Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 591

Harga Tiket Pesawat Naik, Jemaah Umrah Berkurang Signifikan

0
H. Zamroni(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Tingginya harga tiket pesawat tidak saja mempengaruhi sektor pariwisata, jasa usaha lainnya juga terdampak. Salah satunya, travel haji dan umrah.

Harga tiket pesawat merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh calon jamaah umrah. Kenaikan harga tiket pesawat dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap minat dan keputusan seseorang untuk melaksanakan ibadah umrah.

Apalagi calon jamaah umrah yang memiliki anggaran terbatas untuk perjalanan ibadah ini. Kenaikan harga tiket pesawat secara signifikan dapat membuat biaya keseluruhan perjalanan melebihi anggaran yang telah disiapkan.

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusa Tenggara, H. Zamroni mengemukakan, jika dibandingkan dengan jumlah pemberangkatan calon jemaah umrah pada September tahun 2023, dibandingkan dengan September 2024 ini, penurunannya mencapai 30 persen. Sementara data Amphuri secara nasional, angka penurunannya jauh lebih signifikan.

“Masyarakat masih menyimpan dananya. Dan masih wait and see sambil menunggu bagaimana keadaan setelah pelantikan presiden baru pada Oktober ini,” katanya.

Saat ini harga tiket pesawat dari Jakarta ke Makkah Rp15,5 juta hingga Rp16 juta PP untuk maskapai Lion. Sementara Garuda Indonesia, harganya dari Rp16,5 juta hingga Rp18 juta PP.

“Belum kita hitung tiket dari Lombok ke Jakarta, dan Jakarta Lombok,” ujarnya.

Sementara, Kementerian Agama telah memberikan batasan minimal biaya umrah Rp23 juta. Zamroni mengatakan, bagaimana mungkin menurutnya travel dapat memberikan harga dibawah Rp23 juta. Jikapun ada, calon jemaah diingatkan untuk tetap hati-hati memilih travel umrah. Dan tidak tergiur dengan harga murah.

Kementerian Agama sudah membentuk PPNS yang bertugas melakukan pengawasan, hingga penyidikan terhadap travel umrah yang menawarkan harga paket umrah dibawah Rp23 juta. Ditengah tingginya harga komponen akomodasi.

“Di Jakarta sudah ada travel umrah yang terjaring menawarkan harga paket murah. Ini juga kita sampaikan kepada teman-teman di daerah. kalaupun menawarkan harga paket umrah dibawah Rp23 juta, harus transparan, menginapnya jemaah dimana, menu makanannya apa. Jangan sampai di tanah suci malah jemaah kecewa karena tidak sesuai kenyataannya dengan janji pelayanan saat di tanah suci,” tambahnya.

Zamroni menambahkan, pada saat normal, harga tiket pesawat dari Jakarta-Makka (PP) kisaran Rp12 juta. Harapannya, harga tiket pesawat ini kembali normal sehingga minat calon jemaah untuk berumrah kembali tinggi. Agar perputaran rantai ekonomi semakin menggeliat.

“Kita berharap, pada pemerintahan baru nanti, persoalan ini dapat diselesaikan,” harapnya.(bul)

Direksi Beberkan Alasan Menjual Saham Bank NTB Syariah di Sarana NTB Ventura

0
H. Kukuh Rahardjo(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank NTB Syariah telah mengumumkan secara terbuka penawaran penjualan sahamnya di PT. Sarana NTB Ventura.

Penawaran saham Bank NTB Syariah di Sarana NTB Ventura ini diketahui berjumlah 2.567.933 lembar saham. Atau senilai Rp2.567.993.000 (5,45 persen) dilakukan secara terbuka, kepada para pemegang saham Sarana NTB Ventura, atau kepada pihak ketiga yang berminat.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo menyampaikan kronologisnya. Saham NTB Ventura dibeli oleh Bank NTB pada tahun 1993, jauh sebelum Bank NTB Syariah belum konversi ke syariah penuh pada tahun 2018.

“Mungkin manajemen menilai pada saat itu, dengan membeli saham Ventura aka nada dividen yang masuk secara rutin juga ke bank,” katanya.

Dalam perjalanannya hingga saat ini, dividen di NTB Ventura menurut Kukuh, belum pernah diambil. Dividennya terus memupuk modal NTB Ventura. Saat berkonversi Bank NTB ke syariah penuh pada tahun 2018, salah satu kewajiban dari Bank NTB Syariah adalah melepas seluruh kepemilikan di NTB Ventura yang aktivitas bisnisnya masih berjalan secara konvensional.

“Sedangkan kami sudah menjadi bank syariah. Sehingga pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tahun 2021, sudah disetujui oleh pemegang saham, bahwa boleh kami melepas itu. Dalam persiapan melepas saham itu, kami juga dibantu oleh Asdatun (Kejaksaan). Salah satu syaratnya melepas sahamnya adalah dilakukan secara terbuka,” jelasnya.

