlibat aktif sebagai pengelola Bale Mangrove. Selain itu, program ini ikut menggerakan roda perekonomian dengan hadirnya 4 Usaha Mikro Kecil (UMK).

Masyarakat kini mulai memanen berkah dari jerih payah yang telah dilakukan selama ini. Ini tercermin dari meningkatnya  jumlah pengunjung ekowisata Bale Mangrove dari sebelumnya hanya 900-an pengunjung per bulan menjadi 7.000-an pengunjung per bulannya.

Tak hanya mengandalkan retribusi masuk dari wisatawan, PLN turut memfasilitasi kelompok masyarakat untuk memanen cuan dari penjualan produk olahan turunan mangrove seperti kopi mangrove.

Program Desa Berdaya yang digagas PLN ini tak hanya memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar namun juga ikut berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pj Sekda Lombok Timur, Hasni, mengapresiasi kontribusi PLN dalam mengerek sektor pendidikan, pariwisata dan perekonomian di Jerowaru.

“PLN tidak hanya memberikan listrik yang andal, namun juga peduli dengan peningkatan ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Pemerintah Lombok Timur mengucapkan terima kasih kepada PLN NTB yang telah peduli pada pengembangan ekowisata Bale Mangrove Desa Jerowaru. Semoga kolaborasi antara pemerintah dan PLN terus terjalin untuk meningkatkan ekonomi, khususnya melalui Program Desa Berdaya,” kata Hasni.

Komitmen PLN ini pun diharapkan dapat diikuti oleh instansi lainnya sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan sektor pendidikan dan lingkungan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN memiliki komitmen dalam menciptakan Creating Shared Value (CSV) sehingga dapat menciptkan multiplier effect bagi masyarakat.

”Melalui program Desa Berdaya, kami mempertegas komitmen PLN dalam menciptakan CSV bagi masyakat di Indonesia. Revitalisasi hutan mangrove yang kami lakukan, selain memberikan nilai ekonomi melalui ekowisata, juga berkontribusi besar terhadap upaya penyerapan karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sudjarwo menyampaikan, program Desa Berdaya di NTB telah berlangsung sejak awal tahun 2024. Fokus utama PLN dalam program ini adalah mengembangkan infrastruktur, pengelolaan wisata dan diversifikasi ekonomi di pedesaan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Program Desa Berdaya di Jerowaru. Program Desa Berdaya PLN diharapkan bisa menjadi role model optimasi potensi desa berbasis SDG’s, dengan tujuan utama memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri dan memiliki daya saing yang lebih baik,” kata Sudjarwo.

Kerja keras seluruh elemen yang terlibat mulai berbuah manis, Program Desa Berdaya PLN di Desa Jerowaru pun mendapat apresiasi dari pemerintah daerah maupun nasional. Program ini masuk dalam nominasi 100 Anugerah Desa Wisata yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2024.

Program Desa Berdaya yang digagas PLN ini merupakan bentuk pelayanan PLN di luar peran utamanya dalam menghadirkan energi kelistrikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Langkah ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) melalui pemberdayaan masyarakat di kawasan pedesaan.

Program Desa Berdaya PLN merupakan langkah pemberdayaan masyarakat desa dengan pendekatan yang terintegrasi, berfokus pada tiga pilar utama, yaitu ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Sejak awal tahun 2024, total telah ada 91 Desa Berdaya di seluruh Indonesia yang dilakukan pendampingan PLN untuk bisa memanfaatkan potensi lokalnya. (bul)

Disperin NTB Dukung Pengembangan Industri Olahan Makanan Tradisional

0
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti (kanan) dalam acara "cooking experience demo baking" bersama koki ternama di Lombok Timur.(ekbisntb.com/ant)

Lombok  (ekbisntb.com) – Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat (Disperin NTB) mendukung pengembangan industri olahan makanan tradisional guna memperkuat identitas kuliner lokal agar bisa menjadi salah satu penarik wisatawan.

Kepala Disperin NTB Nuryanti melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Jumat, mengatakan pemanfaatan bahan lokal dan pengembangan produk makanan olahan tradisional yang inovatif membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk berkembang.

“Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan pihak swasta, UMKM produk makanan olahan di NTB diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan daya saing mereka di pasar,” katanya.

Pemerintah juga berharap dukungan ini bisa membuat industri makanan olahan tradisional di NTB tumbuh dengan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Menurut Nuryanti, pengaruh budaya menjadi salah satu peluang berkembangnya kuliner tradisional di NTB. Pelaku UMKM dapat menggabungkan teknik pengolahan modern dengan kearifan lokal sehingga menghasilkan sebuah produk makanan olahan yang unik dan berkualitas.

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menggelar “cooking experience demo baking” bersama koki ternama, yakni Chef Remy Sedayu dan Chef Ucin dari Bola Deli di Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan demonstrasi produksi olahan makanan tradisional yang berlangsung pada 19 September 2024 tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari Kabupaten Lombok Timur.

Sajian menu khas daerah seperti moci, brownies, talam ketan kelor, serta onde-onde ubi ungu menjadi fokus utama dalam acara tersebut.