Dalam penawaran terbuka Bank NTB Syariah, disampaikan ketentuannya. Untuk pemegang saham baru,ditawarkan harga saham sebesar Rp1.275 per lembar.

Skema pembelian/akuisisi saham PT. Bank NTB Syariah dapat dilakukan secara keseluruhan dan atau bertahap (proporsional) , sesuai dengan kesepakatan. Pemegang saham berhak atas pembagian dividen, hak untuk mengeluarkan suara dalam RUPS,dan hak-hak lainnya.

“Sudah ada yang nawar, tapi nanti kami sampaikan kalau sudah bersepakat,” demikian Kukuh.(bul)

Miliki Berbagai Unggulan, Desa Aik Berik Lombok Tengah Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia

0
Desa Wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Desa Wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah menjadi satu-satunya desa wisata di NTB yang lolos masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

50 desa wisata yang masuk menjadi nomonasi ini terpilih dari 6.016 desa wisata yang diusulkan di seluruh Indonesia. Setelah melakukan penilaian dokumen dan pendukung lainnya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menurunkan tim dan juri untuk melakukan penilaian dan validasi lapangan ke 50 desa wisata yang masuk nominasi ini. Termasuk ke Desa Wisata Aik Berik.

Mewakili Menparekraf, Sandiaga S Uno, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi, Kurleni Ukar, dan dua dewan juri ADWI yaitu Chef Vindex Tengker bersama Agus Wiyono, didampingi langsung Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jamaludin Malady, unsur dari Dinas Kehutanan dan LHK NTB, serta dinas terkait Pemkab Lombok Tengah, dan kepala desa dan Pokdarwis setempat melakukan visit ke Desa Aik Berik, Selasa, 17 September 2024.

Kurleni Ukar dalam kesempatan ini menyampaikan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, peningkatan penerimaan devisa dari sektor pariwisata, penyerapan tenaga kerja pariwisata, dan kenaikan indeks daya saing pariwisata Indonesia di ranah global.

“Kita melakukan visitasi atau penilaian lapangan desa wisata Aik Berik Kurleni sebagai desawisata satu-satunya yang mewakili NTB dari 274 desa wisata NTB. Dan sekarang sudah masuk 50 besar ADWI 2024,” ujarnya.

Ditambahkannya, Kemenparekraf mencari desa wisata yang mengedepankan pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan, dan menjadikan masyarakat sebagai local champion dalam Desa Wisata Aik Berik berada di bawah kaki Gunung Rinjani, View persawahan yang menyejukkan dan indah menyatu dengan megahnya gunung Rinjani yang berdiri kokoh dari kejauhan.

Selain itu, terdapat juga kawasan perkebunan warga yang ditumbuhi berbagai jenis buah-buahan tropis, seperti buah pisang, manggis, jeruk, durian, rambutan, alpukat, dan lainnya. Terdapat juga sekitar 826 hektar hutan Negara yang dikelola masyarakat yang ditumbuhi berbagai jenis pohon yang menghasilkan buah.

Kebun-kebun buah masyarakat ini menjadi salah satu alternative untuk melepaskan lelah sembari mencicipi buah segar langsung dari pohonnya (agro wisata). Suburnya tanah menyebabkan hampir semua jenis buah-buahan bisa tumbuh di desa ini. Kesuburan tersebut tidak lepas dari keberadaan gunung api di pulau Lombok sehingga tanahnya cukup baik untuk mensuplai nutrisi yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan.

Dewan juri ADWI, Chef Vindex Tengker juga menyebut Desa Aik Berik Sangat potensial untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata. Karena memiliki beragam kelebihan dibanding desa-desa wisata lainnya. Kelebihan tersebut salah satunya air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.

“Potensi Desa Wisata Aik Berik ini sangat besar. tinggal ditingkatkan produk turunan ekonominya, digitalisasi dan kelembagaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kadispar NTB, Jamaludin Maladi meyakini, Desa Aik Berik akan menjadi desa wisata terbaik ADWI 2024.

Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, tujuan pariwisata yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, serta memajukan kebudayaan.

ADWI telah dilaksanakan selama tiga tahun. Pada tahun 2021 telah diikuti oleh 1.831 desa wisata. Peningkatan yang signifikan terjadi pada tahun 2022 dengan total peserta 3.419 desa wisata. Pada tahun 2023 telah mencapai angka yang mengesankan, yaitu 4.573 desa wisata. Hingga saat ini sudah ada 175 desa wisata terbaik yang telah mendapatkan penghargaan.

Tahun 2024 ini, ADWI kembali diselenggarakan dengan mengangkat tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia” yang diikuti oleh 6.016 desa wisata.

Diharapkan, melalui ADWI, dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mewujudkan visi “Indonesia sebagai tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat”.

Ada lima kategori penilaian yang dilakukan. Mencakup Daya Tarik Desa Wisata seperti keunikan, keautentikan, dan kreativitas yang menjadi Daya Tarik Wisata berupa produk wisata (wisata alam, buatan, budaya) & produk ekonomi kreatif (kriya, kuliner, fesyen).

Amenitas atau peningkatan standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar CHSE melalui fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya (restoran, tempat ibadah, dan parkir) untuk pemenuhan sarana dan prasarana kenyamanan wisatawan.

Digital, yaitu akselerasi transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital.

Kelembagaan dan SDM mencakup pemberdayaan SDM di Desa Wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di Desa Wisata.

Dan Resiliensi yaitu, pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen risiko.

Potensi Wisata Desa Aik Berik

Untuk diketahui, Desa Wisata Aik Berik memiliki sejumlah keunggulan. melimpahnya sumber daya alam yang ada di desa Aik Berik, membuat para wisatawan yang berkunjung merasakan kepuasan dengan banyaknya wisata alam yang memukau. Beberpa spot wisata di Aik Berik termasuk; Air Terjun Janggot, Air Terjun Benang Kelambu, Air Terjun Goa Walet, Air Terjun Keliwung dan Hutan Rimbun.

Desa Wiasta Aik Berik juga memiliki kekayaan Seni Musik Tradisional, salah satunya Klentang sebagai salah satu jenis alat musik suku sasak selain gendang bleq dan kecimol. Jaran Kamput yang merupakan media permainan yang sifatnya menghibur bagi anak-anak dengan menunggangi kuda-kudaan tadi diarak keliling kampung.

Untuk Produk Ekraf, Desa Wisata Aik Berik memproduksi anyaman rotan dan ketat seperti piring, tas, tempat tissu, tudung saji, nampan) yang sudah menjadi oleh-oleh ataupun biasa di jual di pasar. Sementara kulinernya, antara lain, budi daya jamur, madu trigona uye, kopi sasuli asli, keripik pisang, kopi robusta, ketan kuning, ambon gebot, kripik talas, celorot, jajerot, keripik tempe. Desa wisata ini juga menghasilkan tenun khas lombok dengan berbagai motif dan warna.

Selain itu, Di Desa Wisata Aik Berik telah tersedia homestay amenitas yang dapat disewakan oleh para wisatawan untuk menginap dan menikmati liburan lebih dari satu hari. Dengan tarif mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu /malam.

Pengelolaannya juga menerapkan SOP dengan menyediakan fasilitas kebersihan seperti wastafel, sabun, dan hand sanitizer untuk memastikan keselamatan pengunjung, kesiapan petugas Kesehatan di destinasi wisata.

Desa Wisata Aik Berik dikelola oleh pokdarwis, tersedia tour guade yang akan mengarahkan, menjaga kebersihan dan juga menjadi menjaga setiap wisatawan yang berkunjung disetiap destinasi wisata dan sudah sertifikasi.

Desa Aik Berik membentuk tim yang bertugas untuk penanganan resiko bencana dengan membentuk kelompok yaitu antara pokdarwis, pokdarling, masyarakat tanggap api dan juga Basarnas. Di setiap spot wisata team bertugas menjaga keamanan untuk memberikan info terkait bencana alam, menyediakan kotak P3k, dan tandu. kawasan lereng taman wisata rinjani, PMI dan basarnas yang andil dalam perlindungan keselamatan.

Mengembangkan promosi digital melalui Instagram: Desa_WisataAikBerik. Youtube: https://www.youtube.com/desawisataaikberik
Website: Desa Wisata Aik Berik (kemenparekraf.go.id). (*)

Harga Tembakau Cukup Bagus, Petani Tembakau di Sekotong Bisa Untung Puluhan Juta

0
Tembakau hasil panen petani Poktan Beriuk Kemos Dusun Telaga Lebur Kebon Desa Sekotong Tengah kecamatan Sekotong. (ekbisntb.com/her)

PETANI tembakau di Lombok Barat, khususnya yang berada di wilayah  Sekotong telah melakukan panen daun tembakau. Hasil panen pun cukup menjanjikan dengan hasil penjualan lumayan besar. Menyusul harga tembakau saat ini relatif tinggi. Petani memperoleh hasil jual jutaan hingga puluhan juta bahkan seratus juta rupiah.

Salah satu daerah yang mengembangkan tanaman tembakau di wilayah Sekotong adalah Dusun Telaga Lebur Kebon Desa Sekotong Tengah. Dusun ini memiliki kontur tanah yang cocok untuk pengembangan tanaman yang menjanjikan ini. Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Beriuk Kemos di wilayah ini menanam tanaman tembakau. Dimana sebelumnya, hampir tiap musim tanam petani menanam padi, kacang dan jagung.