Nuryanti mengatakan kolaborasi antara Disperin NTB dengan para koki ternama tersebut bertujuan untuk menjaga kearifan lokal sekaligus memperkenalkan teknik pengolahan modern.

Pihaknya juga menjalin sinergi dengan pelaku usaha dan pihak swasta dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti cokelat dari Kabupaten Lombok Utara dan kelor dari Kabupaten Lombok Timur.

“Pemanfaatan bahan lokal itu tak hanya memperkuat identitas kuliner daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi usaha kecil menengah untuk berkembang,” ucapnya.

Ia menambahkan inisiatif tersebut juga berupaya untuk menciptakan “link and match” antara industri cokelat di Kabupaten Lombok Utara, dengan berbagai produk makanan sehat dan higienis di Kabupaten Lombok Timur.

Pengembangan makanan olahan berbahan dasar cokelat dan kelor diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama dalam peningkatan perekonomian keluarga dan masyarakat secara luas.

“Dengan langkah-langkah konkret tersebut, saya optimis bahwa potensi besar industri makanan tradisional NTB bisa terus berkembang dan menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi lokal,” kata Nuryanti.  (ant)

BRIN Dorong Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Budidaya Rumput Laut

0
Pertemuan BRIN dengan Pj Bupati Lotim H. M. Juaini Taofik, Kamis, 19 September 2024. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui budidaya rumput laut. Inisiatif ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Muhammad Amin, saat berkunjung ke Lombok Timur dan bertemu dengan Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, pada Kamis 19 September 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Amin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRIN untuk memanfaatkan hasil penelitian dan inovasi guna mendukung potensi besar rumput laut di wilayah pesisir Lombok Timur. BRIN, lanjut Amin, sedang mencanangkan program yang fokus pada pengembangan masyarakat pesisir, khususnya melalui budidaya rumput laut, dengan pendekatan riset yang terintegrasi. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan nilai tambah produk rumput laut mereka melalui inovasi.

“Potensi rumput laut di Lombok Timur sangat besar. Kami berharap ada kolaborasi yang baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah produk ini, baik melalui teknologi maupun pendekatan lainnya,” ungkapnya.

Selain Lombok Timur, program pengembangan ini juga mencakup wilayah Lombok Barat, dengan BRIN berperan dalam memastikan pendampingan melalui penelitian dan inovasi, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021. BRIN mempunyai tugas menyelenggarakan pemerintahan dalam bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta investasi dan inovasi.

Pj. Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik, menyambut baik program BRIN ini dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia berharap strategi kolaborasi ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan mereka melalui pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi BRIN atas inisiatif ini. Kami berharap sinergi antara riset dan inovasi ini bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat pesisir,” ucapnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan budidaya rumput laut di Lombok Timur dapat berkembang lebih pesat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis sumber daya lokal. (rus)

Berikan Rasa Aman Selama Balapan, ITDC Bentuk Satgas Tanggap Darurat

0
Direktur Operasi ITDC Wenda R. Nabiel (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang beranggota sebanyak 320 personel dari berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana hingga Pemadam Kebakaran (Damkar). Satgas tersebut ditugaskan untuk melakukan pengendalian situasi kedaruratan serta kebencanaan yang mungkin terjadi selama ajang MotoGP berlangsung di Sirkuit Mandalika, 27-29 September 2024 mendatang.

“Tentu kita semua berharap ajang MotoGP bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan. Kalau pun ada terjadi kondisi kedaruratan maupun bencana, kita sudah siapkan satgas untuk melakukan pengendalian,” terang Direktur Operasi ITDC Wenda R. Nabiel, dalam keterangannya di Sirkuit Mandalika, Jumat, 20 September 2024.

Satgas tanggap darurat tersebut langsung di bawah kendali Danrem 162/WB yang diberikan tugas khusus di luar fungsi-fungsi pengamanan. Hal ini untuk memastikan semua pembalap, kru hingga penonton MotoGP mendapat penanganan ketika situasi kedaruratan terjadi selama ajang MotoGP nantinya, baik itu yang bersifat penanganan medis hingga evakuasi.

Semua personel yang terlibat juga sudah mendapat pembekalan terkait tugas dan fungsi masing-masing. Termasuk pengetahuan soal alur serta traffic untuk penanganan kebencanaan, sehingga ketika dibutuhkan langkah evakuasi, alur penanganannya sudah jelas.

“Khusus kondisi kebencanaan, kita sudah menyiapkan 10 assembly point (titik kumpul) yang tersebar di sekitar Sirkuit Mandalika dengan jarak satu titik kumpul dengan titik kumpul lainnya, maksimal 2 km,” sebut Wenda seraya menambahkan satgas tanggap darurat tersebut juga sudah dibekali sarana dan prasarana yang cukup memadai.

Begitu juga untuk pos kesehatan, pihaknya juga sudah menyiapkan di 10 titik. Tersebar di lokasi-lokasi yang dekat dengan penonton serta pusat keramaian lainya. Adapun untuk mengantisipasi kasus-kasus kriminal terutama kasus 3C (Curat, Curas dan Curanmor) di area Sirkuit Mandalika, pihaknya memberlakukan proses skrining secara ketat.