Namun semenjak adanya Petani yang menjalin kerjasama dengan perusahaan dan melihat hasil yang menjanjikan, sejumlah petani pun ikut menanam tembakau. Alhasil, dibanding dengan hasil padi dan lainnya, tembakau lebih menjanjikan. Akan tetapi belum semua petani menanam tanaman tembakau ini.

Kadus Telaga Lebur Kebon Mahnun menerangkan potensi areal tanam tembakau di daerahnya cukup luas. Namun yang baru ditanami hampir 8 hektare. Sebab petani belum banyak yang mau menanam tembakau, lebih banyak masih menanam padi dan sejenisnya.

Namun dengan hasil yang diperoleh petani tembakau, petani lain pun mulai ikut menanam. Pada hasil panen kali ini, petani mendapatkan hasil yang lumayan besar. Sekali panen mereka bisa menghasilkan 4 ton. Hasil jual pun lumayan, karena harga per kilogram tembakau musim ini dibeli perusahaan dengan harga 40-50 ribu tergantung kualitas tembakau.

“Alhamdulillah hasil kirim ke dua lumayan,”kata Mahnun, Minggu 22 September 2024 kemarin.

Disebutkan, hasil jual yang diperoleh petani pada pengiriman kedua ini bervariasi dengan kisaran 9 juta-32 juta tergantung luas lahan dan kualitas daun tembakau. Ada yang memperoleh penjualan Rp9 juta, 19 juta, 22 juta, 25 juta dan 32 juta. Kalau ditotal dengan pengiriman pertama, petani bisa memperoleh hingga puluhan bahkan seratusan juta.

“Kalau ditotal ada yang dapat sampai 100 juta,”ujarnya.

Menurutnya, dengan bertambahnya petani menanam tembakau memberikan keuntungan bagi pertani. Karena dari hasil panen tembakau dibandingkan menaman padi atau jagung jauh lebih besar hasil tembakau tersebut. Oleh karena itu, pihaknya terus mengajak petani menanam tembakau. Selain itu, petani juga bisa memberi sumbangan menambah DBHCHT kepada daerah.

“Karena kalau semakin banyak tanam tembakau tentu DBHCHT ke daerah bertambah, kita sumbang DBHCHT ke daerah,”sambungnya.

Sehingga dari sisi perhatian berupa bantuan kepada petani juga tentu lebih diperhatikan oleh Pemda. Sejauh ini sudah ada bantuan Dinas Pertanian kepada petani tembakau di wilayahnya. Namun petani sudah ada yang mandiri dan ada juga yang didukung oleh perusahaan. (her)

Tren Kegiatan Usaha Meningkat, Pemda Lobar Komitmen Tingkatkan Intervensi Petani Tembakau

0
Tanaman tembakau yang dikembangkan di wilayah Telaga Lebur Kebon Sekotong (ekbisntb.com/her)

TREN kegiatan usaha tembakau di Lombok Barat meningkat beberapa tahun terakhir. Untuk mendukung usaha tembakau tersebut, Pemkab pun berupaya melakukan intervensi bantuan hingga memfasilitasi perizinan bagi petani tembakau.

Kepala Dinas Pertanian Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan, pihaknya tahun ini membangun jalan usaha tani untuk mendukung pengembangan tanaman tembakau. Panjang jalan mencapai 750 meter yang dibangun dari DBHCHT.

“Dari DBHCHT ada dua jalan usaha tani, itu kita bangun di lokasi tembakau”kata Damayanti belum lama ini.

Diharapkan dengan dibangun jalan usaha tani, petani menjadi lebih lancar mengangkut sarana produksi dan hasil tanam atau panen.

Petani bisa lebih lancar mengangkut dan menjual hasil produksi, sehingga biaya produksi (ongkos angkut) ditekan.

“Mudah dan lancar untuk pengangkutan sarana produksi dan pengangkutannya,”ujarnya.

Pihaknya memprioritaskan untuk lokasi tanaman tembakau, karena dananya bersumber dari DBHCHT. Pihaknya juga membantu sarana prasarana lainnya.

 Sejauh ini untuk tanaman tembakau meningkat mencapai sekitar 400 hektar. Hal ini didorong oleh animo warga makin banyak menanam tembakau.

“Kedepan kalau semakin banyak tanam tembakau, kita akan mendapatkan DBHCHT lebih banyak,”ujarnya.

Dinas Pertanian juga menggalakkan kerjasama bermitra dengan pihak perusahaan. Untuk meningkatkan petani menanam tembakau, pihaknya memberikan stimulus dengan memproritaskan bantuan kepada petani tembakau.

“Jadi kami berharap petani berlomba-lomba tanam tembakau,”ujarnya.

Lebih-lebih kedepan akan dibangun SIHT di Lobar yang diharapkan memicu petani menanam tembakau. Untuk tanaman tembakau yang dibudidayakan di Lobar ada dua jenis, yakni hitam dan kuning rajangan untuk rokok. Tembakau ini terdiri dari lima varietas. Masing-masing tembakau hitam terdiri dua verietas Layur Besar Gerung dan Beboro Labuapi.

Ada lagi Tembakau Lobar yang bisa untuk tembakau hitam dan kuning (rajang), yakni Kasturi Kediri dan Layur Kediri. “Lima varietas sudah kami lepas dan sudah diuji. Dan hasilnya goal,”imbuhnya. Menurutnya, tembakau yang dihasilkan dicari oleh pengusaha luar karena menjadi penyedap racikan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Lobar Hery Ramadhan mengatakan pihaknya memberikan Bimtek dan Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha berbasis resiko dengan mengundang para petani tembakau, unsur pemerintah vertikal beacukai Mataram, dan OPD Disperindag Lombok Barat.

Ia juga menyampaikan akan dibangunnya fasilitas gudang pengepulan hasil tembakau di sekitar Lembar.

“Mengingat tren kegiatan usaha tembakau wilayah Lombok Barat berada di urutan ke tiga se- NTB dan tembakau salah satu penyumbang PNPB terbesar untuk APBN negara dan tembakau wilayah Lombok Barat memiliki ciri khas tersendiri sehingga pengiriman atau permintaan di luar sangat banyak permintaan,”ujarnya. (her)

Alumni Poltekpar Lombok Didorong Ciptakan Lapangan Kerja

0
Sebanyak 271 mahasiswa Poltekpar Lombok diwisuda, Sabtu kemarin. Tidak hanya mengisi lapangan kerja, para alumni Poltekpar Lombok juga dituntut untuk bisa membuka lapangan kerja. (ekbisntb.com/ist) 

SELAMA menjalani pendidikan di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok para mahasiswanya bakal dibekali ilmu pengetahuan serta skill mumpungi khususnya di bidang kepariwisataan. Dengan mengadopsi kurikulum standar internasional, sehingga begitu menyelesaikan pendidikan di Poltekpar Lombok, para alumninya sudah siap kerja.

Meski demikian, para alumni Poltekpar Lombok tidak hanya dituntut untuk bisa mengisi peluang kerja yang ada di bidang pariwisata, tetapi juga didorong untuk bisa menciptakan lapangan kerja dengan membuka usaha-usaha mandiri yang bisa menyerap tenaga kerja. Karena keberhasilan seorang alumni tidak hanya dilihat saat terserap lapangan kerja. Tetapi juga ketika mampu membuka lapangan usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.

“Alumni Poltekpar Lombok jangan menambah jumlah pengangguran. Tapi justru harus mampu turut mengatasi dan memberikan solusi untuk mengurangi pengangguran,” terang Sekretaris Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dra. Ni Wayan Giri Adnyani M.Sc.,CHE., Sabtu 21 September 2024.

Usai menghadiri wisuda ke-V Poltekpar Lombok di kampus Poltekpar Lombok yang disaksikan langsung Menparekraf Sandiaga Uno, melalui video tapping, Giri mengatakan semua lulusan poltekpar tidak terkecuali Poltekpar Lombok memiliki potensi untuk memasuki dunia kerja sekaligus kemampuan untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Dengan menjadi pengusaha-pengusaha di bidang pariwisata atau bidang terkait lainnya.

Untuk itu, penting bagi semua alumni Poltekpar Lombok khususnya, agar bisa membangun cara pandang yang sama, jika keberhasilan tidak hanya soal bisa bekerja di berbagai lapangan kerja yang ada. Tetapi juga mampu membuka lapangan kerja minimal bagi diri sendiri, terlebih lagi bagi orang lain.

Dari survei sebelumnya menyebutkan 70 persen lulusan Poltekpar di bawah Kemenparekraf sudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan ada yang sudah dapat pekerjaan sebelum diwisuda. Sisanya sebanyak 30 persen ada yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi hingga memulai usahanya sendiri.

Hal itu menunjukkan kalau Poltekpar bukanlah institusi pendidikan yang menambah angka pengangguran. Tetapi justru bisa turut andil dalam mengatasi dan memberikan solusi untuk mengurangi pengangguran.

Di tempat yang sama Direktur Poltekpar Lombok Dr. Ali Muhtasom, A.Md., MM., CHCM. CHE., mengungkapkan pada wisuda ke V yang berlangsung di GOR kampus Poltekpar Lombok tersebut, total ada 271 mahasiswa yang diwisuda. Tersebar di empat program studi yang ada. Namun sebagian besar mahasiswa yang diwisudah tersebut, sudah mendapat pekerjaan di sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.