Semua langkah antisipasi tersebut disiapkan untuk memastikan para penonton dan pihak lainnya bisa merasa aman saat berada di Sirkuit Mandalika selama ajang MotoGP berlangsung nantinya. “Jadi para penonton tidak perlu ragu datang menonton ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika,” tandasnya. (kir)

Berharap Jadi Destinasi Wisata, Museum NTB Siap Berbagi Pengalaman Kelola Museum MotoGP

0
Ahmad Nuralam (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., memberikan apresiasi kepada pihak PT. Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) yang membangun Museum MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Adanya Museum MotoGP, harap Nuralam akan menjadi destinasi wisata dan sarana pembelajaran bagi masyarakat NTB, sehingga pariwisata di NTB semakin berkembang. “Belum ada permohonan dari ITDC untuk membantu proses pembangunan Museum MotoGP,” ujarnya saat dikonfirmasi ekbisntb.com, Jumat 20 September 2024.

Dalam hal ini, pihaknya sangat senang terhadap pembangunan museum di kawasan Mandalika, sehingga menambah jumlah museum di NTB menjadi 6 unit. “Apabila ITDC memerlukan tenaga ahli kami bersedia berbagi pengalaman dalam pengelolaan museum,” tambahnya.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria kepada wartawan di Sirkuit Mandalika menjelaskan pembangunan Museum MotoGP pertama di dunia ini sedang dikebut dan ditargetkan tuntas sehari sebelum ajang MotoGP Mandalika pada 27 – 29 September 2024.

Museum MotoGP ini dibangun di depan Gedung Deluxe Sirkuit Mandalika dalam bentuk bangunan semi permanen. Pembangunan Museum MotoGP yang semi permanen untuk mengejar diresmikan pada MotoGP Mandalika 2024.

Pihaknya berharap dalam setahun, bangunan semi permanen ini diganti dengan yang permanen. Pada museum ini akan dipamerkan mengenai lahirnya dunia MotoGP sampai hari ini dan sebagian area mengenai perjalanan MotoGP di Mandalika.

Sementara koleksi yang akan dipajang di Museum MotoGP sebagian telah dikirim Dorna Sports. Museum ini nantinya akan menampilkan sejarah perjalanan MotoGP dari awal hingga saat ini.

Bahkan di masa mendatang museum ini akan dibuka untuk masyarakat Indonesia, dan wisatawan asing yang datang ke Lombok bisa melihat koleksi yang ada di dalamnya. Nantinya, ketika pengunjung MotoGP Mandalika tidak hanya sirkuit tapi juga ada museum MotoGP. (ham)

Jaga Inflasi, Bank Indonesia NTB Perluas Kluster Cabai di Sumbawa

0
Bank Indonesia secara konsisten memperluas pengembangan klaster komoditas pangan unggulan(ekbisntb.com/bul)

Sumbawa (ekbisntb.com) – Sebagai bentuk upaya pengendalian inflasi dari sisi supply ataupun ketersediaan pasokan, Bank Indonesia secara konsisten memperluas pengembangan klaster komoditas pangan unggulan. Dilaksanakan di Pulau Sumbawa, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat memperluas klaster binaannya khusus untuk komoditas cabai melalui Kelompok Tani Ai Ramena di Desa Buin Baru Kecamatan Buer.

Bank Indonesia mengembangkan demplot cabai di Kelompok Tani Ai Ramena melalui penanaman cabai di lahan seluas 1 Hektar (Ha).

Dalam pelaksanaannya, ditempuh beberapa tahapan, yaitu Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani melalui berbagai pelatihan seperti pelatihan pertanian organik dan penguatan kelembagaan, penyadaran dan perubahan paradigma petani melalui studi tiru.

Peningkatan Akses Korporasi Kelompok Tani melalui perluasan akses pasar, baik kepada pedagang besar maupun UMKM lokal.

Peningkatan Akses Pembiayaan kepada lembaga keuangan dalam rangka peningkatan akses permodalan.

Bank Indonesia berharap dapat berkontribusi aktif dalam pengendalian inflasi komoditas pangan khususnya komoditas cabai di Pulau Sumbawa dari sisi ketersediaan pasokan.

”Kami berharap inisiasi yang telah dilaksanakan oleh Bank Indonesia ini dapat direplikasi oleh Pemerintah Daerah maupun stakeholder lainnya dalam pengembangan komoditas ketahanan pangan di Provinsi NTB khususnya di Pulau Sumbawa,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap.

Untuk mendukung pengendalian inflasi khususnya strategi ketersediaan pasokan, program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani melalui pengembangan pertanian organik dan optimalisasi pemanfaatan limbah dan kotoran hewan sehingga dapat menekan biaya produksi petani serta peningkatan produktivitas hasil pertanian.

Pertanian organik dan pertanian terintegrasi ini juga diharapkan dapat turut berkontribusi pada pengembangan Sustainable Development Goals (SDGs).(bul)