Sisanya ada yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Dan, ada juga yang memang belum terserap lapangan kerja, karena berencana untuk memulai usaha sendiri. “Secara kemampuan, para alumni Poltekpar Lombok ini sudah sangat siap bekerja. Sekaligus punya potensi untuk berwirausaha. Karena didukung sistem pengajar serta kurikulum yang mumpuni,” imbuh Ali. (kir)

Dispar Lobar Minta Kenaikan Harga Kamar Diimbangi Pelayanan

0
Agus Gunawan (ekbisntb.com/dok)

KEPALA Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) Agus Gunawan meminta para pelaku usaha perhotelan tidak menaikkan harga kamar periode pelaksanaan event MotoGP akhir September ini. Menyusul isu yang  menyebutkan harga kamar hotel di kawasan Senggigi mulai naik.

Agus menilai dampak jika menaikan harga terlalu tinggi akan membuat image daerah kurang bagus di mata wisatawan. “Ini kan momentumnya bagus. Cuma jangan aji mumpung, semena-mena menaikkan. Ini kan image nya daerah,” kata Kadispar Lobar, belum lama ini.

Menurutnya event tahunan MotoGP ini akan terus menyedot pengunjung untuk menyaksikan. Membuat tingkat hunian kamar di kawasan Senggigi sangat berdampak peningkatannya.  Namun jika terjadi kenaikan harga yang tak wajar saat ini, justru membuat  pengunjung malas kembali lagi datang pada event tahun berikutnya.

Mantan Asisten I Setda Lobar itu pun mengimbau pelaku usaha hotel agar menaikkan harga proporsional saja serta diimbangi dengan pelayanan yang baik. “Yang proporsional lah kalau memang ada kenaikan. Jangan sampai dua tiga kali lipat. Kan orang kapok ke sini nanti,” terangnya.

Pihaknya pun segera turun langsung ke lapangan untuk mengecek harga kamar hotel. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Destination Management Organization (DMO) Lobar. “Sambil menunggu regulasi Gubernur seperti tahun lalu kan. Sebagai dasar kita Dispar kabupaten/kota untuk turun,” tambahnya.

Namun tak dipungkiri, ada laporan yang diterimanya bahwa beberapa hotel yang memang melakukan kenaikan harga kamar. Ada beberapa juga hotel di Senggigi yang sudah full booking pada kurun waktu MotoGP 27-29 September tersebut.

Terpisah, Ketua Senggigi Hotels Association (SHA) I Ketut M Jaya Kusuma mengatakan, kenaikan harga kamar hotel pasti akan selalu ada. Selama angka kenaikan harga tetap mengikuti peraturan gubernur (Pergub) atau imbauan pemerintah.“Saya pikir wajar ketika demand tinggi,” kata Ketut yang juga General Manager Holiday Resort Lombok ini.

Dijelaskannya, ambang batas kenaikan harga hotel diatur sesuai dengan zona wilayah masing-masing. Untuk zona ring 1 dapat menaikkan harga tiga kali lipat, ring dua bisa naik dua kali lipat. Sedangkan ring tiga seperti wilayah Senggigi hanya dapat menaikkan 1 kali lipat dari harga normal.“Kami patokkan harga normal itu dari publish rack rate masing-masing hotel,” jelasnya. (her)

Kasus Wisatawan Meninggal dan Hilang, Pemprov NTB Diminta Bentuk Badan Adhoc Standar Sekuriti

0
Pencarian WNA Rusia yang hilang oleh Basarnas di kawasan Wisata Gunung Rinjani belum ditemukan hingga saat ini. (ekbisntb.com/ist)

Kasus wisatawan meninggal di kawasan wisata di NTB khususnya 3 Gili dan hilang atau meninggal saat berwisata di area pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, agar disikapi serius oleh pemerintah daerah. Para pelaku wisata mencermati, pemerintah khususnya Pemprov NTB perlu mengambil langkah pencegahan mengacu pada banyaknya kasus yang terjadi.

Ketua PHRI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lalu Kusnawan, kepada Ekbis NTB, Minggu (22/9), mengatakan, saat ini pemerintah daerah belum menerapkan standar pengamanan yang bersifat pencegahan terhadap kasus yang mungkin timbul di kemudian hari. Adapun keberadaan lintas instansi di bawah Basarnas, lebih bersifat mitigasi pascaterjadinya kasus.

“Apakah standar sekuriti 3 Gili sudah ada, ternyata tidak. Apakah dokter, puskesmas dari lembaga pemerintah ada, ternyata tidak juga.  Saya berkali-kali minta, standar sekuriti itu diadakan. Jangan hanya begitu mau lebaran Idul Fitri, baru dibentuk posko pemantau, kenapa tidak dibiatkan Posko saat high season,” tegas Kusnawan kemarin.

Sebagai destinasi wisata dengan potensi arus kedatangan wisatawan saat high season antara 3.000 – 3.500 orang per hari, Pemprov NTB perlu menggugah Pemda Lombok Utara untuk membangun implementasi Sapta Pesona yang serius di 3 Gili. Pasalnya, arus kunjungan high season didominasi oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia, dimana kenyamanan dan keamanan mereka menciptakan persepsi publik internasional.

“Pada bulan ini saja, satu hari itu kita kedatangan 3.500 orang lewat jalur fast boat. Adanya Posko Terpadu ketika high season ini sangat penting,” tambahnya.

Menurut GM Hotel Willson’s Retreat Gili Trawangan ini, tidak ada alasan bagi Pemda untuk tidak merespon usulan pelaku pariwisata. Andil pelaku pariwisata tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga menyediakan retribusi, pajak daerah dan pajak bagi pemerintah pusat.  “Silakan dianggarkan, kita sudah bayar pajak, kita bayar retribusi. Dan yang paling penting, database. Kalau ada database, ketika ada kejadian emergency, gampang melacaknya,” ujarnya.

Sebaliknya, Kus melihat kesiapan daerah untuk mengelola kawasan wisatanya belum maksimal. Daerah sejauh ini hanya berinvestasi pada aspek fisik, namun belum mengarah pada manajemen keselamatan para pengunjung. “Kalau dibuat database, in/out-nya jelas. Orang ini pernah di sini, mudah dilacak.”

Sebagaimana kasus terbaru, hilangnya wisatawan asal Rusia, mengundang atensi dari Duta Besar Rusia di Jakarta. Terlebih lagi, pendaki yang diketahui bernama Mordovina Alexandra (44), hilang sejak Kamis 12 September 2024 di area TNGR dan diduga mendaki melalui jalur ilegal.

Dari kasus tersebut, Kusnawan berpandangan, manajemen pengelolaan kawasan wisata yang memprioritaskan kenyamanan, keamanan dan keselamatan wisatawan harus ditatakelola ulang dengan baik melibatkan instansi yang kompeten.

“Belum lagi kita berbicara masalah sampah yang tidak kunjung usai.  Jadi menurut saya, harus ada tata kelola. Perlu dibentuk lembaga Adhoc, Task Force atau semacamnya yang berfungsi untuk menyelesaikan persoalan sesuai fokus masalah di kawasan wisata,” tandasnya. (ari)

Periode Event MotoGP, Hotel di Kawasan Senggigi Banyak Dipesan Tamu

0
Kawasan salah satu hotel di Senggigi. Pada MotoGP, sebagian besar kamar hotel sudah di-booking. (ekbisntb.com/ist)

Jelang perhelatan balapan motor dunia MotoGP akhir bulan ini, akomodasi penginapan di kawasan Senggigi kecipratan tamu yang menyaksikan evenT dunia tersebut. Hingga saat ini semua hotel di kawasan wisata itu kisaran 85-95 Persen dan ada yang full booking pada kurun waktu pelaksanaan MotoGP 27-29 September.

General Manager Holiday Resort Lombok I Ketut M Jaya Kusuma mengatakan rata-rata okupansi untuk hotel di wilayah Senggigi saat ini sudah mencapai angka 85 persen. Bahkan untuk Holiday Resort sendiri sudah di angka 99 persen untuk tanggal 27 dan 28 September. Sedangkan untuk tanggal 29 sudah full 100 persen.

“Okupansi bagus selama periode MotoGP (27-29 September 2024). Yang booking di periode itu memang yang berhubungan dengan event MotoGP,” terangnya akhir pekan kemarin.

Untuk angka okupansi saat ini disebutkannya tidak jauh berbeda dengan angka tahun sebelumnya, karena kemungkinan juga akan meningkatkan lagi menuju ke hari perhelatan MotoGP.

Dengan mayoritas pengunjung yakni dari wisatawan domestik, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Kondisi ini memang biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.“Khusus periode MotoGP 70 persen domestik dan 30 persen wisman,” tandasnya.

Sementara itu, Firos Nurkalam selaku  Director of Sales Aruna Senggigi mengatakan untuk okupansi hotel selama dua bulan terakhir (Agustus dan September) lumayan bagus. Pada Agustus, okupansi mencapai 92 persen. Sedangkan untuk September mencapai 75 persen. “Kalau di periode GP saja (27 – 30 September 2024) average di 80-85 persen,”sebutnya.

Dari jumlah kamar 136, yang sudah dibooking mencapai 85 persen selama periode MotoGP.  Kamar di-booking oleh tamu sejak dari awal tahun, dan ada juga dari tahun kemarin. Kaitan dengan paket khusus bagi tamu MotoGP, pihak hotel tidak menyiapkan. Namun pihaknya menawarkan promo dinner di Sea View pada periode MotoGP nantinya. Dan untuk kamar, pihkaknya lebih fleksibel untuk masa inapnya (tidak mengharuskan tamu menginap 3 malam).

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Agus Gunawan mengatakan dari laporan yang diterimanya, beberapa juga hotel di Senggigi banyak dipesan pada kurun waktu MotoGP 27-29 September tersebut. Dengan tinggi tingkat hunian ini, berdampak terhadap penghasilan hotel yang juga meningkat. Pihaknya berharap agar tingginya tingkat hunian hotel ini tak dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab, sehingga merusak citra pariwisata daerah.(her)

Persoalan Tahun Lalu Jangan Terulang Lagi

0
M. Nashib Ikroman (ekbisntb.com/ist) dan Made Slamet (ekbisntb.com/dok)

KALANGAN DPRD NTB ikut memberi atensi terhadap naiknya harga akomodasi atau kamar hotel, bahkan sebagian melebihi ketentuan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 terkait dengan Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi.

Anggota DPRD NTB, M Nashib Ikroman mengatakan, MotoGP seri Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Mandalika merupakan gawe bersama yang membutuhkan sinergi semua pihak. Dibutuhkan konsolidasi bersama agar masalah-masalah yang muncul bisa diantisipasi dan dicarikan solusi yang terbaik.

Menurut Sekretaris Fraksi Persatuan Perjuangan Restorasi ini, sejumlah persoalan dari dua kali penyelenggaraan MotoGP yaitu di tahun 2022 dan 2023 kemarin relatif tak berubah yaitu masalah tiket pesawat dan harga kamar hotel. Mestinya penyelenggara dan pemerintah bisa mengatasi sejumlah persoalan ini karena mereka memiliki dua kali pengalaman.

“Soal kamar dan harga tiket pesawat itu bukan hal baru, tetapi selalu muncul dalam setiap perhelatan, sehingga hal ini tidak bisa diselesaikan seperti pemadam kebakaran, saat masalah muncul baru dibahas,” kata Acip, sapaan akrabnya kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Ia menilai, penyelenggaraan MotoGP Mandalika adalah etalase atau wajah NTB dan Indonesia di mata dunia, sehingga impresi positif harus tetap terjaga dari semua aspek penyelenggaraannya. Kali ketiga gelaran MotoGP tahun 2024 ini diharapkan bisa lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, sehingga gelaran balapan paling bergengsi sedunia ini memberi dampak ekonomi yang besar bagi warga NTB.

“Kita berharap MotoGP sukses diselenggarakan, sebab akan menjadi wajah NTB di mata dunia,” tegasnya.

Sementara itu anggota DPRD NTB, Made Slamet meminta Pemprov dan aparat agar turun tangan untuk menindak permainan broker atau makelar yang mengambil kesempatan untuk menaikkan harga kamar hotel yang naik gila-gilaan jelang perhelatan MotoGP Mandalika.

Ia mengatakan bahwa ulah para broker tersebut sangat meresahkan. Pasalnya, tarif kamar hotel saat MotoGP Mandalika 2024 melalui Traveloka menunjukkan kenaikan tarif kamar yang cukup tinggi. Ia menyebutkan di salah satu hotel di kawasan Mandalika memasang tarif Rp 4,9 juta per kamar pada 24-29 September 2024. Sementara, di luar event MotoGP tarif kamar berada di kisaran Rp 735 ribu.

“Jujur, kenaikan hotel yang gila-gilaan ini sangat meresahkan wisatawan. Kami minta aparat kepolisian harus turun tangan menangkap para broker yang sudah berbuat di luar batas kewajaran dengan menaikkan tarif akomodasi baik hotel dan transportasi menjelang MotoGP Mandalika 2024,” tegas Made Slamet.

Menurut Politisi PDIP NTB ini, kenaikan harga akomodasi yang naik signifikan menjelang perhelatan MotoGP Mandalika kali ini, selalu terjadi menjelang perhelatan akbar ajang balap motor dunia tersebut. Meski demikian, Made mengaku belum melihat upaya konkret jajaran Pemprov NTB untuk melakukan tindakan tegas terhadap persoalan itu.

Padahal, jika terus dibiarkan maka hal tesebut akan berdampak tidak baik pada kemajuan pariwisata di NTB. “Kenaikan harga yang kurang wajar, dinilai akibat ulah broker dan oknum makelar yang mencoba mengambil kesempatan. Mereka itu melakukan praktik aji mumpung tapi kok dibiarkan terus. Ini yang saya minta Pemda harus serius dan tegas melibatkan aparat kepolisian untuk menangkap para makelar itu,” kata Made.(ris)